Bertemu lagi dengan saya di fic ini! Ok, tanpa basa-basi lagi… Kita bahas reviewnya dahulu… Ehm…
Ayano646cweety: Siip… ^^ Ikutin terus yo… \^o^/ Thank`s!
Astrella Kurosaki: Makasih ^^. Tentunya, kalau Hitsugaya cengir, mukanya tetap imut! (Nambah malah!) Hhe… :D. Thank`s for favenya :D
Ararancha: Wah? Ternyata bener… Namanya mudah ditebak… Hhe :D. Hhe ^^ Tapi, diusahakan tidak 100% banget… Hhe :D Thank`s ya…
Ciel L. chisai: Hhe :D. Konsernya, coming soon :D hhe… Tunggu pada lancar dulu mainnya… Hhe ^^. Thank`s ya…
So-Chand 'Luph Plend': Wah? Masa keren? O_o? Makasih *tunduk-tunduk*. Hitsugaya pasti senang ^^. Makasih ya!
Master of Bankai: Hhe… Ini gak sengaja jadi OOC, pengennya sih gak OOC tapi… Kalau gak OOC, nanti gak rame… Hhe :D tapi, terkecuali untuk Hitsu, dia memang cocok kalau OOC… hhe *Dipukul Hitsugaya*. Nice idea! ^^d! di chapter selanjutnya, Renji tidak akan Puppy eyes! Diganti menjadi babon eyes! *ditendang Renji*. Makasih Favenya! Thank`s!
Terima kasih untuk dukungan dan partisipasi serta favenya! Sekarang, selamat menikmati fic dengan chapter yang baru ini ya! Siiipp… Let`s go!
Cerita asli: BLEACH by Kubo Tite-sensei…
Terinspirasi dari: K-ON! (Tapi cerita diusahakan tidak 100% dari K-ON!)
*Opening song : Karma by Bump of Chicken
IchiReToRu Band
(Ichigo, Renji, Toushirou, Rukia Band)
-Chapter 2-
"Ichigo! Ichigo! Tadi keyboardnya bagus ya! Jarang-jarang ada keyboard dengan warna pink begitu… Lucunya!" Ucap Rukia dengan antusiasnya, Ichigo menjawabnya dengan dingin, "Ya…"
Sekarang giliran Renji yang berbicara, "Ichigo! Aku keren gak pas megang bassnya? Keren gak? Keren gak?". Ichigo menjawabnya dengan dingin pula, "Ya…"
Sekarang giliran Hitsugaya yang daritadi sudah cengir-cengir sendiri, "Hoe… Kurosaki, tadi drumnya bagus! Masih kinclong-kinclong gimana gitu… Aku jadi kepingin…". Ichigo juga menjawabnya dengan dingin kembali, "Ya…"
Rukia sudah rada ngambek, "Ichigo! Daritadi kamu hanya ya, ya, ya mulu! Kau kenapa?".
Ichigo memalingkan mukanya dan melihat keluar jendela sambil meminum sodanya. Saat itu, mereka sedang makan siang di sebuah restoran cepat saji yang sangat terkenal disana. Rukia yang ngambek karena gak dianggap, langsung memukul meja dengan keras hingga orang-orang memperhatikan mereka.
"ICHIGO! Kamu kenapa? Kamu gak suka kalau kita antusias hah? Sudah tahu kan kamu kalau kita jarang ke living world hah?"
Ichigo menoleh dan melihat Rukia, "Tidak! Aku suka-suka saja, tapi sifat asli kalian mana? Kalian seperti orang lain saja tahu! Aku tahu kalian sangat senang, tapi please deh jangan sampai sebegitunya!".
Rukia langsung bermuka sedih, "Ichigo kau…"
Ichigo langsung menyimpan sodanya dan memukul meja, "Ok, anggap saja tadi aku gak ngomong apa-apa! Sekarang yang diutamakan adalah, dimana kalian tinggal dan menyimpan barang-barang kalian ini!"
Rukia langsung bertanya pada Ichigo, "Jadi, kamu gak suka kami ada disini?"
Ichigo kaget dengan ucapan Rukia. Dia melihat mata Rukia yang sudah menyimpan kekesalan pada Ichigo, "Rukia, bukan maksudku…"
Rukia langsung berdiri dan keluar dari bangkunya, "OK! Aku akan cari pemain gitar lain yang serius bermain denganku!"
