Something Weird About Flower

Part #2

Hari minggu. Libur. Yeey *author ripuh sendiri*

Sengaja Sungmin mematikan weakernya pagi itu, yaa kenapa lagi kalo bukan menikmati-sejenak-waktu-luang-diantara-kesibukannya. Masih bergelut dengan selimur, guling, dan bantal yang penuh 'pulau' *plak!ditampar Sungmin*.

Tiba-tiba sesuatu seperti merayap dibalik selimut, menelusuri garis punggung Sungmin yang tidur tertelungkup. Sesuatu itu mengelus-elus punggung Sungmin.

"hnngg…" Sungmin mencoba menjauhkan diri dari sesuatu itu.

Tapi sesuatu itu tidak menyerah, kembali mengelus-elus punggung Sungmin berulang-ulang. Merasa Sungmin malah semakin nyenyak, akhirnya sesuatu itu menyusup ke balik baju Sungmin. Kali ini bukan Cuma mengelus-elus, tapi menggaruk! Menggaruk dengan kasar! Dengan kuku yang panjang dan tajam! Dengan sekali garukan itu sukses membuat Sungmin terlonjak dari tempat tidurnya.

"Aaarrrkh!" teriaknya langsung duduk dan meraba-raba punggungnya yang mulai terasa perih. Ditatapnya pelaku yang mengganggu tidurnya, Teuki-eonni.

"Ya! Apa yang kau lakukan? Sakit tau ! arkh.." bentak Sungmin sambil tetap meraba-taba punggungnya yang sulit dijangkau tangan.

"eheu.." Teuki-eonni malah berekspresi seolah-olah dia yang jadi korban. Matanya berkaca-kaca, dia akan menangis. "aku membangunkanmu karena aku lapar.. Sungmin, masakkan sesuatu untukku, aku lapaa~r sekali." Teuki-eonni berkata sambil memegangi perutnya dengan tangan kiri dan tangan kanannya menggapai-gapai kearah Sungmin, dengan tatapan memelas.

Melihat eonni-nya seperti itu di pagi hari, Sungmin langsung sweatdrop (-_-") . kenapa malah dia yang jadi merasa bersalah. "Ne~ arraseo arraseooo~.." jawab Sungmin sambil berlalu meninggalkan Teuki-eonni menuju dapur. Teuki-eonni yang ditinggalkan hanya cengar-cengir lalu mengikuti Sungmin ke dapur.

-Cho Kyuhyun POV-

Hari ini hari minggu. Aku sudah bersiap pergi mengunjungi hyung-ku. Sudah lama sekali. Setahun, ah.. mungkin lebih aku tidak kesana. Aku harap dia tidak marah padaku.

"aku melihatnya, hyung. Apa kau melihatnya juga? Dia sama seperti yang pernah kau ceritakan. Aku berjanji padamu hyung. Aku tidak akan mengecewakanmu untuk yang kedua kalinya." Aku simpan kembali album photo itu ditempat yang aman, didalam laci kamar. Tapi kenangan yang terekam baik dalam setiap photo-photo itu, juga tersimpan dalam hatiku.

"aku akan berusaha, hyung. Doakan aku" aku bicara pada bayanganku sendiri di cermin sambil tersenyum. Apa aku gila? Tidak, aku hanya merasa senang. Aku senang karena hyung-ku akhirnya mengirimkanku kesempatan untuk menebus kesalahan-kesalahanku dimasa lalu.

"apa yang akan aku lakukan setelah ini?" Tanyaku pada bayanganku di cermin. "hmm.." aku berfikir. Setelah berapa lama aku putuskan mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Aku menempelkan ponsel ditelingaku.

Tuuutt.. tuuut…

"Yeoboseoyoo..?" jawab seseorang diseberang sana.

"ah.. ini aku, Kyuhyun. Bisakah kita bertemu"

"…"

"ya, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." Jawabku.

"…"

"Ne. kamsahamnida.. aku berhutang padamu."

Tut. Aku memutuskan telpon itu. Kembali menatap cermin. Tersenyum sekilas lalu pergi. Sebelumnya aku mampir dulu ke toko bunga yang letaknya tak jauh dari rumahku. Toko bunga milik Donghae. Temanku sejak kecil.

