Ehm… Seperti biasa… Wilujeung Sumping! Ayeuna, bade dijawab heula review-review dari para pembaca ^^

*Menyalakan lagu 'Shizuka na Yoru Ni C.E 73' By. Tanaka Rie*

Ciel L- RokujoBaskerville: Wahahaha… Sesama orang Sunda, dilarang mendahului XD *Dilempar*. Punten, punten… Abdi lamun nyieun carita, suka nafsu… Hehehe XD. Juga suka kabablasan… hhe XD. Iya Ciel-san… Sigana mah, IchiHitsu nyelip-nyelip hungkul :'( Oh ya, papais the naon? ^^ hhe XD. Sumuhun, kutipna lamun diawal percakapan, aya di handap. Biasana mah diatas dua-duana… Punten :'(.

Siip… Makasih ya udah ngeripiuw! ^^

Astrella Kurosaki : Hehehe… Cuma selingan ^^ Siip… XD Makasih Ripiuwnya ama semangatnya ^^!

Ruki Yagami: Hah? Hah? Manis bagian mananya? Hhe XD. Maklum, fic pertama saya IchiHitsu. Tapi, saya dari dulu memang demen IchiHitsu (gara-gara nonton Bleach DDR). Oh ya, masalah cat lorong itu. Kan dibagian behind the scene, Rukia mimisan hebat hingga mengenai tembok lorong di depan ruang kesehatan. Saat Ichigo mengejar Rukia, Hitsugaya melihat hasil dari 'pengecetan' Rukia… Hehehe XD.

Hitomi Hitsugaya: Ok, salam kenal juga ^^. Selamat datang di fic saya, Mii-san! ^^. Hehehe… Saya nulis fic ini gara-gara kebanyakan nonton K-On! Hehehe XD. Ok deh, pairingnya nanti bisa ditemukan seiring perkembangan cerita. HeheheheXD. Yup ^^ Makasih reviewnya!

Mio 'IchiRuki' anezaki: Yup ^^ Selamat datang! Silahkan mau di fav juga… Hohoho… Makasih!

aRaRaNcHa: Wahahaha... Terima aja semangkanya, To-chan! Hahahaha… Supaya lebih rame! Hahaha… (Rukia: Makasih ^^ Saya memang lucu). Siip… Makasih dukungannya!

So-Chand 'Luph pLend' : Wohohoho... ya donk... hha... kita gosipin mereka XD. Makasih ^^

Ehm… Ok, terima kasih atas kerelaan waktu anda semua untuk meriview, membaca, melike, mefollow, dan sebagainya! Saya sangat senang! Huhuhu *nangis bombay*. Ok, mulai saja! Chapter baru dari salah satu fic Laviran! Selamat menikmati!


Cerita asli: BLEACH by Kubo Tite-sensei…

Terinspirasi dari: K-ON! (Tapi cerita diusahakan tidak 100% dari K-ON!)


*Opening song: My Secret by Saaya Mizuno

(Warning; Siapkan tenaga anda… Karena, Chapter ini memuat banyak sekali tulisan)

(mulai dari chap ini dan seterusnya, chara setiap bab kemungkinan berubah-ubah)

IchiReToRu Band

(Ichigo, Renji, Toushirou, Rukia Band)

-Chapter 4-

"Rukia…" Ucap Byakuya.

"Hai, Nii-sama!" Jawab Rukia dengan tegas.

"Ingatkah anda saat saya menyuruh anda untuk melihat keadaan Hitsugaya-taichou tadi siang?"

"Hai, saya ingat Nii-sama!"

"Dan kamu tahu, mengapa kita malam ini menumpang makan di rumah Kurosaki Ichigo?"

"Hai, saya tahu… Nii-sama!"

"Bagus… Karena ini semua akibat kamu!"

„Maafkan saya, Nii-sama!"

Melihat pembicaraan antara Rukia dan Byakuya, Ichigo hanya memasang muka tanpa ekspresi. „Hh..."

Renji mendekati Ichigo, „Ichigo, kenapa?"

Ichigo menoleh, „Kalian numpang makan kesini gara-gara gak ada duit kan?"

Byakuya dan Renji langsung memasang expresi, *Eek*

„Maaf ya, disini jatahnya sudah pas untuk keluarga Kurosaki ditambah Rukia dan Toushirou!" Nyeringai Ichigo.

„Tu... Tunggu Ichigo! Masa kamu rela saya dan taichou kelaparan ditengah jalan? Udah tahu di rumah Urahara, kita tidak dikasih jatah makanan jika tidak kerja? Udah mah, si taichou kagak mau kerja! Tidakkah kau kasihan ama kami?" Babon eyes Renji.

Ichigo tidak terkena efek sedikit pun dari babon eyes Renji. „Kagak ngefek you know?"

„Eto... Kalian kan bisa nunggu dipinggir jalan sampai mang tek-tek datang! Sekarang juga jam menunjukan pukul setengah 7. Bentar lagi pasti datang! Tenang!" Jawab Ichigo sambil menyuapi Hitsugaya yang duduk di sofa ruang tengah.

„Tek-tek? Nani sore?" Jawab Renji.

"Tukang nasi goreng dan mie rebus. Kalau yang dok-dok, itu lebih lengkap sampe ada kwitiaw. Tapi datengnya tengah malam!" Sweat drop Ichigo.

Renji yang penasaran akan tek-tek yang dimaksud, langsung menggegam tangan taichounya dan menggeret ke luar. „Taichou! Ayo kita beli tek-tek!"

„WOI! LEPASIN RENJI!" Teriak Byakuya.

Rukia dan Ichigo sweatdrop. "Ichigo, makasih kau sudah menyelamatkanku!" Ucap Rukia.

"A~ Sama-sama…" Jawab Ichigo.

Rukia teringat sesuatu, "Oh ya, harganya tek-tek memang murah?"

Ichigo melihat Rukia, "Hm? Cukup murah sih untukku mah… Cuma 7000 rupiah!"

Rukia sweatdrop, "Rupiah? Ichigo… Kita sekarang setting ficnya di Karakura! Bukan di Bandung kaya yang Mission!"

