Hua….. maafkan Tsuki. maafkan Tsuki, maafkan Tsuki. Tsuki benar- benar tidak bermaksud. Tsuki bener- bener sibuk banget. Soalnya lagi fokus belajar buat praktek dan UAS. Maafkan Tsuki ya… Tsuki jadi update lama. Dan Tsuki juga minta maaf. Karena chapter depan atau Tsuki bisa bilang chapter final atau last chapter atau chapter terakhir. Mungkin akan Tsuki publish telat. Hari senin Tsuki UAS soalnya. Hehehehehe. Tsuki minta maaf sebelumnya. Mungkin tanggal 22 Tsuki baru bisa publish. Atau…. Lebih lama dari itu. hehehehehe. maafkan Tsuki ya…. Mari balas review.

Natsuki-riri : hahahahaha, biarkan mereka bahagia. Kan Sakura sama Itachi baru ketemu lagi. Xixixixixixi, Sasuke masih dibuat sedikit konflik sama Naruto. sekuelnya mungkin akan dipublish sama chapter terakhir PRINCESS. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Imouto Aruzaki-chan : hehehehehehe. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

NanaMithrEe : hehehehehehehe. Tenang… Tsuki juga setuju kok sama mereka berdua. hahahahaha. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Luna : hua… maafkan Tsuki… hahahahahaha iya nih. Chapter depan chapter terakhir. Tsuki buat happy ending kok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

chielasu88 : xixixixixixi. Gpp kok. Udah baca aja Tsuki udah seneng banget. ^^ . hahahahahaha. Tsuki memang seneng banget liat Sasuke kalah. Hahahahahaha. *Dideathglare Sasuke* hmmm… adegan cemburu- cemburunya terpotong sama Itachi nih nanti. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

fly girlz : arigatou…. Skuelnya nanti dulu ya. Hehehehehe. Nanti dipublishnya sama last chap PRINCESS. Setuju….. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

sora92 : hahahahahaha. Sepertinya memang sangat menyeramkan. Panasssss? Pastinya, hahahahahaha. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.

Happy reading!

DON'T LIKE, DON'T READ!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

PRINCESS?

"Sasuke-kun…."

"Namikaze-san…."

Teriakan- teriakan itu menjadi hal yang biasa sekarang. Naruto dan Sasuke sedang dikelilingi oleh para fans mereka. Naruto berada dikubu sebelah kanan dan Sasuke disebelah kiri. Naruto menengok kesebelahnya dan melihat Sasuke yang sedang menyeringai kepadanya.

"Aku tidak akan kalah denganmu." Naruto ikut menyeringai.

"Kau fikir aku akan meyerah." Sasuke menatap licik Naruto lalu merangkul salah satu wanita yang ada disebelahnya. Membuat muka Naruto merah padam.

"KYAAAA…." teriak wanita itu.

Naruto segera mengalihkan pandangannya kedepan dan dia meminum kembali minuman yang telah diberikan oleh para fansnya itu. Sasuke melihat perubahan yang terjadi pada Naruto dan Sasuke kembali menyeringai. Sekarang dirinyalah yang akan menjadi pemenang.

"HOY!" terdengar suara dari belakang. Sontak membuat semuanya menengok, disana terlihat Sakura dan Itachi. Naruto hanya bisa menghela napas.

"Hua… Namikaze Naruto." Sakura berlari menghampiri Naruto dan memeluknya.

"Jangan berlebihan." Naruto berbisik kearah Sakura. Sakura terkikik pelan sebelum melepaskan pelukannya.

"Perkenalkan namaku Sakura dan disebelahku ini adalah Itachi. Dozouyoroshiku." Sakura tersenyum lebar. Itachi yang melihat Naruto menyeringai. Dia akan memulai permainannya.

"Ayo bermain volly." Itachi memberikan usul.

"Ide yang bagus." Naruto berdiri dari duduknya. Sasuke yang tidak mau ketinggalanpun ikut berdiri.

"Regu pertama terdiri dari aku dan Sakura. Tapi dengan para murid yang lain juga. grup yang kedua harus terdiri dari namikaze-san dan Sasuke." Itachi mengelus dagunya.

