My Girl

Rated : T

Genre : Romance

Pairing : SasuSaku, slight NaruHina & NejiTen

Warning : lebay, Ooc, pendek, gila, gaje, norak, dapat menyebabkan gejala mematikan.

Hallooo minna-san!

Hany kembali lagi :)

Gomen banget yah, karena hany updatenya lamaaaaa!

Maklum, kan habis ulangan, dan tugas sekolah menumpuk!

Ya udah, jangan banyak bacot deh! Ayo mulai!

Don't like? Don't read!

Chapter 5 : Come back

1..

2..

3..

ACTION!

Sasuke's POV

Aku terbangun dari tidurku karena merasakan sinar matahari menerpa wajahku. Aku mencari sosok gadis yang menemani hariku selama beberapa hari yang lalu ini.

Haah..aku baru ingat, kemarin aku bertengkar dengannya dan ia entahlah pergi ke mana, mungkin ke rumah si panda?

Aku mengingat ucapan Itachi semalam, bahwa setiap wanita pasti ingin tampil cantik di depan orang..err.. yang dia cintai?

Mana mungkin! Kalau memang betul, aku pasti merasakan adanya aura lain dalam diri Sakura,

Hn. Sudahlah, yang jelas misi hari ini adalah membawa Sakura kembali ke dekapanku! Harus! Sakura milikku, bukan milik si panda merah itu!

Aku terus merutuki si panda itu, berani-beraninya dia memeluk Sakuraku, walaupun aku yang salah sih, tapi si panda itu mengambil kesempatan dalam kesempitan! Tak akan kubiarkan!

Aku bergegas menuju kamar mandi, setelah mandi, aku memakai seragam sekolahku, aku tergesa-gesa menuju ke sekolah, semakin cepat aku ke sekolah, maka semakin cepat pula Sakura kembali padaku.

"Hey Sasuke! Kau sarapan dulu! Tadi malam kau langsung tidur dan tidak makan malam! Kau mau sakit,hah?"

Aku tak menghiraukan teriakan kaa-sanku dan langsung melenggang pergi tanpa mengucapkan pamit, aku menaiki mobil sedan hitamku dan melaju dengan kecepatan tinggi.

At KHS

Aku menuju kelasku, untung ini masih pagi, jadi aku tak perlu mendengar teriakan fans girlku yang memekakkan telinga, aku juga tak perlu mendengar teriakan dobe yang menyambut kedatangan ku, yah..walau hanya sementara.

Sampai di kelas, aku tak menemukan sosok apapun, mana si panda itu? Biasanya dia datang pagi sekali.

Aku melirik arlojiku, pukul 06.00, masih terlalu pagi.

Tap..tap..

Aku merasakan langkah seseorang yang mendekat menuju kelasku, aku langsung bangkit dari tempat dudukku, dan berharap yang dating itu Gaa-eh, maksudku si panda.

Saat orang itu memasuki kelas, aku langsung kecewa, ternyata yang datang adalah Hinata.

"O-ohayou Sasuke-kun.." sapanya malu-malu.

"Hn." Aku tak menanggapinya, aku hanya membuka bukuku, dan membacanya.

"Di-di mana Sa-sakura-chan?"

Aku tersentak. Aku bingung mau bilang apa, apa aku jujur saja sama Hinata yah? Tapi..ah! jujur saja.

"Hn. Dia tidak bersamaku lagi." Jawabku dengan nada yang cuek. Aku melihat Hinata dengan ekor mataku, ku lihat dia terkejut,karena mata lavendernya melebar.

"K-Kenapa? A-apa kalian bertengkar?" Tanya Hinata disela-sela keterkejutannya.

Aku hanya mengangguk pelan sebagai tanda bahwa jawaban atas petanyaan Hinta tadi itu iya,

"Ke-kenapa bisa Sasuke-kun?" tanyanya lagi.

Aku menceritakan semuanya dengan singkat, aku tak menceritakan tentang perkataan Itachi, tentunya. Hinata hanya merespon dengan anggukan, tanda ia mengerti. Aku tak sadar bahwa ada seorang lagi yang berada di kelas, bukan..tapi tepatnya dua orang. Hinata terlihat terkejut melihat siapa yang datang.

