Tsuki bawa chapter ke 5. Hahahahaha. Sekarang princess Tsuki publis kedua setelah MISI dan MY SECRET akan di publish beberapa hari lagi. Jadi yang menunggu MY SECRET. Harap bersabar sebentar. Padahal udah hujan, tapi… tetep aja panas nih. *lagi-lagi curcol.* chapter kemarin kurang greget kan? Nah…. Sekarang akan berubah menjadi romance nih. Tapi…. Tenang, humor masih mengikuti. Menurut Tsuki humornya dapet lah… tapi bukan hanya humor. Romancenya juga dapet. Itu pendapat Tsuki ga tau bagi para readers. Dari pada denger cuap- cuap Tsuki yang ga penting. Balas review aja….

natsuki-riri : Tsuki juga ga tau, mungkin kedua- duanya. *diameterasu Sasuke.* owh iyaya. Maafkan Tsuki. kebiasaan ngomong 'hap' nih jadinya kayak gitu. Arigatou… atas koreksinya, Tsuki akan memperbaikinya kok sekarang dan chapter- chapter selanjutnya. Hahahahhaa. Maafkan Tsuki, kalo di fanfic MISI, itukan memang kesalahan Sasuke. tenang…. Mereka bakal balik lagi kok. Kan pairingnya SasuFemNaru. Hehehehehe. Doite natsuki-riri. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

NanaMithrEe : Sasuke ada yang dukung kamu tuh. Xixixixixixi. Owh ya, Sasuke mengucapkan banyak terima kasih katanya. Hehehehehe. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

sora92 : gpp kok. Yang pentingkan udah baca. Tsuki udah berterima kasih sekali kalo cerita Tsuki udah dibaca. Bener nih, ini semua karena susananya memang lagi ga asik dibuat humor. *bohong! Itu semua karena Tsukinya aja yang males.* Tsuki harap… Chapter ini lumayan greget deh. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Luna : gak nyuap kok, Sasuke cuma kasih tahu kalo dia kepilih jadi presiden, mereka semua bisa ikut berlibur bersama presiden pada saat musim panas. *dikasih permen sama Sasuke.* SIAP! Tsuki juga sudah mempersiapkannya kok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Apdian yanne-chan : selamat datang kembali. Hahahahahaha. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Beyond Birthday : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

fly girlz : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Wah… Tsuki bersyukur deh kalo cerita Tsuki bisa menghibur. Hua…. Nyebut aku senpai? *nunjuk diri sendiri.* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Xixixixixixixi. *nari- nari gaje.* baca aja. Judulnya princess princess. Tapi jangan kaget kalo ceritanya berbeda. kalo disana itu yang jadi princessnya memang cowok. Kalo Tsukikan Naruto yang lagi menyamar. Hehehehehe. Tapi bukan YAOI loh…

Happy reading!

DON'T LIKE, DON'T READ!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

PRINCESS?

Naruto memberikan sebuah pidato yang lumayan panjang. Itu semua adalah salah satu ritual yang harus dilakukannya dalam pengangkatan seorang presiden. Bukan seorang presiden baru tetapi seorang presiden kedua, presiden yang akan menggantikannya saat dirinya menjadi seorang princess. Naruto menggunakan pakaian princessnya. Atau bisa dibilang, Naruto menggunakan seragam cewek khas sekolahnya tetapi dengan jas yang berbeda, dia memakai jas berwarna putih.

"Jadi, saya nyatakan bahwa Sasuke adalah presiden kedua dalam sekolah ini."

PROK, PROK, PROK

Suara tepuk tangan mengakhiri acara tersebut. Sasuke sekarang sudah resmi menjadi presiden. Naruto dan Sasuke berjalan berdampingan dan semua anak menunduk saat mereka melewati mereka. Mereka semua sangat setuju Sasuke menjadi presiden karena Sasuke memiliki aura yang tidak jauh berbeda dengan Naruto. Presiden yang paling mereka takuti dan mereka sayangi.

"Kau sudah puas sekarang." Naruto menatap Sasuke.

"Sebelum aku mendapatkanmu. Aku tidak akan merasa puas." Sasuke menyeringai kepada Naruto. Naruto menghela napas sebentar lalu segera melangkah menuju ruangannya atau bisa disebut ruangannya dan Sasuke sekarang. Naruto duduk dikursinya sedangkan Sasuke hanya duduk disofa. Berhubung meja dan kursi Sasuke akan datang besok.

