Gomen kalau telat apdet. Coz, baru nemu inspirasinya… Hehehe… Ok, pembahasan repiuw dulu… Hehehe… XD

yuuna hihara : Sudah di apdet.. heheh XD makasih udah ripiuw! Wah, kalau nyelip-nyelip gak apa kan? Hhe XD kayanya, ini cerita gak bakal ada pairing sih… hhe XD Gak apa? Hhe XD. Selamat menikmati! Hhe XD

Astrella Kurosaki : Makasih XD Hehehe... XD (kata IchiRuki). Yup, terima kasih sudah repiuw. Memories in the rainnya ditunggu ya... hhe XD Selamat menikmati!

aRaRaNcHa: Mereka memang so sweet… hhe XD. Ok, thank`s requestnya ya! Tapi, standing to defend you dulu ya… hhe XD Siip. Makasih udah repiuw dan… Selamat menikmati! Hhe XD

Yup, pembahasan ripiuw sudah... sekarang, kita mulai ceritanya... Selamat menikmati!

(Op song: Odoru Pompokorin) *dilempar sendal ama reader*

reader: Memang mau bon odorian?


Cerita asli: BLEACH by Kubo Tite-sensei…

Terinspirasi dari: K-ON! (Tapi cerita diusahakan tidak 100% dari K-ON!)

IchiReToRu Band

(Ichigo, Renji, Toushirou, Rukia Band)

-Chapter 5-


Hari itu begitu damai. Sudah 1 minggu lebih semenjak pertama kali mereka pentas. Sekarang, mereka sedang menikmati libur kenaikan kelas di suatu villa pribadi di pinggir pantai. Kebetulan hari itu adalah hari malam tahun baru. Kebetulan buangetlah, Byakuya mempunyai villa dipinggir pantai. Letaknya juga strategis buanget! Pemandangan ke lautnya, pas sunset nya paling muantap! Sekarang, mereka sedang bermain kembang api di halaman depan villa itu.

"Rukia! Aku minta kembang apinya lagi! Disimpan dimana?" Ucap Renji.

"Ah, di tas ransel aku! Kau tahu dimana kan kamarku?" Jawab Rukia sambil melihat kembang api yang berputar-putar di tanah.

Renji mengangguk dan masuklah dia kedalam villa itu. Renji sendirian di dalam villa itu dan berjalan menelusuri lorong yang gelap menuju kamar Rukia. „Ah, disana ya!"

Renji membuka pintu dan membuka tas Rukia. Tiba-tiba, suatu bayangan putih muncul dibelakang Renji. "Hihihi…"

Renji menengok dan disana kosong tidak ada siapapun. "Ah… Mungkin Cuma perasaan…"

Renji pun meninggalkan kamar Rukia tanpa tahu ada yang mengikutinya dari belakang. "Hihihi…"

Setelah ditunggu, Renji akhirnya datang, "AH! Renji! Kau datang juga!" Ucap Ichigo.

Renji mengangguk, „Ah~ Eh Ichigo..."

„HM?"

„Tadi... Kamu merasakan hawa seseorang gak?"

Ichigo mengangkat alisnya, „HAH? Kagak ada ah... Cuma kita aja... Ya kan, Toushirou?"

Ichigo menoleh dan kaget melihat Ichigo sudah tertidur di kursi dekat sana. "Waleh… Toushirou ketiduran!"

Wajah Rukia memerah karena Hitsugaya tertidur mengenakan celana pendek biru muda dan kaos putih serta jaket biru muda. Betis yang lumayan mulus itu pun kelihatan. Rukia nosebleed dan melihat kembali kembang api. Byakuya memakan sate ayamnya dan bercerita, „Nee... Kalian tahu sebuah cerita gak?"

Semua memandangi Byakuya, "Cerita apa?"

Byakuya menghela napas, "Kalian tahu kan kebiasaan orang-orang saat musim panas?"

Ichigo sweatdrop, "Byakuya… Sekarang musim dingin lho!"

Byakuya tertawa, "Hahaha… Ya sudah! Kebiasaan orang saat liburan musim panas adalah bercerita. Nah, sekarang aku akan mulai ceritaku!"