.

.

"aigoo.. lihat siapa yang datang." Donghae mengangkat wajahnya saat menyadari aku berjalan menghampirinya.

"ahaha.. lama tak berjumpa." Jawabku sambil membungkukkan badan padanya.

"astaga.. formal sekali kau padaku." Donghae menghampiriku dan menepuk bahuku. Jujur saja. Keras sekali.

"Ahh.. sakit." Keluhku sambil mengusap-usap bahuku.

"apa yang membawamu kesini hah? Dan lagi.. waa.. coba ku lihat" kata Donghae sambil berputar-putar mengelilingiku, memandangiku dari atas ke bawah dan kembali ke atas. "Hm.. Kau datang di hari minggu, berpakaian rapi, dan pasti kau kemari untuk membeli bunga.. iya kan.." jelas Donghae.

"Ah.. Ne. aku memang mau membeli bunga." Jawabku.

"Coba ku tebak lagi.. Kau akan pergi berkencan? Astaga kenapa sepagi ini, kyu.. ckckck" katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Ani.. aku mau mengunjungi Siwon-hyung." Jawabku mematahkan analisa Donghae.

"aaa.. begitu.." senyum menggoda Donghae kini berubah menjadi senyum tipis, aku rasa itu senyum tanda simpatik. "Baiklah.. hm.. tunggu sebentar disini." Donghae pergi ke dalam toko beberapa saat lalu kembali dengan membawa sebucket karangan bunga. Disodorkannya karangan bunga itu padaku. "Ini. Ambillah. Ini Gratis."

"dan jangan beralasan apapun untuk menolak karangan bunga ini." Donghae berucap saat aku baru saja ingin berucap. *author parah menyusun kata-kata*

"Gomawo. Aku tidak bisa lama-lama. Aku harus bertemu seseorang setelah mengunjungi hyung." Kataku pada Donghae.

"Ah! Pacarmu? Kau akan bertemu pacarmu?" Tanya Donghae dengan ekspresi sedikit dibuat-buat.

"Ani.. aku bukan bertemu pacar. Sudah ya aku pergi." Jawabku lalu pergi meninggalkan teman baikku itu. Kupandangi karangan bunga itu.. Tanpa sadar aku tersenyum.

-Cho Kyuhyun POV eng-

"hah.. sudah lama sekali ya." Seseorang muncul mengagetkan Donghae dari lamunannya setelah ditinggal pergi Kyuhyun berusan *konotasinya asa gimana gitu ya*

"Aishh.. kau mengagetkanku." Donghae mengelus-elus dadanya. "Ada apa hari ini. Kenapa orang-orang yang sudah lama tak menemuiku tiba-tiba datang menyapaku seolah-olah baru saja bertemu kemarin sore.." kata Donghae sambil menopang dagu dan mengelus-elusnya. *gaya detektif yang menganalisa*

"kau berlebihan, Donghae. Kita memang baru bertemu kemarin sore, kan." Kata orang yang mengagetkan Donghae lagi karena mengucapkannya persis di samping telinga Donghae. Sontak Donghae membalikkan wajahnya dan tanpa sengaja wajahnya bertemu dengan wajah pemilik suara dengan jarak yang sangat dekat..

Blush..

Keduanya menarik wajah masing-masing. Terlukis semburat warna kemerahan di wajah masing-masing. Mengingat kejadian tadi memang tidak terduga sebelumnya. Keduanya terdiam.

"Shh.. Haha.. kau itu mengagetkanku saja, Hyukie-ah" Donghae mencoba mencairkan kebekuan yang terjadi selama sepersekian detik itu.

"Benarkah?" balas Hyukie seakan tak terjadi apa-apa. Padahal jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.

"ahh.. Kau ini benar-benar.." jawab Donghae sambil berkacak pinggang. Dia sebenarnya bingung akan berkata apa-apa lagi. Dia terlalu gugup. "Ngomong-ngomong, Hyukie. Apa yang membawamu kemari? Apa kau akan membeli bunga? Apa kau akan memberinya untuk kekasihmu?" Tanya Donghae sekenanya.

