Tsuki datang kembali…. Hahahahaha, sekarang Tsuki membawa chapter 4 princess. Tsuki mengucapkan beribu-ribu maaf karena sudah membuat para readers lama menunggu. Jujur aja, Tsuki juga kadang-kadang kesel nungguin fanfic yang chapternya ga maju-maju, tapi tetep aja setiap buka fanfic, fanfic itu selalu dibuka. Hehehehehehe. *Curcol* Dan Tsuki berharap tidak ada yang sudah menjadi jamur, karena terlalu lama menunggu. Hehehehe. Tsuki ga punya kata-kata lagi nih, balas review aja ya….
Wulan-chan : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
natsuki-riri : hehehehehe, Tsuki buat mereka sangat ganas. AUM… *Woy! Mereka bukan singa.* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
monkey D eimi : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Aku juga suka dengan Chibinya. Bagian yang paling ku suka pas masalah tali sepatu. Hehehehehe. Typo di cerita Tsuki memang banyak banget. Banget, banget, banget. Untung aja, monkey D eimi moodnya lagi bagus, kalo ga. Tsuki bisa merasakan aura hitam yang muncul di tubuh monkey D eimi. Arigatou….
Luna : ga tau, orang lewat. hahahahha. Tapi dia bakal muncul lagi di chapter yang lain, soalnya Tsuki mau menulis banget jawaban yang akan diberikan oleh Naruto. Tsuki juga ikut merinding. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Imouto Aruzaki-chan : tidak apa. Tsuki senang kok kalo ada yang baca, tapikan yang penting akhirnya baca, hehehehehe. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
shiho Nakahara : hua…. /(O.O)\ Tsuki tidak bermaksud apa-apa loh, cerita disini hanya fiktif belaka, kesamaan nama tokoh atau kejadian tidak disengaja. *kayak sinetron nih.* maaf, maaf, maaf. Tsuki ga bermaksud mengganggu jadwal belajar shiho Nakahara, Tsuki minta maaf. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Kyuuya : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Sypudth cuwidt : asik, asik, asik….. xixixixixi pada manggil senpai nih, bikin Tsuki terbang aja. *Nari-nari gaje* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Tsuki sih masih belum bisa memastikan kapan akan terbongkarnya, tapi untuk chapter depan, Tsuki masih belum membongkar identitas Naruto. yang Nabrak pasti ember, tapi tenang. Naruto bisa mengatasinya dengan baik. Tidak terlalu penting kok. Tenang… Tsuki pasti menjawab apa yang ditanyakan kok. Nanya banyak juga gpp. Hehehehehe.
NanaMithrEe : hehehehehe. Hmm… ya… begitulah. *garuk-garuk kepala*. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
FlyGirlz : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Hidup, hidup, hidup. *menggerakan pom-pom keatas,kebawah, kesamping dan kedepan*
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
PRINCESS?
"Sudahlah aku ingin pulang. Disini membuatku kesal dan membuatku ingin menghancurkan apapun yang ku lihat." Naruto dan Sasuke berkata secara bersamaan. Mereka kembali saling tatap, tapi pandangan mereka berbeda. Sasuke memberikan senyumannya atau kita bisa sebut senyuman seorang iblis. Sedangkan Naruto melempar deathlarenya seolah-olah dia ingin melempar Sasuke ke Neraka.
"Aku akan mendaftar sebagai wakilmu." Sasuke bangkit dari kursinya.
"Silahkan saja. Aku akan menerima dengan senang hati. Tentunya jika ada yang memilihmu." Naruto berkata dengan sangat ketusnya.
Sasuke pergi meninggalkan kelasnya. Toh, untuk apa tetap disana. Jika semua temannya kabur dan bergeletakan dilantai. Narutopun tidak jauh berbeda dengan Sasuke. Tetapi Naruto sedikit berbeda, dia lebih memilih untuk pergi ke ruang kerjanya. Dia berharap tidak ada pekerjaan yang datang sekarang.
