Pembahasan review dibawah... jadi... selamat menikmati XDDD
Cerita asli: BLEACH by Kubo Tite-sensei…
Terinspirasi dari: K-ON! (Tapi cerita diusahakan tidak 100% dari K-ON!)
IchiReToRu Band
(Ichigo, Renji, Toushirou, Rukia Band)
-Chapter 6-
Rukia sedang serius membaca sebuah kertas. Renji datang menjahilin Rukia dengan menggoda kalau dia punya gantungan chappy. Rukia yang tentu suka sekali dengan chappy, langsung berusaha mengambil gantungan HP itu dari tangan Renji. Tapi, Renji tidak begitu saja memberikannya pada Rukia. Rukia menggunakan otak liciknya dan bilang… "AH! ADA NANAS!"
"Hah? Mana?" Toleh Renji.
Saat Renji lengah, Rukia langsung mengambil gantungan itu dari Renji. "DAPAT!"
"Ah! Dasar kau Rukia! Licik!" Seru Renji dan mengacak-ngacak rambutnya Rukia.
Renji melihat kertas yang dipegang Rukia. Dia pun menunjuknya dan mengeluarkan penasarannya. "Rukia, itu kertas apa?"
Rukia menoleh setelah 'memanjakan' si Chappy. "Ah? Itu teks lagu Bouken Suisei dari Kurumi Enomoto-sensei. Lagunya enakeun… Jadi aku download deh! Lumayan buat bahan tampil! Hehe…"
Renji mengangguk dan memakan kue yang disajikan di meja ruang music itu. Dia duduk di sofa sebelah Rukia. Renji pun mulai ngobrol dengan Rukia. "Oi… Target utamamu buat band itu apaan sih?"
Rukia melipat kertasnya dan menyenderkan tubuhnya di sofa. "Hm… Let me see… Aku pernah liat ada berita kalau ada ajang music bergensi di abad ini. Yang bisa tampil di acara itu, hanya band-band yang mempunyai talenta yang bagus. Ajang music itu dilaksanakan di USA. Kan, keren tuh… Kita berada di USA, lalu main band disana. Dan, berjalanlah kita di karpet merah! OMG! Keren banget kan?"
Renji hanya cengo mendengar impian Rukia itu. Wajah Rukia memerah. Ya, tujuan dia mendirikan band itu, baru pertama kali diucapkan. Rukia berusaha mengalihkan pembicaraan. "AH! Udah! Udah! Jangan pikirkan itu! Kita bicara yang lain yuuk! Yu-"
Tiba-tiba, seseorang membuka pintu ruang music. Datanglah Byakuya yang nampaknya sangat senang sekali. "OI! Suara Ichigo Kurosaki sudah lebih baik daripada yang dulu!"
Rukia dan Renji menoleh ke sumber suara. "Benarkah?"
Byakuya mengangguk. Dia pun menyuruh Ichigo untuk berdiri di depan pintu sambil memegang gitarnya. Ichigo pun mulai bernyanyi… *Dengan suara serak* "NOTHING GONNA CHANGE MY LOVE FOR YOU~"
Rukia dan Renji dengan reflek menutup telinganya. "Se… Se… STOOOOOOPPPPPPPP!"
Ichigo kaget dan memberhentikan nyanyiannya. "Ke… Ke…"
"SUARAMU JELEK! BAHKAN, LEBIH PARAH DARI SUARAMU YANG SEBELUM INI! KAMU NIAT NYANYI GAK SIH?" Teriak Renji dengan hujan lokalnya di depan wajah Ichigo.
Ichigo membalasnya dengan suara serak. "Ta… Tapi… Aku sudah berusa-"
"Ichigo…" Panggil Rukia.
Ichigo melihat Rukia. Rukia menunduk dan menunjukan raut wajah sedih. "Terima kasih atas kerja kerasmu… Tapi, sudah cukup! Aku senang kalau kamu mau bersusah payah untuk penampilan kita! Tapi… Kita ganti strategi saja! Biar aku yang menyanyi!"
"Rukia…" Kecewa Ichigo.
"Jangan bernada kecewa gitu donk! Nanti aku kasih waktu lain deh! Tunggu suaramu balik dulu! Hehe…" Senyum Rukia.
