Tsuki, Tsuki, Tsuki. hahahahaha. Tsuki akhirnya bisa publish nih cerita. Maafkan Tsuki membuat para readers menunggu lama. Bukan maksud Tsuki begitu. Tapi…. Ya sudahlah. Yang penting Tsuki update sekarang. haahahaaha. Untuk yang menunggu cerita terbaru Tsuki, diharap bersabar karena masih dalam proses. Hehehehehe. *emang ada yang mau baca? Ada donk!* cerita terbaru Tsuki itu mau Tsuki buat sad ending. Jadi lagi nyusun bagaimana bikin feelnya kerasa banget. Xixixixixi. Dan Tsuki akan publish setelah fanfic MY SECRET selesai. Jadi Tsuki ga terlalu ribet lagi kalo mau update cerita yang mana dulu. ok, bocorannya sampai disini dulu. Masalah tokoh. Tsuki masih setia sama SasuFemNaru. Udah ah. Bales review aja.
fly grilz : xixixixi, tentu donk. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Utau no Hana : Sasukekan emang orang yang romantis… *lirik Sasuke.*hua… ada yang mangil aku sensei. Ada yang manggil aku sensei. *terbang melayang* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Yosh! SEMANGAT!
NanaMithrEe : gpp kok. Kan akhirnya bisa baca juga. Tsuki juga sama, tugas numpuk tiap hari, makannya Tsuki updatenya lama. (==")a . Naru-chan memang marah besar. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Luna : iya tuh. Mengganggu acara romantis saja. Xixixixixi. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Tsuki usahakan untuk tidak mengecewakan.
Aoi Ko Mamoru : maafkan Tsuki…. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
sora92 : xixixixixi. Itachi keluarnya sedikit dulu. nanti dichapter depan baru yang banyak. Hahahahaha. Tsuki juga sama. *bayangin kencan sama Naru* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Imouto Aruzaki-chan : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
PRINCESS?
Naruto menatap Sasuke dengan pandangan yang terkejut. Bukan hanya terkejut tapi sangat, sangat dan sangat terkejut. Tubuh Naruto menegang bahkan tangan kiri yang ingin diberikannya kepada Sasuke bergetar. Dia tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh Sasuke.
"A-a-apa yang kau katakan, Sasuke?" Naruto ingin meyakinkan dirinya bahwa perkataan Sasuke itu bohong atau dia memang salah mendengar ucapan Sasuke.
"Aku tunanganmu, Naruto. SURPRISE!" Sasuke tersenyum kepada Naruto. Naruto menatap Sasuke dengan pandangan tidak percaya.
"Kau terkejut bukan? Aku memang ingin sekali membuatmu terkejut. Ayo serahkan tanganmu. Kakiku sudah kesemutan." Sasuke menatap lembut Naruto.
"Surprise? Surprise kau bilang? INI BUKALAH SURPRISE TAPI KAU MENUNJUKAN BAHWA KAU ITU MEMBODOHIKU! KAU MEMBOHONGIKU SASUKE!" Naruto menatap tajam Sasuke. Sasuke yang melihat Naruto sudah ingin marah, berdiri.
"Aku tidak membodohimu, Naruto. aku hanya ingin membuatmu terkejut. Aku yang menyuruh orang tuamu dan seluruh keluarga untuk tidak memberitahukan ini kepadamu." Sasuke tersenyum kepada Naruto.
"Owh.. jadi dalam permainan ini hanya aku yang belum tahu. bagus ya. Aku ucapkan selamat kepadamu karena kau telah membuatku terkejut." kata Naruto dengan suara yang sangat datar. Sasuke memandang aneh Naruto. Naruto benar- benar tanpa ekspresi sekarang.
"Baik. Aku ucapkan selamat, karena rencanamu berhasil dan kau memang sangat membuatku terkejut. Tapi jawaban yang ku berikan adalah A-KU ME-NO-LAK LA-MA-RAN-MU." Naruto menekankan kalimat terkahirnya dan langsung meninggalkan Sasuke. Sasuke terdiam, tetapi selanjutnya dia segera mengejar Naruto.
"Naruto tunggu dulu!" teriak Sasuke dari belakang.
TING!