"Ga-Gaara-san..Sakura-chan.." gumamnya, aku menengok ke belakang dan mendapati Sakura yang berada di samping Gaara.

"O-ohayou Sasuke-kun." Sapa Sakura dengan sedikit terbata, aku hanya menjawabnya dengan 'hn'. Gaara dan Sakura menuju bangku mereka, maksudku bangku Gaara.

"Hinata, ayo kita keluar." Ajakku pada Hinata, Hinata hanya pasrah saat tangannya ku tarik dengan sedikit paksa, aku yakin si dobe tak akan keberatan jika pacar kesayangannya aku pinjam sebentar. Aku dan Hinata berjalan berbarengan di tengah koridor yang sepi, karena ini masih terlalu pagi bagi para pelajar untuk datang ke sekolahnya. Kami berjalan dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraan, karena aku dan Hinata sepertinya memang pendiam dan jarang memulai suatu percakapan. Kami terus berjalan sampai kami melewati taman balakang sekolah.

"Mau ke taman?" tanyaku, Hinata hanya mengagguk tanda berarti iya.

Kami duduk di taman belakang sekolah,

Hening..

"Err.." Hinata memecah keheningan yang ada pada diri kami.

"Kenapa Sa-Sasuke-kun tak me-meminta maaf pada Sa-Sakura-chan saja?" Tanya Hinata padaku.

Minta maaf? Yang benar saja! Egoku terlalu tinggi untuk meminta maaf pada seorang gadis!

"K-kalau Sasuke-kun ti..tidak bisa, bi..biar aku saja.." usul Hinata. Aku menoleh padanya dengan pandangan bingung, kenapa ia tahu bahwa aku tak dapat meminta maaf pada Sakura? Hinata hanya tersenyum saat kutatap begitu, "Aku tahu Sasuke-kun tak akan bisa.." ucapnya padaku. Aku hanya tersenyum tipis padanya dan mengajaknya untuk kembali ke kelas.

End of Sasuke's POV

"TEME!HINATA-CHAN!" sebuah teriakan cempreng yang berasal dari seorang pemuda berambut blonde membuat semua penghuni kelas XI A menutup telinganya. Pemuda blonde tadi menghampiri Sasuke dan Hinata yang baru saja sampai dan masih berada di ambang pintu. Di saat Naruto dan Hinata bercakap-cakap ria, mata onyx Sasuke memandang seorang gadis yang tengah bercanda dengan Gaara. Dan pemandangan itu membuatnya cemberut, dan makin cemberut lagi saat melihat wajah si gadis memerah.

Tanpa paksaan atau keinginan Sasuke sendiri, pemuda onyx itu melangkahkan kakinya menuju tempat Gaara dan Sakura tadi. Sakura yang melihat kedatangan Sasuke hanya terkejut melihatnya.

"Sasuke-kun?"

"Hn." Sasuke memandang Sakura dengan pandangan datar.

"Aku mau bicara berdua denganmu saat istirahat nanti." Ucap Sasuke pada Sakura yang membuat Sakura heran.

"Ada ap-" pertanyaan Sakura terputus saat sensei yang akan mengajar di kelas itu sudah berada di ambang pintu, Sasuke kembali ke tempatnya.

"Baiklah anak-anak! Hari ini kita ulangan !" kata sang guru yang bernama Kurenai-sensei. Perkataan itu langsung di sambut teriakan menantang dari anak-anak kelas XI A, teriakan itu terhenti saat Kurenai sensei memberi deathglare pada mereka semua.

"Semua buku kalian di simpan di dalam tas, tidak boleh ada yang melihat buku, catatan, contekan, dan tidak boleh bekerja sama dengan teman kalian, paham?"

