Ok… Wilujeung sumping… Ayeuna, abdi bade ngabacakeun heula jawaban reviewna…
(Oh ya, maaf ya kalau saat percakapan, kutipnya ada yang dibawah dan diatas. Coz, granmarnya di word aku pakai yang jerman (salah pencet). Gomen ,. Gomen kalau belum sempet diedit TT^TT Gomen...)
*menyalakan lagu Miracle By Super Junior*
Ayano646cweety: Yoi… Kasian sih ama Byakuya… Masa tampilnya Cuma sekali… hhe… Mendingan, dijadikan pembimbing… Ohohoho… Hohoho.. Itu salah pakunya, hahaha.. Kenapa ada disitu, hhe… XD Siip, slmt menikmati saja chap yg baru ini…
Ciel.: Apanya yang panjang? O_o? hhe XD sorry, authornya stress gara-gara gambar buat demo eskul nanti… Hehehe *plak* Om Kuya… Hehee.. Panggilan bagus nih! Makasih atas namanya, hohoho.. Masukin ah… X3 *Dilempar Byakuya*. Yup, selamat menikmati! ^^
Astrella Kurosaki: Pasti… Untuk sekarang, memang bagian duet mereka dengan lagu Glow… Hohoho… XD. Requestnya ditampung dulu… Nanti kita pemungutan suara aja mendingan, pairingnya mau IchiRuki atau IchiHitsu… Hehehe *Plak* (Nurani Ran: Woi Ran! Dari awal memang maunya pairing Ichi-xxx kan?)= Rahasia~ tunggu saja tanggal mainnya ^^ (tenang, walau di chap ini terlihat IchiHitsu, itu hanya selingan saja… Hehehe XD). Siip. Selamat menikmati ^^
So-Chand 'Luph pLend': Hohoho… Jarang Byakuya terjatuh gara-gara paku. Hehe… Tapi, kalau beneran ada, kepingin liat, difoto, masukin ke internet, di publish *digaplok Byakuya FC*. Siip, selamat menikmati saja ^^
Ruki Yagami: Tenang, tenang… Hehehe, sabar ya kalau Ichigo perhatian ama Hitsu… Maklum, masih kecil… *ditampar Hitsu*. Hohoho, baguslah jika anda suka! Hm… IchiRuki… 2 suara untuk IchiRuki! Siip, selamat menikmati saja ^^
aRaRaNcHa: Hahaha… Lumayan kan, nambah otot buat Renji… Hehehe… Gara-gara paku yang nyangsang di lemari Ichigo… Hahaha… salahin pakunya ya, jangan salahin saya… Hehehe *kabur*. Siip, selamat menikmat ^^
Ehm… Ok, Sekian pembahasan Reviewnya…Sekarang, kita mulai saja ke acara puncak kita, fic IchiReToRu Band… Selamat menikmati dan terima kasih yang sudah me-review, me-like, dan me-follow… Makasih ^^
Cerita asli: BLEACH by Kubo Tite-sensei…
Terinspirasi dari: K-ON! (Tapi cerita diusahakan tidak 100% dari K-ON!)
*Opening song : Yokan by Heidi
IchiReToRu Band
(Ichigo, Renji, Toushirou, Rukia Band)
-Chapter 3-
Sudah 2 minggu ini, IchiReToRu Band latihan untuk festival sekolah. Renji sudah lancar bermain bass beserta Rukia sudah ada kemajuan dalam menyanyinya. Ichigo juga sudah bersikap lebih tenang. Sekarang, sudah menunjukan pukul 7 malam dan waktunya pulang.
"Ok, semua pulang! Sudah jam 7! Latihan untuk hari ini… Selesai!" Tepuk Byakuya.
Semua langsung bersiap-siap untuk pulang. Mulai membereskan peralatan hingga menyapu. Saat itu, sekolah sangat gelap dan hanya ruangan music yang nyala lampunya. Setelag membereskan tasnya, Ichigo menoleh ke arah Hitsugaya duduk.
"Toushirou! Ayo, kita pulang… Hari sudah malam!" Ajak Ichigo.
Hitsugaya berdiri dan mencoba berjalan, tiba-tiba tubuhnya oleng dan jatuh ke lantai. Ichigo dan yang lain kaget sehingga mencoba menolong Hitsugaya.
"TOUSHIROU!"
~Rumah Ichigo~
Rukia, Renji, dan Byakuya yang diam di luar kamar Ichigo, komat kamit dan khawatir dengan keadaan Hitsugaya. Setelah menunggu sekitar 15 menit, Ichigo keluar dari kamarnya. Rukia langsung mendekati Ichigo.
"Ichigo, bagaimana keadaan Hitsugaya-taichou?" Khawatir Rukia.
