My Girl

Pairing : SasuSaku

Genre : Romance, Fantasy, Friendship

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : Ooc, jelek, abal,alur berantakan, hancur, dll.

Hy minna-san..

Gomen sebanyak-banyaknya buat kalian..

Minna-san pasti tahu kenapa kan?

Yak..karena si author abal ini telat banget updatenya!

Yah, setidaknya saya punya banyak alasan untuk ini,

Yang pertama, modem rusak..

Yang kedua, semua data di computer terhapus…

Harusnya saya update ini dari sebulan yang lalu, tapi karena terhapus, jadinya gini deh..

Sampai-sampai aku kekurangan gairah hidup untuk nulis fic, fic baru yang aku udah buat tapi belum sempat di pubhlish juga terhapus!

Jadi minta maaf sebanyak-banyaknya yah..

Ya udah deh, langsung ke cerita aja yah..

1…

2…

3…

ACTION!

Chapter 7

Sebuah mobil sedan berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar area distrik sepi di Konoha. Sang pengendara tak memperdulikan orang-orang yang lewat di daerah itu sehingga berapa kali ia menabrak orang yang kebetulan lewat. Mobil sedan itu berhenti mendadak di depan sebuah rumah besar. Ia menepi kan mobil sedannya ke kiri. Dan menatap rumah besar tersebut. Di depan rumah itu, terdapat pagar tinggi yang kira-kira ukurannya mencapai 5-7 meter, dipagar itu, tertampang jelas nama dan lambang klan pemilik rumah tersebut. Uchiha.

Uchiha Sasuke, sang pengendara tadi menatap rumahnya dengan tatapan kosong. Lama ia menatap rumahnya, ia pun menancapkan gas mobilnya dan berlalu meninggalkan rumahnya.

~~~000~~~

Seorang pemuda berambut raven duduk di tepi pantai dengan memandang matahari yang mulai terbenam, sehingga memancarkan warna oranye di sekitar area pantai. Saat ini, pantai Konoha itu sangatlah sepi, tak ada seorang pun yang berkunjung kecuali pemuda berambut raven tadi.

"Sakura.."

Tanpa sadar dan tanpa paksaan dari siapapun, pemuda itu menggumamkan nama orang yang paling dirindukannya saat ini. Yah.. Sakura, gadis tadi, telah pergi dari kehidupan Sasuke karena lebih memilih bersama kakaknya, Sasori. Sasuke sangat merindukan Sakura, karena sudah seminggu ia tidak melihat gadis pink tersebut. Di sekolah, ia hanya menemukan Sasori tanpa Sakura di sampingnya. Tanpa Sakura, Sasuke seolah merasa ia kekurangan gairah untuk hidup, karena hari-hari yang biasanya ceria karena ada Sakura disampingnya tiba-tiba menjadi kosong dan hampa setelah kepergian gadis beririskan emerald tadi.

Sasuke menghela nafas perlahan, lalu ia menghembuskannya lagi, ia mengingat kejadian di Theme Park sepekan lalu,

Flash back

Sasuke kembali ke tempat di mana Sasori dan Sakura berada.

Ia melihat Sakura tertunduk terus, ia menatap gadis itu dengan tatapan bingung.

"Kau kenapa Sakura?" tanyanya.

"Umm..a-ano..aku.."

"Dia telah membuat keputusan." ucapan Sakura terpotong oleh perkataan Sasori.

"Oh ya? Apa keputusanmu?" tanya Sasuke sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Gomen Sasuke-kun, aku..akan tinggal bersama Sasori-nii…"

End of flashback

Mengingat kejadian tersebut, membuat mata onyx Sasuke yang tadi sendu menjadi semakin sendu.

Gadis yang diam-diam mencuri hatinya itu pergi meninggalkannya begitu saja.

Tak ada lagi ocehan darinya..

Tak ada lagi rengekan darinya..

Tak ada lagi ancaman darinya..

Tak ada pula ekspresi-ekspresi darinya yang membuat sang Uchiha bungsu ini tersenyum tipis dan menyeringai.

Tiba-tiba, langit yang tadi cerah menjadi mendung. Semendung hati Sasuke saat ini, hujan pun turun, seolah mengejek keadaannya saat ini. Tapi, Sasuke tetap diam di tempatnya. Tak ada tanda-tanda ia akan beranjak dari tempatnya duduk untuk mencari tempat berteduh. Ombak semakin kencang, sampai-sampai hampir mengenai Sasuke yang masih diam seolah patung.

Sasuke tak mempedulikan hal itu. Hanya Sakura yang ada di pikirannya saat ini.

Yah..hanya Sakura..

