Syukurlah...

Fanfic ini bisa up date tepat pada waktunya

Meiru seneng banget saat membaca review dari kalian

Tidak menyangka respon kalian begitu besar (menurut Author) terhadap fanfic ini

Meiru mengucapkan beribu-ribu terima kasih

Karena telah mengabulkan keinginan Meiru dengan membaca dan me-review fanfic ini

Selain itu, Meiru juga minta maaf

Kalau di chapter kali ini, masih terdapat banyak kesalahan

Sekali lagi Meiru ucapkan terima kasih atas dukungan dan doa dari para reader dan reviewer untuk kelanjutan dan kelancaran ke-up date-an dari fanfic ini

Oleh karena itu...

Balasan review untuk chapter 1 :

Shaniechan, Ma Simba, Ichaa Hatake Youichi, Rura Ken Gibas, Lonelyclover, Meyuki Uzumaki : Di chapter ini kalian pasti sudah tahu hubungan antara Sasuhina. Ini sudah aku up date. Terima kasih atas review-nya (^_^)

Keira Miyako, DaRuma Chi TsuToSuke, Zoroutecchi : Segala pertanyaan dari kalian sudah ada di chapter ini. Selamat membaca dan terima kasih atas review-nya (^_^)

Uchihyuu Nagisa, Dark Blizzard734, Ichsana-Hyuuga : Ya, tebakanmu benar. Seperti yang ada di chapter ini. Aigatou hontou ni, telah meng-fave fanfic Meiru ini. Hamba sungguh tidak menyangka. Selamat membaca dan terima kasih atas review-nya (^_^)

RikurohiYuki03 : Sasuhina belum nikah, koq. Maaf yaw kalau hubungan mereka tidak sesuai dengan harapan Riku-chan dan Kuro-chan. Ini sudah Meiru up date. Jangan bertengkar, yaw. Kalian kan manis2x, masa' sesama anak manis saling bertengkar. Nanti manisnya berkurang low. Terima kasih atas review-nya (^_^)

Uchiateme, Miss Rukawa : Salam kenal. Tebakan kalian benar. Kalian koq bisa tahu sich. Padahal Meiru sudah berusaha menyembunyikan identitas mereka. Sudah Meiru up date, nich. Selamat membaca dan terima kasih atas review-nya (^_^)

Nene Zura' no Uchikaze : Meiru tidak menyangka kalau nama sekolah-nya Sasuhina sama dengan nama Nene-chan. Meiru baru menyadarinya saat membalas review ini. Padahal Meiru membuatnya dari gabungan marga Uchiha dan Namikaze. Eh, ternyata sama dengan namamu. Hime itu siapa sih ? Terima kasih atas review-nya (^_^)

Baiklah hamba persembahkan...

SASUHINA

Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Between Us

Untuk pertama kalinya, Hinata memasang wajah yang sayu kepada tumpukan beberapa lembar laporan yang harus diperiksanya. Biasanya dia tidak bersikap seperti ini. Hinata selalu bersemangat terhadap sesuatu yang harus dikerjakannya. Sebenarnya sih bukan 'harus', lha di sini posisinya Hinata kan cuma membantu.

Namun, kalau yang dibantu itu seseorang yang bernama Uchiha Sasuke. Yang semula hanya sebuah panggilan hati saja, menjadi sebuah keharusan atau kewajiban. Di ruang OSIS-lah, sekarang Hinata berada. Ditemani oleh seorang pemuda yang arogan dan juga setumpuk tugas yang menunggu untuk dikerjakan.

Walaupun Sasuke itu seorang pemuda yang dingin, arogan, angkuh dan egois. Namun dia selalu peka terhadap apapun yang ada di sekitarnya. Apalagi kalau itu menyangkut gadis yang sekarang duduk di hadapannya.

Flashback ON

"Uchiha Hinata, bisa kita bicara sebentar," ucap seorang pemuda yang mempunyai rambut spike berwarna kuning.

"Te-tentu saja," jawab Hinata

"Namaku Namikaze Naruto. Aku menyukaimu. Maukah kau jadi pacarku?" ucap Naruto dengan tegas.

"Ha?"

Pernyataan cinta Naruto itu telah membuat Sasuke dan Hinata terkejut. Padahal baru pertama kali ini, Hinata bertemu dengan pemuda itu. Namun kenapa pemuda itu langsung mengutarakan perasaan sukanya itu kepada dirinya. Hal itu telah membuat Hinata diam seketika.

"Aku tahu ini terlalu mendadak. Makanya kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan setia menunggu jawaban darimu. Itu saja yang ingin aku katakan. Baiklah aku pergi ke kelas dulu, ya. Jaa~"

Setelah mengatakan hal itu, Naruto melambaikan tangannya dan pergi dari tempat itu.

