R&R Reply~
Kurara-san : XDD iya~ XD hmm.. kenapa yah? *smirk* YOSH! UPODATEEEE! XD
Hikari-chan : Hue? Ng-nggemesin? OwwwO? YAAAKK! XDD (Cuma belum sempet aja nyelesain GAKULUKA :( ) WOKEEE! YOSH! CX
Rii-san : iya.. kurang.. TTATT kliatannya bakal ampe 15 chapters lebih niih~ XD masama~ (kalo gak rii ingetin, aku pasti gak ngelanjutin lagi ^^; )
Ruuya : Gak kebalik? XDD
Rikkautro : XD ada sih dokumennya.. Cuma belum selesai chapter 1 nya :\ Typo... *mojok* typo... typo...typo... YOSH!
Writer TYPE-1925 : YOSH! XD
Thanks 4 all the supports GUYS! XD
In-Chan : Phewww.. saia kembali?
Miku : Upside Down?
In-Chan : Istirahat dulu deh~ =3=
Miku : Whatever..
LenRin : UPSIDE DOOOOOOOOWN!
In-Chan : SHUT UP! DISCLAIMERRRR!
Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid (oke, saia punya.), Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~
Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Last Love to Be © In-Chan Sakura
Miku's POV
Perlahan aku membuka mataku. Hal pertama yang kurasakan adalah kehangatan diseluruh tubuhku, seperti tiap paginya, kecuali hari ini lebih hangat..?
.
.
.
.
.
.
Sebentar..
Seketika, aku merasakan nafas hangat dari atas kepalaku.
Matakupun langsung melebar dan aku langsung bangkit serta mengangkat bantal yang tadinya menjadi sanggahan tidurku itu dan berteriak,
"MATI KAU PERVEEEEEEERRRRTT!"
Guru freak itu mengelus-elus kepalanya dengan kesakitan.
Hmph! Siapa peduli! Dia memelukku se enaknya saja saat aku sedang tertidur.
Tak ada seorangpun yang boleh memelukku. Hatsune Miku. Hanya Len yang boleh.
"Aku bersungguh-sungguh Hatsune-san! Aku tak punya niat itu!" belanya di depanku sambil terus mengelus kepalanya.
Aku tidak akan semudah itu percaya pada seorang guru freak yang baru saja menjadi tunanganku SELAMA 2 HARI!
Apalagi orang ini termasuk kalangan guru yang banyak ditaksir oleh anak-anak gadis di sekolah, kecuali AKU. Dan catat itu!
Sebagai respon, aku memutar kepalaku dan ber hmph! Sekali lagi.
"Hatsune-san aku berani bersumpah!"
Ya, yang benar saja. Seperti aku akan termakan kata-katanya..
Banyak laki-laki yang sengaja menabrakku atau apa dan mengatakan mereka tak sengaja. Aku'kan sang Diva.
Memutar kedua bola mataku, lalu aku mendecakkan lidahku.
"Hatsune-saaaaa-" Kata-katanya terhenti saat..,
"Kai-chaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann!" Suara Aiko-san terdengar setelah suara pintu terbuka terdengar.
Dan hal berikutnya yang kulihat adalah si guru freak itu sudah ditimpa oleh mamanya sendiri.
Kaito's POV
"Whoaa!" Seruku saat mamaku menyergapku dalam pelukannya, yang berarti menindihiku.
Ouch.. Tu-tulangku yang berharga...
"Kaii-chaaaann~"
"Ma-mama.."
Seketika, mamaku melepaskan pelukkannya dan menatapku dengan mata berkaca-kaca.
Weh.., bahaya sinyal 2.. mata penuh harapan dari seorang mama... BAHAYA..
"Bagaimana malam pertama kalian?" tanya mamaku tiba-tiba sembari menatapku, masih dengan mata itu. Mata penuh harapan..
Aku dapat merasakan wajahku langsung memanas seketika itu juga. Bagaimana tidak?