~~~000~~~

Di sisi lain

Seorang gadis nampak terlelap dalam tidurnya, jika dilihat dengan baik, gadis itu sedikit transparan dari manusia-manusia lainnya. Gadis itu sedikit menyunggingkan senyumnya. Mungkin si gadis tengah mimpi indah. Hmm… mari kita lihat mimpi si gadis..

Di mimpinya, ia sedang berlari, ehm.. atau lebih tepatnya dikejar oleh seorang pemuda tampan berambut raven, Sasuke. Ia kejar-kejaran di tengah padang rumput yang indah sambil tertawa bahagia.

"Kejar aku Sasuke-kun…!" ujarnya setengah berteriak kepada pemuda tadi.

"Ayo lebih cepat!" perintah gadis tadi, panggil saja Sakura kepada Sasuke yang kini memperlambat larinya.

Tiba-tiba, latar belakang yang tadinya padang rumput yang indah berubah menjadi rel kereta api. Sakura melompat rel tersebut dan meneruskan larinya. Tapi sadar bahwa Sasuke tak lagi mengejarnya, ia menolehkan kepalanya dan mendapati Sasuke berdiam diri tepat di atas rel kereta api tadi.

"Sasuke-kun? Kenapa berhenti?" tanyanya pada Sasuke, tapi pemuda raven itu tetap diam di tempat.

"Sasuke-kun?" panggil Sakura lagi, tetap tak ada jawaban.

"Ayolah Sasuke-kun..!" Sakura mulai merengek, tapi tak berhasil.

"Sas-.."

"Kau jahat Sakura."

"A-apa? Sasuke-kun, kenapa-..?"

"Kau jahat, kau telah meninggalkanku."

"Sasuke-kun, aku.."

TUTTT… TUUTTT… ( ? )

Tiba-tiba, sebuah kereta api melaju kencang melewati rel tersebut.

"Sasuke-kun! Menghindar! Ada kereta api!" teriak Sakura.

"Kau jahat."

"Ya! Aku jahat! Tapi kumohon menghindarlah Sasuke-kun!"

"Kau pergi meninggalkanku."

"Baiklah! Aku janji aku tak akan meninggalkanmu lagi Sasuke-kun! Tapi kumohon menghindarlah!" kini bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipi Sakura.

Sasuke pun tersenyum tipis.

"Janji?"

"Ya! Aku janji!"

Baru Sasuke ingin mengambil langkah, tiba-tiba..

BRUUUUKK!

"SASUKE-KUN!"

Sakura tersentak, refleks ia membuka matanya.

"Sa..Sasuke-kun.." gumam Sakura.

Sasori yang kebetulan lewat di depan kamar Sakura bingung melihat Sakura yang gemetaran.

"Sakura? Kau kenapa?" tanyanya memasuki kamar adiknya.

"Sasuke-kun…"

"Hey! Ada apa dengan Sasuke?"

"A..aku bermimpi Sas-Sasuke-kun di tabrak kereta api..lalu..lalu.."

"Cukup." Sasori menyeka air mata Sakura.

"Sa-sasori-nii, boleh a..aku..bertemu Sasuke-kun..?"

Melihat senyum tulus kakaknya, Sakura tersenyum sambil terisak pelan.

"Terima kasih Sasori-nii!" kata Sakura seraya memeluk kakaknya.

"Hmm..ternyata adikku sudah besar.." ucap Sasori seraya mengelus rambut adiknya.

~~~000~~~

Sasuke mengendarai mobilnya dengan kecepatan sama seperti tadi.

Tiba-tiba, pening melanda kepalanya. Tapi ia tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal.

Pening di kepalanya semakin bertambah, ia menahan rasa sakit itu, sampai ia tak melihat sebuah mobil BMW melaju dengan kecepatan tinggi juga, namun dari arah yang berbeda.

Ketika melihat mobil tersebut, Sasuke segera membanting stirnya ke arah kanan, tapi terlambat..

Kecelakaaan tak dapat terhindarkan…

~~~000~~~

Kringg…kring…

"Halo? Kediaman Uchiha? Ada yang bisa di bantu?"

"Bisa bicara dengan Nyonya Mikoto Uchiha?"

"Saya sendiri..ini dari siapa ya?"

"Ini dari rumah sakit Konoha, anak anda…"

"APAAA?"

"Ibu, kenapa berteriak? Ini sudah malam?"

Itachi yang tadi santai di kamarnya kini kaget mendengar teriakan ibunya, ia menuruni tangga untuk mengetahui apa yang terjadi, diikuti ayahnya, Fugaku.

"Sasuke..Sasuke anakku…." tubuh Mikoto bergetar hebat.

