Title : THE DAWN OF SPRING
Author : Cosmojewel
Main cast : Lee Eunhyuk, Cho kyuhyun, Lee Hankyung, Lee Sungmin, Choi Siwon, Donghae, Donghwa
Pairing : KyuHyuk, slight MinHyuk, HaeHyuk, WonHyuk.
Disclaimer : God and themselves
Warning : YAOI , DLDR typo bertebaran, bahasa gak jelas,dan keanehan lainnya.
Rating : T (saya masih gak ngerti rating-ratingan)
Genre : Romance, Angst, Family (padahal bingung nentuin genre)
Cekidot !
Chapter 2
.
.
.
"HYUKKIIEE!" panggil mereka semua tak terkecuali Sungmin, entah kenapa dia berteriak seperti itu. Saat menyadari Eunhyuk membutuhkan pertolongan dia langsung memeriksa Eunhyuk.
"tolong, semuanya mundur dulu"ujarnya pada Hankyung dan Kyu, mereka berdua pun menuruti apa kata Sungmin, tapi pandangan mereka tak lepas dari sosok yang terbaring itu.
"bagaimana? Apa dia baik-baik saja? Kenapa dia sampai pingsan seperti itu?"Tanya Hankyung bertubi-tubi, Kyu menepuk pundak tuan besarnya.
"sabar tuan, dokter Sungmin akan menjelaskannya satu persatu, beri dia jeda"katanya menenangkan, Hankyung pun menghela nafas menstabilkan emosinya yang meluap-luap. Kyuhyun melempar pandangan pada Sungmin untuk menjawab pertanyaan Hankyung juga mewakili pertanyaannya.
"kondisi Eunhyuk sekarang ini bisa dibilang baik-baik saja, mungkin karena tubuhnya masih belum kuat untuknya sadar" Sungmin menghentikan penjelasannya dia melihat kedua orang didepannya tak mengerti " intinya, dia masih harus banyak istirahat. Jadi anda berdua jangan khawatir kalau Eunhyuk tertidur terus, itu karena tubuhnya meminta istirahat. " kata Sungmin mengakhiri penjelasannya.
"sampai kapan dia akan seperti ini ?"Tanya Hankyung, diamini juga oleh Kyu.
"mungkin besok atau lusa, biarkan dia istirahat"jawab Sungmin, yang lalu pamit karena masih ada pasien yang harus ditangani.
.
.
.
Eunhyuk lalu dipindahkan ke ruang VVIP, Hankyung dan Kyu masih setia menunggu Eunhyuk bangun. Sungmin yang melihat kedua namja itu, merasa kasihan.
"Kyuhyun-ssi, Hankyung-ssi "panggilnya saat selesai memeriksa Eunhyuk. Kedua namja itu terlihat sangat lusuh sudah dua hari mereka menunggui Eunhyuk.
"kalian sebaiknya pulang dulu kerumah,kalian sudah 2 hari disini, Eunhyuk biar saya yang yang menjaga. Anda tidak mau kan jatuh sakit saat Eunhyuk bangun?"Tanya Sungmin, mereka menggeleng.
"ya sudah kalau begitu, sekarang kalian pulang. Eunhyuk tak akan kemana-mana"titah Sungmin yang secara tak langsung menyuruh mereka untuk cepat angkat kaki.
"iya dokter Sungmin, terimakasih atas bantuannya. Tolong jaga Hyukkie"pamit Hankyung setelah sebelumnya mengecup dahi Eunhyuk, kyu yang ingin mengikuti perbuatan Hankyung langsung dapat tatapan membunuh dari Hankyung dan Sungmin, dia pun mengurungkan niatnya.
"iya, maaf. Aku kan baru bertemu dengannya setelah lama tidak bertemu" katanya membela diri, Hankyung mengerti lalu segera menyuruh kyu untuk mengikutinya. Sementara Sungmin hanya terkikik geli melihat kelakuan kyu, kekanak-kanakan.
