Dan akhirnya Tsuki menyelesaikan cerita PRINCESS. Hahahahaahahaha. Maaf ya karena menunggu lama. Tsuki juga berterima kasih untuk para readers yang telah membaca dan menunggu cerita PRINCESS. Arigatou…. *membungkukan badan.* terima kasih, terima kasih, terima kasih. heheheehehehe. Sudahlah, cuap- cuapnya sampai disini. Balas review….
chielasu88 : maafkan Tsuki…. arigatou…. Amin… iya nih sekarang adalah last chapter. Sekuel? Nanti Tsuki pikirin deh. Soalnya, skuel untuk cerita MISI aja masih dalam proses. Hehehehehe. Kayaknya dibagian cerita ini ada yang masih menunjukan keegoisan Naruto. Kayaknya itu sangat terlihat sangat egois. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Imouto Aruzaki-chan : xixixixixixixi, ternyata tsuki pervert juga nih. Xixixixixi. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Kishu Mars : hehehehe, untung banget. Tapi… sebenernya…. Ga jadi deh. Baca aja ya. *Dilempar sandal.* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
NanaMithrEe 12/10 ch9 : hmmm… itu… liat aja ya… *Dilempar sepatu* ok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
natsuki-riri : hahahahahahaha tunggu beberapa hari lagi ya. Lagi dalam proses. Tapi Tsuki jamin gak bakal lama kok. Aneh? Mungkin… hmmm… Tsuki juga gak tahu. *GUBRAK!* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Luna : disini bakalan lebih iseng tuh Itachi. Hahahahaha. Susah banget loh bikin muka Sasuke merah. Ok, untung sekarang udah selesai UAS nya tinggal nunggu hasil. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Utau no Hana : xixixixi Itachi Tsuki buat jail banget. Hahahahahaha. Tsuki malah butuh transfusi darah akibat kejadian itu. hahahahaha. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
backtothe diah-san michiru : Naruto memang kayak gitu orangnya. Ah… kalo dicium Naru.. aku juga…. aku juga… MAU…. *pingsan* Sora ganti nama ya. Hehehehe. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
PRINCESS?
"Ahhhh… aku malas jika terus disini." Naruto menutup matanya sebentar lalu berjalan meninggalkan Sasuke. Tapi ternyata Sasuke juga ikut berdiri dan mengejar Naruto.
"Bagaimana kalo kita pergi ke pantai?" Sasuke berjalan disamping Naruto.
"Sepertinya tidak terlalu buruk." Naruto menyetujui usul Sasuke.
Naruto dan Sasuke berjalan disepanjang pantai. Walaupun mereka berjalan dalam diam. Mereka menikmati waktu berdua mereka.
"Itachi-Nii, menyiapkan permainan dan acara api unggun nanti malam." Sasuke mencoba membuka suara.
"Begitukah? Aku harap permainannya tidak membuatku harus bekerja keras seperti tadi." Naruto menatap jalan didepannya. Tapi, tiba- tiba dia merasakan tangannya menjadi hangat. Naruto melirik kearah tangannya. Disana dia melihat tangan Sasuke yang menggenggamnya. Naruto langsung mengalihkan pandangannya ke wajah Sasuke.
"Jalannya licin. Aku takut kau jatuh." Sasuke memasukan tangannya yang lain ke saku celananya. Naruto hanya menghela napas dan tidak berbuat apa- apa.
"Aku masih belum bisa memaafkanmu, Sasuke. Maafkan aku." Naruto menatap keatas.
"Tidak apa, waktu masih terus berlanjut bukan?" Sasuke mengeratkan genggaman tangannya.
Naruto hanya tersenyum lalu setelah itu mereka kembali ke Hotel. Mereka melepaskan genggaman tangan mereka setelah mereka berada didekat Hotel. Karena Naruto masih harus menyamar.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
"Hey… kau lama sekali, Sakura!" Naruto menaruh kedua tangannya dipinggang.
"Sebentar lagi. Wig ini tidak mau menempel dengan benar." Sakura menata kembali rambutnya.
"Sudah kubilang. Potong saja rambutmu dan beri warna rambutmu. Begitu sajakan-"
BLETAK!
Sebuah sisir melayang dan tepat mengenai kepala Naruto.
"Tidak akan kulakukan itu. Aku sudah merawat rambutku dengan baik. Tidak akan ku potong hanya karena untuk membantu penyamaranmu saja." Sakura menatap sebal Naruto.
"Iya, iya, iya…" Naruto membuka pintu kamarnya, karena Sakura sudah selesai memperbaiki wignya.
Naruto langsung memasang wajah datarnya dan aura kepresidenan langsung keluar. Dia turun kebawah bersama dengan Sakura. Dibawah semua sudah berkumpul. Naruto dan Sakura ikut bergabung, Itachi yang melihat Sakura datang langsung menarik tangan Sakura untuk berdiri disebelahnya.
