R&R~ replyyy~

Asakuro Yuuki : Sama 8DDDD enaknya suka gak? *trollfaceplz/slapped/ YOSHUUU APDET POWEERRRR! xD

Rii : EuE ikr~ uyeeeee~ makasihhh huehehehehheheheheheh/plaak

Hanhan(duk) : xDDD SIAP ENENG! XDD

Rikkautro Efaltia : Oh, kalo Kaito memang harus sengasara *evil laugh* nyadar? :\ ada dong EuE cumin aku belom bikin huahuahauhahhahah/shot/ YOSH!

Writer TYPE-1925 : Uyeeeh 8DD Hast— kaga… .u.;;;

cecania kuroshiyu : cabar yak ;3;/plaak/ namanya juga tsun tsun tsuuuun Mikuu E3E /ngakak/

Ruuya : kurang ya? .u. Gimana kalo ku buat seganas… bulldog *woff* /plaak/ WWWWWW XDD

Argento Cielo : Kai-chan = love! xDDDDD YOSHU APDETEEEEEE!/plaak/

Hikari-chan : Miku gitu lohh *heh* SIAP! XD

Sakura Kyouko Puella Magi : Itu harus 8DDD enggak .u. YOSH UPDATEEEE POWERR!

Rina Aria : YOSH APDEEETT! XD

Fujisaki Ryou : Cubit aja *u* xDDD SIAP! XD

Hiyasumi : amin *berharap* sama wuehehehehehhe/plaak/

-THANKS 4 THE SUPPORTS GUYS!-


In-Chan : Ahhh~ ACHOOOO!

Miku : Shooo jangan nularin!

Kaito : ...

Miku : ...?

In-Chan : Beh.., diem Lu.. ni juga ditularin anak-anak skulah tau =3=

Miku : ==""

In-Chan : DISCLAIMER!

Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid (oke, saia punya.), Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~


Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Last Love to Be © In-Chan Sakura


Kaito's POV

Aku menatap Hatsune-san dengan heran.

Memangnya aku teriak-teriak? Tanyaku pada diri sendiri.

Hatsune-san juga menatapku, dengan sebal. Tiba-tiba saja aku mencium bau hangus. Akupun teringat akan masakanku.

Waduh! PASTAKU!

Seketika, aku langsung bangkit dan berlari ke dapur, dan saat aku sampai, aku langsung menengok panci yang tadinya berisi pasta yang panjang dan seharusnya sekarang lemas hanya terdapat pasta yang mengecil.

Ma-makan malam...

"Ukh.. jadi.. ini makan malamnya?" kata Hatsune-san sambil menatap makanan yang kubuat setelah peristiwa tadi.

Ia menatapnya dalam-dalam, akupun mencoba melihatnya juga.

Hanya sepiring nasi kari. Salahkah?

"Er..."

"..."

"Aku tidak makan." ucap Hatsune-san sebelum bangkit dari kursi kayu yang tadinya ia duduki itu.

Aku hanya menatapnya sembari ia meninggalkan makan malamnya itu dengan heran.

Salah?

Miku's POV

Dengan keras aku menutup pintu kamar ini.

Bah, aku tak butuh makan malam! Seruku dalam hati sembari melipat tanganku didepan dada dan membelakangi pintu yang tadi ku tutup.

Seorang Hatsune Miku seharusnya makan dengan makan malam yang mewah! Bukan kari!

Seharusnya, aku makan steak, hamburger, pizza, dan yang pasti bukan kari!

"Ha-hatsune-san?" seru seseorang tiba-tiba dari balik pintu. Bagian yang lain.

Aku hanya diam, mengabaikan suara yang memanggilku itu. Siapa? Kau pastinya tau.

"Hatsune-san?" Sekali lagi, guru freak itu menyerukan namaku. Dan sekali lagi, aku mengabaikannya.

"Hatsune-saaan?"

Tetap ku abaikan.

"Hatsune~saaan~" serunya lagi. Akupun melipat kedua tanganku di depan dada dan menghela nafas.


"Hats-tsune.. sa…. n" serunya lagi untuk ke… aku tak tau.. 50 kali mungkin?

Kapan orang ini akan menyerah?

Pikirku dalam hati, masih melipat kedua tanganku di depan dada. Aku tak tau berapa lama aku sudah di sini tapi ada dua hal yang sangat pasti ku ketahui.

Pertama, aku sudah berada lama di sini, dan lebih dari 1 jam, itu yang pasti. Kedua, … aku lapar.

Er.. ya, aku lapar..

Tapi aku tidak suka kari ka—

"Ha..t..s…u…n…e…sa…n…" seru guru freak itu lagi. Sekali lagi, aku menghela nafas.

Lagipula, kasihan juga kalau aku tidak keluar, guru freak itu pasti akan pingsan dan aku juga yang repot. [Author : modusnya ._.;;;]

Dengan kurang sabar, aku membuka pintu yang sedari tadi kubelakangi hanya untuk melihat guru freak itu duduk atau sebenarnya sudah agak pingsan di depan pintu. Aku menyandarkan diriku di kusen pintu dan menatap guru freak yang kelihatannya sudah tak bernyawa lagi itu selama beberapa menit. Namun, selama beberapa menit itu, ia sepertinya juga tidak menyadari kalau pintu di depannya itu sudah terbuka.