"Seharusnya aku yang dibelikan bunga.. Kau ini bagaimana.. Shh.. lagi pula aku belum punya kekasih .. -lagi" jawab Hyukie, suaranya semakin pelan saat di akhir kalimat.

"Ah.. Ahaha.. Begitu ya.." jawab Donghae sambil tertawa canggung. Tapi entah kenapa, dia merasa senang mendengarnya.. Mungkinkah, dia kembali.. pada Hyukie.. ahh.. dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kau kenapa?" Tanya Hyukie melihat Donghae sibuk dengan pikirannya sendiri. Dalam hati Hyukie tersenyum melihat tingkah Donghae yang sama sekali tidak berubah.

"Ah.. Ani. Apa kau mau masuk dan minum teh? Pagi ini cukup mendung. Tadinya aku tidak ingin buka toko, tapi entah kenapa aku membukanya." Kata Donghae mengalihkan perhatian.

"Jinja..? Ah mungkin karena aku akan datang hari ini jadi kau merasa seperti itu." Jawab Hyukie sambil tersenyum kea rah Donghae. Belum sempat Donghae membalas ucapan Hyukie. Dia kaget menyadari Hyukie sudah tidak berdiri ditempatnya tadi.

'Hah! Hilang' batin Donghae.

Hyukie hilang, ditelan bumi. *author ditodong pisau sama Hyukie*

"Miann. Aku harus pergi kesuatu tempat, kapan-kapan kau harus undang aku minum teh lagi ya, Donghae.." kata Hyukie sambil berjalan menjauhi Donghae.

Donghae hanya diam ditempatnya berdiri. "Ne. Pasti ku undang." Jawab Donghae sambil melambaikan tangan kea rah Hyukie yang kian menjauh. Ia pun kembali ke aktivitasnya sebelum sisapa teman-teman baiknya tadi. Sesuatu mengganggu pikiran Donghae.

'Hyukie.. pergi kearah yang sama dengan Kyuhyun..' batin Donghae.

"Apa yang ku pikirkan?" Tanya Donghae pada diri sendiri. Kembali membereskan toko yang hendak dibukanya itu.

Sementara itu, di tempat Sungmin, setelah selesai membuatkan makanan untuk eonni-nya yang aneh itu *author dipukul gayung sama Teuki-eonni*, Sungmin beranjak mandi, meskipun dia tidak berniat pergi kemana-mana.

*berdasar pengalaman author, kalo minggu, dan ga pergi-pergi, maka mandipun menjadi hal yang tidak wajib dilakukan. Ckckck. Author yang jorok*

"Sungmin-ah, apa kau tidak akan kemana-mana?" Tanya Teuki-eonni dari meja makan saat Sungmin baru saja keluar dari kamar mandi.

"Ani. Kenapa?" Tanya Sungmin sambil sibuk mengeringkan rambutnya karena habis keramas barusan. "Jangan bilang mau dibelikan eskrim lagi eonni." Potong Sungmin sesaat sebelum Teuki-eonni menjawab.

"Aishh.. kau dendam padaku karena eskrim? Astaga.. Kau kekanakan sekali.. ckckck" jawab Teuki-eonni.

'Harusnya kau berkaca dulu, Teuki-eonni' batin Sungmin, menahan kesal.

"Aku mau pergi mengunjungi rumah temanku. Kalau kau memang tidak akan pergi kemana-mana, maka itu bagus, aku bisa menginggalkan rumah dengan tenang." Lanjut Teuki-eonni sambil bersiap mandi.

"Hm.. Baiklah. Lagi pula aku tidak ada keperluan. Dan tidak ada yang mengajakku pergi. Aku lebih baik tinggal dirumah saja." Jawab Sungmin saat Teuki-eonni melewatinya.

"Baguslah. O ya. Ngomong-ngomong, bagaimana sekolah barumu? Apa ada namja keren disana? Apa kau mendapat kesulitan? Apa mereka baik padamu? " Tanya Teuki-eonni nyerocos.

"Ahh.. mereka baik padaku. Aku belum terlalu beradaptasi disana. Dan baru mendapat beberapa teman. Tapi aku yakin aku akan terbiasa. Disana cukup menyenangkan. Tidak ada orang-orang aneh atau semacamnya disana." Jawabku. Sambil tetap mengeringkan rambutku yang masih basah.