"Paham sensei…" dan seketika, kelas itu hening, hanya suara gesekan pensil yang beradu dengan pulpen yang terdengar di kelas itu.

~~~000~~~

Istirahat

Taman belakang sekolah.

Di taman belakang sekolah yang sepi, terlihat seorang pemuda berambut raven berjalan dengan wanita berambut soft pink. Jarang ada ynag melihat wanita itu, hanya seseorang dengan kemampuan khusus lah yangdapat melihatnya.

"Apa yang mau kau bicarakan?" Tanya Sakura pada Sasuke yang dari tadi tengah diam.

"Soal kemarin sore." kata Sasuke singkat, raut wajah Sakura langsung berubah sendu dan terlihat sisis.

"Tak ada yang perlu di bicarakan!" teriak Sakura tiba-tiba.

"Tapi aku ada!" kata Sasuke sedikit menaikkan volume suaranya.

"Apa?" Tanya Sakura. Sasuke menatap Sakura dengan kedua bola mata onyx-nya.

"Soal kemarin aku minta ma-"

"Sudahlah." Potong Sakura segera, Sasuke hanya menatapnya heran,

"Kenapa kau tak menghabiskan waktu istirahat dengan Hinata saja?"

"Eh?"

"Sana pergi dengan Hinata!"

"Eh?Sakura tung-"

Terlambat..Sakura sudah berlari kencang meninggalkna Sasuke yang cengo, sebelum Sakura meninggalkannya, Sasuke dapat melihat pancaran mata emerald Sakuramenggambarkan perasaan marah dan..err,,kecewa?

Sakura's POV

Aku berlari sekencang yang aku bisa, menghindari pemuda itu, pemuda yang kucintai. Yah..perkataan Gaara benar, aku mencintainya, aku mencintai Sasuke Uchiha yang baru kukenal sejak tiga hari yang lalu. Lantas, kenapa aku meninggalkannya tadi? Jawabannya..aku cemburu,yah..aku cemburu dan marah pada Hinata yang tiba-tiba menjadi akrab dengan Sasuke, aku tahu ini salah, karena Hinata sudah punya Naruto, dan Nampak Hinata sangat mencintai Naruto dan tak ingin meninggalkan pemuda itu, tapi..yang membuatku semakin marah adalah, Sasuke menerima saran Hinata untuk meminta maaf padaku! Aku menguping saat mereka berbicara di taman tadi, kata Gaara, seorang Uchiha egonya setinggi langit untuk meminta maaf pada siapapun, tapi mengapa saat Hinata menyarankannya untuk meminta maaf, dia langsung mau?

Ini egois? Yah..kuakui ini memang egois,aku ingin Sasuke-kun menjadikan ku satu-satunya wanita di dalam hatinya, aku ingin Sasuke-kun mencintaiku..

Salah? Kurasa tidak, semua orang pasti ingin bersama orang yang ia cintai dan ingin menjadi orang istimewa dari orang itu, dan juga sakit saat melihatnya dengan wanita lain, Hinata mungkin tak menyukai Sasuke, tapi belum tentu Sasuke tidak mencintai Hinata, seiring berjalannya waktu, Hinata juga mulai melupakan Naruto dan berpaling ke Sasuke, semua bisa terjadi kan? Membayangkan Sauke dan Hinata berduaan saja membuat Saskura sangat sakit hati, apalagi jika mereka pacaran!

"Sudahlah Sakura..stop thinking about that.." gumamku pada diriku sendiri.

Aku tetap melanjutkan jalanku, tak tentu arah, aku terus-menerus memikirkan Sasuke dan Hinata, tanpa aku sadari, di depanku ada seseorang dan aku tak sengaja menabraknya,untuk ia tidak jatuh, tapi dapat ku pastikan bahwa tabrakan itu membuatnya sakit.

"Ah..maaf.." ucapku padanya, tapi bodoh juga, aku kan makhluk halus, mungkin dia tidak mendengarku.

"Sas-Sakura-chan?" aku mendongakkan kepalaku untuk melihat orang yang kutabrak tadi,saat kulihat orang itu, mata emeraldku melebar.

"Hi…hinata?" yup! Yang ku tabrak tadi adalah Hinata, orang yang terus-menerus mengusik pikiranku, kau panjang umur Hinata..! batinku.

Tanpa ku sadari, raut wajahku berubah menjadi raut wajah yang sinis, Hinata jelas heran dan memandangku lama.

"Ada apa? Kau mencari Sasuke? Dia ada di taman belakang sekolah." Ucapku tanpa di Tanya.

"A-aku tak mencari Sasuke-kun, tapi aku mencarimu.." ujar Hinata.

"Ada apa?" tanyaku.

"Hihihi.." bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah cekikikan sendiri.

"Maaf..aku mau bicara soal Sasuke-kun.."

