The Destiny

Summary:: Takdir yang harus Kyuhyun dan Sungmin lalui kini tengah mempermainkan mereka. Kehidupan dan cinta mereka yang seharusnya berakhir bahagia, kini telah diubah menjadi hal yang sangat rumit. Tugas berat bagi cupid Leeteuk dan cupid Kangin yang harus diselesaikan dengan tuntas.

Pair:: Kyumin, Zhoury, Kangteuk and other

Rated:: T

Warn:: BL, Typo(s)

Genre:: Romance, sedikit Humor

Annyeong, readers~! Mian kalau updatenya lama. ^^ *bow*

Oke, langsung lanjut aja, ya?

Enjoy~! ^^

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Kelas XII-A

Saat ini pelajaran sejarah sedang berlangsung. Tahu 'kan apa yang terjadi jika pelajaran sejarah sedang berlangsung? Yup! Tidur bersama. Dengan maksud, ini adalah pelajaran termembosankan di dunia. Mungkin bagi beberapa siswa maupun siswi menganggap pelajaran ini lumayan menarik, tapi tidak untuk sebagian besar siswa-siswi yang ada di kelas XII-A ini.

Kyuhyun sedang fokus dengan PSPnya yang ada di bawah mejanya. Ia sama sekali tidak tahu apa yang sedang seonsaengnim katakan di depan kelas, yang ia tahu saat ini hanyalah ia sedang memainkan PSP kesayangannya.

Eunhyuk sedang membaca komik di balik buku pelajarannya, Donghae sedang sibuk dengan ponselnya, Ryeowook sedang menentukan lirik yang tepat untuk lagu ciptaannya, Kibum? Tentu saja sedang memperhatikan seonsaengnim. Sedangkan Siwon, sepertinya saat ini ia sedang memperhatikan sang namjachingu yang terlihat sangat cantik saat sedang memperhatikan pelajaran. Siapa lagi namjachingunya kalau bukan Kim Kibum?

Lain lagi dengan Sungmin yang sedari tadi merasa risih. Entah kenapa, ia selalu ingin menoleh pada Kyuhyun. Padahal hatinya berkata lain dan menyuruhnya untuk berhenti melihat ke arah kiri, di mana Kyuhyun sedang duduk dan memainkan PSPnya.

Sungmin mengacak rambutnya dengan frustasi. Ada apa dengan dirinya? Dan ada apa juga dengan Kyuhyun? Padahal tidak ada hal yang menarik dari Kyuhyun untuk dilihat.

"Waeyo, hyung?" tanya Ryeowook yang duduk di sampingnya. Sungmin menggeleng seraya menunjukkan senyumnya. "Gwaenchana." Ia menolehkan kepalanya dan melihat ke depan kelas, di mana seonsaengnim sedang menjelaskan pelajarannya.

Sungmin kembali merasa risih. Seperti ada sesuatu yang menyuruhnya untuk menoleh pada Kyuhyun.

Akhirnya, ia pun memutuskan untuk menoleh pada Kyuhyun. Dan tepat saat ia menoleh pada Kyuhyun, ia menyesali perbuatannya itu. Ternyata, tepat saat ia menoleh pada namja pecinta game itu, Kyuhyun juga sedang menatapnya.

Sungmin langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Kemanapun itu, asalkan ia bisa menghidar dari tatapan Kyuhyun. 'Oh! Bagus, Lee Sungmin! Sekarang kau tampak seperti yeoja yang ketahuan mencuri-curi pandang ke arah namja yang kau sukai.' Sungmin langsung melebarkan matanya saat menyadari pemikirannya tadi.

'Mwo? Namja yang aku sukai? Ani! Apa-apaan ini? Lee Sungmin babo!' Sungmin mukul kecil kepalanya.

"Lee Sungmin, gwaenchana? Kau sakit?" tanya seonsaengnim. Sungmin langsung menghentikan gerakan tangannya.

