Holla…. Tsuki kembali, Tsuki kembali, Tsuki kembali. Hahahahahaha. Setelah menyelesaikan fanfic MISI. Naruto publish fanfic PRINCESS, untuk yang menunggu MY SECRET. Harap bersabar sebentar, karena cerita masih dalam proses. Hehehehehe. Chapter kali ini, akan hanya ada sedikit humor, karena Tsuki lebih memusatkan kepada romancenya. Berhubung ini adalah kencan pertama Naruto dan Sasuke. Jadi Tsuki harus buat seromantis mungkin. Walaupun… menurut Tsuki, yang romancenya dapet itu dicerita bagian akhirnya. Tapi tidak apalah. Hehehehehe. Balas review dulu…
Hanna Miho Uchiha : Holla Hana…. Salam kenal juga. hahahahahaha. arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Hua… ga bisa bilang apa- apa lagi nih. Hehehehe.
monkey D eimi : arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Hahahahaha, ternyata banyak yang suka ya Sasuke jadi princess. Hahahahaha. Iya, memang bagian akhir Tsuki cepetin alurnya, kalo dilambatin kayaknya nanti bakal terlalu lama. arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Fanny Amatir Author : arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Luna : hahahahaha, nanti aku suruh Sasuke untuk jumpa pers deh, nanti aku suruh Sasuke jadi Princess. Hahahahahaha. arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Hmmm… dibawah 10 chapter aja deh. Hehehehehe.
Imouto Aruzaki-chan : arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Apdian Laruku : betul, hehehehehe. Tsuki sampai harus mencari banyak donor darah, soalnya banyak banget yang mimisan dan kekurangan darah. Terus Tsuki harus ngepel darah yang berserakan. Hahahhaha, sekali- kali Sasuke yang aku jadikan perempuan. Hahahahahaha Tsuki juga, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
natsuki-riri : betul….. baca dibawah aja ya. Hahahahahaha *PLAK!* ga ada Sakura kok. Sakura udah punya pacar, nanti kayaknya Tsuki perlihatkan pas akhir kayaknya. arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
fly girlz : hehehehehe, awalnya memang aneh sih. Tapi… lucu juga. arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
sora92 : yupz, tapi limit adition tuh. Hehehehe, tapi kayaknya chapter ini gregetnya berkurang deh. Ga ada, kissingnya nanti aja ya… hehehehehearigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Lady Spain : hahahaha, sepertinya begitu. Hahahahhaha, Tsuki merasakan hal yang sama. arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
sheila : xixixixixi, bertukar pekerjaan dulu, untuk sementara. Ya begitulah, akan diberitahu, walaupun belum detail. Salam kenal juga. arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
PRINCESS?
Naruto membuka lemarinya dan memakai semua baju yang ada dilemarinya. Dia sekarang berada di apartemen Sakura. Berhubung hari ini adalah hari libur dan dia diajak kencan oleh Sasuke. Naruto kembali melihat dirinya dicermin. Hampir seluruh baju yang pernah dibawanya kesana sudah dicobanya. Tapi menurutnya tidak ada satupun yang cocok untuk dipakainya.
"." Naruto berdecak kesal.
TOK TOK TOK
"Masuklah." Naruto membanting tubuhnya ke kasur yang sudah dipenuhi oleh baju- baju yang tadi dicobanya.
Sakura masuk dan melihat kamar Naruto yang terlihat begitu sangat berantakan.
"Apa yang kau lakukan, Naruto?" Sakura menatap Naruto dengan tatapan penuh penasaran.
"Apa yang harus aku pakai? Aku yakin aku akan datang telat jika aku tidak segera menemukannya." Naruto menatap sedih Sakura. Sakura mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Sasuke kemarin, lalu dia tersenyum kepada Naruto, kemudian dia menyuruh Naruto untuk mengikutinya masuk kedalam kamar miliknya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto segera memanggil taksi yang lewat didepannya, setelah 1 jam berada dikamar Sakura, Naruto akhirnya dapat keluar dengan penampilannya yang seperti dulu. Dia yakin, Sasuke akan menyukai penampilannya.
Naruto memakai celana pendek hitam 15cm diatas lutut, kaos dengan tulisan. 'I DON'T CARE?'. Kemudian dia menggunakan sebuah rompi dengan warna senada dengan celana pendeknya. Rambutnya dikucir satu keatas dengan sebuah pita hitam yang besar tapi tentu saja, Naruto menggunakan poni. Dia juga menggunakan jam tangan yang sangat elegan dan simple, kalung panjang dengan sebuah liontin berbentuk kristal. Dan untuk sepatunya dia memilih sepatu berhak 10 cm dan berwarna putih. Tas kecilpun ikut menemaninya. Wajahnyapun hanya di makeup tipis. Sakura memang seorang yang bisa diandalkan.
