TITLE : The Dawn Of Spring ( Fajar Musim Semi)
Chapter : 7
By : CosmoUskhaJewel
Disclaimer : They are all not mine,they belong to their own. But this story is mine.
Main Cast : Lee Hyukjae/ Lee Eunhyuk , Cho Kyuhyun,Tan Hankyung as Lee Hankyung and etc.
Pair : KyuHyuk (main), slight MinHyuk (Friendship), WonHyuk, HaeHyuk
Warning : Alternate Universe, Typo, Misstypo, Plot like Snail, Yaoi, EYD tidak baku, waktu dan tempat yang tidak jelas.
.
.
.
Eunhyuk POV
Serasa disurga kini hidupku indah, Harabeoji yang selama ini aku rindukan ada disampingku memberi kasih sayang yang selama ini tak pernah kudapatkan, ditambah Kyu teman lamaku juga mereka kini menemaniku, tidak membentakku, memukul bahkan menyakitiku. Tapi surga itu seakan hilang ditiup angin, saat malam kedua aku dirumah Harabeoji aku bermimpi buruk. Ulasan kejadian saat mereka mencaciku, menyiksaku muncul kembali. Kini aku selalu takut memejamkan kedua mataku barang sedetik saja, alhasil aku terkena insomnia dan sekarang mungkin Harabeoji menyadari kebiasaanku ini pernah Harabeoji memergoki ku dikamar sedang skipping, karena dengan itu aku bisa melupakan sejenak mimpi burukku.
"─kkie hyukkie"
"Ne ?" Aku menjawab dengan sembarang tak tahu siapa yang memanggilku, dan ternyata itu Harabeoji.
"Kapan kau akan makan chagi?" Aku melirik sepiring nasi penuh lauk pauk didepanku, melihatnya saja sudah membuatku mual aku tak sanggup jika harus menghabiskannya.
"Aku tidak lapar Harabeoji, masih kenyang" Jawabku sekenanya
"Tapi kau belum makan sejak kemarin, jangan bohongi Harabeoji chagi" Harabeoji selalu tahu apa yang kulakukan dan yang ku hindari.
"Aku memang tidak makan nasi Harabeoji, tapi aku memakan ini" Aku merogoh kantong celanaku dan beruntung masih ada permen karet yang belum kumakan.
"Itu tak akan membuatmu kenyang chagi, ayolah jangan buat Harabeoji khawatir. Kau baru saja keluar dari rumah sakit, kau mengalami kejadian yang menurut Harabeoji mengerikan, ini saatnya kau mulai menata diri, melupakan kejadian menyakitkan itu dan menjadi Hyukkie yang baru"
"Sayangnya aku belum siap" batinku "Ne, akan aku coba " Aku menjawab singkat lagi, aku memandang sekeliling, aku tak menemukan Kyu ada dimana dia sekarang? Bukankah jarak kita sekarang sudah sangat dekat, tapi aku belum bertemu dengannya sejak aku keluar dari rumah sakit.
"Kyu kemana Harabeoji?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Ada yang harus dia urus. Tenang, besok juga dia sudah ada disini" Jawab Harabeoji, pipiku memerah dan Harabeoji menyadari itu.
"Apakah kau tidak tidur Hyukkie?" Akhirnya Harabeoji menanyakan itu, mungkin karena lingkaran hitam disekitar mataku terlalu terlihat.
"Aku tidur koq, mungkin karena aku kurang perawatan kulit" Sergahku, tak ingin Harabeoji tahu yang sebenarnya.
"Aku mau ke kamar dulu" Bangun dari kursi dan mencium pipi Harabeoji, kebiasaan itu yang diajarkan Harabeoji padaku agar aku bisa melupakan kenangan pahit yang terjadi dalam hidupku.
Berjalan menaiki tangga satu persatu perlahan pandanganku mengabur, aku memegangi pegangan tangga dengan sangat erat takut sewaktu-waktu tergelincir dan akan semakin menyusahkan Harabeoji. Dengan susah payah aku berhasil mencapai kamarku, aku langsung berlari kekamar mandi dan memuntahkan cairan kuning di wastafel. Ya. Aku belum makan apapun dari kemarin hanya minum air jadi pantas saja hanya cairan itu yang aku muntahkan.