"Baik. Aku akan jelaskan bagaimana permainannya. Kalian akan terdiri dari dua orang untuk masuk kedalam acara petualang ini. diakhir jalan ini adalah api unggun. Sebenarnya, jalan ini hanya jalan memutar. Tapi disini banyak sekali jebakannya, kalian pasti akan menikmati permainannya. Baik. Untuk awal kita akan menyuruh para presiden." Itachi mempersilahkan Naruto dan Sasuke yang berangkat diawal. Dan tidak ada yang tidak setuju dengan pendapat Itachi.
Naruto berjalan dengan Sasuke disebelahnya. Mereka berjalan dengan sangat baik. Tiba- tiba Naruto berhenti, sedangkan Sasuke masih terus berjalan.
BRAK!
Sasuke jatuh terpelosok kedalam lubang. Walaupun hanya kaki kanannya yang masuk.
"Ckckckckck, jebakan seperti itu saja kau tidak tahu." Naruto berjalan melewati Sasuke.
"Hey, Naruto! bantu aku." Sasuke berteriak. Tetapi Naruto mengabaikan Sasuke. Sasuke kesal dengan Naruto yang ingin menang sendiri. Setelah bersusah payah keluar, akhirnya Sasuke bisa keluar juga. Sasuke berlari mengejar Naruto. Setelah berlari cukup lama dia akhirnya menemukan Naruto.
Sasuke dan Naruto berjalan dalam kesunyian.
"Kikikiki….."
Tiba- tiba suara perempuan tertawa terdengar dan secara tiba- tiba juga perempuan berambut panjang berbaju putih keluar.
"Sa-sa-sasuke." bisik Naruto pelan. Tapi suara itu tidak terdengar oleh Sasuke. Sasuke hanya melewati saja perempuan itu. Dia tidak peduli.
"Aku tidak akan takut dengan itu." Sasuke terus berjalan. Dia tidak menyadari bahwa Naruto tertinggal dibelakang. Tetapi setelah beberapa lama berjalan. Sasuke merasa aneh karena dia tidak mendengar suara Naruto.
"Naruto." Sasuke memanggil Naruto.
Hening. Tidak ada jawaban.
"Naruto." Sasuke memanggil lagi. Tapi ternyata Naruto masih saja tidak menyahut.
"Naruto! kenapa kau hanya diam saja-" Sasuke menengok kesamping dan menghentikan kata- katanya setelah dia tidak melihat Naruto disebelahnya.
"NARUTO…." Sasuke berteriak. Dia berbalik kebelakang dan melihat Naruto yang terduduk sambil menunjuk- nunjuk perempuan itu.
"Ha-ha-hantu..." keringat dingin keluar dari badannya. Mukanya terlihat sangat pucat. Sasuke yang melihat hal itu baru teringat bahwa Naruto itu sangat takut dengan hantu. 'Hahahahahaha. Suruh siapa tadi meninggalkanku. Saatnya balas dendam.' Sasuke tertawa dalam hati dan meninggalkan Naruto. Tetapi setelah berapa lama berjalan dan dia tidak menemui tanda- tanda Naruto datang. Sasuke menghentikan langkahnya.
"Mengapa aku selalu lemah terhadapnya." Sasuke mengepalkan tangannya dan berbalik. Dia berlari menuju tempat dia bertemu dengan hantu itu. Dia masih melihat Naruto yang terduduk sambil menunjuk hantu itu. Sasuke menghela napas lalu mendekati Naruto.
"Dia hanya robot. Dia tidak akan pergi jika dia masih mendeteksi panas tubuhmu." Sasuke menarik tangan Naruto. Tapi, untuk berdiri saja Naruto tidak bisa. Tubuh Naruto bergetar hebat. Sasuke terkikik melihat hal itu.
"Ja-ja-jangan tertawa." Naruto mencoba berbicara. Sasuke yang melihat hal itu akhirnya memilih untuk menggendong Naruto ala bridal style. Naruto benar- benar lemah terhadap hantu.
TAK!
Sesuatu dari kantong Naruto jatuh. Tetapi itu tidak disadari oleh mereka. Dan akhirnya mereka terus berjalan. Mereka akan menuntaskan permainan itu.
"Jika kau tidak ingin ada kejadian seperti tadi. Kita harus bekerjasama saling tolong menolong." Sasuke memperingatkan Naruto.
"Baiklah. Sekarang turunkan aku!" Naruto meminta untuk diturunkan tetapi Sasuke yang mendengar perkataan Naruto hanya menyeringai.
"Tidak bisa!" Sasuke meneruskan jalannya dengan santai.
"Turunkan aku atau-."
BRUK!
Sasuke menjatuhkan Naruto dari gendongannya.
"AW…." Naruto langsung berdiri dan mengelus pantatnya yang tadi terkena langsung dengan tanah. Naruto menatap sebal Sasuke.
"SASUKE….." tariak Naruto memecah keheningan malam.
"Bukankah kau bilang ingin turun?" Sasuke berkata dengan innocennya.
"Tapi tidak seperti itu." Naruto menyilangkan tangannya lalu berjalan mendahului Sasuke.
"Kau marah?" tanya Sasuke berjalan disamping Naruto.
"…" Naruto tidak menjawab.