Bunyi pintu lift tertutup terdengar. Sasuke melirik ke kiri dan kekanan. Kemudian dia segera menuju tangga darurat. Dia harus menjelaskan semuanya kepada Naruto. Dia sangat tidak menyangka bahwa Naruto akan semarah itu dengannya. Sasuke menyangka bahwa yang akan dilakukan Naruto adalah menangis karena terharu lalu dia menerima lamarannya dan kemudian mereka bisa melanjutkan pertunangan itu dengan lancar. Tapi ternyata hasilnya jauh dari apa yang dibayangkan.
Sasuke berlari dengan cepat, sesampainya dilantai dasar. Dia melihat Naruto yang sedang keluar dari restoran itu. Sasuke melihat Naruto menangis. Dia sangat mengutuk perbuatannya karena membuat orang yang dicintai dan disayanginya menangis.
"Naruto! tunggu dulu! kau harus mendengar perkataanku!" Sasuke berteriak. Mencoba untuk menghentikan gerakan Naruto. Tapi yang dilihatnya setelah keluar dari restoran adalah sebuah taxi yang membawa Naruto pulang.
"SHIT!" umpat Sasuke.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto segera menuju apartemen Sakura. Air mata terus mengalir deras dari mata indahnya. Dia tidak bisa menghentikan air mata itu. Karena dia sangat sakit mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Dia sangat menyesali perbuatan Sasuke yang menurutnya sangat kekanak- kanakan. Dia sangat membodohi dirinya karena sudah berpikiran untuk menyusul Sasuke setelah dirinya lulus. Dia benar- benar tidak berfikir bahwa Sasuke akan seperti itu kepadanya.
BRAK!
Naruto membuka apartemen Sakura dengan kasar. Sakura yang sedang menonton tv pun akhirnya mau tidak mau bangun dari tempat duduknya dan segera menghampiri pintu. Dan betapa terkejutnya Sakura ketika melihat Naruto yang duduk bersimpuh dilantai. Tapi kemudian dia tersenyum.
"Sudah kusangka dia akan mengatakannya malam ini. Kau pasti sangat senang sekalikan, Naruto? selamat ya atas pertunanganmu. Aku yakin dia melamar dengan sangat romantis. Dan akhirnya dia memberitahu bahwa dia adalah tunanganmu. Dan aku-"
"Jadi kau sudah mengetahuinya, Sakura? Jadi kau sudah mengetahui bahwa Sasuke adalah tunanganku?" Naruto berdiri dan mendekatkan wajahnya kepada Sakura.
"Tentu saja. Bagaimana bisa hal sepenting itu bisa tidak aku ketahui." kata Sakura dengan bangganya. Dia mendorong sedikit tubuh Naruto yang menurutnya terlalu dekat.
"Jika begitu aku katakan selamat. Kalian sudah mengejatkanku dan kalian sudah berhasil membuatku sebagai orang paling bodoh di dunia ini. Dan seperti katamu. Bagaimana bisa aku tidak mengetahui hal sepenting itu. Itu karena aku adalah orang yang sangat bodoh." Naruto menatap tajam Sakura. Kemudian dia menyenggol badan Sakura dengan keras membuat Sakura hampir kehilangan keseimbangan.
BRAK!
Naruto menutup pintu kamarnya dengan kasar. Sakura segera mendekati kamar Naruto dan mengetuknya.
TOK TOK TOK
"Apa yang terjadi, Naruto? bukankah sekarang harusnya kau bahagia mengetahui bahwa Sasuke adalah tunanganmu? Sebenarnya apa yang salah?" tanya Sakura dari luar kamar Naruto.
BRAK!
Naruto membuka pintu kamarnya kembali dengan koper ditangannya. Naruto menatap Sakura.
"Tidak ada yang salah disini. Yang salah hanya diriku yang terlalu mudah dibodohi dan terlalu mudah dibohongi." Naruto berkata dengan sangat datar lalu segera meninggalkan apatermen Sakura dengan air mata yang kembali mengalir deras. 'Aku memang terlalu bodoh! Bahkan Sakurapun mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.' sedih Naruto dalam hati, mengetahui kenyataan yang begitu pahit untuknya.
Sakura memegang keningnya. Dia tidak menyangka akan begini hasilnya. Dia memang tahu bagaimana sifat Naruto yang sangat sensitif dengan kebohongan, tapi… menurutnya itu akan berbeda jika itu berhubungan dengan Sasuke. Sakura menyesali perbuatannya.