"Rukia… Kau… Kau baik sekali!" Nangis Ichigo. Ichigo begitu parah nangisnya hingga napasnya susah dan sesuatu mélér dari hidungnya.
Rukia kaget. Pasalnya, dia jarang melihat Ichigo nangis seperti itu hanya karena hal sepele begitu. Rukia berusaha untuk menghibur sahabatnya itu. "Tu… Tunggu… Jangan nangis donk!"
Ichigo membalas ucapan Rukia. "SIAPA YANG NANGIS? Orang mataku nangis gara-gara ada yang ngulek bawang dibelakangku!"
Rukia menengok ke belakang Ichigo dan menemukan Renji yang sedang ngulek bawang merah dibelakang kepala Ichigo. "RENJI! APA YANG KAU LAKUKAN?"
Renji ternyata melakukan kegiatan jahil 'luar biasa'nya lagi. Dia mengulek bawang merah tepat di belakang kepala Ichigo. Rukia dan Ichigo yang kesal, menendang Renji keluar jendela. Renji pun jatuh dari lantai 3 gedung sekolah mereka. "GYAAA!"
Rukia menghela napas dan menyenderkan tubuhnya lagi ke sofa. Dia melihat Ichigo yang sedang heboh menghapus air matanya. Dia melihat ke arah 30 derajat sebelah kanannya, menemukan kakaknya yang sedang minum kopi. Dia melihat 90 derajat dari Ichigo berada, menemukan Hitsugaya yang sedang membersihkan drumnya. Rukia menghela napas dan mengeluarkan catatannya.
"Hh… 2 lagu dihapus… Jadi, harus cari lagu pengganti deh…" Gumam Rukia.
Tiba-tiba, teleponnya berdering. Di layarnya, tertulis kalau yang meneleponnya adalah sang ketua OSIS sekolahnya. "Ya? Kuchiki Rukia disini!"
"Ah! Rukia-san! Begini… Ada laporan dari guru pengawas. Katanya, penampilan setiap band hanya dikasih waktu sekitar 15 menit! Jadi… Kami mohon, untuk band Ichiretoru mempersiapkannya!"
"OH? Begitu kah? Terima kasih atas informasinya ya, ketua OSIS!" Jawab Rukia.
Rukia pun mematikan teleponnya dan melirik catatannya lagi. "Kalau 15 menit setiap band mah… Berarti, kita hanya bisa membawakan lagu 2-3 lagu! Belum dikurang waktu persiapannya! OK deh, kita gunakan lagu itu saja!"
Rukia berdiri dari sofanya dan menepuk tangannya. "OK teman-teman! Tadi aku baru dikasih tahu dengan ketua OSIS kalau penampilan setiap band hanya dibatasi sekitar 15 menit! Juga, gara-gara suara Ichigo yang serak, kita akan mengganti lagu yang kita bawakan!"
Semua duduk di sofa yang ditata model square. Renji juga sudah bergabung kembali. Rukia menarik napas dan mulai berbicara…
"Waktu kita tidak banyak! Hanya 5 hari lagi! Jadi, kita harus latihan intensif mulai hari ini! Lagunya adalah, Standing to Defend You oleh Renji. Listen to One Story oleh aku dan Nii-sama. Dan sisanya… Song For You yang dibawakan olehku. Aku hitung, kira-kira, waktu yang kita gunakan kurang dari batasnya, 15 menit. Jadi, apakah kalian setuju?" Jelas Rukia.
Keadaan hening. Setelah ada anggukan dari seluruh anggota, Rukia tersenyum. "Sankyuu, minna-san!"
Hari sudah petang. Rukia memutuskan untuk memberhentikan latihan hari itu. Semua pun membereskan peralatan musiknya. Saat Rukia mau menseleting blazernya, Ichigo mendekatinya. "Gomen Rukia, gara-gara aku…"
"Hei! What`s up? Gak apa kali! Santai aja! Toh, ini Cuma acara sekolah doank! Kita Cuma jadi pengisi acara! Santai aja!" Senyum Rukia.
