Missing Honey

Naruto © Masashi Kishimoto

.

T rated

Drama / Friendship/ Hurt & Comfort

Canon, OOC, Bad Language, Pasaran, Typo & Miss Typo, RnR!

Don't like, don't read!

.

Summary: Kembalinya Sasuke Uchiha ke Konoha, setelah sepuluh tahun lebih menghilang sebagai seorang missing-nin./ 'Semuanya sudah berubah... Sasuke-kun'./ "Kata Ayah, kau teman ibuku. Benarkah itu Paman?" Sasuke menghela nafas berat, diliriknya anak dari wanita merah jambu yang dulu tak pernah berhenti tuk memikirkannya.

.

.

Masih terus memenelengkan kepalanya, mengamati patung keenam hokage. Wanita berambut soft pink itu nampak berpikir. Sejenak mengacuhkan keberadaan sosok lain di sampingnya.

"Hei, apa yang kau lakukan?"tegur Hyuuga Neji sambil menghampiri Sakura, sedikit gemas dengan sikap murid didikan almarhumah Godaime-Hokage itu.

Beberapa saat lalu sebelum masuk ke gerbang desa, ia terlihat gelisah dan cemas karena memikirkan kedua anaknya, tapi sekarang? Wanita itu malah terlihat seperti orang bego mengamati patung keenam Hokage dengan tampang polosnya. "Sakura," ulang Neji lagi setelah beberapa saat kunoichi itu tak merespon.

Sedikit tersentak Sakura tersadar dari lamunannya. "E-eh? Neji?"

"Apa yang kaulihat sejak tadi? Bukankah kita harus segera ke kantor Hokage untuk menyampaikan laporan misi?" jelas Neji .

"Yah aku tahu... tapi—"

"Kau bilang khawatir dengan Kojiro dan Kaji?"

Sakura hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar desakan Neji. "Aa. Aku memang khawatir pada Kaji-kun dan Kojiro-kun, tapi—", mata hijau hutannya kembali menatap ke arah patung wajah keenam Hokage, "—ada yang aneh dengan patung wajah hokage itu, tapi aku tak tahu apa ," jelasnya dengan wajah bingung. Mengacuhkan pandangan penuh tanya dari para penduduk yang lewat, melihat pasangan jounin yang berdiri di tengah jalan dan terlibat pembicaraan serius. Mereka sedang ada misikah? Atau ingin bercerai? Ups ... Bercerai?

Mengikuti arah pandangan Sakura, lelaki Hyuuga itupun ikut mengamati kegiatan yang sedang berlangsung pada patung wajah itu. "Hanya renovasi Sakura, ayo kita segera ke kantor Hokage", ajak Neji menarik tangan Sakura, ia mulai gusar.

"Ah, nanti dulu Neji-kun, coba perhatikan lebih teliti lagi. Itu di bawah hidung patung kepalanya Tsunade –shisiou. Ada sesuatu yang menempel," jelas Sakura tak sabar sambil menarik-narik kimono putih Neji.

Eh tunggu dulu! Ada sesuatu yang menempel di patung kepala Godaime Hokage, katanya? 'Sejak kapan Sakura punya penglihatan jarak jauh?' bisa melihat benda sekecil sebuah foto berukuran sebesar kantong senjata shinobi, dari jarak seratus meter lebih? Wow sepertinya merubah marga seseorang menjadi Hyuuga bisa membuat orang itu memiliki kemampuan yang sama dengn klan Hyuuga asli.

"Byakugan!" sedikit penasaran dengan apa yang dikatakan sang istri, ia mulai menggunakan byakugan –tekhnik penglihtan jarak jauh-nya untuk melihat benda apa yang menempel di hidung- patung Godaime Hokage.

'Seperti yang dikatakan Sakura, memang ada sesuatu yang menempel? Tapi apa itu?' Neji makin mempertajam byakugannya untuk melihat benda apa yang sebenarnya menempel pada hidung patung tersebut, 'sebuah foto?'

Dan pada detik berikutnya wajah putra tunggal dari Hyuuga Hisashi itu dihiasi oleh semburat tipis berwarna merah jambu, bola mata keperakannya sedikit membelalak begitu melihat foto apa sebenarnya itu.

"Apa itu Neji-kun?" tanya Sakura sedikit tak sabar dengan wajah penasaran.

"A-ano... i-itu..." gagap Neji sambil menonaktifkan byakugannya. Bingung –atau mungkin juga malu- harus berkata apa.

"Apa?"

"Itu...".

"Apa Ne—" Neji menarik tubuh Sakura tuk mendekat, kemudian membisikan sesuatu pada wanita itu untuk memberitahunya tentang foto tersebut. Dan—

Blush.

—rona merahpun menjalari wajah Sakura mendengar bisikan Neji.

"A-apa?"

"Jangan-jangan ini—" keduanya saling bertatapan sesaat tuk menyimpulkan siapa pelaku iseng, yang dengan seenak jidatnya menempelkan foto pribadi mereka di tempat umum seperti itu, "—Kaji!" Tebak keduanya bersamaan dengan pelipis berkedut.

'Anak itu bener-bener dah', Sakura membatin frustasi.

"Segera ke kantor Hokage dan serahkan laporan misi. Biar aku yang mengambil fotonya", perintah Neji melesat pergi, melompati atap-atap rumah penduduk tuk mencapai patung hokage. Sedangkan Sakura segera berlari menuju kantor hokage untuk menyerahkan laporan misi.

