TITLE : The Dawn Of Spring ( Fajar Musim Semi)
Chapter : 8
By : CosmoUskhaJewel
Disclaimer : Milik orang tua mereka dan diri mereka masing-maisng. Tapi cerita ini sepenuhnya milikku, hasil pemikiran otak payahku ini.
Main Cast : Lee Hyukjae/ Lee Eunhyuk , Cho Kyuhyun,Tan Hankyung as Lee Hankyung and etc.
Pair : KyuHyuk
Warning : Alternate Universe, Typo, Misstypo, Plot like Snail, Yaoi, EYD tidak baku, membuat pusing jadi saya sarankan siapkan obat sakit kepala saat selesai membaca, author tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu setelah membaca fic abal ini, waktu dan tempat yang tidak jelas.
Enjoy Reading!
Normal POV
"Kyu kau sudah pulang?"Tanya Eunhyuk meihat Kyuhyun sudah ada disampingnya, mukanya kusut dan ada kantung mata dibawah matanya.
"Ne, Hyung. . Aku khawatir saat tahu kau sakit, makanya aku langsung pulang"jawab Kyuhyun tersenyum tangannya terulur mengelus rambut brunet Eunhyuk, tapi kegiatan itu terhenti karena Hankyung datang.
"Kau sudah bangun Hyukkie? Bagaimana perasaanmu? Apa ada yang sakit? Mana yang sakit?" pertanyaan bertubi-tubi Hankyung lontarkan setelah melihat cucunya bangun, Eunhyuk hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa mengatakan apa-apa karena tak diberi kesempatan menjawab.
"Harabeoji, jangan bertubi-tubi seperti itu menanyakan keadaan Hyung, lihat dia seperti ikan koi sedang menunggu diberi makan" celetuk Kyuhyun melihat ekspresi Eunhyuk yang membuka-menutup mulutnya mirip seperti ikan koi yang meminta makan. Eunhyuk langsung cemberut, dia mem-poutkan bibirnya yang sebenarnya sudah pout alami. Kyuhyun dan Hankyung hanya terkekeh melihat perubahan ekspresi orang yang mereka sayangi itu.
"Kalian keterlaluan, masa aku dibilang ikan koi?" Eunhyuk sewot, dia mempoutkan bibir cherry-nya, lagi.
.
.
.
Kyuhyun POV
"Kalian keterlaluan, masa aku dibilang ikan koi?" Dia mengerucutkan bibirnya lagi, tahukah kau Hyung semakin kau cemberut aku semakin ingin memakanmu. Kau terlihat menggemaskan saat mempoutkan bibir merah cherry mu yang sebenarnya sudah terbentuk pout alami.
"Kyu, kau mandi dulu sana. Biar Harabeoji yang mengurus ikan koi ini" Harabeoji melirik Hyukkie yang dilirik hanya bisa berdecak kesal karena telah diejek lagi.
"Ne, Harabeoji." Aku mengalihkan pandanganku pada Hyukkie "Hyung, jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, kau mau bibirmu bengkak karena dicium ikan hiu?" celetukku sebelum keluar kamar, dia terdiam memikirkan perkataanku dan beberapa detik kemudian aku mendengar dia berteriak.
"Mwo? Apa kau bilang Cho Kyuhyun? DASAR EVILPERVERT !" Dan lalu aku mendengar kekehan tawa Harabeoji.
"Bagaimana keadaanmu Hyung?" Aku menempatkan diri di kursi samping tempat tidurnya, dia sedang bermain dengan computer tablet yang baru saja dibelikan oleh Harabeoji, matanya tidak seperti pertama bertemu lagi, sudah bercahaya dan tak ada raut murung lagi, dia sekarang sangat ceria terlebih saat asyik dengan permainan 'menangkap pisang sebanyak mungkin' di tabletnya itu.
"Oh. . Kyu, lihat ini" Dia baru sadar aku ada disampingnya, dengan wajah sumringah dia memperlihatkan game yang dia mainkan, aku memutar bola mata menanyakan apa yang dimaksudnya "Ah, Kyu kau ini bagaimana sih! Lihat aku berhasil mencapai high score lagi, tadi aku sudah melampaui score yang ada diinternet lho!" ucapnya bangga seraya mengelus-elus tablet kesayangannya.
"Kau ini Hyung, jangan main game terus, lihat ada yang kau acuhkan" Dia mem-pause game-nya dan melempar pandangan ke semua sudut kamar.
"Siapa? Tak ada Kyu" Dia mem-play lagi gamesnya tanpa tahu siapa yang dia acuhkan.
Dia memang tak tahu apa pura-pura tidak tahu? Kan Cuma aku yang ada disini, dengannya dan diacuhkan.
"Hyung. . aku yang kau acuhkan! Masa kau tidak merasakan?" Aku membuang muka, dia mematikan tabletnya dan beringsut mendekatiku.
