Disclaimer : masih milik Om Masashi, tapi yang ini punya ku
WARNING : cerita menggaje, OOC, Typo, Aneh, n banyak kesalahan lain
Ini dia chapter3, semoga masih layak baca*amin*
Silahkan…
Hinata POV
Jam menunjukkan angka 2, entah kenapa aku ingin sekali keluar kamar, aku meraih handphone ku, mengantonginya dan pergi keluar kamar,
"pasti sangat enak melihat bulan dan bintang di balkon depan," batinku,
Aku menghentikan langkah ku saat mendengar derap kaki seseorang, aku merinding, sepertinya ada seseorang di balkon depan, aku ingin sekali mengetahui siapa itu, walau dengan langkah takut, aku tetap menuju balkon, saat aku berbelok,
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" aku berteriak, lalu semua gelap.
Sasuke POV
Aku kaget ngeliat seorang wanita berjalan kearah ku, aku tau dia seorang wanita, dari bentuk tubuh dan rambut panjangnya, bulu kaki ku meremang, maksudku, bulu kudukku, apalagi tadi Neji bercerita tentang pembunuhan di rumah ini sekitar 20 tahun yang lalu, sebenarnya aku ga takut, Cuma ngeri aja… (author: apa bedanya pantat ayam?)
Bayangan wanita itu mulai mendekat, aku bisa merasakannya, aku menunggu…
1 detik
5 detik
10 detik
TREP! *kalo ga salah denger gini deh langkah wanita itu waktu dia mau kearah gue*
""AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" wanita itu memekik saat ia melihatku, ia ambruk seketika.
Aku mendekati wanita yang sudah ambruk itu, dan ternyata itu Hinata!
Aku celingukan, semoga aja ga ada yang bangun. Keuntungan besar untuk ku suara Hinata ga gede-gede amat, masalahnya amat aja ga gede-gede gitu *plak.
Jadi permasalahan yang benar-benar masalah adalah, APA YANG HARUS KU LAKUKAN ?
Options pertama, tinggalin aja di sini ? *coreeeettt*
Options kedua, berusaha nyadarin dia, udah sadar langsung tinggalin ?
Options ketiga, angkat dia ke kamarnya, abis itu tinggalin depan pintu kamar?
Options terakhir, pikirin apa yang harus di lakukan sampe pagi?
ARGH! Frustasi sendiri jadinya!
Hm,,, akhirnya aku memutuskan untuk ngegendong Hinata sampe depan kamarnya, dari pada ditinggalin disana sendirian terus ditanya kenapa, dia jawabnya gara-gara tadi malem liat jurig ganteng, ketauan gua dong yang jadi jurignya? ( maksudnya Setannya )
Untung aja berat tubuh Hinata tidak seberat perempuan lainnya, apa karena aku terlalu bersemangat ?
Normal POV
Sasuke mengangkat Hinata sampai depan kamarnya, dan mengubah posisi hinata menjadi duduk, lalu ia berjongkok, mengelus pipi Hinata dan mengecup ubun-ubun Hinata
"kesempatan nih" batinnya, tersenyum mesum (author di chidori sama sasuke)
Setelah menyandarkan Hinata, Uchiha bungsu itu bergegas balik ke kamar Neji, dengan tampang tanpa dosa, lalu tidur.
O^O^O^O
Pagi-Pagi Di Rumah Hyuuga
Hinata POV
Aku terbangun saat cahaya mentari menyinari tepat muka ku, aku kaget menemukan diriku menyandar di pintu kamar, aku mengingat-ingat kejadian tadi malam, seseorang dibalkon, tapi aku tidak begitu mengingatnya, yang aku ingat, aku hanya berteriak, apa itu mimpi?
Entahlah, siapa yang peduli ?
Lebih baik aku cepat-cepat mandi, nanti kaa-san pasti nanya-nanya aku kenapa…
Sasuke POV
Aku turun ke ruang makan Hyuuga, bersama Naruto dan Tuan rumah, Neji Hyuuga, untung saja sekarang hari libur, jadi aku santai-santai, tidak perlu cepat-cepat ke rumah,
Kami duduk di tempat yang disediakan, aku duduk di samping Naruto yang masih mengantuk, Neji duduk di tempat yang seharusnya di isi kepala keluarga.
Beberapa menit sebelum makanan dihidangkan, seorang malaikat cantik berwajah imut turun dari lantai atas, wajahnya berseri-seri, Hinata selalu begitu, pipinya merona, kulit putihnya tampak bercahaya, hh… kenapa aku terpesona seperti ini ?
Hinata turun dan menyapa ibunya "Ohayou kaa-saaaan.." ucapnya.
Ku kira ia berhenti sampai di sana, lalu duduk begitu saja, tapi tidak, ia menyapa Neji, Naruto dan… AKU!