Ok, mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa Rukia dimarahin oleh Byakuya... Kita kembali ke setting tadi sore... *munculin tongkat*

Gil Edition, time slip stick…

Take off!

BLEDUG

*Dilempar pembaca (Ran: Maaf, kebanyakan nonton GSD Character theater ^^)*

Seorang murid cowok datang ke ruang music, "BYAKUYA-SENSEI!"

"A? Ada apa?" Tanya Byakuya.

"Adik anda! Adik anda…"

"Kenapa dengan Rukia?"

„Dia mimisan hebat!"

„HHHHEEE?"

Byakuya dan Renji pergi menuju ruang kesehatan yang ada di lantai 2. Saat sampai di koridornya...

„EEEKKKK?" Teriak Renji dan Byakuya.

Mengapa mereka teriak? Jelas aja teriak! Coz, koridor yang menghubungkan ke ruang kesehatan...

„DARAH SIAPA INI!" Teriak mereka berdua.

„Ini darah Kuchiki-san!" Jawab anak laki-laki itu

"WHAT?"

Mission complete! Come back!

Destiny!

Flashback end

Ichigo dan Rukia saling memandangi. Tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka (Lebih tepatnya sih, Rukia memandangi kepala Ichigo yang benjol, dan Ichigo memandangi muka wajah Rukia yang bekas mimisan). Sehingga, kita sekarang harus melihat keadaan Byakuya dan Renji yang diam di depan rumah Ichigo untuk menunggu tek-tek (Kalau diam di tempat Rukia dan Ichigo terus, gakkan ada yang bisa ditulis XD).

Ngik ngik ngik... (suara jangkrik ceritanya)

„Taichou, kok gak ada yang datang ya?" Tanya Renji. Perutnya begitu berisik main drum band (sampai-sampai, Byakuya memakai Headset besar yang buat musim dingin!).

Tapi, karena tidak dipedulikan oleh Taichounya, Renji melepaskan headset yang dikenakan oleh Byakuya.

"Taichou! Apakah anda mendengar saya?" Tanya Renji.

Tidak sengaja, kabel yang menghubungkan headset dan Mp4 (Wihi... Byakuya-san punya Mp4, mau! *puppy eyes*). Sehingga, lagunya terdengar keras lewat loudspeaker…

I have a dream (oh yeah), a song to sing(song to sing)

To help me cope with anything

If you see the wonder (if you see the wonder) of a fairy tale (of a fairy tale)

You can take the future even if you fail (yeah yeah yeah yeah)

I believe in angels

Something good in everything I see (everything)

I believe in angels (yeah)

When I know the time is right for me (right for me)

I'll cross the stream (cross the stream) - I have a dream (have a dream)

I'll cross the stream (cross the stream) - I have a dream

(I Have a dream by Westlife)

Byakuya yang terbangun dari tidurnya, kaget dan merebut Mp4 nya yang berada di tangan Renji. "Renji! Apa yang kamu lakukan! Kenapa Mp4ku bisa berada di tanganmu?" Kesal Byakuya.

„AH? I... Ini... Tidak sengaja! Tadi... Mp4 anda..." Keringat dingin Renji.

„KEMBALIKAN!"

„Hiy..."

ZRASSSHHH...

Rukia dan Ichigo yang di dalam rumah berkomentar, „Kok... Rasanya ada sebonzakura diluar?"

Tangan Ichigo mengelus-elus rambut Hitsugaya hingga dia tertidur. Setengah jam kemudian, Byakuya dan Renji masuk ke rumah dengan gurung-gusur. Mereka meminjam piring dari rumah Ichigo. Ichigo dan Rukia yang melihat, hanya sweatdrop. Mereka berdua sedang makan malam bersama Yuzu dan Karin. Ayah Ichigo hari ini lagi lembur. Kalau ada di rumah, pasti rumah itu lebih heboh.

Byakuya dan Renji makan nasi goreng diluar (lebih tepatnya, di taman kecil depan dapur). Mereka bagaikan orang yang terasingkan (Byakuya: Eitts! Terkecuali saya ya! Saya tidak merasa!).

Beberapa hari telah berlaru…

Hitsugaya sudah sembuh dari radangnya. Waktu latihan yang tersisa tinggal 3 hari lagi! Beruntungnya, Hitsugaya cepat sembuh (gara-gara gak mau jatah semangkanya diambil oleh Ichigo), jadi mereka bisa latihan lagi.

„Hitsugaya-taichou! Beruntung anda sudah sembuh! Saya begitu berterima kasih!" Tangis Rukia.

„A... Kuchiki... Gak usah sampai begitunya!" Malu Hitsugaya.

Ichigo mengehela napas, „Hh..."

„Lho? Ada apa Kurosaki?" Tanya Hitsugaya.

"Gak apa kok! Saya hanya tidak menduga saja kalau anda akan sembuh secepat ini!" Senyum Ichigo.

Hitsugaya membuang mukanya, "Kalau saya tidak sembuh dan terus-terusan sakit, bisa-bisa jatah saya muncul di fic ini berkurang dan gaji saya pun menurun! Saya tidak mau rugi!" Jawabnya dengan tegas.

Mendengar itu, sang author marah… Pintu ruang music terbuka, "HEH! To-chan! Enak aja loe minta gaji! Guwe lagi bokek you know? Guwe lagi pengen beli pencil warna, pencil warna khusus warna kulit, pengserut sapi, bolpen gel, drawing book, ama boneka Ichigo! Itu juga belum termaksud duit bikin blazer ama rok Senna Satou! JANGAN MINTA GA…"

Sebelum selesai bicara, Ran ditendang oleh Hitsugaya dan pintu ruang music ditutup secara paksa. "PERGI SANA! Ngeganggu saja!" Marah Hitsugaya.

"Dasar! Jelek kejam jorok!" Marah Ran dan dia lari keluar setelah mengambil kata-kata khas temannya.

„Hh... Hh... Mengganggu saja!" Kesal Hitsugaya.

Semua yang melihat tingkah laku Hitsugaya, hanya bisa bersembunyi dibalik sofa karena takut akan amukan sang naga kecil. „Se... Serem..."