Naruto duduk dikursinya yang sangat nyaman. Di berfikir tentang siswa yang dipukulnya tadi. Dia jadi sedikit merasa bersalah, tapi gerakannya itu benar-benar gerakan refleks tidak disengaja. Naruto memijat kepalanya, dia sedikit pusing. Dia tidak mengkhawatirkan tentang rahasianya karena Naruto sudah mempersiapkan jawaban yang sangat tepat untuk menjawab pertanyaan yang nanti akan diajukan, dengan bantuan sedikit aura presiden dia yakin semua akan berjalan sesuai dengan rencana.
Naruto membuka laptopnya dan membuka email milik dirinya. Bukan email dirinya yang sekarang, tapi email dulu pada saat dia menjadi model. Entah mengapa dia sekarang ingin membuka email itu. Naruto membuka satu persatu email dari penggemarnya dan membacanya satu persatu. Kadang Naruto terkikik jika menemukan email yang menurutnya sangat konyol. Salah satunya yang sedang dibacanya.
'Naru-chan… aku mohon kembalilah. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Apalah arti dunia ini tanpa kehadiranmu. Kau bagaikan mentari, kau menyinari hatiku dan membuat dunia ini terasa sangat indah. Aku mohon… kembalilah.'
"Hmp-" Naruto menutup mulutnya agar dia tidak tertawa. Karena tidak boleh ada satu orangpun yang boleh melihatnya tertawa. Itu akan sangat menjatuhkan kedudukannya. Naruto kembali menutup emailnya dan melihat kalender yang ada dimejanya. Tinggal beberapa hari lagi musim panas akan datang. Naruto merencanakan akan pergi ke gunung kali ini. berhubung kali ini dia memiliki dua kekuasaan ditangannya. Jadi menurutnya tidaklah sulit baginya untuk memilih liburan musim panas. Tapi… berhubung akan adanya presiden kedua, Naruto sedikit mempertimbangkan keinginannya karena mereka harus mendiskusikannya terlebih dahulu, Naruto tidak mau dianggap egois. Naruto kembali memutar-mutar kursinya dan setelah berpikir sejenak Naruto mengambil handphonenya dan menelfon Sakura.
"Sakura… aku tunggu di café biasa ya. Aku ingin jalan-jalan." Naruto memberitahu Sakura.
"Kau mau kemana?" tanya Sakura penasaran.
"Aku ingin ke taman bermain." Naruto tersenyum, dia membayangkan bagaimana serunya bermain disana.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto kembali melihat jam tangannya lagi. Sudah hampir 1 jam dia menunggu di café langganannya, tapi sakura belum juga muncul.
TAK!
Seseorang memukul bahu Naruto. Naruto menengok kebelakang dan memutar matanya sebal setelah mengetahui siapa yang datang.
"Kau tau sekarang jam berapa?" tanya Naruto sedikit kesal. Tapi sakura hanya terkikik mendengar perkataan Naruto.
"Jika kau ingin marah semua tidak akan berjalan sesuai dengan rencana." Sakura menepuk-nepuk bahu Naruto. Setelah itu Sakura menggandeng tangan Naruto keluar dari café. Sakura menggandeng tangan Naruto dengan mesra dan hal itu membuat semua orang yang melihatnya merasa iri. Bagaimana tidak, Naruto memang terlihat seperti cowok yang sangat keren atau kita bisa bilang 'COOL'. Naruto sekarang memakai jins, kaos putih dengan perpaduan sebuah jaket berwarna hitam, sepatu olah raga putih, sebuah topi dan kaca mata dengan frame hitam. Sedangkan Sakura memakai jins, baju berwarna putih dipadukan dengan cardigan berwarna pink dan sepatu hak. Mereka memang terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.
"Naru… apa yang kau lakukan tentang pemilihan presiden yang kedua?" tanya Sakura penasaran.
"Aku sudah mengirim sebuah email kepada Kiba untuk menyebarkan selembaran di asrama cowok. Pemilihan akan dilakukan besok, tapi kita tidak perlu berkumpul di aula, aku menyuruh mereka untuk memasukan pilihan mereka kedalam box yang ada di sebelah ruanganku." Naruto menjawab dengan ringannya.
"Apa dia memiliki kebijakan yang sama?" Sakura bertanya lagi.
"Tentu. Mungkin kamarnya akan berada disebelah kamarku. Dan sepertinya aku harus berbagi ruanganku kali ini." Naruto menghentikan langkahnya dan matanya berubah menjadi berbinar.
