The Destiny

Summary:: Takdir yang harus Kyuhyun dan Sungmin lalui kini tengah mempermainkan mereka. Kehidupan dan cinta mereka yang seharusnya berakhir bahagia, kini telah diubah menjadi hal yang sangat rumit. Tugas berat bagi cupid Leeteuk dan cupid Kangin yang harus diselesaikan dengan tuntas.

Pair:: Kyumin, Zhoury, Kangteuk and other

Rated:: T

Genre:: Romance, sedikit Humor

Annyeonghaseyo~! Author datang lagi...! Setelah bertarung mati-matian(?) saat US, akhirnya author bebas juga, leganya~ *Lesehan dibahu Umin*

Karena author berbaik hati ingin membagi kesenangan dengan readers, maka author mempersembahkan chap 3 ini.. *Nebar bunga*

Okelah, selamat membaca ya.

Enjoy~! ^^

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Di salah satu bandara yang ada diSeoul, seorang namja yang memakai kacamata hitam dan kaus pink dengan jaket berwarna coklat tua dan memakai celana panjang jeans sedang berdiri dengan tangan kanan yang sedang memegang gagang koper. Umur namja itu kira-kira 17 tahun. Disampingnya, seorang namja 15 tahunan yang berpostur tubuh tinggi dan kurus juga sedang berdiri dengan headset ditelinganya.

"Hyuuunngdeul! Taksinya sudah datang!" seru seorang namja lain yang tengah berlari kecil seraya menyeret kopernya yang sangat besar itu.

"Ne. Ayo kita pergi."

"Ne, hyung. Taksinya ada disebelah sana, jangan sampai salah masuk."

"Ne. Kau cerewet sekali sih." Ujar namja berkaus pink itu.

"Henry-ah, tolong bantu aku membawa barang-barang ini. Aku membawa terlalu banyak barang." Ujar Changmin, namja tinggi itu. "Ok, hyung!" Henry lalu membawa beberapa barang Changmin.

Namja berkaus pink itu lalu menduduki jok belakang yang diikuti oleh dongsaengnya. "Ini alamatnya ahjussi." Henry lalu menyerahkan selembar kertas kearah ahjussi supir taksi itu. "Ne."

'Akhirnya aku kembali setelah 3 tahun meniggalkan Seoul.' Pikir namja itu, Lee Sungmin.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

"YA! Mi! Kau lambat sekali! Cepat sedikit! Aku sudah sangat merindukan eomma dan appa." Seru seorang namja tinggi yang berumur kira-kira 15 tahun, memakai kacamata hitam dan headphone yang melingkar dilehernya, dan ada sedikit luka memar disudut bibir kirinya. Ia tidak sabar untuk segera beranjak dari bandara Seoul ini dan segera pulang kerumah lalu memeluk appa dan eommanya.

"Ne, ne. Sabar sedikit dong! Kalau kau ingin aku cepat, bantu aku membawa koper besarmu ini. Ck! Kenapa harus aku yang membawa kopermu ini, sih? Kau tidak bisa menyeretnya sendiri?" tanya Zhoumi setelah mengomeli namja itu. Ia sedikit kesusahan berjalan karena meneteng dua tas ransel dan menyeret dua koper besar. Kopernya sendiri dan koper namja itu.

"Aigoo, bantulah sepupumu ini sebentar. Tanganku masih nyut-nyutan, pipiku masih terasa sakit, dan lagi, perutku masih terasa sedikit nyeri. Kasihanilah aku, Mi." Namja itu mengeluarkan jurus puppy eyesnya yang lebih mirip dengan evil eyes.

"Ck. Ne, ne. Jangan mengeluarkan tampang seperti itu, kau sangat jelek." Ujar Zhoumi. Seraya berjalan menuju taksi yang telah mereka pesan.

"Lagian siapa suruh kau cari masalah dan berkelahi dengan preman-preman tadi, Kyu?" Zhoumi memasukkan koper-koper itu dibagasi taksi itu.

"Aku tidak cari masalah, Mi. Mereka saja yang mau mengambil barang-barang kita. Kalau mereka tidak mengambil barang-barang kita, maka aku juga tidak akan memukuli mereka." Jawab namja yang bernama Cho Kyuhyun itu.