Ichigo menunduk dan membuka mulutnya, "Dia demam tinggi. Habis itu, dia kena radang tenggorokan. Dia harus beristirahat penuh agar tidak sampai kejang-kejang…" Jelas anak dokter itu.
Rukia langsung kaget, "Be… Berapa hari?"
Ichigo menutup matanya, "Kurang lebih… Seminggu…"
Di belakang para personil, sudah muncul latar belakang petir. Karena, kalau Hitsugaya tidak ikut latihan selama seminggu. Berarti, latihan mereka bersama lagi hanya tersisa 2 hari sebelum festival. Masalahnya lagi, sehari sebelum festival mereka gunakan untuk hari tenang. Berarti latihan benarnya hanya 1 HARI!
Byakuya melihat kearah Ichigo, "Apa tidak bisa lebih cepat lagi?"
"Tergantung daya tubuh pasien…"
Semua langsung tertunduk, "Semoga dia bisa cepat sembuh…" Ucap sang ketua, Rukia.
Ichigo menghela napas, "Ini gara-gara dia tadi malam nonton final world cup sambil makan es. Tenggorokan dia gak kuat dan kena dia radang…"
Semua sweatdrop. Ichigo melanjutkannya lagi, "Iya, kemarin aku sudah marahin dia tapi dia tidak mendengarkan. Itulah akibatnya gak dengerin perkataan orang tua!"
Rukia yang sweatdrop, mengajukan pertanyaan, "Wah… Anda sudah tua ya, Pak Ichigo… Ngomong-ngomong, istri anda siapa?"
Ichigo kaget langsung melihat Rukia dan blushing. Pandangannya buram dan matanya berputar-putar, "E… To… Itu… A…"
Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dan keluarlah sang naga kecil yang sakit itu. Bajunya begitu basah oleh keringat dan masih ada kompresan di kepalanya. Napasnya begitu berat. Ichigo mencoba membantu Hitsu untuk berjalan.
"… E… H…U…" Terengah-engah Hitsu.
Ichigo yang memperhatikan Hitsugaya langsung menyuruh pasiennya itu jangan banyak ngobrol dan memegang pundaknya. "Toushirou, kamu kena radang… Tolong jangan teralu banyak bicara…"
Hitsugaya memperhatikan Ichigo dengan tatapan memelasnya. Renji dan Byakuya merasakan hawa panas disana yang entah muncul darimana. Hitsugaya mencoba berdiri dengan tegak dan memegang pintu. "A… Aku besok akan latihan!"
Semua kaget, "EH!"
Hitsugaya mengangguk, "Ya, masa yang lain pada latihan… Se… Sedangkan aku… Aku diam di kasur terus? Sudah, biarkan aku latihan!"
Rukia mendekati kapten divisi 10 itu. Dia menyuruh agar Hitsugaya tidak usah latihan hingga penyakitnya sembuh. Hitsugaya menolak itu, walau dengan iming-imingan sesuatu pun. Renji yang merasa kesal, jalan mendekati Hitsugaya dan…
BUUUAAAAKKK!
"Renji! Apa yang kau lakukan?" Kaget Byakuya.
Renji meniup tangan kanannya yang telah memukul perut Hitsugaya hingga pingsan. Ichigo dan Rukia sudah merinding karena yang dilakukan oleh Renji, bisa berakibat fatal ke mereka semua. Yaitu, DIBEKUIN OLEH HYORINMARU!
"Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan pada kapten keras kepala ini!" Jawab so keren ala Renji.
Ichigo membalasnya, "Gak ada cara lain apa? Yang lebih lembut dikit? Ini mah sama saja membuat dia menjadi semaput!" Ucapnya dengan logat Sundanya (TUNGGU! Sejak kapan Ichigo mempunyai logat Sunda?).
Giliran Rukia yang marah, "Ichigo benar! Kamu mau, kita jadi santapannya Hyorinmaru? HAH?" Amuknya.
Renji merinding karena dimarahi oleh sahabatnya itu. Dia minta Taichounya untuk membantu. Tetapi, Byakuya malah berbicara…
"Itu urusanmu… Saya tidak ada sangkut pautnya!" Dengan muka dingin.
Renji merinding dan pundung diujung ruangan. "Kejamnya oh kejamnya~ *lagu kejamnya oh kejamnya by Rhoma Irama*"
Ichigo menggendong Hitsugaya yang pingsan ke kasurnya. Rukia dan yang lain duduk di lantai dengan beralaskan karpet.
"Ichigo, bagaimana ini? Gara-gara Renji, Hitsugaya-taichou jadi semakin parah?" Bingung Rukia.
Ichigo menyenderkan kepalanya ke kasur yang berada di belakangnya, "ARGH! Aku juga bingung! Kita sekarang hanya bisa tertuju pada pelancaran bass Renji!"