"KITA BERMAIN HARI INI!" tambah Naruto dengan semangat. Sakura mengangguk lalu tersenyum. Naruto ikut mengantri untuk membeli tiket setelah itu dia mengantri untuk masuk kedalam, walaupun bukan hari libur suasana di taman bermain tetaplah ramai.
Naruto dan Sakura bermain segala macam permainan yang ada disana. Mereka bersenang-senang, seperti apa yang dikatakan oleh Naruto. Naruto menikmati setiap permainan, untuk kali ini dia menghilangkan semua pikirannya tentang presiden dan princess, dia sekarang kembali seperti dulu menjadi wanita bebas. Dan hal itu jarang terjadi semenjak dia masuk kedalam sekolah khusus cowok. Ditambah dia sedang menyamar agar tidak diketahui oleh keluarganya.
Sebenarnya Naruto adalah seorang anak pengusaha yang sangat terkenal. Tidaklah sulit bagi keluarganya untuk menemukan cepat dimana Naruto, tapi Naruto sendiri tidak mengerti mengapa keluarganya tidak bisa menemukannya. Berhubung keluarga Naruto memiliki koneksi yang sangat luas. Jika dilihat-lihat dari kekayaannya, Naruto memang seorang princess. Tapi Naruto positif thinking. Dia berfikir karena penyamarannya yang sangat sempurnya, dia bisa mengelabui semuanya, bahkan dengan nama yang sama.
Di tempat Sasuke
Sasuke mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah, atau bisa dibilang rumah mertuanya. Sasuke akan memberi mereka informasi tentang Naruto, itu memang pekerjaan Sasuke sekarang. mengawasi tunangannya. Tidak butuh waktu lama untuk Sasuke menuju rumah Naruto karena dia menggunakan mobil kesayangannya. Mobil ferari berwarna biru donker. Setelah sampai dirumah yang sangat megah dan mewah, Sasuke keluar dari mobilnya, dia lemparkan kunci mobilnya kepada salah seorang disana, yang memang tugasnya untuk memakirkan mobil.
Sasuke masuk kedalam rumah itu, dan semua pelayan membungkuk badan kepadanya. Tapi Sasuke hanya bisa terus berjalan karena Sasuke bukanlah seseorang yang ramah seperti Naruto.
"Sasuke… kau datang juga akhirnya." Minato memeluk sesaat Sasuke.
"Kau baik-baik sajakan?" Kushina juga ikut memeluk sesaat Sasuke.
"Seperti yang kalian lihat. Aku baik-baik saja." Sasuke berkata dengan gaya cool nya. Kushina dan Minato mempersilahkan Sasuke untuk duduk.
"Bagaimana keadaan Naruto? apa dia baik-baik saja? Menurut mata-mata kami dia sangat baik-baik saja. Kau tau? Kami mendapatkan foto dirinya pada saat dia menjadi seorang princess." Kushina berkata dengan sangat antusias.
"Ya, seperti begitu kejadiannya. Tapi sepertinya Naruto memang tidak mau adanya perjodohan dan dia sangat membenciku sekarang." Sasuke berkata dengan sangat datar.
"Aku yakin sebenarnya dia masih menyukaimu Sasuke." Minato tersenyum kepada Sasuke.
"Kapan kami bisa menemuinya? sejak dia kabur, Sebulan kemudian kami menemukannya dan kau bilang kami tidak boleh menemuinya." Kushina berkata dengan sedikit kecewa.
Flash Back
"Minato! Bagaimana Naruto? apa kau sudah menemukannya." Kushina menatap cemas Minato. Naruto sudah hampir sebulan meninggalkan rumah, bahkan tidak ada kabar. Agensinya bilang Naruto sudah keluar dari sana dan memutuskan untuk keluar dari dunia model dan perfilman.
"Kau meragukan koneksiku, Kushina?" Minato menatap Kushina.
"Tentu tidak. Tapi menurutku kau sangat lamban Minato. Kau tau aku sudah sangat mengkhawatirkannya." Kushina menunduk lemas. Melihat istrinya seperti itu membuat Minato menghela napas dan duduk disebelah istrinya, dikeluarkannya sebuah foto.