Wajah Ichigo memelas. Rukia menghela napas. "Hh… Please deh… Sekarang kita tidak berada dalam keadaan perang! Ngapain kau memasang wajah menyesal begitu! Haduh… Haduh… It`s Ok kok! Santai aja! Kamu istirahat aja gih! Supaya nanti pas tampil, kau fit!"
Ichigo mengangguk dan mengajak Rukia pulang. "Ya sudah! OK, ayo kita pulang! Takut keburu malam!"
Rukia mengangguk dan mengambil tasnya yang disimpan di sofa. Saat Rukia keluar ruang music, dia aneh karena Renji menatap lorong yang gelap terus menerus. "Renji, kau kenapa?"
Renji menoleh ke sumber suara, "Ah? Gak ada apa-apa kok Rukia! Ayo, kita pulang!" Dan mereka pun berjalan menuju pintu keluar di lantai 1.
TAP… TAP… TAP…
Ichigo mendekati loker dimana dia menyimpan sepatunya. Deretan lokernya berbeda dengan loker punya Rukia dan yang lain. Sehingga, dia berada sendiri disana. "Ah… Hari ini begitu melelahkan!"
Tiba-tiba, pergerakan Ichigo terhenti karena ada seseorang yang menepuknya dari belakang. Saat Ichigo menoleh, tidak ada siapa-siapa disana. Ichigo menghela napas dan kembali memakai sepatunya. Setelah selesai, pergilah dia menuju pintu keluar dimana Renji dan yang lain menunggu.
"Haduh… Ayo cepat mas! Jalanmu kaya Putri Solo saja!" Kesel Renji.
Ichigo menghela napas dan menjawab seruan Renji dengan sinis. Tiba-tiba, ada suatu blitz datang dari belakang Renji dan yang lain. Ichigo kaget dengan cahaya yang datang tiba-tiba dari kamera digitalnya Rukia. Renji langsung menasihati Rukia. "Rukia! Apa yang kau lakukan?"
Rukia tersenyum, "Hehe… Buat dokumentasi, bro!"
Ichigo menghela napas dan bergerak dari tempatnya berdiri. Semua mendekati Rukia yang sedang membuka foto tadi. Terlihat, raut wajah dingin Hitsugaya, wajah kesal Renji, Byakuya yang sedang berkedip, dan Ichigo yang sangat tidak kobe karena diomelin Renji. Tapi, Rukia merasakan keganjalan pada foto tersebut. Ada sesuatu di pundak kanannya Ichigo. Rukia pun men-zoom in foto tersebut. Dan, apa yang ditemukan permisa?
Ya, dengan penemuan tersebut, Rukia bertanya… "Tangan siapa ini?"
Ichigo melihat foto tersebut bersama teman-teman yang lain. Ichigo kaget akan 'penampakan' yang terjadi pada dirinya. Ya, selain ada tangan yang ber-tengger di pundak kanannya, ada rupa cewek berada di belakang Ichigo. Walau hanya keliatan mata kanannya saja, tentu semua yang melihat itu langsung…
"GYAA! Ms. KUNTI!"
Hi… Hi hi hi hi~
XXX
Ichigo jalan cepat menuju ruang music. Mengapa dia cepat-cepat? Ya, sebelum itu, Ichigo kepergok oleh seorang guru yang sedang piket di sekolah. Dia membawa setumpuk map yang banyak. Map itu berisi data-data murid yang mau masuk ke sekolah itu. Ichigo yang merasa kasihan dengan guru tua renta itu, membantunya membawa map ke ruang dokumen. Tetapi, guru itu tidak hanya minta dibawakan map-map itu. Tapi, Ichigo harus menyortirnya per abjad. Bayangkan, lebih dari 280 buah map, harus ia sortir dengan waktu yang sedikit. Belum lagi jika data-datanya kurang. Ichigo harus bolak balik dari ruang penerimaan siswa di lantai 1 ke lantai 3 dimana data disortir.
Setelah mensortir selama sejam setengah lebih, dia ditelepon oleh Rukia untuk cepat ke ruang music. Ichigo yang kebetulan sudah selesai mensortir, langsung izin keluar dan lari ke ruang music. Setelah mendapat persetujuan, Ichigo pun berlari hingga ruang music sambil mengikat rambutnya yang panjang.