"Hey! Aku benar- benar hanya menuruti perkatanmu." Sasuke merasa tidak enak. Dia khawatir Naruto akan marah lagi dengannya, padahal dia sudah berusaha untuk dekat dengan Naruto. Dia sangat khawatir Naruto melupakan kejadian yang terjadi siang tadi dan kembali seperti awal. Saat dimana Naruto sangat membenci Sasuke.
"Aku minta maaf. Kau ingin aku yang minta maaf, bukan?" Sasuke melihat Naruto. Tapi yang dilihatnya hanya muka datar Naruto.
"Naru…." Sasuke menggandeng tangan Naruto.
"Berhenti bertingkah laku seperti anak kecil! Aku hanya sedang sedikit kesal. Sasuke yang ku kenal dulu tidak seperti ini. Sasuke yang kukenal pada saat aku kecil adalah Sasuke yang cuek, cool dan tidak peduli dengan apapun. Bahkan dia sangat tidak berekspresi. Sekarang kau sangat OOC." Naruto akhirnya berbicara panjang lebar. Sasuke diam sesaat. Dia mengeratkan genggamannya. Ada perasaan marah dalam dirinya mendengar perkataan Naruto tadi.
"Kau fikir ini karena siapa? HAH? Ini semua aku lakukan untuk mendapatkan maaf darimu." Sasuke melepaskan genggaman tangannya.
Naruto melirik Sasuke sekilas lalu kembali berjalan dengan muka yang datar. Sasuke hanya bisa menghela napas lalu berjalan disamping Naruto. Dan mereka menyelesaikan permainan itu dalam diam.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto dan Sasuke duduk berjauhan. Mereka hanya saling melirik sebentar. Tetapi yang sering melakukan lirikan itu adalah Sasuke. Naruto hanya melirik beberapa kali. Berbeda dengan Sasuke yang melirik Naruto bahkan menatap Naruto.
'Dia fikir siapa yang membuatku seperti ini. aku seperti ini untuk dirinya, tetapi dia malah menyalahkan perubahan sifatku. Dasar perempuan!' batin Sasuke sedikit kesal. Sasuke kembali melihat Naruto. tetapi dia tidak melihat Naruto ditempatnya. 'Biarlah! Aku sedang tidak ingin mencarinya.' Sasuke mengabaikan Naruto. Sasuke menikmati acara api anggun itu. Walaupun disana tidak ada Naruto. Tetapi sebenarnya itu menyiksa Sasuke. Pikirannya terus saja memikirkan Naruto. Berbeda dengan Itachi yang sangat menikmati api unggun itu. Tentu saja itu semua karena Sakura ada disampingnya.
Malam sudah semakin larut. Sasuke memutuskan untuk segera pulang ke hotel. Sudah banyak dari mereka yang pulang. Acara api unggun itu ternyata berada tepat dibelakang hotel itu. Tetapi karena permainan tadi mereka tidak menyadarinya. Itachi memberitahu jalan pintas menuju hotel setelah mereka semua sampai ditempat api unggun.
Sasuke menggaruk kepalanya. Dia sudah sangat mengantuk. Sasuke agak sedikit kesal dengan Itachi dan Sakura yang sedang bergandengan tangan didepannya. Melihat hal itu membuatnya kembali teringat tentang kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Naruto. Sasuke segera masuk kedalam kamar. Sedangkan Sakura dan Itachi mengobrol dulu didepan pintu kamar. Cukup lama Sakura dan Itachi mengobrol. Setelah mengobrol Itachi masuk kedalam kamar.
"Apa Naru-chan sudah memaafkanmu?" Itachi menjatuhkan dirinya dikasur, tepat disebelah Sasuke yang sudah menutupkan matanya. Tetapi sebenarnya Sasuke belum tertidur.
"Hn." Sasuke menyahut.
"Kau harus berusaha. Aku sudah berjanji kepada Naru-chan. Jika Naru-chan belum memaafkanmu sampai acara liburan ini selesai. Aku akan menyerah dan menyetujui untuk membatalkan pertunanganmu." Itachi menutup matanya. Dia dapat merasakan Sasuke yang mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aku tidak mengerti dirinya. Dia tidak suka diriku yang sekarang. Yang menurutnya sangat OOC. Tetapi dia juga tidak mau memaafkanku. Cuek marah, peduli tidak suka. Hua… dia membuatku frustasi." Sasuke mengacak rambutnya.
"Kau harus lebih saja dia-"
BRAK BRAK BRAK
Terdengar suara ketukan pintu atau suara ketukan pintu yang sangat tidak enak didengar.
"Kau yang buka!" Sasuke menyuruh Baka Anikinya.
"Kau saja. Kau itu otoutou!" Itachi berguling kesamping.
"KU MOHON BUKA. AKU MOHON. NA-NA-NA-NARU. INI MASALAH NARUTO. KU MOHON BUKA." Terdengar suara dari balik pintu. Sasuke yang mendengar nama Naruto disebut segera turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya. Dan pada saat pintu dibuka dia hanya melihat Sakura yang menangis.
