My girl

Rated : T

Genre : Romance, Fantasy, friendship

Pairing : SasuSaku, slight NejiTen and NaruHina

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : gaje, abal,Ooc, banyak typo, kependekan, dapat menyebabkan mual, muntah-muntah,dan gejala mematikan lainnya(lah?)

Haaaaiiii minna-san! Hany kembali lagi!

Yang jelas dengan fic abal ini!

Aku agak telat update karena harus rebutan computer sama adik!(siapa nanya?)

Hem…dan makasih buat semua yang udah review ficku! Itu membuatku tambah semangat

Dan buat flamer….aku gak tau sih..apa yang membuat kamu sebenci itu ma aku,,,

Apakah karena review fic aku kebanyakan sedangkan fic ku jelek banget? Abal banget? Pendek? Itu sih udah ditulis di warning..jadi, kalo kamu emang gak suka banget ma fic aku, gak usah baca..itu langkah yang terbaik…

Dan aku berani buat lanjutin nie fic karena kalian para reviewers yang udah bikin aku semangat!

Makasih sebesar-besarnya..juga buat flamers…aku menganggap review mu adalah masukan positif bagiku…aku gak akan pernah membencimu…terserahlah kalo kamu gak mau percaya ma aku…sumpahin aku, juga gak apa karena aku emang gak pernah review ficku sendiri…

Aku juga bukan benci flamer!

Ya udah deh,,kita ke cerita ajah…

Don't like? Don't read!

1…

2…

3…

ACTION!

Chap 3

Sasuke's POV

"…kun."

"Sasuke-kun…" samar-samar, kudengar suara Sakura yang memanggil-manggil namaku, hn, dan kau tau apa yang kulakukan? Tak menghiraukannya…

Tapi, sepertinya Sakura belum menyerah..dia mengguncang-guncangkan tubuhku dengan agak keras, dan berkata "Sasuke-kun! Bangunlah! Nanti kau terlambat ke sekolah!"

Perlahan-lahan, kubuka mataku, menampilkan bola mata onyx yang terkesan dingin, saat kubuka mataku, yang pertama kali kulihat adalah…. hm? Emerald?

"Hah!" aku sangat kaget, dan juga menahan rasa malu..kau tahu kenapa? Karena wajahku dan wajah Sakura terlampau sangat dekat, bahkan aku dapat merasakan hembusan nafas Sakura.

"Hihi..akhirnya kau bangun juga Sasuke-kun!" kulihat Sakura nampak menyeringai dan perlahan-lahan menjauhkan wajahnya dari wajahku.

Melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.45 pagi, akupun segera mengambil handukku dan mengusir Sakura untuk keluar kamar, sementara Sakura hanya memasang wajah cemberut dan mengomel-ngomel tak jelas seraya membuka pintu kamarku, hendak keluar.

Tu-tunggu dulu…jam 06.45? hah? Aku terlambat! Dengan sedikit tergesa-gesa, aku segera menuju kamar mandi. Tapi bukan Uchiha namanya kalau tidak dapat menampilkan wajah datar dalam hal terdesak sekalipun.

Setelah mandi, aku segera berpakaian dan menuju ke sekolah dengan mobil pribadiku, aku melajukan mobil dengan sangat kencang, membuat Sakura yang ada di sampingku berwajah sangatpucat.

At KHS

Aku segera memarkirkan mobilku di tempat parkiran sekolah, ketika aku hendak membuka pintu mobil, Sakura tiba-tiba berteriak " Sasuke-kun gila!baka! kalau kau ingin bunuh diri jangan mengajakku!"

"Hn? Kalau sampai tadi kita kecelakaan, kau mungkin tidak akan mati..kau tahu apa maksudku kan?"

"Cih! Biarpun aku ini bukan manusia!jelas saja aku takut!"

Aku tak memperdulikan Sakura yang masih mengomel-ngomel sendiri, aku hanya berjalan cepat menuju kelasku sebelum Kakashi-sensei datang.