"Tidak masalah." Naruto dan Sasuke berkata bersamaan.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Semuanya bersiap ditempatnya. Itachi mulai menservis. Dan bola itu diterima dengan baik oleh salah satu pemain yang ada diregu Naruto dan Sasuke tapi bola itu belum berbalik kearena lawan. Sasuke dan Naruto melihat bola itu melambung. Dan secara bersamaan mereka berlari untuk memukul bola itu.

BUK!

Dan tabrakanpun terjadi. Bola yang harusnya dipukulpun jatuh bebas kebawah.

"Sasuke! ini bukan batas wilayahmu." Naruto menatap tajam Sasuke.

"Hey! Kau saja yang terlalu lambat." Sasuke mengambil bolanya dan memukul bola itu kearah arena lawan. Naruto hanya bisa mengepalkan tangannya. 'Akan ku balas nanti.' Naruto menatap Sasuke sebentar lalu kembali berkonsentrasi. Dan permainan kembali dimulai.

PRIIITTTT…..

Babak pertama usai. Dengan kemenangan mutlak ditangan Itachi. Naruto dan Sasuke hanya mendapatkan nilai sepuluh.

"Itachi! Aku ingin berganti pemain. Aku tidak ingin bersama Sasuke!" Naruto melipatkan tangannya.

"Baiklah." Itachi tersenyum kepada Naruto. Dan Narutopun tersenyum kepada Itachi. Dia yakin bahwa dia akan menang kali ini. Itachi melihat Naruto tersenyum. 'Maaf Naru-chan, sepertinya harus ku hapus senyum itu sejenak.' Batin Itachi.

"Hmmm…. Bukankah aku tidak melihat presiden, bagaimana jika Sasuke bertukar tempat dengan ku. Tapi aku ingin bersama dengan presiden juga. Gaara, kau diganti oleh Presiden." Itachi menatap Naruto. Naruto yang mendengar nama presiden langsung pucat pasi.

"Baiklah! Aku tidak jadi berganti. Mari kita lanjutkan!" Naruto mencoba mengalihkan perhatian.

"Tidak bisa! Gaara, panggil Presiden dikamarnya." Itachi menyeringai. Naruto yang mengetahui bahwa Itachi sedang mempermainkannya segera berlari sebelum Gaara pergi darisana.

"Maaf! Aku pergi sebentar membeli minum." Naruto berteriak disela larinya.

Naruto berlari menuju kamarnya dan segera mengganti pakaiannya. Dia harus berpenampilan seperti laki- laki. Naruto memakai celana pendek pantai dan baju berwarna hitam dengan sebuah gambar pusaran air.

TOK TOK TOK

"Presiden!"

Naruto melihat kembali dirinya dicermin dan segera membuka pintunya. Dia dapat menyangka bahwa itu adalah Gaara.

"Ada apa?" Naruto berkata dengan sangat datar.

"Itachi menyuruhku untuk mengajak Presiden untuk bermain volly." Gaara memberitahu.

"Hn." Naruto maju kedepan dan menutup pintunya. Dan dia berjalan menuju tempat pertandingan.

"Ada apa, Itachi?" Naruto menatap Itachi dengan pandangan tidak berselera.

"Ayo bermain." Itachi menatap licik Naruto.

'Jangan bermain- main denganku, Itachi!' Naruto mengirimkan pesan itu lewat matanya.

'Tapi aku ingin sekali mempermainkanmu.' Itachi mengirim balasannya melalui senyumnya. Naruto menghela napas lalu menatap Itachi lagi.

"Aku terima perminanmu." Naruto berdiri ditempatnya dengan Sasuke disebelahnya.

"Biarkan menggunakan pemain ini. tidak perlu ada pergantian pemain." Naruto menatap datar Sasuke. Sasuke yang melihat itu menggelengkan kepalanya sebentar.

"Jangan menyelaku kali ini, Presiden kedua." Naruto menatap remeh Sasuke. Sasuke yang mendengar panggilan Presiden kedua mengepalkan tangannya sangat kuat. Dia merasa sangat diremehkan.

Permainan dimulai dan permainan berhasil dikendalikan dengan baik dan akhirnya babak kedua usai dengan kemenangan mutlak ditangan Naruto.