Akhirnya, Ichigo sampai di ruang music. Dibukalah pintu ruang music itu. "Ah, gomen semu-"
PLETAK!
"AH! Ichigo! Gomen!" Panik Rukia.
Ya, Rukia melempar sepatu dengan tebal sol setinggi 10 cm. Sebenarnya, Rukia mau melempar sepatu itu pada wajah Renji. Tapi, Renji menghindar, Ichigo-lah jadi korban!
"Haduh… Kepalaku…" Ucap Ichigo sambil mengelus-eluskan kepalanya yang terkena sol sepatu Rukia.
"Gomenne… Aku gak sengaja! Kamu gak apa?" Sedih Rukia.
Ichigo mengangguk. "YA, gak apa kok! Oh ya…"
"Kenapa pakaianmu aneh begitu?"
Rukia kaget dengan pertanyaan Ichigo itu. Dia terdiam 1000 kata. Ichigo melirik pada Renji dan Hitsugaya yang sudah mengenakan baju yang beda dari baju mereka yang biasa. Ichigo melihat Rukia yang di depannya. Tapi, karena baju Rukia yang sedikit terbuka, wajah Ichigo memerah. "Ka… Kalian ngapain?"
Renji menunjuk belakangnya dengan jempol kirinya. "Kami mencoba baju yang baru selesai untuk tampil nanti! Temanya, 'Welcome Deutsch!'. Ini hasil desainnya si author gaje, Ran!"
Rukia menjelaskan tentang pakaian yang dia pakai. "Kata Ran, dia mendapat inspirasi saat pengesahan sekolahnya menjadi mitra Jerman dulu. Nah, dia mencoba memadukan gothic, Lolita, dan bendera Jerman di bajuku! Nah, jadi… Begini lah pakaiannya!"
Pakaian Rukia saat itu adalah, baju dengan warna dasar hitam, dan aksen pita merah. Lalu, pita besar di pinggang belakangnya membentuk warna bendera Jerman, hitam-merah-kuning. Untuk pakaian Renji, dia mengenakan sebuah baju dengan model rada Harajuku dan celananya yang sejenis dengan bajunya. Warna baju Renji berdasarkan hitam dan ada rantai berwarna merah. Di lengan kanan Renji, terdapat pita kecil dengan warna bendera Jerman. Untuk Hitsugaya, dia mengenakan baju tanpa lengan dan celana selutut. Di pinggangnya, ada garis yang melambangkan warna bendera jerman. Kalau Byakuya, dia hanya memakai setelan jas dan ada pita jerman di lengan kanannya.
Sekarang, bagaimana Ichigo?
"Nah! Jadi kau harus ganti baju sekarang!" Dorong Renji.
Renji dibantu Hitsugaya mendorong Ichigo hingga masuk sebuah ruangan. Saat pintu ruangan itu ditutup, terdengar teriakan dari Ichigo. "GYAAAA! RENJI! TOUSHIROU! HENTIKAN!"
Diluar, Rukia sudah mulai negative thinking akan yang terjadi pada Ichigo di ruangan tersebut. Dia tertawa licik dan dalam benaknya, dia hanya ingin menyelinap ke ruangan itu dan memfoto apa yang terjadi. Setelah kehebohan selama 5 menit, Ichigo keluar dengan tampang kusut. Ichigo mengenakan kemeja hitam dan selendang dengan warna bendera Jerman. Celananya sedikit kebesaran dengan model celana Agito di Air Gear.
"Kalian mah kejam! Memaksa aku untuk memakai ini… Kalian kejam!" Kesal Ichigo.
Rukia dan Byakuya mengangguk-angguk paham. Hitsugaya dan Renji bermuka dingin. Ichigo mulai heboh lagi. "Kalian… KALIAN KEJAM!"
XXX
"Guten Morgen! Mein name ist Rin und das ist mein freund,Yuu. Danke!" Ucap pembawa acara.