Aku tak ingin Harabeoji tahu aku sudah sangat kacau, aku tak ingin melihat kesedihan dimatanya saat menatapku lagi. Aku ingin membuatnya tersenyum, setidaknya dia satu-satunya keluargaku dan aku ingin membahagiakannya bukan sebaliknya. Ditengah pikiran yang berkecamuk, badanku menggigil sepertinya aku akan sakit lagi. Tuhan, jangan kau buat Harabeoji-ku khawatir lagi.
Eunhyuk POV end
.
.
.
Hankyung POV
Melihatnya berpegangan pada pegangan tangga itu membuatku sakit, dia seperti menahan sakit tapi dia tak ingin aku tahu. Apa begitu menyiksanya jika aku ingin meringankan sakitnya. Hyukkie maafkan Harabeoji.
"Yeoboseyo?" Kyu menelfonku, bukankah dia tidak ingin diganggu
/"Harabeoji, apa Hyukkie Hyung baik-baik saja?"/ Dari mana dia tahu Hyukkie sedang sakit? Begitu besarkah ikatan batin diantara mereka?
"Eumm. . dari mana kau tau Kyu?"
/"Aniyo, perasaan ku tak enak sejak tadi, aku hanya penasaran saja. Jadi apa Hyukkie Hyung baik-baik saja?"/ Dia bertanya kembali, mau tidak mau aku harus menyuruhnya pulang.
"Sepertinya tidak, bisakah kau pulang? Aku khawatir padanya"
/"Ne, aku akan kesana secepatnya."/
"Ne, kau harus cepat"
-klik-
Aku melangkahkan kakiku ke kamarnya, dia sedang tidur tapi aku merasa ada yang aneh. Aigoo dia demam, pipinya memerah, napasnya memburu, peluh bercucuran dari dahinya dan jangan lupakan air mukanya yang menahan sakit.
"Mianhae. . Ajjumma. .maafkan aku. .jangan pukul aku lagi. . Appo" Dia mengigau lagi, aku langsung mengambil posisi disampingnya dan mulai memeluknya, membelai surai Brunnetnya.
"Ssstt Uljima Hyukkie, tak ada Ajjumma disini, kau akan baik-baik saja. Tenang" Aku berusaha menenangkannya, dan perlahan nafasnya mulai normal begitupun air mukanya. Segera aku mengambil air dari kamar mandi dan mengompresnya, dan saat aku mengukur suhunya dengan thermometer dia mendidih. 40˚. Kenapa kau menyembunyikan kalau kau sakit Hyukkie.
Dan malam itu, aku menenangkannya dari igauannya yang menyakitkan. Mencoba memberitahu kalau dia tidak sendirian dengan menggenggam tangannya.
Hankyung POV end
.
.
.
Normal POV
"Kau pasti tahu dimana Eunhyuk, cepat katakan padaku dimana kau menyembunyikannya?" paksa seorang Namja pada Siwon yang ternyata─Donghae─sepupu Eunhyuk. Siwon hanya duduk di sofa dengan tenang sementara Donghae berdiri dengan pandangan mengancam pada Siwon. Merasa tak dihiraukan oleh lawan bicaranya Donghae menarik kerah jas dokter Siwon, yang ditarik hanya menatap orang yang didepannya.
"Kau mau apa? Memukulku? Silahkan, dan aku akan semakin meyakini kalau keluargamu memang ringan tangan." Siwon mengancam, sementara Donghae merasa terganggu dengan ucapan sang lawan bicara.
"Apa maksudmu? Kau baru bertemu denganku, mana mungkin kau berspekulasi keluargaku ringan tangan!" Donghae sudah sangat marah dia datang jauh-jauh untuk mencari keberadaan Eunhyuk tapi satu-satunya orang yang mengetahui dimana Eunhyuk mengatakan kalau keluarganya ringan tangan, memangnya dia cenayang apa?