~~~000~~~

Disinilah aku, bersama dengan Hinata di taman di dekat kantin, kita sengaja memilih tempat sepi agar Hinata tidak di anggap gila karena bicara sendiri, jika di tempat sepi, Hinata akan leluasa berbicara padaku.

"Ada apa?" Tanya ku tak sabar pada Hinata.

"Mau minum teh?" tanyanya padaku. Aku menggelengkan kepalaku dengan tempo cepat.

"Tak usah basa-basi, sebenarnya, apa yang ingin kau katakan padaku?" Tanya ku menahan kesabaran.

"Hm..ba-baiklah..Sakura-chan, kenapa ka-kau tak kembali dengan Sa-sasuke-kun saja?" Tanya Hinata padaku dan membuatku mengernyitkan alisku.

"Kenapa kau bertanya begitu?" tanyaku padanya. Ku lihat ia menghela nafas berat.

"Sasuke-kun ber..berniat u-untuk meminta maaf padamu Sa-sakura-chan.."

"Oh ya?tapi aku sudah terlanjur marah padanya!" ucapku meninggikan volume suaraku.

"Sakura-chan..Sasuke-kun tulus..i-ia tulus untuk menolongmu, ke-kenapa kau tak dapat merasakan ketulusan itu Sa-sakura-chan?" aku menunduk mendengar perkataan Hinata. Tulus..? yah, aku tahu, tapi,bukan itu masalahnya! Aku cemburu padamu Hinata…!

"Kau cemburu padaku Sakura-chan?" pertanyaan Hinata sukses membuatku mendongakkan kepalaku, aku menatap mata lavendernya dengan wajah terkejut.

"Ma..mana mungkin..!" ucapku mendusta pada Hinata. Aku tak mungkin mengakuinya kan? Itu sama saja kalau aku bilang pada Hinata bahwa aku mencintai Sasuke-kun!

"Tapi ke-kenapa raut wajahmu mengatakan iya Sakura-chan?" tanyanya padaku dengan nada menggoda. Aku dapat merasakan wajahku memerah sekarang. Ternyata Hinata mampu memojokkan lawan bicaranya!

Kulihat Hinata menghela nafas dan tersenyum lembut padaku. "Aku juga tahu bahwa Sasuke-kun sa..sangat merindukanmu Sakura-chan." Katanya dan membuatku terbelalak kaget. "Aku tak percaya." Ucapku sarkastik.

"Kau harus per-percaya Sakura-chan,karena itu kenyataan." Ujarnya lagi masih dengan senyum lembutnya. Wajahku yang tadinya sinis mulai melunak melihat kesungguhan pada mata lavender Hinata.

"Keu tak membohongiku kan?"

"Bu-buat apa aku mem..bohongi Sakura-chan."

Aku berfikir sejenak, kembali pada Sasuke-kun..? maukah Sasuke-kun menerimaku? Aku sedah terbilang jahat padanya.

"Mmm…akan kupikirkan." Ucapku kemudian. Hinata tersenyum semakin lebar. Mau tak mau, aku juga ikut tersenyum melihat senyum Hinata yang begitu tulus padaku.

End of Sakura's POV

Seorang pemuda berambut raven kini tengah berjalan di koridor sekolah yang sepi, para siswa sudah pulang sejak setengah jam yang lalu, ia sengaja pulang terlambat agar para fansnya tidak mengganggunya. Ia menuju kea rah parkiran kendaraan di sekolah itu, dan menaiki mobil sedan hitamnya,setelah menaikinya, tanpa aba-aba, mobil sedan hitam itu melaju kencang menuju rumah kediaman Uchiha.

"Tadaima."

"Okaeri Sasu-chan.." ucap seorang wanita berwajah keibuan menyambut sang anak dengan ramah. Sang anak hanya diam dan melenggang pergi ke kamarnya

Sang ibu hanya menghela nafas melihat perilaku sang anak yang sama prsis dengan kelakuan suaminya.

Di kamar

Sasuke merebahkan diri dikasur berukuran king sizenya. Dia sudah berkali-kali menghela nafas, ia Nampak memikirkan sesuatu, terlihat dari wajahnya yang SEDIKIT gelisah.

'kenapa kau tak menghabiskan waktu istirahat dengan Hinata saja?'