"hai Hyukkie ? aku ingin memanggilmu Hyukkie saja seperti dua keluargamu itu."sapa Sungmin mengajak bicara Eunhyuk yang masih tertidur, menurut teori kedokteran mengajak ngobrol orang yang sedang tak sadarkan diri bisa membantu mereka untuk cepat sadar.
"kau beruntung mempunyai keluarga yang sayang padamu, ya walaupun aku juga tak kurang kasih sayang, Tapi sepertinya kalian sudah lama terpisah. Ayolah cepat bangun, aku tak sabar ingin mengenalmu lebih jauh, kau terlihat sangat er-menarik"kekehnya pada Eunhyuk.
.
.
.
.
"jadi Hyung tidak tahu kemana Hyukkie pergi? "Tanya seorang namja pada Hyungnya, Donghwa.
"aku kehilangan jejaknya, hae. Dia terus berlari kau tahu kan dia pelari tercepat disekolahnya?"jawab Donghwa.
"tapi, dia pergi kemana? Aku merasa bersalah telah terhasut omongan orang dan berbalik menghujatnya"
"ya, semuanya telah terjadi. Kita tak bisa memutar ulang waktu yang bisa kita lakukan adalah memperbaikinya sekarang." dia teringat perlakuan Donghae pada Eunhyuk sebelum Eunhyuk pergi dari rumah.
Flashback
"kenapa hae, kenapa kau ikut mereka ? apa kau tak percaya padaku ? apa berteman memerlukan status?"Eunhyuk hanya bisa menahan tangis dihadapan Donghae saat Donghae juga percaya kalau Eunhyuk bukan keturunan baik-baik karena kakeknya yang sering mencampakkan wanita
"aku melihatnya sendiri dengan kelakuanmu, kau mendekati banyak gadis tapi setelah itu kau buang mereka. Apa itu tidak mencerminkan sifat kakekmu?"Donghae balik bertanya
"aku sendiri tidak tahu bagaimana rupa kakekku, kenapa kalian bisa tahu semua hiks aku tidak mendekati mereka hiks mereka yang mendekatiku, hiks karena aku gak suka mereka hiks .makanya mereka pergi. hiks tapi aku gak pernah buang mereka"Eunhyuk menjelaskan semuanya sambil terisak.
"lalu kalau kau tidak suka mereka, kau suka sama namja ? hah!"seru Donghae,
"YA! "suara lantang Eunhyuk membuat Donghae terdiam"aku memang suka namja, puas!"Eunhyuk langsung membalikkan badan dan pergi dari kamar Donghae, Donghae yang mendengar itu seperti lumpuh mendadak.
"jadi dia sama sepertiku? Kenapa aku tak menyadarinya, kalau saja aku tahu dari dulu aku sudah mendekatimu untuk menjadi namjachingu ku Hyukkie"kesalnya, dia menyesal karena sudah menuduh yang tidak-tidak dan tidak peka terhadap kelakuan Eunhyuk yang ternyata tidak menyukai yeoja.
Belum selesai dia merutuki perbuatannya, Donghwa kakak Donghae masuk ke kamar Donghae dengan tergesa-gesa.
"Hyukkie benar, dia tak bersalah. Opini orang selama ini tentang Lee Hankyung itu salah besar itu hanya kebohongan public yang dilakukan oleh pesaing bisnisnya yang iri pada kerajaan bisnisnya. Kau sudah melakukan kesalahan terbesar Donghae"Donghwa memperlihatkan sobekan berita Koran hari ini.
JDERR~
Bunyi petir menyadarkan Donghae, Eunhyuk tidak bersalah dan dia harus meminta maaf.
"─hae, Donghae! "suara Donghwa mulai terdengar, dia terlihat panic.
"Eunhyuk tak ada dikamar, dan dia meninggalkan ini"Donghwa menyerahkan selembar kertas. Donghae langsung melesat keluar ketika selesai membacanya diikuti oleh Donghwa. Ternyata diluar hujan deras dan petir menyambar-nyambar(?). Dua bersaudara itu khawatir karena sudah setengah jam mereka mencari sepupunya tapi hasilnya nihil.
