My Girl
Rated : T
Pairing : SasuSaku slight NaruHina and NejiTen
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : Abal, jelek, pendek, dapat menyebabkan muntah dan mual.
Don't like?don't read.
Hy minna-san..
Hany kembali lagi dengan nie fic.
Ya udah, aku gak mau banyak bacot deh!
1
2
3
ACTION!
"Tadaima.." ucap seorang pemuda dingin sambil memasuki sebuah rumah mewah yang digerbangnya tertampang jelas nama Uchiha, tanda bahwa Uchiha lah yang memiliki rumah tersebut.
"Hay hay Imotou!" pemuda yang tadi di ambang pintu di sambut hangat oleh pemuda lain yang matanya sama dengan pemuda tadi. Namun gaya rambutnya berbeda, pemuda yang satu rambutnya berbentuk pantat ayam, dan satu lagi agak panjang dan dikucir kebelakang.
"Aniki? Kapan kau pulang?" tanya Sasuke, pemuda berambut pantat ayam tadi dengan nada yang dingin.
"Hm? Kau tak rindu padaku heh? Aku sangat merindukanmuuuuu!" kata pemuda tadi dengan nada yang dibuat-buat.
"Cih! Kau membuatku mual!" kata Sasuke dengan tak berperasaan.
"Hiks..kau jahat sekali,," pemuda tadi sekarang berpura-pura menangis dan membuat Sasuke tambah mual dibuatnya.
"Oh ya..hm,siapa dia?" pemuda tadi menunjuk Sakura yang ada di sebelah Sasuke dan melihatnya dari atas sampai bawah. Menulusuri setiap lekuk tubuh Sakura.
"Dia Sakura,adik Sasori." Kata Sasuke dengan nada yang datar.
"Adik Sasori? Hei..salam kenal, aku Itachi, adik Sasuke. Yah..aku tahu bahwa adikku sangt merepotkan, tapi maklumilah, dia memang begitu dari dia bayi." Kata Itachi santai dan langsung mendapatkan hadiah berupa tatapan deathglare dari Sasuke.
"Salam kenal, namaku Haruno Sakura," Sakura memperkenalkan dirinya dengan riang.
"Haruno? Bukan Akasuna?" tanya Itachi bigung.
"Hn. Dia adik tirinya Sasori." Kata Sasuke singkat, padat, dan jelas.
"Oh…Sasori tak pernah cerita tentang itu, ya sudah, ayo duduk Sakura. Aku ke kamar ku dulu yah, sampai jumpa Sakura yang..kawaii.." kata Itachi dan langsung melenggang pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Sakura yang dibilangi cantik oleh Itachi hanya tersipu malu.
"Kenapa kakakmu bisa mengenal Sasori-nii?"
"Hn. Kakakku mempunyai genk yang bernama akatsuki, dan kakakmu adalah salah satu anggotanya." Jawab Sasuke sambil melangkahkan kakinya hendak naik tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"Kakakmu tampan yah.."
Deg !
Sebuah ucapan polos dilontarkan begitu saja oleh Sakura dan membuat Sasuke menghentikan langkahnya. Sasuke merasa hatinya seperti tercabik-cabik oleh kalimat Sakura.
Kakaknya tampan? Lalu bagaimana dengannya? Apakah dia kurang tampan? "Cih!" tanpa sadar, Sasuke berdecih dan membuat Sakura melongo.
"Kau kenapa Sasuke-kun?" tanyanya, Sasuke hanya melanjutkan jalannya.
"Hn." Hanya itulah yang keluar dari mulut Sasuke. Sasuke merasa tenggorokannya tercekat. Dia mau bilang apa? Apakah dia harus bilang ingin dipuji juga?
Sakura yang lugu tidak dapat menangkap apa yang dimaksudkan Sasuke.
"Sudahlah. Lupakan." Dan perkataan Sasukepun meghentikan keheningan yang terjadi.
Di kamar
"Sasuke-kun, apa kau tak punya rencana?" tanya Sakura pada Sasuke yang kini tengah mengerjakan pr Bahasa Inggris yang diberikan oloeh Kurenai-sensei.
"Rencana apa?"
"Mmm…rencana mengembalikanku ketubuh asliku." Jawab Sakura.
Sasuke hanya menghela nafas berat. " Aku tak punya rencana apapun." Katanya sambil menghembaskan dirinya ke tempat tidur. Sakura hanya duduk disebelahnya.
"Sasuke-kun, kau mau tidak, menemaniku jalan-jalan hari ini.." pinta Sakura kepada Sasuke yang kini menutup matanya. Tapi Sakura tahu bahwa dia tidak tidur.
