Holla… hahahhahaha, setelah mencuri- curi waktu akhirnya Tsuki dapat menyelesaikan chapeter ke 8 ini. hahahaha. Maaf ya, yang sudah menunggu lama. Tsuki sudah berusaha sebisa Tsuki untuk update lebih cepat. Tapi… akhirnya tetap sama. Ckckckckck. Masalah tentang permainan Itachi mungkin akan lebih terlihat dichapter depan. Hehehehehe. Daripada dengerin curhat Tsuki. balas review aja.

Aoi Ko Mamoru : xixixixixixi maafkan Tsuki, arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Mayahahaha : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

metronom : eh? Maafkan Tsuki jika menyinggung perasaan. Seharusnya metronom kalo ga suka SasuFemNaru, metronom bisa langsung klik tombol back kok. Dan Tsuki cuma mau ralat sedikit. Tsuki itu sebenarnya cewek bukan cowok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Namikaze UzumaKiseki : hahahaha, Itachi hanya memberi saran. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Imouto Aruzaki-chan : bener banget! Typo banget, Tsuki dah benerin kok. Tsuki juga sampe heran sndiri. Kok kayak gitu ya. *Ditimpuk sepatu.* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

natsuki-riri : maaf, maaf, maaf. Tsuki ga bermaksus kok. Beneran. Maafkan Tsuki /(T.T)\ . xixixixxixixi, Itachi memang keluar sekarang, arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

sora92 : disini lumayan. Dichapter selanjutnya seperti sedikit lebih banyak. Permainannya mungkin di chapter depan. Hehehehe. Tsuki memang buat seperti itu. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

NanaMithrEe : xixixixixi, arigatou…. Sekarang dibanyakin kok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Luna : Luna bingung? Maafkan Tsuki membuat Luna bingung. Hahahahaha. Kushina memang Tsuki buat sangat OOC. Masih ada sedikit masalah dichapter ini, hehehehehe. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Happy reading!

DON'T LIKE, DON'T READ!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

PRINCESS?

"Permainan diterima. Tapi Itachi-Nii harus tepat janji." Naruto menyeringai dan menyilangkan tangannya.

"Tentu saja." Itachi juga menyeringai kepada Naruto.

"Sepertinya kami tidak bisa berbuat apa- apa. Kami hanya ingin yang terbaik untukmu, Naruto." Kushina memeluk Naruto lagi. Naruto tersenyum, dia sangat merindukan pelukan hangat yang diberikan oleh Kaa-sannya. Pelukan yang sudah tidak bisa dirasakannya sejak 3 tahun yang lalu.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Sakura merasakan dirinya tidak nyaman. Dia sudah berusaha untuk tidak peduli dengan apapun. Tapi dia tidak bisa dan sekarang dia tidak bisa menahannya lagi.

"ITACHI…. BERHENTI MEMANDANGKU SEPERTI ITU!" Sakura berdiri dari kursinya.

"Aku hanya memandangmu dan tidak menganggu pekerjaanmu. Dan tidak ada salahnya bukan memandangi kekasihmu sendiri." Itachi berkata dengan wajah innocent nya. Sakura hanya bisa memutar bola matanya. Setelah itu dia berjalan keluar. Dia kesal dengan Itachi yang datang tanpa memberitahunya. Dia mengerti bahwa Sasuke yang menyuruhnya datang. Tetapi Itachi tidak memberitahu dirinya bahwa dia akan datang sekarang. Bahkan Sasukepun tidak memberitahunya.

Sakura terus berjalan dengan cepat. Sedangkan Itachi dibelakangnya hanya bisa mengikuti dengan berjalan seperti biasa. Dia tidak berusaha mengejar ataupun menyuruh Sakura untuk menunggunya. Sakura menuruni tangga. Itachi juga menuruni tangga tapi setelah tangga terakhir. Itachi menarik Sakura kebawah tangga. Disana terdapat tempat yang tidak cukup terlihat oleh siapapun. Ternyata maksud Itachi adalah mencari tempat yang tepat.

BRAK!

Itachi menaruh kedua tangannya ditembok, sedangkan Sakura berada ditengah- tengah tangan itu.

"APA!" Sakura menyilangkan tangannya.

"Begitukah sambutan yang didapatkan, setelah sudah lama tidak bertemu." Itachi menatap Sakura lembut.

