The Destiny

Summary:: Takdir yang harus Kyuhyun dan Sungmin lalui kini tengah mempermainkan mereka. Kehidupan dan cinta mereka yang seharusnya berakhir bahagia, kini telah diubah menjadi hal yang sangat rumit. Tugas berat bagi cupid Leeteuk dan cupid Kangin yang harus diselesaikan dengan tuntas.

Pair:: Kyumin, Zhoury, Kangteuk and other

Rated:: T

Warn:: BL, Typo(s)

Genre:: Romance, sedikit Humor

Annyeong~! Author kembali~ Oke, buat yang nunggu chap 4 nya, ini dia.. ^^

Enjoy~! ^^

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Kelas XII-A

"Ya! Buka jendelanya!" seru Sungmin. "Enak saja. Kau sendiri saja yang buka jendelanya," Jawab Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya.

"Aisshh! Kau ini! Seonsaegnim menyuruh KITA untuk membersihkan kelas, bukan cuma aku saja. Kau juga bersihkan kelas ini, Cho Kyuhyun!" Sungmin melempar sapu kearah Kyuhyun dan tepat mengenai Kyuhyun.

"Ya! Kau ini cerewet sekali, sih?" Kyuhyun menyimpan PSPnya lalu berdiri dari kursinya dan mengambil sapu itu.

"Nih! Kau sapu, aku buka jendelanya," Kyuhyun menyerahkan sapu itu pada Sungmin, lalu berjalan kearah jendela.

Sungmin menaikkan sebelah alisnya. "Aku menyapu dan kau hanya membuka jendela?" tanya Sungmin meyakinkan. Kyuhyun mengangguk seraya membuka jendela kelas.

"Waahh! Pekerjaanmu mudah sekali, ya?" Kyuhyun mengernyit.

"Tadi kau sendiri yang menyuruhku membuka jendela, 'kan?" Sungmin cengo mendengar jawaban Kyuhyun. "Kyuhyun-ah, kau anak jenius yang lonca kelas 'kan?"

"Tentu saja," Jawab Kyuhyun dengan wajah bingung. Kenapa hal seperti itu saja Sungmin masih bertanya? Sudah jelas 'kan, seorang Cho Kyuhyun yang paling tampan dan paling jenius ini dikenal oleh banyak orang.

"Tapi aku tidak percaya kalau kau itu jenius. Aku tidak mungkin hanya menyuruhmu membukakan jendela sedangkan aku di sini capek-capek membersihkan kelas ini. Maksudku, kau juga membantuku membersihkan jendela." Ujar Sungmin sedikit kesal.

"Aku tidak mau. Kau sendiri saja yang membersihkan kelas ini." Kyuhyun duduk di atas meja. Sungmin menatap tajam pada Kyuhyun. "Kau sungguh menyebalkan, Cho Kyuhyun. Dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah sama sekali." Ujar Sungmin datar.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin dengan wajah kesal. Ia pun berjalan mendekati Sungmin.

"Ne, aku memang tidak berubah sama sekali. Ingin kubuktikan?" Kyuhyun mencengkram kerah seragam Sungmin. Sungmin memandang Kyuhyun dengan pandangan meremehkan yang membuat Kyuhyun semakin kesal.

Kyuhyun mengangkat cengkramannya ke atas membuat Sungmin sedikit menjinjit. Kyuhyun melayangkan kepalan tangan kanannya kearah pipi kiri Sungmin.

Kepalan Kyuhyun berhenti tepat di dekat pipi Sungmin saat Kyuhyun memandang manik mata Sungmin. Ada perasaan aneh saat melihat mata itu. Perasaan... rindu, mungkin?

"Kenapa berhenti?" tanya Sungmin masih tetap memandang mata Kyuhyun. Kyuhyun terdiam. Ia tidak menjawab pertanyaan Sungmin.

