Tsuki datang dengan membawa chapter baru. hahahaahaha. Tsuki tidak menyangka cerita ini akan mendapat sambutan hangat dari para readers. Xixixixixi. *malu-malu* ok, tanpa membuang waktu. Saatnya membalas review.

Nefetaria vivia : xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*. Tsuki harap disini Naruto lebih sadis sedikit. Hahahahahahaha.

Imouto Aruzaki-chan : ok. xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

sora92 : xixixixi namanya juga author gila. Hehehehe. Masalah itu…. nanti dikasih tau kok. *tinggal bilang iya aja kenapa sih.* jangan bilang-bilang sama Naruto ya. xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Wulan-chan : xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

CCloveRuki : iya nih, tapi ceritanya melenceng dari manganya. Hahahahahaa. Kalo ketahuan… hmmm… kasian Narutonya. Tapi kayaknya semua anak sekolahnya pasti akan seneng banget. xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Luna : xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Vii no Kitsune : xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan* maaf ya kalo kurang panjang. Hehehehehee.

NanaMithrEe : xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

FlyGirlz : ga bakal digantung kok. Soalnya gantungannya udah dipake buat jemuran. *jayus* xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Apdian Laruku : xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Sypudth cuwidt : lebih akrab lebih enak kok. Xixxixixixixi. Kita sama Sypudth. *tos sama Syipudth* xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Aku : xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

Misyel : xixixixixxi. Maaf jika menakutkan. tapi… xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

saiyuki ayaseharu : iya nih. Hmm… aku Cuma baca manganya aja, ga ada siaran tv Jepang soalnya, ouran ya, aku juga udah baca manganya, memang seru ceritanya. xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

nanao yumi : ok. xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

monkey D eimi : hahahahaha. Aku juga ga tau. Tiba-tiba nih cerita langsung nyangkut dikepala. Bagus kok manganya, bener-bener bisa bikin ngakak. salah satu manga favoritku loh. Hehehehe. xixixi arigatou. Arigatou. Arigatou. *membungkukan badan*

ok! kita mulai saja ceritanya.

Happy reading!

DON'T LIKE, DON'T READ!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

PRINCESS?

Naruto berjalan menuju ruangannya dengan tergesa- gesa, dia harus mengerjakan tugasnya menjadi president. Dia yakin sudah ada beberapa tugas yang harus dia kerjakannya hari ini. semenjak dia menjadi Princess, Naruto harus membagi waktu antara Princess dan Presiden. Kadang dia membawa tugas- tugasnya sebagai Presiden ke asramanya. Waktu tidurnya yang memang sudah terbatas menjadi lebih terbatas lagi. Naruto membuka kunci ruangannya dan masuk kedalam, benar saja tugas sudah menumpuk, Naruto segera duduk dikursinya, 30 menit lagi dia kan menjadi princess, jadi dia harus bergegas mengejakan tugasnya.

Naruto membuka map-map yang ada dimejanya, pekerjaannya benar-benar menjadi 2 kali lipat setelah dirinya menjadi princess. Naruto membaca map-map yang dibukanya, lalu setelah membacanya dengan teliti dibubuhkannya tanda tangannya dimap tersebut.

TOK. TOK. TOK.

"Masuk." kata Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari map.

"Siap untuk berganti pakaian?" Sakura tersenyum kepada Naruto, Naruto menatap Sakura dan menemukan Sakura tersenyum kepadanya. Naruto menghela nafas.

"Baiklah." kata Naruto setelah membubuhkan tanda tangannya.

Sakura membuka lemari besar yang ada diruangan itu, dia memilih baju yang akan dipakai oleh Naruto. Dan pandangannya langsung mengarah kepada baju dengan model Lolita. Sakura mengambil baju itu dan melemparnya kepada Naruto. Naruto menatap horror baju itu, tapi setelah mendapat deathglare dari Sakura, Naruto masuk kedalam ruangan tempat dirinya mengganti baju. Sakura menunggu Naruto tidak sabar diluar, 'Naruto pasti terlihat cute menggunakan baju itu.' batin Sakura.

