FF KyuMin/ Responsibility / yaoi / Mpreg / Part 2

Author : EvilBaby KyuMin

Pairing : KyuMin

genre :

ratting : T

Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.

Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC

summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!

Kyuhyun poV

Aku baru saja selesai berlatih basket saat menelpon sungmin hyung, tapi yg mengangkat malah wookie hyung dan mengatakan kalau sungmin hyung tengah tidur. Aku sedikit khawatir pada keadaan sungmin hyung, tadi hae hyung datang kekelasku dan mengatakan kalau sungmin hyung sakit, makanya aku langsung menuju UKS untuk menemui sungmin hyung. Ia terlihat begitu lemah.

"hei kyu, kenapa melamun?" Tanya changmin,teman satu tim-ku.

"ani, hanya lelahh.." jawabku asal.

"kau mau bergabung bersama kami kyu?" Tanya changmin lagi.

"kemana?" tanyaku.

"ada pesta di rumah minho, kau harus datang." Jwab changmin sambil merangkulku.

"tidak terima kasih, aku malas." Jawabku dan segera menyingkirkan tangannya yg bertengger di bahuku.

"hei ada apa? Bukankah kau pasti paling semngat jika di ajak berpesta. Akan banyak yeoja cantik disana.." changmin masih membujukku.

"sudah kukatakan aku malas, aku ingin pulang." Tolakku agak kasar.

Karna malas meladeni ocehan changmin aku pun segera pergi meninggalkan lapangan basket, moodku sedang tidak baik hari ini. Aku meresa terbebani oleh sesuatu, namun tak tahu itu apa. Ah sudahlah, mungkin itu hanya perasaanku yg terlalu merindukan Minnie chagi-ku.

sesampainya di rumah aku langsung membersihkan tubuhku yg terasa lengket dan bau keringat, setelah itu barulah aku merebahkan tubuhku di kasurku yg empuk..

tak lupa sebelum tidur ku tulis pesan untuk Minnie chagiaku tercinta.

To : My Minnie Cute Chagi

Malam chagi,, bagaimana keadaanmu? Sudah sehat kan?

Ku harap iya, aku merindukanmu chagi..

cepatlah sembuh, besok kita akan kencan, saranghae :*

aku tersenyum puas melihat pesan yg ku tuliskan untuk kekasih imutku itu, ku harap ia sudah sembuh. Besok aku ingin sekali mengajaknya kencan, entah mengapa.. tapi aku benar – benar serius dengannya, aku ingin ia menjadi milikku dengan utuh secara sah.

Esoknya pagi – pagi sekali aku sudah bangun dan hendak beranjak kesekolah, hari ini aku benar – benar dalam mood yg bagus. Aku tak sabar untuk menemui Minnie chagiku, semoga ia sudah sehat hari ini karna aku akan mengajaknya ke suatu tempat.

Sesampainya di sekolah aku segera menuju ke kelas Minnie hyung, aku tersenyum begitu melihat sosoknya yg tengah duduk tenang di bangkunya. Tapi mengapa ia terlihat murung? Sepertinya ia sedang sedih.

"Annyeong.." sapaku pada Minnie hyung, ia sedikit terkejut melihatku.

"Kyu, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanyanya dengan ekspressi imut.

"Hanya ingin melihat keadaanmu, kau tahu aku begitu mengkhawatirkanmu semalaman. Mengapa tak membalas pesanku?" Jawab serta tanyaku.

"Mianhae, semalam ponselku ku matikan. " Jawab Minnie hyung lesu.

"Hyung, kau baik – baik saja? Kau terlihat agak berbeda." Tanyaku lagi.

"B-berbeda apanya?" Minnie hyung balik bertanya dengan gugup.

"Kau terlihat murung, biasanya kau selalu terlihat cerah dan ceria. Kini kau tampak seperti kehilangan sinarmu." Jawabku sambil terus menatap lekat Minnie hyung. Wajahnya agak pucat, bibir yang biasanya pink kini agak membiru, aku benar – benar khawatir.

"Tak apa kyu, aku hanya sedikit kelelahan." Jawabnya sambil tersenyum.

"Sungmin hyung!" Saat aku dan Minnie hyung masih mengobrol sampai terdengar suara Wookie hyung yang memangilnya. Terlihat di belakangnya, ada Heechul, Donghae, dan juga Henry. Tapi tunggu dulu, kenapa mereka menatap tajam kepadaku?

"Wookie.." Ucap Minnie hyung tampak seperti agak khawatir.

"Bagus kau datang bocah tengik." Aishh aku merasakan firasat buruk mengenai hal ini.

"Ada yang ingin kami katakan padamu, kyu." Ucap Donghae hyung.

"Dan kau harus benar – benar menyiapkan dirimu untuk ini." Dan henry yang berucap paling akhir sambil menatapku tajam.

Mereka berempat berjalan ke arahku, entah mengapa aku merasa takut. Kenapa tatapan mata mereka sangat tajam padaku? Seperti aku telah membuat kesalahan besar,

"Kalian mau bicara apa?" tanyaku agak takut – takut.