Ichigo langsung teringat sesuatu. „Oh ya Rukia, kamu katanya kemarin mimisan hebat kan? Kaya gimana emang?"

„Kamu mau lihat Ichigo?" Jawab sinis Rukia.

Ichigo mengangguk. Rukia mendesah, „Kamu harus ciuman dulu dengan Hitsugaya-taichou!"

Ichigo dan Hitsugaya yang mendengar itu, langsung shock. „CIUMAN?"

Rukia dan semua orang disana langsung tertawa, „Hahaha... Bercanda atuh! Tapi, memang benar sih... Saya mimisan gara-gara ngelihat kalian hampir ciuman! Makanya, kalau mau tahu saya mimisan kaya gimana... Kalian harus ciuman dulu!"

Renji dan Byakuya yang penasaran akan perkataan dan bagaimana mimisan Rukia sehingga cat di koridor sekolah bisa berubah, mendukung agar Ichigo dan Hitsugaya ciuman. Ichigo dan Hitsugaya jelas menolak! Saat mau kabur, pintunya dihalangi oleh Byakuya. „Mau kemana kalian?"

Hitsugaya dan Ichigo beralih pada jendela, tetapi dihalangi oleh Renji. Tidak ada pintu keluar lagi dan Hitsugaya serta Ichigo terperangkap.

„Sial! Toushirou! Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Ichigo.

„Hitsugaya-taichou, dudul! Kagak tahu! Semua jalan keluar ditutup! Masa kita harus lewat atap?" Kesal Hitsugaya.

"Hahaha… Kalian sudah tidak bisa keluar lagi! Hahaha! Sekarang, lakukanlah! Ciuman itu!" Tawa jahat Rukia.

Ichigo merinding, „Me... Mengapa Rukia menjadi seperti nenek sihir begini?"

Hitsugaya tertunduk dan memegang tangan Ichigo. „Kurosaki..."

Ichigo menoleh pada Taichou kecil itu, "Ada apa, Toushirou?"

Hitsugaya meneguk ludahnya, "La… Lakukan saja!"

"EH! Kau yakin dengan itu, Toushirou?" Ragu Ichigo.

Hitsugaya mengangguk, „Da... Daripada kita tidak latihan sama sekali hari ini dan tidak ngapa-ngapain, mending kita lakukan itu!"

Ichigo menutup matanya dan menghela napas. Badannya dibalikan sehingga dia berada di depan tubuh Hitsugaya. Tangan Ichigo memegang pundak Hitsugaya. „Ok, saya belum pernah melakukan ini sebelumnya. Jadi, kalau saya sedikit kaku, maaf. Karena ini merupakan hal pertama bagi saya, ini adalah first kiss saya… Maafkan saya, Toushirou!"

Hitsugaya menghela napas, "Ini juga adalah first kiss ku… Baka! Cepatlah, lakukan!"

Ichigo menoleh dan melihat ke Rukia, "Tapi, tepati janjimu! Habis itu, bebaskan kita dan kita mulai latihan dengan sungguh-sungguh!"

Rukia mengangguk dan Ichigo memegang pipi Hitsugaya. Dengan perlahan, Ichigo mendekati wajahnya pada wajah Hitsugaya. Muka Hitsugaya memerah dan Ichigo pun sama. „A... Aku belum pernah berciuman dengan lelaki sebelum ini... Ah! Bagi mempelaiku di masa mendatang, maafkan jika suamimu ini telah mencium anak lelaki sebagai first kissnya!" Gumam Ichigo di dalam hati.

Hitsugaya dan Ichigo memejamkan mata. Bibir mereka hampir menyatu! Jaraknya sekitar 3 cm. Rukia sudah memegang hidungnya dan siap-siap mimisan. Saat jarak mencapai 1 cm, senkai gate terbuka dibelakang Ichigo.

„Huwa... Akhirnya sampai juga! Yo, konnichiwa, Hitsugaya-Ta..."

Matsumoto yang saat itu baru keluar dari senkai gate, hanya melongo tidak bergerak melihat adegan ‚hot' antara Ichigo dan Hitsugaya (Hot? Oi… Belum nempel juga bibirnya… Hohohoho). Keadaan hening sejenak dan...

„GYA! TAICHOU! TERNYATA ANDA DAN ICHIGO..." Teriak Matsumoto.

"Matsumoto! Jangan hanya lihat doank donk! Bantuin bebasin kita napa?" Marah Hitsugaya.

Matsumoto yang awalnya hanya celingak celinguk, langsung mengeluarkan sebuah benda dari kantongnya. "Benda special dari toko Urahara, cetas!"

Tiba-tiba, asap mengelilingi ruang music itu. Rukia dan yang lain langsung tidak menyadarkan diri. Hitsugaya dan Ichigo dibantu lari oleh Matsumoto lewat pintu.

"Ayo semua kesini!" Ucap Matsumoto.

Hitsugaya yang saat itu terpeleset, tidak bisa bergerak. Karena terburu-buru, Ichigo menggendong Hitsugaya keluar dari ruangan music. Saat asapnya sudah mengilang, "Are? Apa yang terjadi?" Heran Rukia.

Di luar…

"Su… Sumpah! Di dalam ngeri buanget! Beruntung Rangiku-san datang! Arrigatou, Rangiku-san!" Senyum Ichigo.

Matsumoto tersenyum balik. Orang-orang yang berada di sekitar sekolah, hanya melihat heran. Mengapa Ichigo menggendong anak baru itu?

Ichigo yang jadi pusat perhatian, langsung berkeringat dingin dan menurunkan Hitsugaya dari pangkuannya. Muka Hitsugaya memerah dan Ichigo hanya menggaruk rambut belakangnya. „Go... Gomen! Tadi saya tidak sengaja!"

Hitsugaya mendesah, "Ya, saya tahu!"

Matsumoto hanya tersenyum tak tahu menahu apa yang terjadi. Yang dia tahu, Hitsugaya dan Ichigo hampir berciuman. Niatnya kesana, hanya untuk melihat bagaimana IchiReToRu Band berlatih dan membuat liputan tentang itu. Tetapi, yang dia dapatkan, hanya foto saat Hitsugaya dan Ichigo hampir berciuman.