Naruto segera menuju asramanya. Hanya asramanya yang dapat dipercayanya. Tidak ada lagi tempat yang menurutnya bisa ditempatinya sekarang. tidak rumahnya ataupun apartemennya. Walaupun dia tahu bahwa yang mengetahui apartemennya hanya dirinya dan Sakura. 'Sakura pasti akan memberitahu alamatnya kepada Sasuke.' tuduh Naruto dalam hati.
Sesampainya di asrama. Naruto segera menuju kamarnya. Beruntung sekali, asramanya adalah asrama yang terpisah sehingga tidak ada yang mengetahui keadaan Naruto Sekarang. Karena dia belum mengganti pakaiannya.
"Princess." Terdengar suara dari belakang. Naruto menengok kebelakang dengan wajah yang tanpa ekspresi.
"Neji. Lee. Jangan biarkan siapapun masuk kedalam kamarku, tidak boleh siapapun. Tidak terkecuali Sasuke." Naruto mengatakan dengan sangat datar. Kemudian dia masuk kedalam kamarnya.
Tidak berapa lama kemudian Sasuke datang ke asrama. Dia tahu bahwa Naruto pasti sudah berada di asramanya sekarang. Dia mendapatkan informasi dari Sakura. Hanya satu tindakan yang harus dilakukannya sekarang. meminta maaf atas segala yang dilakukannya.
Sasuke melihat kedepan kamar Naruto, terlihat Neji dan Lee sedang berjaga. Menandakan bahwa Naruto memang berada didalam kamar.
"Biarkan aku masuk!" Sasuke memerintahkan mereka untuk memberi jalan.
"Maafkan kami, Presiden. Kami tidak mengijinkan anda untuk masuk." Lee menghalangi Sasuke.
"Apa yang kau katakan? Aku disini adalah presiden. Dan kalian harus menuruti perkataanku." Sasuke berkata dengan sangat tidak sopan. Tapi tetap saja dia tidak diperbolehkan masuk. Sasuke menatap Neji. Tetapi Neji menggelengkan kepalanya. Sasuke menghela napas lalu mengajak Neji untuk diskusi.
"Biarkan aku masuk. Kau masih ingat bahwa kau adalah anak buahku dan kau masih dalam perintahku." Sasuke menunjukan kekuasaannya.
"Tidak! Aku tidak bisa melakukannya. Bukankah kau memperintahkanku untuk menjaga Naruto dan menuruti semua yang dikatakannya. Dan aku dalam perintahmu untuk menjaga dan menuruti perintahnya. Dia memerintahkanku untuk tidak membiarkan siapapun masuk, tak terkecuali dirimu." Neji menjelaskan kemudian dia kembali bersama Lee.
Sasuke bersandar ketembok dan memegang kepalanya yang seperti ingin pecah. Otak dan hatinya tidak bisa ditenangkan. Otaknya terus berfikir bagaimana caranya untuk masuk dan meminta maaf kepada Naruto dan menjelaskan apa yang terjadi. Dan hatinya sakit menerima kenyataan bahwa Naruto sudah menolaknya. Sasuke tidak bisa berbuat apa- apa lagi sekarang. tubuh Sasuke merosot kelantai. Dan Sasuke menjambak rambutnya.
"Aku memang lelaki yang bodoh, Naruto." kata Sasuke dengan suara yang kecil.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto masuk ke dalam selimutnya. Dia akan tidur sekarang. Setelah mandi dan mengganti bajunya. Naruto ingin segera tidur. Dia berharap bahwa semua yang dilakukannya hari ini adalah mimpi dan dia ingin pada saat terbangun, dia menyadari bahwa semuanya adalah mimpi dan dia akan bersiap untuk kencan pertamanya dengan Sasuke.
Naruto terus menyakinkan dirinya seperti itu. Tapi… itu tidak bisa dilakukannya. Otaknya terus mengulang kejadian- kejadian yang dilakukannya bersama Sasuke tadi. Dan hatinya bertambah sakit mengingat hal itu. Naruto meremas baju tidurnya dan lagi- lagi air mata jatuh dari matanya. Dia terisak ditengah sunyinya malam.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sudah seminggu sejak kejadian itu. Naruto hanya berbicara sebentar dengan Sakura. Dia hanya berbicara seperlunya dan dia akan berbicara jika itu berhubungan dengan pekerjaannya menjadi princess. Hal itu tidak jauh berbeda dengan Sasuke. Mereka hanya berbicara, hanya jika berhubungan dengan Presiden selain itu. Naruto akan melewatinya saja. Seperti sesuatu yang tidak penting baginya.
