Chapter 2: Teman baru, keadaan baru.

DISCLAIMER: Eyesheild 21 itu sepenuhnya punya Ricihigo Inigaki dan Yusuke Murata.


Sena benar-benar gak habis pikir kemarin malam. Baru saja menginjakkan kaki di kos barunya, dia baru disuguhkan kejadian yang aneh seperti...

Flash back kejadian kemarin malam…

Baru masuk saja, Sena sudah mematung tak berdaya melihat tingkah 'teman-teman'nya itu memburu seekor iguana. Dan anehnya, iguana itu memakai kalung, itu berarti punya pemilik kan? Siapa lagi pemiliknya kalau bukan anak-anak kos?

Sehabis berburu iguana, mereka langsung mengadakan pesta besar-besaran. Kayak 1 rumah mau nyambut pak beye aja. Tapi jenis makanannya beda, kalau anak kos biasa paling nyambutnya Cuma pake kata "selamat datang" atau ditraktir mi ayam lah, lotek(memangnya di Jepang ada?), indomie lah(?), ah pokoknya makanan murah meriah lah! Tapi ini… kayak disuguhin makanan restoran elit sedunia aja. Kayak lobster, lotek(?), steak, pizza, tiramisu, ah pokoknya jauh dari kata sederhana deh!

Karena kayaknya ibu kos tau kalau Sena itu anaknya pemalu, maka ibu kos membuka topik pembicaraan di meja makan.

"Oh iya, sebelumnya, perkenalkan nama saya Megu Habashira, istri dari Rui Habashira. Terus temen-temenmu itu dari mulai yang paling tinggi pake kacamata itu Takami, terus disebelahnya Shin, Kakei, Akaba, Kotaro, Taka, sama riku. Nah, yang anak laki perempuan itu anak saya namanya Amethyst sama Amerta. Oh ya, sebenarnya tujuan dek Sena nge-kos di sini untuk apa?" kata bu Megu panjang lebar.

"Anu, itu…"

"Pasti biar deket sama pacar, ya?" cletuk Kotaro yang langsung disambut dengan tatapan horror semua penghuni kos.

"Hah, abaikan teman kami yang agak ANEH ini ya." Kata Taka sambil menekan kata aneh.

"Hu, dasar Taka, gak Smart banget sih kayak Akaba!" balas Kotaro sambil menjulurkan lidahnya.

"Apaan lu bawa-bawa nama ane!" balas Akaba.

Pertempuran Kotaro vs Akaba yang kesekian kalinya pun dimulai. Bukan hanya main sepet-sepetan, tapi sampai krim tiramisunya pun ikut jadi korban keganasan mereka.

Tapi, untung anak kos langsung bergerak cepat, ada Taka yang langsung ngambil payung, Kakei yang langsung nyumput di bawah meja(pengnnya sih biar praktis!) atau Shin yang sudah siap dengan panci kesayangannya. Tapi yang paling parah…

"Berhenti membuat keributan di sini atau kalian akan MATI." Kata Takami sambil membawa boneka jerami dan paku.

"Ehehe, ampun mas Takami!" Kata Kotaro dan Akaba serempak. Tumben kompak!

"STOP STOP!" kata Riku yang dari tadi berdiam diri. Otomatis, semua yang ada di meja makan itu langsung menatap Riku.

"Kita kan belum memberikan tanda 'selamat datang' ke Sena kan?" kata Riku mengingatkan teman-temannya itu.

"oh iya!" Jawab anak kos serentak.

"Jadi, satu…" Kotaro memberikan aba-aba

"dua"

"tiga!"

"SELAMAT DATANG SENA!" teriak anak kos sambil melemparkan krim dan mengocok soda dan mengarahkannya ke muka Sena.

Dan malam itu, anak kos menikmati 'perang kecil' mereka lagi. Tapi sebagai gantinya mereka harus beres-beres, takut kena amukan bu kos sih!

"Mungkin gak yah aku bisa bertahan di kosan ini?" pikir Sena dala hati.

Pukul 04.30 waktu setempat

Gak ada ayam berkokok, sekelompok penghuni kos bernama lengkap Akaba Hayato dan Kotaro Sasaki itu yang katanya sih, tumben aja mau bangun pagi-pagi cuma buat bangunin anak kos yang lain. Dengan persenjataan(?) yang ada, mereka langsung mengambil langkah seribu untuk membangunkan yang lain. Itu juga sih cuma karena termakan iming-iming koki profesional gratisan kok yang namanya Shin Seijuro yang katanya,

"Kalau kalian mau bangunin anak-anak kos yang lain, kalian bakalan kukasih bonus chocholate liquor nanti malam."