"ADA APA?" pertanyaan Sasuke terdengar seperti membentak.
"Na-na-naru." Sakura tidak bisa menahan air matanya.
"KATAKAN!" Sasuke mengguncang- guncang tubuh Sakura. Tiba- tiba sebuah tangan menghentikan gerakan Sasuke.
"Ku bilang kau harus lebih lembut." Itachi melepaskan tangan Sasuke dan menarik Sakura kedalam pelukannya.
"Tenangkan dirimu dan katakana apa yang terjadi." Itachi berkata dengan sangat lembut dan membelai rambut Sakura.
"KATAKAN! JANGAN MEMBUATKU MENUNGGU DAN EMOSI!" Sasuke benar- benar ingin tahu apa yang terjadi. Sakura mendorong tubuh Itachi sedikit. Dia menyadari bahwa sekarang bukan saatnya untuk tenang.
Flash Back
Sakura masuk kedalam kamar tetapi langkahnya terhenti setelah mencoba membuka pintu yang ternyata pintu masih dalam keadaan terkunci. 'Bukankah Naruto bilang bahwa dia akan pulang duluan karena dia merasa pusing.' Sakura mulai merasakan hal yang tidak enak. Dikeluarkannya kunci cadangan kamarnya dan masuk kedalam kamar.
Sakura masuk, tetapi dia tidak menemukan Naruto. Bahkan dia tidak menemukan tanda- tanda bahwa Naruto datang ke kamar. Keadaan kamarnya tidak berbeda dengan keadaan sebelum mereka pergi. Sakura masuk kedalam kamar mandi.
"Naru? Kau disana?"
SRAK!
Sakura membuka tirai kamar mandi, tetapi… Naruto tidak ada disana. Sakura makin merasakan sesuatu yang tidak enak. Dia meraskan ada hal yang tidak beres yang terjadi dengan Naruto. Sakura mencoba menelfon Naruto tetapi ternyata tidak tersambung. Sakura melemparkan handphonenya dan berjalan mondar- mandir. Mencoba menenangkan hatinya.
Tiba- tiba suara nada dering hpnya terdengar. Dia segera mengambil hpnya.
"Hallo?" Sakura berbicara.
"A-a-akhirnya aku dapat menghubungimu." terdengar suara sangat lemah dari sebrang.
"NARUTO! kau dimana?" Sakura berkata dengan sangat khawatir.
"A-a-aku. Ha, ha, ha." terdengar suara orang sesak. Sakura mulai paniK.
"NARUTO! NARUTO! KAU DIMANA? JANGAN BILANG KAU TIDAK MEMBAWA OBATNYA!" Sakura berteriak.
"Sa-sa-sakura. Aku menjatuhkannya. Ha, ha,ha, ha." Naruto memaksakan berbicara.
"KATAKAN DIMANA KAU SEKARANG!" Sakura makin bertambah panik.
"Aku di-"
PET
Sambungan terputus. Sakura yang menyadari bahwa ini sangat tidak baik segera melempar hpnya dan keluar kamar dia segera mengetuk pintu kamar Itachi yang notabenenya berada paling dekat dengan dirinya dan air mata terus mengalir dari matanya.
Flash back off
"Aku yakin dia berada dalam permainan itu. Aku yakin. Tolong aku! Aku takut Na-na-naru-." Sakura tidak menyelesaikan kalimatnya. Sasuke yang sudah mengetahui secara jelas apa yang terjadi segera berlari kebawah. Dia tidak lagi peduli dengan apapun. Dia bahkan lupa untuk memakai sepatu ataupun sandal. Dia tidak menggunakan alas kaki. Sasuke belari, dia tidak menggunakan lift. Karena pintu lift tertutup. Kamarnya berada dilantai 3. Sasuke segera menuju tangga darurat. Dan dia terus berlari dan berlari.
Sasuke memasuki tempat permainan itu lagi. Dan masih dalam keadaan berlari.
BRAK!
Seperti awal, dia masuk kedalam jebakan pertama. Sasuke merasakan kakinya sangat sakit sekarang berbeda dengan pertama kali dia terperosok. Dia yakin kakinya luka dan terkilir. Dia berusaha untuk bangun tetapi itu sangat susah sekali. Rasa sakit dari kakinya menyebar keseluruh badannya.
"Ckckckckck, jebakan seperti itu saja kau tidak tahu." tiba- tiba perkataan Naruto muncul dibayangannya. Dia dapat melihat Naruto yang melewati dirinya.
"Aku tidak boleh lemah!" Sasuke langsung sekuat tenaga keluar dari jebakan itu. Entah mengapa Sasuke yakin bahwa Naruto berada ditempat hantu itu. Karena dia yakin obat itu terjatuh saat dirinya menggendong Naruto. Dan jika hal itu benar. Itu benar- benar sangat membuatnya cemas.
Sasuke berjalan.
CKIT…
Rasa sakit dari kakinya terasa saat dirinya baru saja satu langkah berjalan. Sekarang dia tahu bahwa kakinya terkilir. Dilihatnya kakinya. Dia dapat melihat darah keluar dari kakinya dan sepertinya tulang kakinya sedikit bergeser.