"Hahahahhaha. Sudah kukira yang pertama itu hanya keberuntungan kalian! Hahahahaha." Naruto tertawa sangat puas dan itu terlihat sangat menyeramkan. Bagi Itachi, Sakura dan Sasuke itu bisa dimengerti. Tapi bagi yang lain tidak, mereka semua berpikir. 'Bukankah Presiden baru saja mengikuti permainan.' Itachi merasa sebal dengan perilaku Naruto. Tapi permainan yang dijalankannya masih berlanjut. Dia tahu, Naruto bukanlah orang yang bisa menerima kekalahan.

"Namikaze- san lama sekali ya membeli minum. Neji, cari dia." Itachi menatap Naruto. tapi dibalas dengan tatapan tajam oleh Naruto.

"Ah… aku sedang malas sekarang. aku pergi dulu." Naruto menggaruk kepalanya sebentar lalu pergi dari sana. Dia akan kembali kekamar dan mengganti penampilannya. Naruto mengepalkan tangannya. 'Itachi! Kau benar- benar membuatku bekerja keras.' batin Naruto.

Setelah berpakaian seperti semula. Naruto berjalan mengendap kesalah satu warung.

"Akhirnya aku menemukanmu, Namikaze-san." Neji menepuk pundak Naruto yang sedang berakting meminum es jeruk.

"Eh? Maafkan aku, aku keasikan minum jadi melupakan semuanya." Naruto tersenyum kepada Neji lalu mereka berdua segera menuju tempat pertandingan.

"Kau terlihat sangat capek sekali, Namikaze-san." Neji menatap Naruto. Naruto yang diberi pertanyaan seperti itu hanya tersenyum.

"Hari ini panas sekali ya." Naruto mengalihkan pertanyaan Neji.

Naruto dan Neji terus berjalan dan akhirnya mereka sampai ditempat pertandingan.

"Membeli minum lama sekali ya?" Itachi terkikik geli melihat Naruto.

"Aku ingin Sasuke bertukar dengan Sakura." Naruto menunjuk Sasuke dan Sakura bergantian dan mengabaikan pertanyaan dari Itachi. Sasuke yang melihat hal itu menghela napas.

"Turuti saja apa kemauannya." Sasuke berjalan mendekati Itachi.

"Akan ku buktikan bahwa yang salah itu kau, Sasuke." Naruto menatap tajam Sasuke. Sasuke merasa sangat kesal dengan Naruto yang menyalahkannya. Padahal dia sudah suka rela untuk berganti dengan Sakura. Aura hitam muncul disekitar Sasuke. Dia merasa perbuatan baiknya kepada Naruto tidak ditanggapi positif oleh Naruto.

"Oh oh oh…. Aku takut." Naruto menyilangkan tangannya lalu menyeringai. Dan setelah itu pertandingan dimulai.

Pertandingan berlangsung dengan sangat sengit. Adu smashpun terjadi antara Naruto dan Sasuke.

BUK!

Sasuke mensmash Naruto dan hal itu tepat mengenai pundak Naruto. Membuat Naruto jatuh.

"Kau ingin bermain kasar rupanya." Naruto menatap Sasuke. Lalu aura hitam sedikit muncul disekitar Naruto. Anak- anak merasakan adanya hal buruk. Mereka lebih memilih untuk menjauh sedikit.

"Ini aura yang dimiliki Presiden. Tidak ku sangka Namikaze Naruto memilikinya." salah seorang penonton yang merasakan aura itu memberikan pendapatnya.

"Mungkin itu ditunjukan untuk para fansnya yang akan membuat dirinya merasa terganggu. Namikaze Naruto kan artis dan model yang sangat terkenal." Lee tiba- tiba bersuara. Dia harus menjaga identitas nonanya itu.

Naruto melihat bola yang melambung tinggi diatasnya. Naruto mulai menyeringai dan Sasuke yang merasakan firasat buruk segera bersiapa menerima apapun yang terjadi. Naruto loncat dan….

BUK!