Saat Kyuhyun dan Zhoumi sedang berjalan untuk mencari taksi yang akan mengantar mereka ke bandara di China, mereka bertemu dengan 3 orang preman yang ingin mengambil tas dan koper mereka.

Karena Kyuhyun tidak rela, maka ia langsung menghajar ketiga orang preman itu hingga preman itu menyerah dan pergi. Zhoumi yang nyalinya memang ciut jika disuruh menghadapi 3 orang preman hanya bersembunyi dibalik gang kecil.

Kalau disuruh menhajar 1 orang preman saja sih Zhoumi masih berani.

Lha, ini? 3 orang, dan postur tubuhnya pun kekar-kekar. Lebih baik ia menyerahkan hal ini kepada sepupunya yang lebih muda setahun darinya itu. Ia sangat mengenal Kyuhyun.

Kyuhyun adalah anak sekolahan yang juga berpredikat sebagai preman yang paling ditakuti disekolahnya.

Bahkan di China pun Kyuhyun masih ditakuti oleh siswa-siswa disekolah karena aura premannya yang masih tetap terasa itu, meskipun ia tidak begitu sering berkelahi lagi.

'Eomma, appa, aku kembali. Aku sudah kembali ke Seoul.' Kyuhyun memandangi jalanan Seoul yang terlihat sedikit asing bagi Kyuhyun.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Aigoo! Minnie~! Henry~! Bogoshipo~!" Jaejoong langsung menerjang dan memeluk Sungmin dan Henry ketika kedua putranya itu masuk.

"Eommaaa~! Nado bogoshipo, eomma!" Henry membalas pelukan Jaejoong, begitu pula dengan Sungmin.

"Ehem! Jadi, tidak ada yang merindukan appa nih?" Yunho berdiri dibelakang Jaejoong dengan tampang sedih.

"Ahahaha! Neomu neomu bogoshipo, appa!" seru Henry yang langsung memeluk Yunho. "Tentu saja aku rindu pada appa." Sungmin tersenyum kearah Yunho.

"Omo! Changminnie? Aigoo, kau sudah besar." Jaejoong mengacak pelan rambut Changmin. "Dan kau juga sangat tinggi. Minum susu berapa kali sehari? Kasihan tuh Sungminnie, tingginya hanya bertambah beberapa centi saja." Jaejoong mengalihkan pandangannya kearah Sungmin yang mengerucutkan bibirnya.

"Aku sudah 175 centi, eomma. Itu sudah cukup tinggi." Changmin dan Henry tertawa mendegar jawaban Sungmin.

"Appa dan eommamu ini tinggi, tapi kenapa dari kalian berdua tidak ada yang tinggi ya?" Kini Henry juga ikut-ikutan mengerucutkan bibirnya.

"Aigoo, sudahlah, Boo. Biarkan mereka beristirahat dulu." Yunho lalu mengantar Sungmin, Henry dan Changmin ke kamar mereka.

"Eomma, tolong bawakan barang-barang itu ya. Tanganku sudah sangat penuh dengan koper-koper ini." Ujar Henry sambil terus berjalan.

"Mwo? Aisshh, anak-anak ini." Jaejoong lalu membawa barang-barang itu ke lantai atas, letak kamar Sungmin, Changmin dan Henry.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Eomma! Appa!" Kyuhyun berlari kearah Hangeng dan Heechul. Sedangkan Zhoumi tertinggal dibelakang karena kesulitan membawa barang-barang.

"Evil Kyu!" Seru Heechul seraya melompat kearah Kyuhyun. "Ya! Kenapa eomma memanggilku dengan sebutan evil? Jahat sekali."

"Aisshh, lihatlah ini. Kau tidak berubah sama sekali, tetap saja berkelahi." Heechul menusuk ujung bibir Kyuhyun yang luka dengan jari telunjuknya. "Auw! Appo, eomma!" Kyuhyun menyingkirkan tangan jahil Heechul yang hendak mencubit pipi Kyuhyun yang memar.