"Naruto aku minta maaf atas-"
"Sasuke. kau harus menyelesaikan tugasmu secepat mungkin. Dan kau harus menghadiri rapat setelah pulang sekolah." kata Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari tugasnya.
"Hn. Tapi Naruto aku-"
"Aku harap kau bisa mengerjakan itu dengan sebaik- baiknya." Naruto menutup pembicaraan itu dan Sasuke mengerti bahwa Naruto sudah tidak ingin bicara.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
"Kau harus membuat semuanya berjalan seperti semula. Aku tidak ingin Naruto menjauhiku. Dia itu adalah sahabat terbaikku, Sasuke. Aku tidak mau tahu. Kau harus mengembalikannya padaku." Sakura menyilangkan tangannya.
"Jangan egois seperti itu, Sakura. Kau fikir hanya dirimu yang menginginkan itu. Aku juga sama." Sasuke menatap Sakura.
"Sudah ku bilang itu bukanlah rencana yang baik. Aku sudah memperingatkanmu bahwa Naruto itu sangat sensitif terhadap kebohongan. Waktu itu kau hanya berbicara ditelfon dan mengatakan kau adalah tunangannya dan kau ingin sahabat dari Naruto mengetahui bahwa kau adalah tunangannya, dan kau juga memberitahuku karena kau menganggap aku perlu tahu juga, karena aku adalah pacar dari Baka Anikimu itu. Jika akhirnya begini. Aku lebih baik tidak mengetahu apapun. INO….. tolong aku…" Sakura mengacak rambutnya frustasi.
"Aku sudah bertemu dengan Ino. Dan berkenalan dengannya. Tapi dia cukup baik berakting bahwa dia tidak mengenalku. Padahal kau dan Ino sudah mengetahui yang sebenarnya." Sasuke menyilangkan tangannya.
"Sudahlah. Aku akan berusaha berbicara kepada Naruto. tapi setidaknya kau berusaha, Sasuke. telfon 'dia' untuk membujuknya." Sakura memperingatkan dan memberi usul kepada Sasuke.
Sasuke terdiam, hanya satu harapannya sekarang. Hanya dia yang menurutnya bisa mengajak diskusi Naruto. Karena dia adalah orang yang Naruto kagumi. Hanya dia. Sasuke mengambil handphonnya dan segera menekan nomer orang itu.
"Hallo? Nii-chan. Bisakah Itachi- Nii datang kesekolahku untuk beberapa hari. Seperti yang kau dan pacarmu perkirakan. Naruto marah besar." Sasuke menjelaskan. Terdengar suara orang menghela napas dari handphone Sasuke. dan setelah itu dia berkata.
"Aku akan pulang besok." dan akhirnya kata- kata itu terucapkan.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto berjalan menuju kelasnya, berhubung tidak ada pekerjaan lagi sekarang. Dia duduk dikursinya, tentu saja seperti biasa dengan Lee, Neji dan Kiba yang ada didekatnya. Sakura memberanikan diri untuk mendekati Naruto. Naruto sekarang sedang menundukan wajahnya diantara tangannya. Mungkin dia kelelahan sekarang.
"Hmm… bisakah kalian meninggalkan kami berdua. ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Naruto." Sakura meminta ijin kepada semuanya. Dan hal itu memang menyita perhatian semua siswa yang ada didalam kelas itu. Naruto mendongakan kepalanya sebentar dan menatap malas Sakura.
"Hari ini tidak ada jadwal aku menjadi princess. Jadi sebaiknya kau pergi saja." Naruto kembali menundukan wajahnya.