"Aku akan membagi tugas. Kau akan mendapatkan tugasku setengah dan aku akan mendapatkan tugasku setengah. Pada saat aku menjadi princess apapun yang terjadi walaupun itu adalah tugasku. Kau yang harus menanganinya. Kau mengerti!" Naruto mempertegas tugas Sasuke.

"Mengerjakan semua tugasmupun aku bersedia." kata Sasuke sambil menyilangkan tangannya.

Naruto menatap Sasuke dengan pandangan sedikit sebal. 'Dia fikir menjadi presiden itu gampang, dan dia fikir menjadi presiden itu adalah pekerjaan yang sangat mudah. Jika dia berfikir seperti itu dia akan salah besar.' batin Naruto. Naruto membuka lacinya dan mengambil jadwal yang sudah dibuatnya. Naruto berjalan mendekati Sasuke.

"Ini adalah jadwalmu. Jangan lupa!" Naruto mengingatkan dan kemudian Naruto kembali duduk dikursinya.

Sasuke melihat jadwal yang harus dijalaninya. Dan dirinya sedikit terkejut dengan apa yang tertulis disana. Dia tidak menyangka bahwa presiden bekerja sangat keras. 'Bangun jam 2 malam, mengerjakan tugas atau berkeliling asrama siswa, membunyikan alarm jam bangun, berpakaian kesekolah, menunggu anak-anak didepan gerbang dan memarahi yang tidak berpakaian rapih, mengerjakan tugas lagi, berkeliling sebentar untuk mengawasi apakah ada siswa yang membolos, mengerjakan tugas lagi. Pulang jam 5 sore atau setelah semua anak pulang dan memeriksa bahwa tidak ada satupun anak yang belum pulang. Kecuali dia disuruh oleh guru atau sedang remedial.' baca Sasuke dalam hati apa yang ditulis disana.

"Mengerjakan tugas setiap hari? Memang apa saja yang tugas itu?" tanya Sasuke.

"Kau tidak mengerti ya? Sekolah ini memiliki sebuah perusahaan yang harus kita kelola, dan setiap hari pasti ada map yang bergeletak dimeja. Dan tugas kita adalah mengelola perusahaan tersebut. Kau fikir mengapa sekolah ini bisa sangat murah. Itu karena sekolah ini memiliki perusahaan. Anak yang sekolah disini adalah anak yang pintar tetapi tidak mempunyai uang." kata Naruto sedikit menjelaskan.

"Hanya itu?" tanya Sasuke.

"Tidak hanya itu, kita juga harus sering sharing dengan berbagai sekolah dengan diadakannya berbagai rapat yang menurutku sangat membosankan. Setelah itu kita juga harus melihat bagaimana perkembangan yang terjadi pada anak-anak." Naruto menambahkan.

"Lalu apa tugasnya kepala sekolah?" Sasuke benar-benar tidak menyangka semuanya dilakukan oleh presiden.

"Dia hanya mengawasi." Naruto berkata sangat datar.

"Karena kau lama di Amerika kau pasti mengerti tentang bisnis bukan?" Naruto memberikan bermap – map pekerjaan kepada Sasuke.

"Pelajari dulu tentang ini, dan kau boleh bertanya jika ada yang perlu ditanyakan." Naruto duduk kembali dimejanya dan melihat pekerjaannya juga.

TOK, TOK, TOK

"Masuk!" Naruto menyuruh orang yang diluar untuk masuk. Dan setelah pintu terbuka dapat terlihat Sakura dan Kiba datang.

"Ada apa?" tanya Naruto tidak berselera.

"Masalah gawat presiden!" kata Kiba dengan keringat yang bercucuran.

"Tenangkan dirimu. Apa yang terjadi." Naruto tidak mengalihkan pandangannya dari tugasnya.

"SMA Nagasaki ingin mengadakan rapat." Kiba menatap Naruto dengan serius.

"Itu memang sudah rutin, ada apalagi sekarang?" kata Naruto menatap Kiba.

"Masalahnya itu, besok kau harus menjadi princess untuk mendukung anak- anak yang mengikuti olimpiade." Sakura menjelaskan. Naruto menghela napas dan menatap Kiba dan Sakura secara bergantian.