"Benarkah? Syukurlah. Aku senang mendengarnya." Balas Teuki-eonni.

Sungmin hanya tersenyum. Bagaimanapun menyebalkannya Teuki-eonni, tapi dia selalu perhatian pada Sungmin. Lagi pula hanya dengan Teuki-eonni dia bisa berbagi. Setidaknya saat ini, sebelum Teuki-eonni menemukan cintanya lalu menikah. Hahh..

Drrtt.. Drrt..

Ponsel Sungmin bergetar. Sebuah pesan masuk dari teman sekolahnya Hyukie.

From Hyukie:
Sungmin-ah, apa kau sedang dirumah? Aku bosan. Ayo kita pergi jalan-jalan. Kau belum berkeliling daerah sini kan? Yayaya … ^^

-Lee Sungmin POV-

Secara teknis, rumahku dan rumah Hyukie memang tidak terlalu jauh. Hanya berjarak sekitar 500 meter dari jalan menuju sekolah yang jaraknya 1 kilometer dai rumah kami masingmasing. Dengan kata lain. 500 meter dari sekolah kami mengambil jalan berlawanan dengan jarak 500 meter. Kesimpulannnya, dari rumahku ke rumah Hyukie sama dengan jarak dari Rumahku ke sekolah dan artinya itu sekitar 1 kilometer.

Reader mengerti? Kalo ngga silahkan ulangi bacanya, atau di skip juga gapapa.

'Hm. Bagaimana ini. Aku sudah berjanji pada Teuki-eonni. Apa aku bilang saja pada eonni kalo aku mau main?' batin Sungmin.

"Eonni, kau akan pulang jam berapa kira?"Tanyaku pada Teuki-eonni.

"Hm? Ah.. tidak akan lama. Wae? "tanyanya padaku.

Ku jelaskan Hyukie yang mengajakku berkeliling. Teuki-eonni bilang itu bagus karena aku memang butuh sosialisasi. Dia bilang aku bisa pergi, dia akan pergi sebentar. Dan akhirnya aku membalas pesan Hyukie dan memberitaunya jam kami bertemu.

-Lee Sungmin POV end-

Tap.. tap..tap.. *suara diawal ff kembali diulangi wkwk*

Aku berlari menuju tempat Hyukie menunggu. "Hahh.. Hah.. Hyukie.." terengah-engah aku ketika berhasil bertemu Hyukie. "Mianhae.. Aku terlambat." Lanjutku.

"Ya! Sungmin-ah! Aku sudah lama menunggumu disini sampai kakiku sakit tau" jawab Hyukie ketus. Aku kaget mendengarnya. "FFffuahaha.. aku bercanda Sungmin-ah.. Mianhae.. haha"

'Aish, kukira dia benar-benar marah padaku' batin Sungmin.

"Ah.. ahah.. ahahaa kau ini.." Sungmin ikut tertawa. "jadi.. kemana kau akan membawaku Hyukie-ah?" Tanya Sungmin penasaran.

"Hm.. apa kau suka bunga Sungmin-ah?" Tanya Hyukie membuat Sungmin kaget dan bingung.

"Ehm. Aku suka bunga. Wae?" jawab Sungmin.

"ayo kita ke tempat yang banyak bunga.. Kajja! " Hyukie menarik tangan Sungmin dan mempercepat jalan mereka.

Dari seberang jalan, berdiri seorang namja yang memang memperhatikan Sungmin dan Hyukie sejak lama. Wajahnya tertutup poni dan semakin samar karena memakai topi. Namun, dapat terlihat jelas dia tersenyum. Senyum bahagia? Senyum licik? Entahlah.. sulit dideskripsikan.

"kau.. tetap suka bunga.. benarkah itu, Sungmin-ah?" kata namja itu setengah berbisik. Dia pun beranjak dari tempatnya berdiri ketika sudah tidak dapat melihat Sungmin dan Hyukie. Dia pergi .. entah kemana.. menuju kegelapan dibelakangnya..

Ehm.. *author ijin lewat*

TBC