Something Weird About Flower
Part #4
Berminggu-minggu. Berbulan-bulan. Bertahun-tahun. *oops kelamaan*
Yaa. Sudah cukup lama Sungmin berada di rumah asalnya. Korea. Ia mulai terbiasa dengan segala kebiasaan, peraturan dan keadaan yang lumrah terjai disana. Ia sudah punya cukup banyak teman sekarang. Mulai dari adik kelas. Seperti Henry, adik kelasnya, yeoja yang manis dan imut minta ampun. Sampai kakak kelasnya, namja yang bisa dibilang aneh *plak*, Shindong. Ia ketua gangster di sekolahnya . jadi , beruntunglah Sungmin berteman dengan shindong, karena ia akan jauh terbebas dari segala macam mara bahaya dan gangguan dari segala macam pihak di sekolahnya. Shindong sudah menganggap Sungmin seperti adik kecilnya sendiri. Karena hanya Sungmin yang bersikap normal pada shindong. Emang yang lainnya ngga? Yaa rata-rata.. *author ditoyor shindong*
Setiap istirahat, Sungmin selalu bersama teman-temannya, Hyukie, Henry dan kadang bersama shindong, tapi ga selalu Karena shindong punya kesibukan lain. Menyiksa siswa yang membuat masalah dengannya –tentunya.
Dan selama itu pula lah Sungmin memimpikan hal yang sama. Namja tinggi dan pastinya tampan dengan mawar putih ditangannya. Dan masih dengan berakhir menjadi abu ketika Sungmin mencoba menyentuhnya. Sempat sekali Sungmin mencoba untuk diam saja di mimpinya itu. Berharap dia akan mengenali namja itu. Namun sayang percobaannya gagal karena Teuki-eonni membangunkannya yang memang bangun kesiangan –lagi.
-Sungmin POV-
"Sungmini-eonni." Panggil Henry tiba-tia.
"hm?" jawabku sambil menatap sekilas yeoja imut yang duduk didepanku itu lalu kembali sibuk dengan makan siangku.
"Apa eonni punya kekasih?" Tanyanya kemudia.
"Hm.. Ani. Aku tidak punya kekasih." Jawabku, singkat, padat, dan jelas.
"jelas kau tidak punya kekasih, Sungmin-ah. Kau hanya bergaul dengan Henry dan aku, ditambah dengan shindong-hyung sekarang" kata Hyukie tiba-tiba.
"Benarkah? Lalu ? aku tidak keberatan dengan itu.." balasku sambil tetap berkonsentrasi dengan makananku .. astaga.. aku sangat lapar.. wkwk
"Eonni.. mau tidak aku jodohkan dengan seseorang?" lanjut Henry. Membuatku hampir mati tersedak *lebay*
"uhuk. Uhuk.. mwo?" ucapku kaget. "bicara apa kau ini Henry . ada-ada saja.." lanjutku sambil membuka air minum lalu meminumnya. *iya lah masa dipake mandi* *byuur,, author diguyur air sama Sungmin*
"aku serius, eonni. Sepupuku dari cina datang berkunjung saat liburan nanti. Aku sering mengobrol dengannya di faceb—k. sejak aku berteman dengan Sungmini-eonni dan Hyukie-eonni, aku semakin sering mengobrol dengannya, menceritakan semuanya tentang kalian. Dan tidak kusangka, sepupuku itu minta dikenalkan dengan Sungmini-eonni." Jelas Henry panjang lebar.
"denganku tidak?" Tanya Hyukie sambil menunjuk dirinya sendiri.
"dengan Hyukie-eonni juga. Tapi, kurasa dia tertarik pada Sungmini-eonni lebih dari wajar." Jawab Henry.
"Aish.. sepupumu itu menyebalkan, Henry-ah" Hyukie mengerucutkan mulutnya sambil menyilangkan tangan didada.
"Aigoo.. Lihat dirimu Hyukie-ah.. sebaiknya kau berfokus pada Donghae, sebelum dia melirik yeoja lain.." godaku pada Hyukie. Dan memang berhasil membuatnya bersikap keki.
"M-mwo? Apa yang kau bicarakan Sungmin-ah? Hh.. kau itu" semburat warna pink terpapar dikedua pipinya.. ya, aku dan Henry tau benar Hyukie menyukai Donghae.