"Sepertinya aku tidak perlu mempersiapkan apapun." Sakura menatap tajam Itachi.

"Begitukah?" Itachi menyeringai dan mendekatkan dahinya ke dahi Sakura. Kemudian dia tersenyum lembut kepada Sakura.

"Tadaima… Sakura-chan." Itachi membingkai wajah Sakura dan menatap lebih lembut lagi Sakura.

"Hu. Uh! Tatapanmu itu, selalu saja bisa membuatku memaafkanmu." Sakura menatap Itachi sebal. Itachi terkikik sebentar sebelum akhirnya dia mencium singkat bibir Sakura.

"Okaeri… Itachi-kun." kata Sakura dengan wajah yang memerah.

Itachi menatap lembut Sakura lagi, lalu kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura.

"EHEM!"

Terdengar suara dari belakang yang membuat Itachi harus menghentikan kegiatannya. Dia sangat mengutuk orang itu yang menganggu waktu- watku indahnya bersama dengan Sakura, kekasihnya. Itachi menengok kebelakang dan dia menemukan Sasuke ada disana.

"Sekolah bukanlah tempat untuk berbuat mesum." Sasuke menyilangkan tangannya dan menatap tajam Itachi dan Sakura.

"Bilang saja kau iri, Sasuke." Itachi menyeringai.

"Aku membiarkanmu untuk masuk kedalam sekolah dan menjadi salah satu murid bukan untuk ini. tapi untuk membantuku kembali bersama dengan Naruto!" Sasuke mengingatkan kembali Itachi tentang tujuan awalnya datang kemari. Itachi menghela napas dan menggaruk bagian belakang kepalanya.

"HUH! Kau hanya cukup membawanya ke gunung pada saat musim panas. Bukankah kalian mendapatkan keistimewaan untuk memilih tempat. Kau bisa berduaan dengannya. Dekati dia dan minta maaf kepadanya. Aku yakin dia pasti akan memaafkanmu." Itachi menatap kembali Sakura. Dia ingin memastikan bahwa Sakura masih ada dibelakangnya.

"Mengapa tidak di pantai? Disana lebih romantis. Apalagi musim panas bukan?" Sasuke mengusulkan pendapatnya.

"Kau akan menyiksanya jika kau mengajaknya kesana. Dia tidak akan mengubah jati dirinya menjadi cewek. Kau rela dia kepanasan? Apalagi kau berencana untuk membawa seluruh anak yang ada diasrama. Kau ingin Naruto dilihat sebagai cewek oleh yang lain?" Itachi mengalihkan pandangannya dari Sakura dan menatap Sasuke lagi.

"Baiklah. Tapi aku harap kau memberikan usul yang tepat." Sasuke memasukan tangannya kesaku celananya dan segera pergi. Tapi pada saat baru beberapa langkah Sasuke berjalan, Sasuke kembali menengok kebelakang.

"Untung saja yang memergoki kalian itu adalah aku. Kalian tahu, apa yang akan terjadi jika Naru-chan yang mengetahuinya? Kalian benar- benar akan merasakan penderitaan." Sasuke menyeringai lalu pergi dari sana.

Itachi yang tidak mengerti maksud dari perkataan Sasuke, hanya diam saja. Sedangkan Sakura yang sudah pernah merasakan aura hitam yang sangat pekat yang pernah keluar dari tubuh Naruto dulu, menelan ludahnya.

"Lebih baik kita ke kelas saja." Sakura langsung menggandeng tangan Itachi. Dia berjalan menuju kelas dengan berpegangan tangan. Dia tidak peduli dengan tatapan aneh yang diberikan oleh orang- orang yang ada disekitarnya.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

"Besok liburan musim panas dimulai, seperti biasa kalian akan diliburkan. Tapi berhubung aku sebagai Presiden kedua memberi keistimewaan untuk tahun ini. Kita semua akan pergi bersama, kita akan berlibur ke Gunung. Dan kami ingin kalian mempersiapkan semuanya." Sasuke mengakhiri pidato panjangnya.

"Berhubung liburan bukanlah sebuah pekerjaan. Dengan sangat menyesal aku memberitahukan bahwa aku tidak akan memakai baju princess." Naruto memberikan pemberitahuan yang langsung disambut suara 'Huuu…' dari semua anak. Tetapi setelah melihat tatapan datar Naruto semuanya diam.