Naruto turun dari taksi. Setelah membayar taksi itu, Naruto segera berlari. Dia melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. 'Aku masih mempunya waktu 5 menit lagi.' batin Naruto. Naruto tepat berdiri dipintu A. Tapi kemudian dia berjongkok, dibukanya sebuah kertas besar yang dibawanya, lalu ditulisnya kertas itu dengan spidol berwarna orange. Disana tertulis. 'MENJEMPUT UCHIHA SASUKE. AKU TEMAN KECILMU, NARUTO.' Naruto kembali berdiri dan mengangkat tinggi- tinggi tulisan itu. Semua yang ada disana langsung menatapnya. Tetapi Naruto tidak peduli itu.
Tidak berapa lama pintu terbuka dan banyak sekali orang yang keluar. Naruto harus teliti mencari dimana Sasuke. Naruto memperhatikan satu- persatu orang yang keluar. Dan sebuah senyum langsung merekah di bibirnya setelah orang yang dimaksud akhirnya keluar.
Sasuke keluar dengan satu koper ditangannya. Dia terlihat sangat cool. Sasuke menggunakan jeans, kaos berwarna putih, jaket berwarna hitam, sebuah kalung panjang dengan huruf N yang besar, jam tangan berwarna hitam juga melingkar dipergelangan tangannya. Sepatu sport berwarna putih dan kaca mata hitam bertengger manis dihidungnya.
Sasuke membuka kaca matanya dan menaruh kaca mata itu di bajunya. Dia melihat satu persatu orang yang sedang menjemput keluarganya. Tapi dia tidak perlu terlalu lama untuk mencari orang yang dicarinya karena rambut orang yang menjemputnya itu sangat mencolok. Apalagi orang tersebut membawa sebuah kertas yang menunjukan bahwa dia memang menjemputnya. Sasuke menghampiri orang itu.
"Tadaima… Naru-chan… aku pulang." Sasuke menatap lembut Naruto.
"Okaeri…. Aku menjemputmu, Sasuke." Naruto menatap balik Sasuke. kemudian Sasuke membuka tangannya menyuruh Naruto untuk segera memeluknya. Dan Naruto yang mengerti hal itu langsung melempar kertas yang tadi dibawanya dan dia segera memeluk Sasuke.
"Kau sangat terlambat, Sasuke." Naruto menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Sasuke.
"Tapi aku benar pulangkan?" Sasuke mencium puncak kepala Naruto. Tapi kemudian Naruto mendorong Sasuke.
"KAU GILA APA? Mengapa harus membawa koper, sedangkan kau tidak pergi kemanapun?" Naruto menunjuk koper yang dibawa oleh Sasuke.
TAK!
Naruto menjitak kepala Sasuke.
"Aku memang pergi. Tadi malam aku pergi ke Amerika menggunakan Helikopterku." Sasuke membela diri.
TAK!
Lagi- lagi Naruto memukul kepala Sasuke.
"Jadi kau benar- benar datang dari Amerika? Mengapa membuang- buang uang seperti itu." Naruto menatap sebal Sasuke.
"Jadi apa yang harus kulakukan? Apa aku hanya harus keluar dari pintu saja? Itu sungguh tidak elit. Walaupun itu adalah hal mudah bagi keluarga Uchiha."
TAK!
Naruto memukul kembali kepala Sasuke.
"JANGAN MEMUKULKU TERUS!" Sasuke berteriak kepada Naruto. Tapi ternyata yang dilihatnya sekarang adalah Naruto dengan mata yang berkaca- kaca. Sasuke menghela napas lalu memeluk Naruto kembali.
"Maafkan aku. Aku tahu aku salah, aku salah karena aku tidak menghubungimu pada saat aku masih di Amerika. Aku tahu kau sangat merindukanku, bukan?" Sasuke mengusap punggung Naruto.
"Ayolah… ini kencan pertama kita." Sasuke menatap Naruto. Naruto mengangguk lalu segera membetulkan kembali penampilannya. Naruto menggandeng tangan Sasuke.
"Ini hanya karena aku berjanji. Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan." Naruto menatap tajam Sasuke. Sasuke hanya menatap kedepan, dia menghiraukan apa yang dikatakan oleh Naruto.
"Bukankah kau Namikaze Naruto?" tiba- tiba seorang ibu hamil mendekati Naruto dan Sasuke.
"Ya." kata Naruto sambil tersenyum.
"HUA…. Aku bilang apa dia memang Namikaze Naruto. kau tahu? aku adalah penggemarmu. Aku adalah fans beratmu. Sejak dulu! Suamiku,suamiku, suamiku." Wanita itu memanggil seorang pria disebelahnya.