Sungmin mengernyit. "Kau tidak apa-apa, 'kan?" tanya Sungmin sedikit khawatir dengan Kyuhyun yang terdiam seperti batu. 'Kok gak bergerak? Jangan-jangan nih anak terkutuk jadi batu.' Pikir Sungmin dengan sebelah alis yang terangkat.

Kyuhyun langsung menarik kerah baju Sungmin dan memeluknya dengan erat. "Ya! Ya! Apa yang kau lakukan? Ya! Lepaskan!" Sungmin memukul-mukul punggung Kyuhyun agar melepaskannya.

"Diam sebentar." Kyuhyun mengeratkan pelukkannya pada Sungmin. "Ya! Lepas-"

Sret!

"Huwaa! Omo!" Eunhyuk mengambil ponselnya dan langsung mengambil foto 2 orang yang ada di depannya ini. "Kau pintar, nyuk! Jangan lupa kirimkan foto itu padaku," Ujar Donghae yang ada disampingnya.

Kyuhyun langsung melepaskan pelukkannya saat menyadari ada yang masuk di kelas itu.

"Kalian sedang apa?" tanya Kibum tanpa memperdulikan duo Hae-Hyuk yang heboh membicarakan foto yang baru saja mereka dapatkan.

Sungmin memalingkan wajah kearah lain, sedangkan Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Umm, entahlah." Jawab Kyuhyun asal. "Kenapa kalian kembali? Ada yang ketinggalan?" tanya Sungmin seraya mengambil sapunya dan kembali mengerjakan pekerjaannya. "Ah ya, buku si monkey ketinggalan." Jawab Donghae yang berhasil mendapatkan pukulan gratis di kepalanya. Eunhyuk pun berjalan ke mejanya dan mengambil buku yang ada dilacinya.

"Lalu, kenapa Kibum hyung dan Ryeowook hyung juga ikut kembali ke kelas?" Kyuhyun berjalan mendekati mejanya dan kembali memainkan PSPnya.

"Tadinya aku Kibummie mau mengajak Sungmin hyung untuk makan bersama di restoran baru di sebrang sekolah," Jelas Ryeowook. "Tapi kalau hyung memang sudah acara sih tidak apa-apa." Ujar Ryeowook seraya melihat kearah Sungmin.

"Eh? Ani, aku tidak ada acara kok. Kau tunggu aku di luar saja, aku ingin menyelesaikan ini dulu. Dan kau Hyukkie! Hapus foto itu!" Eunhyuk menoleh ke Sungmin. Eunhyuk nyengir. "Shirreo, hyung." Jawab Eunhyuk yang langsung berlari keluar dari kelas itu yang disusul oleh Donghae.

"Ya! Ya! Aisshh! Dia itu!" kesal Sungmin. "Hyung, kami tunggu di luar, ya." Kibum dan Ryeowook pun keluar dari kelas itu.

"Ya, kau! Cepat kerja atau kubakar PSPmu itu!" Seru Sungmin sambil menunjuk Kyuhyun dengan sapunya. "Huh! Dasar cerewet," Kyuhyun melangkah ke sudut kelas dan mengambil sampu yang satunya lagi. "Kau bersihkan yang sana," Ujar Sungmin seraya menunjuk belakang kelas.

Kyuhyun berjalan melewati mejanya. Ia melirik sekilas PSPnya yang ada di meja lalu kembali fokus menyapu lantai. Lagi-lagi Kyuhyun melirik sekilas PSPnya yang tergeletak manis di mejanya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu kembali menyapu.

Kyuhyun kembali melirik PSPnya. "Aisshh!" Kyuhyun berjalan mendekati mejanya dan mengambil PSPnya lalu menyimpannya ke dalam saku celananya.

Sungmin yang melihat itu hanya sweatdrop. "Kau itu tidak bisa jauh-jauh dari PSPmu, ya?" tanya Sungmin. "Tidak." Jawab Kyuhyun singkat. Sungmin mendengus kesal.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Kibum hyung, Ryeowook hyung, Sungmin hyung masih belum siap?" tanya Henry pada Kibum dan Ryeowook yang sedang berdiri di depan kelas.