"Aku tidak ingin ada yang terlambat, semua berkumpul jam 8 di depan sekolah. Kami akan membubarkan kalian setelah acara ini dibubarkan dan kalian-"

BRAK!

Pintu ruangan itu terbuka lebar dengan seorang siswa yang menyilangkan tangannya. Dia tersenyum, dengan senyum penuh kemenangan. Naruto menatap datar orang itu. Dia tahu orang itu adalah orang yang pernah dipukulnya bersama dengan Sasuke. Naruto menyeringai dan semua anak langsung bergidik ngeri.

"Apa ada hal yang ingin kau sampaikan?" Naruto menatap orang itu. Seketika orang itu bergidik dan keringat dingin muncul dari seluruh tubuhnya.

"A-a-aku ingin memberithu bahwa Presiden kita itu sebenarnya adalah cewek."

BRUK!

Dan orang itu pingsang setelah memberitahukan semuanya. Tetapi setelah beberapa detik kemudian dia bangun kembali membuat semua yang ada disana sweatdrop kecuali Naruto. Sakura dan Sasuke menatap Naruto, sedangkan Itachi hanya diam. Dia tahu Naruto memang sudah menyiapkan segalanya. 'Dia tidak akan setenang itu jika dia belum menyiapkan apapun.' batin Itachi.

Naruto memainkan rambut panjangnya sebentar lalu menyilangkan tangannya. Dia menatap satu persatu orang yang ada disana. Semuanya terlihat sedang berbisik, dia tahu dirinya diragukan sekarang tetapi itu adalah hal mudah untuk mendapatkan kepercayaannya kembali.

"Jadi kau meragukanku?" Naruto bertanya dengan sedikit ekspresi dalam perkataannya. Mendengar suara itu membuat semuanya menelan ludah, karena tidak biasanya Naruto berbicara dengan ekspresi. Jika Naruto berbicara dengan ekspresi berarti ada hal buruk yang akan terjadi. Hanya satu harapan mereka saat ini, mereka hanya berharap mereka tidak ada disana. Mereka sangat menyesal datang kesana dan sangat mengutuk orang itu. Semuanya berfikir bahwa dia akan membangunkan Naruto dari tidurnya, mereka takut orang itu membangunkan Naruto, membangunkan Naruto yang sesungguhnya, Naruto yang penuh akan kegelapan. Dan mereka berharap anggapan mereka itu adalah salah.

"A-a-aku sangat yakin jika kau adalah seorang cewek. Karena kau memiliki dada, Presiden." orang itu menatap penuh yakin Naruto, tetapi setelah Naruto menatapnya. Dia langsung mengalihkan pandangannya. Dia masih ingin hidup.

"HEH!" Naruto menatap remeh orang itu. wajahnya seolah mengatakan bahwa dia sangat menertawakan orang itu.

Naruto sekarang memang sedang menjadi seorang Princess. Dia menggunakan baju seragam yang memang khusus untuk baju musim panas. Baju seragam yang sedikit tipis tetapi Naruto menggunakan baju putih lagi didalamnya. Dia tidak akan seceroboh itu. dan Naruto masih menggunaka jas Presidennya.

Naruto menatap orang itu lalu mengalihkan pandangannya sebentar untuk melepaskan jasnya. Semua siswa langsung menutup hidung mereka. Naruto benar- benar terlihat sangat. EHEM. Walaupun dengan baju putih yang ada didalam seragamnya.

"Kau fikir aku melakukannya setengah- setengah." Naruto membuka dua kancing teratas seragamnya. Sasuke dan Sakura melongo sedangkan yang lain harus tetap berusaha untuk tetap hidup. darah adalah faktor utama mereka, karena darah tidak bisa berhenti keluar jika menatap Naruto. Naruto memasukan tangannya kedalam bajunya, membuat semua yang ada disana harus lebih ekstra menahan darah mereka. Tangan Naruto keluar dan Naruto mengeluarkan sesuatu dari bajunya itu. Tiba- tiba dada Naruto langsung menjadi datar.

"Kalian kira menggunakan ini sangat nyaman?" Naruto memperlihatkan dua buah busa yang ada ditangannya.

