Something Weird About Flower

Part #3

'Dimana ini' ucap Sungmin dalam hati.

Semuanya putih. Sekelilingnya berwarna putih.

Aneh. 'apa aku sakit?' pikirnya. Ditengah kebingungannya, tiba-tiba sesuatu mencuri perhatiannya. Sesuatu berwarna pink. Hey itu warna kesukaannya. Ia penasaran dan mencoba mendekat. Tapi ia merasa tidak berjalan sama sekali. Mungkin karena sekitarnya semua putih, jadi memberi efek statis pada segala gerakannya. Sama halnya saat kita bergerak dikegelapan.

Tetap dia coba mendekati benda pink itu. Syukurlah sepertinya semakin dekat. Tapi tunggu dulu. Ada yang aneh. Something weird. Semakin dekat justru warnanya semakin gelap. Sekarang hampir berwarna merah, semakin merah, seperti darah. Sekarang ia melihatnya. Benda merah itu adalah mawar. 'mawar merah?' pikirnya. Diulurkan tangannya untuk meraih mawar tersebut. Lalu .

"Auch! Sakit." Ia langsung menarik kembali tangannya saat merasa sesuatu yang tajam menusuk jarinya. Darah. Jarinya berdarah. Dia sedikit panik. Dilihatnya kembali mawar merah tadi dan betapa kagetnya ia ketika menyadari bunga cantik didepannya tadi berubah menjadi hitam. Mawar hitam. Didekatkan wajahnya perlahan kearah mawat hitam itu. Tiba-tiba..

Wusshh..

Mawar itu menjadi abu. Terbang tertiup angin ke belakang badannya. Diikutinya arah abu yang melayang itu. Membalikkan badannya. Dan didapatinya sesosok namja yang amat dikenalinya, namun entah mengapa ia tidak ingat siapa, ia hanya merasa telah begitu lama mengenalnya. Saat badan Sungmin telah berbalik seutuhnya. Namja itu berjalan mendekat. Ia menyembunyikan sesuatu dibalik badannya.

"Anyeong. Lama tak berjumpa, Sungmin-ah." Namja itu bicara setelah menunduk sekilas pada Sungmin. Karena reflex, Sungmin pun menunduk. Ia amati namja dihadapannya itu.

'Siapa?' batin Sungmin. Tapi belum sempat ia bertanya pada namja tersebut. Sang namja angkat bicara.

"aku membawakan ini untukmu, Sungmin-ah." Sambil menyodorkan sesuatu yang ia sembunyikan dibalik badan kekarnya sedari tadi. Sungmin sempat kaget melihatnya. Mawar. Lagi. Kali ini berwarna putih, dibalut bungkus bening dengan hiasan berwarna pink. Hey itu warna kesukaannya.

"Ah.. cantik sekali." Ucap Sungmin. "gomawo.." lanjutnya sambil hendak mengambil mawar putih itu. Namun, betapa kagetnya ia ketika menyentuh bunga itu, tiba-tiba bunga dan namja didepannya berubah menjadi abu dan segera terbang tertiup angin. Sungmin yang kaget hanya menutup mulutnya dengan tangan. Matanya berkaca-kaca.

Disaat yang sama ia merasa seseorang berdiri dibelakangnya. Tapi kali ibni ia merasa bukan orang baik disana, karena ia merasa orang ini sedang menodongnya dengan sesuatu yang tajam. Dan tiba-tiba ia merasa sesuatu menusuk punggungnya.

'mati aku' pikirnya.

"Sungmin-ah.. BANGUUUN !"

"Hah! " Sungmin terlonjak seketika saat seseorang berteriak kencang tepat disamping telinganya. Teuki-eonni. Ya, siapa lagi. Membangunkan Sungmin dengan cara yang bisa dibilang kejam.

"Lihat jam berapa ini.. 6.30. sampai kapan kau akan tidur. Kau akan kena masalah kalau sampai terlambat datang kesekolah lebih-lebih kau ini bla-bla-bla-" Teuki-eonni terus mengoceh saat Sungmin justru panic karena bangun kesiangan.

Sungmin bergegas mengganti baju –tanpa mandi, hanya cuci muka- *ternyata Sungmin persis banget sama author wkwk*. Meluncur kemeja makan dan meminum teh hangat yang disediakan Teuki-eonni.