"Kyu. .Mianhae, aku terlalu asyik dengan permainan itu, sampai-sampai aku tak menghiraukan mu, Mianhae Kyu"
Yes, aku berhasil membuat dia mengacuhkan tabletnya itu
Aku masih dalam posisi membuang muka, Hyukkie terus menarik-narik ujung lengan bajuku tapi aku tak menghiraukannya.
"Hiks. . hiks. .hiks. ." aku membalikkan badanku dan Hyukkie sedang menangis. Tuhan apa lagi yang membuatnya menangis?
"Hyung kau kenapa? Apa ada yang sakit?"Aku mendekatinya dan menariknya dalam pelukanku, perlahan tangisnya mereda, aku melepaskan pelukanku dia mengusap air mata yang masih mengalir dipipinya.
"Anio," jawabnya masih sesenggukan.
"Lalu apa ?"
"Kau,"
"Aku? Aku berbuat apa?" Tanyaku benar-benar tidak tahu bagian dari diriku yang menyakiti Hyukkie.
"Kau marah. . karena aku mengacuhkanmu" Jawabnya dengan mengusap air mata terakhir yang ada disudut onyx-nya.
"Oh Hyung. . I'm sorry, aku tidak bermaksud mengacuhkanmu. Aku hanya pura-pura mengacuhkanmu habisnya kau sangat asyik dengan tablet mu itu." Aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, lalu matanya berbinar-binar lagi.
"Jadi kau tidak marah?!" Katanya setengah berteriak, aku menggeleng. Dia lalu langsung memelukku.
"Aku kira kau marah Kyu, kau kan teman yang satu-satunya kupunya. Kalau kau tak ada, aku tak punya teman " Dia masih memelukku, aku merasa bahagia dianggap seperti itu oleh Hyukkie, tapi bisakah status itu berubah menjadi cinta. Arghh apa yang kupikirkan? Aku sudah sangat bersyukur Hyukkie masih mengenaliku dan tidak menjauhiku, yang harus kulakukan adalah jangan membuat dia menangis lagi.
"Eummm Hyung, kau mau terus dikamar seharian ini?" Dia sekarang asyik dengan bukunya, aku dengar dia berprestasi dalam olahraga tapi kenapa dia malah seperti kutu buku.
"Aku mau keluar, tapi takut Kyu."Menatapku sebentar lalu kembali larut dalam kumpulan diksi yang bersampul itu.
"Takut? Apa yang kau takutkan Hyung? Aku dan Harabeoji akan selalu menjagamu. Terlebih lagi banyak bodyguard disini, mereka tak akan membiarkan orang asing masuk seenaknya "
"Kau yakin?" Dia memutar bola matanya mencari kepastian penuh.
"Nde, lagipula aku bersedia menjadi tamengmu saat kau diserang ribuan peluru" Dia merona hebat, aku berhasil membuatnya merona seperti itu. Dia menyembunyikan wajahnya dariku, pasti dia sangat malu.
"Kau ini Kyu, seperti aku pacarmu saja"
"Maunya sih begitu Hyung" Dia memutar bola matanya lagi, tak percaya dengan apa yang kukatakan tadi.
"Sudahlah, lagi pula sebelum kau melindungiku, kau harus melindungi Harabeoji karena dia yang membayarmu"
"Ya Ya Ya. . sudahlah Hyung, ayo kita keluar aku akan menunjukan sesuatu padamu" Aku mengambil buku dari tangannya dan menariknya turun, dia perlu cahaya matahari, kulitnya pucat semoga dengan dia keluar kulitnya tidak sepucat itu.
Ternyata dia sangat cepat saat berlari, pantas saja dia memenangkan kejuaraan tingkat daerah. Sekarang dia sudah berada jauh didepanku, halaman belakang rumah Harabeoji yang sangat luas seperti lapangan berpacu kuda, terdapat banyak peliharaan Harabeoji seperti kuda, elang, kelinci. Hyukkie sempat menyangka Harabeoji itu peternak, tapi aku menyangkalnya. Mana mungkin peternak punya rumah dengan halaman seluas ini dan dia tetap kekeuh dengan pendapatnya lalu berlari menjauhiku. Ternyata dia itu cukup childish juga.
"Kyu, kau kalah! Ayo cepat gendong aku!" Aku baru tiba dengan nafas yang hampir putus sementara dia memintaku untuk menggendongnya.
"Yakkk Hyung. Kau curang, kau curi start lebih dulu lagipula siapa yang sedang adu cepat?"
"Aku. Tadi." Dia menjawab polos.
"Hyung baru saja sembuh tapi kenapa bisa lari secepat itu?"
"Entahlah, kaki ku sudah lama tak dipakai untuk lari, saat melihat halaman seluas ini aku terpacu untuk memutarinya, apalagi tak ada rintangannya jadi aku seperti berlari di lintasan stadium."
"Kau yakin tidak apa-apa Hyung? Kalau tahu Harabeoji kau lari seperti itu, aku bisa langsung dipecat Hyung."