Tunggu dulu, Kakashi-sensei! Kussooo! Lalu untuk apa aku tergesa-gesa jika yang mengajar adalah guru yang sering terlambat lebih dari dua puluh menit itu?

Aku membuka pintu kelasku, dan..

"TEMEEE!"

Yak! Naruto telah menyambutku dengan teriakannya yang khas dan menggema di seluruh penjuru ruangan, bahkan mungkin teriakannya terdengar sampai kantor kepala sekolah yang berjarak 20 meter..hn..maybe?

Naruto langsung menghampiriku bersama gadis berambut indigo di belakangnya, hn..aku baru sadar ternyata pacar si dobe tidak hadir kemarin.

Kulihat mata lavender Hinata tengan menatap kea rah Sakura dengan wajah yang pucat. Seolah-olah ia dapat meliaht Sakura dengan jelas.

h-hey…tunggu.. " Sa..suke-kun..si…siapa dia?" tanya Hinata dengan terbata-bata, karena begitulah gaya bicara si sulung Hyuuga yang satu ini.

Kulihat Hinata sedang menunjuk-nunjuk Sakura, " err.. Hinata-chan..di samping Sasuke tidak ada siapa-siapa.." ujar Naruto sambil menggaruk kepalanya yang dapat kupastikan tidak gatal itu. "Ta..tapi Naruto-kun…" Hinata nampak sedang ingin membantah Naruto, tapi aku langsung memotong pembicaraannya.

"Hn. Ternyata ada juga yang dapat melihatnya selain aku." Ucapku dengan nada bicara yang sangaaaat datar.

" Melihat apa sih teme? Kenapa aku tidak melihatnya!" Naruto berkata dengan suara keras nan cemprengnya yang membuat Sakura mau tak mau menutup telinganya.

"Jadi kau bisa melihatku?" Sakura Nampak sumringah ketika mengetahui fakta bahwa yang dapat melihatnya bukan aku saja. Cih! Aku sedikit cemburu rasanya.

End of Sasuke's POV

"Kyaaa!akhirnya aku punya teman wanita!" jerit Sakura senang sambil memegang kedua pergelangan tangan Hinata dengan kedua tangannya. " Kau mau jadi temanku kan?" tanya Sakura pada Hinata yang kini tengah memperlihatkan semburat merah tipis dipipinya yang putih susu itu.

"T..tentu saja a..aku mau..err.." Hinata nampak bingung.

" Sakura. Panggil aku Sakura!" ucap Sakura dengan riang.

"Y-ya..S-sakura-chan…na..namaku Hinata Hyuuga..y-yoroshiku ne" kata Hinata sambil memainkan jarinya dan masih dengan semburat tipis di wajahnya.

"La..lalu..Sakura-chan ini..ma..makhluk apa?" tanya Hinata.

Seketika, raut wajah Sakura yang tadi riang kini tiba-tiba menjadi sendu. Hinata yang mengetahui itu langsung melanjutkan kata-katanya " ah…Sakura-chan ma..maaf..a..aku-" Hinata Nampak khawatir melihat perubahan raut wajah Sakura yang tba-tiba saja menjadi sendu.

" Tidak apa kok Hinata-chan!" Sakura tampak berusaha untuk tersenyum, walau dipaksakan.

" Hm..sebenarnya, aku juga tak tahu siapa diriku….oleh karena itu, aku minta tolong pada Sasuke untuk mengetahui jati diriku sebenarnya…" lirih Sakura pelan.

"K-kalau Sakura-chan ti..tidak ke-keberatan…a-aku..akan membantu S-sakura-chan.." kata Hinata sambil tersenyum lembut.

"Sakura-chan? Dia siapa? Kau bicara pada siapa sih Hinata-chan?" Naruto masih terlihat cengo atas tindakan Hinata yang tiba-tiba yang bicara sendiri. Dan yang lebih mengherankan, Sasuke bertampang biasa-biasa saja!

" Benarkah Hinata-chan?" Sakura tampak sangat senang.

