Something Weird About Flower

Part #6

"Jadi kau mencoba mengatakan bahwa kau benar-benar pacaran dengan Cho Kyuhyun..?" namja pemilik toko bunga itu bertanya.

"Hm." Sungmin mengangguk sekali.

"Dan kau menyukainya..?" Tanya Hyukie. Ada sesuatu dengan tatapan matanya pada Sungmin saat bertanya hal itu. Bukan terkejut atau tidak suka. Hanya saja sedikit ganjil. Entah apa itu.

"Hm. " Sungmin kembali mengangguk.

"Eonni bilang dia datang saat aku meninggalkan Eonni bersama Zhoumi.. lalu mendeklarasikan diri sebagai .. kekasih Eonni?" yeoja imut itu bertanya sambil terus mendekatkan wajahnya pada Sungmin, mempertegas pertanyaan.

"Ne. " Sungmin mengangguk lagi. "Bisakah kau menjauh dari wajahku?" protes Sungmin.

"Waahh~…" ketiganya, Donghae, Hyukie dan Henry menyandarkan punggung pada kursi masing-masing.

"Ya~. Ada apa dengan kalian. Bukankah itu bagus? Namja itu dengan tegas bilang kalau Sungmin adalah kekasihnya. Ditambah dia mengajak Sungmin kencan dan membawa Sungmin menemui orang tuanya. Bukankah itu romantis? " Wookie yang sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya angkat bicara. "Bahkan Yesung-oppa mengajakku menemui omma dan appa setelah kami berhubungan selama 3 bulan." Lanjut yeoja itu lalu minum teh didepannya.

"Ekhm.." suara bariton yang sangat dikenal tiba-tiba terdengar tepat disamping telinga Wookie.

Uhuk~ uhuk~. Karena kaget Wookie tersedak.

"Kau sendiri yang bilang belum mau menemui mereka waktu itu" lanjut suara itu.

"Ehehe~ kau benar. Mianhae, oppa~" Wookie merangkul lengan kekasihnya.

"Jadi dengan kata lain. Kau sekarang mengakui Kyuhyun sebagai kekasihmu ? begitu?" Tanya Donghae lagi.

"itu yang dia katakan sedari tadi, kau ini bodoh~" Hyukie memukul kepala Donghae.

"Aku tahu .." jawab Donghae kesal.

"Lalu kenapa bertanya, bodoh" balas Hyukie.

"YA! Kenapa kau terus mengataiku bodoh! Aku bertanya pada Sungmin dan kenapa kau yang menjawab HAH?" Donghae benar-benar kesal kali ini.

"Karena kau memang bodoh. Dan-" Hyukie ikutan kesal karena Donghae berteriak kepadanya.

"Ya. Ya. Kenapa kalian bertingkah seperti anak kecil. Memalukan." Yesung mencoba menengahi. "Sesama orang bodoh itu tidak boleh saling menghina~" lanjut Yesung yang lantas mengundang tatapan membunuh dari Hyukie dan Donghae.

"Tapi ini sedikit aneh," si Mochi kembali bersuara, masih dalam posisinya menyender pada kursi, tangan kirinya terlipat dan tangan kanannya memegang cangkir teh, matanya yang sipit semakin menyipit karena alisnya bertemu, menandakan kebingungan dan kecurigaan.

"Apa maksudmu dengan aneh?" Sungmin penasaran.

Semua mata kini tertuju pada sang Mochi yang tetap pada posisinya. Termasuk dua makhluk yang tadi sempat bersitegang, sehingga melupakan pertengkaran bodoh mereka.

"yaa.. menurutku aneh. Kenapa Kyuhyun tiba-tiba menyebut dirinya kekasih Sungmini-eonni? Kenapa dia bisa senekat itu? Kalau dia memang menyukai Sungmini-eonni, kenapa dia tidak melakukan pendekatan seperti orang-orang pada umumnya? Kalian hanya bertemu dan mengobrol seperlunya ketika di sekolah. Selebihnya, Sungmini-eonni selalu bersamaku atau bersama Hyukie-eonni, dan saat tidak ada kegiatan sekolah, Sungmini-eonni sendiri yang bilang bahwa selalu berada dirumah. " jelasnya panjang-lebar-tinggi *rumus volume balok* *author ditabok*.

"Lalu apa hubungannya..?" Tanya Wookie bingung dan semua yang mendengarkan mengangguk *termasuk reader, mungkin?*.

"Itu artinya sikap Kyuhyun seakan-akan dia sudah tau dengan.. pasti," Henry memberi penekanan pada kata 'pasti'. ".. bahwa Sungmini-eonni akan menerima sikapnya meskipun tidak pernah bertanya dahulu pada Sungmini-eonni."