Hinata masih diam terbengong, mendengar pernyataan cinta seorang pemuda yang baru pertama kali ini ditujukan padanya. Tentu saja dia masih shock dengan apa yang telah terjadi. Namun, suara seseorang yang ada di sampingnya, telah membuatnya sadar dari rasa keterkejutannya.

"Ayo. Kita harus segera pergi ke kelas. Kalau kau tidak mau terlambat mengikuti jam pelajaran pertama," ucap Sasuke yang dingin pada Hinata seraya melangkahkan kedua kakinya.

"I-iya," jawab Hinata.

Dengan wajah yang sedikit merona merah, Hinata berlari menyusul langkah Sasuke. Yang sudah berjalan terlebih dahulu untuk menuju ke kelas.

Flashback END

"Masih memikirkan yang tadi pagi?"

Walaupun bertanya seperti itu, tidak sedikit pun Sasuke memandang ke arah Hinata, dia tetap membolak-balikkan kertas laporan yang sedang ada di tangannya itu. Memang dasar si Sasuke! Walaupun terlihat acuh tak acuh, namun sebenarnya dia sangat peduli.

"I-iya. E-eh, tidak!" sangkal Hinata.

"Jangan belajar berbohong padaku. Kau sudah tahu kalau hal itu akan sia-sia saja," ucap Sasuke sambil menatap tajam ke arah Hinata.

"Ma-maaf. Bagaimana ini, Sasuke? Aku bingung harus memberi jawaban seperti apa?"

"Kau menyukainya?"

"A-aku kan baru bertemu dengannya tadi pagi. Tidak mungkin kan aku menyukai seseorang dalam waktu sesingkat itu."

"Ya tolak saja."

"Tidak semudah itu kan. Aku takut nanti hatinya akan tersakiti."

"Terima saja kalau begitu."

"Itu tidak mungkin. Aku kan tidak menyukainya. Kalau aku menerimanya itu sama saja, aku membohonginya, kan. Lagipula, dengan itu aku juga akan membohongi diriku sendiri. Itu akan menyakiti hatinya dan juga hatiku sendiri."

Sasuke tersenyum mendengar penuturan Hinata. Kemudian dia menutup laporan yang sedari tadi ada di tangannya. Sasuke bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan mendekat ke tempat duduk Hinata. Dan sekarang Sasuke sudah berdiri di samping Hinata.

"Nah, kau sudah menemukan jawabannya kan," ucap Sasuke seraya sedikit menarik ujung bibirnya.

"Ah, iya ya. Arigatou, Sasuke," ucap Hinata sambil tersenyum ke arah Sasuke.

Sasuke selalu terpesona dengan senyuman gadis yang ada di hadapannya ini. Padahal sudah bertahun-tahun, dia selalu melihat hal itu. Namun, entah kenapa Sasuke tidak pernah bosan dengan senyuman gadis ini. Bahkan, dia selalu berusaha agar senyum itu tidak pernah lepas dari wajah yang polos itu.

Hinata bingung melihat Sasuke yang tiba-tiba diam itu. Dan sambil menatap dirinya lagi. Memangnya apa yang telah membut Sasuke jadi begini ? Kemudian Hinata berdiri dari tempat duduknya.

"Ada apa, Sasuke?" tanya Hinata dengan polosnya.

Sepertinya pertanyaan Hinata itu, telah membuat kesadaran Sasuke kembali seperti sedia kala. Setelah itu, dia kembali memasang wajah datarnya.

"Tidak ada apa-apa. Nah, ayo kita makan, Imouto-chan," ucap Sasuke seraya tersenyum jahil dan mengacak-acak rambut Hinata.

"Jangan menganggapku seperti anak kecil lagi," ucap Hinata seraya menatap tajam ke arah Sasuke.

"Memangnya kenapa? Kenyataannya kan kamu memang adikku yang paling kecil," ucap Sasuke yang masih terus memasang senyum jahil di wajahnya.

"Tapi aku kan bukan anak kecil lagi! Yang bisa diperlakukan seperti itu," bentak Hinata sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.

Bukannya takut dengan bentakan Hinata, Sasuke malah menyukainya. Karena Hinata jarang sekali bicara keras seperti ini padanya. Apalagi melihat wajah Hinata yang sedang kesal itu, terlihat lucu di mata Sasuke. Muncul deh, pikiran jahil seorang kakak pada adik kecilnya.

"Diperlakukan seperti apa? Seperti ini?" ucap Sasuke dengan memasang senyum jahilnya seraya memeluk Hinata.

"Sa-sasuke, apa sih yang sedang kamu lakukan?" tanya Hinata sambil meronta-ronta ingin melepaskan diri dari pelukan Sasuke.

"Memelukmu. Memangnya tidak boleh?" goda Sasuke.