"T-tapi…kita juga akan me..meminta bantuan pa-pada.. kakak sepupuku Sa-sakura-chan,,ku-kurasa..kita bertiga saja tak akan cu-cukup.."

"KYAAA!terima kasih Hinata-chan!" Sakura langsung mendekap Hinata, Hinata sontak kaget, tapi, dia tak dapat menyembunyikan senyumannya.

Tanpa sepengetahuan Hinata, Sakura, dan Naruto, diam-diam Sasuke juga ikut tersenyum melihat Sakura yang tersenyum senang.

Kriet..

Terdengar pintu ruangan kelas Sasuke terbuka dan menampilkan pria muda bermasker ,anak-anak lansung menuju bangkunya masing-masing dan duduk dengan rapi.

"Ohayou anak-anak.." ucap pria tadi.

"OHAYOU SENSEI!"teriak anak-anak kelas XI.A serempak.

"Maafkan sensei karena terlambat, tadi ada seorang wanita cantik datang menghampiri sensei dan meminta tolong untuk menjualkan jualannya."pria tadi tersenyum pada anak-anak dan disambut teriakan tak berarti dari anak-anak kelas XI.A, karena mereka tahu persis bahwa senseinya kini tengah berbohong.

Skip time

Pulang sekolah(di sisi lain)

"Ayolah Neji…" terlihat seorang gadis bercepol dua tengah memelas pada seorang pemuda bermata lavender berambut coklat panjang.

"Tidak." Jawab pemuda yang di panggil Neji oleh gadis bercepol dua tadi.

"Cih! Kau ini pelit sekali! Aku kan hanya memintamu untuk membantuku mengerjakan pr matematikaku.." ucap gadis tadi sambil memasang wajah cemberut.

"Hn. Kalau kau nanti di suruh mengerjakan soalnya di papan tulis oleh Azuma-sensei, kau akan mati,"ujar Neji masih dengan nada yang datar.

"Itu sih urusan nanti!bilang sja kau ti-"

"Ne-neji-nii" ucapan gadis tadi terpotong oleh suara lembut Hinata yang menghampiri Neji dengan dua orang pemuda, Neji menyipitkan matanya. Dia dapat melihat jelas adanya sosok lain yang berada ditengah-tengah kedua pemuda tadi,

Hinata yang menyadari bahwa mata lavender Neji menyipit saat melihat Sakura langsung memulai pembicaraan.

"I..ini..Sakura.." kata Hinata sambil memperkenalkan Sakura.

"Hn. Neji Hyuuga"ucap Neji datar.

"Hm..Sakura?" tanya gadis tadi a.k.a Tenten pada dirinya sendiri.

"K-kalian dapat melihatku?" tanya Sakura tak percaya.

"Hn."

" Aku tak dapat melihatmu Sakura..tapi..aku dapat merasakan kehadiranmu dan dapat mendengar suaramu" kata Tenten sambil tersenyum.

"HUAA!kalau begitu..Cuma aku yang tak bisa melihatnya!" Naruto tampak frustasi.

"hn. Mungkin kau tak memiliki kemampuan khusus" kata Neji datar.

Sasuke nampak tersentak, seperti menyadari sesuatu.

"Kau kenapa Sasuke-kun?"tanya Sakura

", aku hanya baru sadar bahwa klan ku memiliki kemampuan mata yang bernama sharingan."

"lalu..kenapa kaa-san mu tidak melihatku?"

"Menurut buku yang pernah ku baca diperpustakaan kuno Jepang, bahwa sharingan hanya dapat digunakan sampai umur 30 tahun,dan dimulai dari umur 16 tahun" kata Neji menerka-nerka.

"Ja-jadi..ini kali pertamamu melihat hantu Sasuke-kun?" tanya Sakura.

"Hn."jawab Sasuke.

"Lalu..ada apa kalian mnghampiriku?"tanya Neji sambil memandang adik kelasnya itu.

"Kami butuh bantuanmu."jawab Sasuke datar.