"Ibu? Ada apa dengan Sasuke ?"

"Dia…"

~~~000~~~

Konoha high School

Sakura tersenyum melihat pemandangan sekolah yang sudah seminggu ini tidak dilihatnya, ia rindu suasana sekolah ini, tapi itu bukan tujuan utamanya pergi kesekolah ini, melainkan bertemu dengan Sasuke.

"Sa-sakura-chan..?" panggil seseorang di belakangnya.

"Hinata!" pekik Sakura dan refleks memeluk Hinata.

"Sakura? Dia di sini?" tanya Naruto yang ada di sebelah Hinata.

"Hey Naruto, Hinata..dan..Sakura!" pekik Tenten dengan Neji di sebelahnya.

"Kau ada di sini kan, Sakura?"

"Ya..Tenten..aku ada di sini!" Sakura tersenyum senang, akhirnya ia bisa bertemu dengan teman-temannya lagi. Tapi masih ada satu yang kurang..

"Mmm..Sasuke-kun di mana?" tanyanya.

"Entahlah! Teme belum datang! Padahal biasanya, ia cepat datang!" Sakura langsung merasa kecewa, apakah hari ini Sasuke tidak datang yah?

"Hey kalian! Ah! Sakura? Kau ada di sini juga rupanya!" sapa seorang pemuda berkucir satu kebelakang.

"Itachi-nii?"

"Lama tak bertemu Sakura!" Itachi tersenyum melihat gadis yang mencuri hati adiknya.

"Hey..Itachi-senpai! Teme mana?" tanya Naruto.

"Justru itulah aku menghampiri kalian.."

"Memangnya kenapa?"

"Sasuke kecelakaan..ia menabrak mobil lain yang melaju dengan kecepatan maksimum..beritahu guru kalian yah.." ucapnya pelan.

Namun sepelan apapun Itachi berbicara, tetap saja membuat Sakura shock. Mimpinya menjadi kenyataan, tapi yang berbeda , di mimpinya kereta api, kali ini mobil.

Air mata yang sedari tadi dibendung Sakura jatuh membasahi pipi ranumnya.

"Sa-sakura-chan..?" tanya Hinata cemas pada sahabatnya itu.

"Sa-sasuke-kun.." gumam Sakura.

"Tidak mungkin! Tidak mungkin mimpiku menjadi kenyataan! Katakan kalau kau bercanda Itachi-nii!" tangis Sakura semakin kencang.

"Mimpi?" tanya Itachi bingung. Ternyata Sakura sudah mempunyai firasat bahwa adiknya akan kecelakaan.

"Sasuke-kun…" gumamnya lirih.

"Jenguklah dia nanti, ia dirawat di rumah Sakit Konoha." kata Itachi sambil tersenyum lembut.

"Memangnya, apanya yang terluka?" tanya Neji yang sedari tadi diam.

"Dia sedikit mengalami luka ringan, tapi.. luka yang paling parah adalah bagian kepalanya, karena terbentur stir mobil ketika kecelakaan." Itachi menjelaskan dengan sabar, meskipun ia sering menggoda Sasuke, tapi dia sebetulnya sayang pada adik satu-satunya itu. Kali ini ia terlihat santai, bukannya ia tak mencemaskan Sasuke, tapi ia ingin bersikap tegar di depan semua orang.

"Terima kasih atas pemberitahuannya! Nanti Naruto dan Hinata akan memberitahu Kakashi-sensei." ujar Tenten sambil tersenyum.

"Ya, aku kembali ke kelas dulu!" Itachi meninggalkapunn mereka.

"Sakura-chan.." panggil Hinata saat dilihatnya Sakura masih diam.

"Y-ya.." Sakura mendongakkan kepalanya.

"Kau tidak apa-apa?"

"Tidak. Aku tidak apa-apa.." ucap Sakura pelan.

~~~000~~~

Kelima remaja memasuki Rumah Sakit Konoha yang saat itu ramai, setelah bertanya kepada resepsionis tentang di mana kamar Sasuke, mereka pun melanjutkan langkah mereka.

Langkah Sakura tiba-tiba berhenti, ia menatap jalan yang berada di sebelah kanannya.

"Kau kenapa Sakura?"

"Aku..ingat jalan ini..ini menuju kamar tempatku di rawat.." kata Sakura.

"K-kau..mau menemui i..ibumu..Sakura-chan?"

Sakura tertunduk dan kemudian mengangguk pelan.

"Kita akan menemuinya nanti." kata Neji.

Sakura mendongakkan kepalanya dengan mata yang berbinar cerah.

"Terima kasih Neji!"