"Kalian fikir aku langsung menerima dilecehkan seperti ini. Menggunakan pakaian dalam wanita padahal kau adalah seorang pria. Kalian fikir untuk siapa aku melakukan ini semua. aku hanya ingin menjadi benar- benar wanita dimata kalian. Ini demi kalian. Tapi… jika kalian masih tidak percaya kepadaku-"

"TIDAK….. KAMI PERCAYA KEPADA PRESIDEN." semuanya berkata dengan bersamaan dan menatap tajam orang yang membuat Naruto seperti itu. Orang itu juga sebenarnya ikut mengatakan hal yang sama dengan yang lain.

"Aku menyesal! AKU MENYESAL, PRESIDEN. Aku salah. Maafkan aku." orang itu bersimpuh dilantai dan menundukan wajahnya. Dia merasa sangat bersalah mengatakan hal yang tidak- tidak tentang Presiden yang jelas- jelas mengorbankan dirinya demi kepentingan semuanya. Itu yang difikirkan oleh orang itu.

"KAU HARUS PERGI!" semuanya masih menatap tajam orang itu.

"Tidak." Naruto memberitahu semuanya.

"Biarkan dia tetap sekolah disini. Bukankah dia sudah mengakui kesalahannya. Dia hanya mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya. Dan aku suka dengan orang yang jujur. Aku harap kalian bisa menerimanya kembali." Naruto mengeluarkan senyuman Princessnya membuat semuanya terhipnotis dan mengangguk, muncul sebuah background bunga bermekaran disekitar mereka.

"Baiklah Princess." dan semua keluar dari ruangan itu dengan hati yang bahagia dan berbunga- bunga.

Naruto menghela napas dan segera memakai jasnya kembali. Diruangan itu hanya tinggal Naruto, Itachi, Sakura dan Sasuke.

"Permainan yang bagus, Naru-chan." Itachi menatap kagum Naruto.

"Sesuai dengan apa yang diperkirakan." Naruto tersenyum kepada Itachi. Dan hal itu membuat cemburu Sasuke dan Sakura yang notebenenya masih bermusuhan dengan Naruto.

"Na-naruto. Kau masih tidak mau memaafkan sahabatmu ini." Sakura memeluk lengan Naruto dan mengeluarkan jurus puppy eyesnya.

"Tenang saja, Sakura. Aku tidak akan bisa terlalu marah padamu. Kau adalah sahabatku. Aku hanya ingin memberikan pelajaran saja kemarin. Kau tahu? Ino tertawa puas saat ku mengatakannya. Hahahahaha." Naruto tertawa mengingat bagaimana suara tawa Ino saat dia menceritakan apa yang terjadi disana.

TAK!

Sakura menjitak kepala Naruto.

"Kau membuatku sangat khawatir. Jangan memperlakukanku seperti itu lagi!" Sakura menghapus air mata yang ingin jatuh dari matanya.

"Ckckckckck. Itachi-Nii. Maafkan aku telah membuat kekasihmu menangis." Naruto menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Sepertinya sekali- kali dia juga harus menangis. Hahahahaha." Itachi tertawa puas yang sukses mendapatkan deathglare dari Sakura.

"Aku tidak akan memaafkanmu sekarang, Sasuke." Naruto menghentikan gerakan Sasuke yang sedang berjalan mendekat kearahnya.

"Aku masih menunggu." Sasuke memasukan tangannya kedalam saku celananya dan pergi dari sana. Membuat Naruto sweatdrop sesaat. 'Apa dia sudah menyerah?' batin Naruto.

BUK!

Sakura menepuk punggung Naruto, tetapi tidak bisa dibilang menepuk tetapi lebih kearah memukul punggung Naruto.

"Kau harus memikirnya baik- baik. Kau bisa saja kehilangan dirinya jika kau terlalu lama berpikir dan terlalu mementingkan sikap egoismu. Kau mengerti maksudku, bukan? Aku hanya memberi saran." Sakura mengangkat bahunya. Naruto menatap kearah pintu dan mengepalkan tangannya. 'Seharusnya semuanya ada ditanganku. Mengapa sekarang terlihat bahwa aku yang bersalah dan aku yang tidak memiliki pilihan.' Naruto merasa aneh dengan semuanya.

Sasuke melihat dan mendengar kejadian yang ada disana dengan jelas. Dia melihat dan mendengar itu semua dari samping pintu ruangan pertemuan itu. Dia memang sedikit mengintip setelah melewati pintu. Dia ingin melihat reaksi Naruto. Dan dia sangat bahagia melihat tanggapan positif Naruto.