"Kalian ini bagaimana. Bukankah ada Sasuke. Aku bisa menjadi princess dan Sasuke yang akan mewakiliki." Naruto kembali melihat tugasnya.

"Disitulah masalahnya presiden. Aku sudah mengatakan bahwa presiden yang kedua yang akan datang, karena presiden Naruto harus melaksanakan hal penting. Tapi yang dikatakan oleh mereka adalah 'Kalian meremehkan sekolah kami, jika kalian besok tidak mengirim presiden Naruto. kami akan memutuskan segala koneksi kita kepada sekolah kalian dan kami akan menjamin bahwa sekolah kalian akan hancur dalam hitungan jam.' Kira- kira begitu yang dikatakan oleh mereka. Mereka selalu mempercayaimu, presiden." Kiba menatap Naruto dengan sebuah harapan yang sangata besar.

"Baik-baik, aku akan datang besok." Naruto menjawab dengan nada biasa.

"Bagaimana dengan olimpiade? Semua anak mengharapkanmu datang. Kau juga tahu bahwa kita akan gagal jika kau tidak datang." Sakura memberitahu Naruto.

"Mereka akan biasa saja tanpa aku, bukankah tahun kemarinpun sama." Naruto menatap sekilas Sakura.

"Sekarang berbeda. Pokoknya kau harus datang." Sakura memaksa Naruto.

"Bagaimana bisa aku ada didua tempat dengan waktu yang bersamaan. Kau fikir aku bisa membelah diriku menjadi dua seperti amuba?" Naruto menjatuhkan punggungnya pada senderan kursi.

"Kau harus memikirkannya." Kiba menyilangkan tangannya.

Naruto berfikir. Jika dia datang ke acara rapat dia tidak akan bisa mendukung sekolahnya. Padahal sekolahnya sudah berturut- turut mendapatkan piala bergilir. Jika Naruto tidak datang ke rapat, menang dalam olimpiadepun tidak akan berarti karena seperti yang dikatakan bahwa sekolah akan dihancurkan dalam hitungan jam. Dan Naruto tahu bahwa itu semua bukanlah sebuah lelucon. Naruto memutar matanya kembali. Dia berfikir mengapa setelah ada princess semua bisa menjadi lemah. Anak olimpiadepun sampai ingin didukung oleh dirinya.

Naruto melihat kesana kemari, pandangannya menyapu seluruh ruangan dan dia menatap Sasuke yang sedang menatapnya.

"Ada apa?" tanya Sasuke.

"Aku mempunyai ide yang sangat bagus." Naruto menyeringai dan seringai itu cukup membuat bulu kuduk Sasuke berdiri.

"Apa yang kau rencanakan kepadaku, Naruto. jangan main- main denganku." Sasuke menatap tajam Naruto.

"Kau juga presiden sekarang, jadi kau juga bertanggung jawab penuh atas segala masalah yang sedang ditanggung oleh sekolah. Kau harus membantu." Naruto mengelus dagunya lalu menyeringai kepada Sasuke lagi.

"Kau akan menggantikanku menjadi princess besok." Naruto memberitahu pikirannya kepada semua orang yang ada di ruangannya semua menatap Naruto tidak percaya.

"Apa maksudmu?" tanya Kiba, Sasuke dan Sakura.

"Semua akan berjalan lancar, aku akan menjalani rapat dengan SMA Nagasaki dan mereka akan tetap bisa melihat princess. Aku yakin Sasukepun akan menjadi wanita yang sangat cantik jika didandani. Sama seperti diriku. Dan aku akan menghadiri rapat yang sangat membosankan." Naruto kembali kewajah datarnya.

'Kau terlihat cantik karena kau sebenarnya adalah cewek Naruto.' batin Sasuke dan Sakura secara bersamaan.

"Aku akan sedikit memaafkanmu, Sasuke. Jika kau menyetujuinya. Dan aku akan mengabulkan satu permintaan darimu." Naruto menatap Sasuke.

"Benarkah itu?" Sasuke menatap Naruto juga.

"Hn." jawab Naruto.