Byakuya mengangguk, "Ya, benar… Permainan Renji masiih jauh dari kalian berdua… Seminggu ini kita fokuskan saja pada pelancaran Renji. Nanti, kalau Hitsugaya sudah sembuh, kita mulai berlatih bersama dengan semua personilnya sudah lancar! Ok?"
Rukia menghela napas dan mengangguk, "Mungkin… Saran Byakuya nii-sama bagus juga…"
Byakuya tersenyum dan menggeret Renji untuk pulang. Mereka akan pulang ke rumah Urahara sekarang untuk beristirahat. Ichigo dan Rukia mengantarkan mereka berdua hingga keluar rumah. Sebelum pergi, Byakuya mengucapkan sepatah kata, "Oh ya, jangan biarkan Hitsugaya besok ke sekolah hingga dia sembuh! Kalau mau, borgol dia juga boleh… Juga, selama aku tinggal di rumah Urahara, kalian berdua jangan macam-macam! Terlebih lagi, bocah dekil yang disana!"
Ichigo langsung kesal karena dia selalu dipanggil seperti itu oleh Byakuya. "WOI, BYAKUYA! GAK ADA PANGGILAN YANG LEBIH KEREN LAGI APA BUAT GUWE?"
Dengan muka dinginnya, Byakuya jalan… "Sampai jumpa besok di sekolah!"
"OI! JAWAB DULU PERTANYAAN GUWE!" Amuk Ichigo.
Rukia hanya sweatdrop, "Sudahlah Ichigo… Nii-sama sebenarnya baik kok…"
Ichigo menghela napas dan melihat langit, "Hh… Sudahlah…"
Malam itu, Rukia dan Ichigo menonton sebuah film. Mereka berencana untuk bergadang malam itu untuk menunggu perkembangan Hitsugaya. Malam itu, hollow sudah dikalahkan sebelum mereka nonton. Dan sekarang, mereka sedang menonton film Angel and Demon.
Dengan popcorn ditangannya, Rukia menyatakan perasaannya… "ICHIGO! Filmnya keren… Rame!"
Ichigo tersenyum dan meminum kopinya, "Ya, ini film disarankan dari shinigami pengganti yang baru itu… Ini juga DVD punya dia…"
Rukia membenarkan posisi duduknya. Dia bersama Ichigo duduk di bawah kasur atau lebih tepatnya diatas tempat tidur lipat punya Ichigo. Jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Rukia sudah terngantuk-ngantuk, matanya sedikit-sedikit tertutup. Ichigo memperhatikan Rukia, "Rukia, kamu ngantuk?"
Dengan blushing, Rukia menjawab, "AH? Ichigo… Tidak… Aku tidak mengantuk… Tetapi…"
"Tetapi kenapa?" Heran Ichigo.
Rukia menunduk, "Tetapi… Kita harus stand by mengawasi Hitsugaya-taichou kan? Sudahlah, tidak apa… Aku bisa bertahan!" Senyumnya.
Ichigo menepuk pundak Rukia, "Tidak usah memaksakan diri! Kalau mau tidur, silahkan… Aku juga akan tidur kok sebentar lagi! Tenang…"
Rukia terus memandangi mata Ichigo. Ichigo tersenyum dan mengangguk. Rukia pasrah langsung naik ke lemari biasa dia tidur. "Kalau kau butuh bantuan, bangunkan saja aku! Ok? Jangan paksakan diri kamu!"
Ichigo mengangguk, "Ya, Oyasumi! Rukia…"
Rukia mengangguk dan melambaikan tangannya, "Oyasumi, Ichigo!"
Setelah Rukia masuk ke lemari, Ichigo melanjutkan menonton TVnya. Ichigo yang sudah berpenampilan seperti tukang ronda malam yang mengenakan sarung untuk menyelimuti tubuhnya itu, hanya bisa menghela napas. Jam menunjukan pukul setengah 1 malam, tapi sang es belum menunjukan perkembangan yang baik. Napasnya masih ngos-ngosan, panas tubuhnya masih tinggi. Mata Ichigo sekarang sudah mencapai 5 waat dan sudah (Bahasa Sundanya mah 'nundutan') kecip kecip, lalu dia menyenderkan kepalanya ke pinggir kasur dimana Hitsugaya tidur.
"A… Aku… Ti… Tidak… Kuat la…"
Ichigo pun jatuh tertidur setelah sebelumnya mengukur panas Hitsugaya dahulu dengan tangannya. Tangannya tertinggal di sebelah pipi Hitsugaya saat Ichigo pergi kealam mimpi.
"Cepatlah sembuh… Toushirou…"
"Kami, sangat membutuhkanmu!"
~Keesokan Harinya~
Ichigo terbangun karena Yuzu datang mengguncang-guncang kakanya.
"Onii-chan! Bangun! Sarapan sudah siap! Nanti kamu telat lho…" Ucap Yuzu, adik kandung Ichigo.