Di ruang music, Rukia hanya bisa gemetaran karena dia belum hapal apa yang harus dia ucapkan saat dia tampil. Ichigo masih sibuk men-setting gitarnya yang tidak sengaja keubah. Renji sedang merapihkan rambutnya dan Hitsugaya bermain I-Pad-nya. Byakuya datang dengan tiba-tiba sambil membawa kertas jadwal. "Semua! Kita tampil jam 12! 2 jam lagi!"
Tapi, ucapan Byakuya tidak didengar oleh para pemain. Byakuya awalnya pengen cincang mereka menggunakan zanpakutounya. Saat melihat Rukia yang sedang kerja keras menghapal, dia mengurungkan niatnya. Byakuya dapat bernapas lega karena, para pemain sudah memakai pakaian mereka. Jadi, mereka tinggal membawa russel dan peralatan lainnya ke belakang panggung.
Setelah melakukan hal gak jelas selama sejam setengah, akhirnya panggilan untuk IchiReToRu band datang. "Untuk band Ichiretoru, diharapkan stand by di belakang panggung sekarang!"
Rukia langsung berdiri dari tempat duduknya dan memberi semangat untuk teman-temannya. "OK! ICHIRETORU BAND…"
"LET'S FIGHT!"
XXX
"Gu ... Guten Tag! Wir ... IchiReToRu Band. Mein Name ist Rukia. Ich bin Sänger. Das ist mein Bruder, Byakuya Kuchiki. Er ist mein Lehrer in der Schule. Das ist mein Freund, Ichigo Kurosaki. Er ist Gitarrist. Das ist Mein guter Freund, Renji Abarai. Er ist Bassis. Und, Das ist mein Freund, Hitsugaya Toushirou. Er ist Schlagzeuger. Wir haben 3 Songs für Sie alle bringen wird. Wir sind immer noch ein Amateur-Band, also bitte, wenn unser Auftritt ist alles andere als gut verstehen . Wir sind einer der Schulband. Nun haben wir begonnen! "Seru Rukia.
Ya, saat perkenalan itu, Rukia gemetaran hebat. Keringat dingin keluar dari keningnya. Baru kali itu, dia memperkenalkan personilnya menggunakan Bahasa Jerman. Ichigo memberikan semangat pada Rukia dengan cara tidak langsung. Tapi, setelah selesai memperkenalkan personilnya, Rukia pun memasang wajah tajam dan memberikan aba-aba akan dimulainya lagu dengan menyanyikan bait pertama lagunya tanpa music.
"Kikoette… Kikoette… "
Di lagu pertama dengan judul 'Listen to One Story', Rukia berduet dengan Byakuya. Baru lagu pertama, Rukia sudah menunjukan kemampuannya bermain keyboard. Lagu ini, Byakuya lebih sering mengisi sebagai suara belakangnya Rukia. Lagu pertama berakhir dengan sukses! Banyak tepuk tangan yang didapat oleh mereka berdua. Kebanyakan, orang-orang bersorak gara-gara mereka bisa melihat salah satu gurunya bernyanyi. Bahkan, orang mitra dari Jerman-nya juga tersenyum dan bertepuk kedua pun dimainkan. Lagu ini giliran Rukia bernyanyi solo. Byakuya turun dari panggung untuk membiarkan Rukia bernyanyi sendiri. Rukia pun menyanyikan lagu solonya dengan judul 'Song For You'
Gerakan Rukia begitu lincah. Dia bergerak mengikuti alunan lagu yang temponya cukup cepat itu. Saat dia memutarkan tubuhnya, lipatan rok Rukia begitu halus. Lagu selama 01.58 menit itu, berakhir dengan pose Rukia yang sangat gagah. Tangannya menyilang di depan dadanya. Tepuk tangan meriah didapat olehnya.
Akhirnya, tiba juga dimana Renji bernyanyi. Renji berjalan dan memberikan bassnya pada Rukia. Kali ini, Renji menjadi vocalis dan Rukia pemain bass. Lalu, setelah mulai aba-aba, lagu mulai. Lagu dengan judul standing to defend you berhasil memukau para penonton. Mereka melihat kegagahan Renji bernyanyi solo. Rukia kegirangan karena dia bisa bermain bass dengan lancar.