"Belum. Lebih baik kalian berdua tidak usah menunggu hyung kalian, setelah hyung kalian selesai, kami akan makan siang di restoran sebrang. Kalian mau ikut?" tanya Ryeowook. Henry dan Changmin menggeleng.

"Lebih baik kita pulang saja. Hyung, tolong bilang pada Sungmin hyung kalau kami pulang duluan, ya." Ryeowook dan Kibum mengangguk. "Gomawo, hyung. Annyeong." Henry dan Changmin pun berjalan keluar dari gedung sekolah.

Langkah mereka terhenti saat mereka berada di depan gerbang sekolah. "Henry, kau ingat jalan pulang?" tanya Changmin. Henry mengerjapkan matanya. "Sepertinya belok ke kiri, deh. Eh? Tapi bukannya tadi pagi kita datang dari arah lurus? Atau kanan?" Changmin menggaruk kepalanya, bingung dengan perkataan Henry. "Yang benar itu mana, sih?" tanya Changmin.

Henry menggaruk pipi kirinya. "Aku juga tidak tahu, hyung." Changmin mengacak rambutnya.

"Annyeong," sapa seorang namja dari arah belakang. Sontak, Changmin dan Henry menoleh ke asal suara. "Annyeong, Zhoumi imnida." Ujar namja itu seraya membungkukkan badannya.

"Eoh? Kau yang tadi itu, 'kan?" tanya Changmin. Zhoumi mengangguk.

"Kalian yang tadi bersama Sungmin itu, 'kan?" tanya Zhoumi. Henry dan Changmin mengangguk. "Henry imnida." Henry membungkukkan badannya. Henry menyiku lengan Changmin.

"Eh? Waeyo, Henry-ah?" tanya Changmin. Henry melirik-lirikkan matanya ke Zhoumi. Changmin mengernyit.

"Kau kenapa? Matamu kemasukkan debu?" tanya Changmin. "Haisshh!" Henry mengehantakkan kakinya. "Perkenalkan dirimu, hyunng!"

"Ohh.. Changmin imnida." Changmin membungkukkan badannya.

"Ya! Ya! Kau itu sangat menyebalkan!" seru Sungmin dari arah belakang yang sedang menendang-nendang Kyuhyun. "Aisshh! Sakit!"
Di belakang Sungmin dan Kyuhyun, Kibum dan Ryeowook hanya menggeleng-gelengkan kepala.

"Eoh, itu Sungmin hyung." Ujar Changmin seraya menunjuk Sungmin. "HYUNGG!" Panggil Henry sambil berlari kecil menghampiri Sungmin. Changmin dan Zhoumi mengikuti Henry dari belakang.

"Eh? Kenapa kalian belum pulang?" tanya Sungmin yang telah berhenti menendang Kyuhyun.

"Umm, kami lupa jalan pulang, hyung. Oh ya, hyung dan teman-teman hyung akan makan di retoran depan 'kan? Setelah dipikir-pikir, aku ikut deh." Ujar Changmin seraya mengelus perutnya yang bunyi.

"Oh, baiklah. Kyuhyun-ah, Zhoumi hyung, kalian juga mau ikut?" tawar Ryeowook. Zhoumi mengangguk, sedangkan Kyuhyun menggeleng.

"Ya! Kyu! Ikut saja. Aku sudah sangat lapar," ujar Zhoumi. Kyuhyun kembali menggeleng. "Aigoo~! Ayolahh.. Aku sudah sangat lapar," Kyuhyun tampak berpikir, lalu memandang tajam ke arah Sungmin.

"Aku tidak mau ikut kalau namja itu juga ikut," jawab Kyuhyun. Sungmin menatap sinis Kyuhyun. "Aku juga tidak ingin makan kalau kau ikut," ujar Sungmin masih menatap Kyuhyun dengan tajam.