Perkataan Sakura masih terngiang-ngiang di benaknya. Hinata..? kenapa Sakura bicara begitu? Tanyanya dalam hati. Ia membalikkan posisinya ke arah samping,ke kiri, ke kanan, ia Nampak gelisah dengan posisinya sekarang. Ia memikirkan kapan Sakura akan kembali lagi ke kehidupannya dan meninggalkan si panda merah itu. Dalam hati Sasuke merutuki Gaara.' Kalau saja Gaara tak datang di dalam kehidupan kami, kami pasti tentram' batinnya.

"AARGHH!" Sasuke mengerang frustasi, ia frustasi akibat Sakura, ia melempar barangnya ke segala arah, ia mengacak-acak buku pelajarannya yang semula tersusun rapi. Lama-kelamaan ia capek sendiri dan tidur dengan keadaan kamar yang sangat berantakan.

~~~000~~~

Pagi ini mendung. Mungkin hujan akan segera datang, Sasuke masih menggeliat di ranjangnya, ia merasa begitu malas hari ini, melas melakukan segala aktifitas yang menurutnya merpotkan dan membosankan.

Pemuda tadi mulai membuka matanya ketika mendengar teriakan ibunya dari bawah untuk menyuruhnya bangun. Sasuke beranjak dari tempat tidurnya dan melihat dengan seksama kamar tidurnya.

Sasuke's POV

Hah? Kenapa kamar tidurku sebersih ini? Siapa yang telah membersihkannya? Perasaan tadi malam aku mengacak-acak barang-barangku. Aku melihat ke arah rak tempat buku pelajaranku, dan yang kulihat adalah buku pelajaranku tersusun rapi di rak itu. Siapa yang telah membersihkannya? Aku mendengar suara di dalam kamar mandi yang berada di kamar tidurku, Kaa-san? tidak mungkin, teriakan Kaa-san tadi asalnya dari bawah.

Aku mendekat ke arah kamar mandiku, ku buka pintunya, ah..tidak terkunci. Seketikia mata onyx ku membulat tak percaya melihat sosok di depanku.

.

.

.

Sa..Sakura?

Dia, Sakura, ada di kamarku saat ini, aku mengucek mataku, mengira ini hanya khayalan smata, setelah aku mengucek mataku berkali-kali, bayangan Sakura itu tidak menghilang, berarti itu benar Sakura!

"Sas-sasuke-kun.." aku melihat ia Nampak sangat terkejut, suaranya..suara yang kurindukan beberapa hari ini, refleks aku langsung memeluk Sakura, entahlah..aku juga tak tahu mengapa tubuhku bergerak sendiri untuk mendekapnya, aku tahu dia terkejut, tapi mau bagaimana lagi, aku merindukannya.

"Sasuke-kun.."

"Aku tahu kau akan kembali." Ucapku tiba-tiba. Aku mulai merenggangkan pelukanku. Dan menatapnya tajam. "Kenapa kau bisa kembali?". Yeah, aku langsung ke sifat asliku.

"Mm…memang kau tak suka kalau aku kembali?" dia mendengus kesal dan memajukan mulutnya.

"Bukan itu maksudku Sakura, aku hanya kaget, kau yang marah padaku tiba-tiba kembali."

"A-aku hanya berubah pikiran saja." Katanya agak gugup. Aku tahu ia tak sepenuhnya berbohong, tapi jawabannya kurang memuaskan hatiku, tapi aku membiarkannya, aku takut dia akan marah lagi ketika aku bertanya lebih lanjut.

"Baiklah, kau mau ikut aku ke sekolah? Dan, bagaimana dengan si panda itu?"

"Si panda?" diua kelihatan bingung, dia menaikkan satu alisnya.

"Maksudku Gaara."

"Oh, dia bilang itu terserah padaku, kenapa? Kau cemburu?" Tanya Sakura menggodaku.

"M-mana mungkin aku cemburu!" aku langsung mengelak, walau bukan itu kata hatiku.

"Hm..tapi tampangmu mengatakan kau cemburu Sasu~" ukh..dia semakin menggodaku saja.

"Sudahlah, aku mandi dulu." Ucapku mengalihkan pembicaraan dan langsung melenggang ke kamar mandi sembari mengambil handukku, dari dalam kamar mandi aku berteriak agak kencang padanya "Keluar atau kejadian yang sama terulang lagi!". Aku langsung tahu reaksinya, pasti dia sedang lari kencang keluar kamar dengan panik.