Orang ini! Aku, Hatsune Miku yang cantik jelita BERADA DI DEPANMU! CEPAT SADAR BODOHHH! Pekikku dalam hati. Semua orang, yang berada di sekitarku pasti DAN PASTI MENYADARI KEBERADAANKU! TAPI KENAPA ORANG INI!

Akupun melipat kedua tanganku di depan dada dan memutuskan untuk membuat guru freak itu sadar kalau aku sudah membuka pintu dengan berkata, "Aku lapar."

Seketika, guru freak itu mengangkat kepalanya dan menunjukkan wajahnya yang lesu.

"He?" Ujarnya pelan dengan wajah yang terlihat sangat dungu. Kesabaranku mulai habis.

"Aku lapar.. Buatkan aku sesuatu.." balasku, senyuman terukir di wajahku namun tidak di hatiku.

Kaito's POV

Aku menatap wajah Hatsune-san sembari ia melahap makanan yang kubuatkan tadi. Seulas senyum terukir saat itu juga di bibirku. Maksudku, tadi Hatsune-san marah-marah padaku karena makan malam yang kubuat adalah kari –dimana aku tidak tahu apa yang salah dari kari— dan sekarang aku melihatnya memakan masakan yang tadi ia tolak.

Ia mirip anak kecil~ sangat ma—

Oke, berhenti! BERHENTI! AKU TIDAK BOLEH BERPIKIRAN HATSUNE-SAN MANIS, LUC—

Seketika, aku mendengar suara geraman. Aku pun mengangkat kepalaku yang tadinya tertunduk hanya untuk mendapati Hatsune-san yang menggeram sembari menatapku sinis.

"Berhenti menyuarakan pikiranmu." katanya dengan sadis dan kemudian ia melanjutkan makannya. Aku pun menelan ludahku secara diam-diam.

Se-seram..


Kapan aku meneriakkan pikiranku?

Batinku sembari mengelap alat-alat makan yang tadi baru saja ku cuci dengan serbet. Aku pun menghela nafas.

"Oi, dimana kau menyimpan handuk?" seru Hatsune-san tiba-tiba, membuatku sedikit terkejut.

"Aa—aa… di dalam lemari dekat dengan kamar mandi.." balasku dengan gugup. Setelah itu, Hatsune-san pun pergi.

Aku pun menghela nafas dan kembali mengelap alat-alat makan yang tersisa.

Miku's POV

Aku melempar diriku ke atas sofa sembari mengeringkan rambutku dengan handuk. Aku baru saja membuka SMS yang dikirim oleh Neru. Isi SMSnya? Gossip. Apa? Aku sudah absen beberapa hari dari sekolah dan pastinya banyak gosip-gosip yang ku lewatkan. Jadi, sebelum aku menjadi "Ratu Kuper", aku akan terus menanyakan semua hal pada Neru.


From : Neru

To : Hatsune Miku

Subject :

Mikuu! Ada gosip yang mengatakan bahwa Len sedang mendekati seorang gadis bernama, 'Kamine'!


Aku mengerutkan keningku.

Len.. dengan gadis bernama… Kamine?

Batinku. Seingatku tidak ada gadis bernama Kamine di kelas mana p— Tunggu sebentar… jangan katakan..

"Apa yang sedang kau lakukan?" ujar seseorang padaku, membuatku terkejut. Aku pun memutar kepalaku dan mendapati si guru freak itu berada di belakangku, dengan wajah yang tersenyum berseri-seri. Aku hanya menatapnya sinis sebelum menatap layar ponselku lagi.

"Apa urusanmu?" ujarku pada guru freak itu, tak sepenuhnya perduli. Sementara itu jari-jariku mulai mengetik balasan untuk Neru.

"Awww, ayolah, aku'kan wali kelas dan suamimu, jadi bisakah kau berbagi sedikit saja~, Hatsune-san?" ujarnya lagi. Sekali lagi, aku mengerutkan keningku.

Tunggu.. bilang apa dia barusan..? Wali kelas… bukan.. setelah itu… Dan… suami…? .. SUAMI?

Seketika, aku menutup flap ponselku dan bangkit dari sofa sebelum aku memutar balikkan badanku untuk menatap guru freak itu.

Aku melipat kedua tanganku di depan dada dan berkata, "Heh.."

"Apa yang barusan kau katakan?" Lanjutku, menatap guru freak itu dengan sinis.

"….Aku wali kelas dan suam—" Dengan cepat aku memotong perkataannya. "Wo.. wo.. wo! Berhenti disitu!"

Dengan segera, guru freak itu diam dan menatapku. "Suami?" Aku mengulangi perkataan terakhirnya. Ukh… Aku benci mengatakan kata ini… geramku dalam hati.

"Errr…"

"Dengar, kita, kau dan aku, ditunangkan atas kehendak orang tua kita. Bukan murni dari sini." ujarku, menunjuk bagian di mana jantungku berada.

Aku dapat melihat bahwa guru freak itu agak terkejut atau apalah. "Karena itu, jangan angap dirimu itu suami dari seorang Hatsune Miku. Paham?" Aku menekan kata-kataku. Tanpa menunggu reaksi guru freak itu, aku memutar balikkan badanku dan pergi ke kamar.


In-Chan : Ha-hai… *lambai*

Miku : Hai, author kampret yang udah setahun ga nongol. =_=

In-Chan : hehe… he? OuO;;;;;

Kaito : …

Miku : *stares*

In-Chan: *sweatdrops* A-anyway, R&R please.. saia akan berusaha menyelesaikan cerita-cerita yang belum selesai. *bows