"Dia ada disekoalh khusus cowok." Minato memperlihatkan foto Naruto bersama dengan cowok-cowok disekitarnya, bahkan rambut Naruto sudah dipotong pendek atau bisa dibilang sama seperti potongan rambut Tou-sannya, tetapi rambut Naruto sedikit lebih pendek.
"APA!"
BRUK!
Kushina pingsan. Minato menghela napas lagi, setelah itu dia angkat istrinya menuju kamar meraka. Minato masih menunggu Kushina yang belum sadarkan diri, baru kali ini dia melihat Kushina pingsan hanya karena sebuah informasi yang menurutnya biasa saja. Walaupun dia tahu Naruto adalah seseorang yang sangat lembut tetapi bersemangat.
"Ada telfon untuk anda, Tuan!" seorang pelayan memberikan telfon kepada Minato. Minato mengambil telfon itu.
"Hallo." kata Minato dengan nada biasa.
"Hay, Ji-san. Ji-san masih mengenalku? Aku Sasuke." terdengar suara dari telfon itu.
"Tentu saja! Bagaimana Ji-san bisa melupakanmu Sasuke. Apalagi kau adalah calon menantuku." Minato tersenyum mengetahui bahwa calon menantunya menelfonnya, sepertinya masalah Naruto kabur sudah terdengar ditelinganya. Sehingga sang menantu menelfonnya.
"Aku sudah menemukannya Ji-san. Dan aku yakin Ji-san juga sudah menemukannya. Hahahaha." Sasuke sedikit tertawa.
"Tentu saja. Naruto ternyata bukan anak yang pintar. Menyamar dengan nama asli? Mana ada seorang penyamar yang seperti itu. padahal dia sangat suka sekali novel ditektif." Minato menggaruk bagian belakang kepalanya, menyadari bahwa putrinya itu ternyata tidak pintar.
"Aku punya satu permintaan Ji-san." kata Sasuke.
"Apa itu?" tanya Minato.
"Serahkan Naruto padaku. Biarkan dia tetap disana. Berpura-puralah untuk tidak menemukannya. Biarkan aku yang menjemput Naruto. Menjemput Naruto untuk pulang." Sasuke berkata lembut kepada Minato, mendengar hal itu tentu membuat Minato sedikit terkejut tetapi mendengar dari nada suara Sasuke, dia yakin apa yang dikatakan Sasuke adalah benar. Biarlah calon suaminya sendiri yang menjemputnya pulang.
"Baiklah. Ji-san percaya kepadamu, Sasuke." Minato tersenyum dan setelah itu dia menutup telfonnya sedangkan Sasuke menyeringai.
"Kau sangat nakal ya, Naruto." kata Sasuke kembali membuka-buka filenya yang diberikan oleh mata-matanya yang berada disana.
"Kerja bagus Neji." Sasuke bergumam sendiri.
Flash back off
"Jadi sampai kapan?" Kushina menatap Sasuke.
"Berikan waktu sedikit lagi. Kalian bisa menunggu 1 tahun lagi? Aku yakin dia akan pulang 1 tahun lagi. Tapi aku akan berusaha untuk membawanya pulang." Sasuke menyakinkan Kushina dan Minato.
"1 tahun? Itu terlalu lama! Kau ingin bermain ya?" Minato menatap tajam Sasuke.
"Aku akan berusaha Ji-san, Ba-san. Aku akan berusaha semaksimal mungkin." Sasuke menatap tajam balik Minato.
"Baiklah. Karena disana ada dirimu, aku tidak perlu mengkhawatirkan Naruto lagi, berhubung Lee juga ada disana." Minato menepuk bahu Sasuke.
Sasuke dan Minato memang mengirim seseorang disana untuk menjaga dan mengawasi Naruto. oleh sebab itu sejak Naruto menjadi presiden. Lee dan Neji langsung mengajukan diri untuk menjadi bodyguardnya.
"Aku harus pulang ke asrama. Ada hal penting yang harus ku lakukan." Sasuke berdiri lalu membungkukan badannya.