"Ini tentang Sungmin hyung, kau harus-"

"CUKUP! Jangan katakan apapun padanya!"

Baru saja Wookie hyung akan bericara, Sungmin hyung sudah memotong ucapannya. Dan yang palling mengejutkan adalah, Sungmin hyung berteriak cukup kencang. Membuat semua orang terdiam, terkejut akan sikapnya.

"Kalian jangan ikut campur dengan urusanku, ini biar aku dan Kyu yang menyelesaikan." Ucap Sungmin hyung dingin. Sebenarnya ada apa ini?

"Cepat katakan yang sebenarnya sekarang Lee :Sungmin." Bahkan heechul hyung sampai tersentak dan melembutkan nada bicaranya, padahal semua orang tahu tak ada yang berani melawannya.

"Hei, bisa kalian katakan, sebenarnya ada apa ini? Ada hal yang tidak ku ketahui?" tanyaku dengan bingung.

"Kau terlalu banyak tidak tahu." Jawab henry dengan nada sinis.

"Makanya katakan padaku agar aku tahu!" Bentakku geram.

"Kami tidak akan bicara apa – apa lagi, biar semua Sungmin hyung yang menjelaskan." Ucap Wookie hyung dan beranjak pergi.

Satu – persatu mereka meninggalkanku dan Sungmin hyung yang kini terdiam, kami hanya di kelas berdua. Semua penghuni kelas ini turut pergi saat mendengar suara bentakkan Sungmin hyung tadi.

"Chagi, sekarang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Aku sama sekali tak mengerti, ada apa dengan semua orang? Kenapa mereka menatapku seolah aku telah berbuat sebuah kesalahan besar?" tanyaku sambil menggenggam tangannya lembut.

"A-aku.." Sungmin hyung tampak sangat ragu untuk menceritakannya, entah apa itu namun sepertinya ini sangat serius.

"Ayo katakanlah, kau percaya padaku bukan?" Aku berusaha meyakinkannya.

"A-aku, aku..aku belum siap menceritakannya kyu. ini terlalu berat." Ia melepaskan genggaman tanganku dan memalingkan wajahnya.

"Hyung, tatap aku.." Aku meraih wajahnya agaer kembali menatapku. " Tak apa jika memang kau belum siap, aku akan menanti sampai kau siap mengatakannya padaku." Aku mengecup keningnya, lalu membawanya dalam dekapannku. Untuk saat ini mungkin tak ada gunanya terus memaksa Sungmin hyung untuk bercerita, ia masih belum siap.

"Hiks..hiks.." terdengar suara isakan kecil, aku tahu Sungmin hyung tengah menangis saat ini.

"Shhhtt..uljima, nanti sepulang sekolah aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Aku tak ingin nanti kau malah drop lagi dan kita tidak bisa pergi. Berhentilah menangis chagi.." Aku mengeratkan pelukanku dan mengcup ujung kepalanya, berusaha menenangkannya.

Perlahan – lahan tangisnya mulai reda, dan tepat di saat bel masuk berbunyi. Sungmin hyung sudah tenang, meski aku berhasil menenangkanya, tetap saja aku mendapat deathglare dari para hyungku yang entah mengapa jadi begitu.

Kyuhyun poV end

Donghae poV

Kami masuk ke kelas saat bel berbunyi, Kyuhyun sudah kembali ke kelasnya saat kami masuk. Sungmin hyung tampak seperti habis menangis, dan itu semakin membuatku khawatir. Apa Sungmin hyung sudah mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun?

"Hyung, gwencanha?" tanyaku sambil menyentuh pundaknya.

Sungmin hyung menoleh "Gwencanha hae-ah." Jawabnya sdiiringi sedikit senyuman yang tampak di paksakan.

"Hyung sudah mengatakannya?" Tanya Henry penasaran. Namun Sungmin hyung hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Kenapa hyung tidak memberitahunya?" Tanya Wookie.

"A-aku, aku belum siap. Ini terlalu sulit." Jawab Sungmin hyung lemah.

"Aishh dasar kau bodoh Lee Sungmin!" Ucap Chulie hyung yang sepertinya geram dan segera menuju ke bangkunya.

"Sudahlah, jika hyung memang belum siap tak usah di paksakan." Aku sedikit menghibur Sungmin hyung, ia Nampak sangat tertekan saat ini.

Tak lama, Kim Sonsaengnim datang, kami menghentikan obrolan kami dan mulai memperhatikan Kim Sonsaengnim yang menerangkan mata pelajaran bahasa inggris di depan kelas.

Sepanjang pelajaran, Sungmin hyung Nampak tak bersemangat, padahal bahasa inggris adalah mata pelajaran favoritnya.

"Hyung, neo jeongmal gwencanhayo?" tanyaku khawatir pada Sungmin hyung.

