Something Weird About Flower
Part #5
'Saranghae, Sungmin-ah. Jangan berikan hatimu pada siapapun kecuali padaku dan hyung.'
Pagi itu Sungmin seperti orang bingung. Dia sedang nonton televisi dengan Teuki-eonni. Masih minggu libur, seharusnya digunakan untuk pergi main mungkin atau setidaknya digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Tapi nyatanya Sungmin tidak melakukan yang mana pun. Dia tidak focus pada apapun yang ada dihadapannya. Yang ada dipikirannya hanya perkataan terakhir Kyuhyun yang dengan tiba-tiba menyatakan ia mencintainya..
'Jangan berikan hatimu pada siapapun kecuali padaku dan hyung.'
Lagi-lagi kalimat Kyuhyun mengusik pikiran Sungmin.
'tunggu sebentar!' batin Sungmin, menyadari sesuatu yang ganjil.
"hyung?" ucapnya sambil menegakkan tubuhnya yang semula duduk santai. Alisnya bertaut. Matanya menyipit.
"Wae-yo ? Sungmin-ah? Gwaenchana?" Tanya Teuki-eonni kaget melihat yeoja dihadapannya.
"Ah..! Ani.. Aku baik-baik saja" jawab Sungmin singkat lalu beranjak ke kamar.
"Cih.. aneh sekali kau.." cibir Teuki-eonni lalu melanjutkan aktivitasnya menonton telenovela ~.
Di kamar, Sungmin merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Mencoba mencerna dengan baik kalimat-pernyataan-dari-Kyuhyun itu. Lalu..
Drrrtt.. Drrtt..
Ponselnya bergetar.
Drrt. Drrt..
Ponselnya kembali bergetar. Semula Sungmin hendak mengacuhkan ponselnya karena dikira itu hanya pesan yang masuk. Ternyata itu panggilan dari seseorang yang meneleponnya di hari libur. Diambillah ponsel itu dan ia lihat nomor asing yang memanggilnya. Ragu-ragu ia untuk menjawab. Tapi akhirnya yaa di angkat juga.
"Yeoboseyo?" Suara Sungmin sedikit waspada.
"Ah. Anyeong. Sungmin? Ini aku Kyuhyun.."
DEG.
Jantung Sungmin tiba-tiba berdegup kencang. Kaget, senang dan takut. Kaget dan senang karena orang yang membuatnya tidak konsentrasi itu tiba-tiba menelepon. Takut karena.. yaa pernyataan Kyuhyun yang tiba-tiba kemarin lusa itu, mungkinkah Kyuhyun seseorang yang 'sakit jiwa' ? *plak, digampar Kyuhyun*
Tapi sepertinya rasa senang yang mendominasi. Terbukti Sungmin senyum-senyum mendengarnya.
"A.. Ne. Sungmin disini. Ada apa Kyuhyun-shi?" Sungmin sedikit gugup.
"emm.. ayo kita pergi kencan." Jawab Kyuhyun to the point.
"Ha?" Sungmin setengah berteriak sambil bangkit dari posisi tidurnya. "Apa? Kenapa tiba-tiba.." lanjut Sungmin sambil berjalan bolak-balik di kamarnya yang sempit itu.
"Apaa.. kau ada acara lain?" Tanya Kyuhyun kemudian, terdengar suara waswas disana.
"EH? Ahh.. Anio. Aku tidak ada rencana pergi kemana-mana.. Tapi-"
"Kalau begitu bergegaslah. Aku sudah menunggu di depan apartemenmu." Potong Kyuhyun sebelum Sungmin beralasan. Yaa bukannya Sungmin tidak mau, tapi kenapa mendadak sekali. Dia belum melakukan persiapan apa pun.*pasti belom mandi deh, kaya author wkwk*
"APA? Depan apartemenku?" suara Sungmin semakin keras, ia panic.
"Sampai jumpa, Sungmin-ah.."