Eh , aku belum bilang kalau Henry juga sudah pernah bertemu Donghae. Tentunya di toko bunga miliknya. Alhasil, toko bunga itu menjadi tampat perkumpulan kami. Aku, Hyukie, dan Henry. Kadang Wookie juga ikut berkumpul jika tidak sedang pergi bersama Yesung-hyung.
Kembali ke Hyukie. Tapi entah mengapa sepertinya, atau memang hanya perasaanku saja. Hyukie seakan menyembunyikan sesuatu dariku. Ia tidak pernah bercerita jika ia memang menyukai Donghae. Padahalkan tidak masalah jika dia menyukainya. Lagipula aku melihat hal yang sama pada Donghae. Aku rasa mereka saling menyukai tapi tidak ada yang mau memulainya terlebih dulu.
Sempat aku menanyakannya langsung pada Hyukie. Namun, dia menanggapinya diluar perkiraanku. Dia terdiam lama kemudian menjawab "bisakah kau tidak menanyakan itu?" aku tidak terlalu mengerti maksudnya. Tapi aku menurut saja. Kalau dia merasa tidak nyaman dengan pertanyaanku, maka aku tidak akan menanyakannya lagi. Mungkin dia takut hubungannya dengan Donghae berubah menjadi canggung. Itu masuk akal kan?
"jadi bagaimana, Sungmini-eonni?" Tanya Henry lagi, membuatku sadar dari lamunan sesaatku itu.
"Apanya?" tanyaku polos.
"Astaga…~" keduanya, Henry dan Hyukie berseru bersamaan sambil menepuk kening masing-masing.
"Ya! Aku tau, aku tau. Terserah kau sajalah." Jawabku asal.
"ha? Jinja? Ah… baguslah.. sepupuku pasti senang sekali" Henry kegirangan sambil bertepuk tangan. Mengajak Hyukie ber-high-five ria yang disambut dengan plototan dari sang eonni. Yaa.. sudahlah yang penting dia senang –Henry maksudku.
-Sungmin POV end-
"Itu tidak akan pernah terjadi, Sungmin-ah.." ucap seseorang dengan sangat pelaaan, sampai bayangannya sendiri pun tidak mungkin mendengarnya. *lebay
Raut wajahnya kesal. Ia mengepalkan kedua tangannya disamping makanan yang tidak disentuhnya sama sekali.
Seseorang menguping percakapan tiga yeoja itu rupanya. Sekarang ia mencoba berpikir keras untuk menggagalkan acara perjodohan yang dibuat untuk Sungmin itu. Siapa dia sebenarnya?
TBC
Bohong deng.. jangan kecewa gitu dong reader. *ditimpuk meja, kursi, lemari sama reader*
-skiptime-
Libur tlah tiba. Libur tlah tiba. Hatiku gembira *author nyanyi yang pastinya, fals*
Tapi faktanya, libur baru aja berakhir. Rutinitas sekolah kembali dimulai. Sungmin, Hyukie, Henry, dan yang lainnya kembali beraktivitas seperti biasanya. Lalu gimana nasib perjodohan Sungmin yang direncanakan Henry?
Jawabannya satu. GAGAL. Kenapa? Begini ceritanya.
-flashback-
Hari pertama libur sekolah. Meskipun libur tetap saja tugas-tugas setinggi menara Tokyo itu tetap ada. Apalagi Park-songsaenim yang tidak segan-segan memberi tugasnya. Hahh.. melihatnya saja seperti ingin menghilang ditelan bumi *itu mah pengalaman author*.
Sesuai dengan rencana. Hari itu, Sungmin dan Hyukie akan bertemu dengan sepupu Henry dari cina. Namanya Zhoumi. Dia keren, namja dengan tinggi badan diatas rata-rata. Paras yang menawan dengan senyum yang yaa—tau sendirilah ya, ga perlu dijelaskan.
Hari itu mereka berjanji untuk berkumpul dulu di tempat Donghae –lagi. Ya itu artinya, Donghae, Wookie dan Yesung juga mengetahui dengan jelas apa yang hendak Henry lakukan pada Sungmin. Tapi hari itu Hyukie bilang tidak akan ikut. Ia ingin pergi kesuatu tempat. Saat ditanya kemana. Hyukie hanya tersenyum sambil berlalu. Sungmin yakin suatu saat, sahabatnya itu akan menceritakan apa yang ia sembunyikan. Sungmin tidak ingin memaksa Hyukie bercerita. Ia tau privasi. Karena ia juga punya rahasia yang tidak akan pernah ia ceritakan pada siapapun bahkan sampai ia mati. Nah loh?