"Hhh..tidak. aku capek menemanimu ke rumah sakit tadi." Ucap Sasuke tanpa penuh perasaan. Sedangkan Sakura hanya cemberut mendengar jawaban Sasuke.
"Kalau begitu aku ajak Itachi-nii saja deh," Sakura langsung berdiri dan hendak pergi dari kamar Sasuke. Tapi sebuah tangan kekar nan kokoh menarik lengan Sakura dan menahannya untuk pergi.
"Baiklah, aku ganti baju dulu." Kata Sasuke dan membuat Sakura tersenyum senang.
"Kyaaa! Terimah kasih Sasuke-kun!" teriaknya dan tanpa sadar memeluk Sasuke.
Sasuke yang dipeluk langsung memerah wajahnya. Beberapa saat kemudian, Sakura menyadari apa yang dia lakukan dan melepaskan pelukannya.
"Ops..gomen Sasuke-kun," semburat merah tipis muncul dipipi putih Sakura.
"Hn." hanya itu tanggapan Sasuke dan melenggang pergi ke kamar mandi.
Sasuke's POV
Gyurr..
Dapat ku rasakan percikan demi percikan air shower yang membasahi tubuhku.
Nyaman..
Itulah yang kurasakan sekarang. Aku mandi dengan tenang dan bersih.
Hn. Sakura mengajakku jalan-jalan, terpaksa kuturuti perintahnya, daripada dia harus jalan dengan baka aniki.
Tunggu..lagi-lagi perasaan ini, perasaan berdebar ketika di dekat Sakura dan ketika Sakura memelukku tadi.
Dan juga perasaan marah ketika Sakura dekat dengan leaki lain selain aku. Seperti ketika Sakura memanggil Sasori sambil menangis dan juga ketika Sakura mengatakan bahwa aniki tampan.
Dan juga..kenapa aku begitu peduli dengan Sakura? Padahal aku tak pernah peduli apapun tentang wanita, bahkan pria.
Ketika Sakura meminta pertolongan dariku aku langsung menerimanya, tidak sama ketika Ino meminta tolong padaku untuk mendekati sahabatku,Sai. Aku langsung menolaknya dengan alasan tidak mau repot, jadi terpaksa Ino meminta tolong pada Naruto.
Padahal, aku lebih mengenal Ino daripada Sakura,tapi..
Yah, mungkin aku kasihan. Kasihan pada Sakura yang terkena penyakit gagal jantung.
Tapi, apakah hanya sebatas kasihan? Atau..karena aku..
Mencintainya…?
End of Sasuke's POV
"Kita ke mana dulu Sasuke-kun?" tanya Sakura pada Sasuke yang sedari tadi hanya diam saja.
Saat ini mereka sedang ada di Konoha Park. Tempat bebagai wahana menegangkan yang ada di Konoha.
"Aneh juga jalan dengan makhluk halus." Kata-kata itu begitu saja keluar dari mulut Sasuke dengan nada yang amat datar.
"Akukan bukan makhluk halus! Aku punya tubuh asli!" Sakura hanya memasang wajah cemberut.
"Jangan cemberut begitu, nanti aku mencubit pipimu." Dan kata-kata itu sukses membuat Sakura semakin cemberut lagi.
Padahal Sakura sudah memakai baju yang cantik dan berdandan dengan rapi, tapi Sasuke tak mempedulikannya, tapi mengingat itu, membuat wajah Sakura amat memerah.
Flash back on
Saat ini Sakura tengah bersiap-siap untuk jalan dengan Sasuke. Kini ia membuka tas besar yang tadi ia bawa, isinya berupa pakaian.
Pakaian itu terdiri dari T-shirt dengan bentuk neck 'v' berwarna pink muda lengan panjang dan juga rok 2cm diatas lutut berwarna ungu. Yang pasti jika ia memakainya akan memperlihatkan pahanya yang mulus nan putih.
Tas itu juga berisi beberapa aksesoris, seperti gelang mutiara berwarana putih dan juga tas ransel kecil berwarna merah. Juga sepatu sandal berwarna pink.
Dari mana Sakura mendapatkan semua itu? Ia mengambilnya dari rumah sakit ketika teman-temannya berusaha untuk mengambil perhatian ibunya.
'Mumpung Sasuke-kun mandi, aku ganti baju ah..' batin Sakura dan melepas pakaian rumah sakit yang terus dipakainya.
Kriet..
Pintu kamar mandi kemudian terbuka dan menampakkan Sasuke yang hanya berlapisi handuk dan memperlihatkan dada bidanganya yang telanjang.