"Gwaenchana, seonsaengnim." Jawab Sungmin. Tanpa sengaja, ia melirik sekilas pada Kyuhyun. 'Apa itu? Kenapa dia menatapku seperti itu?' batin Sungmin.

Kyuhyun tengah menatapnya dengan tatapan khawatir. 'Benarkah dia tidak apa-apa? Dia tampak seperti orang sakit.' Pikir Kyuhyun yang masih tetap memandangi Sungmin dengan khawatir.

'Ah, bukan urusanku.' Pikir Kyuhyun saat ia menyadari kalau ia sedang mengkhawatirkan musuhnya.

Kyuhyun kembali fokus pada PSPnya. Namun sedetik kemudian, ia kembali memandangi Sungmin yang sedang menopang dagunya dengan bosan.

Kyuhyun menyimpan PSPnya lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Sungmin. Ia menggenggam tangan Sungmin.

Sungmin tampak terkejut saat Kyuhyun tiba-tiba memegang tangannya.

"Seonsaengnim," panggil Kyuhyun yang masih memegang tangan Sungmin. "Ya? Ada apa, Cho Kyuhyun?"

"Aku ingin mengantar Sungmin ke UKS, sepertinya dia sedang sakit." Ujar Kyuhyun. Sungmin melotot ke arah Kyuhyun.

"Ne, baiklah." Jawab seonsaengnim. Kyuhyun mengangguk lalu menarik tangan Sungmin untuk beranjak dari kelas itu.

.

"Ya! Kau ini apaan, sih?" Sungmin melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dengan cukup kasar. Kyuhyun tidak menjawab Sungmin. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa bisa tiba-tiba menarik Sungmin keluar dari kelas denagn alasan ke UKS.

"Ya!" panggil Sungmin setelah cukup lama Kyuhyun tak kunjung menjawabnya.

"Untuk apa kau menarikku keluar dari kelas? Aku tidak sedang sakit," ujar Sungmin dengan suara yang sedikit melembut.

"Entahlah," jawab Kyuhyun. Sungmin mendengus kesal mendengar jawaban Kyuhyun. Ia berbalik dan berniat kembali ke kelas. Kyuhyun langsung menahan tangan Sungmin.

"Apa lagi?" tanya Sungmin. Kyuhyun tidak menjawab Sungmin, ia hanya menatap dalam mata Sungmin.

"Lepaskan," Sungmin berusaha melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tidak melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Sungmin. Ia menarik Sungmin dan berjalan menjauh dari kelas.

"Eh? Mau kemana?" tanya Sungmin.

"Ikut saja!" Kyuhyun terus berjalan seraya menggenggam tangan Sungmin. Kali ini bukan menggengam pergelangan tangan Sungmin, melainkan menggenggam langsung tangan Sungmin, menautkan jari-jarinya pada jari-jari Sungmin.

Sungmin terdiam ketika Kyuhyun memindahkan genggamannya dari pergelangan tangannya ke telapak tangannya. Rasanya lembut dan.. hangat?

Sungmin menundukkan kepalanya untuk melihat tangannya yang kini sedang berada di genggaman tangan Kyuhyun. Genggaman itu tampak seperti genggaman yang penuh perasaan.

Sebenarnya Sungmin ingin melepaskan genggaman itu, tapi entah kenapa ada suatu perasaan nyaman yang membuatnya ingin terus merasakan genggaman tangan itu.

Kyuhyun berhenti berjalan ketika mereka telah sampai di suatu tempat. Sungmin mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk. "Atap sekolah? Untuk apa kita ke sini?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menoleh dan menatap Sungmin. "Di sini tempat yang nyaman," jawab Kyuhyun yang masih belum melepaskan genggamannya.

Sungmin menaikkan sebelah alisnya. "Nyaman untuk bolos?" Kyuhyun hanya melirik Sungmin sekilas sebagai jawaban dari pertanyaan itu.