'tumben..' batin Sungmin.

Ya bagaimana pun sebenarnya Teuki-eonni adalah orang yang peduli dan perhatian. Meski terkadang sifatnya diluar akal sehat *plak*. Tetaplah dia yang sekarang bertanggung jawa atas Sungmin.

"Eonni, aku pergi~" teriak Sungmin sambil bergegas pergi tanpa sempat menutup pintu.

"hh.. bagaimana pun kau itu memang remaja biasa, iya kan? Sungmin-ah?" celetuk Teuki-eonni.

Apa maksudnya? *author angkat bahu*

Tap.. Tap.. Tap..

Sungmin berlari menuju sekolah. Jaraknya memang tidak terlalu jauhkan. Padahal bisa dipastikan dia tidak akan terlambat ke sekolah. Tapi entah mengapa, ia merasa harus sesegera mungkin sampai di sekolah. Makanya ia berlari kesana.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, ia berhenti untuk menarik napas. Mengaturnya.

Haa.. huu.. haa.. huu..

Tarik napas keluar napas ala ibu hamil.

"DUARR!" seseorang berteriak sambil menepuk bahu Sungmin dengan keras. Sungmin kaget setengah mati. Namun ia langsung memutar bola matanya ketika tau siapa pelakunya.

"Ahh.. Hyukie-ah. Kau membuatku kaget." Kata Sungmin sambil mengelus-elus dadanya. Dalam rangka meredam amarah tentunya.

"Ahaha.. Mian mian. Habis apa yang kamu lakukan sampai terengah-engah seperti itu. Apa kau di kejar pembunuh bayaran?" Tanya Hyukie sekenanya.

"Ah.. kau itu terlalu banyak menonton film." Jawabku sambil mendorong tangannya pelan.

"ya sudah. Ayo kita ke kelas. Kajja!" ucapnya sambil melingkarkan satu tangannya di bahuku.

Saat kami mulai berjalan aku tersentak dengan semilir wangi yang ku cium. Seperti wangi bunga. Wangi mawar. Hyukie ikut menghentikan langkahnya. "Wae Sungmin-ah?" tanyanya penasaran.

"Apa kau mencium sesuatu Hyukie? Seperti wangi bunga. Mawar?" tanyaku pada Hyukie. Yang ditanya palah celingak-celinguk ga jelas. Mencari-cari sesuatu. Sungminkan nanya soal wewangian, mestinya ditelusuri pake indera penciuman. Bukannya lirik kanan-kiri. Hyukie aneh. *bruk, author didorong Hyukie sampe jatoh ke lumpur*

"he? Aku tidak mencium apapun.." jawab Hyukie dengan gelagat aneh.

"Jinja? Aneh sekali.." balasku. Kami pun melanjutkan langkah menuju kelas kami yang akan di mulai sekitar 5 menit lagi.

Dikejauhan sesosok namja tampan terlihat pucat sambil menyandarkan diri di balik pohon besar dekat gerbang sekolah.

"Nyaris saja.." kata namja itu. Ia pun bergegas pergi meninggalkan TKP dan menuju kelasnya sendiri. Kelas XI. Meninggalkan karangan bunga yang dipegangnya sedari tadi dibalik pohon itu begitu saja.

-skiptime-

"Ahh… akhirnya selesai juga" keluh Hyukie sambil merentangkan tangan ke atas kepalanya. Dilihatnya teman baru yang manis itu. Rambut hitamnya dengan kulit putih, wajah cantik, hidung mancung dan bibir pink alami. Juga sepasang mata yang indah apalagi saat tersenyum. Ia hanya tersenyum sedih melihat teman barunya itu. Loh?

-Hyukie POV-

"Sungmin-ah. Apa yang sedang kau pikirkan ?" tanyaku saat pelajaran berakhir. Kulihat Sungmin tidak focus pada pelajaran selama sehari ini. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Mungkin lebih tepatnya mengingat sesuatu.

"hem? Ah. Anio.. aku hanya sedang melamun." Jawabnya. Lalu kembali diam.

"Apa yang kau lamunkan?" tanyaku penasaran.

"Hyukie-ah.." panggilnya. Aku sudah siap memperhatikan. "Aku bermimpi aneh semalam. Bukan mimpi buruk, tapi kukira juga bukan mimpi yang indah. Mungkin mimpi aneh." Jelas Sungmin.