"Ternyata selain ringan tangan kau juga mudah marah, ya pantaslah Hyukkie tak ingin kembali ke rumahmu" Siwon berkata sinis lagi, Donghae pun melepaskan tangannya dari kerah Jas Siwon.
"Apa maumu sebenarnya?" Tanya Donghae tenang dengan sedikit penekanan.
"Jauhi Hyukkie, kalian hanya membuatnya semakin sakit, dia juga pantas bahagia. Dan sekarang dia sudah berada ditangan yang aman." Siwon bermain petak umpet lagi, dia tak mengatakan yang sebenarnya, membuat Donghae semakin geram, tapi Donghae sadar diri dia sedang berada di lingkungan orang lain bisa saja setelah ini empunya rumah menelfon polisi dan saat dia akan keluar dia ditangkap karena tuduhan penyerangan dan perbuatan tidak menyenangkan. Ya. Dan Donghae juga adalah Mahasiswa salah satu perguruan tinggi favorit di Korea, mau taruh dimana mukanya saat berita dia tertangkap menyebar.
"Jangan bermain petak umpet sendirian lagi Siwon, yang membuat Hyukkie sakit hanya gossip itu dan semuanya hoax, dan masalah pun selesai, jadi apa yang dipermasalahkan lagi?"
"Oh ya, aku lupa kau jarang berada dirumah, kau tidak tahu apa yang Appa dan Eomma mu lakukan pada Hyukkie kan?"
"Apa maksudmu? Kenapa kau bawa-bawa Appa dan Eomma ku?" Donghae makin tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Siwon, dan menurutnya itu sangat bertele-tele.
"Kau tanyakan saja pada Appa dan Eomma mu, syukur-syukur mereka mau mengatakan yang sebenarnya karena aku yakin mereka akan berkelit saat ditanyai anaknya."
"Kau!" Donghae sudah sangat geram, orang didepannya tak mau memberitahukan dimana Eunhyuk, sekarang malah menyuruhnya kembali kerumah dan menginterogasi Appa dan Eomma-nya sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi pada Eunhyuk?
"Baik, aku akan kembali lagi kesini dan siapkan jawaban yang tepat dimana Hyukkie!" Ancamnya pada Siwon.
"Ya, kalau kau masih punya muka untuk meminta maaf dan bertemu Hyukkie setelah apa yang diperbuat oleh Appa dan Eomma mu" Balas Siwon saat Donghae hampir mencapai pintu keluar, dia diam sebentar tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Siwon, dan juga Siwon itu senang bermain petak umpet tidak mengatakan yang sebenarnya. Karena pertimbangan harga diri dan reputasi dia akhirnya pergi keluar klinik itu, tanpa menggubris pernyataan Siwon.
.
.
.
Donghae POV
Sebenarnya apa yang terjadi pada Hyukkie saat aku tak dirumah?
Apa Donghwa Hyung tahu apa yang terjadi?
Aku mengambil smartphone ku dan menelfon Donghwa Hyung.
/"Yeoboseyo"/
"Ne, Hyung ini aku Donghae"
/"Ada apa Hae?"/
"Hyung tahu apa yang dilakukan Appa dan Eomma pada Hyukkie saat aku tak dirumah?"
/"Apa yang kau bicarakan Hae, aku jarang berada dirumah dan kita juga sering pulang bersama. Otomatis aku tak tahu apa yang dilakukan Appa dan Eomma"/ Aku lupa yang sering pulang kerumah adalah aku, tapi Donghwa Hyung juga sering pulang tanpa aku jadi dia tahu keadaan dirumah saat aku tak ada.
"Ne Hyung, aku hanya bingung dengan pernyataan Siwon-"
/"Apa kau bilang? Siwon? Kau sudah bertemu dengannya sendirian?"/ Donghwa Hyung memotong pembicaraanku dan dia seperti tak percaya dengan apa yang kukatakan.
"Ne Hyung, aku menemuinya. Aku ingin tahu keberadaan Hyukkie, dan tak bisa menunggu keajaiban datang" Aku mengemukakan alasanku, kudengar kekehan diseberang sana, pasti Donghwa Hyung tak percaya aku melabrak orang sendirian, karena selama ini yang dia tahu aku selalu menghindari konflik dalam bentuk apapun, karena aku cinta damai.