"K-kami..ingin membantu Sa-sakura-chan untuk tahu si..siapa dirinya sebenarnya.."sambung Hinata.

Sakura nampak melihat-lihat pemandangan belakang sekolah yang dihalangi oleh jendela kaca perpustakaan yang besar, di saat yang sama, Sakura nampak tersentak kaget, dan bulir-bulir air mata keluar dari mata emeraldnya.

"Kau kenapa?" tanya Sasuke.

"Sa..sasori-nii…"lirih Sakura pelan, tapi masih terdengar jelas oleh Sasuke.

Sasuke melihat apa yang dilihat Sakura, dan dia melihat seorang pemuda berambut merah menyala sedang duduk sendiri dikursi taman belakan KHS sambil membaca buku.

"Kau apanya Sasori?"tanya Sasuke.

"di..dia kakakku.."

Sasuke kaget, namun masih menampilkan wajah stoicnya.

"Nama margamu Akasuna?" tanya Sasuke lagi, menggeleng pelan,Sasuke terlihat bingung.

"Nama margaku Haruno..Sasori kakak tiriku..dan dia sangat menyayangiku.."

Tiba-tiba, Sakura terasa mengingat sesuatu.

"AH!"teriaknya.

"Sasuke-kun!aku ingat!" kata Sakura sumringah, membuat Hinata, Neji, Tenten, dan Naruto yang tak tahu apa-apa juga menengok kearah Sakura.

"Benarkah?"tanya Tenten.

Sakura hanya mengangguk mantap dan berkata.

"aku…Haruno Sakura,,gadis yang menderita penyakit gagal jantung sejak lahir…aku sekolah hanya sampai kelas tiga sekolah dasar, dan aku divonis meninggal oleh dokter sebulan lagi, dan satu-satunya jalan aku selamat adalah operasi pencakokan jantung…"

"lalu?"Sasuke terlihat penasaran,

"Terakhir kali ku ingat..adalah nafasku sesak dan tak beraturan, juga teriakan kaa-san yang memanggilku…setelah itu..aku tak ingat apa-apa lagi dan saat terbangun, aku langsung berada di kamar Sasuke!"tutur Sakura.

"HEY!kenapa kalian nampak sangat serius begitu?apa yang terjadi sih?" Naruto yang tak tahu apa-apa heran, mengapa semua temannya terlihat sangat serius begitu?

"Ck. Kau itu perusak suasana saja Naruto!"teriak Tenten pada Naruto.

"Hey dobe, tutup matamu.." perintah Sasuke pada Naruto.

Naruto hanya menuruti perintah Sasuke, ia pun segera menutup matanya.

"Kosongkan pikiranmu..konsentrasilah dobe,"Sasuke terlihat seperti menghipnotis Naruto.

"Hmmp…"Naruto terlihat seperti menahan ketawanya.

"K-Kau..ke-kenapa..Naruto-kun?" tanya Hinata pada Naruto yang kini tengah menutup matanya dan sedang menahan tawa.

"Hahahahahaha!" akhirnya Naruto tawa Naruto meledak juga sejak sedari tadi ditahannya.

"Kau kenapa dobe?"

"Hahaha…aku malah mengingat rambut pantat ayam mu itu teme!" ucap Naruto ditengah-tengah tawanya.

"Cih! Sekarang bukan waktunya untuk bercanda! Cepat lakukan apa yang ku perintahkan!" perintah Sasuke pada Naruto setelah perlahan-lahan berhenti ketawa.

Naruto pun menutup matanya dan mulai berusaha konsentrasi. Setelah beberapa menit, ia membuka matanya dan..

"Wah! Hebat…aku merasa ada orang lain di antara kita semua! Namun, aku tak bisa melihatnya.." tutur Naruto pada ke-empat sahabatnya.

"Err….kau bisa mendengarku?" tanya Sakura yang sedari tadi hanya diam.

"Ah! Siapa yang bicara?" Naruto celingak-celinguk mencari sang sumber suara.