"Aku percaya padamu." Kushina memeluk erat Sasuke. Sasuke menepuk punggung Kushina lalu melepaskan pelukan itu. Dia tidak akan mengkhianati mertuanya, dia akan membawa Naruto kembali, tidak akan ada cowok yang berani menyentuhnya karena dia akan selalu berada dibelakang Naruto. hanya dirinya yang boleh memiliki Naruto. hanya dirinya. *Rakus kau Sasuke.*
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto pulang dari taman bermain. Dia segera mandi untuk menghilangkan penatnya setelah itu dia keluar untuk makan malam. Biasanya dia makan di kamarnya, tetapi hari ini dia sendang ingin berkumpul dengan semuanya, dia akan makan seperti apa yang dimakan oleh siswa lain.
"Kau datang kesini juga ya?" Sakura mengambil ayam yang ada didepannya.
"Hanya ingin merasakan makanan yang dimakan oleh siswa lain." Naruto juga ikut mengambil ayam yang ada didepannya.
"Memang biasanya makan apa?" Sakura mengangkat nampan makanannya dan itu juga dilakukan oleh Naruto. dia mengikuti Sakura untuk duduk. Para Bodyguardnya mengikuti Naruto dari belakang.
"Aku biasa memakan steak sapi dengan kualitas tinggi." Naruto duduk.
"APA!" Sakura berteriak tepat disebelah telinga Naruto membuat kuping Naruto berdenging hebat. Neji yang melihat Naruto ingin jatuh segera memegang bahu Naruto.
"Ehem." Terdengar suara dari samping. Neji menengok dan melihat siapa yang berdehem kepadanya dan setelah melihat siapa itu, dengan sigap Neji lepaskan pegangannya dari bahu Naruto. untung saja keseimbangan Naruto telah kembali. Jika tidak, dia pasti akan jatuh.
"Kau akan melihatnya, Naruto. Aku pasti akan berada terus disampingmu." Seseorang itu berbisik ditelinga Naruto lalu pergi. Naruto menggerutu kesal mendengar omong kosong seseorang itu.
"Apa yang Sasuke katakan, Naruto?" tanya Sakura.
"Hanya omong kosong yang tidak penting." Naruto mengambil garpu dan sendoknya dan dia mulai memakan makanannya. 'Enak juga.' batin Naruto. dan setelah itu tidak terjadi percakapan karena Naruto dan Sakura menikmati makanannya, begitu pula dengan Neji dan Lee yang berada di samping kanan dan kiri Naruto.
Setelah acara makan Naruto kembali ke kamar. Neji dan Lee menjaga didepan pintu kamar Naruto. Mereka akan menjaga disana sampai jam 2. Karena presiden akan bangun pada saat jam itu dan menjalankan tugasnya sebagai presiden. Dia akan memeriksa setiap pekerjaannya atau dia akan mengerjakan tugasnya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto menatap sebal kertas yang ada dimejanya. Dibantu oleh para anggota osis yang lain, Naruto membuka hasil dari apa yang ada dikotak pemilihan presiden 2. Dan yang membuat Naruto sebal adalah hampir seluruh isinya berisikan nama Sasuke.
"Sepertinya Sasuke yang menjadi presiden kedua, Naruto." Kiba memberitahu Naruto. Naruto ingin sekali menolak hasilnya, tetapi semua itu adalah hasil dari pemilihan dan dia tidak boleh menolak.
"Panggilkan Sasuke." Naruto berkata dengan nada dan suara datar.
Semua yang ada disana langsung pergi. mereka akan memanggil Sasuke dan setelah itu mereka akan menyiapkan pelantikan Sasuke menjadi presiden yang kedua.
"Sasuke. kau dipanggil oleh Naruto." Kiba memanggil Sasuke yang sedang duduk dimejanya sambil membaca sebuah buku.
"Hn." Sasuke bangkit dari kursinya dan segera menuju ruangan Naruto. 'Sepertinya aku harus menepati janjiku untuk mengajak semua anak asrama untuk berlibur bersama dimusim panas.' batin Sasuke.
TOK TOK TOK
"Boleh aku masuk?" tanya sasuke kepada Naruto.
"Tentu saja, silahkan masuk." Naruto berkata dari dalam. Sasuke membuka pintu dan menemui Naruto yang sedang mengerjakan tugasnya. Sasuke merasa bosan juga melihat Naruto yang selalu sibuk. Dia sangat khawatir tentang kesehatan Naruto. Apalagi Naruto mempunyai penyakit asma, dan Sasuke mengetahu tentang penyakit Naruto.