Ichigo membuka satu matanya dan mengucek-ngucek matanya. "Memang, sekarang... Sudah jam berapa?"
"Jam 08.20! Cepat! Nanti kakak…"
Sebelum melanjutkan, Yuzu kaget melihat kakaknya yang tidur kembali dengan memeluk guling dan mendekur dengan nyamannya. Yuzu yang ngambek, membawa sendok sayur dan berteriak, "ONII-CHAN! NANTI KAMU TELAT!" sambil menggetok kepala Ichigo.
"WADAW!"
~Di sekolah~
"A? Ohayou Ichigo!" Sapa Renji. Saat itu Renji dan Rukia sedang mengobrol ringan. Saat Ichigo pergi sarapan, Rukia sudah pergi duluan ke sekolah (Karena Ichigo dan Rukia digosipin pacaran oleh satu sekolah, mereka jadi sedikit jaga jarak).
"Yo Ichigo, kau hampir saja telat!" Bangga Rukia.
"Berisik! Tadi aku ketiduran lagi di kasur. Gak kuat banget mataku, pengen tidur!" Jawab Ichigo dengan muka sebal dan duduk di bangku biasa dia duduk.
Saat Ichigo sudah duduk, Renji dan Rukia berbisik, "Itu... Kepala Ichigo... Kenapa benjol begitu?"
Ichigo hanya memandangi langit-langit. Sebentar lagi, dia akan duduk di bangku kelas 2. Sekarang sudah selesai ujian akhir semesternya, Rukia dan Renji serta Toushirou juga sudah diyakinkan naik kelas karena mereka bertiga telah mengikuti ujian kenaikan kelas di sekolah asalnya. Mereka dipastikan naik kelas oleh kepala sekolahnya langsung dan mempunyai surat kelakuan baik untuk pindah sekolah (Raportnya juga raport istimewa dan tidak ada sekolah lain yang sama persis dengan raport punya mereka. Yaitu, raport dari sekolah pribadi Gotei-13 yang entah berada di belah mana dunia ini ^^v). Walau mereka sudah dipastikan naik kelas, mereka bertiga selalu mangkal di kelas Ichigo.
Ishida dan Inoue mendekati Ichigo yang sedang membaca sebuah buku kecil. "Kurosaki, ohayou!"
Ichigo yang kaget, mengangkat wajahnya dan menjawab jawab Ishida, "A? Ishida! Ohayou!"
Inoue tersenyum dan mulai mengucapkan sesuatu, "Kurosaki-kun… Itu buku apa?"
"Ah? Ini… Ini hanya buku catatan biasa. Aku sedang membaca sebuah catatan punya teman."
Ishida dan Inoue mendekati catatan itu dan melihat sebuah tulisan dengan kata, "Kennerlenen?"
"Kurosaki, kamu belajar Bahasa Jerman?" Tanya Ishida.
Ichigo kaget dan memandangi Ishida, "Ishida, kamu tahu Bahasa Jerman?"
Ishida mengangguk, "Ya! Aku pernah belajar sedikit saat SMP. Tapi, tidak kuteruskan kembali. Tapi untuk yang dasar-dasar seperti perkenalan, aku masih hapal."
"Kalau begitu, tolong ajarkan saya!" Mohon Ichigo.
Ishida menghela napas dan membenarkan kacamatanya, "Ok, akan aku ajarkan sebisa aku…"
Ichigo berterima kasih pada Ishida dan mulai berdiskusi duaan di meja Ichigo. "Karena kamu sudah tahu dasar pengucapannya, berarti kita bisa langsung ke bagian perkenalan. Ok, coba ucapkan, "'Mein name ist Ichigo'".
Ichigo mencoba mengucapkan apa yang diucapkan oleh Ishida dan berhasil, "Bagus Kurosaki! Yang tadi kamu ucapkan itu artinya 'nama saya adalah Ichigo'. Selain yang tadi kau ucapkan, kamu juga bisa menggunakan…"
Inoue hanya terdiam melihat Ichigo dan Ishida berdikusi. Inoue yang saat itu gak ada kerjaan, menyapa Rukia yang sedang mengobrol dengan Renji. "Kuchiki-san, Ohayou!"
"Ah? Inoue… Ohayou!" Senyum Rukia.
"Toushirou-kun absen hari ini?" Tanya penasaran Inoue.
Rukia mengangguk, "Ya, Hitsugaya-taichou sakit. Kata Ichigo sih, dia sakit radang tenggorokan"
Inoue yang kaget, "Radang? Suaranya ngilang-ngilang donk?"
Rukia menggelengkan kepalanya, "Tidak tahu. Karena, dari pulang latihan kemarin Hitsugaya-taichou belum bangun!"