Saya tahu cerita ini dari masyarakat sekitar sini. Katanya, ada seorang wanita berkimono putih yang bergentayangan disini! Lalu, dia suka menghantui orang-orang yang menginap di villa ini (Author merinding gara-gara pas nulis bab ini, dia dirumah sendiri). Sudah ada sekirar 3 orang jadi korban. Karena, setiap orang yang melihatnya, mereka pasti akan pingsan di tempat atau lari terbiri-birit. Rambutnya putih panjang seperti Sode No Shirayuki. Dan jika dia datang, dia pasti mengucapkan…

"Apakah anda lapar?"

Semua terdiam gara-gara cerita Byakuya itu. Rukia tertawa, "Nii-sama! Kau hebat bisa meniru suara perempuan sempurna seperti itu! Anda hebat!"

Semua memandangi Rukia, "Ru… Rukia… Itu bukan saya yang bertanya lho…"

Rukia langsung terdiam dan sweatdrop, "Ja… Jadi… Itu suara siapa donk?"

Ichigo berteriak, "GYAAA!"

"BYAKUYA! DIBELAKANGMU!" Tunjuk Ichigo.

Byakuya menoleh dan munculah seorang wanita berambut putih panjang dengan aura yang menyeramkan. Disampingnya, muncul roh-roh mistis. Byakuya terdiam 1000 kata dan matanya memutih. Renji, Ichigo, dan Rukia cengo dan gemetaran. Wanita itu bertanya, "Apakah anda lapar?"

Setelah kembali dari alam kagetnya, mereka berteriak… "GGGGGYYYYAAA!"

Mereka pun lari terbirit-birit menuju dalam villa. Tidak lupa, Ichigo menggendong Hitsugaya yang tertidur. Wanita itu cengo, "Padahal… Saya hanya mau menawarkan jagung bakar… Tapi, kok pada kabur?"

Seseoran muncul dari belakang wanita itu, "Jelas aja! Orang kau muncul seperti itu! Siapa yang gak takut coba?"

Wanita itu mengehela napas, "Ya deh… Ok, ayo kita pergi ke tempat lain!"

Para shinigami yang berada dibalik pintu hanya bisa gemetaran, "GILE! BENERAN MUNCUL HANTUNYA!"

Akhirnya, setelah saling memandangi, Ichigo mengangkat kakinya dan berjalan menuju kamar Hitsugaya. "Ah… Aku ke kamar Toushirou dulu ya! Habis itu aku mau berendam di belakang… Ja'ne!"

Renji juga mengikuti Ichigo. Rukia menunduk dan pergi ke kamarnya untuk mengambil baju ganti. Sedangkan Byakuya, dia masih gemetaran karena penampakan tadi. "Gu… Gue… Bakalan… Dihantui!"

Ichigo menidurkan Hitsugaya di sebuah kasur king size (mewah amet villa nya =="). Tiba-tiba, Hitsugaya terbangun… "Ku… Rosaki?"

Ichigo menoleh pada orang yang memanggil namanya, "AH? Toushirou! Kau sudah bangun ya?"

Hitsugaya bangun dan duduk di kasurnya sambil mengucek-ngucek matanya. "Kamu mau kemana?"

Ichigo tersenyum, "Mau berendam! Lumayan berendam sambil melihat kembang api tahun baruan! Mau ikut?"

Hitsugaya mengangguk dan berjalan menuju kolam pemandian air panas yang terletak dibelakang villa. Di belakang villa itu memang mempunyai 2 kolam air panas murni. Airnya langsung dialirkan dari gunung dekat sana. Dengan nuansa tradisional, menambah keasyikan dan kemewahan villa itu.

"Fuwa… Mantap na!" Lega Ichigo.

Saat itu, Ichigo masih sendiri di kolam air panas itu. Hitsugaya sedang ke kamar kecil dan Byakuya serta Renji sedang ganti baju. Kulit Ichigo memerah karena air panas itu. Ichigo memasukan tubuhnya hingga mendekati matanya. "Gyahaha… Udah lama aku tidak berendam air panas begini!"

Tiba-tiba, pintu masuk bergeser dan masuklah Hitsugaya serta Renji dan Byakuya yang sudah… Ehm… Bertelanjang dada dan hanya memakai handuk di pinggangnya (Author mimisan + digaplok readers). Ichigo tersenyum, "Kalian sudah datang!"

Renji tertawa, "Iya donk! Kita kan mau lewati malam tahun baru dengan cara unik! Hehehe…"

Ichigo tertawa dan masuklah Renji bersama yang lain kedalam kolam pemandian itu.