Kyuhyun mendudukkan dirinya di lantai. "Duduklah," Sungmin mengangguk lalu mendudukkan dirinya di samping Kyuhyun.

Kyuhyun mengeratkan genggamannya. "Di sini cukup dingin. Jika kau kedinginan, katakan padaku ya, hyung." Sungmin mengangguk. "Hm."

"Pekerjaanku selesai!" seru Kangin seraya tersenyum senang.

"Hmm, kau menyelesaikan pekerjaanmu dengan baik, Kangin-ah." Ujar Leeteuk. "Yup! Ingin sangatlah mudah. Hanya dengan membuat Sungmin ingin memandangi Kyuhyun terus, maka dengan sendirinya benih-benih perasaan mereka melanjutkan jalan cerita ini." Jawab Kangin.

Leeteuk mengangguk-angguk mendengar jawaban Kangin.

"Sekarang giliranmu, hyung!" Ujar Kangin.

"Hm, baiklah. Jika sudah sampai di sini, maka selanjutnya akan sangat mudah menyatukan mereka. Hanya saja, aku tidak yakin kalau takdir akan mengizinkan mereka bersatu. Selama ini, takdir terus mempermainkan mereka dan tidak mengizinkan mereka bersatu. Aku tidak tahu apa salah mereka berdua, tapi yang jelas, aku sedih melihat mereka terus berpisah seperti ini." Ujar Leeteuk.

Kangin mengangguk menyetujui perkataan Leeteuk. "Semoga kali ini mereka bisa bersama. Aku harap takdir berhenti memisahkan mereka."

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Hyung, saat di sekolah tadi, hyung ada di mana? Kenapa aku tidak melihat hyung di kelas, kantin ataupun di sekitar sekolah?" tanya Henry yang sedang berusaha meminta potato chips milik Changmin.

Tapi karena Changmin tinggi dan tangann juga panjang, Henry tidak bisa menjangkau potato chips itu dan tangannya malah mengenai wajah Changmin.

Saat ini, Sungmin, Henry dan Changmin sedang duduk di ruangan tamu. Yunho dan Jaejoong sedang ada rapat penting di perusahaan.

"Hm, tadi aku ada di atap sekolah." Jawab Sungmin singkat. Kini ia tengah sibuk mengganti-ganti channel TV.

"Jadi hyung seharian ini bolos terus? Aisshh! Jangan pukul wajahku!" Changmin berusaha menjauhkan potato chipsnya dan melindungi wajah tampannya dari si Mochi.

"Hmm, bisa dibilang begitu." Jawab Sungmin sekenanya seraya masih asyik dengan remote TVnya.

"Ya! Hyung! Minta sedikit potato chipsmu, dong! Aku juga mau," ujar Henry yang kesal karena sedari tadi Changmin terus menjauhkan potato chips itu dari jangkauan Henry.

"Kau tadi memakannya hampir sampai setengah bungkus dan aku belum memakannya sama sekali!" Changmin memeluk potato chipsnya itu. "Aisshh! Overprotective sekali pada makananmu itu," cibir Henry. Changmin menjulurkan lidahnya.

"Haaah.." Sungmin menghela napasnya lalu berdiri dan berjalan ke arah kamarnya. Henry dan Changmin menatap bingung ke Sungmin.

"Dia kenapa?" tanya Changmin dengan tangan kanan yang diangkat tinggi. "Entahlah. Mungkin itu karena kau yang tidak mau membagi sedikit potato chipsmu." Jawab Henry seraya kembali berusaha mengambil bungkusan yang berisi kripik kentang itu.

"Hiiy! Jangan ambil kekasihkuuu!

.

Sungmin POV

Sejak tadi siang, tepatnya sejak bolos dengan Kyuhyun tadi, aku merasa ada yang aneh.

Tapi apa yang aneh? Aku menyentuh dada kiriku yang terasa aneh. Aku merasakan suatu perasaan, seperti perasaan rindu.