"kita istirahat dulu, hae"
"tapi bagaimana Hyukkie, ini hujan dan dia tidak memakai jaket pasti dia kedinginan"Donghae terus merasa khawatir.
"baiklah, bagaimana kalau kita berpencar? Akan semakin cepat kita menemukannya"usul Donghwa. Mereka langsung berpencar, Donghwa yang sudah kelelahan karena berlari dibawah air hujan menghentikan langkahnya, saat dia memandang sekitar jalan dia melihat Eunhyuk.
"Hyukkie!"pekik Donghwa saat melihat Eunhyuk langsung lari melihatnya. Terjadilah aksi kejar-kejaran sepanjang jalan itu tapi Eunhyuk yang pelari tercepat disekolahnya tak terkejar oleh Donghwa.
Donghwa kehilangan jejak Eunhyuk dia lalu bertemu dengan Donghae yang terlihat lesu.
"tadi aku bertemu dengannya, tapi larinya sangat cepat aku tak bisa mengejarnya"Donghae tertunduk lesu perasaan bersalahnya semakin menggunung, sekarang dia tak tahu harus mencari Eunhyuk kemana.
"ayo kita pulang, besok kita bisa mencarinya lagi. Nanti kita cari dirumah temannya"Donghwa merangkul Donghae menuju rumah dengan perasaan bersalah yang sangat menyiksa mereka.
Flashback end
Donghae sekarang hanya bisa menatap foto yang terpatri dalam bingkai di meja nakasnya. Di foto itu Donghae-Eunhyuk-Donghwa dengan Eunhyuk ditengah sedang tersenyum sambil merangkul satu sama lain.
"akan aku cari dirumah temannya, apa Appa dan Eomma belum pulang?"Tanya Donghwa
"belum, sepertinya. Mereka pergi setelah kita datang basah kuyup kemarin"Donghae tertunduk lesu, Donghwa yang menyadari suasana hati saengnya yang sedang kalut. "tenanglah, Hyukkie akan baik-baik saja dia namja yang kuat"Donghwa lalu meninggalkan Donghae yang duduk di tepi tempat tidur.
"maafkan aku Hyukkie. .maafkan aku"Donghae hanya bisa merapalkan kalimat itu berkali-kali dengan air mata berjatuhan dari pelupuk matanya.
.
.
.
Sungmin berdiri di depan kamar Eunhyuk, seorang temannya akan datang untuk menemuinya karena ada hal penting yang ingin temannya─Siwon─bicarakan.
"Minnie !"rupanya Siwon telah datang, dia berlari-lari kecil menghampiri Sungmin.
"ada apa ? sampai kau bela-bela datang kesini, biasanya kau tak mau keluar dari sarangmu?"
"hei, aku juga dokter disini minnie. Yah, walaupun hanya setengah hari karena aku harus mengurusi klinikku"
"tapi kan kau sering di sana, aku kesepian gak ada teman untuk diejek disini"Siwon langsung menjitak kepala Sungmin
"aww, sakit Siwon!"aduhnya sambil mengelus-elus kepalanya yang dijitak Siwon.
"aku sedih Minnie-ah,"kata Siwon tiba-tiba
"kau sedih kenapa? Ayo kita masuk ke dalam, aku sedang menunggui pasienku "ajak Sungmin
"sejak kapan kau dibayar untuk menunggui pasien? Itu kan tugas keluarga pasien" Siwon tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Sungmin.
"kali ini berbeda, aku yang berinisiatif untuk menunggunya, lagi pula aku sedang kosong sekarang"Sungmin lalu masuk diikuti Siwon dibelakangnya. Siwon terbelalak kaget saat melihat siapa pasien Sungmin. Dia langsung berubah haluan menuju ranjang yang ditempati Eunhyuk.
"hei, kau kenapa malah melihatnya? Dia manis ya?"Sungmin menyadari kalau Siwon terkagum-kagum melihat pasiennya tidur.