"Gile! Mantap boo!" Tawa Renji.

Byakuya tersenyum, "Siapa dulu donk yang punya villanya?"

Ichigo bertanya, "Kau hebat Byakuya! Tapi, bagaimana caranya kau bisa membeli villa seenak ini? Bukannya sangat mahal?"

Byakuya meminum tehnya yang disimpan dipinggir kolam, "Sruup… Aku pernah menabung dari gaji Shinigamiku. Aku ingin membeli sebuah villa di living world. Akhirnya, keinginanku itu kesampaian dekat-dekat kemarin. Karena jarang dipakai, mending dikontrakan dan kita pakai untuk latihan intesif!"

Renji tertawa, "Itulah kaptenku! Hahaha…"

Ichigo memperhatikan Hitsugaya yang terus menunduk. Tubuhnya begitu memerah dan Ichigo mendekatinya. "Toushirou? Kamu sakit?"

Otomatis, tubuh Hitsugaya makin memerah. "A… I… U…"

Ichigo mendekatkan tangannya pada kening Hitsugaya. Otomatis, suhu air disana makin dingin. Renji dan Byakuya langsung, "GYAA! KOK JADI DINGIN BEGINI! HITSUGAYA-TAICHOU! KONTROL REIATSU ANDA DONK!"

Hitsugaya hanya bisa kaget dan menggelengkan kepalanya. Akhirnya, suhu airnya kembali normal. "Fiuh… Makasih! Hitsugaya-taichou!" Senang Renji dan Byakuya.

Ichigo berdiri di depan Hitsugaya, "Ne… Kamu baru pertama kali berendam bareng kaya gini?"

Hitsugaya mengangguk dan Ichigo mengucek-ucek kepala putihnya. "Hahaha… Kamu benar-benar masih polos! Hahaha! Sesama jenis saja, kau sudah seperti naga rebus! Apalagi lawan jenis! Hahaha…"

Hitsugaya memukul tangan Ichigo, "URUSAI! Kurosaki! Masuk lagi sono dalam air! Nyetak banget sih handuk loe!"

Ichigo tertegun dan duduk disebelah Hitsugaya. "Ok deh… Hahaha…"

Sambil menunggu kembang api muncul, para cowok mulai mengoceh ala cowok. Mulai dari yang biasa, hingga hard. Mereka saling tertawa dan main air. Rukia berada di kamarnya, duduk di beranda dan melihat ke langit sambil mendengar lagu. Rukia membaca komik K-On! Nomor 2. Dia tertawa kecil saat membaca itu. Tiba-tiba, suara kembang api muncul dari atas langit.

BUUMMMM…

Para personil IchiReToRu langsung melihat keatas langit. Renji berdiri di kolam dangkal itu. "HAPPY NEW YEAR!"

Gara-gara ocehan Renji itu, lemparan sandal mendarat pas di kepala Renji. "DUDUK DUDUL! Udah tahu yang paling nyetak handuknya itu kamu!"

Renji pun kelelep tidak menyadarkan diri. "Blup… Blupp…"

Semua melihat ke langit dan mengangkat tangannya, "Happy new year!"

~Esoknya~

Rukia mengamuk-ngamuk gara-gara tidak ada satupun personil band yang latihan. Memang sih semua datang ke ruangan latihan, tapi… Sesampai disana, mereka hanya guling-guling dan tidur.

"OI… Semua! Kok pada males-malesan gini sih? Katanya ini mau latihan intesif! Kok pada males begini?" Heran Rukia.

Ichigo menjawab dengan nada malas-malasan, "Rukia… Badan gue gak enak!"

Renji melanjutkan, "Betul! Betul! Betul!" dengan meniru nada Upin dan Ipin.

"Iiih… Kalian kenapa sih? Gara-gara tadi malam berendamnya kelamaan sih!" Kesal Rukia.

Hitsugaya sekarang yang menjawab dengan tangannya menutupi matanya, "Salahin Kurosaki tuh! Sapa suruh lama-lama berendamnya!"

Ichigo balas ocehan Hitsugaya, "Eh, Toushirou! Bukannya kamu sendiri yang ingin ikut? Kenapa salahin aku sih?"

