The Destiny
Summary:: Takdir yang harus Kyuhyun dan Sungmin lalui kini tengah mempermainkan mereka. Kehidupan dan cinta mereka yang seharusnya berakhir bahagia, kini telah diubah menjadi hal yang sangat rumit. Tugas berat bagi cupid Leeteuk dan cupid Kangin yang harus diselesaikan dengan tuntas.
Pair:: Kyumin, Zhoury, Kangteuk and other
Rated:: T
Warn:: BL, Typo(s)
Genre:: Romance, sedikit Humor
Hooo~! Annyeong~! Author kembali lagi dengan FF The Destiny.. ^^
Mian kalau nggak terlalu kilat updatenya, tapi yang penting author tetep update dan updatenya lebih cepat dari pada chap sebelumnya, 'kan? *kedip2 mata*plakk**
Okedeh, dari pada terjadi perang di sini karena author yang banyak bacot terus, kita mulai aja ya? Here we go!
Enjoy~! ^^
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Jam istirahat
"Ahjumma, sup labu satu mangkuk." Pesan Kyuhyun. Sang ahjumma penjaga kantin pun mengangguk dan memberikan satu mangkuk sup labu pada Kyuhyun.
"Ahjummaaa~ Sup labu, dongg~!" Seru Sungmin dengan semangat. Kyuhyun yang hendak membayar pesanannya pun langsung menutup telinganya.
"Kau ribut sekali!" kesal Kyuhyun. Sungmin melirik sinis pada Kyuhyun lalu menjulurkan lidahnya.
"Ahjumma, sup labu." Ujar Sungmin. Ahjumma pun mengangguk dan berbalik untuk mengambil semangkuk sup labu.
Ahjumma kantin itu mengernyit ketika ia tidak menemukan sup labu sedikitpu, ani, setetespun. Padahal tadi saat ia mengambilkan semangkuk untuk Kyuhyun, persediaan sup labu itu masih banyak.
Ahjummapun menaikkan sebelah alisnya dengan bingung.
"Mianhae, tapi sup labunya sudah habis." Ujar ahjumma. Sungmin yang tadi sedang beradu mulut dengan Kyuhyun pun langsung membulatkan matanya.
"Mwo? Habis? Kok bisa? Padahal aku sengaja datang cepat-cepat biar gak kehabisan sup labu," ujar Sungmin seraya memanyunkan bibirnya.
Ia melirik pada Kyuhyun yang tengah menatapnya. "Kyu~" panggil Sungmin dengan tatapan memelasnya. Kyuhyun segera memalingkan wajahnya lalu beranjak dari tempat itu.
"Ehhh! Kyu! Tunggu~!" Sungmin menahan lengan Kyuhyun. "Hooo! Tidak akan terpengaruh dengan tatapanmu itu, hyung." Kyuhyun tersenyum mengejek sekilas lalu kembali berjalan meninggalkan Sungmin yang kesal setengah hidup.
Ia mengernyit. "Apa ini pembalasan atas perbuatanku yang telah mengambil chocolate cake secara sepihak? Haisshh! Sup labuku~" Sungmin kembali berjalan ke mejanya sambil meratapi nasibnya.
Siswa yang kebetulan menyaksikan drama singkat itupun hanya sweardrop. Eunhyuk menyentuh dagunya. "Hmm.. Sikap mereka jadi manis? Ada apa ini?" tanya Eunhyuk dengan gaya menyelidik.
"Bagus dong kalau begitu, kita tidak perlu lagi menonton adegan pertumpahan darah di sekolah ini." Jawab Siwon dengan santainya.
"Tapi gak seru, ah! Sekolah ini jadi sepi tanpa pertengkaran itu," ujar Donghae yang mendapatkan anggukan persetujuan dari Eunhyuk.
.
"Ya! Babo! Kenapa kau mengambil semua sup labu yang ada di kantin itu?" tanya Leeteuk setelah menjitak kepala Kangin.
Mereka kini tengah duduk di sudut kantin, tempat yang sepi di kantin itu. "Haisshh! Ini untuk mendekatkan Sungmin dan Kyuhyun, hyung. Kalau tidak ada adegan adu mulut, maka hubungan mereka tidak akan ada perkembangan. Kalau bisa, kita harus membuat mereka kembali saling berkelahi seperti dulu, hyung." Jawab Kangin yang sukses kembali mendapatkan jitakan kasih sayang dari Leeteuk.
