Normal POV
"Dari mana saja kau?! Aku sudah menunggu lama disini" Donghae sudah menunggu lama Siwon di depan Kliniknya dia tak sendirian dia datang bersama Donghwa.
"Oh, maafkan aku Donghae-ssi tadi ada acara rumah sakit. Mari silakan masuk" Kata Siwon ramah mempersilahkan kedua tamunya masuk.
"Mau minum apa Donghae-ssi dan. ."
"Donghwa" Jawab Donghwa.
"Ya, Donghwa-ssi" Lanjut Siwon
"Tidak usah repot-repot Siwon, dan jangan memanggil dengan embel-embel itu" Kata Donghwa berusaha mencegah perkelahian diantara dua Namja yang seumuran didepannya.
"Baiklah, lalu ada apa?" Siwon akhirnya duduk, dia menghormati orang disebelah Donghae karena sepertinya berbeda dengan Donghae.
"Kami sudah tahu yang sebenarnya, mungkin sebaiknya Orangtua kami yang meminta maaf tapi sepertinya itu tidak mungkin, aku hanya ingin tahu dimana Eunhyuk, kami tidak mungkin meminta maaf untuk orangtua kami, tapi kami ingin meminta maaf karena sudah tak percaya padanya." Kata Donghwa, Donghae hanya diam dia tak ingin dimarahi Donghwa, karena mungkin saat dia berbicara akan terjadi pertengkaran lagi dengan Siwon.
"Sebenarnya ini bukan wewenangku, aku juga belum tahu apakah Hyukkie ingin bertemu dengan kalian, karena kalian tahu sendiri luka yang dideritanya sangat banyak, tapi sekarang dia sudah baik-baik saja, hanya mentalnya yang masih belum siap. Aku takut dia mimpi buruk lagi saat bertemu kalian dan lalu jatuh sakit, tapi kalau kalian memang benar sudah menyesal dan mau meminta maaf pada Hyukkie aku akan mengusahakan mempertemukan kalian" Siwon melunak, dia sadar dia bukan hakim yang menjudge orang seenaknya, dia juga manusia yang mempunyai salah dan dosa, kalau kita bisa membantu orang lain untuk memperoleh maaf, kenapa tidak?
"Gamsahamnida Siwon-ah, aku percaya kau orang baik. Hae, bilang terimakasih!" Suruh Donghwa pada Donghae, dia pun menurut dan membungkukkan badannya pada Siwon. Sementara Siwon hanya tersenyum menang.
"Sebaiknya kalian menghubungi orang yang bersama Hyukkie sekarang, jelaskan padanya yang sebenarnya. Karena aku yakin kalian orang baik."
Setelah memberikan nomor Kyuhyun pada mereka, mereka pun pamit pulang karena hari sudah malam.
"Kalau orangtua kalian dipenjara, apakah kalian rela?"Tanya Siwon saat mengantar kepulangan mereka diambang pintu.
"Aku rela apapun yang menjadi keputusan Hakim, mereka memang harus membayar perbuatan mereka" Kata Donghae bijak, Siwon menjadi yakin telah membantu mereka.
.
.
.
"Tentang kasus itu bagaimana kelanjutannya, Harabeoji?" Tanya Kyuhyun setelah mereka membicarakan tentang organisasi hitam. Hankyung menatap Kyuhyun lalu tersenyum penuh arti.
"Kau tenang saja, Pengacara Jung sudah mengurusnya hanya saja,"
"Hanya saja apa Harabeoji?"
"Bagaimana kita memberitahu Eunhyuk untuk hadir dalam pengadilan itu"
"Memang untuk bukti dan kesaksian sudah beres semua?" Kyuhyun memang tidak tahu kalau kesaksian dan bukti untuk melengkapi kasus Eunhyuk sudah didapat dari hasil visum Sungmin yang saat itu memeriksa Eunhyuk.
"Syukurlah kalau sudah" Kata Kyuhyun yang mengerti setelah dijelaskan Harabeoji.
.
"Yeoboseyo" Kyuhyun menjawab asal tanpa tahu siapa yang menghubunginya pagi buta seperti ini.
/"Kau Kyuhyun?"/ Terdengar suara Namja, Kyuhyun mencoba untuk menghilangkan kantuknya dia baru tertidur empat jam yang lalu dan sekarang jam 6 tepat, sudah ada yang menelfonnya.
"Nde, kau siapa? Ada perlu apa?"Kyuhyun langsung to the point, terdengar helaan nafas berat dari ujung smartphone-nya.
/"Aku Donghwa, sepupu Eunhyuk dan Hyung dari Donghae. Bisakah kita bertemu?"/ Jawab Namja yang diketahui ternyata Donghwa.
"Siapa yang memberitahu nomorku?"
/"Siwon. Dan jangan menyalahkan dia, aku yang meminta. Bisakah kita bertemu, aku yakin kau juga ingin masalah ini selesai."/ Jawab Donghwa tegas.
"Baiklah, dimana?"
/"Café Hendel & Gretel jam 9"/
.
.