"Apa yang kau mimpikan?" tanyaku lagi.

"aku bermimpi seorang namja menghampiriku dan memberikan bunga mawar putih kepadaku. Aku merasa seperti mengenal namja itu meski aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi aku tidak tau siapa dia.." jelas Sungmin.

"Hm.. mungkin dia itu cinta sejatimu." Celetukku.

"benarkah?" Tanya Sungmin sambil memiringkan wajahnya. "Tapi, kalau dia cinta sejatiku kenapa dia malah menjadi abu saat aku menyentuh bunga pemberiannya. Selain itu sebelumnya aku melihat mawar merah dan aku sempat tertusuk durinya, jariku berdarah, lalu tiba-tiba mawar merah itu berubah menjadi hitam. Lalu menjadi abu. Apa maksudnya?" Tanya Sungmin panjang lebar.

"Hmm.. aku tidak tau. Aku bukan pembaca mimpi." Jawabku sambil mengangkat bahu. "Dari pada memikirkan hal semacam itu bagaimana kalau sore ini kau temani aku ke tempat Donghae? Mau kan?" lanjutku.

"baiklah, toh aku tidak punya acara sepulang sekolah. Dan kukira Teuki-eonni akan pulang terlambat malam ini." Sungmin menyetujui permintaanku.

"Good! Kajja..~" ucapku sambil menarik lengan Sungmin bergegas meninggalkan sekolah.

'Mianhae Sungmin-ah, Jeongmal mianhae~' batinku saat berjalan menuju tempat Donghae bersama Sungmin.

-Hyukie POV end-

Yaa.. sepertinya author lupa menjelaskan beberapa scene sebelumnya *deep bow*. Reader ingat saan Hyukie mengajak Sungmin ke tempat yang penuh bunga? Yaa. Hyukie mengajak Sungmin ke tempat Donghae. Toko bunga Donghae yang jaraknya sama dengan jarak dari rumah Sungmin ke sekolah tapi berlawanan arah. Ahh sudahlah lupakan..

Sesampainya di tempat Donghae, Hyukie memperkenalkan Sungmin pada kawan sejatinya itu.

-flashback-

"Lee Sungmin imnida.. Senang berkenalan denganmu" Sungmin memperkenalkan dirinya pada kawan Hyukie itu.

"Ah.. Lee Sungmin. Nama yang bagus. Lee Donghae imnida.. Aku juga senang berkenalan denganmu" Donghae menundukkan kepalanya, begitu juga Sungmin.

"Ya. Ya. Kenapa formal sekali. ckck" Hyukie menyela ketika melihat Sungmin dan Donghae yang kaku. "Hey, kalian tau apa yang bagus dari kita bertiga?" keduanya, Sungmin dan Donghae melirik kearah Hyukie yang nyengir kuda *plak*.

"Aku Lee Hyukjae." Sambil menunjuk dirinya "Lee Donghae.." menunjuk Donghae. "dan Lee Sungmin.." menunjuk kearah Sungmin. "Bukan kah menarik. Trio Lee. Tiga serangkai .. ahahha" tawanya saat selesai berargumen. Dua yang lainnya saling berpandangan sesaat sebelum ikut tertawa bersama Hyukie.

"Ya, Donghae-ah. Kau berjanji mengundangku minum teh kan? Sekarang aku menagih janji itu." Ucap Hyukie tiba-tiba.

"Aishh.. kau itu benar-benar.. Aku tau aku tau.. ayo masuklah. Kita minum teh bersama." Jawab Donghae sambil menyipitkan mata pada Hyukie. Dan langsung saja Hyukie menghambur masuk kebagian dalam toko yang memang bersatu dengan rumah Donghae. "Ayo Sungmin-ah." Ajak Donghae saat Hyukie sudah berada entah dimana di dalam sana.

"Eh. Ne.." ucapku lalu mengikuti Donghae. Langkahnya terhenti sesaat ketika melihat rangkaian bunga mawar yang indah. Didekatinya rangkaian bunga itu lalu menunduk untuk menghirup wanginya. "Hmm.." gumamnya sambil menutup mata menikmati wangi segar bunga mawar.

"Sungmin-ah. Kajja!" panggil Hyukie tiba-tiba dari dalam toko. Dia pun bergegas menghampirinya. Dan disana lah mereka, trio Lee, memulai ritual pesta teh.