"Apa dia benar Namikaze Naruto?" tanya pria itu dan sang istri mengangguk.
"Bolehkah aku berfoto denganmu?" tanya wanita itu kepada Naruto.
"Tentu." Naruto menatap Sasuke.
"Yayaya, aku mengerti." Sasuke mengambil kamera yang dipegang oleh suami wanita itu. Lalu memfoto mereka bertiga. Setelah beberapa foto diambil, Sasuke mengembalikan kamera itu.
"Aku ada permohonan. Bisakah kau mendoakan anak yang ada didalam perutku ini?" tanya wanita itu dengan malu- malu. Naruto tersenyum lalu mengelus perut wanita itu.
"Aku harap. Kau akan tumbuh menjadi anak yang baik. Jika kau perempuan, seperti harapan kedua orang tuamu, aku harap kau akan seperti diriku. Tapi jika kau adalah laki-laki-"
"Kau akan seperti diriku." Sasuke menempelkan tangannya diatas tangan Naruto yang ada diatas perut wanita itu.
"HUA…" wanita itu berteriak histeris. Mereka berdua sangat berterima kasih kepada Sasuke dan Naruto lalu mereka pergi.
"Kau benar Namikaze Naruto?" tanya seorang wanita muda yang kembali menghalangi mereka berdua untuk pergi.
"Apa benar?" tanya seorang wanita lagi.
"Aku fansmu." seorang pemuda tiba- tiba ikut bersuara. Naruto menatap mereka semua lalu mengangguk.
"DIA BENAR- BENAR NAMIKAZE NARUTO." teriak salah satu cewek.
"HUA…."
BUK! BUK! DUAK! BRUK! DUAK!
Semua orang disana berlari kearah Naruto dan semua orang yang ada disana berkumpul mengelilingi Naruto. Bagaimana dengan Sasuke? dia sudah tersisihkan dari tadi, Sasuke yang ada disebelah Naruto harus rela terinjak- injak oleh semuanya. Tapi akhirnya dia bisa keluar darisana dengan selamat. Dia beruntung dirinya selamat dari desakan- desakan fans Naruto yang sungguh tidak bisa dibilang sedikit.
"Boleh kami berfoto. Ayolah… ayolah…" semuanya memohon kepada Naruto. Naruto hanya tersenyum dan mengangguk, Sasuke menggerutu kesal. Acara kencannya terganggu. Diambilnya hp yang ada disaku celananya dan ditekannya sebuah nomor.
"Kabuto. Kirimkan aku beberapa anak buahmu ke Bandara, sekarang!" Sasuke terlihat sangat kesal dengan semuanya.
Sasuke memutuskan telfonnya dan menatap Naruto. Naruto sedang berfoto dengan para fansnya tetapi menurut Sasuke, para fans cowok itu bukan hanya ingin berfoto dengan Naruto tetapi mereka juga ingin menyentuh Naruto. Mulai dari menggandengan tangan, memeluk lengan sampai ada yang ingin memeluk Naruto layaknya seorang kekasih. Untung saja, Sasuke langsung melempar deathglarenya, dan ternyata itu semua adalah senjata ampuh. Sasuke menunggu dengan sangat tidak sabaran. Dia sangat membenci para fans Naruto yang membuatnya membuang waktu terlalu lama.
"Tuan."
Sasuke menengok kesamping dan dia menemukan 3 orang pria berbadan kekar dengan baju hitam- hitam. Yang sedang membungkuk hormat kepadanya. Sasuke tahu siapa mereka. Kemudian seringai muncul dibibirnya.
"Ku serahkan Naruto pada kalian. Antar dia kemobilku." Sasuke berkata kepada ketiga orang itu. Lalu ketiga orang itu langsung masuk kedalam kerumunan dimana Naruto ada ditengahnya.
"Permisi, permisi, permisi. Acara sudah selesai." kata salah satu pria. Dan mereka bertiga langsung mengellilingi Naruto.
"Maafkan kami, Nona. Kami terlambat." Ketiga orang itu menunduk hormat kepada Naruto.
"Sudah lama ya." Naruto tersenyum kepada mereka bertiga. Sebenarnya ketiga orang itu adalah bodyguard yang dulu menjaga Naruto pada saat Naruto masih menjadi seorang model dan artis. Walaupun mereka hanya bodyguard tetapi mereka diperlakuakn sangat baik oleh Naruto.
"Kami harus membawa anda, Nona." Salah satu pria kembali bersuara dan Naruto mengangguk.