"Ohayou, nii-saan, Naruto-san, Sasuke-san…" ucapnya, suaranya begitu lembut,
hh…
cantiknya dia...
Naruto POV
Sarapan pagi pertama ku dengan si cantik Hyuuga, maksudku Hinata (bukan kaa-sannya), tentu saja!
Rasa kantuk ku langsung hilang saat ia menyapa ku, aku terpaku melihatnya, biasanya Hinata memakai pakaian yang tebal dan tertutup, tetapi kini ia memakai dress , tiga senti dari permukaan laut eh, salah, maksudku dari atas lututnya.
Aku hanya bias tersenyum, entahlah, aku merasa deg-degan…
Hinata duduk di depan Sasuke, tersennyum dengan pipi yang memerah kearah kami semua,
Aku membalas senyumnya, begitu juga dengan si Pantat Ayam dan Neji.
Kami makan tanpa ada yang bersuara, si Pantat Ayam terlalu sibuk untuk jaim kalo si Neji, sibuk sama sayur didepannya, dia misah-misahin makanan kaya orang autis, kalo Hinata, sibuk ngaduk-ngaduk makanan sesekali ia menyuapkan sedikit sekali, sepersepuluh makanan yang ia makan, pantas saja ia langsing begini…
Hmm…
Sempurnanya dia…
O^O^O
NORMAL POV
Setelah selesai sarapan mereka semua, bersama-sama ke ruang TV, kecuali Hinata yang membantu Inori membereskan meja dapur,
"Teme, bukannya lu bawa kaset Death Note yak?" Tanya Naruto
"hn, ada di tas, tunggu gua aja yang ambil" ucap Sasuke, buru-buru kelantai dua untuk mengambil kaset, Uchiha yang satu ini emang cool, tapi sifat jail masih tertanam dalam dirinya, ia punya prinsip, sekali naik, dua-tiga pekerjaan dilalui… maksudnya, sekali naik tangga, bisa ngeliat Hyuuga Hinata yang sedang merapikan meja dapur.
Tiba-tiba saat Sasuke melihat-lihat sekitar dari anak tangga ketiga…
Gyuuuuuuttt…
"AYAM!" teriak Sasuke latah, kaget bajunya di tarik-tarik anak macan
"hayoloooohh temeee… liat apaan ?" bisik Naruto tepat di telinga kanan Sasuke yang ngebuat Sasuke merinding
"eeehh.. engga ko, Cuma…" sebelum sasuke menyelesaikan kalimatnya Naruto memotong,
"Cuma apa hayooo, ngambil berlian di tengah jerami ya?" Goda naruto masih berbisik di telinga sasuke
"apaan sih teme, gak lah," kilah sasuke yang panik karena sekarang Naruto memamerkan devil smile nya
"ga apa ? ga salah lagi ya ?" bisik Naruto yang kini menaik-turunkan alisnya, terus menggoda Sasuke
"ii, enggak tuh! Suer dah kesamber gledek dah gua!" ucap Pemuda Uchiha itu mengangkat tangan kanannya, mengacungkan 2 jarinya tengah dan telunjuk.
Naruto ngangguk-angguk ga jelas,
"ga bisa di percaya, tapi untuk sekarang bolehlah" ucapnya,
Lalu mereka berdua kekamar Neji untuk mengambil kaset yang di maksud, dan turun ke bawah dengan cepat masih dengan canda tawa.
O^O^O
Tengah Perjalanan Nonton…
"hhh, tuh cowo ngikutin style guee" bisik Sasuke ngeliat L yang lagi jalan-jalan di TV
"mana ada, lu jelek gitu juga! Yang itu boleh lah dikitt" komentar naruto bisik-bisik juga.
"jelek ? yang ngomong noh !" bisik Sasuke sedikit lebih keras
Neji menengok kearah sumber suara. Dengan tatapan death glarenya.
Sasuke kembali menonton, pura-pura ga ada kejadian apa apa, sedangkan Naruto cengengesan, telunjuknya mengarah pada Sasuke Uchiha.
Setelah selesai menonton...
"ano… Nii-san anterin hanabi ke taman ya" pinta Hinata menggendong Anjing Pappilonnya, dan hebatnya keluarga Hyuuga, mata anjing itu byakugan juga!