Siapa sih yang nolak makanan seenak itu? Apalagi yang masak koki pro yang masa depannya udah pasti terjamin karena dipilih dari pucuk pilihan(Kenapa jadi iklan teh gini?)

Tapi kalau ingkar janji, itu lain lagi ceritanya, mereka bisa kena lempar panci (yang paling minim) hingga kena tusukan tangan mautnya Shin. Ahaha, makanya gak ada yang mau bohong kalau berurusan sama yang satu ini.

Balik ke Kotaro dan Akaba yang sudah siap dengan segala properti dari senjata, kostum, make up, ampe tatanan rambut. Pokoknya harus mirip sama pak satpam deh!

Dan mereka pun menjalani misi mereka.

Dengan bermodalkan toa dan suara yang agak cempreng, Kotaro pun berteriak sekencang-kencangnya sambil mengatakan

"BANGUN WOY UDAH PAGI! KALAU GAK BANGUN GAK DAPET MAKANAN DARI KOKI SMART KITA!"

Bagai tentara yang nurut sama komandannya, mereka, anak-anak kos langsung pada ambil langkah seribu menuju kamar mandi yang tersedia. Begitu juga Sena.

Karena sekarang Sena sudah menempati urutan teratas orang tergugup se- lingkungan kos(setelah mengeser pak Trisno, satpam tempat kos) Sena langsung melesat dengan menggunakkan kecepatan cahayanya. Maklum lah Eyeshield 21!

Gak tau sadar atau enggak, Sena yang sama sekali gak bermaksud nabrak orang seperjuangannya menuju kamar mandi belakang tiba-tiba menabrak temannya sendiri. Tapi anehnya, Sena gak nyadar! Tau gak kenapa? Saya juga gak tau sih*author dibakar rame-rame

"WHOY! KALAU LARI HATI-HATI DONG!" omel Riku yang ternyata tetangga kamarnya.

"Aduh, maaf, maaf" balas Sena sembari melambatkan kecepatannya.

Tapi tetap saja, siapa cepat di dapat. Sena yang udah gak tahan buat mandi (sebenarnya saking ketakutan karena takut gak dapet jatah makan) langsung melesat ke kamar mandi dan, BRUK! Pintu kamar mandi pun tertutup. Dan tau apa artinya? Berarti ada orang di sana! *author ngelawak garing#abaikan

"Ckckck, dasar penghuni baru" gumam Riku dalam hati.

1 jam setelah acara mandi-mandi…

Keluarga besar anak-anak kos udah pada ngumpul di ruang makan. Yah, kalau disebut ruang makan bisa, 1 ruang kelas juga bisa sih, tapi lumayan lah, kalau semua anak-anak kos+ibu kos+anak ibu kos+iguana+bunglon. Cuma itu kok.

Akhirnya saat yang ditunggu telah tiba, koki kita sudah selesai memasak sarapan yang ternyata adalah masakan yang sangat umum di negeri kita tercinta ini. Yap! Ini adalah…

Bubur Ayam.

"INI SERIUS?" teriak keluarga besar penghuni kos(kecuali Sena) karena baru kali ini mereka makan masakan yang menurut mereka aneh -coret- lain dari yang lain.

"Ya, terus kenapa?" jawab Shin datar.

"Kenapa gak kayak kemarin, waffle+hot chocholate, kan itu enak!" omel Kotaro yang gak terima menu sarapan pagi ini.

"Daripada kamu gak makan sama sekali." Kata anak kos serempak (ex Kotaro dan Sena)

"Huweee! Kalian jahat ih!" Kotaro langsung pundung di pojokan, yah setidaknya gak kayak kemarin, perang selai.

"Yasudah Kotaro daripada entar kamu kuliah kelaperan mending makan yang ada, hargailah setiap masakan yang sudah dimasak, makanlah masakan itu sebagai bentuk penghargaan atas masakan itu, dan rasakanlah kenikmatan masakan itu dalam lidahmu, dan niscaya, kau akan merasakan energy yang terdapat dalam masakan itu." Kata bu Megu bijak, kayaknya bu Megu ini lagi ketularan pak Mario Teguh yang suka bilang salam super.

"I… ibu" kata Kotaro yang kayak orang baru ketemu orang tuanya.

"Kotaro" bu Megu malah kebawa suasana.