"Baiklah. Maafkan aku. Terima kasih telah menjadi fansku." dan Naruto mengedipkan matanya kearah semua fansnya dan hal itu membuat semua orang yang ada disana bersemu merah. Tidak hanya fans cowok, fans cewekpun terpesona dengan senyum itu. Naruto dikawal oleh tiga bodyguard menuju sebuah mobil ferari berwarna biru donker. Siapa lagi jika bukan mobil Sasuke.
Naruto masuk kedalam mobil dan Sasuke langsung mengemudikannya. Dia tidak ingin terjadi apa-apa. Dia tidak mau mengambil resiko, karena mereka tidak tahu hal apa saja yang akan dilakukan oleh para fans Naruto.
"Kita itu sedang berkencan bukan sedang jumpa fans, Naru-chan." Sasuke melirik Naruto sebentar.
"Akukan hanya sebentar dengan para fansku itu." Naruto mengeluarkan pelaratan make upnya dan mulai memakeup wajahnya. Sasuke menghela napas.
"Sebenarnya apa yang kau fikirkan tentang kencan ini?" Sasuke benar- benar ingin tahu apa yang difikirkan oleh Naruto.
"Hanya menepati janji saja. Aku bertingkah layaknya Naru-chan beberapa tahun yang lalu. Mungkin jika kau datang waktu itu. itulah yang akan kulakukan." Naruto menutup bedaknya dan menatap kedepan dengan pandangan kosong.
"Biarlah, walaupun kau hanya berpura- pura dengan hal ini semua. aku bahagia bisa melihat Naru-chan bisa kembali seperti dulu. Walaupun hanya kepura- puraan." Sasuke mencoba untuk tersenyum, tetapi itu tidak bisa sedikit sakit, dia menyangka bahwa Naruto akan berubah setelah ini semua. Tapi ternyata tidak. Dia sekarang menyadari bahwa sakit hati yang dirasakan oleh Naruto sangatlah besar.
"Kemana ini?" tanya Sasuke.
"Tentu saja Kebun Binatang. Kau fikir kita mau kemana lagi?" Naruto melipat tangannya lalu melihat Sasuke.
"Kau masih menyukai Kebun Binatang?" tanya Sasuke seolah tidak percaya.
"Aku selalu suka dengan Kebun Binatang. Berhubung beberapa hari yang lalu aku baru saja ketaman bermain." Naruto mengalihkan pandangannya ke jendela.
"Baiklah." Sasuke segera mengemudikannya menuju Kebun Binatang. Tempat paling favorit yang dikunjungi oleh Naruto.
Naruto turun setelah pintunya dibukakan oleh Sasuke. Sasuke mengantri ditempat tiket. Sekarang sudah jam 1 dan dia harus menggunakan waktu itu sebaik mungkin. Dia sangat mengutuk para fans Naruto yang sangat membuang waktunya. Setelah mendapatkan 2 tiket. Naruto dan Sasuke masuk, Sasuke menggandeng tangan Naruto. Naruto sebenarnya ingin menolak tetapi Sasuke bilang jika orang berkencan harus begitu.
"Jadi apa yang pertama?" tanya Sasuke.
"Seperti biasa, aku ingin melihat Beruang." mata Naruto berubah berbinar. Sasuke yang melihat itu hanya bisa menuruti apa yang diingkan oleh Naruto.
"HUA… beruang itu lucu, Sasuke. aku ingin memeluknya, aku ingin memeluknya." Naruto berteriak histeris. 'Dia bilang lucu, makhluk dengan tinggi 2,5 meter dengan berat lebih dari 1 pound, dia bilang lucu.' batin Sasuke, dia menatap aneh Naruto. Tapi mau bagaimana lagi? Naruto memang seperti itu. Apalagi, Naruto baru kali ini berkunjung ke Kebun Binatang setelah dia masuk ke sekolah khusus cowok itu. Setelah puas melihat Beruang atau setelah akhirnya Sasuke dapat menarik Naruto dari tempat Beruang. Mereka melanjutkannya dengan melihat Panda.
"SASUKE….. lihatlah! Panda itu sangat menggemaskan. Dia sedang memakan bambu. Lihatlah! Lihatlah! Lihatlah!" Naruto menarik- narik tangan Sasuke. Naruto melihat Panda itu dengan tatapan yang tidak jauh berbeda dengan beruang tadi, Sasuke benar- benar diabaikan.
"Kau Namikaze Naruto?" tanya seorang perempuan muda tiba- tiba kepada Naruto.
"Ya." kata Naruto tanpa mengalihkan pandangannya kepada Panda.
"TEMAN –TEMAN…. DI BENAR- BENAR NARUTO…." teriak perempuan itu kepada sekumpulan banyak orang. Naruto yang merasa dirinya dipanggil segera menengok. Sasukepun tidak jauh berbeda dengannya. 'Akan terjadi hal buruk.' batin Naruto dan Sasuke bersamaan.