Tutt.
Kyuhyun menutup sambungan teleponnya. Sementara Sungmin masih terbengong dikamarnya.. pergerakannya melambat seperti siput *plak*. Akhirnya ia pergi ke kamar mandi untuk mandi. Saat melewati ruang televisi Sungmin bingung karena Teuki-eonni yang baru ditinggalnya sebentar dikamar tadi telah menghilang.
"Teuki-eonni? " panggilnya. 'Ah mungkin dia pergi ke minimarket'batin Sungmin. Ia pun melanjutkan persiapannya untuk pergi kencan bersama Kyuhyun.
'Kencan? Yang benar saja. Aku bahkan belum bilang menerimanya menjadi kekasihku..' gerutu Sungmin dalam hati sambil menyisir rambut didepan cermin.
"Dia bahkan belum benar-benar memintaku menjadi kekasihnya?" ucap Sungmin pada bayangan didepannya.
Meski begitu, toh dia tetap bersiap, memakai pakaian favouritnya, dress pink selutut tanpa lengan dipadukan dengan jaket manis berbahan lembut dengan warna putih. Sengaja tidak ia ikat rambut sebahunya itu seperti hari-hari biasa. Ia biarkan terurai begitu saja. Tak lupa ia rapikan poni sealisnya. Diambilnya tas, ponsel dan sepatu lalu bergegas keluar.
"Kau mau pergi berkencan?" Tanya Teuki-eonni tiba-tiba saat Sungmin membuka pintu kamarnya.
"Omo! Astaga. Kau membuatku kaget.. Bagaimana kau tau? Aku baru saja akan memberitahumu."
"Kau pikir aku tidak tau? Melihatmu dengan pakaian manis, tergesa-gesa, ditambah kulihat seorang namja tampan menunggu diluar. Pastinya aku tau.." jawab Teuki-eonni nyerocos.
"Kau sudah bertemu Kyuhyun?" Tanya Sungmin.
"Emm." Teuki-eonni mengangguk. "Tadi aku keluar sebentar. Kulihat seseorang yang asing. Saat kutanya katanya dia temanmu. Aku menyuruhnya menunggumu didalam, tapi dia bilang kau sudah akan keluar. Makanya aku bergegas kesini. Dan… benar saja.." jelas Teuki-eonni panjang lebar.
"Ooo.." Sungmin mengangguk-angguk.
"Cepatlah. Dia menunggumu." Teuki-eonni mendorong tubuh Sungmin pelan mengarahkannya ke pintu keluar. Sungmin pun menurut.
"Aku pergi, Eonni~" Sungmin pamit saat sudah didepan pintu rumah.
"Sepertinya dia namja yang baik, Sungmin." Cling.. Teuki-eonni mengedipkan sebelah matanya genit. Lalu menutup pintu saat Sungmin hanya membalasnya dengan senyuman.
-Kyuhyun POV-
Aku mengajak Sungmin pergi kencan.
Aku menunggu didepan apartemennya. Jangan Tanya dari mana aku tau apartemennya, tentu aku tau. Aku tau semua tentang Sungmin. Aku sangat mengetahuinya.
Kulihat seseorang muncul dari lobby apartemen itu. Seseorang yang sudah kutunggu sejak tadi. Yeoja yang kucintai sejak aku melihatnya. Saat dia datang menjadi murid baru di sekolahku? Bukan. Jauh sebelum itu. Hanya saja dia tidak mengetahuinya.
Wajah itu, rambut yang bergoyang saat dia berjalan. Mata itu, senyum itu. Semuanya sangat menawan. Ia berjalan menghampiriku. Wajahnya sedikit menunduk. Kulihat pipinya berwarna semu merah merona. Membuatnya terlihat semakin manis. Aku tersenyum padanya.
"Anyeong~ apa kau menunggu lama? Mianhae." sapanya.