"Aaaa…" Sasuke berteriak. Tetapi dipaksakan dirinya untuk berjalan. Sakit yang dirasakan dirinya tidak lebih sakit dengan sakit apa yang sedang dirasakan Naruto sekarang. Dia yakin itu.
Sasuke berjalan dengan langkah kaki kanan yang terseret. Dan dia hanya ingin cepat bertemu dengan Naruto.
"NARUTO! NARUTO…" Sasuke berteriak. Tetapi dia tidak mendapatkan balasan dari Naruto. Dikepalanya kembali terbayang wajah Naruto. Wajah Naruto yang menyeringai licik, wajah Naruto yang menatap remeh dirinya dan… wajah Naruto yang sedang meminta pertolongan.
"SHIT!" Sasuke mengumpat. Dia bertambah memaksakan dirinya berjalan. Sampai akhirnya dia dapat melihat si rambut orange yang sedang mencoba untuk mengambil sesuatu dibawah kaki hantu perempuan itu.
"NARUTO!" teriak Sasuke lagi.
"Ha, ha, ha, ha. Sa-sa-sa-su-ke." Naruto tersenyum lalu…
BRUK!
Tangan Naruto yang mencoba menggapai obatnya jatuh. Tangannya jatuh terkulai lemas. Sasuke yang melihat hal itu seperti tidak mau peduli dengan kondisinya. Dia segera berlari. Dia menahan rasa sakit yang terus saja menjilat kaki dan seluruh tubuhnya.
BRAK!
Sasuke memukul hantu perempuan itu. Dan hantu itu langsung rusak seketika dan terlempar sangat jauh.
"NARUTO! NARUTO!" Sasuke mengguncangkan tubuh Naruto. Tetapi Sasuke tidak menemukan tanda- tanda kesadaran Naruto. Yang dilihatnya hanya gerakan dada Naruto yang turun naik dengan cepat dan wajah Naruto yang sangat pucat. Tapi ternyata itu tidak benar Naruto masih mendapatkan sedikit kesadarannya.
Tanpa menunggu waktu lagi. Sasuke segera menggendong Naruto dipunggungnya dan Sasuke segera membawa Naruto untuk cepat keluar dari sana dan tentunya obat itu sudah ada ditangan Naruto. Naruto merasakan bahwa mungkin dirinya akan berakhir disini.
"Sa-sa-sasuke." Naruto berkata dengan sangat lemah.
"DIAM!" Sasuke membentak Naruto.
"Jika sekarang adalah hari akhir dimana kita bersama. Aku sangat bahagia dengan-"
"DIAM!" Sasuke kembali berteriak.
"HEH! Kau tidak berubah ya. Selalu membentak dan membantuku. Kau ingat kejadian dulu? kau juga menggendongku bukan?" Naruto sedikit tertawa.
"Aku menyuruhmu diam. AKU MENYURUHMU DIAM!" Sasuke merasakan matanya memanas.
"Hahahha. Kau selalu memaksa. Hari dimana aku kesulitan kau selalu ada. Kau benar- benar pahlawan bagiku. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Aku-"
"AKU BILANG DIAM!" Sasuke merasakan sesuatu yang sedikit panas menyentuh pipinya. Air mata telah jatuh dari matanya.
"Kau menangis? Kau tidak boleh menangis Sasuke. Aku belum pernah melihatmu menangis." Naruto menenggelamkan kepalanya dipunggung Sasuke.
"Ku mohon Naruto. diamlah, diamlah." Sasuke menambah kecepatan berjalannya karena nafas Naruto sangat terdengar menyakitkan.
"Aku yang harusnya bilang seperti itu. Kau ingat? Waktu dulu kita masih kecil kita selalu bersama." Naruto sedikit tersenyum dengan menahan rasa sakitnya. Sasuke tidak bersuara sekarang karena dia tahu Naruto ingin berkata lebih lama. Naruto menghirup benda yang ada ditangannya. Dia ingin berkata panjang lebar dengan Sasuke.
"Kau tahu aku sangat merindukanmu. Kau bilang kau akan kembali. Tetapi kau tidak juga kembali. Di sekolah aku sering sekali dijauhi oleh anak- anak karena mereka tidak mau berteman denganku. Kau tahu? mereka bilang aku aneh. Mungkin bukan salah mereka tidak mau berteman denganku. Tetapi karena aku tidak mau berteman dengan mereka. Aku takut! Aku takut posisimu sebagai teman terbaikku akan berubah. Aku selalu tidak mau berteman dengan siapapun. Melihat mata merekapun aku tidak mau. Aku selalu sendiri. Sendiri menunggumu pulang. Tapi pada suatu hari pada saat pulang sekolah aku dihadang oleh kakak kelas dan para teman kelasku yang sudah muak dengan tingkahku. Apa kau tahu? aku sangat takut waktu itu. Mereka datang dan menjambak rambutku. Aku tentu ingin berteriak. Tetapi aku tidak bisa. Aku merasakan tubuhku sangat sakit ketika pukulan- pukulan dan tendangan mengenai tubuhku. Aku tahu aku sangat bodoh waktu itu. Tapi… aku berharap kau akan datang dan menyelamatkanku. Tapi… aku tahu itu tidak mungkin. Aku menutup mataku dan saat itu aku mendengar suara orang berteriak. Itu adalah suara Ino dan Sakura. Hahaha. Itu pertama kalinya aku bertemu dengan mereka." Naruto menghirup kembali obatnya.