"Sebelum ada hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya kita lari…." Sasuke menggandeng tangan Naruto dan segera berlari.
"NARUTO…. KAMI FANSMU…"
"NARUTO… BERFOTOLAH DENGAN KAMI."
Teriak para fans Naruto dari belakang. Naruto dan Sasuke terus berlari.
"HUA… ADA NARUTO." teriak para pengunjung lain. Dan akhirnya semua orang mengejar Naruto.
"Kau tahu? ini kencan yang sangat menyebalkan." Sasuke berkata sambil berlari.
"Suruh siapa menyuruhku untuk berpakaian seperti ini." Naruto menatap sebal Sasuke. Karena Sasuke secara tidak langsung telah menyalahkan dirinya. Dia juga tidak menyadari bahwa fansnya masih tetap memujanya sama seperti dulu. Mereka terus berlari sampai akhirnya mereka kecapekan dan mereka berdua memilih untuk bersembunyi dibalik pohon.
"Hosh, hosh, hosh." Naruto dan Sasuke mengatur nafas mereka yang memburu.
"Kita harus pergi darisini." Sasuke sudah menarik tangan Naruto untuk segera berlari kembali. Tapi segera dihentikannya setelah melihat para fans Naruto.
"Kita bersembunyi dulu." Sasuke membekap mulut Naruto agar mereka tidak mengetahui dimana mereka berada.
"Kemana perginya mereka?"
"Aku yakin mereka masih disini."
"NARUTO…."
"NARUTO…."
"NARUTO…."
Panggil semua fans Naruto. Sedangkan Naruto harus rela dibekap oleh Sasuke dan Sasuke harus mengawasi disekitarnya. Dia akan sangat bersiap jika tiba- tiba ada yang menemukan mereka.
"Itu dia…." seorang pemuda menemukan mereka.
"Tidak lagi." kata Naruto setelah melepas tangan Sasuke dari mulutnya.
"Tapi kau harus terima." dan Sasuke kembali membawa lari Naruto.
"NARUTO…"
"NARUTO…"
Fans Naruto tidak ada henti – hentinya memanggil Naruto yang berlari bersama dengan Sasuke.
"ITU NARUTO."
"ITU NARUTO."
Tiba- tiba fans Naruto yang tadi sempat berpencar menemukan Naruto. Naruto dan Sasuke terkepung. Belakang, kanan dan kiri. Sepertinya semua pengunjung disana mengejar Naruto dan Sasuke.
"NARUTO…." semua fans Naruto berlari mendekati Naruto. Naruto mengeratkan tangannya kepada Sasuke. Sasuke mengerti bahwa sekarang Naruto sedang sedikit ketakutan.
"STOOOPPPP!" teriak Sasuke kepada fans Naruto dan fans Naruto langsung terdiam.
"Kita lanjutkan." dan Sasuke kembali membawa lari Naruto.
"Hey! Apa yang kita lakukan. Cepat kejar Naruto…" teriak salah satu fans Naruto.
"NARUTO…" dan akhirnya acara kejar- kejaranpun dimulai kembali.
Naruto dan Sasuke terus berlari tidak ada henti. Mereka berdua tidak mengerti mengapa fans Naruto bisa seberingas itu dan bisa menyiksa mereka seperti itu. Sasuke melihat kedepan dan melihat sebuah toko.
"Sasuke. Aku capek." Naruto menatap Sasuke.
"Aku punya rencana." Sasuke mengajak Naruto masuk kedalam toko tersebut.
"KUNCI SEMUA PINTU!" teriak Sasuke ketika mereka berdua masuk. Dan dengan segera semua pelayan disana mengunci pintu mereka.
"Kita selamat." kata Naruto.
BRUK!
Naruto jatuh terduduk. Kakinya sudah sangat sakit karena berlari tiada henti. Sasuke melihat Naruto lalu menghela napas ditekannya sebuah nomer.
"Kabuto, kirim mereka kembali ke Kebun Binatang. Dan bisakah kau mengirim satu perempuan yang kira- kira bertubuh seperti Naruto. Baiklah aku tunggu di toko yang berada didalam Kebun Binatang." Sasuke memandang Naruto yang sepertinya sudah kembali seperti semula.
"Apa yang harus kita lakukan? Para fansku masih menungguku di depan." Naruto meminta jalan keluar kepada Sasuke. Sasuke menyuruh Naruto untuk duduk sejenak. Kemudian dia mengintip, benar saja semua fans Naruto sedang menunggu diluar. Mereka akan sangat sulit sekali untuk keluar.
"Bukan sebuah keputusan yang baik. Menyuruhku berkencan dengan pakaian seperti ini." Naruto menatap Sasuke yang sedang duduk disebelahnya.