"BAIKLAH AKU AKAN MENJADI PRINCESS!" Sasuke berkata dengan sangat spontan dan bersemangat. Semua yang ada disana langsung sweatdrop minus Sasuke dan Naruto. Sakura hanya menatap Sasuke dan Naruto secara bergantian. Sedangkan Kiba hanya menatap Sasuke. 'Sebenarnya apa kesalahan Sasuke yange membuat Sasuke rela mengerjakan apapun demi mendapatkan sebuah maaf dari presiden.' batin Kiba.

Naruto menyeringai dan menatap Sasuke. 'Akan ada kejadian menarik besok. Kau akan merasakan permainanmu sendiri, Sasuke. hahahahaha.' tawa Naruto dalam hati.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Sasuke dan Naruto sudah berada diruanganya sejak jam 7 pagi, mereka harus merencanakan semuanya dengan lancar. Tidak boleh ada yang salah sedikitpun karena jika mereka salah, hal yang penting bagi sekolah akan hilang.

"Sakura! Kau ingin membuat rencana kita gagal? Kau tahu jam berapa sekarang?" tanya Naruto sedikit geram karena Sakura belum saja datang.

BRAK!

Pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Sakura disana.

"Aku disini!" Sakura terlihat dipintu sedang menyilangkan tangannya.

"Tidak perlu sekhawatir itu." Sakura menepuk pundak Naruto. Sakura dan Naruto membuka lemari baju dan mencari baju yang mungkin cocok digunakan oleh Sasuke.

BUK!

Naruto melemparkan wig berwarna hitam panjang kepada Sasuke.

BUK!

Sakura melemparkan sepatu yang akan dipakai oleh Sasuke.

BUK!

Naruto melemparkan sarung tangan dan syoking.

Dan sekarang mereka berdua sedang mencari baju yang cocok yang akan dipakai oleh Sasuke.

"Ini dia!" kata Naruto dan Sakura bersamaan. Mereka mengambil baju yang mereka dapatkan dan memperlihatkannya kepada Sasuke.

"Kalian bercandakan?" Sasuke menatap baju yang ditunjukan oleh Naruto dan Sakura dengan padangan aneh.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Sasuke memandang dirinya dicermin. Dia tidak menyangka bahwa dirinya bisa berubah banyak seperti ini. dan kata yang pertama dikeluarkan olehnya adalah…..

"Aku baru menyadari bahwa ternyata aku tidak hanya setampan pangeran. Tapi aku juga ternyata mempunyai sosok seorang putri yang tertidur dalam diriku."

"Kau fikir kau adalah sleeping beauty?" Naruto menatap sebal Sasuke. karena sebenarnya Naruto juga mengakui bahwa Sasuke memang sangat cantik.

"Presiden!" seseorang masuk kedalam ruangan Naruto tanpa mengetuk pintu.

"Ada apa, Kiba?" Naruto menatap Kiba yang seperti sangat terburu- buru.

"SMA Nagasaki sudah menunggu ditempat-. WOW! Siapa dia, Presiden?" Kiba menatap Sasuke dengan pandangan yang… er.. sangat memalukan.

"Kenalkan dia adalah preseiden kedua atau bisa kita sebut Uchiha Sasuke." Naruto memperkenalkan Sasuke. Sasuke menyikut perut Naruto pelan, merasa tidak suka akan perlakuan yang dilakukan oleh Naruto.

"Baiklah, dari pada melihat pandangan yang akan lebih mengarah mesum. Aku akan membawa Kiba pergi sekarang." Naruto menggeret Kiba keluar dari ruangnya. Naruto tertawa kecil mengingat penampilan Sasuke lalu segera pergi dari sana. Mereka harus menemui SMA Nagasaki sekarang.

"Kau memang Sleeping Beauty, Sasuke." Sakura menutup mulutnya, mencoba mengendalikan tawanya yang akan segera meledak.

"Kau akan mati jika kau tertawa didepanku." Sasuke menatap horor Sakura. Sakura yang diberi tatapan seperti itu diam. Dia tidak akan macam- macam, walaupun itu adalah sebuah lelucon. Tetapi aura yang dikeluarkan oelh Sasuke benar- benar asli.

"Kau princess sekarang." Sakura menepuk bahu Sasuke lalu Sakura segera menarik tangan Sasuke keluar dari ruangan itu.