CKLEK!

Naruto keluar dari tempatnya mengganti baju.

"CUTE….." Sakura berteriak.

Naruto menatap Sakura dengan pandangan malasnya. Sakura mengajak Naruto untuk melihat cermin. Naruto memandang dirinya dicermin. Baju dengan rok yang menggelembung selutut berwarna perpaduan antara putih dan hitam dan sepatu boot 5cm dibawah lutut berwarna putih. Sakura mengajak Naruto duduk. Sakura memasang bando berwarna perpaduan hitam dan putih juga dengan renda di ujungnya, anting panjang dan Sakura memberi Naruto make up yang tipis. Naruto menatap lagi dirinya dicermin. Naruto benar-benar terlihat sangat cantik. Sakura menganggukan kepalanya, puas akan pekerjaan yang dilakukannya.

"Aku masih mengharapkanmu menjadi model, Naru…" Sakura menatap Naruto penuh harap.

"Tapi aku tidak berminat sedikitpun." kata Naruto kembali melihat dirinya dalam pantulan cermin. Naruto memang sedikit merindukan kehidupannya menjadi model. Tetapi dengan segera dibuang jauh-jauh pikiran itu. Setelah melihat semuanya sudah cukup, Naruto mengambil rumbai-rumbai dan segera berlari ke lapangan. Dimana anggota tim sedang berlatih untuk pertandingan nanti sore.

"Hallo anak-anak….." Naruto melambai kepada anggota tim. Semua anggota tim langsung menengok kearah Naruto, tapi dengan segera mereka menutup hidung mereka. Naruto berlari dan berdiri disamping lapangan.

"YEYEYEYEYEYE… berjuang-berjuang!" Naruto menggerakan tangannya kesamping, kedepan, kebawah dan keatas. Kadang dia mengedipkan matanya kepada pemain yang memasuken gol dan hal itu membuat pemain yang membuat gol berubah, mata mereka berubah bentuk menjadi love dan love-love banyak berterbangan disekitar mereka, aura merekapun berubah menjadi ringan. Naruto melihat itu dengan sangat tidak berselera, dia harus menjaga dirinya untuk tidak tertawa dan muntah. Naruto hanya bisa melakukan itu untuk mendukung timnya, pada saat menjadi presiden dia hanya mengawasi jalannya pertandingan dari atap sekolah.

"Princess….." terdengar suara dari belakang. 'Sepertinya sudah jam istirahat.' batin Naruto. Naruto menengok kebelakang.

"Ya…" senyum seorang putripun keluar dari bibirnya.

BYUR

Lagi-lagi darah keluar dari hidung anak-anak yang melihatnya. Naruto memang sangat terlihat lucu sekarang dan semua anak yang melihatnya mengakui itu. setelah memberi dukungan, Naruto masuk kedalam ruangannya lagi, dia akan menyelesaikan pekerjaannya menjadi presiden. '2 map lagi.' batin Naruto.

Naruto masuk dan mengerjakan dengan cepat tugasnya. 'Aku tidak bisa seperti ini terus, aku juga perlu beberapa bantuan.' batin Naruto sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing. Naruto membuka laptopnya dan segera membuat pengumuman untuk mendapatkan presiden kedua, agar pada saat dia capek dia bisa istirahat sebentar. Memang disekolah ini ketua osis adalah pengendali semuanya, seolah wakil dan anggota lain hanyalah sebuah tambahan yang diperlukan untuk membantu-bantu saja, sedangkan keputusan akhir ada ditangan ketua osis.

Naruto menutup laptopnya setelah selesai membuat itu semua, dia akan menge-print itu nanti. Naruto menekuk tangannya dimeja dan ditenggelamkan wajahnya disana, tidak berapa lama kemudian dengkuran halus keluar dari mulut Naruto.

TOK. TOK. TOK

Seorang pemuda masuk kedalam ruangan Naruto. Dia masuk walaupun sang presiden belum mengijinkannya masuk. Pemuda itu melihat Naruto yang sedang tertidur pulas, dia mengambil kain yang tergeletak disofa, dan menyelimuti Naruto.