Tapi rindu pada siapa? Aku menghela napasku lagi entah yang ke berapa kalinya. Aku membaringkan tubuhku ke kasur empukku.

'Mungkin aku hanya merindukan eomma dan appa.' Aku berusaha memejamkan mataku yang sebenarnya tidak mengantuk sama sekali. Aku hanya ingin merilekskan pikiranku saja.

Baru saja pikiranku sedikit tenang, tiba-tiba ada sesuatu yang aneh pada dada kiriku.

Kenapa aku tiba-tiba deg-degan?

Sungmin POV End

Sungmin memejamkan matanya, mencoba untuk menenangkan dadanya yang tiba-tiba deg-degan tanpa sebab. Beberapa menit setelah Sungmin memejamkan matanya, ia tertidur dan mengunjungi pulau mimpinya.

"Kyu, bertahanlah."

"Min-Minnie hyung. Meskipun kita tidak bisa bersama di saat ini, tapi di kehidupan selanjutnya."

"Kyu, jangan mengatakan hal seperti itu. Kau pasti akan selamat, bertahanlah!"

"Hyung, jangan menangis lagi. Aku akan sangat sedih bila melihatmu menangis seperti ini. Aku ingin melihatmu tersenyum, hyung."

"Hiduplah dengan baik, hyung."

"ANDWAEEE!" Sungmin terbangun dengan keringat yang membanjiri wajahnya. "Haah.. Hahh.. Hahh.. Apa ini?" Sungmin mengelap keringat yang ada di kening dan lehernya.

"Yang ada di mimpi itu siapa? Itu bukan aku dan Kyuhyun, 'kan?" tanya Sungmin dengan lirih. "Tentu saja bukan. Aku tidak pernah mengalami hal ini, apa lagi dengan Kyuhyun." Gumam Sungmin.

Sungmin melirik jam yang ada di dindingnya. 'Baru jam 9 malam.' Pikir Sungmin. ia lalu beranjak dari kasurnya, berniat kembali ke ruang tamu dan berharap Changmin dan Henry masih ada di sana.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Kyuhyun sedang memencet tombol-tombol yang ada di remote TV dengan bosan. Zhoumi yang sedari tadi memandangi wajah Kyuhyun yang terlihat bosan pun hanya mengernyit.

"Kau kenapa sih, Kyu? Aku pusing melihat layar TV yang channelnya berpindah-pindah," Zhoumi merebut remote TV dari tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napasnya.

"Bosaaann! Nggak ada acara TV yang bagus," Jawab Kyuhyun dengan nada bosan. Zhoumi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kyuhyun melihat ke arah layar TV dengan serius, sepertinya Zhoumi berhenti pada channel yang menayangkan acara bagus.

"Nah, sekarang kau tidak bosan lagi, 'kan?" tanya Zhoumi saat ia melihat Kyuhyun tengah menonton TV dengan serius.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Zhoumi. Ia merasa seperti pernah mengalami kejadian yang ada di drama yang di tayangkan channel TV itu.

Drama yang mengisahkan tentang seorang namja yang selalu membentak dan memarahi pacarnya.

Kyuhyun memegangi kepalanya yang terasa nyut-nyutan. 'Kenapa kepalaku terasa sakit?' pikir Kyuhyun. Zhoumi yang tidak sengaja melihat ke arah Kyuhyun pun kembali mengernyit.

"Kau kenapa, Kyu? Sakit?" tanyanya. Kyuhyun tidak menjawab, ia sibuk menahan sakit yang menyerang kepalanya.

"YA! Jangan pegang-pegang! Kau menjijikan, tahu!"

"Mi-mian, tapi aku benar-benar tidak sengaja."

"Ck. Lee Sungmin! Kenapa kau tidak menaruh laptop di tasku, hah? Aku jadi tidak bisa mengerjakan tugasku! Kau sungguh menyebalkan!"

"T-tapi kau tidak menyuruhku untuk menaruh laptop di tasmu."