Rukia pergi meninggalkan para cowok di restoran. Dia pergi entah kemana. Ichigo yang mencoba mencegatnya, tidak dianggap dan Rukia tetap pergi keluar. Renji menyuruh Ichigo mengejar Rukia dan meminta maaf. Awalanya Ichigo menolak, tetapi dipaksa Renji sehingga dia pergi mencari Rukia.
"Cih, mereka benar-benar merepotkan! Sekarang kita juga harus menyusul mereka! Ayo Hitsugaya-taichou! Kita pergi menyusul mereka!" Ajak Renji sambil membereskan barang-barang belanjaan mereka.
Renji heran mengapa Hitsugaya daritadi tidak menjawab. Saat melihat ke tempat duduk atasannya itu, dia kaget setengah mati. Hitsugaya dengan tenangnya dan polosnya, tidur menyender ke jendela. Renji yang sudah pusing sendiri, bingung harus diapakan Hitsugaya.
Akhirnya, dengan otak cermelangnya, Renji menggendong Hitsugaya yang tertidur di punggungnya. Bassnya yang disimpan di sebuah tas khusus bass, dipakai oleh Hitsugaya (gedean bassnya daripada Hitsugaya :D *BUAK*). Russelnya dibawa ditangan kiri dan belanjaan lainnya seperti tongkat drum Hitsugaya dan mic pribadi Rukia, dibawa didalam satu tas di tangan kanan Renji.
Dengan susah payahnya, "UKH! Berat! Untung beratnya Hitsugaya-taichou cuma 28 kg! Ditambah bass palingan nyampenya 29 atau 30 kg! Paling berat tuh, russelnya! Wua! Berat!" Renji membawa belanjaan serta Hitsugaya yang tertidur. Orang-orang yang melihatnya hanya bertatapan kasihan.
~Ditempat lain~
"RUKIA!" Panggil Ichigo.
Tapi, Rukia tidak berhenti dan tetap berlari. Sudah cukup jauh mereka berlari menerobos kerumunan orang. Ichigo akhirnya dapat mendekati Rukia dan menggapainya.
"RUKIA! Tunggu!" Kesel Ichigo.
Rukia langsung menoleh, "APA? Ada apa lagi? Kamu bukan bagian dari bandku lagi! Kita sudah tidak punya urusan lagi!"
Ichigo meneguk ludahnya dan membungkuk, "Maafkan aku Rukia! Aku saat itu benar-benar sedang bad mood! Lupakan saja apa yang tadi kuucapkan!"
Rukia memasang muka sebal, "Lupakan? Lupakan semudah itu, hah? Tidak bisa Ichigo! Aku tidak peduli lagi! Kamu tidak serius bermain band denganku! Sudah, kau bukan bagian ba…"
Sebelum selesai berbicara, Ichigo langsung membungkuk dan bergaya ala ksatria, "Kalau begitu, aku benar-benar minta maaf! Tidak bermaksud aku berkata seperti itu pada kalian. Dan aku, Kurosaki Ichigo, mulai hari ini akan serius bermain gitar tidak peduli seantusias apa kalian saat melihat alat musik. Aku, Kurosaki Ichigo, akan serius bermain bersama teman-temannku di band IchiReToRu!"
Rukia memandang Ichigo dan raut mukanya kembali kesal. "Cukup Ichigo! Sudah cukup! Angkat wajahmu!"
Ichigo tidak mendengarnya, setelah Rukia berteriak namanya, baru Ichigo mengangkat wajahnya. Rukia melanjutkan perkataannya, "Sekarang, mari kita ke tahap yang lebih serius dan sungguh-sungguh! Kita akan bersama-sama membuat IchiReToRu band ini menjadi sukses! Ok?"
Ichigo langsung berdiri dan berjabat tangan dengan Rukia. Semua orang yang berada di tempat itu, bertepuk tangan (ada yang bersiul lagi). Jadi, selama ini pertengkaran Rukia sudah ditonton oleh orang-orang disana. Mereka kira, ini adalah syuting film atau pernyataan cinta. Rukia dan Ichigo yang malu dan memerah, langsung melepaskan tangan mereka. Tiba-tiba, ada seseorang yang menerobos kerumunan orang itu.
"Rukia! Ichigo! Syukurlah sempat ku kejar!" Lambai Renji.
"Renji? Ngapain kau ada disini" Kaget Rukia.
Renji ngos-ngosan setelah membawa beban berat. Setelah menyimpan barang-barang di bawah, Renji memberikan Hitsugaya yang tertidur pada Ichigo.
"Toushirou? Kenapa dia?" Heran Ichigo.