-Sungmin POV-
"Akhirnya, hanya kita berdua yang pergi." Keluhku pada Henry.
"Mwo? Kita ? kau sendiri, Eonni. Aku hanya mengantarmu ke tempat kalian akan bertemu." Jelas Henry.
"Arraso.. " jawabku menyerah.
Dan disinilah aku menunggu sepupu Henry, Zhoumi. Aneh. Kenapa aku yang menunggu. Bête bête bête.. * author Cuma,kekeke
Setelah berabad-abad menunggu *lebay
Zhoumi datang dengan stellan pakaian yang biasa, sikap yang biasa pula. Tapi memang tidak dipungkiri, ia sangat keren.
"Mimi-ge…" sambut Henry saat Zhoumi datang.
"ehh.. anyeong. Maaf aku sedikit terlambat" ucapnya.
'sedikit, hah?' batinku.
"ini Sungmini-eonni yang sering kuceritakan padamu, mimi.." Henry memulai topic.
"Lee Sungmin imnida. Senang berkenalan denganmu. Pasti sangat melelahkan datang jauh dari cina.." sambungku sedikit panjang dan menyindir sebetulnya.
"Ne. aku banyak mendengar banyak tentangmu dari Henry. Aku juga sangat senang bisa mengenalmu." Ia tersenyum dengan sangat.. eum.. memukau.
Aku membalas senyumannya. Dan kami mulai mengobrol. Tak lama Henry pamit pergi kesuatu tempat. Yaa. Memang sudah direncanakan sebelumnya. Saat Henry pergi, aku tidak merasakan hal yang aneh. Maksudku, aku tidak merasa gugup atau apa saat berdua dengan Zhoumi. Kami mulai mengobrol panjang lebar, membahas hal-hal yang bisa dibilang memang pantas diobrolkan. Bukan obrolan gaje.
Saat aku mulai merasa nyaman mendapat teman obrol seperti Zhoumi. Tiba-tiba seseorang menghampiri kami. Seorang namja, yang ya.. tampan juga, senyum evil yang menawan, dan pembawaan yang kalem.
"Maaf. Bisa kau meninggalkan Sungmin sekarang juga?" tanyanya tiba-tiba membuatku dan Zhoumi terlonjak kaget.
"M-mwo? Apa yang -? " belum aku menyelesaikan pertanyaanku. Zhoumi dengan cepat berdiri didepan namja itu. Terlihat Zhoumi sedikit lebih tinggi darinya.
"Siapa kau? Kenapa tiba-tiba memintaku meninggalkan Sungmin ?" Tanya Zhoumi mulai emosi.
"Aku? Aku kekasih Sungmin. Cho Kyuhyun" jawab namja bernama Cho Kyuhyun itu dengan lantang.
'apa yang dia lakukan.' Batinku bertanya-tanya.
-Sungmin POV end-
-flashback end-
Aneh? Ya. Memang. Dengan tiba-tiba namja bernama Cho Kyuhyun itu mengaku dirinya sebagai kekasih Sungmin. Dan yang tak kalah aneh adalah sikap Sungmin yang tidak membantah saat Kyuhyun menyatakan dirinya sebagai kekasih Sungmin.
-Kyuhyun POV-
Setelah hari itu, aku tidak melihat Sungmin. Yaa karena saat itu masih masa liburan, mungkin dia sedang menghabiskan waktunya bersama Teuki-eonni atau bersama sahabatnya. Hyukie dan Henry.
'Aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan.'
Perkataan Sungmin hari itu saat namja cina bernama Zhoumi pergi meninggalkan kami dengan wajah kecewa. Lama aku pun terdiam saat itu.
'bisa kau jelaskan padaku, apa yang baru saja kau lakukan?'
Lagi-lagi perkataan yeoja manis itu terngiang-ngiang ditelingaku. Jelas sekali.
'aku hanya mengatakan yang ingin aku katakan' jawabku akhirnya membuka suara.
'apa maksudmu ? kau -' Sungmin beranjak dari duduknya dan berdiri dihadapanku dengan wajah menuntut penjelasan. Aku kaget melihatnya. Tanpa berfikir panjang kata-kata terakhir Sungmin yang kemudian terhenti karena aku membungkam mulutnya dengan bibirku. Bibir yang sejak awal membuatku terpesona itu. Aku bisa merasakannya. Hangat dan manis.