Byakuya mencoba melerai mereka dengan sindirian, "Ah… Berisik bangetlah sumpah! Heh, para mulut ember disana! Diem napa sih? Kepala gue pusing!"

Ichigo dan Hitsugaya berteriak, "ITU SALAHMU SENDIRI! KENAPA MINUM SAKE KEBANYAKAN!"

Rukia yang kesal, melemparkan satu-satu map biru pada orang-orang terkapar disana. "URUSAI! BACA INI DEH! SAYA TIDAK MAU MENJELASKAN!"

Semua membuka map itu sambil tiduran. "Peresmian sekolah? Kita harus tampil?" Tanya Ichigo.

Rukia mengangguk, "YA! Kepala sekolah menyuruh kita untuk tampil saat peresmian sekolah menjadi mitra dengan Jerman! Gue dan nentuin lagu apa yang kalian bawakan!"

Renji melihat kearah Rukia, "Apa saja?"

"Lihat di halaman belakang!"

Saat melihat halaman belakang, semua langsung terkejut…

„I... Ini..."

1. Memories in the rain (Ichigo),

2. Standing to Defend you (Renji),

3. Nothing gonna change my love for you (Ichigo),

4. OO (Infinite) Loop (Ichigo) (ending 2nd Kaichou Wa Maid Sama) ,

5. Listen to One story (Byakuya & Rukia).

"Gile… Gue nyanyi 3 lagu gini! OI! Kamu tahu kan kalau suara saya fals! Tentu kau ingat saat kita nyanyi bareng dulu kan?" Panik Ichigo.

Rukia menyengir ala Ichimaru Gin. „Makanya! Kita buat waktu 1 bulan ini untuk membuat suaramu tidak fals lagi! OK?"

Ichigo mengeluarkan keringat dinginnya, "Ada Ichimaru kedua?"

Rukia akhirnya membalikkan badannya dan menepukkan tangannya. "OK! KITA SEKARANG LATIHAN! UNTUK RENJI DAN AKU DAHULU! ICHIGO... Kita buat hingga pita suaranya lepas nanti! Hahaha..."

Walau sudah diberi semangat, Renji tetap ogah-ogahan, „Uu... males banget sumpah! Rukia, latihannya nanti aja deh... Kan ada satu bulan gini... Pliiss..."

Rukia memasang deathglare pada Renji, "Ih… Katanya, kalau main bass itu… Bisa buat tangan gak kelihatan buntet-buntet lho… Jadi kuat ama keras lho…"

Renji melihat tangannya yang sudah menunjukan bentuk 'buntet'. Setelah terdiam beberapa detik, Renji langsung bermain bassnya.

Nging... Ngiing... Nggiiinng

„GUE GAK MAU JADI BUNTET NIH TANGAN!" Semangat Renji.

Rukia mengangguk, „Nice move!"

Hitsugaya dengan dinginnya tidur lagi. Sekarang, incaran Rukia adalah kapten divisi 10 itu. Rukia mendekati bibirnya pada telinga Hitsugaya, "Nee… Hitsugaya-taichou… Tahu sesuatu gak?"

"Apa?" Sinis Hitsugaya.

Rukia pun melanjutkannya lagi, "Katanya, kalau main drum itu… Bisa nambah tinggi lho…"

Mendengar kata 'tinggi', Hitsugaya pun bangkit dan duduk di bangku drummernya.

Dug... Dug... Dug...

„OI! AYO KITA LATIHAN!" Teriak Hitsugaya.

Ichigo hanya bisa cengo melihat perubahan 359 derajat teman-temannya itu. Rukia ketawa laknak, "Hahaha… Ayo kita mulai latihan! Heh, gitaris disana! Jangan cengo wae! Cepetan napa?"

Ichigo menangis dalam hatinya, "Mengapa nasibku malang gini sih?"

Mereka pun mulai latihan. Awal-awalnya sih semangat. Tetapi, kesini-sininya…

"Haduh… Cape euy…" Ucap Renji sambil menyimpan bassnya.

Hitsugaya keluar dari tempat duduknya dan guling-guling di lantai, "Uhh… Badan gue sakit…"

Ichigo menyimpan mic serta gitarnya. "Haduh… Tenggorokan aku sakit…"

Rukia mengambil harisen(1) dan memukul satu-satu personil bandnya, Plak! Plak! Plak!

"OI! NYERI TAHU!" Amuk Ichigo.