"dia─"
"dia pasienku,namanya Hyukkie."jawab Sungmin tanpa perlu mendengar lanjutan pertanyaan Siwon.
"dia yang ingin aku ceritakan padamu min"Sungmin terkejut mendengar pernyataan Siwon.
.
.
.
"jadi dia yang selama ini kau tolong karena perlakuan keluarganya?"Tanya Sungmin memastikan
"iya min, aku mencarinya selama 2 hari ini karena dia tak mengunjungi klinikku. Padahal kemarin lusa itu adalah jadwal dia melepas jahitan di perutnya itu"
"huhhhh"Sungmin menghela nafas, terjawab sudah pertanyaannya kemarin saat dia memeriksa Eunhyuk. Dia menemukan luka tusukan yang terjahit rapih, seperti orang yang mengerti medis.
". ."Sungmin menceritakan semuanya perihal kejadian kemarin lusa, dimulai saat Eunhyuk datang digendong kyu dan kakeknya yang datang serta percakapannya tadi pagi dengan dua namja keluarga Eunhyuk.
"syukurlah dia bertemu orang baik, aku sempat kalang kabut tahu dia tak ada dirumahnya. Bahkan dua kakak sepupunya sampai datang ke tempatku, padahal tak ada yang tahu Hyukkie sering ke klinikku"
"semoga penderitaanya cepat berakhir, aku juga merasa benci dengan keluarganya itu─"Sungmin menghentikan perkataannya saat melihat mata Eunhyuk mengerjap pelan dan mulai membuka kedua matanya.
Eunhyuk POV
Aku mengerjapkan kedua mata ku, membiasakan dengan cahaya yang ada dikamar ini─ . Tunggu, ini bukan kamarku dan juga bukan kamar di klinik Siwon Hyung. Aku mengedarkan pandanganku dan menemukan Siwon Hyung disampingku.
"Hyung. ."suaraku parau, seperti tak pernah kemasukan air.
"Hyukkie, kau sudah sadar?"tanyanya penuh khawatir, aku menganggukan kepala tak sanggup untuk berbicara karena tenggorokanku sakit.
"mi. .num H-Hyung"kataku terbata, Siwon Hyung langsung menyambar gelas di meja nakas dan meminumkannya pelan-pelan. Aku mengedarkan pandangan dan ada namja lain disini dia tersenyum ke arahku, apa aku pernah bertemu? Sepertinya tidak asing.
"Hyukkie, syukurlah kau sudah sadar. Aku akan menghubungi keluargamu, tunggu sebentar. Siwon, bisakah kau memeriksa keadaannya sementara aku menghubungi keluarganya?"pinta dokter itu, Siwon Hyung langsung mengiyakan dia memerksa keadaanku dari mulai detak jantung, tekanan darah serta jahitan di perutku. Sementara namja aegyo itu pergi keluar kamar untuk menelfon.
"er-Hyung"panggilku pada Siwon Hyung yang masih memeriksa jahitan di perutku.
"ini dimana?"
"kau ada dirumah sakit, ingat saat kau hujan-hujanan?"aku menganggukan kepala"saat itu kau ditemukan pingsan dan dibawa oleh seseorang kesini, dan temanku itu yang menolongmu" aku memiringkan kepalaku, tak mengerti dengan perkataannya.
Siwon Hyung langsung mencubit hidungku, saat aku memiringkan kepala.
"sakit Hyung !"keluhku
"temanku yang menolong itu namanya Sungmin, Lee Sungmin. Yang tadi itu " tunjuknya ke arah pintu keluar.
"oohh, pantas tadi aku seperti pernah melihatnya" kataku mengerti sekarang
"lalu siapa yang dia hubungi ? keluarga ? jangan-jangan─"
"bukan Hyukkie, Donghae dan Donghwa tak tahu kau ada disini" syukurlah kalau begitu, batinku.
"lalu siapa kalau bukan mereka?" Siwon Hyung menaikan kedua bahunya, tanda tak tahu.