Ya. Aku menciumnya. Ia terdiam, tak melawan tapi juga tak menolak. Mungkin ia kaget. Aku pun kaget menyadari apa yang baru ku lakukan. Ku tarik wajahku sedikit menjauh. Lalu aku berbisik padanya. "Saranghae, Sungmin-ah. Jangan berikan hatimu pada siapapun kecuali padaku dan hyung." Setelahnya aku pergi meninggalkan Sungmin yang masih diam karena kaget.
Bukannya aku kurang ajar. Tapi aku tau, seseorang sudah menunggu Sungmin untuk membawanya pulang. Ia menunggu disamping pintu masuk. Ia menyaksikan semua yang kulakukan. Aku pun melintas melewatinya hendak meninggalkan tempat itu.
Alih-alih menghentikanku. Ia malah tersenyum. Entah senyum bahagia, mengejek, kasihan, atau apa, aku tidak tau maksud senyumannya. aku pun pergi dengan sejuta pemikiran tentang kemungkinan yang akan terjadi antara aku dan yeoja yang kucintai, Sungmin, nantinya.
-Kyuhyun POV end-
Sejak kejadian itu, Sungmin mulai memikirkan Kyuhyun. Ciee…
Ya memang dia akui Kyuhyun itu sangat amat menarik. Saat pertama bertemu dengan Kyuhyun, Sungmin merasa ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Saat itu beberapa hari setelah Sungmin mengalami insiden tabrakan dengan pria aneh yang dengan begitu saja meninggalkannya di suatu tikungan dijalan menuju rumahnya.
-flasback- *lagi
"Lee Sungmin ?" seseorang memanggil Sungmin yang hendak pergi ke kantin menyusul dua sahabatnya. Hyukie dan Henry.
"Ne. Lee Sungmin imnida." Jawab si pemilik nama Sungmin itu sambil menunduk sekilas. Di pandangnya sosok yang baru saja memanggilnya itu. Ia tau, tapi tidak mengenalnya secara resmi. Untuk sesaat, Sungmin terasa terbius oleh pandangan sosok tersebut.
"Cho Kyuhyun imnida." Sosok itu tersenyum, membuat semburat warna pink bertengger di pipi Sungmin. "Aku mau minta maaf soal beberapa hari yang lalu" lanjut namja bernama Kyuhyun itu.
"beberapa hari yang lalu?" Sungmin memiringkan wajahnya seraya menekuk alisnya. Bingung.
"Ah. Ne. beberapa hari yang lalu aku membuatmu terjatuh dan aku malah langsung pergi meninggalkanmu saat itu. Aku sedang tergesa-gesa. Jadi mianhae." Jelasnya.
"Aa.. jadi itu kau.." Sungmin mulai menangkap realita yang terjadi. "Ah. Ani. Tidak usah minta maaf. Aku juga tidak memperhatikan sekitarku saat itu. Aku merasa tidak nyaman saat itu. Jadinya aku bergegas. " lanjut Sungmin.
"Tidak nyaman..?" Tanya Kyuhyun heran.
"Ya.. kau tau seperti diikuti seseorang. Aku tau itu terdengar gila, tapi entahlah. Aku hanya merasa seperti itu." Jelas Sungmin. Heran, kenapa dia menceritakan hal semacam itu pada Kyuhyun yang bahkan pada Hyukie, Henry dan Teuki-eonni pun ia tak pernah ceritakan.
"Kau harus berhati-hati kalau begitu." Lanjut Kyuhyun. Hati Sungmin berdebar mendengarnya. "Ku harus pergi sekarang. Sampai Jumpa."
"Eh? Ne. Sampai jumpa." Sungmin salah tingkah ^^.
-flashback end-
Hari minggu di toko bunga milik Donghae. Para yeoja yang bosan memutuskan untuk berkumpul bersama sambil minum teh.
"Hyukie, Henry, ada yang ingin aku katakan pada kalian.." Sungmin tiba-tiba angkat bicara.
"Wae yo?" ucap keduanya bersamaan.
"Aku. Aku.. Pacaran dengan Kyuhyun.." lanjut Sungmin.
"MWO?" terdengar suara yang menggema di telinga Sungmin. Bukan hanya suara sahabatnya Hyukie dan Henry. Tapi suara itu juga berasal dari seseorang yang tidak sengaja mendengar pengakuan Sungmin itu.
"Kau pacaran dengan Kyuhyun? Cho Kyuhyun?" Tanya Donghae tak percaya.
Ehm.. *author numpang lewat lagi*
TBC