Smashpun dilayangkan, tetapi Sasuke yang melihat kecepatan bola yang sangat cepat segera bergeser kesamping. Akan sangat tidak akan berakhir baik jadinya jika dia terkena bola itu. Benar saja, setelah melihat kebelakang Sasuke dapat melihat bola itu menghujam pasir. Bola itu membuat sebuah lubang yang lumayan dalam.

"KAU INGIN MEMBUNUHKU, HAH?" Sasuke berteriak kepada Naruto.

"Aku hanya bermain." Naruto menaruh kedua tangannya kebelakang kepalanya. Dan setelah kejadian itu. Itachi harus membersiapkan banyak bola untuk melanjutkan permainan. Karena bola akan langsung rusak setelah dipukul oleh Naruto atau Sasuke dan lubang- lubang bertebaran dimana- mana. Sasuke menatap remeh Naruto. Dia melihat papan skor yang masih menunjukan dirinya adalah pemenang. Walaupun Naruto hanya tertinggal 3 angka. 'Satu lagi!' batin Sasuke.

Naruto menservis dan bola itu ternyata tepat berada diatas Sasuke. Sasuke mundur selangkah lalu loncat. Dan….

BUK!

Smash terakhirpun dilayangkan oleh Sasuke.

PRIIIIT!

Peluit pertanda pertandingan usai ditiup. Dari hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa kemenangan ada ditangan Sasuke. Naruto mengepalkan tangannya erat.

"Sudah kuduga. Yang salah disini bukanlah aku. Tetapi dirimu, Na-mi-ka-ze Na-ru-to." Sasuke berkata dengan nada penuh kemenangan.

"Kau hanya beruntung." Naruto melihat Sasuke yang sedang tersenyum dengan senyum penuh kemenangan.

"KAU PUAS ITACHI!" Naruto mendekati Itachi dan berteriak didepannya.

"Aku belum puas. Aku ingin bermain dengan presiden lagi." Itachi mencondongkan tubuhnya kearah Naruto.

"Itachi. Sepertinya untuk sekarang kau sudah cukup." Sakura menggandeng tangan Itachi.

"Baiklah." Itachi menatap lembut Sakura lalu mereka berdua pergi.

"Kau tidak apa Namikaze Naruto?" tanya semua siswa yang ada disana.

"Jangan ganggu aku dan jangan mengikutiku." Naruto berkata dengan sangat datar. Sasuke mengerti bagaimana sifat Naruto. Naruto sekarang pasti sangat marah karena kalah. Sasuke mengacak rambutnya.

"Sifat buruk yang tak pernah diubahnya." Sasuke menatap kepergian Naruto.

Naruto berjalan menuju salah satu warung dan membeli minuman. Dia kalah oleh duo Uchiha. Naruto duduk didekat papan seluncurnya dan menatap kedepan. Dimana pemandangan laut yang sangat biru seperti matanya terlihat jelas. Naruto memejamkan matanya.

BUK!

Tiba- tiba sesuatu yang basah dan sedikit berat terasa diwajahnya. Naruto membuka matanya dan dia tidak dapat melihat apapun semuanya gelap. Tapi dia tahu apa penyebabnya. Segera diambilnya handuk basah itu dari wajahnya. Dia melihat kesamping dan melihat Sasuke.

"Pakai itu untuk mengelap keringatmu. Itu masih bersih. Aku belum menggunakannya." Sasuke meminum minumannya dan menatap kearah yang dilihat oleh Naruto tadi. Naruto kembali melihat kedepan dan mengelap keringatnya mulai dari wajah, tangan dan kakinya.

"Kau selalu saja marah setelah kalah. Sampai kapan perbuatan burukmu itu hilang." Sasuke menatap lembut Naruto. Entah mengapa sekarang dia sedang tidak ingin ribut dengan Naruto.

"Bukan urusanmu!"

BUK!

Naruto melemparkan kembali handuk yang diberikan Sasuke kepada Sasuke. Sasuke hanya bisa memandang Naruto dalam kesunyian. Dia mengambil handuk yang dilemparkan oleh Naruto lalu mengusapkannya kelehernya.