Lagu Standing to Defend You berakhir. Renji dan yang lain menunduk terima kasih. Rukia pun berjalan untuk turun dari panggung. Tapi, tidak sengaja, kakinya tersangkut kabel dan jatuh. Renji, Ichigo, dan Hitsugaya cengo apa yang terjadi di hadapan mereka. Mereka cengo karena posisi Rukia jatuh itu. Para cowok menutup matanya karena rok Rukia sedikit keangkat.
Rukia menarik roknya agar menutupi paha bagian belakangnya itu. Sebenarnya, dia memakai celana pendek se lutut yang tidak ketat. Tetapi, dia tetap menangis. "Huwa! Masa 150 tahun masih kesandung kabel dan jatuh? Huwaa… Mau nangis!"
XXX
Senja sore menyingsing. Menandakan berakhirnya hari itu. Rukia sedang sibuk membereskan pakaiannya, menengok kearah jendela. Dia melihat matahari terbenam yang sangat indah itu. Tetapi, setelah sadar dari lamunannya itu, dia menyadari sesuatu. "Lho? Yang lain kemana?"
Rukia yang sudah kesal, menggeret tasnya yang berat. Sebelum membereskan pakaian, dia sudah berganti menjadi memakai kaos biru muda dan celana pendek berwarna krem. Sesampai di depan ruangan, Rukia dikagetkan oleh semburan terigu dari seseorang. Selain terigu, air juga mengucur diatas kepala Rukia. Rukia yang kaget, berteriak. "UGGGYYYYAAAA! APAAN YANG KALIAN LAKUKAN?"
Ichigo, Hitsugaya, Renji, dan Byakuya menyeringai. "Tanjoubi Omedetou, Rukia!"
Rukia cengo. "E?"
Ichigo menghela napas. "LHO? Kok cengo? Oi, Byakuya! Adikmu ini kenapa?"
Byakuya menggelengkan kepalanya. "Meneketehehe!"
Rukia yang cengo, langsung menjawab pertanyaan Ichigo. "Hari ini emang tanggal berapa?"
"14 Januari!" seru semua.
Rukia langsung memerah. Tubuhnya hampir meleleh menjadi air kalau tidak ditahan oleh Renji dan Ichigo. Ternyata, Rukia lupa hari ulang tahunnya karena sibuk mengurus bandnya. Hitsugaya memberikan cake anggur pada Rukia. Diatasnya ada lilin yang menyala. Setelah make a wish, Rukia meniup lilin tersebut hingga mati. Semua menepuk tangannya dan mengucapkan selamat.
Rukia tersenyum dan tertawa bersama teman-temannya. "Makasih, semua!"
Acara perayaan ultah Rukia hari itu, berakhir. Rukia tersenyum secara lepas. Semua ke-stress-annya hilang hari itu karena teman-temannya yang menghiburnya. Tetapi, kemuraman pasti akan menghiasi mereka kembali karena hari senin, mereka akan mulai menjadi anak kelas XI. Mereka akan punya adik kelas. Dan yang terpenting, mereka bisa promosi eskul (alias, band) saat MOS! "Allright! Semangat!" ucap Rukia.
-To Be Continued-
Ran: Huwwwoooo… Lama banget ane apdet nih fic! Berapa bulan ya? Ada kali 1 semester! Gomen bagi yang menunggu ini fic! Karena keterbatasan waktu untuk mengetik. Hiks… Hiks…
Ichigo: Huwooo… Kok, kau menulisnya dikit sih?
Ran: Sudah gak tahu apa yang mau ditulis! Hehehe…
Ichigo: Kau benar-benar pemalesan!
Ran: Ah… Diem loe!
Hitsu: Oh ya Ran, kau katanya mau cosplay ya?
Ran: *mengangguk* Ya! Insyaallah tanggal 12 Maret, ane cosu di Widyatama jadi Sode No Shirayuki.
Rukia: Anu… Bisa ceritakan bagaimana riwayat cosplay anda?
Ran: Lah? Aku baru cosplay kedua kali disini mah! Pertama di tempat yang sama tetapi setahun yang lalu. Saat saya masih kelas X. Bawa nama sekolah kesana, cosplay 07-Ghost. Kalah sih… Tapi, it`s ok! Toh pelajaran pertama! Hehehe… Lalu, yang tahun ini, Sode no Shirayuki tuh cosu kedua ku! Proyek dari bulan Oktober 2010. Hehehe..