"Tenanglah, aku tak akan membiarkan itu terjadi, lagipula Harabeoji tak ada disini. So, apa yang ingin kau tunjukan padaku Kyu? Aku sudah melihat ada kuda, kelinci, elang dan sepertinya tadi aku mendengar suara auman Leopard. Apa Harabeoji memelihara Leopard?"
"Kau tahu dari mana Hyung? Aku saja baru tahu dari Harabeoji tadi pagi, dan kau malah sudah mendengar suaranya."
"Tadi saat berlari memutari halaman ini aku mendengarnya, dan mereka berkeluarga."
"Maksudmu? Banyak?"
"Ne, ada jantan dan betina lalu ada anak mereka."
"Kau melihatnya Hyung?" Aku semakin tak habis pikir dengan pengetahuannya, dia bisa tahu dari jauh kalau mereka─Leopard─itu komplit satu keluarga.
"Anio, aku hanya mendengar dan merasakannya saja. Memangnya benar ada anak-anaknya?" Dia balik bertanya.
"Entahlah, aku tak tahu persisnya. Harabeoji hanya bilang kalau akan ada penghuni baru di 'peternakan' dan itu adalah Leopard"
"Aku tak mau melihatnya, jangan ajak aku kesana Kyu"
"Kenapa? Aku kira kau suka semua binatang, termasuk Leopard. Dan kau juga bisa merasakan kehadirannya"
"Aku sedang tidak ingin bertemu mereka, nanti saja Kyu. Ayolah cepat kau tunjukan 'sesuatu' itu, tapi kalau itu adalah Leopard dan sejenisnya aku lebih baik lari memutari halaman ini."
"Iya Hyung, tenang saja. 'itu' bukan Binatang atau sejenisnya. Ayo ikuti aku, tapi─" Aku menarik saputangan dari kantong celanaku dan menunjukan padanya.
"Kau harus menutup mata. Karena aku tahu kau itu sangat susah untuk patuh, aku akan menutup mata Hyung dengan ini" Dia cemberut, mempoutkan bibir merah cherry-nya membuatku semakin ingin memakannya.
"Baiklah, kau menang"
Kyuhyun POV End
.
.
.
Eunhyuk POV
Setelah melewati semak belukar, jalan setapak dan aku harus meloncat-loncat akhirnya Kyu berhenti. Sebenarnya apa yang ingin dia tunjukan? Sebentar. Aku mendengar suara air mengalir, apa mungkin itu air terjun?
"Kita sudah sampai Hyung," Kyu lalu melepas ikatan saputangan di belakang kepalaku, dan saat aku melihat pemandangan yang ada didepanku. Itu sangat indah. Air terjun dengan tujuh undakan dan dikelilingi oleh pohon perdu. Airnya sangat jernih seperti kita bisa bercermin disana.
"Indah, Kyu. Darimana kau temukan tempat seindah ini?" Aku sudah turun, airnya sangat dingin tapi sejuk. Tunggu. Bukankah air terjun itu hanya ada di pegunungan, bukankah rumah Harabeoji itu ada di tengah kota.
"Harabeoji yang menunjukannya padaku Hyung, oh ya aku tahu apa yang sekarang akan kau tanyakan" Aku memutar bola mata, malas "Kenapa ada air terjun di tengah kota kan?" Dia tersenyum menang, tahu jalan pikiranku.
"Sebenarnya rumah Harabeoji ini bukan ditengah kota tapi ada di pinggiran kota dan berbatasan dengan pegunungan, jadi wajar saja kalau ada air terjun disini. Bahkan masih banyak lagi Hyung, Cuma aku malas mencarinya."
"Kenapa? Itu sangat seru, mencari air terjun rahasia, bukankah tak ada yang tahu ada air terjun disini?" Dia mengangguk "Kalau aku sudah dibolehkan jalan jauh, akan aku temukan air terjun yang lainnya"
"Andwee!"
"Lho, kenapa? Itu akan sangat menyenangkan Kyu, apa kau tak ikut berkemah saat kau masih sekolah?"
"Aku benci kegiatan luar kelas, apalagi itu berkemah. Aku lebih suka berkutat dalam laboratorium komputer dan mengutak-atik komputer rusak sampai bisa digunakan lagi, sepanjang hari."
"Pantas saja, berlari segitu saja kau sudah kehabisan napas" Cibirku, dia tak menghiraukan malah ikut turun bermain air bersamaku, lalu tanpa persiapan dia menyipratkan air itu ke wajahku, kontan saja aku langsung membalasnya. Dan seperti yang dibayangkan, kami basah kuyup akhirnya.
Setelah acara 'mandi' yang tak disengaja itu, tak terasa hari sudah mulai gelap. Kyu langsung menarik tanganku mengajakku pulang sebelum Harabeoji pulang dan menemukan kamarku kosong.