"Kau tidak di culik, Kyu?" tanya Heechul. Kyuhyun memandang malas kearah Heechul. "Eomma berharap sekali agar aku ini di culik." Ujar Kyuhyun kesal. Heechul tertawa seraya menampar-nampar pelan pipi memar Kyuhyun. "Aisshh! Sakit, eomma!"

"Sudahlah, Chullie. Kau jahil sekali sih. Oh ya, Zhoumi mana?" tanya Hangeng setelah tidak melihat Zhoumi.

"Zhoumi? Itu!" Kyuhyun menunjuk Zhoumi yang sedang kesusahan mengambil barang Kyuhyun yang terjatuhdari ranselnya.

"Dasar setan." Heechul menampar sekali pipi Kyuhyun yang memar dengan pelan sebelum berjalan kearah Zhoumi yang sedang kesusahan. "Auww! Eomma~" Rengek Kyuhyun saat pipinya kembali terasa nyut-nyutan.

Hangeng menggeleng-gelengkan kepalanya. "Like mother, like son." Ujar Hangeng seraya berjalan kearah Zhoumi untuk membantunya.

"Mereka kembali, Kangin-ah." Ujar Leeteuk. "Ne." Kangin tersenyum kearah Kyuhyun yang masih meringis kesakitan.

"Semoga saja mereka tidak terpisah lagi."

"Ne, jangan biarkan mereka terpisah lagi."

.

.

.

Keesokan Harinya~ SM High School

Kelas XII-A

"Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kelas kalian kedatangan dua orang murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu." Seonsaengnim meminta murid baru untuk masuk kedalam kelas.

"Annyeonghaseyo, chingudeul. Joneun Cho Kyuhyun imnida." Kyuhyun membungkukan badannya kearah siswa-siswi dikelas itu setelah memperkenalkan dirinya didepan kelas.

"Waahh." Semua siswi mengagumi ketampanan Kyuhyun. "Kyuhyun ini adalah murid berbakat yang loncat kelas. Mungkin beberapa siswa atau siswi disini kenal dengan Kyuhyun karena dulu Kyuhyun adalah murid di SM High School ini juga. Ia lalu pindah ke China karena suatu skandal." Jelas seonsaengnim.

"Ah, sepertinya murid baru satunya lagi belum datang. Kalau begitu, Kyuhyun silahkan duduk dibelakang Donghae." Ujar seonsaengnim. "Ne, seonsaengnim." Lalu, Kyuhyunoun berjalan ke bangku yang ditunjuk seonsaengnim.

"Donghae hyung!" sapa Kyuhyun seraya duduk dibangkunya. "Yo, Kyu! Sudah lama ya tidak bertemu." Donghae membalikkan badannya kearah Kyuhyun.

"Eh? Bibirmu luka. Kau masih belum berubah ya?" Kyuhyun nyengir. 'Semalam ada yang berusaha mengambil barangku, jadinya kupukul saja orang itu." Jawab Sungmin enteng.

"Oh." Donghae adalah sahabat Kyuhyun saat Kyuhyun masih bersekolah disekolah ini dulu.

Kyuhyun mengeluarkan PSPnya dari sakunya dan memainkannya dibawah meja agar tidak ketahuan. "Dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah sama sekali, Kyu. Masih tetap hobi bermain PSP." Ujar Eunhyuk yang duduk disamping bangku Donghae. "Eh? Eunhyuk hyung? Ah, masih bersekolah disini?" tanya Kyuhyun yang mengalihkan pandangannya dari PSPnya.

"Tentu saja. Kau berharap aku pindah dari sekolah ini?"

"Hahaha. Tidak, hyung. Aku 'kan haya bertanya." Kyuhyun kembali menunduk dan memainkan PSP kesayangannya. Ia sangat fokus dengan PSP tercintanya itu.

TOK TOK TOK

"Ah, mungkin itu teman baru kalian. Ne, silahkan masuk." Ujar seonsaengnim. Lalu seseorang itu pun masuk kedalam kelas.

Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Kibum, dan Siwon langsung melebarkan matanya saat melihat murid baru itu.

Kemudian, secara serempak, kelima namja itu menoleh kearah Kyuhyun yang masih asyik dengan PSPnya.