Kyuhyun sudah Rapih dia hanya tinggal berangkat ke café yang menjadi tempat pertemuannya dengan Donghwa.
"Kau mau kemana Kyu? Aku ikut ya, bosan dirumah terus" Tanpa sepengatuan Kyuhyun Eunhyuk sudah ada didepan mukanya, dia memasang gummy smile-nya yang membuat Kyuhyun tak bisa berkutik, terpesona.
"Rrr-eumm- tap-tapi" Kyuhyun gelagapan dia tak mungkin memberitahu yang sebenarnya.
"Ayolah Kyu, kau dengar sendiri kan Minnie Hyung bilang aku sudah sehat, dan bisa beraktivitas. Ayolah Kyu, yah yah yah ?" Rayu Eunhyuk dia melancarkan puppy eyes-nya dihadapan Kyuhyun agar bisa ikut keluar.
"Aku ada urusan penting Hyung, bukan untuk main-main" Eunhyuk langsung cemberut, dia mempoutkan bibirnya membuat Kyuhyun makin ingin meneteskan air liurnya.
"Kau jahat." Kyuhyun tercengang dengan apa yang didengarnya, mata Eunhyuk sudah berkaca-kaca dan mungkin sebentar lagi akan menangis.
"Memangnya aku anak kecil main-main terus, aku sudah dewasa, aku pengen berinteraksi dengan orang luar, tidak harus berdiam diri dirumah sebesar ini. Sudahlah, lupakan saja permintaanku tadi!" Kyuhyun makin tak enak hati melihat Eunhyuk berbalik ke kamar dengan meneteskan air mata.
'Mianhae Hyung, aku tak ingin kau melihat mereka, aku takut kau akan ketakutan lagi' Kata Kyuhyun dalam hati, dia tak mungkin menemui Donghwa dan Donghae dengan mengajak Eunhyuk. Tapi dia juga tak tega melihat Eunhyuk bersedih seperti itu, apalagi Hankyung sedang tak ada dirumah, pagi-pagi dia sudah berangkat ke jepang untuk mengurus cabang perusahaan yang ada disana.
Alhasil, dia meninggalkan Eunhyuk dirumah dan tidak lupa mewanti-wanti para maid dan bodyguard yang ada disekitar rumah untuk menjaga Eunhyuk.
.
.
.
Eunhyuk POV
Aku juga ingin bergaul dengan banyak orang, aku rindu dengan itu semua kenapa dia melarangku, baiklah kalau dia tak mau mengajakku, aku juga tak mau mengajaknya.
Aku mempersiapkan semuanya untuk acara jelajahku. Ya. Hari ini aku akan menemukan air terjun yang belum ditemukan oleh Kyuhyun, hanya berbekal kamera SLR untuk mengabadikan moment perjalananku dan penemuanku serta pisau kecil yang aku dapat dari dapur untuk menyingkirkan tumbuhan liar yang menghalangi jalan setapak.
Aku melihat keadaan dibawah dan halaman belakang, ternyata tak ada siapa-siapa, mungkin mereka sedang berjaga didepan, tak tahu kalau belakang rumah merupakan tempat untuk kabur yang sangat mudah.
Aku berhasil mencapai hutan belakang rumah, dan hanya tinggal mencari air terjun rahasia itu. Hanya lima menit aku sudah sampai, matahari masih asyik bersembunyi dalam gumpalan awan pagi, membuat suhu dihutan ini cukup dingin, untung aku memakai hoodie kesayangangku jadi aku tak kedinginan, mungkin sebentar lagi suhunya menghangat.
.
.
.
Kyuhyun POV
Ternyata mereka sudah sampai, tak sulit untuk mengenali mereka. Mungkin karena mereka kakak-adik muka mereka mirip sehingga memudahkanku untuk tahu.
"Annyeong-haseyo" ucapku ramah, mereka membalas sapaanku.
"Duduklah, Kyuhyun-ah" ucap Namja yang lebih tua dari mereka berdua, mungkin itu Donghwa.
"Nde, Gamsahamnida" Ucapku seraya duduk.
"Bisa kita mulai saja?" Namja yang lebih muda melontarkan pertanyaan, tak salah lagi ini pasti Donghae. Donghwa hanya bisa mendecak sebal mendengar pertanyaan adiknya yang terkesan buru-buru. Aku hanya mengangguk setuju.
"Perkenalkan namaku Donghae dan ini Hyungku, Donghwa" katanya sambil membungkukkan badan diikuti oleh Donghwa, aku balas membungkukkan badan.
"Namaku Kyuhyun, kalian juga sudah tahu,. Jadi apa yang membuat kalian ingin bertemu denganku? Masalah Eunhyuk?" Aku berbicara cukup cepat, membuat Donghwa tersenyum. Aku hanya ingin pertemuan ini cepat berakhir, aku ingin menemani Hyukkie yang sendirian dirumah, aku yakin sekarang dia sedang berada dikamarnya sendirian.
"Nde, masalah itu aku ingin masalah ini cepat selesai" Donghwa menyuarakan keinginannya.