Renji: Lalu, kau cosu sendiri?
Ran: Untuk yang Sode No sih ya… Coz, tadinya aku mau couple-an ama temen aku. Dia jadi Tensa Zangetsu. Tetapi, dia sedang Ujian Sekolah. Hiks… Lalu, aku ajak temen sekelasku untuk menjadi Tensa Zangetsu. Tetapi, dia dengan malu-malu menjawab. "Maaf Ran, aku gak bisa…"
Hitsu: Oh… Si itu ya!
Ran: He euh! Si cowok cantik kelas kita! *Ditendang orang bersangkutan*
Byakuya: Ho… Tapi, setahu aku, kostum yang kau punya cukup banyak.
Ran: He euh
Byakuya: Apa aja?
Ran: Loh? Kok pada wawancara daku gini? Emang tugas wawancara B. Sunda kemarin ya? Hm… Kostum yang kupunya… Seragam sekolah Karakura, jubah militer 07-ghost, jubah Black Order DGM, ama sekarang lagi jahit Furisodenya Sode No Shirayuki.
Ichigo: Apa pesan anda untuk para pembaca yang ingin menjadi cosplayer?
Ran: Saya masih pemula! Tetapi, kalau jadi cosplayer, pasti kita terpentok masalah biaya-biaya. Apalagi, kita seorang pelajar yang belum mempunyai penghasilan uang sendiri. Triknya, mari menabung! Sisihkan uang jajan untuk membeli barang-barang yang diperlukan untuk cosu!
Ichigo: Hoooo… Baik!
Ehmm… Terima kasih telah membaca IchiReToRu band! Kami segenap kru mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk yang sudah setia membaca fic ini. Semoga, fic ini bisa di apdet secepatnya. Terima kasih yang sudah me like, follow, alerts, read, etc. Kami ucapkan terima kasih!
Ran: Ja'Matta!
Cat: Itu kebanyakan translate bahasa jermannya dapet dari google translate. jadi, kl salah, mari kt salahkan google translate XD *dtendang om gugle* yg d om gugle cuma beberapa XDD hhe XDD
… kita nyalakan radio ICHIRETORU dengan frekuensi 999,9- *plak
Seina Rokuta Hanagata: Santai aja XDD hha XD
ditunggu lagunya! XD Thank`s dah review!
Kumonnetskazette: Wahahha XD hints aja gk apa ya? hhe XD *plak
Thank`s dah review!
Bed Wetter Yuri Cawaii: *baca review Yuri* Ah? Billing warnet saya habis! Saya off ya~ *dtendang
Hahaha... Kidding!
ok... kita jawab 1 per 1!
1. Wahaha XD Sankyuu! Smoga bisa seperti ini terus ya!
2. Gimana lagi.. pada pemalesan sih... hha
3. Itu cuma nenek-nenek penjual jagung bakar saja... Tampangnya memang serem... Jagung? Bli sndri XDDD
4 (melenceng). Tanya ke to-chan saja XDDD hha XDDD *kabur
4. berendam semaleman XDDD *nyanyi lagu JB
5. Wahaha XD santai saja XDDD
6. Wokeee XDD
7. Rencananya gk ada pairing... kl ada cuma hints. coz, ini lebih ke perjalanan band doank dan humor XDD
8. Wahaha XD Ayo! ingat lagi XDDD
Ok XD Thank`s dah review!
Fujikaze Akira: Baru? Kl begitu, selamat bergabung di FFn... hhe XD
wAHAHA XDD tenang... tenang... nanti bisa-bisa orang rumah aneh dengan kau XD hha XDDD orang sunda juga? wahahaha XD Sesama orang sunda! *Tos
Akira... Nampaknya ini cuma hints doank untuk pair XD coz, lebih menitik beratkan perjalanan karir dan humor XDD . Sipppooo XDDD
Follow itu kata lain yang aku buat dari alerts. coz, alerts itu semacam follow di Twitter mah XD hhe XDD
Thank`s dah review! XDD