/"Lalu apa yang dia katakan tentang Hyukkie?"/
"Dia berputar-putar tak langsung pada inti, dia mengatakan kalau Hyukkie sakit dan ingin bahagia. Dia juga mengatakan kalau Appa dan Eomma melakukan sesuatu pada Hyukkie hingga dia tak ingin kembali kerumah kita." Itu kesimpulanku sendiri, entah mengapa aku merasa Hyukkie takut untuk pulang kerumahku. Mungkin benar dengan apa yang dikatakan Siwon, aku harus menanyakan pada Appa dan Eomma jika ingin tahu yang sebenarnya.
/"Hyung sedang tak ada dirumah Hae, ada pekerjaan yang menggunung disini. Kau tanyakan sendiri saja pada Appa dan Eomma, Ne?"/
"Ne Hyung, biar aku saja yang bertanya. Aku sudah berada di gerbang, sampai bertemu nanti malam"
-klik-
Aku langsung memasukkan smartphone-ku ke saku celana dan lalu membuka gerbang rumah. Aku tak sabar mengorek informasi dari Appa dan Eomma tentang Hyukkie. Apa mereka melakukan sesuatu yang buruk pada Hyukkie? Tapi dia tak berkata apa-apa padaku saat aku pulang, apa Eomma dan Appa sangat mengerikan hingga dia takut untuk bercerita? Atau dia takut aku tak percaya jadi tak mau cerita? Donghae pabbo! Hoax itu saja kau percaya dan malah tidak percaya Hyukkie, apalagi ini menyangkut Appa dan Eomma mu. Aku memukul kepalaku sendiri, menyadari kebodohanku akan hoax itu dan tidak percaya Hyukkie ku.
Ya. Aku menyadari kesalahanku dan perasaanku bersamaan. Kesalahan karena telah menyakiti hatinya dengan berbalik memusuhinya dan terlambat menyadari jika perasaan ini adalah perasaan cinta, bukan sayang antar sepupu. Entah apa yang harus aku katakan padanya jika bertemu suatu saat nanti.
"Kau sudah pulang chagi" Suara Eomma menyadarkanku dari lamunan tentang Hyukkie, ini saatnya aku bertanya. Aku tak sanggup jika harus berada jauh dari Hyukkie, dan apapun jawaban Eomma aku harus membawa Hyukkie kembali.
Donghae POV End
.
.
.
Kyuhyun POV
Aku langsung menuju rumah Harabeoji, aku takut terjadi apa-apa dengan Hyukkie karena dari nada bicara Harabeoji beliau sangat mengkhawatirkan Hyukkie. Tuhan, cobaan apa lagi yang kau berikan pada Hyukkie?
Langsung saja saat sudah masuk rumah, aku ke kamar Hyukkie dan benar saja apa yang kurasakan.
"Harabeoji, apa yang terjadi?"Tanyaku langsung tanpa memberi salam kepada Harabeoji, beliau sedang berada disamping Hyukkie dengan menggenggam tangannya. Kulihat wajah Hyukkie seperti menahan sakit, pipinya yang putih sekarang kemerah-merahan, peluh yang menghiasi wajah cantiknya dan nafasnya yang memburu.
"Dia demam Kyu, aku sudah mengompresnya tapi demamnya tetap tak mau turun. Ditambah lagi dia selalu mengigau."Jelas Harabeoji, pasti karena daya tahan tubuhnya yang sempat lemah sehingga dia terserang demam seperti ini.
"Sudah memberinya obat?" Harabeoji mengangguk, aku menghela nafas ditengah keadaan seperti ini aku tak boleh panik, sudah cukup Harabeoji yang panik.
"Kita akan kompres dia, kalau sampai pagi demamnya tak kunjung turun kita harus bawa dia ke rumah sakit" Usulku, Harabeoji menyetujui.