"Kau harus cepat mandi Hyung, nanti bisa masuk angin. Kita kan sudah basah kuyup begini"
"Kau juga Kyu, aku masuk duluan ya?" Aku berpisah dengan Kyu didepan kamarku, dan langsung masuk kamar mandi. Setelah dipikir-pikir hidupku sudah mulai membaik, setelah tadi malam aku berkutat dengan mimpi buruk sekarang aku sudah bisa bergerak kesana kemari. Benar-benar bebas.
Eunhyuk POV End
.
.
.
Donghae POV
"Jadi sekarang kau mau cari Hyukkie kemana Hae?" Donghwa Hyung melontarkan pertanyaan setelah aku menceritakan semuanya─kejahatan Eomma dan Appa─pada Donghwa Hyung.
"Entahlah, aku tak sanggup menampakan batang hidungku didepannya. Aku sangat jahat Hyung, padahal aku sering melihat dia kesakitan. Tapi aku tak berusaha mengerti, aku menghiraukannya saja padahal dia sedang kesakitan karena lukanya terserempet bajunya sendiri." Aku sangat menyesal saat Eomma dan Appa mengakui kejahatan mereka, air mataku sudah tak bisa dibendung lagi, rasanya sakit saat tahu orang yang kau sayangi yang selama ini selalu tersenyum saat bersamamu menyimpan rasa sakit sehebat itu.
Flashback
"Kenapa kalian lakukan itu padanya? Dia sudah melakukan apa yang kalian suruh, kenapa saat semuanya sudah bersih kalian mengotori hasil kerjanya? Kalian itu iblis! Memukulinya tanpa rasa bersalah, membiarkannya kelaparan, dan mengusirnya saat malam hujan salju. Apa kalian tak bisa membayangkan betapa sakitnya dia? HAH?!" Aku berteriak, sementara mereka hanya menunduk entah merasa bersalah atau malu anaknya tahu perbuatan mereka.
"Hae, kami mohon. .jangan benci kami" Eomma bersuara setelah lama terdiam, dia mendongakkan kepalanya bertemu dengan pandanganku.
"Aku memang tidak bisa membenci kalian, tapi aku berhak membenci kalian. Aku akan pergi dari sini, dan jangan mencoba untuk menghubungiku" Aku langsung keluar rumah tanpa mengambil beberapa helai baju, toh tempat yang akan kukunjungi mempunyai banyak baju untuk dipinjami.
"Hae, jangan pergi! Maafkan kami, jangan marah pada kami Hae. Hae!" Aku tak mengindahkan panggilan Eomma, akan ada Appa yang mengurusnya.
Flashback End
"Kau tahu kenapa Eomma bertindak seperti itu Hae?"
"Aku tidak tahu Hyung, aku benar-benar tidak habis pikir dengan perbuatan mereka. Bukankah kita bisa menyewa jasa asisten rumah tangga, kenapa harus memperkerjakan Hyukkie yang aku tahu dia sangat membutuhkan pergaulan dengan teman-temannya. Dan menurut cerita yang kudengar dari Eomma, mereka melakukan itu saat dia baru saja kehilangan orang tuanya, kau ingat kan Hyung?"
"Ya, aku ingat Hae waktu itu dia sangat terpukul, sampai-sampai tak mau makan. Tapi, tunggu. Kenapa Hyukkie tidak berusaha berontak dengan perlakuan Eomma dan Appa, dengan bukti luka-luka yang ada ditubuhnya yang kau bilang sangat jelas seperti orang yang disiksa, pasti kuat untuk melaporkan Eomma dan Appa ke polisi atau kita"
"Iya juga sih, apa yang menghalanginya?" Aku memutar otak memikirkan kalau aku jadi Hyukkie apa yang membuatnya enggan untuk melaporkan kejadian itu.
"Atau tepatnya, ancaman apa yang Eomma dan Appa berikan"
"Ya, kau benar Hyung. Tapi apa yang menjadi pertimbangan Hyukkie untuk tidak memberitahu kita atau orang disekitarnya?"
"Entahlah, itu yang harus kita cari jawabannya. Hae. ."
"Nde Hyung?"
"Kalau Eomma dan Appa dipenjara karena kejahatannya pada Hyukkie, kau rela?"
". ." Aku terdiam mendengar pertanyaan Donghwa Hyung, bagaimanapun juga mereka adalah orang tuaku, mana ada anak yang tega melihat orangtuanya dipenjara.
"Hae?"
"Rela tidak rela, kita harus rela. Biar Tuhan dan hukum yang memutuskan, dan tentu saja Hyukkie"
"Kau sudah dewasa, dan kau memang dongsaeng ku" Donghwa Hyung memelukku dan menepuk punggungku, aku balas memeluknya mencoba mencari kehangatan persaudaraan yang sudah lama tak kurasakan.
"Sekarang kita harus mencari Siwon dan cari tahu dimana Hyukkie berada" Donghwa Hyung melepas pelukannya, kami lalu bersiap-siap menuju klinik Siwon. Kenapa aku bisa tahu siwon mengetahui dimana Hyukkie, karena aku pernah memergoki Hyukkie ada didepan klinik Siwon dan yang memperkuat dugaanku adalah Hyukkie pernah diantar Siwon sampai rumah kami.