Inoue menyampaikan semangat untuk kesembuhan Hitsugaya lewat Rukia, "Semoga Toushirou-kun cepat sembuh…"
Rukia mengangguk, "Ya, semoga…"
Kembali ke tempat Ichigo dan Ishida. Ishida bertanya pada Ichigo, „Kurosaki, kepalamu kenapa?"
Ichigo mengangkat alisnya, „Kenapa? Oh? Ini... Ini kepalaku dipukul oleh Yuzu tadi pagi menggunakan sendok sayur gara-gara aku tidak mau bangun..."
Ishida hanya sweat drop, „Sendok… Sayur?"
Bel telah dibunyikan. Karena mereka telah selesai UKK, mereka bebas mau melakukan apa saja di sekolah. Tetapi, sekarang juga adalah minggu-minggu remedial. Ichigo, Ishida, Chad, dan Inoue mendapat peringkat cukup bagus untuk UKKnya. Tetapi, mereka berempat juga mendapatkan masalah karena mereka mempunyai banyak nilai kosong. Sehingga, mereka berempat diwajibkan datang ke sekolah untuk menyelesaikan masalahnya itu.
Sudah 20 menit Ichigo dan Ishida berdiskusi, saatnya Ichigo bertanya suatu yang diluar bahan diskusi ini. "Ishida, menurut kamu, ada gak cara untuk mempercepat sembuhnya seseorang dari radang tenggorokan? Juga demam!"
Ishida memasang tatapan tajam, "Ada!"
"APA?"
"Cium bibirnya!"
Ichigo langsung berhiroshi dan Ishida tertawa terbahak-bahak. „Hahaha... Kurosaki, mau-maunya kamu dikerjai sama aku! Hahaha! Ya gak lah... Satu-satunya cara tuh bed dress, minum obat, tidur, istirahat, dan jangan banyak bicara. Juga harus makan teratur! Memang siapa sih yang sakit?"
Ichigo kembali kedunianya setelah pergi ke dunia Onion. „Ah? Si Toushirou! Dia kena radang tenggorokan dan kita bingung, bagaimana supaya dia cepat sembuh…"
"Ya udah! Kamu mau cara tercepat kan? Cium aja Hitsugaya, otomatis kan sakitnya pindah ke kamu (lebih tepatnya nular sih)! Hahahaha!" Tawa Ishida
"Kamu mau guwe lempar darimana? Gedung Sate? Menara radio atau menara Tokyo? Hah?" Ucap Ichigo sambil mengeluarkan Zangetsunya.
Ishida langsung berkeringat dingin, "Ampun kanjeng raja!"
Semua yang melihat kejadian ‚pertempuran' antara Ishida dan Ichigo memasang taruhan,
Tah, saha nu meunang? Ceuk urang mah Ichigo geura! (Tah, siapa yang menang? Kata aku Ichigo!)
Salah! Ceuk urang mah Ishida! (Salah! Kata aku Ishida)
Ah udah! Engke we meunang atawa kalahna mah! Sok, taruhan! sabaraha keur Ichigo! (Udah! Nanti aja menang atau kalahnya! Sok, taruhan! berapa untuk Ichigo!)
Urang! Urang! Urang pengenna... (Aku! Aku! Aku inginnya…)
Siip… Ayeuna, saha anu masang taruhan keur Ishida? (Sip, sekarang, siapa yang masang taruhan untuk Ishida? Berapa?)
Urang! Urang! Urang masang... (Aku! Aku! Aku pasang...)
Setelah pemasangan taruhan itu, tiba-tiba seseorang datang ke kelas dengan muka pucatnya, "Ohayou… Minna-san…"
Semua langsung menatap orang yang baru datang itu. Pakaiannya terkancing dengan tidak rapih serta keluar setengah, rambutnya turun berantakan, mukanya pucat dan jalannya terhuyung-huyung. Keadaan hening sejenak (sampai-sampai lupa akan taruhannya)…
-5 detik kemudian-
"HITSUGAYA?"
„Toushirou! Ngapain kamu ada disini?" Heran Ichigo.
„Diam Kurosaki! Aku... Aku kesini untuk bersekolah dan latihan!" Bentak Hitsugaya.
Ichigo terdiam dan memandangi Hitsugaya. Rukia datang mendekati Ichigo dan Hitsugaya yang sedang berdebat. „Hitsugaya-taichou... Mengapa anda memaksakan untuk datang ke sekolah?"
„Aku kan sudah menjelaskan alasannya tadi! Apa yang harus dijelaskan kembali?" Bentak Hitsugaya.
Sebenarnya, didalam hati Rukia, dia sudah pengen ngebogem Taichou kecil itu. Tapi, karena pangkatnya masih ditingkat shinigami biasa, dia belum berani walaupun dia seorang bangsawan.
„Sudah, aku sekarang mau du..."