Malam itu aku dan Harabeoji begadang semalaman, seringkali Hyukkie mengigau hingga menangis terpaksa aku dan Harabeoji gantian menenangkannya. Kulihat Harabeoji sudah tertidur di sofa dia pasti sangat kelelahan sudah mengurus Hyukkie sebelum aku pulang. Hyukkie juga sudah tidak mengigau lagi, tapi demamnya masih tinggi.
Pagi datang untung demamnya sudah turun, tapi Hyukkie masih belum bangun. Mungkin dia masih harus beristirahat.
"Kyu, bagaimana Hyukkie?"Harabeoji bangun dan bertanya keadaan Hyukkie.
"Dia sudah baik-baik saja Harabeoji, aku mau membuat bubur dulu" Beranjak dari duduk dan melangkah ke pintu.
"Kyu, biar maid yang membuatnya kau disini saja temani Hyukkie, aku mau mandi dulu lalu gantian denganmu. Aku takut dia bangun dan panik." Harabeoji memberi perintah, aku lalu memundurkan langkahku dan berbalik mendekati ranjang Hyukkie dan Harabeoji pun pergi untuk mandi.
Kyuhyun POV End
.
.
.
Normal POV
"Eomma, jangan menghindar lagi seperti tadi malam. Cepat ceritakan apa saja yang Eomma dan Appa perbuat terhadap Hyukkie!" Donghae bertanya dengan lantang, tersimpan amarah dalam kata-katanya itu. Young Rae panik mendengar anaknya menanyakan sesuatu yang seharusnya dia tidak tahu, mukanya pucat, matanya melirik ke arah─ Kang Ho─suaminya, meminta pertolongan.
"Hae baby. .kenapa kau bertanya tentang itu lagi? Tidak ada yang kami lakukan terhadapnya, harusnya kau bertanya apa yang dia lakukan pada kami sampai-sampai dia kabur begitu" Young Rae berusaha menyangkal tuduhan Donghae
"Kenapa kau bertanya seperti itu Hae?" Giliran Kang Ho yang bertanya, berpura-pura tidak mengerti tentang topik yang istri dan anaknya bicarakan, padahal tadi malam dia sudah tahu dari Young Rae.
Flashback
"Gawat suamiku, kita sepertinya ketahuan" Kang Ho baru datang dari kantor dan istrinya menyambut kepulangannya dengan muka masam
"Apa maksudnya 'kita ketahuan'?" Kang Ho membuka ikatan dasinya dan menaruh sembarangan di tempat tidur dan lalu duduk ditepi tempat tidur, Young Rae mengekor dibelakang dan ikut duduk disamping Kang Ho.
"Donghae, dia menanyakan apa yang kita lakukan terhadap Hyukjae sampai-sampai dia kabur"
"Darimana dia tahu perbuatan kita"
"Entahlah, aku yakin dia pasti tahu dari salah satu orang yang menolong Hyukjae itu"
"Sudahlah chagi, jangan khawatir Donghae tak mempunyai bukti yang kuat, dia tak akan tahu"
"Kau yakin?"
"Ne, Uljima Chagi semuanya akan baik-baik saja" Kang Ho memeluk Young Rae yang ketakutan dia menyeringai dalam senyumnya itu.
Flashback End
"Ya karena aku penasaran. Dia pasti menyembunyikan sesuatu, yang akan sangat fatal jika ia bercerita padaku." Donghae mengemukakan alasannya.
"Atas dasar apa kau bertanya seperti itu pada kami?"
"Karena Appa dan Eomma yang selalu berada dirumah, terlebih lagi Eomma pasti tahu apa yang terjadi pada Hyukkie. Jadi apa yang Eomma lakukan pada Hyukkie?" Tanya Donghae penuh selidik dengan mata menatap lurus Young Rae, yang ditatap mengalihkan pandangan dia tak sanggup menatap mata anaknya, Donghae tersenyum penuh arti dia tahu kalau Eomma-nya berbohong.
"Eomma memperlakukan Hyukkie seperti. ."Young Rae tergagap, dia mencari kata yang pantas untuk menjawab pertanyaan Donghae "Keponakan. Ya. Tentu saja sebagai keponakan karena dia anak Eonni Eomma" Young Rae berhasil menemukan jawaban yang menurutnya pantas.