"Aisshh, sudahlah. Semuanya ikut saja. Kajja!" Ryeowook dan Kibum menyebrangi jalan yang cukup ramai dengan kendaraan itu. Henry, Changmin dan Zhoumi juga ikut menyebrangi jalan. Tinggallah Kyuhyun dan Sungmin yang masih saling bertatapan tajam.

"Ya! Kalian mau bertatapan seperti itu sampai kapan, eoh? Cepatlah menyebrang!" seru Zhoumi dari sebrang jalan. Sungmin akhirnya mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan mulai menyebrang dengan perasaan kesal.

TIN TINN!

Sebuah mobil dari arah samping Sungmin melaju dengan cepat. Sebelum Sungmin sempat menyelamatkan dirinya, Kyuhyum telah menariknya. Kyuhyun menarik Sungmin ke pinggir jalanan dan membawa Sungmin ke dalam pelukkannya.

Ryeowook, Kibum, Henry, Changmin dan Zhoumi tampak terkejut dengan kejadian yang hampir mencelakakan Sungmin. Sedangkan Kyuhyun dan Sungmin yang masih shock tetap dalam keadaan Kyuhyun memeluk Sungmin.

Cukup lama mereka terdiam hingga Sungmin memukul pelan bahu Kyuhyun. "Kyu," panggil Sungmin pelan. Kyuhyun masih terdiam.

"Kyu," panggil Sungmin lagi. "Hyung," Kyuhyun mengeratkan pelukkannya. "Jangan tinggalkan aku," ujar Kyuhyun tanpa sadar. Sungmin mengernyit.

"Jangan tinggalkan aku lagi," lanjut Kyuhyun dengan suara lirih. "A-apa maksudmu?" tanya Sungmin yang bingung dengan perkataan Kyuhyun.

Kyuhyun langsung melepaskan pelukkannya. "A-ahh, mianhae." Kyuhyun menundukkan kepalanya seraya mengusap matanya yang berair tanpa ia sadari.

"Kau kenapa, Kyu? Gwaenchana?"

"Gwaenchana," jawab Kyuhyun. "Mianhae." Ujar Kyuhyun lagi.

Sungmin menggeleng. "Kau tidak perlu minta maaf, Kyu. Kau telah menolongku, tidak seharusnya kau mengatakan itu," Kyuhyun tersenyum menanggapi Sungmin.

"HYUUUNGG! GWAENCHANAAA~?" tanya Henry dari sebrang jalan. Sungmin menoleh ke arah Henry lalu mengangguk. " Lebih baik kita segera menghampiri mereka." Ujar kyuhyun lalu membalikkanbadannya hendak berjalan menyebrangi jalan.

Sungmin menarik ujung lengan baju Kyuhyun. Kyuhyun menoleh. "Gomawo, Kyu." Kata Sungmin. Kyuhyun hanya tersenyum.

"Apa ini? Sungmin-ah hampir saja celaka." Ujar Leeteuk. "Untunglah Kyuhyun cepat menariknya. Jika tidak, maka mereka tidak akan bisa bersatu lagi." Kata Kangin yang ada di samping Leeteuk. "Ck! Mulai sekarang, kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus turun tangan untuk membatu mereka," ujar Leeteuk.

"Ah! Kita bantu menumbuhkan benih cinta mereka, hyung!" ujar Kangin memberi ide. "Lalu?"

"Hyung, kita ini punya kekuatan, kau ingat? Dengan kekuatan kita ini, kita bisa membantu Sungmin dan Kyuhyun bersatu." Jelas Kangin.

Leeteuk mengangkat sebelah alisnya. "Caranya?"

"Tentu saja membuat kecelakaan yang dapat menyebabkan debaran jantung yang tak karuan. Misalnya, Kyuhyun terjatuh dan menindih Sungmin, Sungmin tersandung sesuatu dan Kyuhyun menahan pinggang Sungmin agar tidak terjatuh, atau mengunci Kyuhyun dan Sungmin di suatu tempat. Atau penyatukan mereka di hotel." Ujar Kangin dengan mata berbinar.