Sasuke keluar dari ruangannya dan berjalan melewati beberapa kelas. Semua orang menatap Sasuke dengan pandangan yang tidak jauh berbeda dengan Kiba saat melihat Sasuke. semuanya bahkan harus menutup hidung mereka. Bagaimana tidak, mereka seperti melihat seorang bidadari jatuh.

GUBRAK!
Sasuke jatuh. Sepertinya yang dimaksud oleh mereka benar- benar terjadi, mereka benar- benar melihat bidadari jatuh. Semua yang melihat itu langsung menolong Sasuke.

"Kau tidak apa princess?" tanya semuanya setelah Sasuke bangun.

"Ingat senyum seorang princess." Sakura berbisik kearah Sasuke.

"Aku sangat baik….." Sasuke tersenyum kearah semuanya.

BYUR!

Banjir darahpun kembali. Sasuke yang melihat kejadian itu langsung sweatdrop. Dia tidak menyangka bahwa akan menjadi seperti ini. Apa yang terjadi dengan Naruto sekarang terjadi kepadanya. Memang benar hukum karma berlaku (?).

Sasuke mencoba kembali berjalan seperti biasa. Mari kita deskripsikan Sasuke. Sasuke menggunakan baju sejenis dengan Lolita. Baju berwarna Hitam dengan campuran warna putih dengan lengan bergelembung terdapat ikatan- ikatan yang sangat rumit dibaju tersebut. Bahkan baju tersebut dapat menyembunyikan otot tangan dan dada bidang Sasuke. rok bawah yang menyatu dengan bajunya adalah rok yang menggelembung. Ditambah dengan stoking dan sarung tangan berwarna putih. Rambut Sasuke diikat keatas dengan sebuah pita yang besar berwarna hitam. Sepatu boot berhak 10cm berwarna hitam juga. sepatu boot yang terdapat banyak pita berwarna putih. Tidak heran jika siswa- siswa disana tidak tahan melihat hal itu.

"Sakura… bisakah aku mengganti sepatuku?" Sasuke berbisik kearah Sakura.

"Kau harus merasakan bagaimana susahnya menjadi seorang cewek."

GUBRAK!

Sasuke kembali jatuh, tetapi dengan cepat- cepat Sasuke kembali bengun. Dia sangat tidak suka ditolong oleh siswa- siswa disini, yang sepertinya tidak sungguh- sungguh dalam membantu. Mereka hanya ingin menyentuh Sasuke. Sudah hampir 5 kali dia terjatuh akibat merasa tidak seimbang dengan sepatunya. Untung saja hak sepatu itu kuat. Sehingga tidak akan rusak walaupun dijatuhkan beberapa kali.

Sasuke terdiam, menatap horor tangga yang ada didepannya.

"Tidak bisakah kita tidak melalui jalan ini?" Sasuke menengok patah- patah kearah Sakura.

"Sayangnya tidak ada." kata Sakura yang menyeringai kepada Sasuke.

Dengan perasaan yang tidak yakin Sasuke berjalan. Dia memegangi pembatas tangga, dan menuruni tangga dengan sangat lambat. Jika dia jatuh dia akan benar- benar sangat tidak beruntung. Dia akan sangat malu dan sangat menurunkan martabatnya. Badannya sedikit bergetar karena takut jatuh dan menahan hak sepatunya.

"Cepatlah, Sasuke!" Sakura berteriak. Sasuke baru menuruni 3 anak tangga.

"Kau kira memakai hak itu gampang?" Sasuke melepaskan pegangannya dan menaruh kedua tangannya dipinggang.

"OW, OW, OW, OW…. HUA…" Sasuke kehilangan keseimbangannya dan badannya limbung jatuh kedepan.

GRAB!

Badan Sasuke ditangkap oleh seseorang. Beruntunglah Sasuke tidak jadi jatuh. Sasuke bersyukur dalam hati. Walaupun sekarang dirinya seperti dipeluk dari belakang oleh seseorang, dia tidak peduli, yang penting dia selamat.

"Sudah kuduga akan seperti ini jadinya." orang itu menyeringai kepada Sasuke. Sasuke membuka matanya dan menatap orang itu.

"Naruto!" Sasuke memandang Naruto dengan mata yang berbinar.

"Kau mengeluarkan pandangan yang menjijikan lagi." Naruto menatap tidak suka Sasuke. Tapi kemudian Naruto menatap lembut Sasuke.