Saat mencoba berdiri, Hitsugaya tiba-tiba jatuh dan hampir menimpa Ichigo. „TOUSHIROU! Sudah dibilang gak nurut! Sudah, kamu diam saja di Ruang Kesehatan! Jalan aja kamu sudah tidak kuat, bagaimana kalau kamu pulang sendiri ke rumah!" Teriak Ichigo.
Hitsugaya menoleh, „BERISIK! Aku mau diam disini!"
„TOUSHIROU! Nurut sedikit kenapa sih? Gakkan motong umur kamu juga! Cepetan turutin kata-kata kita!"
„Gak mau, KUROSAKI!"
„TOUSHIROU!"
„URU..."
Saat mau melanjutkannya, tiba-tiba Hitsugaya rubuh dan pingsan dipangkuan Ichigo. Rukia yang berada didepan Ichigo, langsung mencoba membangunkan Hitsugaya dibantu teman-teman yang lain.
„Hitsugaya! Oi... Sadar! Hitsugaya!" Teriak sekelas.
Tetapi sayangnya, suaranya itu tidak terdengar oleh Hitsugaya. Dia masih pingsan dengan napas yang ngos-ngosan dan badan panas.
„Sial..." Ucap Ichigo.
Saat itu, Hitsugaya yang tengah panas tinggi bermimpi...
"Akan kubunuh kau… Toushirou!" Teriak Ichigo.
Lantas, Hitsugaya menangkis pedangnya Ichigo. „KUROSAKI! APA YANG KAU LAKUKAN!" Teriaknya.
Tapi, teriakan itu tidak didengar oleh Ichigo. Dia tetap menyerang Hitsugaya. Hitsugaya saat itu berada di ujung jurang. „Sial..."
Lalu, Ichigo mengeluarkan Getsuga Tensou sehingga Hitsugaya terdorong walaupun sudah di tangkis. Hitsugaya pun jatuh ke jurang yang dalam tanpa dasar itu (lebay =="). Dan, „Sayonara... Toushirou..."
„HAH?" Kaget Hitsugaya sehingga ia terbangun.
Dia heran melihat langit-langitnya yang sudah berbeda dengan biasanya. Ternyata dia tertidur di ruang kesehatan. Dia melihat ke jendela dan ternyata sudah sore. Langit pun sudah berubah warna menjadi merah keoranyean. Hitsugaya masih merasa pusing berat, menutup matanya kembali dan memegang keningnya. Dia merasa ada sesuatu yang menjagal keningnya dan ternyata, itu adalah kompresan.
„Kompresan? Si... Siapa yang menyimpannya?" Heran Hitsugaya.
Lalu, sesaat kemudian, gorden terbuka dan muncul sang strawberry. „Ah? Toushirou! Kau sudah bangun? Bagaimana rasanya? Enak?"
Hitsugaya kaget, „Kurosaki?"
Ichigo membawa sebuah tempat makan dan duduk di sebelah kasur Hitsugaya. „Aku mampir kesini dulu sambil membawakan makanan ini. Di ruang musik, Byakuya dan Rukia sedang stress mengajari Renji bermain bass. Daripada nganggur, aku mendingan beli makan dan membawanya kesini. Nih, makan dulu! Supaya lebih enakeun badannya!" Senyum Ichigo.
Hitsugaya menerima makanan yang sudah dibeliin oleh Ichigo itu. Tapi, karena dia pusing berat, sendok yang dia pegang, jatuh dan hampir menumpahkan bubur yang berada dibawahnya. Ichigo berhasil menangkapnya. „Fiuh... Hampir saja! Ya sudah, aku suapi saja kamu!"
Hitsugaya awalnya menolak, tapi setelah dipaksa Ichigo, dia takluk. Ichigo menyuapi Hitsugaya pelan-pelan dan menunggu dengan sabar hingga proses mengunyahnya selesai. Muka Hitsugaya begitu merah karena panas tubuhnya yang tinggi. Ichigo menghela napas, „Hh... Kalau begini terus, kapan kamu sembuhnya? Mulai besok, kamu diam di rumah, OK?"
Hitsugaya diam terus dan menundukan kepalanya. Ichigo heran, memegang pundak Hitsugaya. Tetapi, saat mau dipegang... „JANGAN SENTUH AKU!"
„EH?"
Keadaan hening sejenak, Hitsugaya gemetaran dan raut mukanya seperti yang ketakutan. Ichigo heran dengan kelakuan Hitsugaya itu dan bertanya, "A... Ada apa Toushirou?"
„Jangan dekati aku!" Teriak Hitsugaya.
