Something Weird About Flower
Part #7
"Jadi.. kenapa kau menanyakan akhir pekanku?" Tanya Sungmin saat Kyuhyun baru saja menyalakan televisi.
"Hm?" Kyuhyun menoleh sekilas. "Ah. Tidak jadi. Kalau kau memang sudah punya janji dengan Hyukie. Aku rasa aku akan mengajakmu lain kali saja." Jawab Kyuhyun kemudian.
"Memang kau mau mengajakku kemana?" Tanya sungmin sekarang ikut duduk nonton televisi bareng Kyuhyun.
"Itu~ rahasia." Jawabnya sambil mencubit pipi chubby Sungmin.
"Hya~ hepaskan hanganmu hyuu~" Sungmin mencoba melepaskan cubitan Kyuhyun. Dan Ia menurut. Dilepasnya pipi Sungmin meskipun tidak rela.
Giliran Sungmin memegangi pipinya sendiri. Membuatnya wajah aegyonya semakin aegyo. Hey. Itu membuat Kyuhyun semakin gemas. Kkkk
"Jangan menatapku seperti itu.." Kata Sungmin sambil tetap memegangi pipinya.
"Saranghae.." Kyuhyun tersenyum.
Blush. Sungmin merasa pipinya panas.
"Kyu.."
"Hm?"
"Jangan menatapku seperti itu.." Sungmin mendorong Kyu lalu pergi ke dapur. Kyuhyun tertawa melihat sikap Sungmin itu.
"Kyu.." Sungmin memanggil dari dapur.
"Ne?" Kyuhyun menghampiri Sungmin.
"Ceritakan padaku.."
"Ceritakan apa?" Tanya Kyuhyun bingung.
"Tentang dirimu. Aku. Aku benar-benar tidak tau apa-apa tentangmu.."
"Kau ingin tau tentangku?"
"Tentu saja." Jawab Sungmin sambil tersenyum sangaaaat manis.
.
.
.
"Hah.. Membosankan." Seseorang menggumam sendiri sambil duduk hanya ditemani secangkir teh. "Kemana orang-orang sebenarnya..?" tanyanya entah pada siapa.
Kali ini orang itu beranjak dan berjalan. Berjalan. Berjalan. Entah pergi kemana. Rasa bosan membuatnya ingin jalan-jalan. Langkahnya terhenti saat melihat sesuatu yang sangat sangat amat mengejutkan. Ia mengerjapkan kelopak matanya berulang-ulang, memastikan bahwa apa yang dia lihat adalah nyata.
"Tidak mungkin~" Ia kembali bergumam. "Siwon-ssi?"
.
.
.
-Sungmin POV-
"Itu menyedihkan."
"Ne, Eonni. Tapi aku masih belum mengerti, kenapa Kyu bilang kalau Hyung-nya mencintaiku. Aku bahkan tidak tau siapa Hyung-nya? Aku bahkan tidak tau namanya.."
"Memang siapa namanya?" Tanya Teuki-eonni.
"Aku bilang tidak tau.."
"Kau bertanya pada Kyuhyun?"
"Ah! Aku lupa. Ehehhe " jawabku. *gubrag*
"hh.. kau itu. Tapi, kukira Kyuhyun sangat menyayangi Hyung-nya. "
"hm.. sangat sangat Eonni. Tapi tetap saja aku benar-benar tidak mengerti."
"Mungkin kau lupa kalau kau pernah bertemu Hyung-nya di masa lalu."
"Lupa? Coba ku ingat-ingat. Sebelum aku pindah dari Korea , memang aku sempat menyukai seseorang. Tapi itu sudah lama sekali, " aku berguling-guling di atas tempat tidurku. Sedangkan Teuki-eonni duduk santai di kursi riasku.
"Saat aku masih kecil ada seorang anak laki-laki yang selalu mengangguku. Aku selalu menangis karenanya. Tapi aku selalu ingat setelahnya selalu ada yang memberiku permen saat aku menangis. Anak laki-laki lain yang terlihat sangat mirip dengan anak laki-laki yang menggangguku itu." Lanjutku.
"Sangat mirip?" Tanya Teuki-eonni.
"Hm.. Sangat sangat mirip. Tapi setelah berapa lama, anak yang menggangguku itu tidak pernah muncul. Hanya anak baik itu saja, dia selalu memberiku permen meski aku sedang tidak menangis. Lalu, aku ingat saat aku akan pergi meninggalkan Korea, aku berniat berpamitan dengan anak baik itu dengan memberinya rangkaian bunga mawar yang aku buat dengan omma, sebagai hadiah perpisahan."
"Hey. Bukankah kau bilang Kyuhyun dan Hyung-nya selalu membeli bunga mawar?" Teuki-eonni mencondongkan badannya ke arahku.
"Hm." Aku mengangguk. "Donghae-ssi yang bilang itu padaku."
"Lalu apa kau memberikan bunga pada anak baik itu?"
"Hm.. aku tidak begitu ingat. Ani. Aku benar-benar tidak ingat sudah memberikannya atau tidak.."
"Astaga~" Teuki-eonni menepuk keningnya.
"Wae?" Tanyaku heran.
"Mungkin saja anak baik itu adalah Hyung-nya Kyuhyun. Dia jatuh cinta padamu sejak pertama melihatmu. Lalu dia sedih karena kau akan pergi. Tapi karena kau memberinya hadiah perpisahan bunga mawar, maka ia terus membeli bunga mawar agar selalu mengingatkannya tentangmu, Sungmin-ah" Teuki-eonni berargumen. Cukup masuk akal memang. Tapi sangat dramatis, seperti banyak yang diceritakan dalam cerita-cerita romantis.