"Ck! Kau benar-benar menyebalkan! Aku benar-benar muak denganmu, seharusnya appa dan eomma tidak memungutmu dulu!"

"Ya, saya bersedi-"

"KYU, AWASS!"

"Kyu? Kyu? Gwaenchana?" Kyuhyun terlonjak kaget saat Zhoumi memanggilnya. Kyuhyun terlihat pucat dan berkeringat ketika ia menatap Zhoumi.

"Gwaenchana," jawab Kyuhyun. "Tapi kau kelihatan pucat, Kyu." Kyuhyun menggeleng.

"Gwaenchana. Aku ke kamar dulu, Mi." Kyuhyun melangkah menjauhi Zhoumi yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

.

"Haaahh.." Kyuhyun menghela napasnya ketika ia menutup pintu kamarnya dan bersandar di pintu itu. "Tadi itu apa?" Kyuhyun menyentuh dada kirinya yang terasa aneh.

"Kenapa ada Sungmin hyung di sana? Dan.. Kenapa aku bisa menikah dengan Sungmin hyung? Ani! Bukan menikah, tapi hampir menikah karena Sungmin hyung... meninggal?" Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya.

"Apakah akan terjadi déjà vu seperti yang ada di tv-tv itu?" gumam Kyuhyun seraya berjalan menuju kasurnya dan merebahkan dirinya di kasur empuk itu.

Ia kembali menghela napas. "Mengerikan," Kyuhyun kembali menyentuh dada kirinya. "Seperti pernah mengalami kejadian itu." Gumamnya sebelum akhirnya terlelap dalam tidurnya.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Saat pelajaran kimia sedang berlansung, di mana pelajaran itu merupakan pelajaran pertama di pagi hari yang cerah ini.

Sungmin melirik sekilas ke arah Kyuhyun yang sedang memperhatikan seonsaengnim yang ada di depan kelas.

'Benarkah dia meninggal karena kecelakaan mobil? Sepertinya dia sehat-sehat saja.' Pikir Sungmin seraya memandangi Kyuhyun dari kepala hingga ke ujung kakinya. Ia segera mengalihkan pandangannya saat Kyuhyun berbalik memandanginya.

'Di mimpiku, dia tertimpa lampu. Benar-benar mengerikan.' Pikir Kyuhyun seraya memandangi Sungmin.

Ia lalu kembali memperhatikan seonsaengnim yang sedang menjelaskan di depan kelas.

'Semoga saja dia tidak apa-apa.' Pikir Kyuhyun dan Sungmin.

"Haiisshh! Gagaall! Padahal aku ingin membuat mereka mengingat kembali kehidupan yang dulu," ujar Leeteuk dengan kesal karena rencananya yang kali ini gagal.

"Hyung, sih! Mereka itu masih kecil, mereka belum cukup dewasa untuk mngerti tentang kehidupan lampau dan renkarnasi." Jawab Kangin.

"Karena hyung gagal, maka sekarang masih giliran hyung." Leeteuk mendengus kesal.

"Ne, ne."

.

.

.

"Hooo! Aura di kelas ini cukup bagus!" ujar Go seonsaengnim yang mengajar di bidang bahasa. Semua murid yang ada di sana merinding ketika guru itu berjalan menelusuri kelas itu, kecuali Sungmin dan Kyuhyun yang berstatus murid baru yang belum terlalu kenal dengan guru-guru baru yang mengajar di sekolah ini selama mereka vakum.

Guru itu berhenti tepat di antara bangku Kyuhyun dan Sungmin. ia berjalan sedikit mundur agar guru itu bisa melihat wajah dari kedua namja tu.

"Kalian," Go seonsaengnim menunjuk Sungmin dan Kyuhyun. Sungmin menatap Go seonsaengnim dengan mata bulatnya, sedangkan Kyuhyun menatap guru itu dengan tatapan bosan.