Aku belum melakukan apapun dan...
Batinku sebelum melirik Hatsune-san sedikit dan aku mendapati wajahnya semerah tomat.
Lalu, aku menatap mamaku lagi, masih dengan wajah yang merah.
"Err…"
"Jadi?" tanya mamaku sekali lagi padaku.
"Bi-biasa saja.." jawabku dengan enggan. Siapa yang tidak akan enggan? Jika kau berbicara tentang.. uh… masalah orang dewasa?
"Eh?"
"..."
"..."
Ruangan ini benar-benar diselubungi oleh keheningan. Maksudku, SANGAT HENING!
Sejak tadi, tepatnya setelah memberitahu mama, kalau aku memang belum melakukan apapun dengan Hatsune-san tadi malam... kecuali memeluknya tanpa sadar. DAN AKU JUGA TAK BERNIAAAAT! Hanya saja, aku selalu memeluk gulingkuuuuu~ dan kupikir... yah.. begitulah..
"Er..."
"..."
Oke... secara resmi.. aku tak tau harus berkata apa.. (uwowowowowowowo~ XDDD)
Miku's POV
Ugh... ayoooo!
Aku menatap layar ponselku dengan kesal. Sudah 3 menit aku menunggu Neru membalas smsku tapi ia belum membalasnya.
SIALAN!
Tak ada seorangpun yang boleh membuatku menunggu seperti INI!
Dengan tak sabar, aku menutup flap ponselku dan memasukkannya ke dalam saku celana pendek berwarna coklat tua yang ku pakai.
Aku bangkit dari sofa yang telah kududuki itu dan berjalan ke kamar guru itu dan.. aku..
Sampai sekarang aku masih benci mengakui kalo dia tunanganku. Untungnya pertunangan ini di rahasia'kan dari pihak sekolah.
Membuka pintu dengan kasar, karena memang aku tidak peduli. Bah, kenapa harus?
Aku berjalan masuk dan melempar diriku ke atas kasur yang diikuti dengan suara THUD!
Akupun menghela nafas. Ini siang dan si guru freak itu pergi berbelanja. Neru tidak membalas smsku..., lalu Len... ia tidak meneleponku beberapa hari ini. Apa... ia melupakanku? Ah! Jangan bodoh! Dia masih menyayangi Hatsune Miku! Itu PASTI!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jadi.. aku harus melakukan apa?
..
.
.
.
.
.
.
Tidur sajalah..
Pikirku sebelum akhirnya memejamkan mata dan berusaha tidur.
Kaito's POV
Lampu traffic light belum juga berubah menjadi hijau sejak aku memandanginya dari dalam mobilku ini.
Mengetuk-ngetuk dashboard mobilku, aku menghela nafas.
Aku paling membenci jalan ini karena traffic light nya yang agak lelet dan sangat lama. Membuatku menjadi mengantuk.
Eh?
Aku baru saja pulang dari berbelanja bahan makan karena bahan makanan di rumah habis dan aku perlu membelinya lagi. Lagipula, memasak sendiri itu lebih hemat daripada memesan.
Akupun menatap traffic light tersebut sekali lagi dan mendapati kalau warnanya sudah berubah.
Dengan cepat, aku memasukkan satu gigi dan mulai berjalan lagi.
"Aku pulang.." seruku saat memasuki apartemenku sembari membawa belanjaan-belajaanku.
Segera, aku melangkah menuju ke dapur dan meletakkan seluruh belanjaanku di atas pantry. Kemudian, aku berjalan menuju ke kulkas dan mengambil beberapa bungkus pasta untuk makan malam. Dengan cepat, aku menyalakan kompor serta juga meletakkan sebuah panci berisi air yang di tetesi sedikit minyak di dalamnya dan memasukkan pasta-pasta itu setelah mengeluarkannya dari bungkusnya.
Aku mengaduk-aduk pasta-pasta itu perlahan sampai semuanya lemas dan bisa dimasukkan ke dalam panci seutuhnya.
