R&R Replyy~
Cecania Kuroshiyu : Heheh.. maaf ^^; hubunganya, biasa pacaran gak jelas.. *dihajar LenMikuRinLen FC (?)* gpp~ XD
Ruuya : Gimana kalo saia jadikan ntar? *smirk* tapi… habis dipikir-pikir lagi.. jangan deh.. badannya itu lho… -shivers-
Light Usagi : Siap, mak.. ini update kan? ;D
Hanna : Yak yak! XDD Ganteng tapi telmi.. saying Mari contoh KAI-CHAAAN! X33 YOSH! XD
Hikari-chan : CX mm... gak tau juga..? Apa karena bawaan sifat saia? ;p YOSH! XD
Amu-senpai : Akan dicoba! YOSH! XDD
Thanks 4 all the supports!
In-Chan : HOAAAAM!
Miku : Bau!
In-Chan : =="
Kaito : ...
Miku : Ngilang kemana aje lu?
In-Chan : tetep di fandom ini'kan?
MiKAI : *facepalm*
In-Chan : ? DISCLAIMER!
Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid, Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~
Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Last Love to Be © In-Chan Sakura
Miku's POV
"Apakah kau, Shion Kaito bersedia mendampingi wanita yang kau kasihi ini kala senang, susah, kala sehat dan juga kala sakit? Apakah ka-"
Ukh... ceramah pendeta. Bukan tepatnya ritual ini sangat bodoh! Maksudku ini pertunangan dan kenapa ini malah menjadi seperti pernikahan? Walaupun hanya mama ku dan keluarga dekat yang hadir.
"Jadi?"
"Aku bersedia." Aku mendengar guru freak itu menjawab pendeta tadi dengan mantap. Aku mengerutkan dahiku dan menatapnya dengan sebal.
Harusnya dia menjawab 'Tidak, tidak dan TIDAK!' dan pertunangan ini batal lalu aku aku dapat kembali dengan Lenny~.
"Jadi Hatsune-san?" Suara pendeta itu memanggilku, sehingga aku harus menatapnya dan menjawab.
"A-aku.." Aku melirik ke arah lain dan mendapati aku sedang di tatap dengan tajam dan sadis oleh mamaku.
Segera, aku menatap guru freak yang berdiri di sampingku sedaritadi itu. Cih! Pertunangan menyebalkan!
Menggigit bibirku sebelum aku melanjutkan kalimatku. Kalimat paling menyebalkan dalam sejarah hidupku.
"Bersedia.."
Dan bunyi loncengpun terdengar di gereja tua di pinggir kota ini.
Kaito's POV
Aku mengangkat 2 koper besar yang dibawa oleh Hatsune-san. Kenapa? Ah... mama bilang kalau kami harus tinggal serumah setelah pertunangan kemarin.
Akupun menghela nafas dengan berat. Dugaanku benar..., ini memang berat..
"Cepatlah sedikit, lamban!" teriak Hatsune-san padaku dengan kasar.
"Baik.. baik.." balasku sembari berusaha menaiki tangga dengan membawa kedua tas koper tersebut. Karena sang tuan elevator sedang rusak, aku terpaksa lewat tangga.
"CEPAAAATT!"
Keliatannya memang aku yang gagal jadi wali kelasnya...
(Tsundere? Beluuuumm! XDDD)
Dan dengan jerih payahku, akupun sampai di apartemenku yang berada di tingkat 7 dari gedung bertingkat 10 ini.
Keringat bercucuran di seluruh tubuhku. Dengan refleks aku langsung meletakkan koper-koper Hatsune-san di ruang tengah.
"Kai-!" seru mamaku diikuti pelukan yang erat darinya saat aku merenggangkan tubuh.
"Ma-mama.." seruku dengan susah payah. Bagaimana tidak? Tulangku hampir remuk di sini.. Ouch..
Dengan sigap mamaku langsung melepaskan pelukkannya dan mencium keningku, seperti aku masih anak kecil saja.
"Ma!"
Mamaku tertawa kecil. "Oh, ayolah~ sekarang ayo kita tata barang-barang kalian~" ata mamaku sembari meraih tanganku dan kemudian tangan Hatsune-san dengan tangannya yang lain dan mulai menarik kami ke arah lorong kecil yang terdapat di dalam apartemenku.
Saat kami sudah sampai di lorong yang tadi kubicarakan itu, mamaku melepaskan genggamannya dan menatap kami berdua bergantian.
"Nah, Kai-chan.. ini kamarmu'kan?" tanya mamaku sembari menunjuk sebuah pintu kayu yang ada di sisi kanannya dengan wajah yang berseri- seri.
Aku mengangguk, itu memang benar kamarku.. lalu?
"Mulai sekarang ini akan menjadi kamar kalian." Lanjutnya sembari menepukkan kedua telapak tangannnya.
Itu berarti ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Aduh.. Telmiiii!)
.
.
..
.
.
.
.
.
Sebentar... mmmm...
Mataku melebar saat aku menyadari apa artinya itu.
1 KAMAR? Tidaaaaaakk! (A-~laaaaaaa-~y~)
Miku's POV
Tiba-tiba saja Aiko-san meraih tanganku dan menggenggam serta menarik tanganku dengan halus.
Aku tersentak sedikit tapi langsung mengikuti kemana aku di ajak oleh Aiko-san. Anehnya..., aku merasa perasaan hangat dan senang saat Aiko-san menggenggam tanganku.., entah mengapa... seperti saat..?
Tapi aku berharap aku tak mulai Lesbie.. karena.. ewww... aku masih normal.