"Itu saat pertama aku bertemu dengan mereka. 2 orang anak perempuan yang sangat berani. Tapi… aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Aku hanya tahu pada saat membuka mata aku sudah ada di rumah. Kaa-san memberitahu bahwa 2 orang gadis membawaku pulang. Setelah kejadian itu aku masih tidak mau berteman dengan mereka. Aku masih menunggumu pulang atau setidaknya menelfonku." Naruto merasakan nafasnya sudah mulai sulit diatasi.
"Ha, ha, ha, ha. Tapi… yang harus kau dan mereka tahu adalah aku sangat beruntung bertemu dengan kalian. Aku mempunyai dirimu yang selalu menjadi pahlawanku. Dan aku mempunyai mereka yang selalu ada untukku apapun yang terjadi. Aku dirubah oleh mereka menjadi seorang gadis yang ceria. Sampai akhirnya aku ditawari menjadi seoang model. Aku… aku…" Naruto melepaskan satu tangannya yang sedang memegang obat itu. Dia menghirup dengan sangat cepat obat itu. Tetapi… dia menyadari bahwa obat itu telah habis. Naruto memegang dadanya.
"Aku… aku beruntung bertemu dengan kalian. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak bertemu kalian. Terima kasih. Terima kasih." suara Naruto terdengar berat.
"NARUTO! BERTAHANLAH! Aku sudah melihat jalan raya." Sasuke mencoba melihat wajah Naruto.
"Sa-su-ke a-ku memaafkanmu. Terima kasih atas segalanya. Aku minta maaf karena sudah bertingkah bodoh. Masalah pertunangan aku-"
"NARUTO!"
Terdengar suara dari belakang. Disana terlihat ambulan sudah bersiap. Ternyata Itachi dan Sakura tidak mencari Naruto dulu karena mereka memanggil ambulan. Beberapa orang berbaju putih langsung menurunkan Naruto dari gendongan Sasuke dan memasangkan oksigen. Setelah itu Naruto jatuh pingsan.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
TIT TIT TIT
Suara mesin yang berada disebelah Naruto terdengar sangat jelas oleh semua yang ada disana. Semuanya menangis melihat keadaan Naruto.
"Sasuke. Ayo ke dokter terlebih dahulu. Kakimu sudah bengkak sekali. Sudah seharian kau disini." suara perempuan terdengar. Itu adalah suara Mikoto. Ibu Sasuke. Setelah diberitahu, keluarga Sasuke yang ada di Amerika langsung datang. Mereka khawatir dengan Naruto dan tentunya dengan Sasuke juga. Kushina bahkan sudah kehabisan air mata dan suaranya. Dia hanya bisa menangis dipelukan Minato. Ino dan Sakura berada disebelah Kushina. Berharap dapat sedikit menenangkan Kushina.
"AKU TIDAK MAU. Bagaimana jika pada saat aku pergi Naruto terbangun dan mencariku? Aku tidak ingin meninggalkannya lagi." Sasuke berkata dengan sangat lemah diakhir. Kakinya hanya sedikit diberi perawatan. Bahkan Sasuke tidak mau diperban karena waktu kakinya ingin diperban, Naruto sudah dibawa ke kamar. Dia ingin selalu disamping Naruto.
BUGH!
"Jangan bodoh! Kau juga harus menjaga kesehatanmu." Itachi memukul wajah Sasuke dan memarahinya. Sasuke memegang pipinya yang tadi dipukul dan menatap Itachi. Kemudian seringai muncul diwajahnya.
"Kau fikir siapa yang membuatku seperti ini. KALIAN FIKIR SIAPA! Aku tidak menyetujui untuk pindak ke Amerika. AKU TIDAK MAU PERGI! tapi kalian memaksaku. Kalian hanya mementingkan diri kalian saja. LIHATLAH! GARA- GARA AKU NARUTO BERBARING DISINI! Itu semua karena aku tidak terus berada disampingnya. AKU TEMANNYA, AKU SAHABATNYA, AKU TUNANGANNYA! Kalian harus mengerti itu. bahkan sepertinya kata teman tidak pantas untukku. Aku ingin bertanya. Bagaimana reaksi kalian saat kalian tahu orang yang paling kalian sayangi dan kalian cintai berbaring di rumah sakit dan tak sadarkan diri. BAGAIMANA! Bagaimana perasaan kalian saat orang yang kalian sayangi pada saat terakhir, pada saat dirinya menahan sakit. Dirinya mengeluhkan keluh kesahnya seakan- akan dia akan pergi. BAGAIMANA!" Sasuke memegang dadanya dan meremas bajunya. Kushina bertambah tidak bisa menahan tangisnya. Dia sekarang sangat takut kehilangan Naruto.