"Sudahlah..! Aku tidak sabar menemui temeee!"

"Iya..iya! Sabar Naruto!"

~~~000~~~

Di sebuah ruangan bernuansa putih, nampak seorang pemuda berambut raven tengah duduk di atas ranjangnya sambil membaca buku. Ia terlihat cukup sehat, di bagian kepalanya, di lilitkan kain kassa, dan beberapa anggota tubuhnya dibalut perban.

"Konnichiwa~"

Pemuda itu sedikit kaget ketika mendengar suara yang bising dari arah luar, ia melihat ke arah pintunya dan mendapati Naruto, Hinata, Neji, Tenten, dan…Sakura?

"Sakura..?" panggilnya tak percaya.

"Bagaimana keadaanmu Sasuke-kun?" tanya Sakura cemas.

"Hn. Seperti yang kau lihat." Jawabnya.

"Ehm..! Sepertinya kita di lupakan, ayo Neji! Aku lapar, temani aku ke kantin rumah sakit ya?" ajak Tenten pada Neji dan sedikit menyeggol Naruto.

"Ah! Hinata-chan! Aku lupa kalau aku mempunyai paman yang di rawat di sini! Aku ingin menjenguknya! Temani aku yah, Hinata-chan!" kata Naruto dan langsung menarik tangan Hinata keluar. Dan kini, tinggal mereka berdua.

.

.

Hening.

.

1 menit.

.

2menit.

.

5 menit

..

Arrgghh! Baiklah, Sakura kesal dengan suasana hening seperti ini.

"Err..bagaimana itu bisa terjadi, Sasuke-kun?" pertanyaan basi. Memang. Karena Sakura sudah mengetahui kejadiannya lewat Itachi.

"Hn. Aku menabrak mobil, bukan hanya aku, tapi dia juga menabrakku, kami saling menabrak." ucap Sasuke menjelaskan.

Hening lagi.

.

Ayoolahh.. Sakura benci situasi seperti ini..situasi di mana ia dan Sasuke pura-pura tak saling kenal.

"Sakura.."

"Sasuke-kun.."

Mereka berbicara dengan kompak.

"Kau duluan."

"Tidak, Sasuke-kun yang lebih dulu."

"Ladies first."

Sakura menunduk dan beberapa saat kemudian ia mendongakkan kepalanya dan menatap Sasuke.

"Aku..boleh aku kembali bersamamu Sasuke-kun?"

"Hah?"

"Kalau kau tak keberatan.."

"Hn. Tentu saja tidak, tapi kenapa kau langsung berubah pikiran?"

"Mmm..aku kesepian di rumah Sasori-nii, Sasori-nii selalu pergi dari rumah untuk berkumpul dengan teman genk-nya ataupun pergi untuk bimbingan belajar.." lirih Sakura.

"Baiklah, aku tak keberatan."

Sasuke berusaha untuk berdiri, tapi baru mengambil ancang-ancang, ia merasakan pening lagi di kepalanya, sehingga ia kembali duduk.

"Ah! Kau tak usah memaksakan diri dulu Sasuke-kun!"

"Hn. Boleh kau ambilkan air minum yang di sana?" tunjuk Sasuke.

"Tentu." Sakura melangkahkan kakinya untuk pergi ketempat air minum tersebut, dan kembali ke tempat tidur Sasuke.

"Ini Sasuke-kun.." Sakura menyodorkan segelas air minum pada Sasuke dan membantu Sasuke untuk memperbaiki posisi duduknya. Tiba-tiba..

Cup!

Sasuke mencium Sakura, emerald Sakura membelalak lebar ketika merasakan sesuatu yang lembab dan basah menyapu bibir mungilnya. Ia hanya bisa diam. Tak mengelak, dan juga tak membalasnya.

~~~000~~~

"Neji.."

"Hn?"

"Mmm… apakah ada orang yang kau sukai saat ini?" tanya Tenten malu-malu. 'Arrghh.. kenapa aku bertanya tentang hal ini..!' batin Tenten.

"Ada." jawab Neji singkat.

"Oh ya? Siapa?" tanya Tenten penasaran.

"Seorang wanita."

"Aku tahu dia wanita! Tapi, siapa?"

"Kenapa kau ingin tahu?"

"Tidak, aku penasaran saja.."

"Hn. Dia gadis yang menarik."

"Sepertinya kau sangat menyukainya." ujar Tenten sakit hati, ia sudah lama memendam rasa pada Neji, tapi sang Hyuuga tak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia juga mempunyai rasa yang sama pada Tenten.

"Hn." jawab Neji setengah mengangguk.

"Kau tak mau memberitahuku?"

"…"

"Neji!"

"Hn."