Ichigo yang makin menjadi-jadi keheranannya, menyimpan mangkuk bubur di meja sampingnya. Dia berdiri dan memegang kening Hitsugaya. Hitsugaya yang ketakutan, mengambil cutter di seleting depan tasnya. Cutter itu diarahkan ke leher Ichigo. Tetapi, Ichigo tidak mempedulikannya. Justru, Ichigo semakin mendekati keningnya ke kening Hitsugaya. Tangan Hitsugaya yang memegangi cutter, ditahan dengan tangan kiri Ichigo. Hitsugaya yang saat itu masih gemetaran, hanya bisa menutup matanya. Tangan kanan Ichigo digunakan untuk menyapu rambut bagian depan Hitsugaya yang menutupi kening.
Saat kening mereka berdekatan, „Pantesan saja loe mengigau... Panasmu tinggi buanget!"
Hitsugaya terdiam dan melihat kepada mata Ichigo. Saat itu, Hitsugaya begitu lemas dan pusing berat. Mimpi buruk disiang bolongnya tadi, membuat dia terus kepikiran. Bagaimana jika Ichigo benar-benar membunuhnya?
„Ku... Kuro..."
„Ssttt... Diam! Jika kau masih berbicara, akan kuambil jatah semangka punyamu!" Jahil Ichigo.
Hitsugaya yang mendengar kata ‚semangka', langsung mengangguk dan tenang. Ichigo tersenyum dan tertawa puas. Pintu pun terbuka, „Ichigo! Kau lama banget sih? Cepetan napa? Kita stress ngajarin Re..."
Ichigo dan Hitsugaya terdiam seribu kata saat melihat Rukia datang. Rukia hanya diam...
3...
2...
1...
„Ah, maaf saya mengganggu keromantisan kalian... Saya akan datang lagi nanti..." Ucap Rukia sambil menutup pintunya.
Lalu pintu terbuka kembali…
"AH! ICHIGO! HITSUGAYA-TAICHOU! TERNYATA ANDA…" Teriak Rukia.
Ichigo panik, "Rukia! Jangan salah paham dulu! Saya masih normal kok! Saya hanya mengukur panas Toushirou saja!"
Hitsugaya menambahkan, „Benar Kuchiki! Kurosaki hanya mengukur panas saya saja! Tidak ada yang lain kok!"
Rukia memasang muka penggosip, „Ah, masa?"
„BENAR!" Teriak mereka berdua.
„Ok deh... Saya tidak akan melaporkan pada nii-sama. Tapi, kalian berdua tidak harus bohong kok. Saya akan menjaga rahasia kalian dengan baik-baik. Dah~" Pergi Rukia.
Ichigo menyusul Rukia, „WOI! RUKIA! TUNGGU! RUKIA! JANGAN SALAH PAHAM BEGINI DONK! RUKIA!"
Hitsugaya yang sendirian di ruang kesehatan langsung berkomentar, "Lho kok… Di lorong rasanya catnya berubah?"
-To Be Continued-
*Behind the scene*
"RENJI! CEPETAN! YANG BENER KALAU MAIN TEH!" Teriak Byakuya.
Renji bersusah payah memainkan bassnya. Tapi, tidak ada perkembangan. Selama akhir minggu, dia tidak mencoba lagi latihan memainkan bassnya. Rukia sebagai ketua band itu merasa kesal, "Renji! Contohlah Hitsugaya-taichou! Dia mempunyai kemampuan fast learning! Kalau kamu apa? Slow learning?"
Renji yang kesal langsung memakai seed modenya (Reader: Woi… Woi… Ini fandom Bleach! Bukan fandom GS atau GSD! *melempar author*). Dengan kecepatan extranya, dia berhasil memainkan bass 5 lagu sekaligus. "HORYAAAA!" Teriak Renji.
Rukia dan Byakuya sempat kaget dengan perkembangan Renji yang bisa dikatakan, SANGAT PESAT itu! Rukia dan Byakuya secara kompak mengatakan, "Renji, Saat kamu konser, kamu nyalakan seed mode ini ya… Nyeh nyeh nyeh…"
"HOE?" Kaget Renji.
Byakuya langsung teringat sesuatu, "Oh ya Rukia, coba kau lihat keadaan Hitsugaya-taichou di ruang kesehatan! Moga-moga ada peningkatan"
Rukia mengangguk dan pergi ke ruang kesehatan...
Sesampai di ruang kesehatan, dia dikagetkan karena Ichigo mendekati Hitsugaya. Dari jauh, memang terlihat Hitsugaya hampir mau dicium oleh Ichigo. Rukia yang melihat itu, mimisan hebat. „HEKI!"
Murid yang melihat Rukia mimisan pun, "Huwo… Lorong berdarah!"
Ran: Huwahahahaha… Maaf kalau ni fic telat sekali di uploadnya… Ma... Krr.. *tidur*
Ichigo: Jiah, nih anak tidur... OI! Sekarang masih jam 12 siang! Bangun dudul! *pukul Ran*
BLETAK!