Donghae POV End
.
.
.
Normal POV
"Apa yang kau bilang? Donghae sepupu Eunhyuk datang ke klinik mu dan mengancammu?" Sungmin tak percaya dengan apa yang dikatakan Siwon saat mereka makan siang di kafetaria Rumah Sakit.
"Nde, dia mengancamku tapi aku rasa itu hanya gertakan saja. Dan alhasil dia pulang dengan muka menahan marah. Hahaha kalau kau lihat dia saat itu, aku yakin kau akan terpingkal-pingkal, aku saja sampai sakit perut menahan tawa" Siwon terbahak-bahak menceritakan kejadian tempo hari saat Donghae mendatanginya.
"Jangan keterlaluan seperti itu Wonnie-ya, kalau Donghae tahu kau mungkin bisa berakhir di UGD " Cibir Sungmin tak suka dengan kelakuan Siwon.
"Hei, kenapa kau marah? Kau harusnya senang melihat mereka kelimpungan mencari dimana Hyukkie. Bukankah mereka pantas mendapatkannya?"
"Memang, tapi aku juga masih punya hati. Dia pasti sangat terpukul saat tahu kalau orang tuanya melakukan itu pada orang yang disayanginya."
"Kau bilang apa? 'disayangi'? Kau ingin bilang kalau Donghae memendam rasa pada Hyukkie-ku?" Siwon meminta pertanggung jawaban pernyataan yang dilontarkan Sungmin.
"Apa kau tidak menyadarinya Wonnie-ya? Untuk apa Donghae mencari Hyukkie saat Hyukkie ada di klinikmu? Bukankah nanti mereka juga akan bertemu saat Hyukkie sudah sembuh, dan jangan lupakan Donghae yang selalu menempel pada Hyukkie, apa itu yang dinamakan sayang antar sepupu?" Sungmin melontarkan hipotesanya setelah memahami fakta yang ada didepan mata.
". ." Siwon masih terdiam memikirkan pernyataan Sungmin.
"Dan oh ya, kau ingat saat Hyukkie bercerita kalau dia itu tidak menyukai Yeoja?" Siwon mengangguk. "Hae sangat kaget, lalu setelah tahu kalau gossip itu hoax dia mengejarnya"
"Lalu?"
"Beberapa hari kemudian dia datang menemuimu mencari dimana Hyukkie dan mengancammu, menurut pengalamanku selama ini, aku rasa tak ada sepupu yang begitu marah saat tahu sepupunya pergi tanpa memberitahunya sedangkan orang lain tahu dimana Hyukkie. Dan dari ceritamu sepertinya dia sangat marah"
"Nde, dan kau mau bilang kalau sainganku. Bertambah. satu lagi. Begitu?" Kata Siwon penuh penekanan, Sungmin mengangguk dengan tersenyum penuh arti.
"Kenapa kau tidak langsung mengatakan kalau Donghae itu suka sama Hyukkie, dan kenapa kau putar-putarkan aku dengan hipotesa mu itu, LEE SUNGMIN!" Siwon geram hendak menjitak kepala Sungmin tapi Sungmin sudah beranjak dan mengambil kuda-kuda untuk berlari dan alhasil terjadilah kejar-kejaran dua dokter di koridor rumah sakit hingga membuat gempar seluruh rumah sakit.
"Wah dua dokter tampan itu ternyata sangat suka berolahraga ya? Apalagi mereka sangat bahagia" gumam seorang Halmoni yang sedang duduk di taman Rumah Sakit, sementara Harabeoji-pasangannya- hanya mengangguk-anggukan kepalanya setuju dengan apa yang diucapkan istrinya itu.
.
.
.
Kyuhyun POV
"Kau sudah siap Hyung?"
"Memang kita mau kemana?"
"Akan ada tamu untukmu" Dia membelalakan matanya.
"Siapa?" Terdengar nada khawatir dalam pertanyaannya. Aku mendekat merangkulnya, dia terlihat sangat gugup.
"Kau tidak perlu takut Hyung, hanya pemeriksaan untuk luka-luka mu" dia memiringkan kepalanya dan menatapku penuh pertanyaan.
"Sungmin Hyung, Siwon Hyung!" Pekiknya dan langsung melepaskan pelukanku lalu berlari menuju pintu kamarnya. Ya. Hari ini adalah jadwal check-up Hyukkie, karena alasan keselamatan, Harabeoji─yang sekarang sedang sibuk─menyuruh dua dokter itu untuk memeriksa Hyukkie kerumah.
"Aku kira siapa yang datang Kyu, ternyata mereka."Kata Hyukkie tersenyum manis melihat dua orang yang baru saja datang, mereka memang tidak memakai jas kebanggan mereka tapi mereka membawa peralatan yang dibutuhkan.