Rukia memukul harisennya lagi, "Bagus lah! Ini balesannya! Kenapa kalian sudah tumbang? Padahal baru latihan 10 menit latihan! Kalian tuh cowok bukan sih?"

Ichigo menjawab, „Tapi, kalau badan kita sakit... Gimana bisa latihan du…"

Tiba-tiba, pintu terbuka dan Byakuya pun masuk ke ruangan itu. "OI! Semua! Ada kiriman pizza nih! Ayo, makan dulu!"

Mendengar kata 'pizza', mereka langsung ngacir dan mengerumuni pizza itu. Dengan kecepatan super, pizza itu pun ludes dimakanin RW09 (2). Rukia langsung mendapatkan semangat setelah memakan pizza itu. „Ok semua! Ayo kita..."

Tetapi, ruangan itu sudah kosong melompong. Ditinggalah Rukia sendiri di ruangan itu. Ichigo berteriak dari ruang tengah, "PANTAI!"

"YEAH! PANTAI!" Senang Renji.

"Gak asik liburan tanpa ke pantai!" Senang Byakuya.

Mendengar itu, Rukia yang ditinggal sendiri…

"Hiks… Aku juga ke pantai deh!" Ucap Rukia sambil membuka tas kecilnya dan mengluarkan baju renangnya.

-Di pantai-

Di pantai itu lumayan sepi, padahal jam menunjukan pukul 12 siang. Sebenarnya, di dekat sana sedang ada festival tahun baru. Tapi, mereka lebih memilih ke pantai dengan alasan, „Ke festival lebih rame malam-malam!"

Dengan kemeja putih aksen merah (merah putih donk! XD) yang kancingnya terbuka hingga terlihat tubuhnya yang... SIX PACK! Mengenakan boxer hijau dan kalian tahu siapakah dia? Ya, sang jeruk! ICHIGO KUROSAKI!

Ichigo berlari dan membuka kemejanya hingga dilempar entah kemana. Dengan ‚artistik'nya, dia jebur ke dalam air.

„Fuwa! Seger! Toushirou! Ayo sini!" Ajak Ichigo sambil melambaikan tangannya setelah keluar dahulu kepalanya.

Hitsugaya yang berada dipinggir pantai mengenakan boxer biru dan kaos oblong hitam menjawab, „MALES! Panas ah! Aku males kesana!"

Ichigo manyun dan kembali berenang. Renji menoleh, „Taichou yakin tidak mau berenang?"

Byakuya menjawab sambil membuka kacamata hitamnya, „Hah? Gak ah! Nanti kulitku item! Kalian aja!"

Tiba-tiba, mereka dikagetkan dengan Rukia yang mengenakan baju renang merah. Dia datang sambil membawa bola besar, „SEMUA! AYO KITA MAIN BOLA!"

Ichigo dan Renji yang mendengar itu, langsung keluar dari air dan mendekati Rukia. „AYO!"

Hitsugaya hanya memfoto kegiatan yang Ichigo dan kawan-kawan lakukan. Ada saat Ichigo terjatuh pas mau servis bola, Renji yang kepleset, dan Rukia yang berenang. Lalu, saat mereka memukul semangka. Pas Ichigo yang memukul, bukannya semangka yang kena, malah sang nanas, RENJI. Lalu, Rukia membuat chappy dari pasir dan Byakuya yang tiba-tiba berada di sebelah Rukia, membuat Ambsador Seaseed. Ichigo dan Renji membuat sebuah kastil dengan antena berbentuk nanas. Hitsugaya tertawa kecil melihat kekacauan itu.

Sore pun tiba. Setelah berfoto-foto saat sunset, mereka beranjak untuk pergi ke festival sesudah mandi. Tentunya, mereka memakai yukata dan membawa kembang api. Ichigo mengenakan yukata berwarna hitam dan obi merah. Rukia mengenakan yukata pink dengan kembang kuning dan rambutnya diikat kucir kuda. Renji mengenakan yukata putih dengan taburan sakura merah. Hitsugaya memakai yukata berwarna biru dongker dan obi putih garis biru muda. Sedangkan Byakuya, dia tidak mengenakan yukata. Dia mengenakan jaket ungu kehitaman, celana dengan warna sama dan syal hitam. Di dalamnya, dia memakai kaos putih polos dan rambutnya diikat seperti Rukia.