"Tadi, dia ketiduran di kursi, jadi kugendong saja dia! Sekarang, kamu saja yang gendong dia! Biar aku yang bawa belanjaan!" Seru Renji sambil mengambil bass yang digendong di punggung Hitsugaya.
Setelah bass terambil, Ichigo memindahkan posisi tidur Hitsugaya sehingga digendong dibelakangnya. Rukia langsung membawa belanjaan yang enteng-enteng saja dan Renji membawa russel serta bassnya. Orang-orang bertepuk tangan saat Ichigo dan Rukia lewat. Renji heran kenapa mereka begitu malu, tapi " Ah, EGP banget!" seru Renji.
Saat mereka ber-3 lewat, ada yang bilang begini, "Itu anak kecil yang lagi tidur, anaknya ya? Manisnya…"
Dan mereka ber-3 pun, pergi dari kerumunan orang itu menuju rumah Ichigo.
(Beruntung mereka tidak mendengarnya =_=)
Sesampai di rumah, Ichigo langsung menuju kamarnya dan membawa barang-barang serta Hitsugaya yang tengah tertidur. Tetapi, saat mau naik ke tangga, adik Ichigo, Yuzu melihat kakaknya.
"Ah? Kakak sudah pulang!".
Saat melihat kakaknya menggendong Hitsugaya yang tertidur, Yuzu langsung bertanya, "Kakak, orang itu kenapa?"
Ichigo keringat dingin, kalau sampai ketahuan ayahnya, gak tahu deh apa yang terjadi!
"E… Hmm… Ini… Ini temen kakak! Dia tadi tertidur saat menunggu kereta. Jadi, ya gini deh. Hehehe…" Jawab Ichigo.
Ichigo teringat akan suatu, "Oh ya? Ayah gak ada kan?"
Yuzu menggelengkan kepalanya, "Gak ada kok. Sedang keluar!"
Ichigo menghela napas dan segera ke kamarnya. Dia menyuruh Yuzu untuk membawa minuman ke kamarnya untuk Renji dan Rukia. Yuzu mengangguk dan mempersiapkan beberapa jus jeruk.
Setelah sampai di kamar, Hitsugaya langsung dipindahkan ke kasur. Mukanya begitu polos dan watados. Seperti tidak mempunyai beban. Jam saat itu menunjukan pukul 3 sore. Ichigo dan Renji berpikir untuk mengganti baju Hitsugaya menjadi baju santai supaya bisa lebih nyaman tidurnya (Jelas aja coz Hitsu bajunya rangkap 3!). Tetapi, pertanyaan yang terlintas di benak mereka kali ini adalah "Siapa yang mau menggantikan bajunya?"
Ichigo dan Renji bercucuran keringat. Kalau mereka mengganti baju Hitsugaya, mungkin sang taichou itu akan bangun dan membogem mereka. Tapi, kalau tidak menggantinya takut-takut Hitsu bakal gak nyaman tidurnya. Renji langsung melihat Ichigo, "Ichigo, hanya kita yang bisa melakukannya! Rukia seorang cewek jadi tidak mungkin!"
Ichigo mengangguk dan meneguk ludah. Akhirnya Ichigo menetapkan sesuatu, "Ok, kita lakukan! Tapi, daripada nanti kita kena bogem Toushirou… Mending kita buka jaketnya sama kemejanya saja. Ok?"
Renji mengangguk dan menahan tubuh Hitsugaya. Ichigo mulai menurunkan jaket Hitsugaya dan membuka kancing kemejanya. Dengan pelan-pelan dia membuka, Hitsugaya masih tertidur. Saat mau menurunkan kemejanya, Hitsugaya sedikit mengigau.
"Semangka…"
Tingkah laku Hitsugaya membuat jantung Ichigo dan Renji berhenti sedetik! Mereka kaget karena dikira Hitsugaya bakal bangun. Ichigo melanjutkan menurunkan kemejanya, tetapi tiba-tiba pintu terbuka.
"Kakak, ini jeruk…" Ucap Yuzu dan langsung masuk ke kamar Ichigo.
Yuzu terdiam 1000 kata saat melihat pemandangan yang tidak mengenakan itu. Ichigo dan Renji hanya memasang muka *sweat*. Yuzu langsung menyimpan gelas-gelas itu di meja belajar Ichigo dan keluar kamar.
"Kakak, maaf saya mengganggu! Permisi!"
Ichigo langsung berteriak, "AH! Jangan salah paham! YUZU!"
