~~~~~~~~~~~~~~~~ Special Valentine: BACK TO YOU ~~~~~~~~~~~~~~~~

Chapter 2 (Ending)

Pairing : YeWook

Cast: Yesung, Ryeowook, Kyuhyun, & Sungmin

Genre : Romance, Tragedy

Disclaimer : Kelanjutannya author serahkan hanya pada YeWook

Warning : Switch gender (Yesung as namja and Ryeowook as yeoja)!

Happy or Sad Ending itu tergantung pemikiran kalian sebagai readers! Ingat itu! LOL =P

"Yesung!" seru Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.

Aku baru saja membuka mataku dan kudapati diriku sudah berada di atas ranjang. Hari pasti sudah pagi, terbukti dari cahaya mentari yang begitu menyilaukan menembus jendela.

"Wookie! Wookie!"

"Yesung, tenang! Tenang dulu!" kata Kyuhyun bermaksud menenangkanku.

"Kyuhyun? Sungmin? Ah mian, sepertinya aku habis bermimpi buruk semalam. Sudah jam berapa? Aku sudah tak sabar ingin bertemu Wookie dan mengajaknya balikan nanti!"

"Yesung…"

Kulihat wajah Kyuhyun dan Sungmin mulai memucat. Aku merasakan firasat yang sangat buruk...

"Wookie… Sudah meninggal… Kau pingsan saat di taman kemarin dan tertidur sampai pagi…" jelas Kyuhyun.

Apa maksudnya? Wookie sudah meninggal? Aku pingsan di taman?

"Tunggu dulu? Jangan bercanda!" ucapku tertawa.

"Aku serius! Dia tewas tertabrak truk dalam perjalanannya ke sekolah kemarin pagi!" kata Sungmin.

Otakku spontan berpikir keras sekarang….

"Yesung… Are you Okay?" tanya Sungmin memastikan.

"Hahahahaha!" tawaku meledak seketika, bersamaan dengan air mataku yang tumpah ruah.

"Jadi itu semua bukan mimpi? Jadi kemarin aku benar-benar bertemu dengan Wookie? Bertemu arwahnya? Dia menciumku lalu menghilang begitu saja?"

"Yesung… Sabarlah…" ucap Kyuhyun sambil memelukku.

Aku pun menangis dalam pelukan Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun dan Sungmin yang ikut menangis seakan ikut merasakan dukaku.

Aku menangis keras, sangat keras. Berharap dengan itu semua dadaku yang amat sangat sesak ini bisa merasa lebih baik. Sesak! Aku sangat Sesak! SESAK SEKALI!

WOOKIE! Haruskah kau pergi sekarang? Haruskah kau pergi di saat aku baru saja bisa bersamamu kembali? Haruskah kau meninggalkan diriku untuk selama-lamanya?

God! Can't You Look At My Pure Love? Only for Her! Only for Wookie!

I Won't Ask anything. No More! I only Wanna be with her. Wookie… My Hope is only BACK TO YOU.

"Apa tak ada cara untuk bersatu?" tanya Kyuhyun.

"Bersatu?" responku dan Sungmin bersamaan.

"Iya, mempersatukan kau dan Wookie! Ide bagus bukan?"

"Tapi bagaimana? Masa Yesung nyusul Wookie sih?" balas Sungmin kesal.

"Iya juga ya… AHA! Aku ada IDE!" ucap Kyuhyun dengan tampang pede.

"APA?"

"Kita panggil saja arwah Wookie!" usul Kyuhyun.

"Panggil arwah Wookie?" responku heran.

"Memangnya kau pikir kita ini paranormal apa?" marah Sungmin.

"Lho! Aku kan bisa berbicara dengan arwah," ucap Kyuhyun bangga.

"Sungguh?"

"Of course…"

"Panggil Wookie kalau begitu!" pintaku.

"OK! Kupastikan kalian bisa bertemu nanti malam!" kata Kyuhyun yakin.

"Kurasa malam di hari Valentine bukanlah hal yang buruk… Indah mungkin?" kata Sungmin mengira.

"SO SWEET! Itu yang benar!" bantah Kyuhyun.

"Tapi tetap saja, memanggil arwahnya bukan berarti dia bisa hidup kembali kan?..." kataku lemas.

"Kalau Wookie bisa hidup kembali, kurasa itu lebih baik… Ah tidak! Bagaimana kalau aku yang menyusulnya? Jalan terbaik adalah menyusulnya! Hanya itu satu-satunya cara agar kami bisa hidup bahagia…"

"Lalu? Apa kau pikir setelah itu kau bisa bahagia? Tak bisakah kau mensyukuri segala hal yang sudah dikaruniakan Tuhan padamu?" tanya Kyuhyun menantang.