"tidak ada yang lebih lama selain menunggumu, Sungmin-ah". Jawabku. "Kajja!" kuraih tangannya dan menariknya untuk mengikutiku sementara dia mungkin bingung dengan apa yang kukatakan padanya.
-Kyuhyun POV end-
"Kita mau kemana?" Tanya Sungmin pelan saat sudah cukup lama berjalan. Wajahnya masih merah.
"Hm? " Kyuhyun menoleh pada Sungmin sambil tersenyum.
Deg. Melihat Kyuhyun tersenyum seperti itu rasanya jantung Sungmin berhenti berdetak. Ia menundukkan wajahnya menatap jalan sambil tetap berjalan.
"Aku mau membawamu ke rumahku~" jawab Kyuhyun ringan. Seringan kapas. Ia semakin mempererat genggamannya pada tangan Sungmin. Sementara Sungmin, bisa dibayangkan. Setelah kaget karena Kyuhyun tiba-tiba mengajaknya berkencan. Sekarang ditambah lagi saat mengetahui tujuan mereka. Rumah Kyuhyun. Sungmin merasa cemas sebetulnya. Tapi entah mengapa, tubuhnya tetap saja mengikuti jalan Kyuhyun. Ia merasa senang. Itu aneh. Entahlah. Sungmin pun bingung. Reader bingung dan author lagi makan siang *plak*.
-Sungmin POV-
"Tunggu sebentar disini.." Kyuhyun bicara saat kami telah memasuki ruang tamu rumahnya.
'Astaga.. Rumahnya luas sekali' pikirku. Design interior yang menawan. Ruang tamu dengan sofa minimalis namun terkesan formal. Dinding berwarna kecoklatan menambah suasana kalem dan santai. Dan wanginya.. Hmm.. wangi bunga. Segar sekali. Kuputar pandanganku melihat sekeliling. Disamping ruang tamu terdapat pintu kaca lebar yang memberi kesan semakin luas. Dibaliknya terhampar rerumputan dan pot-pot bunga. 'Taman' pikirku.
Aku beranjak dari ruang tamu menuju taman. Awalnya aku kesulitan mencari jalan menuju kesana. Ternyata harus memutar melewati ruang disebelahnya yang sepertinya itu ruang keluarga. Tampak televisi dan perangkat entertainment lainnya. Kulihat photo dengan ukuran besar terpajang di dinding ruangan itu. Photo keluarga. Sepasang pria dan wanita dengan dua anak laki-laki dikanan dan kirinya. Pasti salah satu anak itu adalah Kyuhyun. Satunya lagi.. hm.. aku tidak tau siapa tapi sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana ya..
"Sungmin-ah?" seseorang menepuk bahuku. Aku terlonjak kaget namun bisa mengontrol ekspresi ketika melihat siapa yang menepuk bahuku itu.
"Astaga. Kau mengagetkanku Kyuhyun-shi.." entah mengapa hari ini aku banyak sekali mengalami kaget. Ckck.
"Mianhae." Dia tersenyum. Blush.. pipiku terasa panas. Mungkin sudah memerah sekarang. "Apa yang sedang kau lakukan?" lanjutnya.
"Oh.. Emm aku hanya melihat-lihat. Maaf kalau aku tidak sopan." Jawabku sambil menundukkan kepala.
"Gwaenchana.. kau bebas melakukan apa saja disini. Anggap saja ini rumahmu. Dan panggil aku kyu saja. Atau kau boleh memanggilku Oppa, seperti seorang yang memanggil kekasih pada umumnya." Lanjutnya sambil tertawa ringan. Aku juga ikut tertawa ringan.
-Sungmin POV end-
"Itu keluargamu ?" Tanya Sungmin, matanya seakan menunjuk kearah photo besar di dinding.
"Hm, itu keluargaku. Itu omma-ku dan appa-ku dan hyung-ku". Jawab Kyuhyun sambil menunjuk kearah orang-orang dalam photo itu.