"Nah sekarang, kau harus berbaring adik manis, biar dua Hyung ini memeriksa mu" Suruh Siwon, Sungmin pun mengiyakan. Hyukkie sendiri patuh, dia lalu berbaring pada kasurnya dan mencoba mengikuti instruksi mereka.
"Kau sudah lebih baik Hyuk, jangan lupa untuk makan yang banyak Ne?"
"Nde, Hyung" Mereka sudah menyelesaikan tugas mereka, dan kondisi Hyukkie sudah tidak apa-apa, hanya jangan terlalu capek.
"Kalian tidak akan pulang dulu kan?" Tanya Hyukkie setengah memohon, Sungmin dan Siwon bertatapan.
"Tentu saja tidak Hyuk, kami akan menemanimu sampai kau mengusir kami" Kata Sungmin, Siwon mengamininya.
"Ayo Kyu, kita ajak mereka ke 'peternakan'" Seru Hyukkie padaku, aku tersenyum melihat tingkahnya hyperaktif, apa mungkin ini sifat aslinya? Bergerak kesana-kemari.
Kami tiba di 'peternakan', dan benar saja Hyukkie memamerkan kecepatan larinya pada dua Namja yang ada didepanku ini, Sungmin berteriak-teriak meminta Hyukkie berhenti sementara Siwon berusaha mengejar Hyukkie untuk menghentikannya berlari. Tapi, Hyukkie sudah sangat cepat dan aksi kejar-kejaran itu berakhir dengan Hyukkie tersenyum puas melihat Siwon kelelahan.
" Kyu, kau lihat Siwon Hyung. Dia sama sepertimu saat kau adu cepat denganku haha" Dia membanggakan dirinya, aku hanya tersenyum melihatnya sangat gembira.
"Yakk Hyukkie! Kenapa kau cepat sekali, aku sudah. .hosh. . sangat capek. . hosh" Keluh Siwon dengan masih mengatur nafas.
"Hahaha Wonnie-ya kau sangat lucu saat mengejar Hyukkie tadi" Kekeh Sungmin, Hyukkie dan aku tertawa sementara Siwon hanya Cemberut, tapi aku yakin jauh dalam lubuk hatinya dia sangat senang bisa membuat senyum-tidak- bukan senyum tapi tawa bertengger (?) di bibir Hyukkie.
Kyuhyun POV End
.
.
.
Normal POV
Mereka bermain-main dengan kuda dan beberapa binatang lain, kadang Hyukkie mengajak mereka ke kandang Leopard tapi karena mendengar suaranya saja yang sangat menakutkan, niat itu mereka urungkan dan akhirnya hanya Hyukkie saja yang berani ke kandang Leopard.
Saat mereka sedang istirahat dibawah pohon yang perdu, handphone Siwon bedering.
"Yeoboseyo"
/"Kau ada dimana sekarang? Aku sudah berada di depan Klinik mu, tapi sepertinya kau sedang bersenang-senang"/ Suara dari sebrang sana, Siwon melihat disekitarnya mencari Eunhyuk dia tak mau Eunhyuk mendengar dia dihubungi Donghae. Ya, yang menelfon Siwon itu adalah Donghae.
"Apa kau sudah tahu jawabannya? Aku yakin sekarang kau sedang memendam amarah pada orangtua mu" Siwon memulai percakapan setelah dia melihat tak ada Eunhyuk disekitarnya hanya ada Kyuhyun dan Sungmin yang sekarang sedang mendengar Siwon dan Donghae berbicara di handphone, dengan loudspeaker tentunya.
/"Jangan membahas kedua orangtua ku, sekarang mana janjimu!"/ Siwon menatap kedua Namja yang ada didepannya, mereka berdua memberi isyarat─terserah saja apa yang akan kau katakan-jangan buat dia bertemu Eunhyuk─ yang dimenegerti oleh Siwon.
"Rupanya kau masih punya muka untuk bertemu Dia, kau sudah siap untuk segala resikonya?" Cibir Siwon, Donghae hanya mendengus.
/"Aku akan minta maaf atas nama kedua Orangtua ku, ya walaupun tak akan dimaafkan aku minta maaf atas diriku sendiri karena sudah tak percaya padanya. Jadi cepat katakan ada dimana Hyukkie sekarang!"/ Desak Donghae.
"Aku belum bisa memberitahu dimana Hyukkie sekarang, aku takut dia belum siap. Lagipula dia masih harus memulihkan diri dari 'karya' orangtuamu." Sindir Siwon sementara Kyuhyun dan Sungmin hanya tersenyum sinis mendengar geraman dari sebrang sana.
Tanpa sepengetahuan mereka Eunhyuk datang dengan riangnya berlarian, dia bingung melihat 3 Namja yang tadi ada bersamanya sudah berkerumun membentuk lingkaran, karena sepertinya mereka sedang bermain, Eunhyuk mendatangi mereka.
"Hai, kalian meninggalkanku disa-" Eunhyuk langsung dibekap oleh Kyuhyun, dia berusaha melepas tangan yang ada dimulutnya, memandang Siwon dan Sungmin meminta pertolongan tapi dua Namja itu hanya diam.