Saat aku ingin menanyakan lagi, pintu terbuka dan masuklah tiga orang namja yang satu dokter Sungmin tapi yang dua lainnya aku tak mengenal mereka. Satu namja paruh baya dan satunya namja muda yang mengekorinya sedari tadi. Namja paruh baya itu langsung memelukku tiba-tiba, aku hanya bisa terdiam karena aksinya sangat cepat.
"Hyukkie chagi, akhirnya kau bangun"katanya semakin mengeratkan pelukan. Aku menatap Siwon Hyung, meminta pertolongan dan tatapan itu dilanjutkan pada Sungmin Hyung.
"Hankyung-ssi, tolong jangan memeluknya terlalu erat, dia baru bangun"akhirnya aku bisa bernafas lega.
Eunhyuk POV END
.
.
.
Kyuhyun POV
Setelah mendapat kabar dari Sungmin kalau Hyukkie sudah sadar aku dan Hankyung-sama langsung melesat ke rumah sakit. Aku langsung gugup, tanganku dingin dan jantungku berdegup kencang padahal aku hanya bertemu Hyukkie, teman lamaku sekaligus cinta pertamaku. aku sudah berjanji untuk menjaganya saat aku baru kelas 1 SMP, tapi dia menghilang saat itu.
.
.
.
Flashback
"kyu!" Hyukkie setengah berlari ke arahku, setiap pulang sekolah kami selalu pulang bersama dan aku menunggunya di depan gerbang.
"maaf menunggu lama "dia menunjukan deretan putih giginya saat tersenyum ke arahku, dia sangat manis saat seperti ini, dia lebih pantas jadi yeoja daripada jadi namja.
"iya, tidak apa-apa Hyukkie " walaupun dia lebih tua dariku, aku tak mau memanggilnya Hyung, karena dia sama sekali tidak pantas dipanggil Hyung. Dia terlalu er-manis untuk menjadi Hyungku, dan dia tak mempermasalahkan itu.
"ayo kita pulang !"kami lalu berjalan beriringan dengan berpegangan tangan, aku tak memperdulikan pandangan teman-teman sekolahku, toh aku sudah seperti ini sejak aku mengenal Hyukkie.
Tapi saat sudah sedikit jauh dengan sekolah, dia menggeliat tak tenang. Aku menghentikan jalanku dan melihat dia menahan sakit.
"kau kenapa Hyukkie ? apa pegangan tanganku terlalu kuat?" aku langsung menarik telapak tangannya dan omo! Tangannya memerah dan lecet, begitupun dengan telapak tangan satunya.
"tunggu disini, aku akan segera kembali! Jangan kemana-mana!"dia mengangguk lucu, aku langsung mencari klinik yang terdekat.
"siapa yang melakukan ini Hyukkie?" tanyaku saat aku mengobati lukanya, sungguh keterlaluan orang yang melakukan ini pada Hyukkie-ku. Dia tak menjawab, hanya meringis kecil saat aku membalut tangannya dengan perban.
"jadi kau tidak mau cerita? Apa arti persahabatan kita selama ini !"dia langsung menggeleng cepat, dan menelungkupkan tangannya yang diperban ke wajahku. Akhirnya dia menceritakan semuanya, setelah satu bulan kematian Appa dan Eommanya karena kecelakaan pesawat, dia tinggal bersama Ajjushi dan Ajjuma nya. Ajjushi dan Ajjuma nya menyuruhnya melakukan pekerjaan berat, jika kata mereka masih belum bersih dia terus melakukannya berulang-ulang sampai tangannya merah dan lecet, luka itu baru didapatnya kemarin saat Ajjuma nya menyuruhnya mengepel lantai entah kenapa Ajjuma nya merasa lantai itu masih kotor, Hyukkie pun mengerjakannya berulang-ulang.
"jahat sekali mereka, kau tinggal saja dirumahku Hyukkie "aku tak sanggup melihatnya terluka seperti itu.