Lalu, kami berhenti dan Aiko-san melepaskan genggamannya. Akupun menarik tanganku kembali dan menatap guru freak yang sekarang menjadi tunanganku. Uhhh.. Aku tak ingin mengucapkan kata 'tungangan' ataupun 'pertunangan' lagi untuk selamanya. Aku muak dengan ini!
Lalu, aku mengalihkan pandanganku pada Aiko-san dan ia menatapku dengan tersenyum, dan apa yang kudengar kemudian yang membuatku terkejut.
"Mulai sekarang ini akan menjadi kamar kalian."
A-P-A ?-!-!-!
15.00 p.m.
Aku duduk termenung di ujung kasur milik guru freak ini. Kenapa? Kenapa? KENAPA?
KENAPA AKU HARUS SATU KAMAR DENGAN GURU ANEH DAN FREAAAAAKK INIIIIIIII!
Teriakku dalam hati sembari menatap sebal ke arah guru menyebalkan itu.
Menghela nafas, aku melempar bantal yang daritadi kupeluk ke arah guru freak itu, yang duduk membaca buku sejak tadi.
"Ouch... " geram guru freak itu saat bantal yang ku lempar dengan mulus mendarat di kepalanya.
Seketika, ia memutar kepalanya dan menatapku, tapi dengan cepat aku memalingkan wajahku ke arah lain dan bersiul, seakan tak ada apa-apa.
"Hatsune-san.. jangan melempar bantal ke kepalaku, tolong?" pintanya. Aku mendecakkan lidahku dan tak meresponnya.
Siapa peduli? Aku?
Seperti sebelumnya.. TIDAK.
Kenapa aku harus?
.
.
.
.
.
.
. Lihat? Tidak ada alasan.
Oh,ya.. ngomong-ngomong.. di mana ponselku?
Kaito's POV
Sebuah bantal mengenai kepalaku ketika aku sedang membaca buku yang berjudul "Cantarella : Tales of Forbidden Love"
Buku yang menarik, bercerita tentang seorang pangeran dari negeri biru yang mencintai teman semasa kecilnya, putri dari negeri hijau. Tapi cintanya tak terbalas dan err- aku belum membaca lanjutannya. Lagipula, aku tau siapa melempar bantal itu...
"Ouch... " geramku sembari mengelus-elus kepalaku. Seketika, aku memutar kepalaku dan menatap Hatsune-san yang duduk sambil bersiul, di atas kasurku.
"Hatsune-san.. jangan melempar bantal ke kepalaku, tolong?" ataku padanya sebelum kembali membaca bukuku lagi.
20.14 p.m.
"Makan malam?" tanyaku pada Hatsune-san yang sekarang tengah duduk di ruang tengah apartemenku. Tepatnya di sofa.
Akupun menghela nafas dan mulai berjalan menuju ke arah depan televisi yang ditontonnya.
"Ayolah, kau belum makan sejak tadi siang.." bujukku sembari berdiri di depannya. Ia tidak menghiraukan dan malah memasang tampang, 'siapa peduli?'
"Hatsune-san.." seruku, memanggil namanya sekali lagi. Tak merespon.
"Hatsune-san..?" Tetap tak ada respon.
"Hatsune-san..?"
Masih belum... ?
"Hatsune-san..?"
"Hatsune-san..?" Masih tak ada respon.
"Hatsune-san.."
"Hats-" Kata-kataku terpotong oleh suara Hatsune-san.
"AKH! BAIK! " teriaknya dan iapun berjalan menuju ke ruang makan. Aku tersenyum puas. Paling tidak, ia mau makan.
Dan akupun mengikutinya dari belakang menuju ke ruang makan.
Miku's POV
"Ya, dan ya, Neru! Berikan aku info terbaruu!" pintaku pada Neru melalui pembicaraan lewat telpon antar kami yang sedang berlangsung sekarang.
"Tapi, kau harus beritahu aku kenapa kau ijin untuk 5 hari? Dan juga kau tau? Mr. Shion juga absen selama 5 hari juga! Tuhan aku ha-"
"Neru!"
"Baik, baik.. geez, jadi kau tau?"
"Apa?"
"Gakupo-sensei ternyata menyukai seseorang dari kelas A!"
"Benarkah?" Mataku langsung bersinar. Bagus! Gosip baru!
"Tapi.. identitas tak diketahui manis~"
"Ukh...!" Akupun menggeram. Ini menyebalkan!
"L—" kata-kataku terpotong saar guru freak itu datang. "Hatsune-san, cepatlah tidur.. ini sudah larut malam.." serunya dari ruangan sebelah dan Neru sepertinya mendengar itu. "Neru?" panggilku, mencoba memastikan Neru belum memutuskan telepon kami.
"...itu suara... -"
"Bukan." potongku.
"Tapi.. tapiiiii..!"
"Bukan. Dan kau harus percaya, Neru..." kataku lagi dengan menekan namanya. Aku tak ingin jadi bahan gosip saat aku masuk dengan judul gosip,
'Hatsune Miku & Shion Kaito tinggal 1 RUMAH!'
Bisa hilang semua popularitasku.
"Baiklah.. malam."
"Malam.." Dan dengan itu aku mengakhiri pembicaraanku dengan Neru.
In-Chan : Huueeeeeeeee! Maaafin saiaaaa! *sembah sujuuuud* Saia itu sibuk sendri sukanya! *dihajar* Oke, bukan itu alesannya.. sebenernya sedang ngarap FFn Eng dan juga bikin UTAU dan juga UJIAAAAN! TTAATT sekali lagi maaangaaaap! DX
Miku : R&R~
Kaito : R&R~
In-Chan : TIME IS R&R~ DAN CERITA INI AKAN BERLANJUUUUTT! XDD