"Aigoo, hyung! Appo!" Kangin mengelus kepalanya yang malang. "Kau ini babo atau apa, sih?" tanya Leeteuk. Kangin mengernyit tidak senang. "Hyung! Teganya kau mengatakan couplemu yang tampan ini babo," ujar Kangin dengan wajah yang dibuat kesal.
"Haah.. Ne, ne, mianhae. Cepat kembalikan sup labu itu! Dan jangan coba-coba kau mengorupsi sesuappun dari sup itu!" seru Leeteuk saat melihat Kangin hendak menyuapkan sesendok sup itu ke dalam mulutnya.
Kangin menghentikan tangannya. Ia menatap Leeteuk seraya menyengir tanpa dosa. "Cepat letakkan sendok itu dan kembalikan sup itu ke dapur! Jangan sampai ada yang melihat sendok melayang!" Kangin memajukan bibirnya dan meletakan sendoknya.
"Ne, ne." Jawab Kangin malas dan dengan cepat ia mengembalikan sup labu itu ke dapur kantin.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Kyuhyun mendengus bosan. Lagi-lagi ia harus berhadapan dengan pelajaran sejarah.
Kyuhyun tanpa sengaja menoleh pada Sungmin yang terlihat sedang menahan kelopak matanya yang hampir tertutup. Sungmin menguap sekali lalu menoleh pada Kyuhyun yang masih memandanginya.
Sungmin memelototi Kyuhyun. "Apa lihat-lihat?" tanya Sungmin pelan dengan nada yang sarkastik. Kyuhyun membalas Sungmin dengan cibiran kecil. Sungmin membalas cibiran Kyuhyun yang di tambah dengan ejekkan. Kyuhyun yang kesalpun membalas cibiran Sungmin.
Tanpa sadar, mereka saling mencibir dan mengejek sambil berdiri.
"Dasar jelek!" desis Sungmin pelan. "Babo!" desis Kyuhyun tak kalah pelan. "Mwo? Dasar setan!" balas Sungmin. Tanpa sadar, kini mereka telah saling berdiri berhadapan dan tidak memperdulikan seonsaengnim dan teman-teman sekelas yang sedang menonton.
"Gigi kelinci!" desis Kyuhyun seraya menoyor-noyor kepala Sungmin. "You! Pervert!" Sungmin menjitak kepala Kyuhyun.
"Aku ganteng!" ujar Kyuhyun seraya menepuk dadanya dengan bangga. Sungmin yang hendak membalas perkataan Kyuhyun pun langsung tersedak.
Sungmi hendak kembali membalas kata-katanya sebelum seonsaengnim berdiri di samping mereka dan menjedukkan kepala Sungmin dan Kyuhyun.
"Auww!" rintih Kyuhyun saat jidatnya mengenai tepat di jidat Sungmin. "Kalian ini! Sekarang sedang jam pelajaran, kenapa malah adu mulut, eoh?" terlihat di mata seonsaengnim itu terdapat kilat kemarahan.
Sungmin mengelus jidatnya yang nyut-nyutan. "Mianhae, seonsaengnim." Ujar Sungmin. Ia lalu kembali duduk di kursinya setelah sebelumnya melempar deathglarenya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun membalas Sungmin dengan tatapan evilnya.
.
"Fiuuhh~! Pekerjaan kali ini sangat berat," ujar Kangin sambil mengelap keringatnya dengan menggunakan sayap putih milik Leeteuk.
"Ya! Kau jorok sekali! Sayapku jadi kotor, 'kan?" Leeteuk mengelap sayapnya dengan kain yang entah dari mana asalnya.
"Mian," ujar Kangin singkat. "Ehem! Selanjutnya akan kuapakan mereka, ya?" tanya Kangin dengan gaya berpikir.
"Kurung saja mereka," ujar Leeteuk asal. Kangin terlihat tersenyum senang.
"Gomawo, hyung! Kau pintar!" seru Kangin yang langsung melesat terbang meninggalkan Leeteuk yang cengo. "Ya! Kangin-ah! Aku tadi hanya asal jawab saja, menurutku itu ide yang buruk! Ya! Kangin-ahhh!" Leeteuk terbang menyusul Kangin yang sudah tak tampak bayangannya lagi.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Gelap," ujar Sungmin saat memasuki ruangan gelap, suram dan penuh hawa yang tidak mengenakkan.
Ruangan apalagi yang suram, gelap dan penuh hawa aneh kalau bukan gudang?