"Kau terlalu memaksakan diri." pemuda itu menatap Naruto sedih.

"Sejauh apapun kau bersembunyi, aku pasti akan menemukanmu, cepat atau lambat." Pemuda itu membelai rambut Naruto sesaat. Kemudian dia duduk didepan Naruto. Dia menopang dagunya dimeja dan menatap lekat-lekat Naruto yang sedang tertidur. Pemuda itu mengangkat satu tangannya, dia ingin menyentuh wajah Naruto.

"BERJUANG! BERJUANG!" Naruto berdiri lalu menggerakan tangannya kedepan dan kesamping. Pemuda itu terlonjak kaget atas apa yang dilakukan Naruto.

"BERJUANG! BERJUANG! Yamyamyamyam." Naruto duduk kembali dan tertidur.

"Hmp-" pemuda itu menutup mulutnya, dia menahan dirinya untuk tidak tertawa. 'Bahkan pada saat tidurpun dia sangat lucu.' batin pemuda itu. Pemuda itu mengacak-ngacak rambut Naruto sebentar lalu pergi meninggalkan ruangan itu. dia meninggalkan ruangan itu dengan hati-hati, sangat hati-hati. Dia takut membangunkan Naruto atau bisa disebut tunangannya, walaupun itu belum resmi.

Jam sudah menunjukan pukul 4, tapi Naruto masih saja berada dalam alam mimpinya.

"Naruto, kau ingin tidur sampai jam berapa? Cepat bangun."

"Lima menit lagi, Kaa-san." Naruto mengubah posisi kepalanya menjadi miring kekanan.

"CEPAT BANGUN!" teriak orang yang membangunkan Naruto. Naruto bangun dan menatap orang yang membangunkannya, pandangannya masih sedikit buram. Dia melihat seorang wanita berambut merah marun sedang menatapnya dengan kedua tangan dipinggang. Naruto mengucek matanya, merasa tidak percaya akan penglihatannya.

"Kaa-san?" mata Naruto membulat sempurna. Tapi kemudian Naruto kembali mengucek matanya, kali ini lebih keras dan Naruto membuka matanya dengan perlahan.

"Owh… ternyata kau Sakura." Naruto menggaruk kepalanya.

"Cepat ganti baju, kau sudah terlambat 10 menit." Sakura menatap tajam Naruto. Naruto memandang jam yang terletak diruangannya. Setelah melihat jam dia segera berdiri dari tempat duduknya, Sakura melemparkan pakaian yang akan dipakai oleh Naruto. Celana pendek hitam kira-kira 15 cm diatas lutut, dan kaos berwarna putih, kaos kesebelasan tim sekolahnya dan juga sepatu sport berwarna putih.

Naruto duduk dihadapan Sakura, Sakura mengucir rambut Naruto menjadi 2 dan Sakura juga melukis pipi sebelah kanan Naruto dengan gambar bola, dan pipi sebelah kiri dengan logo sekolahnya. Setelah penampilannya terlihat sempurna, Naruto mengambil rumbai-rumbai dan segera berlari ke lapangan. Naruto berlari kebawah dengan sangat cepat.

"Hua…." Naruto tergelincir.

HAP!

Hampir saja Naruto terjatuh, tapi sebuah tangan melingkar dipinggang Naruto. Naruto berdiri dan langsung melepaskan tangan itu.

"Terima kasih." Naruto menatap orang yang menolongnya, yang tidak lain adalah Sasuke. Naruto langsung berlari lagi, dia tidak ingin sekolahnya kalah. Naruto sampai di lapangan dengan nafas yang memburu. Dia melihat papan angka, matanya membulat setelah melihat papan itu bertuliskan 7-0. Naruto mengutuk dirinya sendiri karena telat datang.

"SEMANGAT TEMAN-TEMAN! BERJUANG! BERJUANG! JANGAN SAMPAI KALAH!" Naruto menggerakan tangannya kedepan, kesamping, keatas dan kebawah.