"Jangan berteriak."

HAP!

Naruto menggedong Sasuke dengan gaya bridal style.

"HUA….. APA YANG KAU LAKUKAN…." teriak Sasuke yang terdengar seperti teriakan seorang cewek.

Walaupun sasuke lebih tinggi darinya dan lebih berat darinya jangan menganggap remeh dirinya. Dia itu adalah wanita yang sangat hebat, sangat, sangat, sangat hebat. Dia bahkan bisa mengankat beban yang dua kali lebih berat darinya. Walapun dengan kenyataan Naruto adalah seorang cewek dan seorang yang memiliki tubuh yang imut.

"Kau benar- benar seperti cewek jika berteriak seperti itu." Naruto menyeringai. Sasuke hanya bisa menatap sebal dan tajam Naruto. Walaupun dia dalam keadaan memalukan sekarang, tetapi menurutnya jatuh adalah pilihan yang lebih buruk dari pada di gendong ala bridal style oleh Naruto. Sasuke mengalungkan tangannya keleher jenjang Naruto.

"Seharusnya aku yang menggendongmu seperti ini, Naruto." Sasuke menundukan wajahnya.

"Tapi sekarang kau adalah putrinya dan aku adalah seorang raja. Hahahahaha." tawa Naruto menggema disepanjang tangga itu.

TAK!

Sasuke menjitak kepala Naruto dan memberikan deathglarenya. Naruto hanya terkikik. Sakura yang melihat kejadian itu hanya tertawa bahagia. Dia tidak menyangka akan bertukar sejauh ini. Naruto sangat terlihat seperti pangeran dan sasuke adalah seorang putri yang sedang diselamatkan oleh pangeran tersebut. Hayal Sakurapun datang. Dia membayangkan Naruto yang memakai baju pangeran dan membawa lari seorang putri dari istana yang sedang terbakar.

"Pangeran…." Sasuke sedikit menangis dan wajahnya sedikit hitam karena asap.

"Jangan takut! Apapun yang terjadi aku akan menyelamatkanmu. Walau dengan taruhan nyawaku." Naruto berkata dengan gentlenya.

Naruto tersenyum dan Sasuke mengangguk. Kemudian sasuke menenggelamkan wajanya kedada bidang Naruto.

"HUA…" Sakura berteriak histeris.

TAK!
Naruto menjitak kepala Sakura.

"Jangan berkhayal yang macam- macam!" Naruto menatap Sakura.

"Terserah aku donk! Inikan dunia hayalku!" Sakura menatap sebal Naruto. Sasuke sudah turun dari gendongan Naruto. Kemudian Sakura tersenyum licik. Karena tanpa Naruto dan Sasuke sadari, Sakura tadi telah memfoto kejadian tadi. Dia akan memberikan foto itu kepada keluarga Uchiha dan keluarga Namikaze. Dia ingin tahu bagaimana tanggapan mereka. Tapi yang dia yakin, Kushina dan Mikoto akan sangat bahagia dan akan berteriak histeris seperti dirinya.

"Aku harus pergi sekarang." Naruto memberitahu.

"Owh ya aku lupa." Naruto berlari kemobil sebentar lalu kembali dengan sepatu boot dengan warna yang sama yaitu hitam tetapi lebih lucu dari sepatu yang digunakan oleh Sasuke. pita-pita disana lebih lucu dan lebih banyak dari pada sepatu yang digunakan oleh Sasuke.

"Haknya lebih pendek. Ini hanya 5cm dan haknya tidak terlalu lancip. Aku yakin kau akan lebih nyaman menggunakan ini. Dan terdapat sebuah bantalan didalamnya. Aku yakin, kakimu tidak akan sakit setelah memakainya." Naruto berjongkok didepan Sasuke dan membuka tali sepatu Sasuke. dibukanya sepatu Sasuke dan dia memasangkan sepatu miliknya kepada kaki Sasuke. Sasuke menatap Naruto dengan pandangan yang sulit sekali ditebak. Tetapi entah mengapa dia sangat menyukai rasa khawatir yang diperlihatkan oleh Naruto kepadanya.

Sakura yang melihat hal itu tidak membuang- buang waktu. Dia langsung memfoto kejadian itu. 'Cinderella. Sang putri sudah menemukan sang pangeran sekarang.' batin Sakura. Semua anak yang melihat hal itu hanya menatap takjub. Mereka benar- benar seperti melihat opera. Kejadian yang menurut mereka sangat romantis.