"hn..nanti aku akan ceritakan padamu dobe, tapi sekarang..apa yang akan kita lakukan?" tanya Sasuke.

"Hn, Sakura bilang…dia tidak merasa apa-apa sesudah nafasnya sesak dan tidak beraturan?" tanya Neji pada Sakura. Sedangkan Sakura hanya mengagguk pelan.

" Menurut kesimpulanku…kau ini setengah mati dan juga setengah hidup.." tutur Tenten.

"Apa maksudnya aku setengah mati dan setengah hidup?" tanya Sakura seraya menunujuk dirinya sendiri dan menampilkan mimic wajah bingung.

"Maksudnya..mungkin kau memang sudah mati, tapi, kau masih punya harapan untuk hidup, ini sesuai usahamu saja..kau harus segera kembali ketubuh aslimu sebelum kau benar-benar mati.." jawab Neji menunjukkan mimik wajah serius.

"J-jadi..kesimpulannya..Sakura-chan ya-yang..sekarang ini..adalah roh yang terpisah da..dari tubuhnya?" tanya Hinata pada Neji. Neji pun hanya mengangguk.

" Kalau begitu..kita harus menyelamatkan Sakura-chan!" ucap Naruto riang.

"Sekarang? Kalau sekarang aku tidak bisa..aku mau istirahat.."kata Sasuke datar.

"Ayolah Sasuke-kun…kau sudah janji padaku kan?" rengek Sakura.

"Tapi bukan berarti aku harus menjadikanmu sebagai prioritas utama Sakura!" kali ini Sasuke meninggikan nada suaranya.

"Ayolah teme…sebentar saja.." Naruto juga ikut merengek.

"Ayolah Sasuke! Kita harus menemani Sakura pergi ke rumah sakit tempat dia dirawat.." Tenten juga ikut membantu Sakura dan Naruto.

"Cih! baiklah. Tapi sebentar saja" kata Sasuke.

"YEYYYYY!" teriak Sakura, Naruto, dan Tenten girang.

" Kalalu begitu..kita segera ke rumah sakit.." Perkataan Neji pun mengakhiri percakapan itu.

Skip time

At konoha's hospital

Terlihat lima orang remaja berjalan mamasuki rumah sakit, tapi, bagi kelima orang itu, mereka bukan hanya lima orang, melainkan enam orang.

Ada sesosok gadis berambut pink berada di samping pemuda berambut emo yang menampilkan wajah datar. Di samping pemuda emo, ada pemuda berambut blonde yang tengah bersiul-siul ria sambil menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya.

Sedangkan di sebelah pemuda blonde, seorang gadis manis dengan semburat merah dipipinya dan berambut indigo berjalan menyamai langkah si blonde.

Di belakang mereka, terlihat seorang pemuda berwajah dingin dan berambut panjang coklat dan seorang gadis bercepol dua di sebelahnya.

Mereka mengenakan pakaian sekolah, terkecuali gadis berambut pink tadi.

"Sakura, dimana kamarmu di rawat?" tanya gadis bercepol dua.

"Di ruang isolasi Tenten-chan" jawab Sakura sambil tersenyum.

Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di ruang isolasi.

Krieet..

Mereka membuka pintu ruangan tersebut. Dan tampaklah seorang seorang wanita paruh baya sedang terduduk di samping ranjang rumah sakit yang terkesan minimalis itu.

Sedangkan di ranjang rumah sakit, terlihat seorang gadis manis berambut pink pucat tengah tak sadarkan diri, tangan kurus putihnya kini tengah tersambung dengan selang infuse dan ada juga pendeteksi detak jantung, dan tertera dilayar monitor bahwa detak jantung sang empunya tidak begitu normal.

"Wah..ternyata Sakura-chan cantik sekali.." bisik Tenten pada Neji yang ada di sebelahnya.

"WAH!KAU CANTIK SEKALI SAKURA-CHAN!" pekik Naruto dan itu membuatnya mendapatkan hadiah berupa jitakan kecil dari Tenten.