"Kalian memiliki aura yang sama," ujar Go seonsaengnim. Sungmin membulatkan matanya dengan lucu, sedangkan Kyuhyun mengernyit.

"Maksud seonsaengnim?" tanya Kyuhyun.

"Kalian berjodoh," jawab seonsaengnim yang memakai eye liner yang cukup tebal. "Heehh?" seru Sungmin dan Kyuhyun dengan suara yang cukup keras.

"Saat saya berjalan di antara Kibum dan Siwon, saya juga merasakan aura yang sama di antara mereka berdua." Ujar Go seonsaengnim.

"Tapi," Yeoja yang bereye liner tebal dan berpakaian serba hitam itu menatap Kyuhyun dan Sungmin lekat-lekat.

"Kalian memiliki hubungan yang suram dan selalu gagal untuk bersatu di kehidupan yang dulu," seisi kelas itu terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh seonsaengnim.

"Kalian mengalami 2 kali kegagalan berhubungan di masa lalu," ujarnya.

"Haahh! Baiklah! Kita lanjutkan pelajaran kita, sampai mana hari itu?" Go seonsaengnim berbalik lalu membuka buku pelajarannya.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan bingung, Sungmin lalu menatap Ryeowook seolah bertanya pada teman sebangkunya itu.

"Go seonsaengnim itu selain seorang guru, dia juga seorang peramal." Jelas Ryeowook yang mengerti dengan tatapan Sungmin.

Sungmin mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tapi kenapa harus berjodoh dengan Kyuhyun?" desis Sungmin dengan pelan. Kyuhyun yang tadi mendengar penjelasan Ryeowook pun mengernyit.

'Paranormal? Aku di ramal berjodoh dengan Sungmin hyung, tapi memiliki kehidupan suram di masa lalu? 2 kali?' Kyuhyun menatap Sungmin yang sedang mendengarkan penjelasan seonsaengnim.

'Berarti kita memang sudah berjodoh sejak kehidupan-kehidupan yang lalu?'

.

"Yuhuu! Kali ini berhasil!" seru Leeteuk dengan senang. "Hmm, kenapa kebetulan sekali ya di sekolah ini ada seorang peramal?" tanya Kangin. Leeteuk melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Pekerjaanku kali ini sangat mudah, hanya membuat guru itu berjalan di antara Kyuhyun dan Sungmin saja, dan TARAA! Rencanaku berhasil!"

"Giliranku! Tinggal membuat mereka berdua saling menyamankan diri satu sama lain. Haaah.. Sesekali negjahilin mereka berdua sepertinya menyenangkan. Aku ingin jahilin mereka berdua!" Ujar Kangin dengan semangat yang berkobar-kobar.

"Yup! Dan sekarang aku sudah merasa lelah karena kekuatanku terkuras banyak. Ayo, kita istirahat sebentar." Kangin mengangguk kemudian menyusul Leeteuk yang telah terbang mendahuluinya.

~TBC~

Wuiih! Akhirnya chap 5 selesai juga. Dalam pembuatan chap 5 ini butuh 3 hari baru selesai, benar-benar menguras otak author yang kehabisan ide. Mian kalau pendek.. *bow*

Kenapa di sini Kangin yang terlihat jahil, bukannya Kyuhyun, ya? Ahh, yasudahlah. XD

widiwMin, Nam seul mi, Shywona489, Saeko Hichoru, EvilBungsu KyuminBaby137, blackivy, wulan yeppo, JiYoo861015, Chinatsu Kajitani Teukkie, Winter Boy, R-Kyu, Rima KyuMin Elf, Jotha Auright

Gomawo buat reviewnya.. ^^

Chap depan author usahain kilat, soalnya author emang udah ada niat mau buat FF baru.. XP

Tapi harus selesain semua FF dulu, kalau nggak ntar utang author menumpuk.. =..=

Okedeh! Sekian dulu deh ngocehnya..

Akhir kata dari author,

Review, please~? Gomawo.. ^^

m(_ _)m