Kyuhyun yang berjalan di belakang Sungmin hanya melihat ke seluruh sudut yang ada di ruangan itu.
Saat Kyuhyun dan Sungmin hendak pulang, mereka sempat beradu mulut cukup lama. Zhoumi, Henry dan Changmin yang mulai bosan dan ingin segera pulang ke rumah pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dua manusia yang sedang sibuk dengan dunia pertengkarannya itu.
Saat Sungmin dan Kyuhyun sedang asyik beradu mulut, Han seonsaengnim yang kebetulan lewat pun mendatangi mereka dan menyuruh mereka untuk mengambil beberapa peralatan olahraga di gudang. Dan jadilah kini mereka tengah berada di dalam gudang sekolah yang terkenal sepi dan angker.
"Peralatan olahraganya ada di mana?" tanya Sungmin. "Mana aku tahu. Ini pertama kalinya aku masuk ke gudang sekolah," jawab Kyuhyun. Sungmin mendengus kesal.
"Gudang ini luas sekali," komentar Sungmin. Ia mulai berjalan semakin memasuki gudang itu. Kyuhyun terus mengikuti Sungmin dari belakang.
BLAAM!
Pintu gudang yang tadi terbuka dengan lebar kini telah tertutup dengan rapat. Kyuhyun dan Sungmin yang kaget pun sontak menoleh ke arah pintu yang merupakan satu-satunya jalan keluar dari tempat itu. Selebihnya hanya ada jendela kecil yang letaknya sangat jauh dari jangkauan Kyuhyun dan Sungmin, dengan kata lain, jendela itu letaknya sangat tinggi.
Kyuhyun dan Sungmin lalu saling bertatapan dengan tatapan yang susah diartikan, antara takut dan kaget.
"M-mungkin pintunya hanya tertiup angin kencang," ujar Sungmin seraya berjalan menuju pintu itu, Kyuhyun mengikuti Sungmin dari belakang.
Satu hal yang terlupakan oleh mereka, pintu itu tidak mungkin dapat tertutup hanya karena angin yang bertiup kencang karena pintu yang berukuran sangat besar itu terbuat dari baja. Untuk membuka pintu itu saja membutuhkan kekuatan yang besar.
Kyuhyun mencoba membuka pintu itu, namun sia-sia. Pintu itu tidak mau terbuka.
"Ternyata tempat ini benar-benar angker," ujar Sungmin pelan. Kyuhyun merogoh sakunya untuk mencari ponselnya.
"Aisshh! Tidak ada sinyal!" ujar Kyuhyun dengan kesal. Ia lalu beralih menatap Sungmin yang juga menatapnya dengan matanya bulatnya.
"Ponselmu, hyung?" Sungmin lalu merogoh saku celananya dan mengecek ponselnya.
"Aku gak punya pulsa~!" ujar Sungmin dengan lebaynya.
Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin itupun menepuk jidatnya. Oke, kita sebut saja kedua namja ini adalah korban iklan. ==
"Aisshh! Masa' kita harus terkurung di dalam sini seharian, sih? Aku tidak mau seharian terus bersama denganmu," ujar Kyuhyun yang bersandar pada pintu baja itu.
"Huh! Memangnya siapa yang mau seharian terkurung denganmu di ruangan suram ini?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan kesal. Ia lalu kembali mencoba membuka pintu itu.
"Aisshh! Cepatlah terbuka! Aku ingin cepat keluar dari sini!" seru Sungmin dengan kesal seraya masih tetap berusaha membuka pintu itu.
Kyuhyun yang berdiri di belakang Sungmin hanya memutar matanya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sampai matipun pintu itu tidak akan terbu-" Kyuhyun menghentikan perkataannya.
"Eh?" tangan Sungmin terlepas dari kenop pintu itu karena licin, dan..
Brukkhh!
Jadilah Kyuhyun evil kita yang tampan itu tertimpa oleh Bunny pink.
"Auw," ringis Sungmin saat bokongnya sukses mendarat dengan tidak elit di atas lantai yang keras. Sedangkan kepalanya untungnya mendarat di tempat yang empuk.
"Aisshh! Sakit, hyung!" Kyuhyun mengelus punggungnya yang menghantam lantai dengan cukup keras. Mereka berdua lalu terdiam, sadar dengan posisi masing-masing.
Kyuhyun menunduk agar bisa melihat Sungmin yang kini sedang bersandar pada perut dan dadanya.