Yuzu langsung menoleh dan tersenyum, "Aku gak salah paham kok kak! Justru saya senang karena kakak sangat baik mau menolong adik temen kakak itu"
Ichigo langsung melongo, "Hah?"
"Iya! Karena kakak sudah berpengalaman ngurus seorang adik, kakak membantu dia mengganti pakaian adiknya saat tertidur ya?"
"Hah? Aku gak mengerti mak…"
Sebelum melanjutkan, Ichigo teringat sesuatu "Yuzu tidak salah paham! Ini CHANCE!"
*Lagu Chance dari Uverworld* (hanya 16 detik awal)
"Ah ya… Kakak mengerti! Ya, temen kakak itu gak pandai ngurus adiknya! Mereka sudah yatim piatu tapi, si kakak sama sekali tidak bisa menunjukan kasih sayangnya pada adik semata wayangnya! Dia minta bantuanku deh. Oh ya Yuzu, bisa siapin 2 tempat tidur gak yang buat di lantai? Mungkin temen-temen kakak itu bakal menginap disini!"
Yuzu tertawa dan mengangguk. "Ok, Nanti malam kubawa tempat tidurnya!"
Ichigo tersenyum dan saat masuk ke kamarnya lagi, dia menghela napas. Renji langsung memanggil Ichigo dan melanjutkan lagi mengganti baju Hitsugaya yang sedikit lagi. Setelah selesai, Ichigo dan Renji langsung bernapas lega. Sampai detik terakhir, Hitsugaya gak bangun. Renji membaringkan Hitsugaya lagi dan Ichigo menyelimutinya (Saat itu, musim dingin baru banget berakhirnya).
"Renji… Tadi serasa sabit kematian merangsang di leher kita ya!" Keringat dingin Ichigo.
Renji mengangguk, "Kau benar!"
Rukia keluar dari lemari yang biasa ia pakai untuk tidur di kamar Ichigo. Dia heran karena ekspressi Ichigo dan Renji yang sudah gak karuan. "Kalian kenapa?"
"Ah! Rukia, Ohayou!"
"Sekarang bukan ohayou!"
-Sesaat kemudian-
"Ho… Jadi kalian mengganti baju Hitsugaya-taichou?" Tanya polos Rukia.
Renji dan Ichigo menunduk. Rukia menghela napas dan mengambil segelas jus jeruk dari meja belajar Ichigo. Ichigo langsung bertanya pada Rukia dan Renji.
"Rukia, Renji… Kalian mau tinggal sementara dimana? Kamarku dan ruangan lain disini sudah tidak memungkinkan lagi!"
Renji dan Rukia saling memandangi. Mereka akhirnya menyimpulkan 1 kesimpulan.
"Aku akan tinggal sementara dirumah Urahara-san…" Jawab gagah Renji.
Rukia menunjuk lemari yang biasanya ia pakai tidur saat pertama kali datang ke rumah Ichigo. "Aku mau disana!"
Ichigo langsung sweatdrop, "Disana itu sempit lho!"
"Biarin! Aku suka kok!" Jawab Rukia.
Selama Rukia dan Ichigo berdebat, Renji teringat sesuatu… "Oh ya Ichigo, Hitsugaya-taichou akan tinggal dimana?"
Ichigo langsung berekspresi *stone*. Dia selama ini melupakan kapten kecil itu. Ichigo ingin bertanya pada dia tetapi, sedang nyenyaknya tertidur di kasur Ichigo.
"Ya sudahlah, Toushirou tinggal disini saja! Dia tidak punya kerabat lain sih… (Masa di rumah Inoue duaan?) Biar aku tidur di sofa ruang tengah!" Desah Ichigo.
Rukia memasang tatapan melemas, "Tidak apa, Ichigo?"
Ichigo mengangguk, "Ya, tidak apa! Aku senang bisa membantu kalian kok…" Senyum Ichigo.
Mata Rukia memasang puppy eyes, "Kalau mau, kamu bisa tidur di lemari yang biasa kugunakan… Biar aku tidur dengan adik-adikmu saja… Bagaimana?"
Ichigo menggelengkan kepalanya, "Tidak usah… Kalau tidak tidur di sofa tengah, aku bisa pakai kasur lipat dan tidur di bawah…"
Rukia dan Ichigo saling beromantisan, Renji berkomentar, "WOI! Ini bukan fic IchiRuki!" (Gak tahu tuk selanjutnya, untuk saat ini memang begitu… Tapi sewaktu-waktu mungkin berubah).