"Kyu?" respon Sungmin.

"Coba kau pikir! Apa kau satu-satunya orang paling menyedihkan di dunia ini? Kurasa kau jauh lebih beruntung dibanding orang lain yang jauh lebih menderita. Ada orang yang selalu mencintai setulus hati namun perasaannya tak sekalipun terbalaskan. Ada orang yang meninggal di usia remaja, padahal ia baru saja merasakan cinta. Ada anak yang menderita dalam keluarga tanpa cinta, menjadi anak yang terbuang begitu saja. Ada anak yang tak memiliki orang tua dan hidup di lahan pembuangan sampah, tanpa pernah merasakan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. So, jangan berpikir yang tidak-tidak seperti menyusul Wookie. Hargailah hidupmu!"

"Tapi Kyu…" ucapku.

"Sekarang aku tanya. Apakah hidupmu lebih menyedihkan dari mereka? Kau kehilangan Wookie. Aku tahu kau sangat mencintainya dan cintamu itu murni. Tapi Wookie mencintaimu kan? Perasaan kalian terbalas, kan?" balas Kyuhyun.

"Kenapa kau bisa tahu?"

"Tentu aku tahu. Setidaknya perasaan kalian terbalas. Dibandingkan kau harus kehilangan dia dan perasaanmu padanya tidak terbalas. Apa kau menginginkan itu? Aku yakin ada orang yang mengalami hal seperti itu!"

"Kyu…"

"Kumohon… Hargailah hidupmu! Banyak orang yang tak merasakan indahnya perasaan cinta yang terbalas seperti yang kau rasakan, banyak pula yang tak pernah merasakan kebahagiaan dan hanya menderita. Wookie sudah tiada, aku tak ingin kau juga pergi meninggalkan kami! Jangan menambah jumlah orang yang akan menderita jika kau pergi menyusul Wookie! Pikirkan keluargamu! Pikirkan kami! Aku tak ingin kau menjadi seperti sahabatku yang dulu bunuh diri karena diputuskan pacarnya! Andai aku bisa menghentikannya!" kata Kyuhyun yang mulai menangis lagi.

"Kyu… Mianhae… Aku memang bodoh telah berkata seperti itu…"

Kata-kata Kyuhyun menyadarkanku akan jalan yang harus kuambil dibalik tragedi yang kualami ini.

"Gwenchana… Kami mengerti," ucap Sungmin sambil mengusap kepalaku.

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Syuuuuuh…. Saat ini angin malam yang dingin berhembus. Aku hanya berdiri melihat pemandangan malam dengan air mata yang kian membasahi mataku. Aku sedang menunggu Ryeowook, di depan sekolah kami. Sepi sekali... Tak ada satu pun orang maupun kendaraan yang melewati jalan raya di depan sekolah.

Mengapa aku memilih depan sekolah sebagai tempat kami bertemu? Alasannya karena setahun yang lalu, tepatnya tanggal 14 Februari, kami jadian di depan sekolah kami ini. Setidaknya aku juga ingin menghargai sekolah ini, karena berkat sekolah inilah aku bisa mengenal Ryeowook dan jatuh cinta padanya.

"Mian lama menunggu…" ucap Ryeowook yang tiba-tiba saja muncul di hadapanku.

"Asalkan aku bisa bertemu denganmu, 100 tahun pun aku rela menunggu…" kataku sambil berusaha tersenyum. Aku ingin memberikan senyumku yang terindah di hari terakhir kalinya aku bertemu Ryeowook.

"Tapi kau tak mungkin melakukannya. Kau harus melepaskanku…"

"Nae, aku tahu. Tapi Wookie… Jeongmal saranghae… Tolong kuatkan aku dari sana… Kuatkanlah aku agar mampu hidup tanpamu…" kataku sambil terisak-isak.

"Yesung… Jangan menangis terus…"

"Bagaimana mungkin aku tak menangis? Aku harus memaksakan diriku melepaskan kepergianmu! Padahal aku sungguh tak rela!"

"Ikhlaskanlah… Seberat apapun ikhlaskanlah aku…" ucap Ryeowook, terlihat sangat sedih.

"Wookie! Wookie!" panggilku pada Ryeowook yang terus berjalan meninggalkanku yang dengan cepat telah berada di seberang jalan.

Aku pun mengejarnya dan…

CKIIIIIIITT!

BRAAK!