Setelah Sungmin masuk. Dan ketiganya berada di dalam toko. Seorang namja datang menghampiri rangkaian bunga mawar yang tadi menghentikan Sungmin. Diambilnya mawar itu dan meninggalkan sejumlah uang ditempat asal bunga itu di simpan. Sepertinya dia tidak butuh bukti pembelian atau semacamnya. Ahh sudahlah..

Namja itu pun pergi dengan rangkaian bunga mawar ditangannya. Dilihatnya sekilas bunga-bunga itu lalu mendekatkannya ke wajah dan kemudian mencium wanginya. "Hmm.."

.

.

"sampai berjumpa lagi, Donghae-ah." Ucap Sungmin saat akan pulang kepada Donghae. "tehnya enak sekali.." tambahnya sambil tersenyum.

"Ahh.. begitukah? Ah.. hahaha" jawab Donghae sedikit tersanjung.

"Ya. Donghae-ah! Kau jangan…" ucap Hyukie didepan wajah Donghae, membuat lawan bicaranya itu reflex memundurkan wajahnya.

"Mwo?" tanyanya. Entah karena kaget Hyukie yang tiba-tiba bicara dihadapannya atau karena Hyukie yang tidak menyelesaikan kata-katanya.

"Ah.. ani. Lupakan saja." Lanjut Hyukie, lalu pergi bersama Sungmin.

"chh.. anak aneh. Kau tidak pernah berubah, Hyukie-ah.." gumam Donghae saat kedua tamunya telah jauh. Ia hendak kembali ke toko namun perhatiannya teralih melihat beberapa lembar uang diantara deretan rangkaian bunga.

'hey.. siapa yang meninggalkan uangnya sembarangan disini?' batin Donghae sambil celingak-celinguk. Tidak ada siapa-siapa. 'eh, bukannya aku menaruh rangkaian bunga mawar disini tadi? Kenapa sekarang menghilang? Ani.. sekarang berubah menjadi uang.. well, uangnya lebih memang. Mungkin ada seseorang yang menukarnya tadi? Ah sudahlah..' pikir Donghae sambil berlalu menuju toko, dan tentunya menyimpan uang itu kedalam saku celananya. Donghae peka juga pada uang ya *plak, ditampar Donghae*.

-flashback end-

-Sungmin POV-

Dan … disinilah kami, aku dan Hyukie, kembali ke tempat Donghae. Toko bunga miliknya. Tidak selalu ramai memang, tapi entah mengapa suasananya begitu nyaman dan menentramkan. Aku betah berlama-lama disini. Selain pemandangannya indah –karena penuh dengan bunga- juga lokasinya yang tidak terlalu dipinggir jalan. Sehingga memberi pembeli kesempatan untuk menikmati keindahan bunga-bunga disini sebelum memutuskan memilih bunga mana yang hendak dibeli.

"AH! Kalian datang, sudah lama menunggu?" Tanya Donghae sambil membawa barang yang cukup banyak. Sepertinya habis belanja. Aneh, kalau dia pergi belanja, lalu siapa yang menunggu tokonya?

"Ya! Kau dari mana? Kami sengaja datang, kau malah tidak ada." Protes Hyukie.

"Ah.. Mian mian. Aku harus membeli beberapa barang. Jadi aku pergi ke minimarket disana." Jelas Donghae sambil menyimpan barang-barang belanjaannya.

"apa kau meninggalkan tokomu begitu saja saat kau pergi? Bukankah itu sedikit berbahaya?" tanyaku penasaran.

"Ah? Ani. Aku menitipkannya pada teman baikku yang sedang berkunjung. Kalian belum bertemu dengannya?" Tanya Donghae.

"Teman baikmu? Memang ada? Kukira hanya aku teman baikmu, hae~" celetuk Hyuk.

"Aish.. Kau ini.. " jawab Donghae sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng mendengar pertanyaan dan pernyataan Hyukie. "Ahh. Kemana anak itu? Aku menyuruhnya menunggu sebentar." Donghae berlalu masuk ke toko. Sementara aku dan Hyukie duduk di kursi depan toko yang mirip kirsi taman sebetulnya.