"Sampai kapan, akan kekanak- kanakan seperti ini. selalu saja aku yang mengalah. Apa-"

"Berhenti menasehatiku! Aku tidak perlu nasehatmu. Hari ini aku sedang kesal." Naruto memotong perkataan Sasuke. Sasuke melirik Naruto sekilas lalu dia menidurkan badannya diatas pasir. Naruto berdiri dan mengambil papan seluncurnya. Dia akan menghilangkan kekesalannya dengan berselancar.

Naruto segera berlari kearah ombak dan dia akan berselancar dengan sangat indah. Tetapi, baru saja dia naik kepapan selancarnya, papan selancarnya terbalik. Naruto bangun dan mencoba dan mencoba lagi.

Sasuke membuka matanya dan kembali duduk. 'Kau itu selalu tidak bisa dinasehati. Lihat saja, permainan selancarmu sangat buruk.' Sasuke melihat Naruto yang kembali jatuh dari papan seluncurnya. Sasuke tidak menemukan hal yang menarik. Dia berdiri lalu berbalik. Dia akan ke hotel. Mungkin dia bisa memakan semangka.

"HEY! LIHAT! SEPERTINYA NAMIKAZE NARUTO TENGGELAM!" teriak salah satu teman Sasuke.

Sasuke yang mendengar hal itu tanpa berpikir lagi langsung berbalik dan berlari. Dia langsung berenang menuju Naruto. Sasuke dapat melihat tangan Naruto yang menggapai- gapai keatas. 'Bodoh!' batin Sasuke.

Naruto merasakan kakinya keram luar biasa. Dia tidak pernah mengalami itu sebelumnya. Naruto mencoba menggapai- gapai keatas. Dia tidak mau mati disini. Dia merasakan pandangannya kabur dan semuanya berubah menjadi gelap. Naruto tenggelam.

GRAB!

Sasuke memeluk Naruto lalu membawa Naruto kembali keatas. Sasuke mengambil nafas. Kemudian dia kembali menyelam untuk melepaskan tali papan seluncur dari kaki Naruto. setelah itu Sasuke segera membawa Naruto menuju daratan. Semua orang langsung berkumpul.

Sasuke menekan- nekan perut Naruto, dan memeriksa denyut nadi Naruto. Naruto meminum banyak air laut. Sasuke yang menyadari bahwa tidak ada cara lain untuk membantu Naruto akhirnya melakukan pernafasan buatan.

Sasuke mengangkat kepala Naruto sedikit dan membuka mulut Naruto. Sasuke mengambil udara dan kemudian dia memasukan udara itu kedalam tubuh Naruto melalui mulutnya. Walaupun Sasuke dapat mendengar teriakan histeris. Karena acara pemberian nafas buatan yang melalui mulut kemulut itu. Sasuke menekan kembali perut Naruto. dan Sasuke kembali mengambil udara melalu mulutnya dan dia kembali medekatkan mulutnya.

"Uhuk uhuk uhuk." Naruto mengeluarkan air yang ada diperutnya. Naruto sedikit membuka matanya dan melihat Sasuke yang sedang tersenyum kepadanya.

"Kau sangat terlihat capek." Sasuke membelai wajah Naruto, lalu diangkatnya Naruto. Naruto digendong ala bridal style oleh Sasuke. Naruto yang sudah sangat lemah tidak bisa apa-apa, mengalungkan tangannya dileher Sasuke. lalu dia membenamkan wajahnya ke dada bidang Sasuke.

"Maaf." Naruto berkata dengan sangat pelan.

"Hn." kata Sasuke dengan sedikit tersenyum. Dia akan membawa Naruto menuju kamar hotel.

Sasuke membawa Naruto menuju kamar Naruto. Untung baginya karena letak kamar mereka yang jauh dan sangat memungkinkan untuk tidak bertemu dengan para siswa yang lain.

"Dimana kartunya?" Sasuke bertanya kepada Naruto.

"Biarkan aku masuk sendiri." Naruto turun dari gendongan Sasuke dan masuk kedalam kamarnya. Tapi sebelum kamar ditutup Sasuke memeluk Naruto.

"Jangan bertindak bodoh seperti itu! kau fikir bagaimana keadaanmu jika tadi kau gagal diselamatkan. Kau ingin mati!" Sasuke memeluk erat Naruto.