"Princess…." Semua anggota tim menangis melihat Naruto.

"Kita harus berjuang demi Princess." Kiba memberi semangat temannya. Dan kata-kata Kiba mendapat sebuah anggukan dari semua temannya.

"FIRE." kata mereka serempak. Dan semua anggota tim berubah, mata mereka berubah menjadi kobaran api, begitu pula dengan background mereka. Naruto tersenyum melihat timnya kembali semangat.

"SELAMAT BERJUANG!" Naruto mendukung timnya.

CUU!

Naruto memberikan sebuah ciuman jauh kepada timnya. Dan hal itu membuat anggota timnya bertambah berkobar, semangat masa muda mereka benar-benar berkobar sekarang. Naruto terus saja memberi yel-yel, tapi ternyata hingga 10 menit terakhir, kedududkan mereka masih imbang. 8-8.

Naruto tidak bisa berbuat apa-apa. 'Baiklah jika begini.' batin Naruto. Naruto berlari cepat keruang ganti dan dia cukup mengganti celananya dan mencopot wignya. Naruto menghampiri wasit. Dia hanya mempunyai waktu 6 menit.

PRIT….

Suara peluit menghentikan sejenak pertandingan itu.

"Pergantian pemain. Sepertinya Presiden akan bermain menggantikan Chouji." pembawa acara memberi tahu penonton.

Naruto masuk menggantikan Chouji, mereka ber-tos sekali pada saat berganti.

BRUSH!

Background Naruto berubah menjadi hitam, aura Narutopun berubah menjadi hitam, gelap dan kelam.

"Serahkanlah semuanya padaku!" Naruto berkata pelan, tetapi kata itu sungguh terdengar tepat ditelinga mereka.

PRIT….

Dan permainan dilanjutkan, Naruto menggiring bola, dia bermain dengan sangat lincah.

"Hey kau, Kiba. Terima ini." Naruto mengoper kepada Kiba. Kiba menggiring bola itu lalu mengoper kepada Shino. Naruto maju kedepan.

"Oper kearahku!" Naruto meminta bola kepada Shino, Shino mengangguk dan melempar bola kepada Naruto. Naruto maju dan bersiap menendang bola. Tapi sebelum dia menendang bola dia melihat wasit, wasit sudah ingin meniupkan pluitnya.

BRUSH!

Naruto menambah aura hitamnya, dan aura itu berubah semakin besar dan dalam. Naruto menendang bola itu.

PRIT…..

"GOAL….." semua ank berteriak.

PRIIT…. PRIIT….. PRIIT…..

Wasit meniup peluitnya, bertanda bahwa permainan sudah berakhir.

"Princess….." semua memanggil Naruto, tetapi aura hitam masih menyelimutinya. Naruto melihat semua anggota timnya dengan pandangan dingin.

"Lemah sekali." kata Naruto tanpa ekspresi. Setelah itu Naruto pergi meninggalkan mereka.

Anggota tim melihat kepergian Naruto sedih. Mereka tidak menyangka, Naruto akan berkata seperti itu. semua anggota tim menunduk dan merasa tidak percaya akan semuanya.

"Hey! Setidaknya kita mendapat 8 gol berkat princess." Lee memberikan semangat.

"Lain kali kita buktikan, bahwa kita bisa membuat presiden bangga." Kiba meninju udara.

"YOOOO…." dan semua anggota tim meninju keudara.

Naruto berlari dan segera masuk kedalam ruangannya untuk mengganti pakaiannya.

"Hosh, Hosh, Hosh." Naruto mencari sesuatu dalam lacinya.

"Hosh, Hosh, hosh." nafas Naruto putus-putus

"Hosh, Hosh, Hosh." Naruto terus mencarinya.

CKLEK

Seseorang masuk kedalam ruangan Naruto.