"Ya sudah, tak apa! Foto ini bisa kusimpan di album pribadiku! Hohoho..." Tawa Matsumoto dalam hati.

Ichigo dan Hitsugaya yang merasa tingkah laku Matsumoto begitu aneh bertanya, „Rangiku-san/Matsumoto, kamu kenapa?"

„Tidak ada apa-apa! Hohohoho..." Tawa Matsumoto.

~Hari pentas~

Hari ini adalah hari berlangsungnya festival sekolah Ichigo yang ditunggu-tunggu. Banyak sekali stand-stand yang menjajahkan jajanannya. Ada juga band-band indie yang bermain, perlombaan antar siswa, dan penampilan dari eskul-eskul pengisi acara.

IchiReToRu Band dapat giliran kelima atau tengah-tengah diantara semua band yang akan tampil. Perkiraan, mereka akan main jam 5 sore (acaranya sampai jam 8 atau 9 malam). Ok, sekarang kita akan melihat persiapan dari band ini secara live dari TKP langsung! Silahkan, Ran-san...

Ran: "Ok, terima kasih narrator! Ehm... Saya author fic ini, Ran desu! Douzo yoroshiku! Sekarang, mari kita intip apa yang sedang dilakukan oleh para personil IchiReToRu Band sebelum pentas. Sekarang, kita lihat Kuchiki Rukia dahulu. Sang vocalis sekaligus ketua band ini!" (Ran membuka pintu ruang ganti)

Ran: Konnichi...

Rukia: KYAAA! Mesum! (melempar kursi)

BLEDUK

Ran: (muncul berdarah-darah) Maaf, timing saat saya masuk salah! Ternyata, Rukia-san sedang berdandan. Ok, kita beralih ke Abarai Renji-san saja…

(Lari ke ruangan sebelah)

Ran: Konnichiwa Renji-san! Saya Ran dari IchiReToRu press ditambah Soul Society magazine. Saya mau mewawancarai anda!

Renji: (Menoleh) Ah, silahkan! Anda mau bertanya apa?

Ran: (mengeluarkan mic dan rekaman) Ok! Ehm… Anata wa Abarai Renji-san, desuka?

Renji: Hai, Watashi wa Abarai Renji desu.

Ran: Satte to... Kita pakai bahasa Indonesia saja, Ok?

Renji: Hai (mengangguk)

Ran: Ok… *menyalakan lagu bring me to live by Evanescence*

Ran: Sekarang jam masih menunjukan pukul 2 siang, apa yang sedang anda lakukan, Renji-san?

Renji: Oh, ini… Saya sedang membersihkan bass saya. Supaya nanti pas tampil keren, bassku dilap hingga kinclong! Lihat! (menunjukan bass yang kinclong)

Ran: Ah, saya melihat itu, Renji-san! (memakai kacamata hitam). Apakah tidak ada hal lain yang anda lakukan selain membersihkan bass? Misal… Lihat-lihat buku musik atau apalah?

Renji: Saya malas!

Ran: Eh?

Renji: Ya, saya malas! Kalau sudah yakin, yasudah jangan membaca buku atau semacamnnya. Nanti bisa-bisa membuat kita grogi dan lupa akan apa yang harus kita lakukan! Ya kan? (berbinar-binar)

Ran: (sweatdrop) A… Iya… Bener… Tu… Tumben Renji-san pintar… Apakah ada skrup di otaknya yang lepas?

Renji: Dikutip dari… Buku catatan seseorang dengan judul, 'tips menghadapi UN' (menunjukan buku)

Ran: (GUBRAK!) Dikirain… Buat sendiri!

OK, sekian wawancara dari Abarai Renji. Sekarang, mari kita ikutin Ran lagi. Korban dia sekarang adalah Kurosaki Ichigo.

Ran: Ko... Konnichiwa Ichigo-kun! (membuka pintu)

Ichigo: Ah? Ran? Silahkan masuk! (siapin kursi)

Ran: (duduk) Sa... Sankyuu...

Ichigo: (memberikan sekaleng lemon tea) maaf ya, Cuma ada ini...

Ran: Kagak ape-ape... Haduh... Ichigo-kun! Eloe tahu apa yang guwe suka! Eh, tunggu… Apakah ini sogokan agar saya tidak bertanya hal 'itu'?

Ichigo: Ada apa, Ran?

Ran: (geleng-geleng) Ka… Kagak ada apa-apa! Ohohohoohoho…

Ichigo: (Sweatdrop)

Ran: Ehm… Ok, kita langsung saja! (menyalakan rekaman dan mengeluarkan mic) Watashi wa Ran desu! Douzo yoroshiku! Anata wa, Kurosaki Ichigo desuka?

Ichigo: Hai, watashi desu.

Ran: Kelas?

Ichigo: 1-3

Ran: Ehm… Ok, kita mulai pakai bahasa Indonesia saja. *menyalakan lagu soledad By Westlife*

Ichigo: (mengangguk) Monggo… Bahasa sunda juga boleh (senyum)

Ran: Ah, sombong loe! Mentang-mentang baru belajar dari guwe! Ok, Ichigo-kun... Ayeuna patarosana nyaeta... Ayeuna kan keur persiapan kana tampil. Nah, naon wae anu anjeun siapkeun keur ieu pentas? (sekarang, pertanyaannya adalah... Sekarang kan lagi persiapan untuk tampil. Nah, apa saja yang anda siapkan untuk pentas ini?)

Ichigo: Anu abdi siapkeun, nyaeta: mental, fisik, sareng sora. Kunaon sora? Sabab, sora abdi kudu pedas agar kadenge ku sarerea. (Yang saya siapkan, yaitu: Mental, fisik, dan suara. Mengapa suara? Karena suara saya harus keras agar kedengaran oleh semuanya)

Ran: Buset... Nih orang hebat juga... Ok, kumaha carana anjeun nyiapkeun ieu semua? (Ok, bagaimana caranya anda menyiapkan ini semua?)