WOY WOY UDAHAN DONG! KAPAN KITA MAKANNYA NIH!" teriak anak kos yang pengen nyadarin bu Megu sama Kotaro yang lagi ber-adegan sinerton ria.

Mereka pun akhirnya bisa menikmati acara makan pagi bersama, setelah berdoa menurut kepercayaan masing-masing, mereka pun langsung menikmati sarapan mereka. Baru sesuap mereka langsung…

"ASDFGHJKL INI ENAK BANGET!" seru anak kos bersamaan.

"Gila, perpaduan bubur dan mericanya pas! Daun seledrinya juga gak terlalu mendominasi. Ini enak banget! maknyus" komentar Kotaro bak pak Bondan.

"Suiran ayamnya juga empuk, kalo dimakan sama bubur kerasa banget, gak terlalu asin" kata Taka menambahkan.

Sedangkan Shin, dia Cuma terseyum tipis melihat tingkah laku anak kos, berarti masakannya hari ini berhasil. Tapi bagi anak kos, melihat Shin tersenyum setipis apapun itu adalah hal terlangka yang bisa didapatkan di sini. Setelah melihat Riku crossdressing dan Taka yang lagi tertawa terbahak-bahak.

Makanya, ketika Riku yang kebetulan duduknya berhadapan dengan Shin, suatu keberuntungan dia melihat seyumnya Shin itu, tapi karena spontan, Riku langsung tanya.

"Shin, tadi kamu senyum?" Tanya Riku dengan tampang polos dan imutnya.

Anak kos langsung ribut dengan pertanyaan Riku tadi langsung rame-rame mengintrogasi Shin.

Sedangkan Sena, baru pertama kali dia merasakan makan pagi seperti ini, semua kekacauan ini malah membuat anak-anak kos di sini terlihat lebih baik, Sena tak habis pikir, mereka bisa bertahan seperti ini tanpa ada kekacauan. Yah daripada di rumah, makan pun tidak ada yang mau membuka topik pembicaraan sama sekali, kalau di sini terasa hangat…

"Makanya ya, Sena, baik-baik sama mereka, mereka kalo memberikan pertolongan gak tanggung-tanggung lho, bahkan mereka pernah ngasih ibu hadiah cincin emas 10 gram." kata bu Megu sambil tersenyum kea rah Sena.

"Mungkin aku akan tinggal lebih lama di sini" kata Sena dalam hati.

Omake kecil-kecilan

-saat pesta penyambutan-

"A, anu, saya mau Tanya, kalian semua kuliah jurusan apa?" Tanya Sena agak malu-malu.

"Oh, kalau saya, kedokteran lagi ngejar S2 sekarang" jawab Takami dengan bangga.

"Aku manajemen" Kakei malu-malu menjawabnya.

"Kalau aku pasti, jurusan musik" jawab Akaba.

"kalo aku pasti mode, smart kan?" Jawab Kotaro bersemagat.

"Aku cuma ngambil jurusan Arkeologi" Jawab Taka sambil tetap membaca bukunya.

"Aku Jurusan kuangan" Jawab Riku agak bangga.

"Aku Tata Boga, sekarang lagi TC" Jawab Shin datar.

"Kalau Sena sendiri?" Tanya Takami.

"A, aku sekarang jadi atlet pro NLF di sini" Jawab Sena malu-malu.

"Wah keren! Haha ternyata ada yang jago olahraga juga di sini!" cletuk Kotaro sambil mukul pundak Sena.

Muka Sena langsung berubah merah seketika, karena baru pertama kali ada yang memujinya. Sebaliknya, anak kos malah was-was.

"Sena, sebaiknya kamu harus jaga-jaga kalau mau blushing pake masang tampang imut, soalnya entar kamu jadi korban keganasannya si Amethyst" Kata Riku agak sedikit takut diikuti oleh anggukkan anak kos lain, yah soalnya mereka ini sudah jadi korban keganasan Amethyst sih.

Di sisi lain, Sena merasakan adanya aura-aura gelap yang menghiasi ruang makan ini.

"hihihi, kak Sena, aku tak akan membiarkanmu lepas sekalipun"

Setelah merasakan aura yang makin lama makin gak enak, Sena pun akhirnya hanya bisa berdoa dalam hati, takut-takut kata Riku tadi benar.

"Hie, sepertinya sehabis ini aku harus mandi bunga 7 rupa"


AKHIRNYA SAMPE KE CHAPTER 2 JUGA!

Makasih buat Akita Beilschmidt yang udah mau baca ceritaku sebelum dipublish.

Akhir kata, reviewnya ya!