"Tapi aku ingin berkencan denganmu, berkencan dengan Namikaze Naruto, teman masa kecilku." Sasuke sedikit menundukan kepalanya.
"Apa kau tidak mau berubah pikiran sekarang? kau tahu? kita hanya mempunyai waktu satu setengah jam lagi. Tidak terasa sudah 2 jam kita berlari. Sekarang sudah jam setengah empat. Dan Kebun Binatang tutup jam 5. Kau memilih kita tetap terkurung disini? Atau memilih aku yang kembali seperti laki- laki?" tanya Naruto.
"Pilihan yang sulit. Tetapi jika hanya itu pilihannya. Aku memilih dirimu yang seperti laki- laki." Sasuke menggenggam tangan Naruto, setelah itu mereka berdua berdiri.
"SEMUA YANG ADA DITOKO INI AKAN KU BELI!" kata Sasuke sambil menunjukan credit card nya. Seorang pelayan membungkuk hormat kepada Sasuke dan Sasuke segera menyerahkan kartunya kepada pelayan itu.
Naruto berjalan dan mencari sebuah jeans yang dijual disana. Untung saja toko itu lumayan lengkap. Setelah menemukan ukuran yang cocok, Naruto mengambilnya. Setelah itu dia mengambil sebuah kaos berwarna putih dengan gambar panda yang sedang memakan bambu dan tidak lupa sebuah jaket berwarna hitam dan sepatu berwarna putih. Naruto segera menuju sebuah kamar ganti dan mengganti pakaiannya. Sedangkan Sasuke dengan setia menunggu di kasir.
"Jika begini tidak apakan?" Naruto bertanya kepada Sasuke.
Sasuke menengok kearah Naruto dan melihat penampilan Naruto. semuanya tampak seperti apa yang dipakai oleh dirinya.
"Ya. Kita seperti couple." Sasuke mendekati Naruto dan memasangkan kaca mata berframe putih kepada Naruto.
"Walaupun kau seperti laki- laki tanpa wig itu." Sasuke mengacak lembut rambut Naruto.
"Bagaimana kita keluar?" Naruto menatap Sasuke.
"Itu masalah yang mudah." Sasuke menyeringai.
PROK PROK PROK
Dan keluarlah 3 bodyguard Naruto dan seorang wanita.
"Apa yang kau rencanakan, Sasuke?" Naruto melipat tangannya.
"Berikan pakaian itu kepada wanita itu, Naruto." Sasuke menunjuk pakaian yang tadi dipakai oleh Naruto. Naruto mengangguk dan memberikannya kepada wanita itu. Wanita itu segera masuk kedalam pakaian ganti. Bahkan wig Narutopun diberikan kepadanya. Setelah beberapa lama kemudian. Wanita itu keluar. Dia mirip dengan Naruto, secara penampilan. Tapi wajah mereka berbeda. Sasuke mengambil topi yang ada didekatnya dan melemparkannya kepada wanita itu.
"Pakai itu untuk menutupi wajahmu." Sasuke berkata kepada wanita itu dan wanita itu segera memakainya.
"Maaf merepotkan kalian." Naruto sedikit membungkukan badannya.
"Tidak perlu sungkan." keempat orang itu ikut membungkukan badannya.
"Baik. Bukankah aku sudah memberitahu bagaimana rencananya. Sekarang mulai." kata Sasuke. Naruto ditarik oleh Sasuke menuju sebuah ruangan dan Naruto palsu keluar, dengan dikawal oleh tiga bodyguard. Para fans Naruto menyangka bahwa dia itu benar- benar Naruto.
"NARUTO…"
"NARUTO…"
"NARUTO…"
Para fans Naruto memanggil- manggil Naruto. Naruto yang masih mendengar suara fansnya merasa sangat bersalah. Dia berjanji. Dia akan menjadi model untuk satu hari saja, dia akan melakukan pemotretan untuk sekali saja. Untuk menebus kesalahannya kepada para fansnya.
"Ayo Naruto." Sasuke sudah berada didepannya. Mereka akan keluar melalu jendela. Kemudian mereka akan bergabung dengan para fans Naruto. Mereka berdua akan menyamar sebagai salah satu fans, setelah itu mereka baru bisa melanjutkan kembali perjalanan mereka.
"NARUTO…." teriak Naruto dan Sasuke, tapi mobil Naruto pergi dan semua akhirnya membubakan diri.
"Mau dilanjutkan?" tanya Sasuke.
"Tentu saja." Naruto berjalan mendahului Sasuke. Tapi Sasuke segera menyusulnya dan menggandeng tangan Naruto.
"Lihat- lihat. Mereka itu adalah seorang pasangan. Mereka adalah pasangan YAOI." Terdengar suara orang berbisik.