"Diamlah, mereka sedang bicara dengan Kepala Rumah Sakit, kalau kau berbicara mereka akan dihukum" Bisik Kyuhyun pada telinga Eunhyuk. Setelah Eunhyuk berjanji tidak akan bicara Kyuhyun baru melepaskan tangannya.
"Rrrr sepertinya sinyalku kurang bagus, aku tak bisa mendengar suaramu. . nanti aku hubungi lagi. . sudah ya. ." Siwon berkilah seolah-olah sinyal handphone terganggu dengan mengayun-ayunkan Handphonenya diudara lalu setelah itu dimatikan Handphone nya itu.
"Memang benar tak ada Signal Hyung?" Tanya Eunhyuk dengan polosnya, mereka bertiga memandang horror Eunhyuk.
"Ya. . disini sangat jauh dari. . satelit provider telepon selular mereka Hyukkie, makanya Teleponnya terputus" Kyuhyun berusaha menjawab pertanyaan Eunhyuk selogis mungkin, dia melempar tatapan─iya-kan saja perkataanku ini-agar dia percaya─ pada Siwon dan Sungmin.
"Nde Hyukkie, benar apa yang dikatakan Kyuhyun. Apa kau lapar? Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar" Kata Sungmin dengan memegang perutnya, dia berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Iya Hyukkie, ayo kita makan. Bukankah Harabeoji mu akan pulang sebentar lagi?" Tanya Siwon
"Nde Hyung, katanya dia ingin kita ada dimeja makan, mala mini. Kalian jangan pulang ya?" Pinta Eunhyuk dengan tatapan memohon.
"Nde, tentu saja mereka akan makan malam dengan kita Hyukkie, bukan begitu?" Tanya Kyuhyun merangkul Eunhyuk dengan melempar pertanyaan memastikan pada Siwon dan Sungmin.
"Nde, kita akan makan malam bersama Hyukkie" Jawab Siwon memastikan, Eunhyuk gembira melihat mereka sudah sangat akrab tidak seperti saat mereka bertemu, terutama Siwon dan Kyuhyun, mereka seperti dua kucing yang memperebutkan satu ikan.
"Ayo kita pulang!" Seru Eunhyuk dengan bergandeng tangan dengan tiga Namja itu. Mereka lalu bergandengan tangan menuju rumah.
.
.
.
Kyuhyun POV
Aku baru saja menidurkan Hyukkie dikamarnya, katanya dia takut saat tidur sendirian jadi aku menemaninya tidur sampai dia terlelap. Hari ini sangat melelahkan untuknya, dia berlari kesana kemari tapi untung saja menurut Sungmin dia sudah tidak apa-apa.
Saat kejadian sore itu memang Hyukkie tidak boleh tahu kalau Donghae menelpon Siwon, kami masih belum siap melihat ekspresi sedihnya. Makan malam pun kami sangat akrab, aku yang dingin terhadap Siwon dan Sungmin sekarang sudah bisa hangat kepada mereka hanya satu yang membuat kita dekat, Hyukkie.
"Kyu, bisa aku bicara denganmu sebentar" Harabeoji menyadarkanku dari lamunanku, dia terlihat sangat lelah apakah ada masalah dengan perusahaan.
"Ada apa Harabeoji?" Kami duduk di teras dengan menghadap ke halaman belakang yang luas, hanya beberapa lampu taman yang menerangi halaman itu.
"Bagaimana keadaan Hyukkie?"
"Dia baik-baik saja, kata Sungmin dia sudah sangat sehat" Harabeoji mengangguk setuju, karena saat dimeja makan Hyukkie banyak bicara. Dia menghela nafas, apa mungkin ada masalah yang pelik hingga terlihat sangat lelah.
"Kalau boleh tahu, kenapa Harabeoji tampak sangat lelah? Apakah ada masalah dengan perusahaan?" Dia menggeleng.
"Lalu apa? Apa tentang Ajjumma dan Ajjushi Hyukkie Hyung atau. . Apa yang bisa kubantu Harabeoji?" Pasti ini masalah lain yang jauh lebih runyam.
"Tentang masalah Hyukkie, sudah ada yang mengurusnya" Ya tentu saja Harabeoji tak akan menuruti Hyukkie untuk tidak melaporkan mereka ke polisi, mana ada Harabeoji yang diam saja melihat orang yang menganiaya cucunya berkeliaran diluar sana.
"Ini tentangmu Kyu. ."Kata Harabeoji akhirnya
"Aku?" Aku masih tak mengerti dengan perkataan Harabeoji
"Kau ingat orang yang membunuh keluargamu?"
"Nde Harabeoji, apa identitas mereka sudah ketahuan?"