"Apa yang akan kulakukan jika kau pergi, Naruto?" Sasuke menenggelamkan wajahnya ke bahu Naruto. Naruto tersenyum dan menepuk punggung Sasuke.

"Tidak akan terjadi apa- apa. Kau kan tadi sudah menyelamatkanku. Sudahlah, cepat sana ganti baju dan celanamu! Aku tidak ingin kau sakit." Naruto mendorong pelan Sasuke. Sasuke melihat Naruto sebentar. Dia sangat menyayangi dan mencintai orang yang ada didepannya itu. dia tidak akan rela untuk kehilangan dirinya. Sasuke mengalungkan tangannya keleher Naruto dan….

CUP

Sasuke mencium bibir Naruto. Naruto merasa kaget akan apa yang dilakukan oleh Sasuke. tapi… dia tidak menyangkal bahwa dia juga menyayangi dan mencintai Sasuke. Sasuke mencium lembut bibir Naruto dan Naruto membalasnya dengan lembut juga. Tidak ada yang didominasi dan mendominasi disana.

"Hey! Kalian sudah pulang?" sebuah suara terdengar.

Naruto segera mengakhiri acara ciuman itu sebelum terlihat oleh seseorang. Muka Naruto dan Sasuke sama- sama memerah.

"Ada apa dengan muka kalian?" tanya orang itu lagi.

"Tidak ada yang terjadi, Sakura… Itachi…." Naruto menyilangkan tangannya.

"Mereka kira kita tidak tahu." Itachi ikut menyilangkan tangannya.

"Sudahlah! Aku ingin ke kamar dan mengganti baju." Sasuke segera pergi dari sana dan masuk ke kamarnya. Setelah itu, Itachi mencium kening Sakura lalu ikut masuk ke kamarnya.

Naruto masuk ke kamarnya disusul dengan Sakura dibelakangnya. Dia segera mengambil baju. Dia akan mandi sekarang. dia mengambil handuk. Dan Sakura menyalakan tv. Sakura mellirik Naruto yang akan masuk kedalam kamar mandi.

"Maaf ya….. mengganggu acara romantis kalian. Tapi… menurutku. Jika ingin berciuman. Jangan didepan kamar hotel. Jika ada yang melihat-"

BRAK!
Naruto menutup pintu kamar mandi dengan kencang. Dia merasa malu dengan semuanya. Dia tidak menyangka adegannya tadi dengan Sasuke ternyata terlihat oleh Sakura dan Itachi.

Di kamar Sasuke

Sasuke mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi. Tidak berapa lama dia keluar dan menemukan Itachi yang sedang berada diberanda kamar mereka. Sasuke ikut keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuknya.

"Kau harus berhasil, Sasuke." Itachi membuka pembicaraan.

"Tenang saja. aku yakin aku akan membuatnya memaafkanku dan mengembalikannya kembali kepelukanku." Sasuke menatap kebawah.

"Aku yakin kau bisa? Tapi melihat Naruto yang ternyata tidak menolak dicium olehmu. Itu menunjukan bahwa dia sudah sedikit membuka hatinya. Sepertinya dia juga menyanyangi dan mencintaimu."

BLUSH

Muka Sasuke berubah menjadi merah padam.

"Ka-ka-kau melihatnya?" tanya Sasuke terbata.

"Aku dan Sakura melihat segalanya mulai dari acara nafas buatan sampai acara ciuman didepan kamar hotel." Itachi menatap Sasuke dengan wajah innocentnya.

"Sialan!" Sasuke melemparkan handuknya kewajah Itachi lalu masuk kembali kedalam kamar.

"Hahahahahahaha. Kau harus melihat kaca, Sasuke. Lihatlah! Muakmu itu sangat merah. Hahahahaha." Itachi tertawa sangat puas. Sasuke hanya bisa menahan rasa malunya yang sangat besar. Dia tidak menyangka baka anikinya itu melihat semua yang terjadi. Dia harap Naruto tidak marah mengetahui bahwa kejadiannya tadi dilihat oleh Sakura dan Itachi.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto keluar dari kamarnya begitupula dengan Sasuke dan pandangan mereka bertemu. Wajah Naruto langsung saja berubah menjadi merah. Berbeda dengan Sasuke yang bisa menutupi itu semua.