Mata Sasuke juga sukses membulat ketika melihat Sakura melepas bajunya dan hanya memakai bra. ' Shit! Aku lupa mengusir Sakura!' batinnnya dalam hati dan seketika itu terdengar teriakan Sakura,
"KYAAAAAA!"
PLAAK!
End of Flash Back
Mengingat itu. Membuat Sakura menyadari kebodohannya dan membuat wajahnya semakin memerah. Tapi sepertinya Sasuke tidak mempermasalahkannya.
Tapi Sakura juga harus bertanggung jawab akibat perbuatannya yang membuat pipi sebelah kiri Sasuke memerah karena ditampar olehnya.
Tapi Sakura bodoh juga. Buat apa dia tampil cantik jika hanya Sasuke yang melihatnya?
Yah..semua demi Sasuke. Dia ingin tampil cantik di depan Sasuke. Bukannya memakai pakaian rumah sakit dan rambut berantakan.
' kenapa Sasuke-kun tak memperhatikanku? Dia tak bilang apa-apa padaku, apa perlu ku tanya tentang bagaimana penampilanku saat ini?' batin Sakura.
"Err…Sasuke-kun.." panggil Sakura.
"Apa?" jawabnya.
"Err..ba-bagaimana diriku saat ini..?" tanya Sakura malu-malu. Dapat ditandai oleh munculnya semburat merah tipis dipipinya yang agak tembem.
"Hn? Maksudmu?" tanya balik Sasuke tak mengerti sekaligus bingung atas pertanyaan Sakura.
"Mm..tentang penampilanku saat ini !" kata Sakura tegas.
"Buat apa kau berdandan?" tanya Sasuke dan sukses membuat Sakura semakin malu.
"Akukan ingin tampil cantik !" jawab Sakura sedikit berteriak.
"Hn? Buat apa? Toh orang tak bisa melihatmu, itu percuma." Kata Sasuke tanpa perasaan.
Sasuke tak tahu bahwa perkataannya sangat menyakiti hati Sakura. 'Percuma..?' batin Sakura.
Tubuhnya bergetar menahan tangis, bulir-bulir air mata sudah berada di pelupuk mata emeraldnya.
"Kau kenapa?" tanya Sasuke singkat.
Dan itu membuat Sakura bertambah kecewa.
"Hhh..baiklah, mungkin aku memang tak dilihat oleh orang-orang yang berada di sini..tapi apa salahnya Sasuke ! aku juga wanita biasa! Apakah tampil cantik salah? Percuma hah? Memang ! aku memang bodoh ! kalau kau keberatan menerimaku dalam hidupmu..KENAPA TAK BILANG SAJA DARI AWAL! HAH?" tangis Sakura langsung meledak.
Seketika itu juga, ?Sakura berlari meninggalkan Sasuke yang masih diam di tempat.
'Shit!apa yang kulakukan!' batinnya merutuki dirinya sendiri dan berlari menyusul Sakura.
Sakura's POV
Kini aku tengah berlari tanpa arah.
Yah..di mana aku sekarang? Aku pun tidak tahu jawabannya.
Aku melewati pesisir pantai, yah..aku ada di pantai.
Pemandangan laut bebas yang begitu indah, dengan langit yang berwarna keorange-orange-san.
Indah..
Aku menggosok mataku, ingin menghilakan sisa-sisa air mata yang ada dipelupuk mata emeraldku.
Aku terdududuk di tepi pantai."Indah sekali.." tak sadar, aku menggumamkan sebuah kalimat dan di sertai oleh senyum sendu di wajahku.
Seharusnya, sekarang aku bersama Sasuke.
Menikmati pemandangan yang indah ini bersama Sasuke..
Tapi..buat apa mengharapkan orang yang tidak membutuhkan kita?
"Sasuke-kun.." lirihku tanpa sadar.
Dan tangisku pecah kembali.
Yah, aku kecewa..sangat kecewa..
Dia bilang percuma? Yah..aku tahu, tapi bisakah kau menghargai sedikit perasaanku Sasuke-kun?
Aku berdandan karenamu..aku ingin tampil cantik didepanmu..apa salah?
Tapi kau tak memperhatikanku..lalu, buat apa aku susah-susah mengambil bajuku di rumah sakit? Buat apa aku dandan padahal aku tak bisa dandan?
Aku ingin tampil cantik pada sepanjang perjalanan kita. Aku tak pernah pergi ke pantai.
Mungkin terakhir kali ketika ayah masih hidup dan aku belum menderita penyakit gagal jantung tingkat akut..