*hening*=hanya pengalih karena salah menggaris...
Ran: Hiiiyyyee... Ichigo-kun kejam! Jelek kejam jorok! Aku lagi enak-enaknya tidur!
Ichigo: Heh, jangan bilang begitu! Kamu copy paste dari kata-kata Qia begitu (teman Ran)! Lagipula, kenapa kamu tidur siang-siang, bukan malam?
Ran: Aku tidur kok malam! Tapi tapi, gak tahu nih... Aku aja di sekolah pasti tidur kalau gk jam ke 10, pasti jam ke 11. Tapi, setelah jadwal berubah, untungnya sekolah Cuma sampai jam ke 10! Pulangnya gak jam 3 sore! Ahey!
Hitsu: *tiba-tiba muncul* He euh, tapi setelah istirahat kedua, saat jam ke-9 dan ke-10, pasti kamu tidur saat jam pelajaran!
Ran: Oi To-chan, bisa gak sih gak comel?
Hitsu: *buang muka*
Ichigo: Hahaha…
Ran: Haduh... Maaf kalau saya telat aplot ini fic, inilah rincian alasannya:
1. Keasyikan main ayo dance,
2. Banyak tugas,
3. Gak ada inspirasi,
4. Laptop mulai ngadat lagi,
5. Modem mulai ngadat juga,
6. Keasyikan ngedit gambar dan ngegambar dan menulis fic lain.
Dan bla… Bla… Bla…
Ichigo: Buset, seribu alasan kau buat! Tapi yang bener, pasti Cuma 1!
Ran: Kagak! Semuanya bener kok! Itulah kegiatan yang kulakukan kalau tidak libur!
Renji: Oh ya Ran, di option nomor 6, kamu nulis fic lain? Itu teh fic yang mana? Kok aku gak tahu...
Ran: Mau tahu?
*Renji angguk-angguk*
Ran: Ok, judulnya...
*mulut Ran ditutup oleh Ichigo dan Byakuya*
Hitsu: Oi Ran, jangan kasih tahu ke tuh orang!
Ran: Napa?
Ichigo: Ketahuan donk kita nyamar jadi cewek?
Ran: Biarin! Renji memang mau kumasukan ke cerita itu kok! Lagipula, selain nulis fic itu, aku lanjutin fic ‚mission' season 2nya cuy!
Hitsu & Ichigo: JANGAN!
Ran: Hiye…
*Rukia mendekati Renji*
Rukia: Katanya sih judulnya MIB, Men In Black or Men in Bleach. Itu juga masih judul sementara. Judul aslinya belum ditentukan secara pasti.
Renji: Ho… Kayanya rame deh…
Byakuya: Kagak ah, biasa aja coz, baru ditulis 1 halaman ukuran B5 (yang buat binder gede) Jadi ceritanya belum ketahuan. Si Ran dari kemarin sibuk buat artworknya…
Renji: Ho…
Ichigo: Ho… Byakuya gak ngasih tahu! Syukur deh…
Hitsu: Ho oh…
Ran: Hehahin hapa? (Lepasin napa?)
*Ran dilepaskan*
Ran: Hupla... Dasar playboy kakap loe! Udah dulu digosipin ama Inoue, Rukia, Hinamori, bahkan Ishida, Hichigo Shirosaki, Renji, Grimmjow, Ulquiorra, Kenpachi, dan To-chan yang imut pun kena! Sekarang kau mau ngincar guwe! Sorry ya, guwe dah punya kecengan!
Ichigo: *muka merah* O… Oi! Apa maksud loe! Gu… Guwe gak playboy!
Byakuya: Ho… Aku punya panggilan baru untuk Kurosaki Ichigo!
Rukia: Ternyata, Ichigo… Selama ini… Kamu…
Renji: Gyaa! Guwe juga kena!
Hitsu: Kurosaki, sekarang kita putus! (Maksudnya, putus persahabatan ^^)
Ichigo: Tu... Tunggu... Semua... A... Aku...
Semua (Kec: Ran): Kurosaki Ichigo! *keluarkan senjata. Ada zanpakutou, kapak, bambu runcing, pistol, bazzoka dll (bahkan ada tank)*
Ichigo: Tu... Tu... HUWA!
*BLEDUG*
Ran: Wah… Ada jamur gede! Hebat! Ok, karena sedang dalam keadaan perang, kami akhiri fic untuk chapter ini. Terima kasih sebanyak-banyaknya karena telah membaca fic ini. Ok, sekarang, ditunggu reviewnya! OK? Arrigatou minna! ^^
Hitsu: Oh ya! Sekali lagi, ini bukan fic IchiHitsu!
Ran: Eh, kalau guwe buatnya IchiHitsu kumaha?
Hitsu: AKU TOLAK!