"Lalu, apa kau ingat siapa nama anak baik itu?" Tanya Teuki-eonni kemudian.
"Ah! Namanya.. Namanya.. Ssi.. Sii.. Siapa ya? Aku juga lupa.." jawabku sambil menggaruk-garuk kepala yang memang gatal. *pasti belom mandi deh*
Teuki-eonni hanya (-_-") mendengarnya.
-Sungmin POV end-
.
.
.
Ting Nong… Ting Nong…
Bel di rumah besar itu berbunyi. Seorang pelayan membukakan pintu. Ia sangat kaget melihat siapa yang datang. "Tu-Tuan.." pelayan itu menunduk hormat. Sang Tuan pun masuk. Si pelayan serta merta membawakan semua tas-tas koper yang dibawa Sang Tuan.
"Kemana mereka?" Tanya Sang Tuan pada pelayannya.
"Nyonya sedang pergi menjenguk adiknya. Tuan besar sedang pergi dinas ke ke luar negeri selama setahun ini." Jelas si pelayan.
"Begitukah? Hm… Lalu bagaimana kabar adikku?" Tanya Sang Tuan kemudian.
"Tuan Muda Kyuhyun, ia sibuk dengan sekolahnya. Apa Tuan ingin saya menyiapkan sesuatu untuk makan malam ?" Tanya si pelayan,
"Ah tidak usah. Aku akan makan malam di luar. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu." Sang Tuan tersenyum pada pelayannya. Tak lama pelayan itu sudah menghilang.
"Akhirnya aku pulang~" Teriaknya riang sambil mengangkat kedua tangannya. "Apa yang sebaiknya aku lakukan, hm?" Ia bertanya pada dirinya sendiri. Ia berkeliling ruangan yang ia rasa sudah banyak mengalami renovasi. Ia naik ke kamar atas. Ia masuk ke sebuah kamar yang jelas itu bukan kamarnya karena dipintu kamar itu tertulis 'Kyuhyun's Room. Danger!'. Ia terkikik melihat tulisan itu masih ada disana.
"Astaga.. Tetap berantakan. Dia tak pernah berubah." Sang Tuan menyusuri rak buku di kamar itu. Rak yang isinya lebih banyak diisi koleksi CD game daripada buku.
Ia terus berjalan melihat photo namja yang tersenyum dengan seorang namja lain merangkul bahunya. Itu photo kelulusan. Ia terus menyusuri tiap photo yang terpajang rapi disana. Ia ambil satu photo yang tersimpan paling dekat dengan tempat tidur yang ada di kamar itu. Photo namja dan yeoja manis berambut sebahu yang tersenyum. Yeoja itu terlihat sangaat manis.
"Wah~ dia mencuri start. Dasar curang." Sang Tuan bergumam.
"Apa yang kau lakukan dikamarku?" Seseorang yang rupanya pemilik kamar bertanya dengan nada sinis.
Sang Tuan menoleh dan memberi senyuman terhangatnya.
"Hai. Kyuhyun. Lama tak bertemu? Apa kau merindukanku? " Tanya Sang Tuan.
"Aku TANYA APA YANG KAU LAKUKAN DIKAMARKU? KIBUM-SSI?"
"Ssstt.. Jangan teriiak. Aku tidak tuli, bodoh. Dan panggil aku Hyung!" namja bernama Kibum itu keluar dari kamar Kyuhyun.
"AISHH.. kenapa dia ada disini.." Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi.
.
.
.
Malam itu sungmin pergi ke supermarket.
"Ini. Ini juga, ah, ini juga.." Sungmin memasukkan makanan kedalam keranjang belanjaannya. Terlihat keranjangnya mulai penuh dan dia mulai kewalahan membawanya. Ckck.
Sungmin sedang belanja persediaan pangan. Teuki-eonni benar-benar sibuk sehingga terpaksa Sungmin yang pergi belanja. Tapi bagaimana pun uang belanja seutuhnya dari Teuki-eonni. Kekeke~.
"Apa lagi yaa?" Sungmin bergumam sendiri. Dia hendak mengambil biscuit coklat ketika secara tidak sengaja tangannya memegang tangan lain yang mengambil biscuit itu lebih dulu. Sungmin kaget dan menarik tangannya kembali.
"Ahh. Mianhae." Sungmin menunduk pada orang itu. Namun orang itu berlalu begitu saja melewati Sungmin membawa biscuit yang tadi akan Sungmin ambil.
"Eh." Sungmin menoleh kebelakang. Matanya melebar. Kaget.
Setelah orang itu berjalan agak jauh, Sungmin menyadari sesuatu yang sangat dikenalnya. Sesuatu yang selalu diingatnya. Wangi bunga. Wangi sekali. Wangi yang menenangkan. Tidak menyengat tapi sangat sulit dilupakan.
"Namja dengan parfum aneh.. " gumamnya ketus. Ia lantas berjalan kembali menelusuri rak berisi makannan lainnya sebelum akhirnya ia pergi ke kasir.
Namja dengan wangi bunga itu terus mengikuti Sungmin dengan pandangannya. Menyeringai saat Sungmin keluar, lalu menuju kasir untuk membayar biscuit yang tadi diambilnya.
Siapa sih? Reader nanya. Siapa yah? Kkkk. *author bikin kesel*
.
.
.
TBC