"Oo.. Eh? Hyung.." Sungmin bergumam pelan. "Kyuhyun-shi.. Eh Kyu. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Saat itu kau bilang 'jangan berikan hatimu selain padaku dan hyung'." Sungmin menirukan intonasi Kyuhyun saat itu.
"Apa maksudmu dengan hyung?" lanjut Sungmin. "Apa itu hyungmu?" Sungmin menunjuk photo namja yang tadi ditunjuk Kyuhyun. "Memangnya siapa hyung-mu? Apa aku mengenalnya atau dia mengenalku?" Sungmin bertanya tak henti-henti.
Kyuhyun terlihat berfikir sejenak. "Sungmin-ah.." kata-katanya menggantung di awal.
Tiba-tiba suara langkah kaki seseorang terdengar dari rumah itu. Bukan suara Sungmin atau Kyuhyun –pastinya. Suara itu semakin mendekat. Kyuhyun tau pasti siapa itu. Kyuhyun lalu menarik pinggang Sungmin, membuatnya sangat dengan tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan?" sungmin jelas kaget tiba-tiba karena kyuhyun menariknya.
"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Tersenyumlah" jawab kyuhyun sambil tersenyum kearah sungmin, membuatnya hanya bisa terdiam.
Suara langkah kaki itu berhenti tepat didepan sungmin dan kyuhyun yang dalam posisi err- merangkul satu sama lain, hanya terpisahkan olah sofa yang ada diruang itu.
"Omma. Ini Sungmin. Kekasihku." Kata kyuhyun saat orang yang datang itu yang rupanya adalah omma-nya melirik kearah sungmin.
'Lagi-lagi seperti itu'batin Sungmin.
"A-anyeonghaseyo. Lee Sungmin imnida. Senang bertemu anda." Ucap sungmin terbata-bata beberapa saat kyuhyun bicara.
Orang yang dipanggil kyuhyun omma itu pun melangkah mendekati sungmin. Mengitari sofa yang memisahkan jaraknya dengan sungmin dan kyuhyun tanpa melepaskan pandangan kearah sungmin.
"Sungmin." Ucapnya tepat dihadapan sungmin.
"N-ne. Su-sungmin. Lee S-sungmin imnida.." sungmin menyebut namanya lagi dengan gugup.
"Aigo~ manis sekali kau ini.." ucap omma kyuhyun lalu mencubit kedua pipi chubby sungmin dengan terlalu bersemangat.
"Omma jangan begitu.." kyuhyun mencoba melepaskan tangan omma-nya itu dari pipi sungmin. "Kau tidak apa-apa?" Tanya kyuhyun, kyuhyun mengelus-elus pipi sungmin dengan tangannya. Memandangnya sedikit khawatir. Kyuhyun tau pasti cubitan omma-nya pasti menyakitkan.
Blush. Pipi sungmin yang sudah merah karena dicubit menjadi semakin merah Karena perlakuan kyuhyun padanya itu.
"aigo~ aku ingin sungmin menjadi anakku. Mau kan sungmin-ah?" Tanya omma kyuhyun.
"HA?" sungmin seketika mengalihkan pandangannya pada omma kyuhyun. Kaget mendapet pertanyaan semacam itu. "T-tapi, aku dan kyuhyun.." jawab sungmin terbata-bata, tidak tau harus menjawab apa.
"Omma, jangan begitu. Kau membuat sungmin tidak nyaman." Kyuhyun angkat bicara.
"Aahh~ tapi aku ingin sungmin~" jawab omma-nya setengah merengek. "Ne. sungmin-ah?" matanya menatap mata sungmin dengan pandangan yang menuntut jawaban YA.
"Eh.. i-itu itu.." sungmin bingung.