"Hyung mau sampai kapan terus di sana? Berat tahu," ujar Kyuhyun.
Sungmin dengan cepat langsung berdiri dan sedikit salah tingkah saat Kyuhyun berdiri seraya menatapnya.
"Apa?" tanya Sungmin yang berusaha membuat kesan pertanyaannya terdengar galak. Kyuhyun tersenyum jahil saat melihat Sungmin yang terlihat gugup dan salah tingkah.
"Kenapa kau terlihat salah tingkah, hyung?" tanya Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun dengan bingung.
Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ke manapun itu asalkan bukan ke dalam manik mata Kyuhyun.
Kyuhyun menarik dagu Sungmin agar namja manis itu melihat ke arahnya. "Kita sudah cukup lama berpisah. Umm, sekitar 3 tahun. Kau tidak merindukanku?" tanya Kyuhyun. Sungmin menepis tangan Kyuhyun yang menyentuh dagunya.
"Tidak, untuk apa aku merindukan musuhku yang menyebalkan?" Sungmin berjalan menjauhi Kyuhyun, ia berjalan semakin memasuki gudang itu. Kyuhyun lagi-lagi mengikuti Sungmin dari belakang.
AUUU!
Sungmin dan Kyuhyun menghentikan langkahnya. "Suara apa itu?" tanya Sungmin. Kyuhyun menggeleng. "I don't know," jawabnya singkat.
"Seperti suara serigala. Tapi masa' sih ada serigala di tengah kota dan lagi, mana ada suara serigala di siang-siang seperti ini," ujar Sungmin seraya menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Iya, sih. Memangnya di sekolah ini ada hutan, ya? Kenapa suara serigala itu jelas sekali?" Kyuhyun berjalan mendahului Sungmin. ia melihat-lihat ke sekeliling gudang itu.
Sedangkan Sungmin, ia menoleh ke arah belakangnya karena merasakan suatu hembusan angin yang cukup sejuk dari arah belakang.
Ia mengernyit saat tidak menemukan ventilasi udara yang ada di dekatnya, padahal tadi Sungmin jelas-jelas merasakan angin itu berhembus dari arah belakangnya.
Saat hendak kembali menoleh ke arah Kyuhyun, tanpa sengaja matanya menangkap sesosok bayangan yeoja dengan baju merah yang tengah menatapnya dengan tajam.
Sontak, Sungmin langsung berlari ke arah Kyuhyun dan langsung memeluk lengannya.
Kyuhyun yang lengannya di peluk secara tiba-tiba itu tentu saja terkejut.
"Waeyo, hyung?" tanya Kyuhyun yang melihat Sungmin sedikit pucat. "Ani," jawab Sungmin singkat dengan suara yang sedikit bergetar.
Kyuhyun yang merasa aneh dengan Sungmin yang terus-terusan melirik ke arah belakang, tepatnya di samping pintu pun juga ikut melihat ke arah itu. 'Apa yang dilihat Sungmin hyung? Kenapa dia tiba-tiba memeluk lenganku?'
Kyuhyun merasakan Sungmin sedikit merapat ke arahnya. Meskipun wajah Sungmin kini terlihat biasa-biasa saja meskipun agak sedikit pucat, tapi Kyuhyun tahu, saat ini Sungmin pasti sedang ketakutan.
Dengan tiba-tiba, Kyuhyun menarik Sungmin yang ada di samping kirinya ke dalam pelukkannya. Sungmin terlihat terkejut dengan gerakan Kyuhyun yang tiba-tiba itu, tapi ia tidak memberontak sama sekali.
Krieeet
Kyuhyun menoleh ke arah suara. Ia mengernyit ketika menemukan pintu gudang itu telah terbuka. Sungmin yang penasaranpun menoleh ke arah pintu. Ia menaikkan sebelah alisnya.
"Ada yang membukakan kita pintu, ya?" tanya Sungmin pelan. Kyuhyun menggeleng.
"Sepertinya tidak ada," jawab Kyuhyun lalu melepaskan pelukkannya, lalu menggenggam tangan Sungmin dan berjalan menuju ke arah pintu itu.
Mereka keluar dari gudang itu lalu mengernyit ketika sinar matahari yang terik menyambut mereka berdua.
"Sebaiknya kita pulang sekarang," ujar Kyuhyun. "Terus, alat-alat olahraganya?" tanya Sungmin seraya menunjuk ke arah gudang.