"Kau tak mau memberitahuku?" ulang Tenten.

"…"

"Neji!"

"…."

"Siapa?"

"Kau."

.

.

.

Tenten menutup mulutnya yang menganga tak percaya.

"Jangan bercanda-"

"Aku tak bercanda."

"Benarkah?"

"Hn."

"Neji, kau tak bohongkan?"

"Tidak. Mau kah kau menjadi pacarku?" tanya Neji serius, tapi Tenten dapat melihat semburat merah tipis di pipinya.

"T-tentu! Aku mau!"

.

.

.

Sasuke melepaskan ciumannya pada Sakura yang terbilang err.. cukup lama.

"Sa-Sasuke-kun.. apa yang kau lakukan..?" tanya Sakura pelan.

"Menciummu." jawab Sasuke singkat.

"Tapi kenapa?"

"Aku tak tahu."

.

Hening

Tanpa terasa, air mata menjatuhi pipi ranum Sakura.

"Sakura, kau kenapa? Apakah kau marah karena aku menciummu?"

"Tidak..aku hanya kecewa.." lirih Sakura di tengah isakannya.

"Kecewa? Kecewa kenapa?" tanya Sasuke cemas.

"Kecewa saat kau bilang tidak tahu.."

Otak Sasuke mencerna arti kata-kata yang di ucapkan Sakura.

"Sakura kau-"

"Aku mencintaimu, Sasuke-kun..!"

Kata-kata Sasuke terpotong akibat kata-kata Sakura yang sukses membuat Sasuke menundukkan kepalanya.

.

Sasuke diam sambil menundukkan kepalanya.

.

"Sa..sasuke-kun?" panggil Sakura saat dilihatnya Sasuke masih diam.

.

Hening.

Sakura merasakan hatinya tertusuk jarum ketika Sasuke masih diam. Tak menunjukkan tanda-tanda apapun.

"Baiklah kalau kau tak menyukaiku..aku akan-"

"Kenapa kau mengatakannya lebih dulu."

"Eh?"

"Seharusnya aku yang mengatakannya duluan.."

"Sasuke-kun.."

"Aku juga mencintaimu."

Tangis Sakura pecah dan segera memeluk Sasuke. Sasuke membalas pelukan Sakura dan mengusap mahkota pink-nya.

~~~000~~~

Setelah menjenguk Sasuke, keenam remaja itu pergi menuju kamar tempat Sakura dirawat. Yah.. mereka berenam, Sasuke juga memutuskan untuk ikut.

"Ah! Kalian..!" ibu Sakura sangat senang melihat mereka.

"Konnichiwa Baa-san.." ucap mereka serempak.

"Eh? Kau kenapa..? kau Sakit?" tanya ibu Sakura pada Sasuke.

"Hn. Aku kecelakaan kemarin sore baa-san.." jawab Sasuke.

"Sepertinya baa-san sangat senang, ada apa baa-san?" tanya Tenten saat melihat mata emerald ibu Sakura berbinar.

"Aku mempunyai kabar bahagia untuk kalian.."

"Apa itu?" tanya Neji.

"Sakura..dia akan menjalankan operasi pencakokan jantung tiga hari lagi! Dan ia juga sudah mendapatkan donor jantung..!"

"APAA?" teriak mereka sekaligus Sakura.

.

.

Hening.

.

"Kau kenapa?" tanya Sasuke sedikit berbisik pada Sakura ketika melihat Sakura sedih.

"Kalau operasinya tidak berjalan lancar..aku..mungkin tidak akan hidup di dunia lagi.." lirih Sakura.

"Berapa persen kemungkinan berhasilnya operasi itu, Baa-san?" tanya Neji yang mendengar perkataan Sakura.

Ekspresi ibu Sakura menjadi sedih, tapi mereka melihat ibu Sakura berusaha untuk tegar. Ibu Sakura pun menjawab..

.

.

" 20 %..."

Tbc

Semakin bertambah chapter kok semakin jelek yah.. -,-

Mungkin ini akan tamat sampai chapter 9 deh..*menimbang-nimbang..

Oh ya, thanks to :

Aoiqua

Sukoshi yuki

Yukko orizawa

..Hari Widi

Sindi ' kucing pink

Tsukiyomi Aori Hotori

Chini VAN

Gerarudo Flazzh

Naomi azurania belle

Kamikaze Ayy a.k.a Ayhank-chan UchihArlinz

Yang udah bersedia mreview chapter 6..

Review lagi yah..! *puppy eyes

Oke, akhir kata

REVIEW PLEASEEEE!

~~ARIGATOU GOZAIMASU~~

HANY-CHAN DHA E3