"Baguslah kalau begitu. Apa kau suka kue sungmin-ah? Aku baru membuat kue. Ayo kita makan bersama. Kyuhyun tidak suka makanan manis. Jadi kita tinggalkan saja dia. Kajja!" omma menarik tangan sungmin dan membawanya ke dapur, sama sekali tidak memperdulikan ekspresi sungmin yang bingung. Sungmin melirik sekilas kearah kyuhyun, yang dilirik malah mengembangkan senyum yang sungmin tidak tau maksudnya apa.
Di dapur, sungmin dan omma kyuhyun memulai pesta kuenya. Dan benar, omma kyuhyun membuat kue –kue yang banyak. Kyuhyun yang tak lama kemudian menyusul ke dapur hanya memperhatikan aktivitas sungmin dan omma-nya. Sebetulnya sungmin hanya diam dan sesekali menjawab 'Ne.' atau 'Ini enak' sambil tersenyum kepada omma kyuhyun. Omma kyuhyun sendiri terlihat excited dengan keberadaan sungmin disana. Tak henti-hentinya ia bertanya tentang kue yang dibuatnya..
Daan.. itu lah yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Sungmin yang 'dipaksa' memakan kue –meskipun kue itu semuanya enak. Kyuhyun yang hanya senyum-senyum melihat omma-nya yang bersemangat. Omma kyuhyun yang tak henti-hentinya bicara.
.
.
"Terima kasih telah mengantarku pulang." Ucap sungmin saat telah sampai di depan pintu rumahnya pada kyuhyun.
"Terima kasih sudah mau pergi berkencan bersamaku." Kyuhyun tersenyum. "Masuklah."
"kau belum menjawab pertanyaanku.." balas sungmin. Ia tatap kyuhyun dengan pandangan rentenir menagih utang *plak*.
"kenapa kau bilang aku adalah kekasihmu pada omma-mu? Aku bahkan tidak pernah merasa menerimamu menjadi kekasihku. Bahkan kau tidak pernah bertanya padaku.." sungmin nyerocos. "Dan pada Zhoumi saat itu. Dengan tiba-tiba kau datang lalu memintanya pergi lalu kau bilang kau kekasihku. Lalu kau menci-" kata-kata sungmin terhenti pada satu kata yang sebelum ia selesai mengatakannya saja sudah membuat pipinya kembali merah.
Kyuhyun yang diam saja, mendekatkan wajahnya ke wajah sungmin. Ditatapnya mata sungmin yang indah itu. Ia semakin mendekatkan wajahnya lalu menutup mata saat bibirnya menyentuh bibir sungmin. Mengecupnya sesaat dan menarik wajahnya kembali. Sungmin membeku.
"Menciummu. Itu yang ingin kau katakan?" kyuhyun melanjutkan kalimat sungmin.
Sungmin merasa pipinya sangat panas. Dia tidak tau harus bagaimana menyembunyikan wajahnya yang kini semerah tomat.
"Se-sampai jumpa." Sungmin berbalik dan membuka pintu rumah yang tidak dikunci dengan cepat dan menutupnya tanpa peduli dengan kyuhyun. Ia memegangi pipi chubbynya, mengibaskan tangannya. Astaga, ia sangat malu. *kekeke*
Kyuhyun yang masih diluar hanya tersenyum melihat tingkah sungmin yang menurutnya sangat menarik itu. Ia berbalik dan pulang. Meninggalkan rumah sungmin dengan hati riang.
'astaga.. kenapa aku ini' batin sungmin.
"Kau sudah pulang sungmin-ah?" suara Teuki-eonni terdengar, sepertinya dari dapur. Yang dipanggil masih sibuk dengan pikirannya.
"Hei. Kenapa diam disitu." Teuki-eonni menghampiri sungmin. "kenapa kau tidak menjawab? Kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu merah ? kena—AAA apa kau-"
"A-aku tidak melakukan apa-apa. A-aku baik-baik saja. A-aku hanya butuh istirahat itu saja.." jawab sungmin lalu berlalu ke kamarnya. Eonni-nya hanya terkikik melihatnya.
.
.
Hwah. Author habis ide *digampar*
TBC