"Eh…kalian teman Sakura? Ayo masuk…" suara lembut nan indah(?) berasal dari wanita paruh baya tadi.

"Hm….Y-yah.." jawab Hinata tak kalah lembutnya.

"Kalau begitu tunggu sebentar yah…aku ambilkan minum dulu.." kata ibu Sakura dan mempersilahkan mereka masuk.

Beberapa menit kemudian, ibu Sakura kembali dan membawa kantongan berisi beberapa kaleng minuman dingin.

"Silahkan.." Ibu Sakura menyodorkan minuman tersebut pada Neji, Tenten, Naruto, Hinata, dan Sasuke.

"Aku kaget sekali ketika Sakura mempunyai teman, Sakura hanya memperoleh teman dari rumah sakit ini..tapi..itupun hanya sebentar saja..karena pasti teman Sakura itu keluar dari rumah sakit setelah beberapa hari..lalu..kalian teman apanya Sakura? Dari mana kalian bertemu? Mana mungkin kalian adalah teman SD Sakura kan?" Tanya ibu Sakura.

Deg!

'gaa…gawat..kita tak memperhitungkannya..'batin Sakura.

"Hn. Aku mengenalnya ketika masuk rumah sakit." Jawab Sasuke masih dengan wajah stoic-nya.

"Hah? Dan kau masih mengingat Sakura? Kau baik sekali.." Ibu Sakura tampak senang mendengar penuturan Sasuke.

"Lalu..kenapa kamu bisa masuk rumah sakit? Kau sakit apa?" tanya ibu Sakura (lagi).

" Dia patah tulang setelah terpeleset lantai sekolah yang licin tante.." kali ini Naruto yang menjawab, dan sukses mendapatkan tatapan deathglare dari Sasuke, sedangkan Sakura, Hinata dan Tenten hanya tertawa kecil. Neji..? hm.. dia hanya memasang wajah dingin nan datar.

"Benarkah? Lain kali hati-hati yah.." kata ibu Sakura.

'Sakura, cobalah untuk kembali.' Bisik Sasuke pada Sakura. Sedangkan Sakura hanya mengangguk dan melangkah pelan untuk mendekati tubuhnya yang sedang terbaring lemah.

Sakura menutup matanya, tapi, setelah beberapa menit, tak ada yang terjadi, sehingga membuat Sakura membuka matanya.

"Tak berhasil Sasuke.."ujar Sakura.

"Coba lagi.." kata Sasuke pelan.

Setelah beberapa jam Sakura mencoba, namun tak ada yang berhasil.

"Aku menyerah.." kata Sakura.

Sedangkan Sasuke hanya menghela nafasnya berat, dan melihat kea rah teman-temannya yang kini tengah berusaha untuk mengalihkan perhatian ibu Sakura dari Sasuke yang sejak tadi bicara pada Sakura. Karena kalau ibu Sakura melihat, nanti Sasuke diaggap gila bukan?

" Baiklah..kita pulang.." ajak Sasuke pada teman-temannya.

"Eh? Sudah mau pulang yah? Kalau begitu terima kasih telah menjenguk Sakura yah.." ucap ibu Sakura sambil tersenyum.

"Iya tante..kami pulang dulu!" kata Tenten, dan merekapun pulang dari rumah sakit.

To be continued

Hah…akhirnya selesai juga chapter 3 nya…

Gimana menurut reader? Udah panjang tidak?

Oh ya, thanks to:

Flamer

Yoona ikha-chan

Devil'd

Garoo

Musim semi

Cho Hara a.k.a Hikari yamamoto

Me

Just ana

Onyxita haruno

Chinen yuri

Natsu hiru-chan

Fiyui-chan

Chini VAN

And sorry yah..kalau ada kesalahn nama gara-gara author ini…

Sekali lagi makasih buat nama-nama yang di atas..udah review chapter 2

Itu membuat hany semangat buat nulis chapter 2!

Akhi kata,

Mind to review?

No flame!

~arigatou gozaimasu~

Hany-chan DHA E3