"Kerja bagus, Naru- . Hey kau kenapa?" Sakura menggoncang-goncang tubuh Naruto

"Jangan bilang-" Sakura segera melepas tangannya dan ikut mencari benda yang sedang dicari oleh Naruto. Sakura melihat kebawah meja Naruto dan menemukannya, Sakura segera mengambil itu dan memberikannya kepada Naruto yang terlihat kehabisan nafas. Naruto mengambil benda itu dan menghirup apa yang ada didalamnya. Ya, Naruto menderita asma. Penyakit itu bisa kambuh kapan saja dan dimana saja, tanpa pandang buluh.

"Kau kenapa sih?" Sakura menatap Khawatir Naruto. Naruto menetralkan nafasnya.

"Tidak apa." Kata Naruto menatap Sakura.

"Kau taukan penyakit itu bisa kambuh kapan saja! Tapi biasanya terpicu sesuatu bukan?" Sakura menatap tajam Naruto.

"Tidak, asmaku memang seperti itu." kata Naruto. Naruto lalu duduk dikursinya.

"Ya sudah, kita kekelas sekarang." Sakura memegang tangan Naruto. Naruto tersenyum kearah Sakura.

"Terima kasih." ucap Naruto kepada Sakura.

"You are welcome." Sakura menatap lebut sahabatnya itu.

Naruto segera menggunakan seragam wanitanya dan berjalan menuju kelas bersama dengan Sakura.

CKLEK

Naruto membuka kelas.

PTAK! PTAK! PTAK!

Beberapa pita dan kertas kecil berterbangan didepan Naruto. Naruto menatap itu semua dengan wajah yang sangat datar.

"Maafkan kami, Princess…" semua anggota tim sepak bola berjongkok dan mengangkat sekuntum mawar putih.

"Ekspresimu, Naruto." Sakura berbisik kearah Naruto.

"Terima kasih…." Naruto mengeluarkan senyum princessnya. Dan kembali background berubah menjadi love dengan burung-burung merpati yang beterbangan. Semua anggota mencium punggung tangan Naruto dan memberikan bunga mawar itu kepada Naruto secara bergantian. Mereka semua tertawa bahagia dan mereka semua bersenang-senang. Tanpa mereka ketahui aura hitam muncul dari salah satu pemuda yang ada disana.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto menempel selembar kertas dipapan pengumuman, semua anak sudah pulang, kecuali dirinya dan beberapa anak yang sedang menjalani ulangan perbaikan. Naruto berjalan menuju asramanya sendirian. Karena para bodyguardnya adalah salah satu dari anak yang mengikuti ulangan perbaikan. Jadi mau tidak mau dia harus pulang sendirian hari ini. Naruto berjalan sendiri keluar dari sekolah. Dia masih menggunakan seragam wanitanya, karena dia tidak sempat untuk menggantinya.

"Pulang sendiri?" sebuah suara membuat Naruto harus menatap kedepan.

"Ya begitulah." kata Naruto dengan senyum princess di bibirnya.

"HUH! Senyum palsu." pemuda itu memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya. Naruto masih saja menyunggingkan senyum princessnya.

"Aku antar kau ke asrama!" pemuda itu berbalik dan berjalan menuju asrama presiden.

"Sudahlah, Sasuke." Naruto berjalan mendahului Sasuke.

"Hey! Aku bilang aku akan mengantarmu ke asrama." Sasuke menarik tangan Naruto.

"Kau tau. Aku juga masih menjadi seorang presiden. Jadi jangan macam-macam kepadaku." kata Naruto tanpa ekspresi sedikutpun. Naruto melepaskan tangan Sasuke dan Sasuke menatap mata Naruto yang terlihat sangat kelam. Dia tidak menyangka Naruto akan seperti ini. Naruto yang dikenalnya bukanlah yang seperti ini. Apakah hanya karena sebuah pertunangan Naruto merubah sifatnya hingga 180 derajat. Sasuke tersenyum kepada Naruto, senyum yang sangat tulus dia berikan.

"Naru-chan, tersenyumlah untukku, sekali ini saja." Sasuke berkata kepada Naruto. Naruto menengok kebelakang dan menatap Sasuke tidak percaya. Dia benar-benar tidak mempercayai pendengarannya.