Ichigo: Tentuna, dengan makan makanan anu gizina tinggi, minum vitamin, sareng olahraga teratur! (Tentunnya, dengan makan makanan yang gizinya tinggi, minum vitamin, dan olahraga teratur!)

Ran: Ok deh… Itulah tips tina Kurosaki Ichigo. (Ok deh… Itulah tips dari Kurosaki Ichigo.)

*Sound efek saat Seed mode di GSD* CRING

Ran: Chance! Ayeuna ka pokok patanyaan, anu ngabuat urang penasaran nyaeta… Naon hubungan anjeun sareng To-chan? (Sekarang ke pokok pertanyaan, yang membuat saya penasaran adalah… Apa hubungan anda dan To-chan?)

Ichigo: (Blushing) Na… Naon maksud maneh? (A.. Apa maksud kamu?)

Ran: Teu aya maksud nanaon! Abdi mah bade nanyakeun fakta hungkul! Sabab, aya hiji oknum anu nyebarkeun lamun anjeun jeung To-chan teh... Pacaran? (Gak ada maksud apa-apa! Saya hanya ingin menanyakan fakta saja! Karena, ada satu oknum yang menyebarkan kalau anda dan To-chan… Pacaran?)

Ichigo: Rukia… Ini pasti ulah kamu!(pukul kursi) (Senyum) Ah, Ran... Anjeun tong percaya kana gossip eta! Abdi teu gaduh hubungan nanaon sareng Toushirou! Abdi sareng Toushirou rerencangan wungkul! Hohohoho… (Ah, Ran… Anda jangan percaya dengan gossip itu! Saya tidak punya hubungan apa-apa dengan Toushirou! Saya dan Toushirou teman saja! Hohohoho…)

Ran: Rangiku-san, sekarang… Siapa yang harus saya percaya? Sakedap… Bukanna aya rumor kalau anjeun teh geus ciuman sareng To-chan? (Tunggu… Bukannya ada rumor kalau anda sudah pernah ciuman dengan To-chan?)

Ichigo: CEUK SAHA? (Kata siapa?)

Ran: Hm… Ceuk… PIP! Rahasia! (Hm… Kata… PIP! Rahasia!)

Ichigo: RAN! KATAKAN!

Ran: Gak mau! (kabur)

Ichigo: (Blushing) RAN!

Hahaha… OK, setelah selesai mewawancara Kurosaki Ichigo. Sekarang, Ran akan pindah pada cowok paling imut di IchiReToRu Band, Hitsugaya Toushirou.

Ran: Ok, sekarang saya akan mewawancarai To-chan! (membuka pintu)

Ran: Konnichiwa, To-chan!

Hitsugaya (Hitsu): (melempar kursi) HITSUGAYA-TAICHOU!

BRUAK!

Beberapa saat kemudian…

Hitsu: Ok, ada apa ini?

Ran: Sa... Saya hanya mau mewawancarai anda!

Hitsu: Ok, perquick!

Ran: Siip… Kita mulai… (mengeluarkan mic dan rekaman)

Ran: hkgdhigasd gdshdadbad hgduiahdba sdasjgdasn da ndbahidgaid ad adfcdbakj = Ceritanya bicara cepet hingga tidak dimengerti

Hitsu: ? ? ? Ngomong opo?

Ran: Katanya dipercepet! Tuh aku dah cepet bilangnya!

Hitsu: Ya gak segitunya kali!

Ran: Hahaha... Ok, kita mulai... Watashi wa Ran desu! Douzo yoroshiku! Anata wa, Hitsugaya Toushirou desuka?

Hitsu: Hai! Watashi desu!

Ran: Ok, kita pakai bahasa Indonesia saja… *menyalakan lagu Ex Dream by Myuji*

Hitsu: Sip.

Ran: Sebelum penampilan, apa saja yang anda lakukan untuk mempersiapkan pentas?

Hitsu: Menurunkan rambut, menggel rambut, memakai bandana, mengelap drum, merapihkan baju, me…

Ran: CUKUP! Banyak banget! Yang anda benar-benar lakukan saja!

Hitsu: Ya, itu semua yang saya lakukan!

Ran: Ah, sudahlah… Sekarang, mengapa anda memakai kacamata? Memang anda punya penyakit?

Hitsu: Rabun jauh.

Ran: He?

Hitsu: Ya, saya rabun jauh. Yang kiri 0,75 dan yang kanan 0,50

Ran: Wehehehe... Sama kaya guwe. Tapi, kayanya semenjak pindah ke karakura ini, dia kebanyakan baca buku kali... Hahaha

Hitsu: Ada apa?

Ran: (geleng-geleng) Ti... Tidak ada apa-apa kok! Hohohoho...

Hitsu: Hm...

Ran: Ahahahahaha... Ehm... Ok... Saya mau nanya fakta dari apa yang saya tanyakan!

Hitsu: Apa itu? (meminum kopi)

Ran: Apakah benar, anda pernah berciuman dengan Ichigo-kun?

Hitsu: (memuncratkan kopi) BRUSH...

Hitsu: Are?

Ran: Ya, benarkah anda pernah berciuman dengan…

Hitsu: KATA SIAPA? Saya tidak pernah membiarkan first kiss saya direbut oleh orang seperti dia! Cuih… Si muka mesum itu!

Ran: To-chan… Loe bisa-bisa di cingcang ama Ichigo Fans Club! Eh… Tapi, foto ini bisa membuktikannya! (menunjukan foto)

Hitsu: RAN! Kamu dapet ini foto dari siapa?

Ran: Wakil kapten divisi 10, Matsumoto Rangiku.

Hitsu: (meremukan kaleng) Sialan! Berani-beraninya dia... Foto itu diambil kapan coba?

Ran: (Senyum Gin) Nyehehehehehe... Ini beneran gak sih?

Hitsu: KAGAK! Itu Cuma gara-gara... Kuchiki menyuruh kami untuk... AKH! Aku kagak mau ingat lagi!

Ran: Wehehe... To-chan stress...