"Aisshh! Biarkan saja dia sendiri yang mencarinya." Kyuhyun menarik tangan Sungmin lalu berjalan pulang.
.
"Hmm, bagus, Kangin-ah!" ujar Leeteuk. Kangin tersenyum bangga dengan pekerjaannya. Kangin sengaja mengunci pintu gudang itu dan akan kembali membuka pintu itu setelah Kyuhyun dan Sungmin berpelukkan atau saling mendekatkan diri.
Senyum Kangin memudar. "Tapi, kalau soal hantu yeoja berbaju merah itu bukanlah salah satu dari rencanaku, hyung." Ujar Kangin.
Leeteuk melotot mendengar perkataan Kangin. "MWO?" Ia lalu menoleh ke arah pintu gudang yang sedikit terbuka.
"Jadi gudang ini beneran angker?" tanya Leeteuk. Kangin mengangkat bahunya. "Entahlah, sepertinya iya." Jawab Kangin. Saat mendengar jawaban Kangin, Leeteuk langsung melesat terbang meninggalkan Kangin.
"Ya, Hyung! Tunggu!"
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Zhoumi dan Changmin menatap Henry dengan tatapan bingung. Sedari tadi Henry terus menghela napas, ada yang aneh dengan namja yang satu ini.
"Waeyo, Henry-ah? Ada masalah?" tanya Zhoumi. Henry lalu menatap Zhoumi.
"Aku takut kalau terjadi apa-apa dengan Sungmin hyung," jawab Henry. Zhoumi dan Changmin sweatdrop mendengar jawaban Henry.
"Dasar, brother complex." Ujar Changmin dan Zhoumi hampir bersamaan. "Aisshh! Aku bukannya brother complex. Asalkan kalian tahu, aku tidak bisa tenang kalau melepaskan hyungku pada Kyuhyun." jawab Henry.
"Tapi, bukankah tadi kau yang bilang tidak tahan jika mendengar mereka bertengkar terus? Jadi ya kami bawa saja kau ke café ini," ujar Changmin lalu memasukkan beberapa suap kue ke dalam mulutnya.
"Aku menyesal. Ayo, sekarang kita kembali ke sekolah." Henry berdiri dari kursinya namun di tahan oleh Zhoumi.
"Sepupuku itu tidak akan macam-macam, Henry-ah. Kau tenang saja," ujar Zhoumi seraya tersenyum. Changmin memakan cakenya seraya menonton adegan telenovela romantis yang ada di depan matanya saat ini.
Tanpa sengaja, matanya Changmin menangkap sesuatu.
"Mochi-ah! Lihat itu," Changmin menunjuk ke arah jalanan. Henry dan Zhoumi mengikuti ke arah yang ditunjuk oleh Changmin.
"Waeyo, hyung? Kau ingin memakan hamburger yang ada di mobil van itu?" tanya Henry.
"Aigoo! Bukan mobil hamburger itu! Tapi itu! Itu Kyuhyun dan Sungmin hyung!" ujar Changmin.
"Eh? Iya, ya. Itu Sungmin hyung dan Kyuhyun hyung," ujar Henry. Henry hendak berlari keluar dari café itu untuk menyusul hyungnya saat dilihatnya Sungmin dan Kyuhyun tiba-tiba dibekap dan diseret masuk ke dalam sebuah gang kecil. Dan kebetulan, di jalan itu tidak terlalu banyak orang yang berlalu-lalang, sehingga tidak ada yang melihat kejadian yang terjadi dengan cepat itu.
Sontak, Henry, Zhoumi dan Changmin langsung terkejut dan berlari keluar dari café itu setelah Changmin membayar semua pesanan makanannya.
~TBC~
Hohohohoho! *Evil Author*
Kenapa jadi ada adegan horor, ya? =_="
Ah, yasudahlah.. *dihajar readers* Mianhae, mianhae.. otak author lagi hang, jadinya kayak gini deh.. -.-'
Special thanks to::
jotha aurigth, kyokyorae, winter boy, Princekyu, Jikyo, kyuanae, laven agrava gaciall 134, Viadanbo, EvilBungsu KyuminBaby137, blackivy, widiwMin, Lee Eunhee, Rima KyuMin Elf, Evilkyu Veeb
Gomawo atas reviewnya~! *bow*
Okedeh, akhir kata dari author,
Review, please~? Gomawo.. ^^
m(_ _)m