"ng… Hinata, aku kan ada temen, nanti saja ya" ucap Neji rada-rada ga enak sama adik kesayangannya
"aaaah, anjingnya lucu banget Hinata, sini aku yang bawa ke taman" tawar Naruto terpaksa biar dapetin senyum Hinata
"a… arigatou Naruto-kun" ucap Hinata membungkuk, dan tersenyum seperti yang diharapkan Naruto
"ayo kita ke taman!" ajak Sasuke ga sabaran
"AYO!" teriak Naruto semangat
Di Tengah Perjalanan…
"Sasukeeee…" panggil Naruto
"hn ?" hanya itu respon Sasuke
"tukeran dong, bawain Hanabii…" pinta Naruto
"…" (tak ada jawaban)
"heiii Bantu akuu!" teriak Naruto menarik-narik baju Sasuke
"ogah" ucap sasuke tak peduli
Mereka ber…satu, dua, tiga. Tiga, eh EMPAT! Dengan Hanabi duduk di bangku taman yang paling ujung. Termenung. Bingung. Galau. Gundah.
"eh, eh , tadi kita ke sini mau ngapain ya ?" Tanya naruto dengan segala . dan kegalauannya.
"tau deh" jawab Neji malas-malasan
"ngesot kali yeh" jawab Sasuke
"bosen ya?" Tanya Naruto lagi
"ember" jawab Sasuke
"terus kita mau ngapain ?" Tanya nya yang ngebuat kedua temannya lebih kesal dari sebelumnya
"nyuci piring!" ucap Sasuke asal. Neji hanya menarik nafas panjang.
"pulang yuk!" ajak Naruto berharap teman-temannya berubah menjadi tidak galau. Tidak gundah. Dan komplikasi lainnya.
Respon Sasuke saat diajak pulang Naruto adalah dua huruf favorit dan beberapa titik ("HN…"), sedangkan reson dari Neji "jangan lupa gendong Hanabinya" dan beranjak pergi.
Ditengah perjalanan pulang Naruto dan Sasuke pamit untuk pulang ke rumah dengan alas an karena besok ada tes fisik, padahal Naruto sudah muak dengan anjing pappilon sudah tau maksud Naruto karena udah punya feeling pasti naruto ga tanggung jawab dari awal naruto ngegendong tuh anjing.
Neji meneruskan perjalanan pulang. Menggendong anjing yang SOIM (sok Imut) ngendus-ngendus ga jelas. Entah kenapa Hinata suka binatang peliharaan. Padahal ga ada sejarahnya Hyuuga punya binatang peliharaan yang bias bertahan hidup sampe 3 bulan, palingan 2 minggu di rumah, mati. Kecuali binatang yang sengaja dibiarkan pergi dan pulang sebebas-bebasnya, karena tuh binatang nyari makanan sendiri. Hanabi udah hidup di kediaman Hyuuga hampir 3 bulan lewat 3 hari, Neji ga abis pikir, kenapa ni Pappilon masih bisa bertahan hidup. Kemaren sore Neji udah ngebuka iketan di leher Hanabi, berharap Hanabi bakalan kabur, lari, atau apalah gitu, tapi ternyata sebaliknya, Hanabi malah ngedeketin Neji, dan guling-gulingan yang menurut Neji adalah 'hal idiot' bagi Binatang peliharaan.
"Tadaime…" teriak Neji dengan tampang suram
"nii-san… ini diminum dulu" ucap Hinata, membawa 4 gelas dan 1 teko besar dalam 1 nampan
"nih, pappilon mu!" ucap Neji, terlalu kesal untuk melirik gelas
"niisan…marah ya?" Tanya Hinata merasa bersalah Karena minta tolong ke kakaknya untuk ngebawa Hanabi
"pikirin aja sendiri!" jawab Neji, pergi ke kamarnya
"nii…saaann…" ucap Hinata lirih, mengikuti kakaknya ke kamar, membiarkan nampan dan anjingnya diluar
"nii-san, jangan marah…" bujuk Hinata, memamerkan senyum manisnya, biasanya Neji akan memaafkan Hinata, tapi kali ini berbeda!
"sudah sana keluar!" bentar Neji, dia juga ga tau, alasan kenapa harus marah ke Hinata padahal pemicu kemarahannya bukan hinata!
Hinata keluar dengan enggan, beringsut perlahan-lahan, sampai di batas pintu ia tidak bisa lagi memendung air mata, Neji melihatnya, dan hanya merasa sedikit bersalah,
"nii-san… ma.. hiks… maafin… hiks… aku… hiks" ucapnya tersedu. Neji diam. Beberapa lama kemudian, ia mendengar langkah kaki menjauh.
"Hinata… maaf" ucap neji pelan…
(TO BE CONTINUED)
O^O^O
Gaje woy! Gaje! (teriakan massa)
Iya iya saya tau! (author)
Udah tau gaje, masih aja di publish! (seseorang)
... maaf ...(author)
Ga tau malu banget sih ? (seseorang laiinnya)
Ampunn… (author)
RnR deh~
Terserah mau ngapain.
Arigatou…
HWAAAAAAAAAAAAA (author pundung)