Ran: Ya sudah, saya sudah selesai mewawancarai anda. Terima kasih atas kerja sama anda. Selamat siang! (Berdiri dan pergi keluar)

Hitsu: AWAS KAU... MATSUMOTO!

Ok, wawancara dengan Hitsugaya Toushirou sudah selesai! Mari kita kembali ke Kuchiki Rukia. Kita harap, dia berdandannya sudah selesai!

Ran: Konnichiwa… (membuka pintu)

Rukia: Ah, konnichiwa Ran!

Ran: Maaf sebelumnya! Saya masuk sebelum mengetuk pintunya! Maaf...

Rukia: Tidak apa... Hohohoho... (Muncul telinga dan buntut devil)

Ran: OK... Kita mulai saja… (mengeluarkan mic dan rekaman) *menyalakan lagu If I let You Go by. Westlife*

Rukia: Hai…

Ran: Ok… Hajimemashite! Watashi wa Ran desu! Douzo Yoroshiku! Anata wa Kuchiki Rukia desuka?

Rukia: Hai, watashi desu!

Ran: Ok… Kita pakai bahasa Indonesia saja…

Rukia: Silahkan…

Ran: Ok, begini… Saya penasaran sekali, sebagai ketua dari IchiReToRu Band ini… Apa saja yang anda lakukan untuk persiapan pentas? Apalagi ini adalah pentas pertama kali anda! Bisa ceritakan pada kami?

Rukia: (mengangguk) Baik.

IchiReToRu Band ini tergolong band baru di sekolah ini. Selain ini adalah pentas pertama, personilnya kebanyakan anak-anak tahun pertama yang BARU SAJA akan menginjak tahun kedua. Apa saja yang kami lakukan? Tentunya, mempersiapkan secara matang persiapan untuk tampil nanti. Mulai dari fisik hingga mental. Seperti, make up, kostum, dan alat musik yang mengiringinya serta sound system. Untuk mental, kami harus tetap tenang dan anggap saja para penonton itu adalah sahabat-sahabat kami yang melihat dan mendukung kami. Diusahakan, kita harus PD dan yakin tidak akan membuat kesalahan di panggung. Itulah… Sebagian kegiatan kami.

Ran: Tunggu… Benarkah? Perasaan, yang saya liat tuh… Orang yang hanya mengelap bass, menyogok saya pakai lemon tea untuk maksud tertentu, dan orang yang sibuk menurunkan rambut tapi gak turun-turun! Yang bener tuh, Rukia-san? Ok… Ehm… Kan itu keseluruhan. Sekarang, untuk diri anda pribadi… Apa saja yang anda lakukan sebelum pentas?

Rukia: Saya daritadi membetulkan make up. Ohohohohoho…

Ran: WHAT? Oi… Oi… Yang dibelakang anda itu… Tumpukan baju apa? Be... Begitu ya... (Senyum maksa) Ya sudah... Saya rasa, anda begitu capek. Mari kita tutup sesi wawancara yang singkat ini dengan sebuah pertanyaan ringan. Ok, sebelum ini kan ada adegan anda mimisan hebat. Nah seperti apa itu? Bisa perlihatkan pada kami?

Rukia: Baik… (menunjukan sebuah gambar dari Lunamaria Hawkye from GSD)

Ran: Heeekkk? Separah itu kah?

Rukia: Hehehehe…

Ran: Ehm… Ok... Sekarang, pertanyaan terakhir... Apa hubungan anda dengan Kurosaki Ichigo?

Rukia: (Blushing) Hah? Ke… Kenapa anda bertanya seperti itu? Sa… Saya… Tidak

Ran: Saya hanya ingin memastikan rumor yang beredar di masyarakat. Benarkah itu?

Rukia: E... A... I... U... (mendidih) Maaaf... Sa… Saya tidak bisa memberitahunya…

Ran: Ho… Semakin menarik! Hm… Begitu ya… Maafkan kami kalau kami memaksa. Tapi, kami dukung saja untuk anda! Kami hanya bisa mendukung anda dengan doa! Ganbatte! Oh ya... Satu lagi...

Rukia: (kembali ke asal) Ya?

Ran: (berbisik) Bagaimana menurut anda hubungan antara Ichigo-kun dan To-chan?

Rukia: (berbisik) Saya dukung! Kekekekekekekekeke...

Ran: (berbisik) Benarkah? Baiklah... Mari kita lihat perkembangan mereka berdua dari sini! Kekekekekekekeke...

Ran & Rukia: Kekekekekekekekekekekeke... YA-HA!

BUM = Suara bazoka ceritanya

*dikamar sebelah*

Renji: Oi... Oi... Itu para cewek lagi ngapain?

Byakuya: Meneketehe!

Ichigo dan Hitsu : MATSUMOTO/ RANGIKU-SAN… AWAS NANTI!

*ditempat lain*

Matsumoto: (makan takoyaki) Hehehe… Si Ran berhasil gak ya?

Ok… Wawancara dengan IchiReToRu Band selesai. Sekarang... Kembali ke cerita~

(Byakuya: Kok guwe gk diwawancara? (sedih))

Kembali ke cerita

"Ok, kita panggil band selanjutnya! IchiReToRu Band dari sekolah ini! Silahkan!" Ucap MC.

Rukia yang berada di belakang panggung. „A... B... C... D.. E... F... G..."

Ichigo mendekati, „Oi... Oi... Jangan grogi begitu! Kamu sendiri yang bilang kalau kita jangan grogi! Ayo! Maju!"

Renji mencegahnya, „Eits... Sebelum kita main... Mari kita ucapkan sumpah dulu!"

Ichigo bertanya, "Hah? Sumpah seperti dulu itu?"

Renji mengangguk dan mendekatkan tangan para personil IchiReToRu Band.

Hitsugaya mengoceh, "Oi… Oi… Tunggu! Bukannya itu untuk…"

"Sekarang kita menuju pertempuran terakhir! Percayalah! pedang kita tidak akan patah! Percayalah! Hati kita tidak akan goyah! Walaupun kita berpisah, kita sama-sama memiliki tekad baja! Bersumpahlah, walau tanah terbelah, kita akan hidup lagi dan kembali ke tempat ini!"