Menyeka keringat, aku teringat akan Hatsune-san.
Ah, dia di mana ya?
Tanyaku pada diri sendiri sembari berjalan menuju ke kamarku.., atau lebih tepatnya kamar kami.
Dengan perlahan, aku membuka pintu kayu kamarku dan mengintip sedikit, memastikan Hatsune-san ada atau tidak.
Dan akupun mendapati Hatsune-san tertidur di atas kasurku dengan posisi membelakangi pintu.
Aku berjalan perlahan masuk, mendekati Hatsune-san yang tertidur dengan langkah diam. Saat sudah cukup dekat, aku mencoba melihat wajah Hatsune-san.
Wajahnya yang polos dan tenang saat tidur adalah hal pertama yang ku lihat saat aku menatap wajah Hatsune-san yang tertidur.
Seketika, aku merasakan wajahku memanas sedikit? Ah.. ini pasti pengaruh musim semi yang baru saja datang minggu-minggu ini. Baiklah, abaikan saja!
Sekarang waktunya aku membangunkan Hatsune-san untuk makan malam! Dan.. tentunya dengan perlahan.. atau aku akan di hajar seperti pagi tadi.
Wew..., aku trauma..?
Dengan hati-hati, aku menepuk pundak Hatsune-san dan memanggil namanya,
"Hatsune-san?" Panggilku sekali, menepuk pundaknya.
"Hatsune-san?" Dua kali, menepuk pundaknya lagi. Tetapi ia hanya diam tertidur, masih dengan wajahnya yang polos dan tenang itu.
"Hatsune-san?" Tiga kali, lagi-lagi menepuk pundaknya. Kali ini, ia bergerak sedikit dan menggeram.
"Mmmm.. 5 menit lagi!" bisiknya masih dengan mata tertutup. Aku tertawa kecil.
Ia sungguh ma-
Aku menghentikan pemikiranku itu. Tidak! Dan tidak! Aku tak boleh berpikiran seperti itu terhadap Hatsune-san! Apalagi muridku sendiriiii!
Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Ti-
"DIAM!" teriak seseorang seketika, membuatku langsung kaget dan menatap ke arah di mana seharusnya Hatsune-san tertidur tapi aku malah menatap Hatsune-san yang berekspresi marah, dan itu di tujukan pada... ku?
"..."
"Kau..., MEMBANGUNKANKUUUU!"
BRAK..BRUKK! BRAEKKAKKAKASK!
"O..ouch..." geramku sedikit dengan terus mengusap-usap kepalaku yang baru saja di hantam bantal.. oleh Hatsune-san.., seperti tadi..pagi... Ouch..
"Hmph!" Hanya itu yang aku dengar dari mulut Hatsune-san yang duduk bersila di atas kasurku.
"Ma-maaf.." kataku pelan, tanpa menatapnya.
"Hmpph!" serunya lebih keras, dan akupun mengangkat kepalaku dan menatapnya.
Ia menggembungkan kedua pipinya dan melipat kedua tangannya di depan dada sementara ia bersila di atas kasur dengan bantal yang digunakannya untuk memukulku tadi di pangkuannya.
Aku tersipu sedikit. Hua? Sebentar? Tersipu? Karena... muridku? Ini tidak benar. SANGAT TIDAK BENAR. Walaupun ia... istriku..
INI TIDAK BENAR! TIDAK BENARRRR! TI-
"BERHENTI MENERIAKKAN APA YANG KAU PIKIRKAN FREAAAAKKK!" Bentak Hatsune-san padaku yang langsung membuatku, diam.
Memang aku teriak-teriak?
In-Chan : UPDATE! XDD Tugas... kau menumpuk.. *lirik pojok kamar*
Miku : ... R&R~ XD
Kaito : R&R~
In-Chan : R&R! KAWAN DAN INI AKAN BERLANJUUUUT! XDD