Renji dan Rukia meminum jus jeruk yang dibuatkan oleh adiknya Ichigo itu. Sementara Ichigo, dia mencari sebuah buku. Setelah menemukan buku yang dia cari, dia memperlihatkannya pada Rukia dan Renji.
"Nih, ada Eskul band gitu di sekolah kita. Tetapi, personilnya hanya kelas 2. Sebentar lagi juga tahun ajaran baru, nah si kelas 2 itu akan naik kelas dan di kelas 3 mereka sudah gak boleh ikutan eskul. Gimana kalau kita pakai kesempatan itu saja?"
Rukia dan Renji mengangguk. Itu satu-satunya kesempatan mereka memakai ruangan music (secara gratis) dan melanjutkan eskul band itu. Mereka ada niat untuk menaikan pamor eskul serta itu adalah titik awal mereka menitik karir. Setelah berdiskusi bagaimana izinnya, mereka bingung untuk guru pembibingnya.
"Waduh… Guru pembimbingnya siapa coba?" Panik Rukia.
Tiba-tiba, jendela terbuka dan sakura yang berguguran masuk ke kamar tersebut. Datanglah seorang Taichou dengan kekuatan zanpakutounya yang bisa berubah menjadi kelopak sakura. Ya, Byakuya Kuchiki.
"Saya bersedia menjadi guru pembimbing anda semua!" Ucap kalem Byakuya.
Ichigo dan Renji sweatdrop, tetapi Rukia terpesona. Dengan hati-hati, Byakuya masuk lewat jendela dan melewati lemari. Tak sengaja, bajunya tersangkut paku di jendela dan robek. Byakuya otomatis yang ketarik itu, jatuh. Renji dan Rukia langsung menolong Byakuya yang darahnya ngucur di lantai kamar Ichigo.
"Byakuya… Kamu berarti harus masuk ke sekolah saya dulu dan mencoba untuk menjadi guru disana donk?" Sinis Ichigo.
Byakuya mengangguk dan memasang muka kesal. "Sudah kuduga dari awalnya kau akan berbicara seperti itu! Sayangnya, aku sudah mendapat izin menjadi guru di sekolah anda (dengan mata pelajaran Bahasa Jepang)… Juga, saya mendengar kalau kamu memanggil saya…"
Ichigo langsung potong perkataan Byakuya, "OK! Rukia, semua persyaratan sudah lengkap! Tinggal izin ke sekolah untuk mendukung band IchiReToRu ini! Catat itu!"
Rukia langsung melakukan apa yang disuruh oleh Ichigo. Renji menepuk-nepuk punggung kaptennya yang pundung itu.
"Adikku sudah melupakanku..." Sedih Byakuya.
"Sabar Taichou!" Tepuk Renji.
Sedangkan Hitsugaya, masih tertidur nyenyak di kasur Ichigo.
"Kr… Se… Mang… Ka…"
~Esoknya~
"Toushirou… Bangun! Toushirou!"
Hitsugaya terbangun dan dia mengucek-ucek matanya. "Ku… Ro… Saki?"
Ichigo memberikan seragam sekolah Hitsugaya dan mengacak-acak rambut Hitsugaya. "Bersiap-siaplah dan rapihkan rambutmu! Aku mau membangunkan Rukia dulu! Baru kita sarapan!"
Hitsugaya mengangguk dan dia mulai membukakan piyamanya. Tetapi, dia tiba-tiba berhenti dan melihat tubuhnya. "Piyama? Lho? Bajuku diganti sama siapa?" Gumam Hitsugaya. Tapi, dia sedikit tidak mempedulikanya.
Ichigo mengetuk lemarinya tetapi tidak ada respon. Ichigo yang kesal, langsung membuka lemari itu. Tiba-tiba hantaman tas Rukia mengenai wajahnya dan Rukia keluar dari lemari itu.
"Sudah kubilang, jangan buka seenaknya! Gimana kalau tadi aku belum selesai ganti baju, hah?" Kesel Rukia dan Ichigo sudah semaput dibawahnya.
Rukia melihat Hitsugaya yang sedang membuka kancing bajunya. Rukia hanya bengong dan Hitsugaya juga. Setelah beberapa saat, Rukia melompat ke dalam lemari lagi dan menutupnya, Hitsugaya membalik badannya. Ichigo sweatdrop dan meringis, "Bagaimana nasib wajahku?"