Semua orang memasang wajah berpikir, mencoba mencerna pernyataan si Mochi. Termasuk Sungmin yang merupakan pemeran utama dalam kasus ini. *jiyaahh , bahasanya..*

"kalau aku jadi Kyuhyun.." kali ini Yesung bicara. Semua mata menjadi tertuju padanya. "aku akan khawatir jika Sungmin akan menolakku dan menganggap aku aneh atau menakutkan sehingga tidak mau menemuiku lagi."

Klikk~ Henry menjentikkan jari. "Itu yang ku maksud."

"Dia seakan-akan tau benar apa yang akan Sungmini-eonni lakukan. Seakan-akan dia sudah mengalami hal ini sebelumnya. Seperti mengulang hal yang sama, sehingga dia tidak punya keraguan. Apa kau pernah bertemu dengan Kyuhyun sebelumnya, Sungmini-eonni?" lanjut si Mochi sejurus kemudian.

"Hm.. Ani. Aku baru bertemu dan mengenalnya saat aku kembali ke Korea. Itu pun setelah beberapa lama aku masuk sekolah." Jawab Sungmin polos.

"tapi ada satu hal yang lebih aneh lagi.." lanjut Yesung. Semua kembali memperhatikan. "Kenapa kau menerima Kyuhyun ? maksudku, apa kau tidak menaruh kecurigaan atas sikapnya?"

"Itu.." Sungmin terlihat berpikir keras. Sejujurnya dia pun bingung. Loh ?

"tentu saja karena Sungmin juga menyukai Kyuhyun. Ne, Sungmin-ah?" Wookie berpendapat.

"Kalau aku jadi Kyuhyun dan kau jadi Sungmin.." Yesung bicara pada kekasihnya. "..apa kau tidak takut kalau aku akan berbuat jahat kepadamu? Mungkin saja aku ini seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan mendekatimu dan pada suatu malam tiba-tiba aku menusukmu dengan pisau dari belakang.."

Deg.

Sungmin teringat mimpinya. Mimpi tentang pemuda yang menyodorkan mawar putih kepadanya yang selalu berubah menjadi abu ketika ia mencoba meraihnya. Mimpi tentang seseorang yang berdiri dibelakangnya sambil menodongkan benda tajam dipunggungnya. Semula, ia kira itu karena kebiasaan Teuki-eonni yang membangunkannya dengan cara menggaruk-garuk punggungnya. Tapi, meski Teuki-eonni tidak melakukannya, mimpi Sungmin selalu berakhir dengan seseorang yang mencoba menusuknya dari belakang.

"Ya. Hyung! Kau terlalu banyak menonton film. Kalau pun ada pembunuh bayaran seperti itu. Kurasa kaulah yang paling pantas menjadi salah satunya." Donghae beranjak dari duduknya.

"Aishh~ kau itu menyebalkan.." balas Yesung ketus.

Hening.

"Hei, bukankah Kyuhyun itu temanmu?" Tanya Wookie pada Donghae saat kembali ke kursinya, ia baru dari dapur mengambil gula untuk tehnya.

"Eh? Kau mengenalnya Donghae-ssi?" Tanya Sungmin.

"Hm.. aku mengenalnya," Donghae mengangguk. "Kyuhyun dan keluarganya adalah salah satu pelanggan toko bungaku. Tapi kami jarang berkomunikasi sejak beberapa tahun terakhir. Sesekali dia mampir membeli karangan bunga." Jelas Donghae sambil mengaduk-aduk tehnya.

"Bunga apa yang biasa dia beli?" Tanya Sungmin cepat.

"Hm.. mawar. Semua jenis mawar pernah dia beli dari toko bungaku. Terakhir kemari juga. Tapi aku memberinya dengan Cuma-Cuma karena dia bilang bunga itu untuk hyung-nya.." Jawab Donghae lalu meminum tehnya. *teh lagi teh lagi*

"hyung? Kau tau hyung-nya Kyuhyun?" Tanya Sungmin lagi.

"Eh? Emm. Waktu kami sama-sama masih kecil. Kyuhyun dan hyung-nya kadang mampir kemari membeli bunga. Wah~ itu sudah bertahun-tahun yang lalu.." Donghae menerawang masa lalunya (?).

"Lalu dimana hyung-nya sekarang?" Tanya Sungmin tak sabar.

"Eh? Dia. Dia.. " Donghae terbata-bata. "Sebaiknya kau Tanya sendiri pada Kyuhyun, aku rasa aku tidak punya hak menceritakan tentang dirinya padamu." Donghae beralasan.

"Ah~ Ne." Sungmin mengangguk kecewa. Tapi yang dikatakan Donghae memang benar. Seharusnya Sungmin bertanya sendiri pada Kyuhyun. Hey, Sungmin pernah bertanya tapi Kyuhyun belum menjawabnya.