"Sekarang… tinggal membuatnya cemburu dan mengakui perasaannya." Sasuke menaruh kedua tangannya kebelakang kepalanya dan berjalan dengan sangat santai. Tapi tiba- tiba Sasuke berhenti.

"AHA! akanku ubah rencananya." Sasuke segera menuju ruangannya dia akan memberitahukan bahwa liburan akan berganti tempat. Mereka akan pergi ke Pantai. Dan Sasuke tertawa kencang dalam hati mengingat hal apa saja yang akan dia lakukan disana.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto menunggu didepan Bis. Semuanya telah berkumpul kecuali Sasuke. Semuanya hampir menggunakan pakaian yang sama yaitu celana pendek dan kaos biasa. Naruto juga menggunakan hal yang sama. Dia menggunakan celana pantai pendek dibawah lutut dengan kaos berwarna putih dengan kemeja kotak- kotak tanpa dikancing. Dia senang akhirnya dia bisa ke Pantai musim panas kali ini. awalnya dia senang akan ke gunung. Tetapi mengingat dia akan berselancar. Naruto berubah pikiran.

"Ayo masuk! Kita bisa terlambat." tiba- tiba sebuah suara mengagetkan mereka. Mereka langsung melihat darimana suara itu berasal. Tapi muka mereka berubah kesal saat mengetahui siapa yang mengatakan hal itu. Mereka kesal dengan presiden kedua mereka yang telat tetapi berkata dengan seenaknya.

"Dia fikir siapa yang telat." semuanya bergumam kesal lalu masuk kedalam bis satu persatu.

Naruto duduk sendiri. Sedangakn Sasuke bersama dengan Neji, Lee berada dibelakangnya dengan Kiba. Sasuke menatap Naruto. Tetapi Naruto malah asik memeriksa tasnya.

"Hey! Mengapa kau sendiri dan aku berdua, bukankah kursimu itu bisa menampung 3 orang?" Sasuke merasa tidak terima. Tempat duduk bisnya memang 3-2. Naruto yang kursinya bisa ditempati 3 orang hanya ditempati 1 orang, sedangkan Sasuke duduk ditempat duduk yang bisa ditempati dengan dua orang. Itu juga dengan Neji yang ada disebelahnya.

"Disini siapa yang jadi Presiden pertama? Pertama itu lebih istimewa dari pada yang kedua." Naruto menyeringai kepada Sasuke.

"Sudahlah terima saja." Itachi mencondongkan kepalanya. Dia duduk bersama dengan Sakura dibelakang Naruto, mereka duduk berdua ditempat duduk bertiga. Hal itu juga membuat Sasuke kesal.

"Hey! Kalian ternyata bersengkongkol." Sasuke menatap tidak percaya Itachi.

"Naru-chan. aku pindah disebelahmu ya. Bukankah masih bersisa 2." Sakura ikut mencondongkan tubuhnya kedepan.

"Kemarilah. Kita duduk bertiga bersama." Naruto menepuk- nepuk kursi desebelahnya.

"HORE…" Sakura dan Itachi bersorak lalu duduk disebelah Naruto. Naruto disebelah jendela. Ditengah adalah Sakura dan Itachi ada dipinggir. Sasuke menatap mereka bertiga. Bahkan mendeathglare mereka. Berusaha untuk memisahkan mereka bertiga, yang tampak sangat bahagia dan bercanda gurau.

"Tatapanmu itu membuatku ngantuk. Hoam…" Naruto, Sakura dan Itachi berkata bersamaan dan mereka menutup mulut mereka dengan bersamaan. Sasuke hanya bisa diam, dia tidak bisa melakukan apa-apa.

"Hahahahahaha." Mereka bertiga tertawa melihat tampang Sasuke yang mendengar dan melihat prilaku mereka. Sasuke benar- benar kalah telak sekarang.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

BUK BUK BUK

Lagi, lagi dan lagi kepala Naruto mengenai kaca. Sasuke yang melihat hal itu merasa tidak tega. Itachi dan Sakura sudah kembali duduk dikursinya. Mereka sudah tertidur setelah mereka bertiga bercanda dan mengobrol bersama. 'Dasar Dobe, bukankah kursinya sangat luas? Tapi mengapa dia memilih untuk merelakan kepalanya dicium secara langsung oleh kaca.' batin Sasuke.