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Yesung!" pekik Ryeowook mendadak.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun.

"Yesung kecelakaan!"

"Apa?" respon Kyuhyun.

"Sial! Ada arwah jahat yang menggunakan wujudku untuk mencelakakan Yesung! Aku keduluan!" jelas Ryeowok.

"WHAT?"

"Padahal baru saja aku ingin menemui Yesung! Arrghh!" pekik Ryeowook frustasi.

"Dimana dia sekarang?"

"Di depan sekolah! Aku harus cepat! Sampai bertemu di sana!" ucap Ryeowook yang langsung menghilang.

'Kenapa begini? Ada apa ini sebenarnya? Yesung! Bertahanlah!' batin Kyuhyun.

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Lepaskan Yesung!"

Ryeowook? Ryeowook muncul?

"Bodoh! Aku tak mungkin melepaskannya!" balas arwah yang sedang mencekikku.

"Eeeeeengh!"

Aku mengerang sambil berusaha melepaskan diri dari jeratannya. Namun tubuhku seakan terkunci tak mampu melepaskan diri. Baru saja aku tertabrak mobil dan sekarang aku dicekik arwah!

Awalnya aku kaget karena sesaat setelah aku tertabrak, aku melihat arwah Ryeowook tiba-tiba berganti wajah menjadi orang yang sama sekali tidak kukenal. Tampangnya mengerikan, ia marah seperti arwah jahat. Lalu tiba-tiba ia menyeret tubuhku ke depan sekolah dengan mudahnya, seakan tubuhku seringan kapas dan mencekikku. Untung saja lukaku tidak parah meski aku tertabrak mobil, mungkin karena mobil itu tidak melaju dalam kecepatan tinggi.

"Mau apa kau?" marah Ryeowook.

"Kenapa? Sudah jelas aku ingin membunuhnya," sahut arwah jahat.

Ryeowook berlari ke arahku, namun ia langsung terhempas begitu saja, tepat 1 meter di depanku. Wajahnya mulai terlihat memucat dan ketakutan. Pasti arwah jahat ini sangat kuat, hingga Ryeowook tak akan mampu untuk mendekatinya.

"Bodoh! Kau tak akan mampu mendekatiku!" ucap arwah jahat itu.

Wookie… Biarkan saja aku mati…

"Aku tak akan membiarkanmu mati!" sergah Ryeowook berikut air mata yang mulai berlinang. Wajahnya benar-benar mengungkapkan kesedihan dan kemarahan yang amat mendalam.

Lho? Kenapa kau bisa membaca pikiranku?

"Karena aku arwah. Pokoknya aku tak akan membiarkanmu mati!"

Tapi kau kan tak mampu melawannya? Bagaimana kau menyelamatkanku?

"Aku…"

"Yesuuuuuung!" teriak Kyuhyun yang tiba-tiba muncul.

"Lepaskan dia! Arwah jahat!" ucap Kyuhyun yang langsung berlari ke arahku. Namun hal yang sama terjadi padanya, ia terhempas begitu saja.

"Dari awal aku sudah tahu kalau aku tak mampu melawannya…" ucap Ryeowook putus asa."

"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Kyuhyun frustasi.

Tenanglah, cekikannya tak cukup kuat. Buktinya dari tadi aku masih bertahan tanpa perlawanan dan belum mati…

"Bohong! Jelas-jelas nafasmu sudah terengah-engah! Arwah jahat memang tak sekuat itu namun perlahan, kau pasti akan mati karena cekikannya!" bantah Ryeowook.

Demi dirimu, aku rela tersiksa! Meski nafasku kini sudah terangah-engah dan aku merasa sangat tersiksa. Itu semua tidak sebanding jika dengan ini aku bisa bersamamu. Kenapa kau tak ingin aku mati? Itu lebih baik agar kita bisa hidup bersama…

"Karena aku mencintaimu! Aku tak ingin kau ikut menderita karenaku! Baiklah hanya ada 1 cara…"

"Wookie! Apa maksudmu? Jangan bilang kalau…"

"Aku akan menggunakan seluruh kekuatanku!" ucap Ryeowook memotong omongan Kyuhyun.

"Tapi kalau kau melakukan itu, hakmu sebagai arwah akan dicabut! Kau tak akan bisa menemui Yesung lagi dalam wujud arwah!" sahut Kyuhyun.

"Lebih baik aku tak bertemu Yesung selama-lamanya daripada Yesung harus mati sekarang!"