"ICHIRETORU BAND…" Ucap Rukia.

"LET`S GO!" Teriak semua.

Sorakan para penonton menggema dan meludak saat para personil masuk. Pertama-tama, Ichigo diikuti Hitsugaya lalu Renji dan terakhir sang vocalis, Rukia.

Tatsuki dan teman-teman yang melihat, "Oi, Orihime… Gak salah tuh…"

Inoue menjawab, "Apa, Tatsuki-chan?"

"Mereka memakai baju seperti itu?"

Inoue menggelengkan kepala, "Tidak tahu… Mungkin mereka ingin membuat suatu yang baru!"

Ya, pakaiannya Rukia dan yang lain sangat beda. Rukia memakai baju terusan yang cukup unik dengan warna abu-abu, ikat pinggang hitam dan lagging hitam panjang dengan sepatu sandal warna abu-abu. Ichigo memakai sebuah kemeja warna hijau tua dan kancingnya dibuka sehingga terlihat kaosnya berwarna biru dengan angka '15', jaket abu panjang dan celana coklat dengan robek-robek di lutut serta dijaketnya ada sebuah tali (liat aja pita/tali yang ada di jaket Gilbert Nightray from Pandora hearts) dengan warna hitam. Renji memakai jaket yang sama dengan Ichigo Cuma bedanya, di bagian leher ada topinya dan lebih panjang. Memakai kaos dengan kerah tinggi berwarna kuning, rambut diurai dan memakai kacamata hitam di keningnya, dan celananya senada dengan jaketnya. Sepatunya Renji juga sepatu pantofel coklat sedangkan Ichigo warrior hitam putih. Untuk Hitsugaya yang paling beda! Hitsugaya memakai bandana di kepalanya, bajunya rompi abu dan celana abu sampai lutut serta kemeja biru-biru muda tanpa lengan.

Saat Rukia sudah berdiri dengan tegak di depan para penonton. "A… Anu… Sa… Saya Kuchiki Rukia dari IchiReToRu Band. Saya disini sebagai leader band yang tergolong baru di sekolah kesayangan kita ini." Groginya.

Ichigo berbisik dari belakang, "Oi… Oi… Rukia… Kamu kenapa?"

Giliran Renji yang berbisik, „Ya Tuhan... Semoga saya selamat sampai akhir penampilan ini!"

Sedangkan Hitsugaya, "… Bandanaku miring gak ya?"

Tatsuki dan Inoue yang menonton dari bawah, "Haduh… Mereka grogi…"

Ichigo yang gak sabaran… "OI! RUKIA! AYO MULAI KALAU MAU CEPAT SELESAI!"

Rukia menoleh dan mengangguk, "I… Iiya…"

Saat mendapat aba-aba dari Ichigo, Hitsugaya mengetukan kedua stik drumnya, "One! Two! Three!"

Jreennngggg~ *Tak Kan Pernah Ada by Geisha*

Setelah selesai membawakan lagu diatas dan mendapat tepuk tangan, Rukia mulai ke lagu selanjutnya, "Sekarang, Sky Chord ~Otona ni Naru Kimi He~ dari Tsuji Shion"

Jreennngggg~ *Sky Chord ~Otona ni Naru Kimi He~ dari Tsuji Shion*

Setelah selesai, giliran Ichigo yang berbicara, "YA! Sekarang, giliran kita bernyanyi bersama! Ayo, yang tahu lagunya kita bernyanyi bersama!"

Setelah mendapat persetujuan dari para penonton, para personil band memainkan lagu selanjutnya!

Dug Dug Dug (ceritanya suara drum) *Run To Win dari Aya Hirano*

Jreeenggg~

"Hosh… Hosh… Nah, sekarang original song dari vocalis kita! Dengan judul Echo dan dibawakan oleh… Kuchiki Rukia!" Sorak Renji.

Semua bertepuk tangan. Rukia sudah hampir mengeluarkan air matanya gara-gara grogi. "A… Aku… I… Ini… A…"

Ichigo mengangguk dan Hitsugaya… "KITA MULAI!"

*Echo from Orikasa Fumiko (Kuchiki Rukia)*

Setelah selesai..

"Kapan selesainya~" Hela Rukia.

"Ya, yang kita tunggu-tunggu! Duet antara Ichigo dan Rukia dengan lagu GLOW!" Sorak Renji.

Semua pada bersorak dan bertepuk tangan, „Rukia, ayo! Satu lagu lagi kita selesai!" Ajak Ichigo.

Rukia mengangguk, „I... Iya..."

Setelah tarik napas…

(+ Rukia, = Ichigo)

Ima ichi byo… (+)

hi ga moetara... (=)

Sora ni tokete... (+)

Asa ga kuru… (=)

Nemuri kara… (+)

Koe wo agete… (=)

Mebuite yuku… (+)

Sekai… (+=)

Ukeirerareta nara... (+)

Mou kako da to, kizuketa… (+=)

Daiteta… Kanashimi wo… Ikisaki wa... (+=)

Kaze (+)

Sora (=)

Hoshi (+)

Ame (=)

Tatoeba... Kakenukete... Susundemo... (+=)

Kaze (+)

Ima (=)

Sono (+)

Hoho ni... (+=)

...

JREEENNNGGG~ (Skip)

Setelah selesai membawakan lagu bersama Ichigo, "Te… Terima kasih atas perhatian anda selama ini… Kami ucapkan… Terima kasih!" Ucap Rukia sambil membungkukkan tubuhnya dan turun dari panggung.

Saat turun, mereka mendapat tepuk tangan yang sangat meriah. „BRAVO!"

„Kurosaki, kau keren!"

„Hebat!"

„Cuit cuit!"

Para personil tersenyum dan tebar pesona, „Terima kasih... Semua!"

~Sesampai di ruang musik~

„Kerja yang bagus semua!" Sorak Byakuya.

Tapi sayang, tidak ada yang mempedulikan Byakuya. Semua terkapar dilantai.

"Ca… Pe…" Ucap semua.

Byakuya sweatdrop, "Hahaha… Ok deh! Sekarang sudah jam 6 sore. Mari kita nikmati acara sisanya!"