"Masalah selesai pasti akan ada yang dirugikan dan diuntungkan bila dilihat dari permasalahannya" Ucapku dingin, Donghwa terlihat tenang mendengar jawabanku, sementara Donghae, air mukanya mengeras, menunjukan dia mulai kesal.
"Aku tahu, akan ada yang dirugikan dan sepertinya itu dari pihak kami, mengenai itu kami memang tidak tahu menahu masalah penyiksaan Hyukkie, dia menyembunyikan semuanya dari kami karena tak ingin mendapat siksaan lagi dari Orangtua kami, itu yang membuat kami sangat bersalah dan menyesal. Terlebih lagi saat kami pulang atau satu dari kami pulang kerumah, Hyukkie tak menunjukan ekspresi kesakitan atau semacamnya, tapi setelah insiden itu, dan mencari Hyukkie ke klinik siwon, aku menyadari ada yang tak beres dirumah"
Jadi mereka itu sangat jauh dari kata peka, Hyukkie pasti sangat pintar menyembunyikan rasa sakitnya itu.
"Dan saat aku menanyakan perihal itu pada Orang tuaku, terbongkarlah semuanya" Donghae melanjutkan "Aku sangat menyesal telah bertindak seperti itu pada Hyukkie, aku juga sebenarnya sama seperti dia, tidak menyukai wanita dan entah kenapa aku tidak menyadari itu, selama ini aku menyayangi dia seperti sepupu pada sepupu, tapi perasaan ini berubah beberapa bulan yang lalu. Aku tahu seharusnya tidak membicarakan ini denganmu, tapi aku sangat menyesal dan ingin meminta maaf padanya, aku menjudge orang yang sebenarnya sama denganku, memiliki orientasi seksual yang berbeda" Tak kusangka Donghae mencurahkan isi hatinya saat seperti ini, dan aku cukup tercengang mendengar penuturannya.
"Kalian sungguh-sungguh menyesal?" Tanyaku memecah keheningan. Dua bersaudara itu mengangguk meyakinkan.
"Untuk apa kami mencari-cari Siwon dan Kau jika kami tak sungguh-sungguh menyesal?" Donghwa berusaha meyakinkanku.
"Walaupun harus melawan Orang tua kalian? Kalian harus tahu Harabeoji Hankyung sudah membawa kasus ini ke meja hijau, apa Orang tua kalian tidak memberitahu ini pada kalian?"
"Tunggu sebentar, kau bilang siapa? Harabeoji Hankyung, jadi Hyukkie ada bersama beliau?" Tanya Donghae. Aku menjelaskan semuanya pada mereka mulai saat aku ditugaskan mencari Hyukkie beberapa tahun yang lalu dan menemukannya beberapa minggu yang lalu dan semua yang terjadi selama ini.
"Jadi orang tua ku akan berhadapan dengan Hankyung Harabeoji?" Tanya Donghwa pada akhirnya, Aku mengangguk mantap.
"Dan mungkin sekarang pihak kepolisian sudah mulai melakukan penyelidikan, aku tak bisa mencegah itu terjadi, karena Hankyung Harabeoji tak bisa melihat Hyukkie disalahgunakan seperti itu. Memang Hyukkie sendiri tak ingin masalah ini naik ke muka umum, karena dia sudah tak ingin mencari masalah tapi apa daya, aku tak bisa mencegah Hankyung Harabeoji melakukan itu."
.
.
.
Donghae POV
"Dan mungkin sekarang pihak kepolisian sudah mulai melakukan penyelidikan, aku tak bisa mencegah itu terjadi, karena Hankyung Harabeoji tak bisa melihat Hyukkie disalahgunakan seperti itu. Memang Hyukkie sendiri tak ingin masalah ini naik ke muka umum, karena dia sudah tak ingin mencari masalah tapi apa daya, aku tak bisa mencegah Hankyung Harabeoji melakukan itu."
Aku tercengang dengan perkataan Kyuhyun tadi, semulia itukah hatimu Hyuk, padahal kau sudah tersiksa begitu sakitnya. Dan begitu saja kau lepaskan orangtuaku. Aku semakin ingin bertemu denganmu, aku ingin minta maaf padamu Hyuk.
Tiba-tiba saja aku dikagetkan oleh ringtone Smartphone-ku dan saat kulihat siapa yang telpon, itu adalah Eomma.
"Yeoboseyo"
/"Apa benar ini Kim Donghae, putra dari Kim Young Rae dan Kim Kang Ho?"/
"Nde,"
/"Orangtua anda sedang berada disini, kami membutuhkan informasi dari kalian, bisa anda dan kakak anda kemari?/"pinta suara tegas itu. Aku merasakan firasat buruk, sesuatu pasti sudah terjadi pada Eomma dan Appa.
Aku tahu ini sangat pendek, dan sangat terpaksa berhenti diatas, terimakasih atas semua review kalian, aku sangat menghargai semuanya.
Terima kasih jika kalian berkenan meninggalkan jejak kalian, walaupun hanya 'lanjutkan'.
Sekali lagi terimakasih. *bungkuk bareng hyuk*