"Kau? Apa yang kau katakan?" tanya Naruto denga tubuh yang sedikit gemetar.

BRUK!

Naruto jatuh terduduk ditanah. Mata Naruto seperti ingin keluar, dia terus menatap Sasuke. 'Kata-kata itu.' batin Naruto. Tubuh Naruto menjadi sangat lemah membantu Naruto berdiri kembali.

"Apakah kau?" Naruto menatap Sasuke tidak percaya.

"Kau memang lemah, Naru-chan." Sasuke berkata kepada Naruto. Naruto melepaskan tangan Sasuke dengan kasar.

"Jangan mengucapkan kata-kata yang tidak perlu!" Naruto menatap tajam Sasuke, kemudian Naruto berlari kearah asramanya. Tanpa Naruto sadari, bulir-bulir air mata turun dari mata indahnya. Sasuke memandang kepergian Naruto dengan pandangan campuran antara senang dan sedih. Senang karena Naruto mengingat kata-kata itu, tetapi dia sedih, karena Naruto tidak ingin mengingat kata-kata itu lagi.

"Tidak mau mendengar lagi ya." Sasuke mengacak rambutnya frustasi. Tanpa Sasuke sadari pula, air mata jatuh dari pipinya.

"HEH! Aku tidak menyangka hal seperti ini akan sebegini menyakitkannya." Sasuke melangkah meninggalkan tempat itu. dia ingin segera kembali ke asrama dan melupakan kejadian ini. karena hatinya benar-benar terasa sakit sekarang.

BRAK!

Naruto membanting pintu kamarnya dengan kasar dan dengan cepat dia mengunci pintu kamarnya. Dia tidak ingin satu orangpun masuk ke kamarnya dan dia tidak ingin ada satu orangpun yang melihatnya serapuh ini, serapuh pohon yang sudah dimakan oleh rayap. Naruto membelakangi pintu, tangannya masih berada dipegangan pintu itu. Tangan Naruto bergetar hebat, begitu pula dengan badan Naruto. Bulir-bulir air mata mengucur deras dari matanya. Tubuh Naruto merosot lantai, tubuhnya seperti tak bertulang sekarang.

"Tidak mungkin itu dia." Naruto memegang kepalanya.

"Tidak mungkin itu dia." Naruto meyakinkan dirinya.

"Ini tidak mungkin. TIDAK….." Naruto berteriak sekencang mungkin. Naruto menarik rambut palsunya dan Naruto menjambak rambutnya frustasi.

"Pesiden! Presiden! Presiden!" suara para bodyguard Naruto terdengar. Sepertinya mereka sudah kembali. Ada nada kekhawatiran dari suara mereka.

"Anda tidak apa-apa, Presiden?" terdengar suara Neji dari luar.

"Aku tidak apa-apa. Tinggalkan aku sendiri, masuklah kekamar kalian masing-masing." kata Naruto dengan suara dingin. Para bodyguardnya hanya saling pandang dan mengangkat bahu, tetapi mereka tidak mau ke kamar, mereka lebih memilih untuk menemani Naruto, walaupun dengan cara menjaganya di luar kamar Naruto.

Naruto menundukan wajahnya dan menutup mukanya dengan kedua tangannya. Isakan tangis keluar dari mulutnya, bahkan tubuhnya berguncang hebat.

"Tidak seharusnya kau disini." kata Naruto pelan.

"TIDAK SEHARUSNYA KAU KEMBALI. Hiks, hiks, hiks." Naruto terisak. Naruto benar-benar tidak mengerti dengan semua ini. hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan baginya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan teman masa kecilnya, dan dia tidak menyangka bahwa teman masa kecilnya itu adalah Sasuke.

To be continued

xixixixixixi. princess chapter dua selesai. Hahahahaha. Akhirnya selesai juga, Tsuki bener-bener suka ending nya nih. Menurut Tsuki gimana gitu. Hahahahahaaha. Ok Tsuki udah kehabisan kata nih. Kalimat yang Tsuki ucapkan untuk terakhir kalinya di chapter 2 adalah…. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~