"Perkenalkan dirimu." Ujar seonsaengnim sambil tersenyum manis kearah murid baru itu. Muris baru itu sempat membalas senyumam seonsaengnim sebelum memperkenalkan dirinya.

"Annyeonghaseyo, yeorobeun. Joneun Lee Sungmin imnida." Murid baru bernama Sungmin itu pun membungkukkan badannya.

BRAK!

PSP yang Kyuhyun mainkan sedaritadi kini terjatuh ke lantai. Kyuhyun menatap tidak percaya kearah Sungmin. Sungmin yang terusik dengan suara itu pun mencari sumber suara itu. Seketika reaksi Sungmin sama dengan reaksi Kyuhyun.

"Mungkin kalian juga ada yang mengenal Sungmin, karena dia adalah siswa yang dulu juga bersekolah disini sebelum pindah ke Canada." Jelas seonsaengnim.

"Perang akan kembali terjadi." Gumam Donghae.

Sungmin menatap sengit ke Kyuhyun yang juga menatapnya dengan tatapan tajam. "Lee Sungmin, silahkan duduk di.." seosaengnim melihat keseluruh sudut kelas. 'Semoga nggak berdekatan dengan Kyuhyun' batin Sungmin.

"Disamping bangku Ryeowook." Mata Sungmin langsung berbinar mendengar nama sahabatnya, Ryeowook disebut.

Tapi matanya berganti menjadi sengit saat melihat bangku disamping kanannya. Ya, bangku samping kirinya memang Ryeowook, tapi bangku samping kanannya itu Kyuhyun.

"Gawat." Gumam Eunhyuk seraya menoleh kearah Kyuhyun yang sedang memelototi Sungmin.

"Ne, seonsaengnim." Sungmin pun berjalan ke bangkunya.

Sebelum Sungmin duduk dikursinya, ia sempat melempar deathglare ke Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sungmin dengan matanya setannya. "Apa lihat-lihat?" tanya Sungmin sarkastik.

"Dasar ge-er!" Kyuhyun menunduk san mengambil PSPnya yang terjatuh.

"Kalian berdua benar-benar tidak berubah sama sekali." Ujar Eunhyuk sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungmin menoleh keasal suara itu.

"Ah, annyeong, Hyukkie." Sungmin duduk dikursinya. "Annyeong, Sungmin hyung." Eunhyuk menunjukkan gummy smilenya. Sungmin membalas senyum Eunhyuk.

'Aisshh! Kenapa harus satu kelas dengan si Kyuhyun ini sih? Kenapa aku tidak sekelas dengan Changmin saja sih? Kalau tidak salah, Changmin ada dikelas XI-B, dan Henry di X-B 'kan?' Pikir Sungmin. "Huh! Lebih baik aku bersekolah di Canada daripada sekelas dengan Kyuhyun.' batin Sungmin dengan kesal.

Skip Time~ Jam Istirahat di kantin..

"Ahjumma, pesan chocolate cake." Ujar Sungmin dan Kyuhyun dikantin. "Ah, mianhae. Chocolate cakenya tinggal satu." Jawab ahjumma kantin.

"Kalau begitu untukku saja, ahjumma." Ujar Sungmin.

"Andwae! Aku duluan yang memesannya. Untukku saja, ahjumma." Kata Kyuhyun yang tidak mau mengalah.

"Ahjumma, untukku saja. Jebal~" Sungmin melancarkan puppy eyesnya. "Cih. Jangan pedulikan dia, ahjumma. Cakenya untukku, aku bayar sekarang." Ujar Kyuhyun seraya menutup mata Sungmin agar ahjumma kantin itu tidak terpengaruh.

"Ya! Itu tidak adil! Ahjumma, aku bayar sekarang! Cakenya untukku." Sungmin menyerahkan uangnya ke ahjumma. "Tidak bisa! Aku duluan ahjumma. Ambilkan dia cake yang lain saja." Kyuhyun menarik kembali uang Sungmin dari tangan ahjuma dan memberikannya ke Sungmin.

Sungmin melotot kearah Kyuhyun. "Kenapa tidak kau saja yang memesan kue lain?"