"Aku hanya ingin disini. Hanya disini. Aku takut dia akan meninggalkanku saat aku pergi. Aku takut! Karena jika sekarang aku pergi dan ternyata dia hilang lagi. Aku takut, aku tidak tahu bagaimana caranya untuk bertemu dengannya lagi. Aku-"
BRUK!
Sasuke akhirnya jatuh pingsan. Tetapi sebelum tubuhnya jatuh. Tubuhnya sudah ditangkap oleh Itachi. Sakura dan Ino hanya bisa menangis. Semuanya bahkan menangis. Mereka tidak ingin apa yang dikatakan Sasuke terjadi. Naruto akan selalu bersama dengan mereka selamanya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sasuke membuka matanya, dia melihat atap kamar rumah sakit.
"Kau sudah bangun?" Itachi mendekat kearah Sasuke.
"Dimana aku?" Sasuke memegang kepalanya.
"Kau tidak sadarkan diri selama 3 hari dan kau tepat disebelah kamar-." Itachi menghentikan kalimatnya.
"Ada apa? Ada apa? DIMANA NARUTO! DIA TIDAK APA- APAKAN?" Sasuke langsung mengubah posisinya untuk bangun dan turun dari ranjang. Tapi… setelah kakinya menyentuh lantai dia langsung jatuh. Kakinya tidak bisa menahan beban dirinya.
"BAWA AKU KESANA!" teriak Sasuke keras. Itachi hanya diam.
"AKU MOHON! DIA PASTI SEDANG MENCARIKU!" Sasuke menatap Itachi dengan pandangan memohon. Itachi hanya bisa memandang Sasuke dengan pandangan sedih. Tapi akhirnya dia segera menggendong Sasuke dipunggungnya.
Itachi membawa Sasuke ke kamar Naruto. Tapi, setelah kamar dibuka. Disana tidak terlihat siapun. Kamar Naruto sudah bersih dan rapih. Sasuke meminta Itachi untuk menurunkannya. Dengan kaki kanannya yang digeret Sasuke mendekati ranjang Naruto yang telah kosong.
"Sasuke, maafkan aku. Dia sudah pergi." Itachi menundukan kepalanya.
Sasuke meremas selimut yang ada dikasur itu. Air mata kembali jatuh dari matanya.
"Sudah kubilang aku tidak boleh pergi darinya. SUDAH KUBILANG! SUDAH KUKATAKAN KEPADA KALIAN. JANGAN MEMBAWAKU PERGI MENINGGALKAN NARUTO! SUDAH KUBILANG!" Sasuke makin meremas selimut itu. Tapi kemudian dia mengelus dan mencium selimut itu. Berharap masih menemukan aroma tubuh Naruto. Mencoba merasakan kehadiran Naruto.
"Kalian memang selalu memaksaku!" Sasuke berkata pelan.
"Kalian selalu memaksakan kehendak kalian." Sasuke menutup matanya.
"Kalian." Sasuke meremas kembali selimut Naruto dan dia kembali menangis. Entah sudah berapa kali dia menangis akibat perbuatan Naruto. kamarpun menjadi hening. Hanya ada suara isakan Sasuke.
BRAK!
pintu kamar Naruto terbuka.
"Sudah ku katakan Itachi- Nii… jangan bermain dengan permainan konyol seperti ini. Aku ini masih hidup belum mati. Hey, Sasuke! kau baru siuman tetapi kau sudah jalan- jalan!"
Sasuke mendengar suara seseorang yang sangat cempreng. Dia sangat mengenali suara itu. Sasuke segera mengangkat kepalanya dan melihat kearah Itachi. Dan dia melihat seseorang yang sangat disayangi dan dicintainya berdiri tepat disamping Baka Anikinya itu.
"Na-na-naruto?"
"Ku bilang kau baru siuman. Jadi kembalilah ke kamarmu." Naruto berjalan mendekati Sasuke.
GRAB!
Sasuke langsung memeluk Naruto.
"Aku sangat mencemaskan dirimu, aku sangat mencemaskanmu! Ku fikir kau-"
TAK
Naruto memukul kepala Sasuke.
"APA?" Naruto menatap tajam Sasuke. Tapi Sasuke tidak melihat hal itu dia hanya semakin mempereraat pelukannya.
"Dasar Itach- Nii. Senang sekali membuat seseorang susah. Kau membuaku terlihat mati didepan Sasuke. Sekarang bantu aku! Tubuh Sasuke sangat berat. SASUKE! aku tidak bisa menahan berat badanmu!" Naruto mencoba mendorong tubuh Sasuke tetapi tidak bisa.
"SASUKE…" Naruto berteriak sangat keras.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Saat Kembali Masuk Sekolah
"Jangan menganggap setelah masuk kalian akan mendapatkan hal yang istimewa. Kalian tetap akan terkena hukuman jika kalian tidak berpakaian rapih." Naruto berbicara dengan nada datar dan semua orang yang mendengarnya langsung merinding.