End of Sasuke's POV

Sasuke keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambut ravennya yang basah, tetesan air jatuh membasahi lantai, pemuda tadi bersiap-siap untuk ke sekolah dan sebelumnya menyuruh Sakura untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Ck..kau menyebalkan Uchiha." Sakura menggerutu sembari masuk ke kamar Sasuke.

"Hah? Aku kenapa lagi?" Sasuke bingung melihat tingkah Sakura yang langsung cemberut padanya, dan Sakura semakin cemberut ketika Sasuke tak mengetahui alasannya cemberut(?).

"Aku berniat menggodamu tapi ujung-ujungnya kau balik menggodaku, bisakah aku menang satu kali saja darimu Uchiha?"

Sasuke mengangkat alisnya tanda ia masih tidak mengerti apa yang Sakura bicarakan. Setelah beberapa detik Sasuke tak mengeluarka reaksi apapun, Sakura memutar bola mata emeraldnya.

"Aku bermaksud menggodamu dengan mengatakan kau cemburu!tapi kau balik menggodaku dengan mengingatkan ku kejadian-" ucapan Sakura terputus, Sasuke baru mengerti sekarang, Sasuke mengingatkan Sakura kejadian kemarin, ketika ia melihat Sakura berganti baju, seringai khas Uchiha tertampang di wajahnya yang tampan.

"Kejadian apa hm..?" Tanya Sasuke semakin mendekat pada Sakura.

"AH! Itu.. bu-bukan kejadian apa-apa! Lupakan!" ucapnya gugup dengan wajah memerah.

"Hn. Kalau begitu ayo berangkat." Kata Sasuke sembari menarik tangan Sakura, taoi, ketika ia menarik tangan Sakura, ia merasakan sesuatu yang janggal, tangan Sakura.

"S-Sakura, tanganmu…tubuhmu.." Sasuke melihat Sakura dengan seksama. Saskue Nampak sangat terkejut.

"Ada apa dengan tubuhku?"

.

Hening.

.

"Hey sasu-"

"Tubuhmu..menjadi transparan…"

TBC

Hm.. kayaknya EYD-nya tambah jelek deh -,-

Maaf kalau membingungkan yah reader-san, habis maklum, author semakin hari semakin bego'

Sasu juga kurang cemburu, tapi hany akan membuat Sasu lebih cemburu di cahp depan!hohoho..

Entahlah reader-san masih mau review atau kagak, tapi eku berharap banget kalian masih mau mereview fic abal ini *puppy eyes*

Oh ya, thanks to :

4ntk4-ch4n

Gerarudo flazzh

Tabita pinkybunny

Kazuki Namikaze

Hikari No Ri-chan

Ciel Lawliet

Sukoshi yuki

Eza

Me

Chini VAN

Qren

Chiwe SasuSakuNaru

Kikyo Fujisaku

Just ana g login

Natsu hiru-chan

Chinen yuri

Fiyui chan

Ayhank-chan UchihArlinz

Okeh, aku balas review dulu yang gk login

Ayhank-chan UchihArlinz : haha..aku juga kesian lihat Saku menderita, ini udah update ;) thanks

Chinen yuri : hehe..Sasu serem yah? Haha..thanks dah review

just Ana g login : sorry ana-chan, sasu kurang cemburu! Tapi hany usahain akan membuat Sasu cemburu kok! Thanks dah review

kikyo Fujisaki : thanks bangeeeeettttt! Ini dah update

QRen : endingnya SasuSaku kok, tenang aja, btw, thanks dah review!

Chini VAN : makasih dah review! Nih dah updatew

Me : ceritanya menarik? Sungguh? Makasih dah review!

eza : hah! Iya! Aku emangh bego' banget! Kenapa aku tulis imotou yah?hah!bego'! dan..aku pernah denger kalo kawaii artinya bisa lucu, cantik dan manis, gak tau kalau salah, tapi thanks atas concrit and reviewnya!

Kalo reviewer yang login saya usahain balasnya di PM sekali lagi thanks buat review kalian!

Akhir kata, mind to review?

~~~arigatou gozaimasu~~~

Hany-chan DHA E3