.

.

.

Di Kantor Hokage.

Empat laki-laki dewasa dan dua laki-laki –yang belum dewasa— terlihat sedang terlibat pembicaraan serius di dalam ruang kerja Rokudaime –Hokage.

"Ehmmm... baiklah, Naruto kau awasi Sasuke, sementara para tetua desa akan mengadakan rapat untuk menentukan nasib Uchiha yang satu ini," ujar Kakashi sembari menunjuk Sasuke yang berdiri di depannya. Bersidekap sambil memasang wajah datar dan tak banyak bicara. Ah... khas Uchiha. Dan dia masih tidak berubah.

"Hn."

"Kenapa harus aku Kakashi-Sensei? Yang lain saja, aku sibuk mengurus tim asuhanku. Sebentar lagi kan Ujian chunin?" protes Naruto yang memang sekarang menjadi pengawas salah satu tim genin Konoha. "Eits Teme jangan memandangiku seperti itu, bukanku tak sayang padamu hanya saja muridku saat ini sedang membutuhkanku", tambah Naruto begitu melihat ekspresi tidak suka Sasuke. Dan langsung disambut gerakan 'pura-pura muntah' dari Konohamaru dan Kaji.

"Paman Naruto lebay," komentar Kaji dengan nada meledek, diiringi anggukan setuju dari Konohamaru –yang entah sejak kapan sehati dengan bocah bandel itu. Sedangkan Kojiro? Remaja tampan itu hanya nyengir dan tak tahu harus berkata apa.

"Tetap saja kau yang harus mengawasinya Naruto." tegas Kakashi. "Bukankah yang paling menginginkannya kembali adalah kau dan... errr—" crimson Kakashi bergantian menatap Kaji dan Kojiro ragu, "—Sakura".

"Eh?"

Naruto mendengus pasrah. "Ah baiklah Sensei, aku akan mengawasi Sasuke Teme," gumamnya sambil melirik Sasuke yang masih irit bicara di sampingnya.

Ngomong-ngomong soal Sakura, sejak tadi pemuda Uchiha itu memang sudah bertanya-tanya pada dirinya sendiri, di mana gadis eh, tidak! Wanita soft pink itu? Yang pernah berjanji akan setia menuggunya bertahun-tahun lalu.

Terlepas dari berapa kali ia hampir membunuh Haruno muda itu, Sasuke yakin masih ada tempat untuknya. Ia ingin memperbaiki kesalahannya yang lampau, kalau saja ia bisa memutar waktu kembali ke enambelas tahun silam. Saat ia meninggalkan Konoha dan membuat Sakura pingsan di bangku taman. Sasuke ingin kembali ke masa itu, tidak meninggalkan Konoha. Sehingga ia tidak kehilangan Itachi, teman-temannya dan juga kepercayaan warga desa.

Tapi...

"Dan kau Kojiro, awasi adikmu. Jangan sampai ia berbuat kekacauan lagi," jelas Kakashi pada Kojiro yang tersenyum dan mengangguk tanda mengerti. Sesekali genin muda itu mengucapkan kata 'maaf' sebagai ungkapan rasa bersalah akibat kelakuan nakal adiknya –yang justru tak menampakan sedikitpun raut bersalah pada wajah imutnya.

Sasuke tersenyum tipis melihat kelakuan kedua anak itu, mengingatkannya pada masalalu. Belum sempat ia mengeluarkan suara dan bertanya pada Naruto tentang 'Anak siapa mereka?'

Tiba-tiba...

Brakkkkkk!

Pintu ruangan Hokage dijebol dengan begitu sadisnya oleh satu sosok berseragam jounin yang identik dengan warna permen kapas.

Kaji dan Naruto bergidik ngeri melihat aura hitam di depan pintu ruang kerja hokage –yang sudah jebol. Sasuke terperngah.

'Glek'.

'Mati aku', batin Kaji ketakutan, membayangkan bagaimana riwayatnya akan berakhir di tangan sang ibu. Sementara keempat lelaki lainnya, ditambah satu orang remaja tanggung yang ada di ruang Hokage hanya bisa ber-sweatdrop-ria menyaksikan ekspresi garang...

"H-hai wanita yang sudah melahirkanku", sapa Kaji berusaha tuk tidak takut, sambil menyembunyikan di balik tubuh Konohmaru.

"Anak bodoh apa susahnya bilang ibu", protes Konohamaru yang tidak diindahkan oleh Kaji yang sibuk dengan rasa takutnya.

"KAJIIIIIIII!" .

"Sakura?"

.

.

.

To be continue.

.

.

.

Kikyo Fujikazu : Salam kenal juga :D Iya ini udah apdet. Trims reviewnya. Author asli fic ini lagi sibuk fangirlingan ngumpulin segala sesuatu yang berbau Block B .-. *nunjuk Umi*

BERLIAN CAHYADI : Udah apdet un. Lama gak? XD

Hoshi Yamashita : Hehehe Kojiro & Kaji itu, anakku & Neji-koi *dicincang* Hihihi makasih makasih masukannya ya Lintang. ^_^ udah apdet nih.

Aiko Kirisawa : A-ano bukan ItaSaku un, tapi... *nunjuk mahluk ganteng berambut cokelat panjang di kediaman Hyuuga*

Hiroshi Fuchida Ruchapyon: Salam kenal juga ^_^ trims dah suka & review

RnR, CnC?