"Sasuke. Kau membuat kita seperti homo." kata Naruto yang mencoba melepaskan gandengan tangan Sasuke.
"Biarkan saja mereka." Sasuke menggenggam tangan Naruto lebih erat.
"Hua… aku akan segera memfoto mereka." salah satu pengunjung yang ternyata adalah fujoushi segera memfoto mereka berdua.
"Hua… pemuda berambut orange itu pasti adalah ukenya. Aku yakin. Dia sangat imut…" Wanita fujoushi itu berteriak histeris.
"Aku uke?" tanya Naruto kepada Sasuke.
"Sudah dapat dipastikan bahwa kau memang seorang uke." Sasuke menyeringai kepada Naruto.
"Hey! Jangan kira karena aku lebih pendek darimu kau bisa mengatakanku uke. Aku tentu adalah semenya." Naruto menatap kesal Sasuke.
"Sudahlah. Mau uke atau seme. Aku masih memandangmu sebagai cewek. Walaupun kau berpakaian cowok. Kau akan selalu menjadi cewek manis dan cantik dimataku." Sasuke menatap lembut Naruto. Naruto terlonjak dengan perkataan Sasuke, tapi kemudian dia tersenyum.
"Ayo pergi… aku ingin befoto dengan anak Singa dan Harimau." kata Naruto sambil menarik tangan Sasuke agar berjalan lebih cepat.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
"DIMOHON UNTUK PARA PENGUNJUNG UNTUK SEGERA MERAPIKAN BARANG- BARANGNYA. KARENA KEBUN BINATANG AKAN SEGERA DITUTUP. SEKALI LAGI PERHATIAN UNTUK PARA PENGUNJUNG. KEBUN BINATANG AKAN SEGERA DITUTUP." Terdengar suara seorang cewek dari pengeras suara.
"Kita harus pergi." kata Naruto berjalan cepat. Mengajak Sasuke untuk segera meninggalkan Kebun Binatang.
"Tapi acara kencan kita belum selesai. Hanya tinggal satu lagi. Kita adakan dinner terlebih dahulu." Sasuke tersenyum kepada Naruto. Sasuke menggandeng Naruto menuju mobilnya dan Sasuke segera melajukan mobilnya menuju sebuah tempat.
"Aku akan meninggalkanmu disini selama 3 jam. Jam 8 aku akan menjemputmu." kata Sasuke yang langsung menggandeng Naruto untuk masuk kedalam sebuah salon. Yang Naruto tahu bahwa salon itu adalah salon langganannya.
"Selamat datang tuan- tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita berambut pirang pucat panjang.
"Ino… ini aku, Namikaze Naruto." Naruto memandang mantan penata riasnya itu.
"Naru-chan? Kau Naru-chan?" tanya Ino merasa tidak percaya. Naruto mengangguk dan tersenyum kepada Ino. Ino langsung keluar dari mejanya dan memeluk erat Naruto.
"Naruto… aku sangat merindukanmu…" Ino memeluk erat, sangat erat Naruto.
"Baiklah. Sepertinya aku bisa pergi sekarang. Ingat jam 8 aku akan menjemputmu." Sasuke berniat segera pergi darisana.
"Tunggu!" Naruto menghentikan Sasuke.
"Aku akan kenalkan kau dengan salah satu sahabatku." Naruto melirik Ino sekilas.
"Baiklah." Sasuke kembali kearah Naruto.
"Ino… perkenalkan ini Uchiha Sasuke, teman kecilku. Dan Sasuke, ini Ino. Salah satu sahabatku." Naruto memperkenalkan.
"Salam kenal." kata Sasuke dan Ino setelah mereka berjabat tangan. Dan setelah itu Sasuke pergi.
"Aku ingin paket lengkap 3 jam, Ino." kata Naruto kepada Ino.
"Tapi.. tidak ada yang seperti itu, Naru-chan. Kau tahukan setidaknya kita butuh 6 jam untuk paket lengkap." kata Ino memandang Naruto.
"Aku hanya butuh lulur dan pijat sepertinya." kata Naruto sambil memijat lehernya.
"Baiklah. Aku yang akan menanganimu secara langsung."
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Jam sudah menunjukan jam 8 lewat. tetapi Naruto belum juga muncul. Sasuke sudah menunggu di kasir selama 30 menit. Tapi orang yang ditunggunya tidak juga datang.
"Sasuke." terdengar suara Naruto dari belakang. Sasuke langsung menengok kebelakang dia akan sedikit memarahi Naruto. Tapi tidak jadi dilakukannya karena Naruto terlihat sangat sempurna sekarang.