~Sesampai di sekolah~
Renji sudah menunggu rombongan dari rumah Ichigo di depan sekolah. Dia membawa bass di punggungnya. Rukia tersenyum, "Yo, Renji! Mana Nii-sama?"
"Dia kedalam duluan! Katanya ada urusan gitu… Ayo, kita masuk saja!" Jawab Renji.
Ichigo melihat muka Hitsugaya yang berada disebelahnya. Mukannya sangat merah sekali. Ichigo tahu penyebab mengapa Hitsugaya bermuka seperti itu. Ichigo menjahili sang taichou kecil itu.
"Kamu mengingat hal tadi pagi ya? Sudahlah… Gak usah dipikirkan!" Ichigo mengacak rambutnya Hitsugaya.
Hitsugaya manyun dan membalas Ichigo, "Itu masalah privasiku!"
"Hahaha… Ya sudah, anggap saja itu tak sengaja!"
Ichigo menyilangkan tangannya dibelakang bahu Hitsugaya. Hitsugaya tetap memasang muka kesal. Semua anak-anak melihat keakraban Hitsugaya dan Ichigo sebagai adik dan kakak yang sama-sama keren.
~Pulang sekolah~
Renji dan Hitsugaya menunggu Rukia dan Ichigo yang sedang diinterogasi oleh guru di ruang guru. Mereka berdua ingin meminta izin menggunakan ruangan music. Setelah memberikan alasan-alasan, perincian, serta proposal, guru beserta kepala sekolah yang tidak sengaja menguping di dalam ruangan guru itu setujuh. Mereka mengizinkan eskul band dilanjutkan kembali. Rukia yang senang, langsung memeluk Ichigo yang berada disebelahnya (Byakuya siap-siap sabit kematiannya). Setelah membuat Ichigo matang, Rukia berlari keluar dan memeluk Renji serta Hitsugaya.
Renji aneh dengan sikap Rukia langsung bertanya, "Ada apa Rukia?"
Rukia tersenyum, "Eskul Band kita disetujui! Sekarang, kita bisa memakai ruangan itu sesuka kita!"
"Berarti, aku bisa menyimpan drumku disana donk?" Senang Hitsugaya.
Rukia mengangguk dan langsung menarik mereka berdua ke ruangan music. Mereka akan mulai latihan pada hari itu juga. Tetapi, Ichigo didalam ruang guru masih membatu. Dia diancam habis-habisan oleh Byakuya, "Jika kau macam-macam pada Rukia, guwe cincang loe!".
Rukia sudah sampai duluan di ruang music bersama Renji dan Hitsugaya. Hitsugaya langsung berlari mendekati drum yang sudah ia simpen saat istirahat makan siang (Dia menghubungi teman bandnya untuk membawakan drum setnya ke sekolah Ichigo). Hitsugaya duduk di kursi drumnya dan mulai tes suara drumnya itu. Selama Hitsugaya mencoba drumnya, Rukia sibuk menasihati Renji.
"Renji, satu-satunya disini yang tidak bisa main alat music adalah kamu! Sekarang, coba kamu baca buku ini!" Suruh Rukia.
Rukia memberikan Renji sebuah buku dengan judul, 'pintar bass kurang dari 1 jam!'.
Renji mencoba-coba apa saja yang tertulis di buku itu. Sementara Renji mencoba-coba, Rukia mengeluarkan mic baru dari tasnya. Dia mulai bernyanyi sebuah lagu, "Kurasakan kujatuh cinta… Sejak…" Sebelum selesai mencoba micnya, Rukia dikagetkan dengan suara bass Renji yang besar.
Karena kesal, Rukia melemparkan dus kosong kearah muka Renji. Sial-sial, Renji menghindar dan du situ mengenai muka Hitsugaya. Keadaan hening sejenak, hingga Ichigo dan Byakuya datang.
"O…"
Ichigo dan Byakuya kaget karena ruangan itu sudah kacau. Hitsugaya yang marah, langsung melempar stik drumnya ke Renji. Renji yang takut langsung kabur dan berlari-lari di ruangan itu. Rukia melindungi kepalanya dengan tasnya yang cukup besar. Ichigo dan Byakuya hanya diam dan memasang muka *hiroshi*. Ichigo dan Byakuya sudah hilang kesabaran, lari masuk ke ruangan. Byakuya menarik kerah baju Renji hingga dia berhenti larinya, sedangkan Ichigo menarik tangan Hitsugaya ke belakang. Ichigo menenangkan Hitsugaya dengan cara mengelus-eluskan kepala sang kapten kecil.