"Aku tidak mau! Lagian kau 'kan tidak suka dengan cake coklat, kenapa sekarang kau ngotot, heh?" tanya Kyuhyun meremehkan.

"Darimana kau tahu aku tidak suka coklat? Lagian kue ini untuk dongsaengku, kok. Ahjumma, jangan hiraukan dia." Sungmin kembali mengalihkan perhatiannya ke ahjumma.

"Eh?" Ahjumma yang bingung pun hanya bisa berdiri ditempat.

"Andwaeee! Itu kue coklat favoritku, kau pesan kue lain saja!" seru Kyuhyun dengan suara yang cukup keras.

Semua mata yang ada dikantin itu kini teralih ke Kyuhyun dan Sungmin yang masih adu mulut.

"Eh? Mereka.." Yesung menatap Kyuhyun dan Sungmin dengan pandangan tidak percaya. "Itu.. Kyuhyun dan Sungmin 'kan?" tanya Shindong.

"Iya. Duo preman itu telah kembali." Jawab Eunhyuk. "Maih tetap tidak bisa akur." Kata Kibum yang duduk disamping Siwon. "Ne, tadi kami juga terkejut saat melihat Kyuhyun dan Sungmin hyung telah kembali. Dan yang lebih parah, mereka berdua sekelas." Jelas Ryeowook.

"Mwo? Jinja?" tanya Yesung yang duduk disamping Ryeowook. "Ne, bahkan Kyuhyun duduk disamping bangku Sungmin hyung." Jawab Siwon.

Lalu mereka kembali mengalihkan perhatiannya ke Kyuhyun dan Sungmin.

"Hyung, ada apa sih?" tanya Henry yang menghampiri Sungmin, diikuti Changmin dibelakangnya.

"Ini nih, manusia yang satu ini. Dia merebut kue coklat yang kau pesan." Sungmin menatap sengit ke Kyuhyun.

"Enak saja. Aku memesannya duluan." Kyuhyun tidak mau mengalah. "Kyu, waeyo?' tanya Zhoumi yang menghampiri Kyuhyun.

"Dia cari masalah, Mi." Kyuhyun menunjuk Sungmin.

"Hoo, kenapa kau tidak mengalah pada yang lebih muda saja sih?" tanya Changmin ke Kyuhyun. "Mwo? Aku ini lebih muda dari dia, tahu!" Kyuhyun kembali menunjuk Sungmin. Sungmin menepis tangan Kyuhyun.

"Heh? Kau lebih muda? Tapi kenapa wajahmu terlihat lebih tua, ya?" Ledek Changmin. Kyuhyun melotot.

"Mwo? Lalu kenapa kau bersekolah disini? Kau seharusnya 'kan ada dijalanan. Tiang listrik." Ejek Kyuhyun. Changmin dan Sungmin melotot.

"Lalu kalau aku tiang listrik, temanmu ini apa?" Changmin menunjuk Zhoumi. Kyuhyun menatap sengit ke Changmin. Duo evil sedang saling menatap tajam.

Sungmin mengambil kesempatan ini untuk memesan kuenya secara diam-diam.

"Chocolate cakenya, ahjumma." Ujar Sungmin tanpa suara. Ahjumma pun mengiyakan lalu menyerahkan kue itu ke Sungmin.

"Oke! Lama-lama kantin ini bisa berasa seperti neraka karena kehadiran dua setan seperti kalian. Ayo kita kembali, Min, mochi." Ajak Sungmin dengan sepotong kue ditangannya. Kyuhyun menatap tidak percaya dengan sesuatu yang ada ditangan Sungmin. lalu Kyuhyun menatap ahjuma yang sudah pergi entah kemana untu menyelamatkan diri dari Kyuhyun.

"Aisshh! Menyebalkan!" Kyuhyu mengacak-acak rambutnya seraya berjalan kemabli ke mejanya dengan kaki yang dihentak-henatakkan.

"Sudahlah, Kyu. Biarkan saja." Zhoumi duduk dikursinya, Kyuhyun juga duduk diseberang kursi Zhoumi. "Menyebalkan!" Kyuhyun menghentak-hentakkan kakinya dilantai.