Krrrbbkkk~

Perut siapa yang meraung itu?

"Mianhae~ aku lapar.." Hyukie menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Astaga.. Sudah dekat makan malam rupanya. Kenapa tidak terasa ya?" kata Wookie saat melirik jam tangan kekasihnya. "Kalian ingin makan apa?" Tanya Wookie.

"Ramen.." jawab Henry.

"Apapun yang kau masak, jjagi~" jawab Yesung sambil mengacak-acak rambut Wookie.

"Yang lain?" Tanya wookie pada makhluk-makhluk *plak* yang belum menjawab.

"Hm.. aku bebas aja" jawab Donghae.

"Steak dengan saus barbeque .. cappuccino dan sepotong strawberry cake sebagai penutup" jawab Hyukie yang terlihat membayangkan setiap makanan yang diucapkannya. *ngilerr~*

"YA! Kau pikir ini restoran apa?" Donghae.

"YA! Tidak usah berteriak begitu. Aku hanya menjawab pertanyaan yang diajukan padaku.." Hyukie berapi-api.

"Hei .. Hei.. jangan mulai lagi.." Wookie menyela sebelum Donghae dan Hyukie benar-benar berkelahi (?). "Kau ingin makan apa Sungmin-ah?" lanjutnya.

"Eh? Ah. Aku akan pulang saja. Aku kira Teuki-eonni sudah menyiapkan makan malam hari ini." Kata Sungmin lalu beranjak dari kursinya hendak pamit pada semua.

"Eonni pulang sendiri tidak apa-apa kan?" Tanya Henry khawatir.

"kenapa harus apa-apa. Rumahku dekat dari sini.." jawab Sungmin sambil mencubit pipi chubby Henry. "Aku pulang ya.. " Sungmin menunduk lalu berbalik pulang.

"Ne~. Hati-hati~" jawab yang lain serentak.

Yaa. Memang sudah jadi kebiasaan sekarang. Perkumpulan illegal (?) di sebuah toko bunga. Mereka selalu menghabiskan waktu senggang disana meski sekedar minum teh. Seharusnya Donghae membuka caffe saja kalau begitu. Bukan toko bunga. Ckck.. ini karena author yang tidak konsisten. Kkkk

.

skiptime

Sekolah sudah dimulai kembali. Aktifitas mulai kembali menyibukkan para penghuni sekolah pada umumnya dan Sungmin, Hyukkie serta seluruh siswa kelas XII pada khususnya.

*disini ceritanya Sungmin ma Hyukie itu kelas XII yang akan menghadapi ujian nasional. Sama kaya author gitu, mohon doanya yak^^*

Terus Henry, Donghae, Wookie, Yesung sama Kyuhyun?

Henry masih kelas X. Donghae sama Wookie lagi kuliah, mereka seangkatan, makanya temenan akrab. Yesung udah meniti karir didunia periklanan sebagai salah satu tim kreatif di perusahaan periklanan bergengsi. Kyuhyun? Karena dia itu jenius kan..*semua ngangguk-ngangguk*, dia juga mulai sibuk menghadapi ujian karena dia kelas XII, mestinya dia kelas XI, dia lompat kelas karena ke-jenius-annya.

Nah loh? Terus yang kemaren buang bunga di pohon deket gerbang sekolah, yang ngumpet-ngumpet itu, yang abis tu katanya menuju kelas XI, siapa? Kalo kyuhyun ternyata kelas XII juga kaya Sungmin, berarti, siapa? Readers pada bingung.. pasti pada nyangkanya itu Kyuhyun kan? *ngangguk-ngangguk*. Padahal bukan.. kkkkk *tawa setan*

Trus siapa?

Mari kita cari tau~

.

.

-Sungmin POV-

Sekolah udah mulai.. Tugas mulai banyak. Untung sekarang ada Kyuhyun yang siap bantuin. Dia itu bener-bener-bener jenius. Asli. Semua kesulitan yang aku alami di berbagai mata pelajaran, Cuma dalam hitungan menit dia selesaikan. Ajaib~. Tapi aku ga lantas memanfaatkannya. Aku tau banget. Sekolah itu yang penting bukan hasil akhirnya. Tapi proses kita dalam memahami tiap-tiap materi yang disampaikan disana. *nasehat mamah author*