"Anak baik, tenang donk… Jangan ngamuk! Nanti kalau ngamuk, kamu dibenci orang lho…" Bujuk Ichigo.
Byakuya dan Renji serta Rukia hanya terdiam dan melototi apa yang dilakukan oleh Ichigo. Mau-maunya dia nekad memegang kepala sang taichou divisi 10 itu.
"Memang, Hitsugaya-taichou bisa tenang kalau hanya dielus-elus kepalanya?" Bisik Rukia.
Lalu, Ichigo mengeluarkan sepotong semangka dari tasnya. Hitsugaya yang sedikit tenang, langsung mengambil semangka itu dan memakannya. Ichigo tersenyum dan mengacak-acakkan rambut Hitsugaya, "Anak yang baik!".
Rukia dan Byakuya sweatdrop melihat tingkah laku taichou itu yang sudah jauh OOC nya. "Hanya dengan sebuah semangka, dia bisa tenang begitu? Hahaha…"
Renji masih gemetaran karena tadi dia nyaris terbunuh oleh keganasan sang naga kecil. "Se… Reem…"
~Sesaat kemudian~
"Ok, Sekarang kita akan coba mainkan lagu untuk festival sekolah bulan depan! Ini lagunya!" Ucap Byakuya sebagai pembimbing baru disana.
Rukia dan personil band yang lain melihat beberapa halaman. Sebanyak 5 lagu, mereka harus bawakan saat festival nanti. Lagu-lagunya cukup baru untuk mereka. Tetapi, ada 2 list yang masih kosong. Rukia bertanya pada kakaknya itu.
"Kakak, ini kenapa kosong?"
Byakuya membuka lembaran yang ditunjukin Rukia, "Ini kalian bisa milih lagu sesuka kalian… Aku pilihin 3 lagu terbaik, sisanya adalah lagu punya kalian atau karangan asli!"
Ichigo kaget, "Kita belum ngebuat 1 lagu pun! Dan parahnya lagi, satu bulan lagi, kita pentas! Benar saja?"
"Sudah ma, aku juga belum lancar main bass!" Tambah Renji (kenapa jadi pake logat Sunda? =_=")
Rukia memikirkan sesuatu dan dia tersenyum, "Ok Nii-sama! Saya sudah menentukannya!"
Semua terkejut. "APA RUKIA? KAMU SUDAH MENENTUKANNYA?" Kaget Ichigo.
Rukia menyimpan bolpennya dan melihat ke personil lain yang berada dibelakangnya, "Ya! OK… Ini lagunya! Selamat berjuang!"
Ichigo dan yang lain membaca naskah sebanyak 5 halaman itu. List lagunya adalah:
1. Tak Kan Pernah Ada dari Geisha,
2. Sky Chord ~Otona ni Naru Kimi He~ dari Tsuji Shion
3. Run To Win dari Aya Hirano (kalau bisa, semua ikutan nyanyi sebagai back song)
4. Echo
5. Glow (feat: Ichigo)
Saat Ichigo membaca lagu nomor 5, mata Ichigo terbuka lebar. "Ru… Rukia… Ini?"
Rukia tersenyum, "Dulu kan aku pernah nyanyi denganmu lagu ini… Kamu bilang, bagus… Nah, kujadikan lagu deh… Hehehe…"
Ichigo membeku dan memelas, Renji menepukan punggungnya Ichigo. "Sekalian saja aku nyanyi laguku deh…" Sedih Ichigo.
Rukia dengan watadosnya, pura-pura tidak mendengar Ichigo dan memberikan CD player berisi rekaman lagu-lagu pada Hitsugaya untuk dimainkan drumnya. Hitsugaya lebih bisa main drumnya dari mendengar daripada membaca. Sekali mendengar lagu, dia bisa langsung memainkan drumnya dengan lumayan benar. 2-3 kali latihan, langsung lancar. Dengan semangatnya, Rukia mengangkat micnya.
"OK, KITA MULAI LATIHANNYA! ARE YOU READY TO ROCK!"
Semua langsung sweatdrop, "Bukan 'ready to rock' you know?" Komentar mereka.
-To Be Continued-
*Behind The Scene*
"Ok, Kita mulai latihan… Hitsugaya-taichou! Berikan aba-abanya!" Seru Rukia.
Hitsugaya mengangguk dan mengangkat stik drumnya. "One… Two… Three!"
JRENG~
Alunan gitar dan bass selaras. Tetapi, mereka dibuat tidak nyaman oleh permainan drumnya Hitsugaya.