"Berhentilah bekerja sejenak. Jika asmamu kambuh bagaimana?" Sasuke duduk didepan Naruto.
"Itu bukan urusanmu." Naruto tidak mengalihkan pandangannya dari tugasnya.
"Kau pasti sudah mengerti mengapa aku memanggilmu kemari bukan? Sebentar lagi akan diadakan pelantikanmu. Bersiaplah." Naruto bangkit dari kursinya dan membuka lemari besarnya disana terdapat banyak sekali baju princess. Tapi bukan itu yang dicarinya, Naruto membuka-buka laci yang ada dilemari itu dan akhirnya dia menemukannya. Dilemparkannya barang itu kearah sasuke.
"Ganti pakaianmu di ruang ganti." Naruto berkata kepada Sasuke yang menatap antara barang yang ada ditangannya dan Naruto.
"Hn." Sasuke bangkit dan masuk kedalam ruang ganti.
BRAK!
Pintu ruangan Naruto terbuka dan menampilkan Sakura. Sakura langsung membuka lemari besar dan memilih-milih baju yang ada didalamnya.
"Naru… Kau harus memakai baju princess sekarang! pada saat acara pelantikan kau harus memakai baju princess." Sakura melemparkan baju yang baru saja ditemukannya dan medorong Naruto ke ruang ganti.
"Sa-sa-sakura. Tapi di-"
"Sudah masuk." Sakura membuka pintu ruang ganti dan mendorong Naruto masuk kesana.
BRUK!
Naruto jatuh dengan sangat tidak elitnya. Dia mendongakan kepalanya. dan matanya langsung membulat setelah melihat Sasuke yang sedang memakai kemejanya.
BLUSH!
Wajah Naruto langsung memerah.
"Kau ternyata mesum ya." Sasuke menyeringai kearah Naruto.
"Aku tidak akan segila itu." Naruto langsung membalikan badannya, karena Naruto tau mukanya sudah sangat merah sekarang.
"Cepat keluar setelah kau memakai semuanya." Naruto menyilangkan tangannya. Sasuke makin ingin menggoda Naruto.
"Apakah benar seperti itu?" Sasuke mendekat kearah Naruto.
"Jika kau macam-macam. Aku tidak segan-segan untuk membunuhmu." Naruto berkata kepada Sasuke tanpa melihatnya.
HAP!
Sasuke memeluk Naruto.
"Lepaskan aku…. Lepaskan, lepaskan, lepaskan . Aku tidak ingin seluruh keringatmu terkena badanku." Naruto meronta-ronta dari pelukan Sasuke. Sasuke melepaskan pelukannya.
"Hahahahaha. Jadi kau ingin ku peluk pada saat ku tidak menggunakan baju." Sasuke mengelus dagunya. Naruto langsung berbalik dan menatap Sasuke. Sasuke memakai jas putihnya dan semuanya sudah terlihat sangat rapih. Sasuke berpakaian seperti Naruto. Kemeja putih, jas putih, celana putih. Sabuk, sepatu dan dasi dari sekolah.
"KAU GILA… SEKARANG KELUAR DARI RUANGAN INI!" Naruto berteriak kepada Sasuke. Sasuke benar-benar menikmati permainannya. Sasuke melangkah menuju Naruto.
CUP!
Sasuke mencium pipi Naruto sekilas.
"Lain kali aku akan membuatmu jatuh kepadaku, Naruto. berhati-hatilah." Sasuke menyeringai lalu pergi dari sana.
BRUK!
Naruto jatuh terduduk dilantai, badannya bergetar, pikirannya hilang dan badannya sedingin es. Naruto mengangkat tangannya dan menyentuh pipinya, pipinya sungguh tidak dapat dirasakan oleh tangannya.
"SASUKE….. AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!" Naruto berteriak sangat kencang. Teriakannya sampai terdengar dari segala penjuru sekolah. Semua yang mendengar itu langsung merinding. Mereka dapat merasakan kemarahan dan kebencian Naruto dalam suaranya.
Naruto keluar dengan perasaan kesal. Dia sangat kesal dengan apa yang terjadi tadi. Naruto menatap tajam Sakura yang sedang terkikik geli. 'Ini semua salahmu.' Itulah arti dari tatapan tajamnya.