Karena Sasuke akhirnya lama- kelamaan merasa tidak nyaman melihat hal itu semua. Dia berdiri dan berjalan menuju tempat duduk Naruto. Dia duduk disebelah Naruto dan menaruh kepala Naruto di pundaknya.

"Aku tidak rela kepalamu mendapat tindakan kasar dari kaca itu." Sasuke mengelus kepala Naruto dan mencium puncak kepala Naruto. Naruto sedikit menggeliat, tapi kemudian dia kembali tertidur nyenyak. Sasuke hanya bisa melakukan itu untuk Naruto.

Setelah 3 jam, Naruto akhirnya bangun. Dia merasakan bahwa ada kepala seseorang dikepalanya.

DUAK!

Naruto mengangkat kepalanya secara tiba- tiba membuat kepala bagian belakang orang itu harus menerima berbenturan dengan kursi.

"Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan." Naruto mendorong Sasuke dengan kakinya.

"Aku hanya menolongmu. Lehermu akan sakit jika kau tidur dengan kepala yang menempel dikaca. Dan kepalamu akan sakit jika terus digendorkan ke kaca." Sasuke menatap Naruto.

"Ya sudah! Sekarag tugasmu selesai. Pergi dari sini." Naruto makin mendorong Sasuke dengan kakinya. Sasuke yang kesal dengan perlakuan Naruto akhirnya mencondongkan mukanya ke arah Naruto. dalah satu tangannya membekap mulut Naruto.

"Aku bisa berlaku apapun. Kau tahu semua anak tidur dan kita hanya berdua. aku bisa saja menyuruh sang supir untuk berpura- pura tidak melihat." Sasuke menyeringai kepada Naruto. Naruto sedikit melemaskan tubuhnya. Sasuke merasakan bahwa dirinya menang. Tapi dia lupa bahwa tangan Naruto masih bebas.

BUK!

Naruto memukul perut Sasuke. Sasuke merasakan sakit yang menyebar disekitar perutnya.

"Adudududuh, sakit ya? Makannya kalo dikasih tahu itu nurut, Sa-Su-ke." Naruto mendorong dada Sasuke dengan jari telunjuknya. Sasuke mengelus perutnya sesaat lalu kembali kekursinya tanpa respon apapun. Dan lagi- lagi itu membuat Naruto sweatdrop sesaat.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

"Baik! Kalian akan dibebaskan disini. Tapi pada malam hari kita akan mengadakan hiking. Berkumpul jam 8. Kalian mengerti? " Sasuke memberitahu sambil membagikan kunci hotel kepada semuanya. Semuanya tidur secara berkelompok kecuali Naruto dan Sasuke. Tapi.. berhubung Sakura adalah Sahabat Naruto. Naruto akan membagi kamarnya dengan Sakura. Dan hal itu membuat semuanya iri. Itachipun memaksa untuk tidur bersama dengan Sasuke. Walaupun awalnya Sasuke menolak. Dia tetap saja harus menerima.

Sasuke dan yang lain berkumpul didepan hotel mereka yang langsung mengarah ke pantai. Pantai sangat ramai sekarang. mereka dapat melihat banyak orang yang lalu lalang. Narutopun sudah bersiap untuk meminjam papan seluncur.

"HUA….." tiba- tiba sekumpulan cewek berteriak histeris setelah melihat Sasuke. Sasuke yang merasa diperhatikan malah menyebar sifat ke coolannya membuat Naruto sedikit risih dengan itu semua. Sasuke memang berhak mendapatkan suara histeris itu. bagaimana tidak? Dia menggunakan celana pendek dibawah lutut dan tanpa menggunaan baju, membuat badannya yang memang ideal itu terekspos. Sedangakn Itachi, Sakura dan Naruto tidak mengganti baju mereka.

"Bolehkah kami berfoto bersama?" tanya sekelompok cewek disana.

"Hn." Sasuke menyetujuinya. Mereka akhirnya berfoto bersama dan menurut Naruto, Sasuke itu adalah cowok playboy. Naruto hanya bisa menyilangkan tangannya dan menatap tajam Sasuke. Sasuke menatap Naruto juga. Dan dialog antar tatapan matapun dimulai.

'Kau pasti cemburu bukan? Mengakulah!' Sasuke menyeringai kepada Naruto.

'HEH! Kau ingin bermain denganku? Aku akan selalu jadi pemenang, Sasuke.' Naruto menatap remeh Sasuke.