Ichigo mengeluh, "Byakuya… Kamu tahu gak sih… Kita tuh cape buanget! Kakikku gak bisa bergerak! Badanku pegal-pegal gara-gara gendong gitar selama 1 jam! Please deh... Biarkan kami istirahat! 15 menit saja! Kalau gak 5 menit, asal ISTIRAHAT!"

„Ya bener! Biarkan kami istira..." Ucap Renji.

Dengan dinginnya, Byakuya memotong perkataan Renji dengan melemparkan sebotol air mineral, „Itu buat kalian! Anggap saja bonus! Nanti, habis ini... Kita makan okonomiyaki di bawah dan semua... AKU YANG TRAKTIR!"

Mendengar kata ‚traktir', dengan semangatnya semua bangun dan minum air mineral. „BAIK! Ayo kita makan gratis!"

Byakuya sweatdrop, „Ah, denger kata traktir aja... Semua pada bangun! Pada matre kalian semua tuh!"

~Sesampai dibawah~

Para siswa dan siswi baik dari luar sekolah atau dalam sekolah, mengerumuni IchiReToRu Band. Kebanyakan untuk siswi, mengincar Ichigo dan Hitsugaya serta, para siswa mengincar Rukia. Walaupun Renji masih kalah tenar dengan Ichigo dan Hitsugaya, dia tetap mendapat beberapa fans. Para siswa yang mengerumuni, kebanyakan minta foto bareng dan tanda tangan. Saat ada yang minta foto, Hitsugaya dan Ichigo serta Rukia kabur entah kemana dengan membawa okonomiyaki yang baru saja matang. Byakuya yang dikerumuni oleh siswi-siswi juga ikut kabur. Renji yang tertinggal, langsung mengejar mereka.

Sampailah mereka di halaman belakang sekolah. „Sial... Cape banget! Itu teh baru penampilan pertama! Bagaimana penampilan saat dah terkenalnya?" Protes Ichigo.

Hitsugaya dengan tiisnya, "Hahaha… Sudah biasa saya!"

Renji yang mengoceh, "He euh! Anda kan dulu pernah jadi personil band terkenal! Jadi... Sudah biasa meladenin seperti itu!"

Rukia menggigit okonomiyakinya, „Sudah... Harusnya kita belajar trik kabur dari Hitsugaya-taichou!"

Semua memandangi Hitsugaya, „Dengan cara apa?"

Hitsugaya meneguk kopinya, "Ya dengan SHUNPO lah! Masa dengan merangkak? Kalian tuh shinigami bukan sih!"

"Guwe manusia cuy! Guwe Cuma agen shinigami!" Sebal Ichigo.

Tiba-tiba, kembang api meledak di atas langit-langit mereka…

"Woa… Keren!" Ucap Rukia.

Ichigo mengangguk, "Ya… Keren banget ya…"

Renji melihat keatas, „Sudah lama tidak melihat hanabi!"

Rukia mengangguk, "Ya…"

Hitsugaya melihat keatas dan menatapi langit yang penuh dengan hanabi saat itu. Mukanya cukup terlihat sedih (menurut yang dilihat oleh para personil. Coz, poninya Hitsugaya turun menutupi wajahnya). Ichigo memanggil nama Hitsugaya. "Toushirou? Kamu kenapa?"

Hitsugaya menoleh, "HITSUGAYA-TAICHOU!"

Semua sweatdrop (kec. Ichigo), "Hahaha… Ichigo! dia sudah bilang beribu-ribu kali!"

Hitsugaya menunduk dan tidak berkata apa-apa. Byakuya yang melihat, langsung ikut nyerocos. „Hh... Padahal sekarang bulan Desember. Lebih bagus melihat hanabi dengan salju kan?"

Hitsugaya kaget, „Kuchiki-Taichou..."

Byakuya menunduk, „Sekarang kan musim dingin! Lalu, ada yang tahu... Sekarang tanggal berapa?"

Ichigo menjawab, „Du... Dua puluh Desem... HEEE? TOUSHIROU! KAMU ULTAH!"

Hitsugaya memasang muka sinis, "Kuchiki-taichou... Mau saya bunuh?"

Ichigo tiba-tiba memgang tangan Hitsugaya, „TANJOUBI OMEDETOU! Kok kamu gak bilang-bilang sih? Kalian juga... Kenapa kalian gak ngucapin selamat ultah?"

Rukia dengan dinginnya, „Sorry yeh... Kite-kite mah udah tadi pagi ngucapinnya! Kamu aja lelet!"

Renji mengangguk dan Byakuya pun sama. Hitsugaya menahan ketawa, "Hmpf…"

"Ka… Kalian! KALIAN KEJAM!" Teriak Ichigo.

para personil hanya tertawa melihat pundungnya Ichigo. "Hahahaha..."

Maka, dengan ini... Karir IchiReToRu Band... Akan segera dimulai...

To Be Continued

Behind the scene...

„Hh... Chapter ini kagak ada cuap-cuapnya... Hh… Sedih…" Ucap Ran.

Matsumoto sweatdrop, "Hahahaha… Sabar ya… Kamu sudah dapat giliran ngomong diatas! Sabar ya…"

Ran tetap manyun dan meminum lemon tea nya. "Ya deh…"

Matsumoto teringat sesuatu, "Oh ya, foto yang itu kamu kasih ke Hitsugaya-Taichou?"

Ran mengangguk. Matsumoto dengan girangnya bertanya, "Lalu? Lalu?"

„Ya... Gitu deh... Hehehe"

Matsumoto menghela napasnya, „Hh... Dasar... Ya sudah deh... Mari kita lihat perkembangannya selanjutnya!"

„SIIP!"

Oh ya... Guwe lupa bilang... Kalau teks baris pertama lagu Glow itu... Takut salah! Coz, di teks yang kudapatkan, kagak ditulis… Hehehe… Moga-moga bener… Ditunggu reviewnya! (Sekalian request, lagu yang mau dibawakan oleh mereka di chap selanjutnya. Ohohohoho)"

Kamus...

Hanabi: Kembang api