"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan." tiba- tiba suara lain terdengar tanpa ekspresi juga.
GLEK!
Orang yang sedang dimarahi itu menelan ludah mereka dan mereka langsung mengangguk lalu berlari menjauh dari duo orang tanpa ekspresi itu.
"Sasuke. kau mengikuti gayaku." Naruto berbalik dan segera menuju kelasnya.
"Aku hanya kembali keekspresiku seperti semula." Sasuke menyeringai. Naruto dan Sasuke berjalan berdua dengan mengeluarkan aura kepresidenan mereka berdua.
"Hay…" teriak seseorang dari belakang. Tapi ternyata teriakan itu tidak dipedulikan oleh Sasuke maupun Naruto.
BRAK!
Orang itu menabrak Sasuke dan Naruto.
"Sakura." Sapa Naruto dan Sasuke bersamaan. Tetapi dengan nada datar.
"AH! Aku tidak menyangka kalian akan menjadi duo yang sangat menyebalkan." Sakura ikut berjalan diantara mereka berdua.
"Presiden!" tiba- tiba Kiba berada disebelah Naruto.
"Ada apa?" tanya Naruto. Kiba langsung menyerahkan map kepada Naruto. Naruto langsung menerimanya dan membacanya. Kiba memperhatikan Naruto sebentar dan matanya sekarang mengarah pada sesuatu yang ada di tangan Naruto.
"Presiden! Itu cincin pertunangan bukan?" tanya Kiba tidak percaya.
"Hn." Naruto menjawab dengan minim. Kiba mengangguk dan mengelus dagunya.
"owh…" Kiba mengangguk- ngangguk. Tapi kemudian Kiba diam.
"APA! PRESIDENT BERTUNANGAN!" Kiba tiba- tiba saja berteriak.
"Presiden kedua. Kau tahu-" Kiba tidak melanjutkan perkataannya setelah melihat cincin yang ada ditangan Sasuke juga.
"KALIAN?" Kiba merasa tidak percaya. Muka Kiba terlihat sangat aneh sekarang. Dia berhenti berjalan dan mencoba memproses apa yang terjadi sekarang diotaknya.
Naruto, Sasuke dan Sakura berjalan meninggalkan Kiba yang terlihat shock. Sebenarnya ketiga orang itu tertawa. Walaupun yang hanya terlihat tertawa hanya Sakura. Karena Naruto dan Sasuke masih saja menggunakan topeng kepresidenannya. Tiba- tiba Kiba sadar lalu Kiba berteriak dari belakang.
"HEY… KALIAN HARUS MEMBERITAHUKU. SIAPA WANITA YANG BERUNTUNG ITU! SIAPA KEDUA WANITA ITU? KALIAN HARUS MEMBERITAHUKU!" Kiba berlari, dia berlari mengejar Naruto, Sasuke dan Sakura. Yang notebenenya sudah berada jauh didepannya. Setelah menangkap tangan Naruto. Kiba meminta penjelasan dengan tatapan matanya. Tetapi… setelah melihat senyum Naruto yang sangat menyeramkan. Kiba mengurungkan niatnya. Dia memilih untuk diam dan mempersilahkan Naruto untuk kembali membaca map itu dengan cermat dan dalam kesunyian.
~OWARI~
Hohohohoho… selesai….. hahahahahaha. Seneng banget akhirnya selesai juga. hahahahahaha. Maaf ya, membohongi para readers dulu tentang kematian Naruto. Tetapi tenang… cerita ini pasti berakhir happy ending. Tsuki mau bercerita sedikit, Tsuki itu nangis pas nulis cerita pertolongan Naruto itu… Tsuki membayangkan bagaimana keadaan Naruto dan Sasuke saat itu. Dan bagaimana sedihnya Sasuke. Tsuki juga ga tahu kenapa tiba- tiba tsuki ga bisa melihat dan setelah berketip. Air mata jatuh. Heheheheehe. Sudahlah, Tsuki bercerita yang tidak perlu. Tsuki sekali lagi berterima kasih kepada para readers yang udah mau baca dan menunggu cerita Tsuki sampai selesai. Terima kasih juga atas saran, kritik dan pujiannya. Arigatou… *membungkukan badan* Tsuki juga minta maaf. Untuk para readers yang menunggu sekuel MISI. Tunggu sebentar ya. Cerita masih dalam proses. Hehehehe.
Naruto : selalu saja begini. Apa setiap cerita Author berakhir, aku harus memanggil Author untuk segera berkumpul.
Tsuki : tentu saja!
Naruto : baiklah! Ayo berkumpul.
Tsuki : heheheehhe.
*Tsuki berkumpul dengan yang lain.*
SEMUA : KAMI PEMAIN DARI CERITA PRINCESS BESERTA DENGAN AUTHOR MENGUCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK. ARIGATOU…. *semua membungkukan badan.*
Tsuki : Tsuki tunggu reviewnya… hehehehehehe. Bye….. bye…. *melambaikan sapu tangan.*