"Eomma jangan berbohong padaku! Katakan yang sebenarnya, kenapa aku lihat luka lebam pada kaki dan tangannya!"Donghae berteriak membuat Young Rae kaget, Kang Ho yang tadinya tenang sekarang melirik khawatir Young Rae.
"I-i-itu tentu saja Eomma tidak tahu, mungkin saja kan dia jatuh atau terluka karena seseorang" Jawab Young Rae asal, dugaan Donghae makin kuat kalau ada sesuatu yang disembunyikan, dia harus bisa menemukan satu bukti yang bisa membuat Eomma-nya mengaku secara tidak langsung.
"Lalu ini apa? Kenapa Eomma mempunyai ini, bukankah ini hanya Eomma gunakan untuk menghukum budak?" Donghae menyodorkan cambukan yang dia sembunyikan dari tadi di kolong meja makan, tentunya sebelum Appa dan Eomma-nya datang. Young Rae dan Kang Ho terbelalak kaget dan saling melempar tatapan─darimana dia dapatkan itu─intens. Donghae tersenyum, sebentar lagi dia akan mengetahui yang sebenarnya.
.
.
.
Donghae POV
"I-Itu i-i-itu. ."Eomma tak bisa menjawab, dia tergagap dan Appa tak bisa membantu, dia juga terlihat panik. Aku tak sengaja melihat cambuk itu tergeletak di kamar Hyukkie, aku tak bisa membayangkan jika cambuk kulit dengan permukaan kasar itu mengenai tubuh Hyukkie.
"Dan aku menemukan sesuatu di cambuk ini. Eomma tak bisa mengelak lagi, cepat katakan apa yang Eomma dan Appa perbuat!"
"Darimana kau dapatkan itu Hae?"
"Aku menemukannya tergeletak di lantai kamar Hyukkie, bukankah itu suatu bukti kejahatan, Appa? Bukankah cambuk hanya digunakan pada budak? Apa kalian menganggap Hyukkie itu budak?!" Aku tak tahan lagi, dugaanku semakin kuat kalau ada sesuatu dengan Hyukkie yang membuat dia pergi.
Eomma dan Appa tak bergeming, mereka seperti menyiapkan jawaban yang tepat agar mereka tak salah langkah.
"Itu untuk memukul. .memukul tikus! Ya itu untuk memukul tikus yang ada di kamar Hyukjae" Jawab Appa, sementara Eomma hanya diam mengandalkan jawaban Appa.
"Aku tak percaya! Eomma dan Appa bohong! Aku akan melaporkan kalian ke kantor polisi jika kalian tak menga-"
"Ya! Kau menang Hae, itu memang darah Hyukjae" Eomma mengaku, Appa memberi deathglare pada Eomma, apakah itu sebuah rahasia?
"Darimana Eomma tahu ada darah di cambuk itu?" Tanyaku, Eomma terjebak dia tak bisa mengelak lagi karena dia sendiri yang mengatakan itu adalah darah Hyukkie, sementara aku hanya bilang kalau aku menemukan 'sesuatu'.
"Itu. ."
"Apa?"
Selanjutnya, aku menyesal telah melakukan itu pada Hyukkie lebih menyesal lagi aku mempunyai orang tua seperti mereka.
TBC
A/N
Ternyata masih ada yang mau membaca.
Aku lanjutkan fic ini, kelanjutannya tergantung review.
Kalo ada yang mau lanjut, aku lanjut. Kalo gak, sudah cukup sampai disini.
Terimakasih buat semua yang udah mereview, maaf aku tak bisa membalas satu-satu.
Yang pasti, review kalian selalu membuatku seperti orang gila karena senyam-senyum gak jelas.
Readers: banyak bacot lu, udah sana pulang!
Big Thanks to:
Dei babyyesung | Revita Kuzo | minmi arakida | kyukyu | ressijewelll | Arit291 | meyminimin | nabeppi | ShillaSarangKyu | dan visitor yang sudah mampir untuk melihat.
#deepbow
Please Review ^^