Wookie! Jangan lakukan itu! Aku tak akan sanggup jika tak bisa bertemu denganmu! Bahkan denganmu yang berwujud arwah pun aku tak masalah, asal kita bisa bertemu!

"Ani! Aku tak akan membiarkanmu mati! Aku mencintaimu! Kau pasti mengerti bagaimana perasaanku jika kau berada di posisiku, kan?"

Wookie! Jangan Wookie! Biarkan saja aku mati!

"Yesung! Berhenti menolak usul Wookie! Jangan menambah beban Wookie dalam mengambil keputusan yang berat ini! Dibutuhkan persetujuan dari pikiranmu agar Wookie bisa menolongmu!" bentak Kyuhyun putus asa. Air mata mulai mengalir membasahi wajahnya.

DEG! Kenapa Kyuhyun juga bisa membaca pikiranku?

"Karena saat ini Wookie yang memberikan kekuatan padaku agar bisa membaca pikiranmu," jawab Kyuhyun.

Aku sadar bahwa aku sudah tak kuat lagi bernafas, namun daritadi aku berusaha menahan segala penyiksaan ini… Tapi baiklah… Aku mengerti jika membiarkan Ryeowook menyelamatkanku adalah jalan terbaik….

Wookie… Aku setuju!

"Bagus kalau begitu!" respon Ryeowook setelah mendengar persetujuanku.

"Kau siap?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook.

"Tentu… Aku… Siap melakukannya… Demi Yesung," jawab Ryeowook sambil terisak-isak.

Kulihat Ryeowook dan Kyuhyun mulai memejamkan mata, sambil menunduk. Mereka mulai mengucapkan kata-kata yang tak kumengerti.

Tiba-tiba, muncul cahaya yang menyilaukan di hadapanku. Dan…

BLUSH! Arwah jahat yang mencekikku pun menghilang….

Sesaat kemudian cahaya tersebut sirna. Arwah Ryeowook yang tadi berdiri di samping Kyuhyun pun kini telah menghilang….

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Terima kasih Pak Pendeta!"

"Sama-sama. Semoga Tuhan selalu memberkati kalian," ucapku pada sepasang suami istri yang baru saja kuberkati pernikahannya.

Sudah 20 tahun berlalu semenjak kejadian itu…

Sampai saat ini, aku masih sangat mencintai Ryeowook. Hingga kuputuskan untuk menjadi pendeta dan tidak menikah. Meski dalam agama Kristen, pendeta tetap boleh menikah.

"Yesung!"

"Kyuhyun?"

"Ayo kita pulang bersama!" ajak Kyuhyun.

"Nae! Tapi sebelumnya, ke sekolah kita yang dulu yuk!" jawabku mengiyakan ajakannya.

Kami pun berjalan menuju sekolah kami yang dulu, tempat dimana aku bisa mengenal Ryeowook. Setelah sampai, kami hanya terdiam, sambil memandangi tempat di mana peristiwa antara aku, Ryeowook, dan Kyuhyun terjadi. Peristiwa yang tak akan kulupakan seumur hidupku…

"Kyuhyun…"

"Nae?"

"Thanks for everything. Berkat kau dan Sungmin… Terutama, berkat dirimu. Aku masih ada sampai hari ini…"

BRUK!

"Yesung? Yesung!" seru Kyuhyun setelah menangkap tubuhku yang ambruk seketika.

Terima kasih, itulah kalimat terakhirku sebelum akhirnya…

Aku benar-benar pergi meninggalkan dunia ini….

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Yesung?"

Kubuka mataku, kulihat tempatku kini berada sungguh terang. Benar-benar membuatku merasa bahagia, damai, dan tentram. Dimanakah aku?

"Akhirnya kita bisa bersama lagi…"

Tunggu! Suara siapa ini? Sepertinya aku kenal!

Kubalikkan badanku untuk melihat asal suara tersebut….

"Wookie?"

Segera aku menghampiri Ryeowook dan memeluknya…

"Yesung.. Jeongmal bogoshipo…"

"Jeongmal saranghae Wookie! Akhirnya, setelah sekian lama… Harapanku bisa terwujud… My Hope is only… BACK TO YOU!"

-_THE END_-

Akhirnya kelar juga… Author gak nyangka hari bakal banyak acara (Valentine sih) dan harus melaksanakan tugas sebagai Editor bagi salah satu pengarang di FFN ini, sampai akhirnya malam baru mulai sempat ngetik ini FF hahaha… Mana mikirnya sempet mandet lagi T_T

Semoga kalian dapat tersentuh dengan FF ini…

Thx 4 Read & Review please?