Leeteuk memukul lengan Kangin saat mendengar perkataan Kangin yang terakhir. "Kau ini! Itu namanya menghancurkan masa depan mereka, bukannya menyatukan mereka!" kesal Leeteuk. "Hmm, akan aku coba." Ujar Leeteuk sambil memasang tampang berpikir.

"Hyung akan coba membuat mereka menyatu di hotel?" tanya Kangin yang terkejut.

Leeteuk kembali memukul lengan Kangin. "Bukan itu! Maksudku, aku akan coba idemu selain yang terakhir itu." Ujar Leeteuk kesal.

"Sepertinya kita akan menghabiskan banyak kekuatan untuk menyatukan mereka." Gumam Leeteuk.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Keesokkan Harinya~

"Pagi, Henry-ah." Sapa Zhoumi saat bertemu Henry dan Changmin di ruang locker. Henry mengangguk malu-malu. "Pagi, hyung,." Jawab Henry.

"Hoaamm! Kau ini pagi-pagi sudah mengganggu orang," ujar Changmin setelah menguap. Zhoumi menatap tidak senang pada Changmin.

"Mengganggu? Benarkah begitu, Henry?" tanya Zhoumi pada Henry. "Eh? Ani, jangan dengarkan dia." Henry menjinjit dan menutup mulut Changmin yang sedang menguap.

Changmin menyingkirkan tangan Henry setelah selesai menguap.

"Kalau begitu, kita ke kelas bersama?" ajak Zhoumi Henry mengangguk.

"Eh? Aku ditinggal sendirian?" Changmin menggaruk belakang kepalanya saat melohat Henry dan Zhoumi pergi meninggalkannya sendirian di ruang locker.

"Ditinggal sendiri~" Changmin bernyanyi gaje sambil membuka pintu lockernya. Gerakannya terhenti saat melihat Sungmin yang melangkah sambil membolak-balik sebuah buku.

"Hyu-" Changmin menghentikan niatnya untuk memanggil Sungmin ketika melihat Kyuhyun tanpa sengaja menabrak Sungmin dari arah berlawanan.

"Eh? Mianhae," Ujar Kyuhyun seraya membantu Sungmin mengambil buku itu. Kedua tangan mereka saling bersentuhan ketika Sungmin juga ingin mengambil bukunya. Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang tak sengaja ditabrak olehnya.

"Eh? Sungmin hyung?" kaget Kyuhyun. Sungmin juga terlihat terkejut, ia segera menarik tangannya. Ia mengambil bukunya dan segera berdiri. "Kau kau tiba-tiba menabrakku, eoh?" tanya Sungmin.

"Mianhae, aku tidak sengaja." Jawab Kyuhyun. Sungmin mengangguk lalu berjalan ke arah lockernya.

"Bagaimana?' tanya Leeteuk. "Aigoo, itu belum cukup romantis, hyung." Komentar Kangin. Kedua cupid itu kini sedang melayang di atas sambil menonton Sungmin dan Kyuhyun.

"Hufft! Baiklah, aku coba yang lain." Leeteuk menjentikkan jarinya.

"Awas, hyung!" seru Kyuhyun. Sungmin yang sedang berjalan mendekati lockernya tiba-tiba menoleh pada Kyuhyun saat mendengar suara Kyuhyun. Namun saat ia menoleh, Kyuhyun mendorongnya hingga terjatuh dan menindihnya.

BRUAKH!

Sebuah bola kaki menghantam pintu locker itu. Ternyata Kyuhyun menolong Sungmin agar Sungmin tidak terkena bola itu.

Kyuhyun mengangkat sedikit tubuhnya dan memandang Sungmin. Ia memandangi wajah Sungmin dengan cukup lama. "Gwaenchana?' tanya Kyuhyun memastikan setelah selesai memandangi wajah Sungmin. Sungmin tidak menjawab Kyuhyun. Kini ia berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak tak karuan karena jarak wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahnya.