Sebetulnya aku sedikit kepikiran tentang komentar-komentar teman-temanku saat aku bilang kalo aku pacaran sama Kyuhyun. Tapi aku terlalu sibuk dengan semua persiapan untuk ujian setelah liburan kemaren. Kadang aku pergi kencan sama Kyuhyun. Tapi kami ga pernah pergi ke tempat lain selain ke rumahnya dan menikmati semua kue dan obrolan omma-nya. Terdengar menjengkelkan? Tapi aku justru senang. Mungkin karena aku sendiri yang terpisah jauh dari orang tuaku, sehingga saat aku bertemu dengan omma-nya Kyuhyun, aku menceritakan banyak hal padanya, sama halnya jika aku bertemu omma-ku sendiri. Rasanya menyenangkan. Berbeda jika aku bercerita pada Teuki-eonni. Yaa. Kadang dia mendengarkan tapi lebih seringnya lagi tidak. Terlebih saat ini dia tengah sibuk-sibuknya mengejar setoran *plak*, mengejar target kerjanya demi mendapat kenaikan jabatan. Aku mengerti dia pasti sangat tertekan.

KRIIIING~

Bel pulang berbunyi. Ahh hari yang melelahkan.

"Sungmin-ah. Kau ada acara akhir pekan ini?" Tanya Hyukie saat kami keluar kelas.

"hm.. aku belum tau. Wae?" jawabku dengan pertanyaan.

"Aku minta kau temani kesuatu tempat.." jawabnya tanpa menatapku.

"Kemana?" tanyaku penasaran.

"Ke suatu tempat yang sesuatu.." jawabnya serius, kali ini menatapku tajam. "Fffuahahaha~ aku bercanda Sungmin-ah, jangan tegang begitu.." Hyukie puas akan candaannya.

"Memangnya kita mau kemana?" Tanyaku lagi tak sabar.

"Aku ingin kau menemaniku menemui seseorang. Seseorang yang special.." jawabnya berseri-seri.

"ah.. " aku mengangguk-angguk meski sebenarnya tidak mengerti. Aku tidak bertanya apa-apa lagi pada Hyukie karena dia langsung pergi mendahuluiku saat Kyuhyun terlihat menghampiri kami.

"Hey Kyu~" sapa Hyukie pada Kyuhyun saat mereka berpapasan.

"Kau langsung pulang?" Tanya Kyu. Basa-basi mungkin.

"Ani. Aku mau ke tempat Donghae.." kata Hyukie lalu pergi setelah berbalik sesaat untuk tersenyum padaku. Aku hanya membalas senyumannya lalu menghampiri Kyuhyun.

Kami pulang bersama. Sejak ku putuskan menjadi yeojachingu Kyuhyun, aku mulai jarang ke tempat Donghae, ditambah dengan kesibukanku di sekolah.

"Apa kau punya acara akhir pekan ini?" Tanya kyuhyun saat kami sampai dirumahku.

"Eh? Kenapa kau dan Hyukie menanyakan hal yang sama padaku hari ini."

"Benarkah? Hyukie mengajakmu pergi ke suatu tempat akhir pekan ini? Kemana?" tanyanya serius.

"aku tidak tau. Dia bilang ingin menemui seseorang, seseorang yang special. Tapi aku belum bilang aku menyanggupinya atau tidak." Jelasku.

"ooo.." Kyuhyun mengangguk.

Aku membuka pintu lalu masuk. Biasanya kyuhyun akan menungguku sampai menutup pintu lalu pulang. Tapi kali ini ia nyelonong masuk begitu saja, tanpa permisi. Ckck. Teuki-eonni belum pulang karena harus lembur di kantornya.

Tunggu dulu!

Itu artinya aku dan kyuhyun hanya berdua di rumah!

-Sungmin POV end-

.

.

Di saat yang sama diluar rumah.

"Astaga~ baru ku perhatikan dia beberapa minggu kemarin. Lalu ku tinggal. Dan saat aku kembali. Lihat. Dia bersama Kyuhyun sekarang." Seseorang ternyata mengamati rumah Sungmin sejak tadi.

"Kau tidak memberitauku kalau dia dekat dengan Kyuhyun. Kau sengaja menyembunyikannya?" Tanya orang itu pada seseorang yang lain yang muncul di belakangnya.

"Hmm. Menyembunyikannya? Untuk apa? Ku kira lebih baik kalau kau mengetahuinya sendiri. Lagi pula kau memang sudah tau dari awal kan?" jawab seseorang itu.

"Hm.. bagaimanapun, ini akan jadi menarik."

"Benarkah? Baguslah kalau kau kira begitu."

"Apa kau sudah mengajaknya akhir pekan ini?" Tanya seseorang yang mengamati rumah Sungmin itu sejak tadi.

"Hm." Orang yang ditanya hanya mengangguk.

"Sungmin-ah.. Kau mungkin mulai melupakan orang itu. Tapi orang itu selalu mengingatmu. Begitu pun aku. Aku sangat. Sangat. Merindukanmu."

.

.

.

TBC