"Aku pergi dulu." Naruto tersenyum kepada Sasuke lalu segera masuk kedalam mobilnya.

Sasuke menatap kepergian Naruto lalu segera melempar deathglare kepada semuanya. Meminta semuanya untuk segera pergi karena acara yang mereka tonton telah usai. Sasuke berjalan, benar saja dia tidak merasakan bahwa dia memakai hak. Dia bahkan sangat menikmatinya. Dia menyukai sepatu yang diberikan oleh Naruto. Yang menyebabkan Sasuke merasa nyaman dengan sepatu itu adalah bukan hanya dengan apa yang dikatakan oleh Naruto itu adalah benar tetapi karena penyebab asli yang terjadi mengapa dia merasa nyaman adalah karena Naruto yang memasangkan sepatu itu untuknya.

Sasuke tersenyum sebentar lalu segera menuju tempat anak- anak olimpiade yang sedang beres- beres. Mereka akan pergi ke tempat berlomba dan Sasuke juga akan pergi kesana.

CKLEK!

Sakura membuka pintunya. Semua yan ada didalam langsung menatap kearah pintu.

BYUR!

Lagi- lagi darah banjir keluar dari hidung mereka. Bahkan Shikamarupun tidak dapat menahan untuk tidak mimisan.

"Aku yang akan menggantikan princess. Sebagai presiden kedua aku juga bertanggung jawa." Sasuke mengeluarkan aura beribawanya.

"Jadi kau adalah Sasuke?" tanya Neji tidak percaya.

"Hn." Sasuke mengalihkan pandangannya karena dia tidak ingin melihat seluruh muka anak olimpiade yang menatapnya dengan pandangan yang menurutnya sangat menjijikan.

"Ayo berangkat…." Sasuke membukakan pintu dan dia sekarang adalah princess. Dia harus bertingkah laku sebagai princess. Apapun yang terjadi.

"Periksa semuanya." Sasuke memimpin didepan. Dia berjalan dengan sangat anggun. Sasuke dan yang lain sampai didepan bus yang akan mengantar mereka.

"Hati- hati." Sasuke mengedipkan sebelah matanya. Dan hal itu membuat yang melihatnya harus menutup kembali hidung mereka.

Dan semua anak masuk satu persatu kedalam Bis.

"Kau sangat cantik, Bos." Neji menggoda Sasuke saat dia masuk kedalam bis. Sasuke yang dikatakan seperti itu, hanya mengepalkan tangannya. Dia tidak boleh marah. Dia harus menjadi lembut. Lembut layaknya kapas.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Dan semuanya berjalan dengan lancar. Hasil olimpiade sudah langsung diumumkan dan seperti biasa, piala dimiliki oleh SMA Konohagakure. Dan akhirnya piala bergilir itu masih tetap awet berada dilemari kebanggannya.

Naruto juga menjalankan rapat dengan baik, sangat baik. Sebenarnya dia hanya harus hadir. Karena dia hanya sebagai pendengar. Dan SMA Nagasakipun tidak jadi menghancurkan sekolah mereka. Naruto bahkan mendapatkan sambutan hangat pada saat datang. Mereka memang sangat menghargai Naruto sebagai Presiden. Dan mereka tidak ingin Naruto digantikan oleh siapapun.

Sasuke menunggu diruangannya dengan tidak sabar. Dia sudah mengganti bajunya dengan baju presiden seperti biasa, dia sangat tidak betah dengan pakaian Princess.

"Jika tidak mau memakai baju Princess. Setidaknya lepaskan sepatumu. Kau tahu, pakaian Presiden sangat tidak cocok dengan sepatu itu." Sakura menatap aneh Sasuke.

"Aku hampir melupakannya." Sasuke segera mencopot sepatunya. Dia sangat berat hati melepaskannya karena Narutolah yang telah memakaikannya.

CKLEK!

Naruto datang dengan muka yang sangat terlihat capek.

"Bosan sekali disana." Naruto segera duduk dikursinya. Dan Sakura yang sudah seperti asistennya segera memberikan teh ocha kepada Naruto. Naruto segera menegakkan badannya dan menikmati ocha itu.