"Mwo? Aku hanya pergi ke toilet.. Lagipula tidak ada pembeli.. kau juga kenapa lama sekali.." terdengar seseorang berbicara dari dalam toko. Semakin lama suaranya semakin jelas. Keduanya, Donghae dan orang itu keluar.

"ah.. kau itu kebiasaan" keluh Donghae pada orang disampingnya. "Ah, ini teman baikku." Donghae menunjuk orang disampingnya itu.

"Kim Ryeowook imnida. Kau boleh memanggilku Wookie." Orang itu menunduk sekilas.

"Lee Sungmin imnida. Senang berkenalan denganmu." Balasku.

"Lee Hyukjae imnida. Panggil aku Hyukie saja." Jawab Hyukie. Nadanya tidak begitu welcome kepada yeoja bernama Wookie itu. "Aku baru tau temanbaikmu itu yeoja yang cantik, Hae.." lanjut Hyukie kemudian. Astaga.. apa dia cemburu? Apa Hyukie menyukai Donghae? Aku tersenyum memikirkannya. Ahh.. Cinta remaja..

"ah. Ahhaha.. apa yang kau bicarakan Hyukie-ah.. dia ini kekasih hyungku. Artinya dia calon kakak iparku. Dia kekasih Yesung-hyung. Kau tidak tau itu?" balas Donghae.

Terlihat wajah kaget dari Hyukie dan sepersekian detik kemudian wajahnya berseri-seri. "Begitukah?" jawab Hyukie singkat. Ckck.. aku baru kali itu melihat Hyukie yang begitu.

"Hey. Apa kalian ingin minum teh?" Tanya yeoja cantik berambut panjang itu.

"Tentu." Jawabku senang.

"y-ya.. ttentu saja.." jawab Hyukie sedikit gugup. Mungkin Karena merasa bersalah karena sempat salah paham.

Kami berempat mengobrol panjang lebar sambil minum teh. Tanpa terasa jam menunjukkan pukul 7 malam. Langit pun sudah gelap. Aku yakin Teuki-eonni sudah ada dirumah sekarang. Aku harus bergegas pulang. Entah mengapa aku merasa tidak nyaman jika pulang lebih malam lagi. Padahal tidak terlalu jauh dari rumahku.

Aku pun berpamitan pada Donghae dan Wookie. Dan aku berpisah diperjalanan dengan Hyukie karena memang arah rumah kami berlawanan.

-Sungmin POV end-

Setelah sendiri, Sungmin mempercepat langkahnya. Ia merasa tidak nyaman berjalan sendiri hari itu. Padahal biasanya ia pulang lebih malam. Aneh. Ia merasa seakan sesuatu atau seseorang sedang mengawasinya. Semakin ia mempercepat langkahnya. Semakin cepat pula detak jantungnya. Entah itu karena memang aktivitas tubuh yang dilakukannya –jalancepat- atau karena perasaan khawatirnya. Apapun itu, ia ingin secepatnya sampai dirumah.

Ia terus berjalan cepat sambil menunduk. Tanpa sadar ada seseorang didepannya yang baru berbelok dari tikungan.

Brukk.

"AH ! ya ampun.." Sungmin terjatuh dan memegangi sikutnya yang sakit terbentur aspal.

Sementara orang yang terlibat insiden kecil itu kaget setengah mati saat mengetahui siapa yeoja yang terjatuh itu. Ia hendak membantu yeoja itu berdiri. Tapi di urungkannya niat baik itu. Ia hanya menunduk sekilas sambil berkata "Mianhae. Jeongmal Mianhae.." lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Sungmin yang bengong.

"he.. orang aneh.." gumam Sungmin. Lalu melanjutkan langkahnya menuju rumah. Aneh, sekarang dia tidak merasa khawatir lagi. Ia justru merasa tenang. Kenapa? Entahlah. Akhirnya diapun dengan selamat sampai di rumah.

Tamat

*plak* *author ditampar*

Disaat yang sama seorang namja yang tadi terlibat insiden dengan Sungmin tengah merutuki kebodohannya sendiri. Kebodohan karena pergi begitu saja meninggalkan Sungmin. Sungguh bukan perbuatan terpuji *ckck author geleng-geleng kepala*

"Pabboya.. pabboya pabboya, Kyuhyun!" namja itu memukul-mukul kepalanya sendiri sampai pingsan *halah lebay*

TBC