"Maafkan kami. Tapi seperti yang dikatakan presiden. Dia tidak ingin berbicara kepadamu dan menyuruhmu pergi." Kiba memberitahu Sakura dengan pandangan sedih. Sakura menatap sedih Naruto dia tidak tahu apalagi yang harus dilakukannya untuk kembali bersama dengan Naruto. Sakura mengepalakan tangannya, dia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
"Jadi ini yang kau lakukan Naruto! jadi kau memutuskan persahabatan ini karena hal yang sepele. Aku tidak menyangka sebegitu dangkalnya persahabatan kita." Sakura menyilangkan tangannya. Naruto langsung mengangkat kepalanya. Aura hitam mulai muncul dibelakangnya.
"Aku ingin berbicara berdua saja dengan Sakura." Naruto berbicara dengan aura hitam yang sudah menyebar. Melihat hal itu semua anak langsung menelan ludah dan segera berlari darisana. Termasuk Kiba, Lee dan Neji.
BRAK!
Naruto menggebrak meja.
"Bisa kau ulang sekali lagi apa yang kau katakan, Tuan SA-KU-RA!" Naruto menatap remeh Sakura.
"Dengan senang hati, Presiden. Jadi kau memutuskan persahabatan ini karena hal yang sepele. Aku tidak menyangka sebegitu dangkalnya persahabatan kita." Sakura menyeringai. Naruto menatap tajam Sakura. Matanya memancarkan kemarahan yang luar biasa.
"HARUSNYA AKU YANG BERKATA SEPERTI ITU. MANA ADA SAHABAT YANG MENUSUK DARI BELAKANG SAHABATNYA. SAHABAT ITU SALING TERBUKA. HAL SEPELE KATAMU! KAU GILA! INI ANTARA MASA DEPAN SESEORANG. AKU SALAH MENGENALMU. KU KIRA KAU CUKUP MENGENALKU. KAU DAN INO ADALAH ORANG YANG KU PIKIR SANGAT MENGETAHUIKU. AKU PIKIR KAU ITU TAHU BAHWA AKU SANGAT TIDAK SUKA DIBOHONGI. SEHARUSNYA SEBELUM BERBUAT ITU KAU BERFIKIR DULU BAIK BURUKNYA. KAU HANYA INGIN MENERTAWAKANKU, SAKURA. DAN YANG HARUS KAU KETAHUI. BAHWA AKU SANGAT MENGHARGAI PERSAHABATAN KITA. HATI INI JAUH LEBIH SAKIT MENGETAHUI BAHWA KAU ADA DIDALAMNYA KETIMBANG AKU MENGETAHUI BAHWA SASUKE ADALAH TUNANGANKU. HATI INI SAKIT MENGETAHUI BAHWA ORANG YANG KAU PERCAYA TERNYATA TIDAK MEMPERCAYAIMU." teriak Naruto kepada Sakura.
JLEB!
Bagaikan ditusuk beribu- ribu pedang. Hati sakura sakit, tubuhnya sedikit bergetar, suaranya tercekat dan dadanya begitu sesak. Sekarang dia mengerti, bagaimana kemarahan Naruto. Dia sangat mengerti. Sakura menatap Naruto dan Naruto mengalihkan pandangannya.
BRUK!
Sakura jatuh terduduk dilantai. Wajahnya ditutup oleh kedua tangannya.
"Maafkan aku, Naruto! maafkan aku." isak Sakura. Tapi ternyata itu tidaklah membuat hati Naruto luluh. Naruto lebi h memilih untuk keluar dan kembali ke ruangnya. Dia lebih baik tidur disana walaupun ada Sasuke. daripada disini melihat sahabatnya menangis. Hati Naruto juga sedikit sakit mengucapkan hal itu semua. Tapi… hatinya jauh lebih sakit. Dia merasa dikhianati oleh sahabatnya. Tidak ada yang lebih sakit daripada dikhianati oleh sahabat sendiri.
CKLEK!
Naruto masuk kedalam ruangannya dan menemukan Sasuke yang sedang mengerjakan tugasnya. Naruto duduk dimejanya, sebelum Sasuke membuka suara, Naruto sudah terlebih dahulu menundukan kepalanya. Sasuke yang melihat hal itupun langsung mengurungkan niatnya untuk berbicara kepada Naruto.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Seperti hari biasa, Naruto keluar dari asramnya dengan ditemani oleh Lee dan Neji tentunya dengan Sasuke juga. Tapi mau bagaimana lagi. Itu memang sudah salah satu keuntungan menjadi Presiden. Naruto berjalan didepan dengan sangat santai. Tangannya dimasukan kedalam saku celananya. Tapi tubuhnya langsung membeku setelah melihat sebuah mobil putih yang ada didepannya.