"Sekarang aku menagih janjiku." Sasuke menatap Naruto dari mejanya.

"Aku ingin kau berkencan denganku besok, dan kau harus sebagai Namikaze Naruto teman masa kecilku yang tumbuh menjadi seorang cewek yang sangat cantik dan manis. Bukan sebagai Presiden." Sasuke menyeringai.

BUUURRR!

Naruto menyemburkan teh yang sedang dinikmatinya. Dan menatap Sasuke. Sasuke menyangka bahwa Naruto akan menolak tetapi wajahnya berubah seperti biasa saat mendengar jawaban Naruto.

"Karena aku sudah berjanji. Aku akan menepatinya." akhirnya Naruto dapat menetralkan dirinya lagi dan setuju dengan apa yang diminta oleh Sasuke. karena menurutnya, itu adalah permintaan yang tidak terlalu sulit. Sebenarnya Naruto sedikit berburuk sangka kepada Sasuke. dia menyangka bahwa Sasuke menyuruhnya untuk pulang ke rumah.

Sebenarnya Sasuke bisa saja berkata seperti yang diperkirakan oleh Naruto. Tetapi dia hanya ingin Naruto kembali ke rumah karena keinginannya bukan karena paksaan. Dan Sasuke ingin Naruto datang menjemputnya di bandara. Karena Sasuke ingin kejadian dirinya saat pulang Amerika terulang. Dia ingin pada saat dia keluar dari bandara dia ingin Naruto sudah menunggunya dan memeluknya dengan penuh kasih. melenyapkan segala rindu karena telah terpisahkan bertahun- tahun yang lalu. Itulah yang diinginkan oleh Sasuke.

Sasuke mengambil handphonenya dan memencet sebuah nomer.

DRET, DRET, DRET

Handphone Naruto bergetar. Naruto melihat layar hp nya dan menemukan nomer yang tidak diketahui.

"Hallo?" Naruto menjawab telfon aku.

"Ini aku Sasuke. kau masih mengingatku bukan?" Naruto langsung menatap tajam Sasuke. Sasuke berada dihadapannya tetapi Sasuke malah menelfonnya.

"Aku akan menutupnya. Katakan saja secara langsung." Naruto ingin segera menutup telfonnya tetapi dengan segera Sasuke bangkit dan menghentikan apa yang akan dilakukan oleh Naruto.

"Biarkan! Aku ingin berbicara denganmu melalui ini." Sasuke menatap Naruto.

"Baiklah! Katakan apa yang ingin kau katakan." Naruto melepaskan tanganya dari tangan Sasuke.

"Naru-chan… kau tidak melupakanku kan? Aku akan pulang besok dari Amerika. Aku tahu kau pasti sangat merindukanku. Owh ya, aku ingin kau menjemputku di bandara pada saat kau mengantar kepergianku dulu. Aku tunggu di pintu A jam 10. Aku ingin pada saat ku keluar, kau ada dihadapanku. Kau harus berpenampilan yang cantik ya, seperti gambar yang sering ku lihat dimajalah- majalah yang memuat gambar dirimu. Aku merindukanmu."

PET

Sasuke mematikan sambungannya. Naruto mematung dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sasuke. Naruto kemudian menatap Sasuke dan Sasuke tersenyum kepada Naruto.

"Jangan lupa datang ya…." dan Sasuke pergi meninggalkan Naruto. Sakura yang berdiri dan mendengarkan itu semua hanya tersenyum. 'Aku ingin Naruto segera mengetahui tentang Sasuke yang sebenarnya adalah tunangannya.' harapan Sakura dalam hati.

To be continued

Bagaimana? Bagaimana? Bagaimana? Hahahahaha. Menurut Tsuki sih lumayan. Humornya dapet, romancenya juga dapet. Xixixixixixi. Pas buat cerita tentang Sasuke yang pake baju cewek itu Tsuki sampai senyum- senyum sendiri. Dan masalah maju yang digunakan oleh Sasuke. Tsuki harus konsul dulu ketemen- temen Tsuki. soalnya takutnya bajunya ternyata ga serasi. Tapi ternyata pas konsul, temen Tsuki bilang pantes- pantes aja kok. Dan akhirnya Tsuki menulisnya deh. Ok tanpa banyak cuap lagi Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~