"ani kyu, aku sudah tak punya siapa-siapa lagi hanya mereka yang aku punya, walaupun mereka seperti itu, mereka tetap keluargaku"
"apanya yang keluarga, kalau kau diperlakukan seperti babu ? hah!"dia hanya menggeleng, tak menerima kenyataan.
"sudahlah kyu, aku yang merasakannya. Aku akan pergi kalau aku tak kuat"
"janji?"aku mengulurkan kelingkingku dan disambut dengan kelingkingnya.
"ne, janji" akupun mengantarnya sampai depan gang rumahnya.
"kalau kau sudah tidak kuat, rumahku selalu terbuka untukmu Hyukkie. Aku akan selalu menjagamu, itu janjiku." dia hanya tersenyum lalu berjalan kerumahnya aku melihatnya sampai dia menghilang didepan tikungan.
Sudah 1 minggu ini aku tak melihatnya, saat aku ke kelasnya temannya bilang dia sudah tidak masuk sejak 3 hari yang lalu. Aku langsung ke rumahnya saat pulang sekolah, tapi tak ada siapa-siapa disana, rumahnya kosong melompong. Disaat aku hendak pulang, seorang anak kecil menghampiriku.
"kyuhyun Hyung, ada surat untukmu"dia memberikan selembar kertas yang dilipat rapih
"dari siapa?"
"dari Hyukkie Hyung,"dia langsung berlari setelah surat itu ada ditanganku, karena terlalu memerhatikan surat itu aku tak tahu kemana larinya anak kecil itu. Aku pun membuka surat itu dan aku terkejut membacanya Hyukkie sudah pindah dari sini, dia harus mengikuti Ajjushi dan Ajjuma nya entah kemana dan dia memintaku untuk tidak usah mengkhawatirkannya, dia akan baik-baik saja. Dia juga menceritakan anak kecil itu adalah tetangganya Jung Moonbin, dia namja berumur 5 tahun yang sangat pintar.
Aku tak mempedulikan siapa namja kecil itu, yang aku pikirkan kemana Hyukkie ku pergi
Flashback end
.
.
.
Kini dia ada dihadapanku, Hankyung-sama sedang memeluknya tapi Hyukkie sepertinya merasa sesak, dia melemparkan tatapan minta tolong pada namja disebelahnya dan dilanjutkan dengan namja disampingku, Sungmin.
"Hankyung-ssi, tolong jangan memeluknya terlalu erat, dia baru bangun" kata Sungmin, Hankyung-sama pun melepaskan pelukan. Hyukkie terlihat sangat bingung. Dia mengerjapkan matanya lucu.
"kalian siapa?"tanyanya penuh tanda Tanya, dia terlihat semakin manis tentunya tanpa luka-luka itu.
"aku kakekmu, Appa dari Appa mu Lee Dong Gun" seperti tersambar listrik 100 volt, dia langsung beringsut menjauhi Hankyung-sama.
"ke-kenapa kau ada disini ?"tanyanya ketakutan
"bukankah kau sudah meninggal?"
TBC
A/N
Terimakasih atas reviewnya, maaf aku belum bisa membalasnya satu-satu.
Saat baca review kalian, aku senyum-senyum gaje gak nyangka bakal ada yang baca. *ngelap air mata*
Dichapter ini kebanyakan flashback ya?
Itu karena alurnya seperti itu, kalau tidak flashback sekarang, chap depan pasti semuanya bingung. Aku menyadari kalau di cerita ini banyak typo dan misstypo, alurnya entah kemana dan pemilihan diksi yang tak tepat. Serta terlalu bertele-tele.
So, sudikah minna sekalian untuk mereview ?
Satu lagi, sepertinya chapter 3 aku akan mengusahakan update secepatnya *siapa yang nanya?* Karena aku lagi gak enak badan, dan mamah marah-marah aku tiap hari didepan laptop *siapa yang nyuruh!*
Okeh everybody, Sampai bertemu di chapter 3 *lambai-lambai bareng Hyukkie tercinta*