"Bi-bi-bisakah kalian jalan terlebih dahulu. Ada hal yang tertinggal." wajah Naruto tiba- tiba terlihat pucat.
"Biar kami yang mengambil." Lee memberitahu.
"TIDAK! Kataku kalian duluan." Naruto membentak Lee. Dan akhirnya Neji, Lee dan Sasuke berangkat terlebih dahulu. Tapi sebelum itu Sasuke sedikit berbisik kepada Naruto.
"Bukan hanya ini kejutan dariku." Bisik Sasuke. Dan setelah itu Sasuke pergi dengan sebuah seringai dibibirnya.
Naruto melihat kekiri dan kekanan dan kemudian dia segera berbalik. Dia sangat berdoa bahwa orang yang berada dimobil itu tidak melihatnya.
"NARU-CHAN…" teriak seseorang dari belakang. Naruto makin mempercepat langkahnya.
HUG!
Seseorang dari belakang itu memeluk Naruto. Keringat dingin keluar dari tubuh Naruto. Tapi kemudian dia mengeluarkan aura kepresidenannya dan berbalik. Dia melihat wanita yang berteriak dan memeluknya itu.
"Apa aku mengenal anda, Nyonya?" tanya Naruto dengan suara datar.
"Naru-chan…" mata wanita itu berbinar.
"Maaf, Nyonya. Saya kira anda salah mengenali orang." Naruto berkata lagi.
TAK!
Dan sebuah jitakan mendarat dikepala Naruto.
"DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI. KAU TIDAK MENGAKUI KAA-SANMU, HAH?" siku- siku mulai bermunculan didahi Kushina.
"Maafkan aku, Nyonya. Tapi saya kira-"
"KAU KIRA APA NARUTO!" Kushina menatap Naruto dengan kobaran api dimatanya. Naruto yang merasakan akan terjadi kejadian buruk jika dia tidak mengaku akhirnya menghela napas.
"Apa yang Kaa-san lakukan disini?" Naruto akhirnya menyerah juga dan itu menimbulkan senyum kemenangan dari Kushina.
"Minato keluarlah. Dia sudah mengakui kita." Kushina berteriak kearah mobil dan munculah seorang laki- laki dengan wajah dan rambut seperti Naruto.
"Aku merindukanmu…" Kushina memeluk Naruto dan Naruto tidak memeluk balik Kushina. Kushina melepaskan pelukannya dan melihat Naruto.
"Ini semua kesalahanmu Minato! Lihatlah! Naruto terlihat sangat kurus! Untuk apa mempunyai banyak koneksi tetapi untuk membawa putrimu pulang saja tidak bisa." Kushina menatap tajam Minato.
"Aku sudah melakukan yang terbaik."
TAK!
Kushina menjitak kepala Minato.
"TERBAIK! TERBAIK KAU BILANG! LIHAT DIMANA TERBAIKNYA? Dimana rambut Naruto yang selalu berkibar indah. Dimana tubuh seksi Naruto yang menjadi idaman para pria? Dimana wajah imut yang selalu menempel diwajahnya. DIMANA ITU SEMUA HAH? Kau tidak lihat apa? Yang kulihat disini adalah replika dirimu pada saat kau masih muda. Dan aku tidak melihat anakku!" Kushina mengangkat dan mengepalkan tangannya.
"I-i-itu." Minato tergagap.
"Kaa-san berhenti menindas Tou-san." Naruto memeluk Minato sesaat.
"Na-na-naru-chan… kau pilih kasih. aku tidak menyangka kau seperti itu. mengapa kau selalu membelanya. Mengapa kau selalu memilihnya dan mengapa kau selalu seperti itu." Kushina terduduk dan Muncul background bunga sakura yang berguguran dibelakang Kushina. Dirinya terlihat seperti pembantu yang diusir oleh majikannya. *Dibanting Kushina.*
"Jangan lebai begitu, Kaa-san." Naruto memeluk Kushina.
"Seperti yang Kaa-san katakan, bahwa pria itu selalu lemah dan selalu membutuhkan kita. Benarkan, Kaa-san? Mereka ada ditangan kita." Naruto berbisik kepada Kushina. Kushina melepaskan pelukannya dan melihat wajah Naruto. Senyum berkembang diwajahnya.