"Kenapa menangis..nona..?"
Aku merasakan ada tangan yang menepuk pundakku, aku kaget dan refleks menoleh kebelakang. Kulihat seorang pemuda berambut merah dengan tatoo kanji 'ai' di dahinya.
Dia tersernyum lembut padaku. Aku heran, ada lagi yang bisa melihatku rupanya.
"Si..siapa kau?" aku bertanya dengan suara serak, efek samping atas menangisku tadi.
"Aku Sabaku Gaara, salam kenal..aku selalu melihatmu ada di samping Sasuke saat di sekolah, tapi herannya, orang-orang tak mmperhatikanmu.." dia memperkenalkan dirinya dan menjulurkan satu tangannya ke arahku.
"A..aku Sakura." Aku membalas uluran tangannya dan melirihkan namaku.
"Kenapa kau menangis? Ada masalah?" tanyanya. Aku bingung, mau memberitahukannya atau tidak. Gaara ikut duduk disebelahku.
Karena tetap diam, Gaara bertanya lagi.
"Apa karena Sasuke?" tebaknya, aku langsung menoleh padanya dan mengangguk kecil.
"Kenapa kau bisa melihatku?" tanyaku padanya, aku mulai berani karena kupikir dia orang yang baik.
"Hm..kenapa yah? Entahlah. Mungkin ayahku mewariskan sebuah kekuatan aneh padaku." Jawabnya sambil mengingat-ingat.
Aku hanya kembali tertunduk.
"Sudahlah..jangan terlalu dipikirkan, apapun masalahmu jangan terlalu dipikirkan." Katanya sambil mngusap-usap lembut rambut pink ku.
"Tapi..dia tidak mengerti.." lirihku membuat Gaara terheran.
"Sudahlah.." ucapku dan segera menepis tangannya.
"Kau menyukainya?" tanya Gaara padaku. Aku sukses menoleh.
"Menyukainya? Siapa?" tanya ku bingung.
"Sasuke, kau menyukainya bukan?" godanya dan membuat wajahku memerah.
Menyukainya? Benarkah?
"Tidak..tapi entah kenapa aku senang bersamanya dan berdebar ketika aku dekat dengannya. Aku mengingat insiden tadi siang saat aku tak sengaja memeluknya. Membuat wajahku semakin memerah.
"Itu artinya kau menyukainya Sakura,kau ini lugu sekali yah." Gaara mengataiku lugu dan aku mem,asang wajah cemberut. Ia mencubit pipiku dan tertawa. Tanpa sadar, aku pun ikut tertawa lepas dengannya.
End of Sakura's POV
Sasuke tengah berlari mencari Sakura, ia kehilangan jejak Sakura tadi.
Ketika sampai di pantai, ia melihat Sakura sedang bersama pemuda berambut merah.
Wajah Sasuke tiba-tiba menjadi dingin. Wajah yang tadinya cemas dan khawatir sudah menghilang.
Dan wajahnya semakin dingin lagi ketika melihat wajah Sakura memerah dan tertawa lepas dengan pemuda yang ia ketahui bernama Gaara itu.
Sasuke tahu karena ia sekelas dengan Gaara.
Sasuke melangkah menuju Sakura, entah kenapa langkahnya terasa berat. 'Cih! Seharusnya aku yang berada di posisi si panda itu !' batinnya dan menatap tajam Gaara dan Sakura.
Semakin dekat..dan..
"Sakura,"
Deg !
Sakura sangat kaget dan menoleh kebelakang, ia menatap wajah dingin Sasuke yang menatapnya dengan tajam.
"Apa yang kau lakukan disini, dengannya?" tanya Sasuke dan mentap tajam Gaara dengan mata onyx-nya. Bak elang yang ingin menerkam mangsanya.
Ditatap seperti itu, Gaara memblas Sasuke dengan cara menatap tajam juga Sasuk dengan mata emeraldnya. Dia tak takut apapun pada Sasuk.
Suasana tiba-tiba menjadi dingin dan membuat Sakura merinding.
"Jadi selama berjam-jam kucari, ternyata kau berada dengan orang ini?" tanya Sasuke dingin dan menatap tajam Sakura.
"Yah..memangnya kenapa?" tantang Sakura. Emosinya tersulut begitu mengingat kejadian ia dan Sasuke tadi.
"Baiklah, minta saja bantuan pada orang ini, dan jangan kembali padaku lagi," kata Sasuke dengan dingin dan membalikkan tubuhnya untuk pergi dari tempat itu.
Sakura menatap punggung Sasuk dengan tatapan sendu.