"Kau sangat cantik dan rambutmu sangat wangi." Sasuke mengambil beberapa helai rambut salah satu cewek disana dan menciumnya. Naruto yang melihat hal itu sangat kesal. Dia langsung meninggalkan Sasuke dengan cewek- cewek yang menurut Naruto sangat centil. 'Kau ingin membuatku cemburu? Akan ku balik situasinya.' batin Naruto yang kembali kekamarnya.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

"WOW! Lihat! Bukankah itu adalah seorang wanita peselancar yang sangat cantik?"

"Tunggu dulu! aku pernah melihat dirinya sebelumnya."

"Kau yakin?"

Sasuke mendengar suara temannya yang sepertinya sedang menatap kagum seseorang yang sedang berselancar. Sasuke yang sedang bermain volipun akhirnya menengok kearah laut dan menemukan seorang wanita dengan rambut berwarna kuning panjang sedang berselancar di ombak yang sangat tinggi. Sasuke mengetahui siapa itu.

"Aku baru mengingatnya dia adalah Namikaze Naruto. Dia adalah model yang sangat terkenal bukankah wajahnya mirip dengan seseorang." salah satu teman Sasuke kembali berbicara.

"Dia… hmmm… dia seperti princess." salah satu teman Sasuke yang lain menyahut.

"Benar! Tetapi dia tidak mungkin Presiden. Bukankah Presiden tidak akan menjadi perincess. Berarti satu- satunya jawaban yang benar adalah-" orang itu menghentikan pembicaraannya, karena melihat Naruto yang ternyata sudah selesai menaklukan ombak itu. rambutnya basah, baju renangnya juga basah. Dia memakai baju renang panjang. Naruto membawa papan selancarnya menuju pinggir dan teman- teman Sasuke atau bisa dibilang teman- teman Naruto juga, langsung mendekati Naruto.

"Ka-ka-kau?" tanya seseorang dengan terbata.

"Eh?" Naruto terheran, setelah membuka matanya dia melihat banyak sekali cowok yang mengelilinginya. Naruto berdiri dan tersenyum kepada semuanya.

"Senang bertemu dengan kalian. Aku adalah Namikaze Naruto." Naruto mengangkat tangannya dan membentuk jari V. Membuat dirinya makin imut.

BYUR!

Darah mengalir dari setiap anak laki- laki itu.

"Hua… panas sekali." Naruto pura- pura mengelap dahinya.

"Tunggu- tunggu disini. Aku akan membelikanmu minum."

"Aku akan membelikanmu makanan."

"Aku akan membelikanmu semangka."

"Aku akan mencarikan payung."

Semuanya akhirnya bubar, tetapi dengan menyisakan 3 orang cowok. Naruto duduk dengan ketiga orang itu dan dia bersenda gurau dengan orang itu. Naruto menatap Sasuke. 'Apa yang akan kau lakuakn sekarang? kau jelas- jelas kalah, Sasuke.' Naruto mengirimkan perkataannya lewat tatapan matanya.

"SIAL!"

BUK!

Sasuke memukul dengan sembarang bola voli yang ada ditangannya. Semuanya pergi setelah melihat Naruto. Sehingga tidak ada satupun lagi orang yang ada diarena permainan voli itu kecuali dirinya. 'Kau akan menerima balasannya nanti, Naruto.' Sasuke mengepalkan tangannya dan segera pergi dari sana.

Bagaimana dengan Sakura dan Itachi? Mereka sedang berdua. Sakura sedang tidur dibahu Itachi dan Itachipun tidur diatas kepala Sakura mereka bersender dibawah pohon kelapa. Mereka menikmati semilir angin yang berhembus dan menikmati kebersamaan mereka.

To be continued

Hahahahhahaha. Selesai….. walaupun ternyata hanya sedikit humor. Tapi sepertinya lumayan. Xixixixixi. Menurut Tsuki. ayo… tinggal 2 chapter lagi. Tsuki akan berusaha untuk cepet update deh. Tsuki tidak menyangka bahwa sati persatu cerita Tsuki berakhir. Tapi jangan khawatir. Tsuki akan mengeluarkan cerita baru. Hahhahahaha. Dan Tsuki berharap pembaca setia dari MISI, MY SECRET dan PRINCESS tetap setia membaca cerita Tsuki walaupun dengan judul yang berbeda. hahahahaha. *Ngarep.* tanpa buang waktu. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~