Zhoumi tidak menghiraukan Kyuhyun. Kini ia sibuk memandangi seseorang yang duduk dimeja yang lumayan jauh darinya.

"Imut." Kata Zhoumi tanpa sadar. "Heh? Siapa yang imut, Mi?" tanya Kyuhyun seraya melihat kearah pandang Zhoumi.

"Ah, tidak ada. Bukan siapa-siapa kok." Elak Zhoumi. "Eh? Kau tertarik dengan orang yang tadi bersama Sungmin itu?" tanya Kyuhyun. Zhoumi hanya nyengir dan mengeluarkan ponselnya dari sakunya. Kyuhyun menghela nafasnya.

"Ternyata Mimi kita sudah besar." Ujar Kyuhyun sok memaklumi. "Ya! Aku ini memang sudah besar, kau saja yang masih anak ingusan!" kata Zhoumi yang bĂȘte dengan gaya bicara Kyuhyun yang kelewat usil.

"Tapi, Kyu. Sepertinya kau akan punya teman seangkatan, deh." Zhoumi mencondongkan tubuhnya ke Kyuhyun. "Hee? Teman seangkatan?" tanya Kyuhyun bingung.

"Iya. Tuh, seangkatan evil." Jawab Zhoumi seraya menunjuk Changmin.

Kyuhyun mengikuti arah yang ditunjuk Zhoumi. Kyuhyun bukannya melihat kearah Changmin, malahan melihat kearah Sungmin yang sedang mengelap sudut bibir dongsaengnya.

Kyuhyun memegang dada kirinya yang terasa aneh.

"Waeyo, Kyu?" tanya Zhoumi yang merasa aneh dengan Kyuhyun. "A-aniyo." Jawab Kyuhyun.

"Kisah baru telah dimulai. Cerita tentang mereka telah dimulai saat ini." Ujar Kangin yang terbang tepat diantara Kyuhyun dan Sungmin. Ia menunduk kebawah untuk melihat sikap kedua manusia itu.

"Ne, kita hanya bisa menjaga merka dan berharap kisah mereka tidak berakhir seperti dulu." Ujar Leeteuk yang terbang disamping Kangin.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

Pelajaran terakhir kini tengah berlangsung dikelas XI-A, kelas yang Sungmin dan Kyuhyun tempati sebagai siswa baru.

"Oh iya, sebagai wali kelas kalian, Sungmin dan Kyuhyun hari saya tugaskan untuk melakukan piket setelah pulang sekolah nanti. karena kalian siswa baru, maka kalian harus mencoba saling mengakrabkan diri dan mencoba membereskan lingkungan sekolah." Ujar Han seonsaengnim selaku wali kelas XI-A.

"Mwo? Hanya kami berdua saja, seonsaengnim?" tanya Kyuhyun. "Ne." Jawab Han seonsaengnim mengiyakan.

"Dan tidak ada yang protes." Ujar Han seonsaengnim saat melihat Sungmin yang hendak meluncurkan protesnya. Sungmin mendesah kecewa sambil menggembungkan pipinya.

"Perang akan dimulai, Lee Sungmin." Ujar Kyuhyun yang menatap tajam kearah Sungmin. Sungmin membalas Kyuhyun dengan tatapan sengit.

"Gawat! Kyuhyun VS Sungmin kembali terjadi." Ujar Eunhyuk ke Kibum yang duduk disamping bangkunya.

~TBC~

Haaahh~! Sungmin ketemu Kyu dan masih bermusuhan? Author stress~! Mianhae, kemarin ada kesalahan, tapi udah author edit kok.

"Youngmin's Wife, YellowPinkBlue, Ostreichweiz, wulan yeppo, widiwMin, Kazama Yume, minnie beliebers, MiEunMinWook, eLizxie Aire, Sung Hye Ah, Saeko Hichoru, Rima KyuMin Elf, JiYoo861015, Shywona489, Chikyumin, EvilBungsu KyuminBaby137, Chinatsu Kajitani Teukkie, Yenni Gaemgyu, Kimie Arihyoshi"

Thanks buat reviewnya~ ^^

Ok, akhir kata dari author~

Review, please?

Gomawo~! m(_ _)m