Naruto menggunakan wig berwarna kuning sama seperti rambut aslinya. Rambut itu sedikit dikeriting dibagian bawah. Anting panjang berwarna perak, kalung berlian yang membentuk huruf 'SN', gaun panjang simple berwarna biru donker, gelang berlian juga, tas kecil berwarna perak yang sedang dipegang oleh Naruto dan sepatu hak 15 cm berwarna perak juga. Naruto sangat sempurna ditambah dengan make up tipis yang ada diwajahnya.
Sedangkan Sasuke, menggunakan jas berwarna hitam dengan celana hitam dan dasi hitam, sebuah kemeja berwarna putih dan sepatu berwarna hitam juga. sebuah jam tangan berwarna hitam juga melingkar dipergelangan tangannya. Kebangsawanan Sasuke sangat terlihat sekarang.
"Aku tidak tahu, kau mengirim ini semua untukku pakai." Naruto tersenyum kepada Sasuke.
"Kau memang seorang bidadari, Naruto." Sasuke mencium punggung tangan Naruto dan Sasuke segera menggandeng tangan Naruto menuju mobilnya. Mereka akan segera menuju sebuah restoran yang memang sudah dipesan oleh Sasuke.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto dan Sasuke masuk kedalam sebuah restoran yang sangat megah, mewah dan mempesona. Naruto sangat mengagumi restoran itu. Disana sangat romantis. Tidak ada lampu, hanya ada lilin- lilin. Mereka disambut oleh seorang pelayan yang sangat sopan dan mereka duduk ditempat yang menurut Naruto sangat strategis. Mereka berada disebelah kaca yang mengarah langsung ke kota. Mereka berada dilantai 3 sehingga mereka dapat menikmai keindahan malam, karena ada banyak lampu di kota. Disana juga terdengar sebuah musik yang sangat indah dan romantis. Sebuah musik yang hanya terdiri dari biola dan piano saja. Tapi itu sudah cukup untuk menemani malam ini. Tidak ada pengunjung lain disana, selain mereka.
"Tidak ku sangka kau sangat romantis, Sasuke." Naruto menatap Sasuke.
"Aku memang seorang pemuda yang sangat romantis, Naru-chan." Sasuke mengangkat gelas yang berisi anggur merah mengajak Naruto untuk minum bersama.
TANG!
Terdengar bunyi gelas yang bersentuhan. Naruto dan Sasuke meminum sedikit anggur merah itu dan mereka memakan steak mereka dengan tenang. Kadang mereka tertawa kecil jika ada percakapan yang menurut mereka lucu.
Naruto dan Sasuke menyelesaikan makan mereka. Sasuke berdiri didepan Naruto.
"Maukah kau berdansa denganku?" Sasuke membungkukan badannya dan menjulurkan tangan kanannya.
"Dengan senang hati." Naruto menyambut tangan Sasuke. Naruto dan Sasuke berjalan lebih ketengah dan berdansa bersama. Mereka sangat menikmati dansa mereka. Hingga tidak terasa satu lagu telah terlewat. Dan tiba- tiba Sasuke berjongkok didepan Naruto.
"Will you marry me?" Sasuke membuka sebuah kotak berbentuk hati, didalamnya terdapat sebuah cincin bermata berlian yang sangat indah. Naruto ingin mengulurkan tangannya tetapi segera dihentikannya.
"Kau harus meminta izin kepada kedua orang tuaku dulu, Sasuke. Kau tahukan aku sudah dijodohkan." Naruto menundukan wajahnya.
"Aku yakin jika kau menerimaku. Orang tuamu akan senang dan tunanganmu akan berbahagia." Sasuke tersenyum lembut kepada Naruto.
"Mengapa bisa begitu?" tanya Naruto.
"Karena aku adalah tunanganmu, Naru-chan." Sasuke memandang lembut Naruto.
To be continued
Hahahahahahhaha. Selesai juga akhirnya. Hahahahhaha. Maafin Tsuki ya, motong ceritanya disaat yang kurang tepat. Tsuki juga ga tahu kenapa kayaknya cerita ini sedikit gimana git, gak tahu apa yang salahnya. Tsuki juga ga ngerti. *PLAK!*. Maaf lagi, kali ini sedikit humornya. Karena Tsuki lebih mengarah kepada romance nya. Hehehehehe. Mungkin chapter depan akan ada Itachi… jadi, bagi fans Itachi berbahagialah. Dichapter depan juga akan keluar Kushina dan Minato. Karena Naruto memang sulit diajak diskusi. Tapi tenang semuanya… semua akan berjalan lancar. Chapter depan itu menceritakan tentang perjuangan Sasuke yang menjelaskan tentang pertunangannya dengan Naruto. Dan untuk itu semua dia dibantu oleh Itachi, Kushina, Minato dan Sakura. Karena Naruto akan marah besar dichapter depan. Hehehehehe. Baiklah, Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