Bukannya melepas pelukannya dari Hinata, Sasuke malah semakin menambah perbuatan jahilnya pada gadis manis bermata lanvender ini. Dengan membenamkan wajahnya pada leher Hinata, menghirup dalam-dalam aroma lavender yang sudah menjadi ciri khas dari gadis yang sedang dalam pelukannya ini.

Hembusan nafas Sasuke terasa menggelitik di leher Hinata. Tentu saja itu telah menyebabkan semburat merah muncul di wajah Hinata. Dan entah kenapa hal ini membuat tenaga Hinata untuk lepas dari pelukan Sasuke, menjadi semakin menghilang saja.

"Sa-sasuke, lepaskan. Nanti ada orang lain yang melihat kita, dan beranggapan yang tidak-tidak terhadap kita," ucap Hinata.

"Tidak salah kan seorang kakak memeluk adiknya sendiri. Oh ya, Hinata. Panggil aku Sasuke-nii. Seperti yang kau lakukan pada Baka Aniki itu," balas Sasuke.

Mendengar ucapan Sasuke itu, membuat kedua mata Hinata agak melebar. Ya, kakak dan adik. Itulah hubungan mereka selama ini. Kenapa dia bisa melupakan hal itu? Memangnya apa dia mengharapkan hubungan mereka lebih dari ini?

Hinata langsung melepaskan pelukan Sasuke pada tubuhnya. Entah mendapat tenaga darimana, namun dia langsung bisa melakukan hal itu. Rasa nyeri langsung menyerang hatinya. Hal itu telah membuat kedua matanya terasa panas.

Sebenarnya sekarang Hinata sangat ingin menangis, namun dia tidak boleh menangis di sini. Apalagi di depan pemuda ini. Kalau pun harus menangis, itu harus di tempat lain. Tidak boleh di sini.

Sasuke sedikit terkejut dengan perbuatan Hinata itu. Dia melihat gadis yang ada di hadapannya tengah menundukkan kepalanya. Dan di mata Sasuke, seperti melihat aura negatif yang muncul di sekitar tubuh Hinata. Itu sedikit membuat Sasuke terperangah dan menelan ludahnya.

"Aku TIDAK AKAN PERNAH memanggilmu dengan panggilan kakak. Aku BENCI Sasuke!"

Ucap Hinata dengan menekankan kata 'tidak akan pernah' dan 'benci'. Setelah sedikit berteriak pada Sasuke, Hinata segera berlari keluar dari ruangan Sasuke. Karena dia sudah tidak bisa, untuk menahan lebih lama lagi agar air mata tidak jatuh di kedua pipinya.

Sasuke menatap kepergian Hinata, dengan wajah datarnya. Senyum jahil yang beberapa detik lalu menghiasi wajahnya, hilang seketika.

"Kenapa kau tidak bisa memanggilku kakak, Hinata?" gumam Sasuke.

-"Between Us"-

Hinata tetap berlari melewati koridor sekolah, dengan menghapus air mata yang terus-menerus keluar dari kedua mata lavendernya. Dia tidak peduli dengan tatapan kesal beberapa siswa yang hampir terjatuh, akibat tabrakannya yang tengah berlari tanpa arah itu.

Hinata terus berlari hingga...

Bruk!

Sepertinya untuk kesekian kalinya, Hinata menabrak seseorang. Namun kali ini berbeda, karena hal ini telah membuat dia berhenti dari usaha berlarinya. Karena Hinata baru saja menabrak tepat di dada seseorang. Oleh karena itu, Hinata mendarat dengan suksesnya di pelukan orang itu.

Dengan mata yang berair, Hinata mendongakkan wajahnya ke atas. Ingin mengetahui siapa gerangan yang kini tengah memeluknya?

Seluruh penghuni Uchikaze Gakuen sudah pasti mengenal siapa orang yang ada di hadapan Hinata ini. Begitu juga dengan Hinata sendiri. Dia bahkan lebih mengenalnya daripada penghuni Uchikaze Gakuen ini.

Dan tanpa aba-aba apapun, Hinata langsung memeluk erat seseorang yang ada di hadapannya ini. Dan menangis sepuasnya di pelukan orang ini.

^TBC^

Bagaimana chapter kali ini?

Apakah sudah menjawab segala pertanyaan yang ada di hati para reader sekalian?

Meiru meminta maaf kalau chapter kali ini, ternyata tidak bisa memenuhi harapan para reader

Namun, Meiru berupaya dengan chapter kali ini dapat menjawab sebagian pertanyaan dari para reviewer

Oh ya, menurut kalian siapa orang yang tengah dipeluk oleh Hinata?

Tidak biasanya kan Hinata dapat terlebih dahulu memeluk seseorang

Pasti-lah orang itu adalah orang special bagi Hinata

Kritik dan saran dari kalian, selalu Meiru terima dengan tangan terbuka

Karena review dari kalian sangat membantu dan mendukung kelanjutan dari fanfic ini

Maka dari itu...

R

E

V

I

E

W

Arigatou