Tentu, Hitsugaya tetep setia dengan kameranya. Dia memfoto semua pergerakan personil bandnya. Ada saat Renji gagal menangkap ikan, Ichigo dan Rukia duaan, dan Byakuya yang kesal menunggu takoyakinya selesai dibuat. Ichigo yang ingin menjahilin Hitsugaya, berpura-pura minjem kamera. Dan apa yang dilakukan Ichigo? Ya, dia memfoto saat Hitsugaya dengan STRIKE nya menembak incaran sebuah hadiah menggunakan shootgun. Hadiah yang didapatkan Hitsugaya adalah sebuah boneka kelinci. Rukia melihat itu langsung berbinar-binar. Hitsugaya melihat Rukia dengan tatapan kasihan. Dia pun memberikan boneka kelincinya pada Rukia.

„Ini buatku?" Kaget Rukia.

Hitsugaya mengangguk, „YA... Coz, kalau aku punya ini juga, gak guna! Buat kau aja! Yang kutahu, kau suka kelinci kan?"

Rukia senang dan menerima boneka itu. Rukia langsung memeluk boneka itu. Tentu, Ichigo tidak melewatkan saat itu untuk difoto. Tiba-tiba, Ichigo teringat sesuatu dan memanggil seseorang, „Ne, gadis yang disana! Bisa bantu saya?"

Gadis itu menoleh, „YA?"

Ichig memberikan kamera, „Bisa foto kami berlima menggunakan kamera ini?"

Gadis itu mengangguk dan diangkatlah kamera itu untuk memfoto Ichigo dan kawan-kawan. 1... 2... 3...

JEPRRREEETT!

Ichigo mengangguk dan mengambil kembali kameranya. Saat dia melihatnya, dia tertawa, „Inilah foto bersama kita saat festival tahun baru!"

Semua melihat dan tertawa, „Wahaha... Sugoi!"

Mereka pun melihat ke langit. Rukia mengangkat tangannya, „Nanti... Kita pasti akan menjadi band terkenal! Aku yakin!"

Semua tersenyum mendengar kesungguhan hati Rukia. Ichigo menutup matanya dan mengucek-ngucek rambut Rukia. „Kalau begitu, ayo semangat! Ketua!"

Rukia tersenyum dan tertawa, „Ahahaha..."

-To Be The Continued-


Ran: Kok endingnya ngantung ya.. *manggut-manggut janggut*

Ichigo: He euh... Naha Ran?

Ran: Kagak tahu tah! Salahin tanganku! Yang ngetik tanganku juga!

Ehm... Ehm...

Makasih yang sudah membaca ini fic. Maafkan atas ketelatan saya meng aplot ini fic. Coz, rangka awalnya, si Ichigo bakal kecelakaan. Tapi, kata temenku, „Gak nyambung!". Setelah dipikir-pikir lagi, memang sih... Ini juga inspirasi dari K-On!. Cerita K-On! kan ringan-ringan saja. Makanya, setelah di edit lagi... Beginilah jadinya! Hehehe... Maaf banget telatnya... Hiksu... Hiksu... Paling susah nyari inpirasi ini... hhe XD. Ok, terima kasih yang sudah me review, follow, like, dan membaca fic ini. Maafkan kalau ceritanya ngebosenin. Karena, saya pengen nyoba buat cerita ringan-ringan. Hhe XD

Hitsu: Kamu kebiasaan membuat cerita tragedy sih. Hahaha...

Ran: *ketawa maksa* Haha... Ya sudah, terima kasih yang sudah merequest lagunya. Aku berterima kasih XD hhe XD

Rukia: Ya... Nanti, kita akan coba pertukaran posisi dimana Ichigo menjadi vocalis serta gitaris dan saya jadi pianis plus backing vocal.

Renji: Betul Betul Betul!

Ran: Ahaha... Ya sudah, maaf kalau tidak ada cuap-cuapnya! Terima kasih telah membaca dan... Sampai jumpa! *melambaikan tangan*

-Ed Song, Link by L`Arc En Ciel-

Kamus:

(1) Harisen: Kipas putih besar yang sering dipakai untuk mukul. Bisa dilihat saat Sanzo (saiyuki) memukul Goku atau... Saat harisen-sensei memukul Nodame (nodame cantabille). hhe XD

(2)RW09: artinya REWOG. Atau rakus... hhe XD