"Hampir mencapai titik terang, tapi aku tak tahu siapa pimpinan mereka. Mereka sudah semakin meresahkan kau tahu banyak penculikan dan pembunuhan pejabat-pejabat penting?" Aku mengangguk, akhir-akhir ini banyak sekali berita penculikan bahkan pembunuhan pejabat-pejabat penting Negara dan bahkan baru-baru ini Direktur Utama sebuah perusahaan Waralaba terbesar di korea dikabarkan meninggal saat keluar dari kantornya karena ditembak peluru tepat dijantungnya.
"Mereka tidak mengincar kekuasaan, mereka hanya dibayar oleh beberapa orang yang berpengaruh dalam pemerintahan, yang aku tahu mereka itu organisasi bawah tanah mereka tak akan mau muncul dipermukaan, kau tahu pasti cara mereka melakukan kejahatan. Bersih dan Rapih tanpa meninggalkan jejak" Ya itu terlihat saat mereka membunuh keluargaku tak ada jejak atau bukti yang tertinggal.
"Lalu apa hubungannya denganku?"
"Apa kau ingat wajah mereka?"
"Ya, tapi tidak terlalu jelas"
"Mereka mencarimu Kyu, untuk dijadikan salah satu dari mereka"
"Apa? itu tidak mungkin Harabeoji aku musuh mereka, aku korban mereka, kenapa mereka ingin aku bergabung dengan mereka?" aku memberondong Harabeoji dengan pertanyaan.
"Mereka telah mengamatimu selama ini, tanpa sepengetahuanku dan kau. Kau tumbuh menjadi pribadi yang kuat, gelap dan tak kenal takut mereka tak sengaja melihat aksimu saat kau membereskan 'pengganggu' kita"
Aku kembali memutar ingatan beberapa bulan yang lalu, Harabeoji memang punya nama dalam Organisasi bawah tanah dan aku yang menjadi tangan kanannya, saat itu ada yang berusaha mencelakakan Harabeoji saat Beliau sedang ada dikantor, aku yang tidak akan membiarkan Orang yang selama ini merawatku celaka, langsung mencari orang itu dan aku membunuhnya. Tidak. Aku tidak membunuhnya, karena itu adalah ketidak sengajaan karena saat aku mengejarnya dia tertabrak mobil. Aku pun langsung lari setelah melihat orang itu meninggal. Jadi apakah itu yang dinamakan membunuh? Apa yang membuat mafia itu tertarik?
"Tapi itu bukan suatu 'aksi', aku hanya mengejarnya dan dia tertabrak mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Apa yang membuat mereka tertarik denganku ?"
"Mereka ingin membeli kesetiaanmu, mereka ingin kau ada dipihak mereka."
"Andwee, itu tak akan terjadi, aku bisa apa Harabeoji? Aku hanya bisa beladiri, menembak dan itu semua skill yang dimiliki oleh orang-orang organisai kan?"
"Memang. Tapi mereka ingin kau bersama mereka, mereka yakin dengan skill-mu yang sudah terlatih akan bisa menjadikanmu jendral prajurit mereka"
"Aku tidak mau Harabeoji, aku hanya ingin bersama anda. Apalagi aku sudah menemukan Hyukkie Hyung, aku tak ingin lagi mencari 'nama' dalam dunia hitam itu"
"Kau yakin ingin berdiri bersamaku?"
"Nde Harabeoji, aku akan berdiri bersama anda."Tegasku mantap.
"Baiklah siapkan kekuatanmu, karena itu jalan yang kau pilih maka kita akan menghadapi mereka" Aku mengangguk mantap, entah apa yang akan terjadi nanti aku tidak akan goyah lagi karena sudah ada Harabeoji dan Hyukkie Hyung dibelakangku.
Kyuhyun POV End
.
.
.
TBC
A/N
Hai minna-san, aku seneng banget liat ada yang review. Jadi aku lanjutkan, sudah berapa lama ini? Aku memang author payah.
Aku mau minta pendapat kalian,
1.)Apa aku harus memasukkan 'organisasi hitam' dalam fic ini? Karena aku yakin pasti akan sangat panjang, aku takut kalian bosan *emang ada yang baca?*
2.) Apa aku langsung mem-pengadilan-kan kasus Hyukkie agar Ajjumma dan Ajjushinya dipenjara lalu fokus pada percintaan Hyukkie?
3.)Atauu buang saja fic ini ketempat sampah? Aku sudah tidak yakin fic ini bisa diterima oleh kalian, apalagi chap yang sekarang. Sangat melenceng jauh.
Aku tunggu pendapat kalian semua, itu juga kalau kalian bersedia mereview.
Big thanks to :
Reeiiniminmi arakida | Anonymouss | Revita Kuzo | kyukyu | | Kamiyama kaoru | yadong wannabe | Ika-chan Imut |ressijewelll | dan kalian yang para Viewer dan Visitor *itu juga kalo ada*
Maaf aku tak bisa membalas review kalian baik di PM atau disini.
So, Minal Aidzin Walfaidzin semua, yah walaupun terlambat daripada tidak sama sekali.
RnR please ^^
.
.
.
#deepbow
_cosmojewel_