"Aku mendengar ada penjual semangka dibawah. Kau ingin makan juga?" tanya Sasuke.

"Jika kau memaksa, Presiden kedua." Naruto berjalan mendahului Sasuke.

"Hey! Berhenti memanggilku seperti itu. Kita itu sama- sama presiden." Sasuke berlari dan menyamai langkahnya dengan Naruto.

"Tidak! Itu tidak sama." Naruto kembali memasang wajah datarnya.

"Aku bosan melihat wajah datarmu itu." Sasuke menaruh kedua tangannya dibelakang kepalanya.

"Tapi… kau tidak bisa menolaknya." Naruto berkata dengan sangat datar tetapi aura beribawa keluar dari tubuhnya.

"Baiklah! Untuk kali ini aku kalah." Sasuke mengangkat tangannya. Bertanda menyerah.

"Kau memang akan selalu kalah, Sasuke." Naruto menyeringai kepada Sasuke dan hal itu membuat darah Sasuke mendidih.

"NARU… KAU MEMANG TIDAK BISA DIBERI HATI. AKU TARIK SEMUA PERKATAANKU." Sasuke berteriak didepan Naruto.

"Aku tidak peduli." Naruto menjawab tanpa ekspresi. Tapi sesungguhnya dia tertawa dalam hati. Sasuke memang terkadang seperti anak kecil. Naruto berjalan keluar dengan Sasuke yang memasukan tangannya kedalam saku celananya.

"Presiden…." teriak sekumpulan teman Naruto.

"Hn." Naruto menjawab dengan sangat minim.

"Kami mempunyai semangka yang sangat besar, merah dan manis. Maukah kau dan Sasuke bergabung." tanya salah satu siswa disana.

"Tidak ada salahnya." Naruto tersenyum.

BYUR!

Dan darahpun keluar. Walaupun tidak menggunakan baju princess. Senyum yang Naruto keluarkan sangat tulus dan itu terlihat sangat cantik oleh semuanya. Bahkan orang yang tidak sengaja melihatnyapun ikut menutup hidung mereka. Sasuke yang sebenarnya sudah biasa melihat senyum itupun ikut menutup hidungnya. Dulu dia memang sering melihat senyum itu, tetapi sekarang itu adalah kejadian yang sangat langka untuknya.

Narutopun ikut bergabung dengan semuanya. Mereka memotong semangka itu bersama- sama. Dan memakannya bersama- sama pula.

"Manis bukan, Presiden." tanya Gaara kepada Naruto.

"Hn." Naruto memakan kembali semangkanya.

"Naruto, ada biji dipipimu." Sasuke menyentuh pipi Naruto dan mengelap biji itu. Naruto memegang tangan Sasuke yang ada dipipinya.

KREK!

Naruto meremukan tangan Sasuke.

"Aku tidak menyuruhmu untuk membersihkannya." Naruto tersenyum kepada Sasuke. Senyum itu terlihat sangat menakutkan bagi semua yang ada disana. Sasuke menurunkan tangannya dan mengelus tangannya yang terasa sedikit sakit.

"Jangan bermain- main denganku, Sasuke dan jangan memberikan perhatian lebih." senyum masih ada dibibir Naruto. Sasuke mengeluarkan aura hitamnya begitupula dengan Naruto. Aura bahagia dan sangat cerah yang awalnya menyebar kini tertutup oleh aura hitam Sasuke dan Naruto. Membuat semua yang ada disana berfikir untuk segera kabur.

"Ka-ka-kami permisi…." dan semua anak akhirnya memilih kabur, mereka lebih memilih kabur karena mereka masih menyangi diri mereka.

To be continued

Maafkan Tsuki….. Tsuki sibuk banget. Minggu ini minggu praktek dan minggu depan adalah UAS. Jadi Tsuki tidak akan update kilat. Tsuki harus belajar keras. Berhubung Tsuki sudah kelas 3 SMA sekarang. maafin Tsuki ya. Untuk yang menunggu skuel MISI. Tsuki tunda dulu. Karena Tsuki lagi fokus belajar. Hahahahaha. Ok . Tanpa buang waktu. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~