Ichigo membalikan badanya, "Toushirou! Mainlah dengan benar!" Ucapnya dengan marah.
Hitsugaya lantas marah, "AKU SUDAH BENAR KOK!"
Perdebatan sengit antara Hitsugaya dan Ichigo sudah panas. Rukia langsung datang ke Hitsugaya dan mengambil headsetnya. Saat Rukia mendengarnya, dia kaget karena lagunya Go! Go! Maniac!. Lantas Rukia mengambil CD Player yang ia berikan pada Hitsugaya dan mengeluarkan CDnya. Rukia keringat dingin saat melihat CD itu. Hitsugaya bertanya, "Kuchiki… Kenapa?"
Rukia langsung diam dan menyembunyikannya. Dia lari ke tas Byakuya dan mengambil suatu CD. Saat Rukia mendengarkannya lagi, lagunya sudah benar. Giliran Ichigo yang bertanya, "Rukia, kenapa?"
Rukia menghela napas, "Tadi CD yang kumasukan ke CD Player Hitsugaya-taichou adalah CD punya salah satu shinigami pengganti yang meminjamkannya padaku. Karena cover CDnya yang sama. Aku tertukar… Maafkan aku!" Tunduk Rukia.
Semua langsung bergumam dalam hatinya, "Kita tahu siapa yang harus disalahkan!"
Rukia hanya senyam senyum dan mengambil micnya lagi. Mereka mulai bermain lagu yang sudah direncanakan dengan benar. Byakuya terus memperhatikan permainan mereka dan sekali-kali tersenyum.
"Hmfh… Hebat…"
Ran: Hh… Hh… Dengan penuh perjuangan, ku aplot chap ini… Hosh… Hosh… *bawa bendera putih*
Ichigo: Kamu kenapa?
Ran: Gile… Selama pembuatan chapter ini, gak ada inspirasi sama sekali! Blank, gak tahu apa yang mau kutulis!
Hitsu: Apa gara-gara kau lumutan dirumah?
Ran: *mengangkat alis* Hah?
Hitsu: Iya, kan sekarang libur kenaikan tuh… Nah, kamu lumutan gara-gara gak keluar rumah, iya kan? Coba hitung kamu keluar rumah berapa kali dalam 2 minggu ini?
Ran: Satu… Pas nyari sekolah untuk adik sepupu, kedua… Kemarin pas daftar ulang sekalian jalan ama sobat-sobat, ketiga… Besok karena mau diskusiin buat demo eskul… *hening* CUMA 3 KALI! *nangis*
Ichigo: WHAT! Kamu ngapain aja dirumah selama ini?
Ran: *watados* Lihat rapot, denger lagu, tidur, main komputer, internetan, gambar, nonton, makan (itu juga kadang-kadang cuma malam), desain baju, beresin kamar, goreng ranginang ama emping, ngabuburit, gak tahu apa lagi…
Ichigo dan Hitsu: *hiroshi*
Ran: *senyum Gin*
Rukia: Aku nyanyi! Asyik! Asyik!
Byakuya: Muncul guwe juga akhirnya… Fiuh… *angin berhembus*
Renji: Taichou, anda teralu narsis!
*Renji ditendang sama Byakuya dan para fan`s Byakuya*
Ran: Ya Sudah…. Ehm… Terima kasih atas kesetiaan anda membaca Fic ini… Fic ini kayanya akan memunculkan sebuah pairing di masa mendatang… Tapi, entah juga… Hehehe…
Ichigo: Dasar… Plin-plan!
*Ran`s Punch*
Ran: Maaf… Ehm… Ok, terima kasih atas kesetiaan anda membaca Fic ini… Saya harap, anda selalu mengikuti fic ini. Silahkan, untuk pemesa… Bukan, maksud saya, untuk komentarnya… Ditunggu hingga kapanpun! Hubungi customer service dibawah ini… *tangannya membentuk sebuah kotak*
Hitsu: Ran… Kamu kenapa? Apa maksudmu Customer Service?
Ran: Oh ya, maaf… Saya pusing banget… Ehm… Pokonya, untuk reviewnya, ditunggu hingga chapter selanjutnya terbit. Semoga, review ini semua dapat memajukan kualitas dari fic ini… (Kualitas XD) Ok, ditunggu reviewnya dan… Sankyuu Minna-san!
All: Bye!
*sesaat kemudian*
Hitsu: Dummi! *memeluk Drum*
Ran: Drumnya Hitsu keren… *ngiler*