"Aku tidak tahu menahu, Naruto." Sakura mengangkat tangannya.
"Karena kau terlalu terburu-buru." Naruto menarik tangan Sakura.
"Kau tidak boleh sekasar itu, Naruto." Sasuke menatap Naruto lembut.
"Apa pedulimu!" Naruto menatap kesal Sasuke.
"Sudahlah, Naruto. tanganku sakit." Sakura melepaskan tangan Naruto dan mengelus pergelangan tangannya yang terlihat merah.
"Kau ternyata sangat jahat ya." Sasuke mengambil tangan Sakura lalu mengelus pergelangan tangannya. Naruto yang melihat hal itu, darahnya langsung mendidih. Dia tidak tahan melihat hal itu. akhirnya Naruto memutuskan untuk segera pergi.
BRAK!
Naruto membuka pintu dengan sangat kasar dan keluar dari ruangannya. Dia tidak ingin melihat Sasuke yang sedang berduaan dengan Sakura. Walaupun Naruto tahu, Sasuke tidak mengetahui bahwa Sakura adalah cewek. Tapi dia masih merasakan sakit dihatinya.
"Berhenti berdetak sekencang ini dan hentikan rasa sakit yang tidak perlu ini." kata Naruto sambil memukul-mukul pelan dada kirinya.
Di Ruangan Naruto
"kau sungguh bertindak sangat baik, Sakura." Sasuke melepaskan tangannya dan menatap lembut Sakura.
"Dia memang harus sedikit diberi pelajaran. Tanganku benar-benar sakit. Tapi, kau sungguh-sungguh akan menjaganya bukan?" Sakura kembali mengelus pergelangan tangannya.
"Tentu saja, dia tunanganku." Sasuke merapikan jasnya, karena dia berencana untuk segera pergi.
"Tapi… hanya kau yang mngetahuinya. Sedangkan Naruto tidak. Kau harus memberitahunya cepat atau lambat, Sasuke." Sakura menutup lemari baju yang ada disebelahnya.
"Kau tidak memberitahupun aku akan segera melakukannya. Aku ingin melihat bagaimana wajahnya setelah mengetahui ternyata aku ini adalah tunangannya." Sasuke menyeringai.
"Kau terlalu lama berada di Amerika, Sasuke. Aku memang tau dia selalu menunggumu. Tetapi aku sedikit takut perasaannya berubah." Sakura menatap kasihan Sasuke. tapi Sakura juga meragukan apa yang dikatakannya, karena Sakura mengetahui benar perasaan Naruto dan Sakurapun tahu bahwa sebenarya Naruto masih menunggunya sampai sekarang, dia hanya ingin membuat Sasuke sedikit berfikir untuk segera bertindak. Sasuke menatap sekilas Sakura lalu pergi meninggalkan Sakura disana sendiri. Sakura merapikan bajunya dan berbalik, dia menatap keluar jendela.
"Kau bodoh Sasuke. kau hanya perlu menunggunya satu tahun lagi. Dan kau akan melihatnya. Kau tahu? Naruto akan menyusulmu ke Amerika jika kau tidak juga datang. Kau sangat tidak beruntung." Sakura mengelus kembali pergelangan tangannya lalu pergi dari ruangan itu. tentumnya setelah dia mengunci ruangannya.
To be continued
Yeyeyeyeyeyeye. Akhirnya fanfic chapter ke empat Princess selesai. Sekali lagi. Tsuki mengucapkan beribu-ribu maaf karena telah update lama. Tsuki juga ga tau kenapa. hehehehhe. Itu semua karena waktu yang Tsuki punya hanya hari senin, kamis dan minggu. Selasa rabu, Tsuki pengayaan dan hari jumat sabtu Tsuki les. Jadinya Tsuki hanya mempunyai sedikit waktu. *curcol lagi* Tapi Tsuki akan berusaha semaksimal mungkin untuk update kilat. Hahahahahahaha. Owh ya. Bagaimana dengan chapter ini? menurut Tsuki lucunya Cuma sedikit, tetapi tenang saja, chapter selanjutnya akan lebih menyenangkan kok. *Lirik Sasuke.* dan… Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