"Sasuke-kun.." air mata jatuh kembali di pelupuk matanya menuju piupi putihnya.
Gaara yang melihat itu refleks memeluk Sakura, bermaksud untuk menenangkannya.
Mereka tak sadar ternya mata onyx Sasuke menangkap moment saat mereka berpelukan."Cih!" umpatnya kesal dan melanjutkan perjalanannya.
"Tinggallah di rumahku sampai kau dan Sasuke berbaikan." Ajak Gaara dan Sakura hanya bisa mengangguk.
At Sasuke's home
07.00 p.m
"Sasuke! Makanan sudah siap!" teriak Mikoto dari ruang dapur.
"Ada apa dengannya?" tanya Mikoto pada Itachi yang hendak duduk di kursi ruang makan, dan Itachi hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti.
Bagaimana tidak heran, Mikoto sudah memanggil-manggil Sasuke dari tadi, tapi tak ada jawaban apapun dari sang anak.
"Coba kau lihat adikmu Itachi.." perintah Mikoto dengan lembut. Itachpun beranjak dari kursi kembali dan menaiki tangga menuju ke atas.
Braakk..
Itachi langsung menggebrak pintu kamar Sasuke dan kaget mendapati adiknya tidak bernyawa lagi (?).
"Hey ! kau kenapa? " tanyanya pada adiknya.
"Hn." Sasuke hanya menjawab pertanyaan Itachi dengan kata andalannya.
"Mana Sakura?" Itachi heran karena tak mendapati Sakura di kamar Sasuke. Tapi ketika menyebutkan nama Sakura, Sasuke menjadi semakain lemas saja.
'Oh..jadi masalahnya ada pada Sakura yah..' batin Itachi menebak.
"Ada apa? kau bisa ceritakan pada kakakmu yang tampan ini!"
Mendengar kata tampan, Sasuke mengingat saat Sakura mengatai Itachi dengan kata tampan, wajah Sasuke tiba-tiba menjadi dingin.
"Pergi." Kata Sasuke dingin.
"Kau kenapa sih? Ibu sangat khawatir denganmu !" teriak Itachi.
"Katakan bahwa aku tak apa-apa." Suruh Sasuke dengan nada masih tetap dingin.
"Pantas saja Sakura pergi, kau sangat cuek padanya." Kata Itachi.
"Hn." Jawab Sasuke singkat, padat, dan tidak jelas.
"kau janji tak akan menceritakannya pada siapapun?" tanya Sasuke kembali saat Itachi hendak keluar kamar, ia nampaknya sudah ingin menceritakannya pada Itachi.
"Hn," jawab Itachi dan kembali duduk di pinggir ranjang.
Sasuke mulai menceritakan tentang Sakura, siapa sebenarnya Sakura, hidupnya Sakura, dan saat mereka jalan tadi, juga soal Gaara. Dan itu membuat Itachi tertawa dan bertanya "Kau cemburu yah?"
"Cih! Aku harusnya tak membicarakannya padamu!" sahut Sasuke ketus.
"Baiklah..baiklah..hm..jadi Sakura tinggal di rumah sakit yah." Raut wajah Itachi tiba-tiba menjadi serius.
"Hn." Sasuke hanya mengagguk.
"Dasar bodoh! Kau tak peka pada perasaan Sakura! Dia sengaja dandan untukmu tapi kau mengatakan prcuma saja! Sakura hanya ingin menikmati perjalanannya denganmu! Karena selama ini dia hanya hidup di rumah sakit dan tidak dapat keluar untuk jalan-jalan! Dan, setiap wanita pasti ingin tampil di depan.." Itachi menggantung kalimatnya.
"….orang yang ia cintai."
_To be continued_
Loha!~~~~
Haha..kok chap ini jadi gini sih..serasa genrenya hurt/comfort ajah..=_=
Tapi biarlah, romance udah kerasa gak?#readers: KAGAAAKKK!~!
Hany kan masih kecil, jadi belum dapat bmembuat romance yang kena benget gitu deh..~~~
Oh ya, thanks to :
Hayato Ryuuga
SASUSAKU LOVERS
Sasusaku lovers(sama ama yang di atas yah?)
Uchiruno
Tuts miomin
Anti flamer
Natsu hiru chan
Yoona ikha chan
Sukoshi yuki
Chini van
Kikyo fujisaku
Me
Just ana
Chinen yuri
Yang udah ngereview ficku…
Sekali lagi makasih banyaaaaakk yah..
Moga ajah mau ngikutin cerita aku sampai selesai..
~~arigatou gozaimasu~~
Hany-chan DHA E3