"Hyung? Gwaenchana?" tanya Kyuhyun lagi. "Eh? N-ne, gwaenchana." Jawab Sungmin pelan "Kyu, bisa kau beranjak dari atasku?" tanya Sungmin. Kyuhyun yang baru menyadari posisinya langsung berdiri dan merapikan seragamnya yang agak berantakan dengan gugup.

"Ah, mianhae. Aku tidak sengaja melampar bola ini. Sekali lagi maafkan aku." Ujar seorang namja sambil membungkukkan badannya pada Kyuhyun dan Sungmin.

"Ne, gwaenchana. Aku tidak apa-apa, kok." Jawab Sungmin seraya tersenyum pada namja itu. "Sekali lagi, maafkan aku." Namja itu membungkukkan badannya sebelum pergi dari tempat itu.

"Ah, Kyu," panggil Sungmin seraya menarik lengan baju Kyuhyun yang hendak beranjak dari sana. Kyuhyun menoleh "Ne?"

"Umm, gomawo." Ujar Sungmin. Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangguk, lalu ia beranjak dari tempat itu.

"Woaahh, hyung. Tadi itu saat keren," ujar Changmin yang menghampiri Sungmin. "Apanya yang keren, Min?' tanya Sungmin seraya membuka pintu lockernya. "Keren dong, hyung. Kau ditonglong oleh seorang namja, lalu kalian saling bertatapan dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu Kyuhyun bertanya 'Gwaenchana?' dengan nada khawatir. Ukkhh, sungguh romantis." Ujar Changmin seraya tersenyum jahil ke Sungmin.

"Mwo? Tatapan yang sulit diartikan? Bertanya dengan nada khawatir? Hahahaha, kau sungguh lucu, Min." Sungmin berjalan mendahului Changmin. "Aku tidak bercanda, hyung. Dia sungguh-sungguh menatapmu dengan tatapan yang berbeda, begitu juga sebaliknya denganmu. Kurasa kalian itu cocok," Changmin berjalan di samping Sungmin.

"Oh, ya? Hahahaha." Sungmin hanya tertawa penuh penekanan menganggapi perkataan Changmin. "Aisshh, hyung ini. Tidak percaya sekali pada sepupumu yang imut ini." Sungmin hanya tertawa geli mendengar perkataan Changmin.

"Bagaimana? Sudah cukup 'kan?" tanya Leeteuk. "Hmm.. Cukup untuk permulaan," Jawab Kangin. "Kurasa dengan begini, akan sedikit menggetarkan hati mereka." Lanjutnya.

"Oke! Giliranku telah selesai, selanjutnya adalah giliranmu." Ujar Leeteuk. Kangin mengangguk dengan semangat.

"Baiklah! Aku akan berusaha!" seru Kangin dengan semangat. "Tapi jangan sampai kau mempertemukan mereka di hotel, ya! Akan kulempar kau ke laut kalau sampai kau melakukan itu." Kata Leeteuk seraya menunjukkan tatapan sengitnya.

"Iya, iya. Aku tidak akan melakukan itu." Jawab Kangin.

"Semoga kita bisa menyatukan mereka."

~TBC~

Yeyyy! Chap 4 selesai~! Mian kalau lama..

" widiwMin, Schwarz, wulan yeppo, JiYoo861015, Saeko Hichoru, Hima Kimie, EvilBungsu KyuminBaby137, WindaaKyuMin, MiEunMinWook, Chikyumin, Chinatsu Kajitani Teukkie, laven agrava gaciall 134, No Name, RosaHeartfilia, blackivy "

Gomawo buat reviewnya.. ^^

Dan makasih juga buat yang nunggu kelanjutan nih FF sampe karatan.. *Plakk*

Okedeh, akhir kata dari author,

Review, please~? Gomawo.. ^^

m(_ _)m