"Kau benar Naruto. Tentu kau benar. Hahahahahahaha." Kushina tertawa sangat keras
"HAHAHAHAHAHA." dan akhirnyapun Narutopun ikut tertawa keras juga. Minato hanya bisa melihat anak dan istrinya yang terlihat sedang menertawakan dirinya. Tapi, Naruto segera menghentikan tawanya dan menatap Minato.
"Tou-san pasti mengetahui diriku dari Sasuke." Naruto menatap Minato.
"Tidak seperti itu. aku sudah menemukanmu dari pertama. Aku heran, berapa IQ mu Naruto. menyamar dengan nama asli? Apa itu bisa dibilang anak pintar?" Minato menatap aneh Naruto.
"Ku fikir kalian tidak menemukanku." Naruto menggaruk bagian belakang kepalanya.
TAK!
Kushina memukul kembali kepala Naruto.
"Kau sangat bodoh, Naruto. aku tidak menyangka model dan artis berbakat ternyata mempunyai otak yang sangat kecil." Kushina mengelus dagunya.
"Ah… lupakan itu. kalian berdua memang sering mengatakanku bodoh. Kalian memang selalu mendoakanku untuk menjadi anak yang bodoh. Ucapan adalah doa. Sudahlah, jadi apa yang membawa kalian kemari?" Naruto menyilangkan tangannya.
"Naru… ayo pulang dan jalankan pertunangan itu." Kushina memeluk lengan Naruto dan memberikan jurus puppy eyesnya.
"Kaa-san. Jurus itu tidak mempan lagi untukku." Naruto menjauhkan tangan Kushina dari tangannya.
"Bukankah kau bahagia mengetahui bahwa Sasuke adalah tunanganmu?" Minato menatap tidak percaya Naruto.
"Jika kalian mengatakannya sejak awal, mungkin aku akan bahagia. Tapi sekarang! setelah hampir 3 tahun aku baru mengetahuinya. Kalian memang mempermainkanku dan kalian benar- benar menjadikanku anak yang bodoh." Naruto menyilangkan tangannya.
"Kaa-san juga sudah mengatakan itu kepada Sasuke. tapi anak itu memang keras kepala." Kushina mengangguk- ngangguk.
"Jadi, apa yang Naru inginkan?" tanya Minato yang mencoba mengalah kali ini.
"Batalkan pertunangan itu dan aku pasti akan pulang, setelah aku menyelesaikan sekolahku." Naruto menatap kedua orang tuanya. Minato dan Kushina saling pandang. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka jawab. Mereka tidak mungkin membatalkan pertunangan. Tetapi mereka juga ingin anak mereka bahagia dan kembali ke rumah. Kushina mengangguk kearah Minato dan Minato mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya. Minato menghela napas.
"Jika begitu. Baiklah, Kaa-san dan Tou-san akan-"
"Tunggu!" suara seseorang memotong perkataan Minato. Sontak membuat semuanya memandang kearah seseorang yang memotong pembicaraan tadi.
"Naru-chan… bisakah kau memberi Sasuke, satu kesempatan lagi?" tanya orang itu.
"I-i-i-itachi Nii-chan?" Naruto merasa tidak percaya akan apa yang dilihatnya.
"Jika dia tetap tidak bisa membuatmu berubah pikiran. Aku akan mendukungmu untuk menolak pertunangan ini. Mari kita buat permainan." Itachi tersenyum kepada Naruto. Dan Naruto hanya menatap Itachi dengan pandangan tidak percaya, begitu pula dengan kedua orang tuanya yang sekarang sedang menatap Itachi.
To be continued
xixixixixi. maaf hanya menyisipkan Itachi sedikit. Itu karena Tsuki semangat banget nulis diawalnya. Jadi begini deh. Chapter depan kita mulai liburan musim panas… hahahhaha. Tapi sebelum itu. mari kita munculkan kembali orang yang dipukul itu. hahahaha. Kayaknya princess 2-3 chapter lagi deh. Hehehehe. Dan maaf kalo disini sedikit humornya atau malah tidak ada humor. Mungkin dichapter depan humornya. Hahahaha, berhubung ada Itachi. Hua…. *teriak histeris.* xixixixi. Tanpa buang waktu. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