"Ne,gwencanha hae-ah." Jawabnya masih sama seperti tadi, padahal aku tahu kalau ia sama sekali tak baik – baik saja.

"Kau terlihat begitu murung hyung, aku khawatir padamu." Ucapku lagi.

"Gwencanha, aku hanya lelah dan sedikit tertekan." Tapi Sungmin hyung berusaha meyakinkannku.

Akhirnya pelajaran pertama selesai, dan selama pelajaran tadi berlangsung Sungmin hyung hanya melamun. Buku catatannya pun kosong, ia sama sekali tak menulis apa yang tadi Kim sonsaengnim terangkan.

"Pagi anak – anak.." Sapa Park sonsaengnim.

Guru kami yang satu ini adalah guru kesayangan dan favorite kami. Ia begitu ramah dan berhati bak malaikat. Selain itu, ia juga memiliki keistimewaan. Ia memiliki indera keenam. Semua siswa mengenalnya dengan nama Park JungSoo, tapi ia lebih suka di panggil Leeteuk.

"Hari ini sepertinya kita tidak akan belajar." Ucap Park onsaengnim yang di tanggapi beberapa sorakan kesenangan dari murid – murid pemalas.

"Tapi saya akan menyuruh kalian untuk mengutarakan beban kalian atau apapun itu yang menjadi halangan kalian dalam belajar atau sebab kenakalan kalian. Seperti yang kalian tahu sendiri, belakangan ini kasus di sekolah kita sedang meningkat. Dan saya selaku salah satu guru disini yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik kalian ingin mengetahui apa yang selama ini menjadi kendala kalian dalam belajar, atau alasan kalian berbuat kenakalan."

Semua orang di kelas langsung terdiam mendengar penjelasan Park sonsaengnim, memang di sekolah kami saat ini tengah mengalami banyak kasus soal kenakalan siswa yang terlibat dalam organisasi pengedar narkoba, maka dari itu sekolah saat ini sedang berusaha menindak tegas para siswanya.

"Jadi, jika kalian memiliki beban atau ingin melakukan pengakuan dosa. Kalian bisa maju ke depan dan berbicara pada saya. Tidak usah khawatir, saya tidak akan membicarakan ini ke pihak sekolah. Ini hanya akan menjadi rahasia kita."

"Hyung, kurasa kau harus mencoba konsultasi dengan Park sonsaengnim, ini waktu yang tepat." Aku mengusulkan pada Sungmin hyung untuk membicarakan masalahnya dengan park sonsaengnim, mungkin Park sonsaengnim memiliki jaalan keluar atas semua masalah yang tengah di hadap Sungmin hyung,

"Aku tak yakin hae, aku sungguh malu." Jawab Sungmin hyung.

"Ayolah hyung, tidak akan terjadi apapun." Ucapku meyakinkan.

"Hei Minnie hyung, a-apa kau akan maju ke depan?" Tanya Henry yang entah kapan berada di sampingku.

"memang kau mau kedepan juga?" Tanyaku heran, apa Henry apa sedang menghadapi masalah juga?"

"Entahlah, aku malu mengatakan ini pada Park sonsaengnim. Eumm..memangnya kau mau mengatakan apa pada Park sonsaengnim?" Jawab Sungmin hyung ragu, kemudian balik bertanya.

"Eh i-itu a-aku, aku..aku merokok.." Jawab Henry sambil menundukan kepalanya.

"MWO?" Ucapku dan Sungmin hyung tak menyangka kalau Henry yang tampak polos ini ternyata merokok.

"A-aku tahu aku salah, makanya aku ingin bercerita pada Park sonsaengnim." Ucap Henry sambil tertunduk.

"Baiklah, aku juga akan kedepan. Sepertinya tak ada salahnya menceritakan masalah kita pada Park sonsaengnim." Sungmin hyung akhirnya bersedia menemui Park sonsaengnim.

Aku,Wookie, dan Chulie hyung hanya memperhatikan Henry dan Sungmin hyung yang sedang bercerita pada Park sonsaengnim. Henry menangis saat Park sonsaengnim mulai berbicara padanya, sementara Sungmin hyung mulai berkaca - kaca.

Untunglah penghuni kelas tak memperhatikan Henry dan Sungmin hyung, mereka lebih sibuk dengan urusan mereka masing – masing.

"Menurutmu apa yang Park sonsaengnim katakan pada mereka?" Tanya Wookie.

"entahlah, mungkin hanya memberikan nasihat." Jawabku asal.

"Atau mereka di marahi? Lihat, Henry dan Sungmin sampai menangis." Ucap Chulie hyung.

"Tidak mungkin, Park sonsaengnim itu baik hati. Mana mungkin ia memarahi Henry dan Sungmin hyung." Sangah Wookie.

Aku terus memperhatikan Sungmin hyung, ia tak menangis. Ia tampak berusaha tegar, Park sonsaengnim pun tersenyum dan mengusap kepala Sungmin hyung sebelum Sungmin hyung mengakhiri konsultasinya dan kembali duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan bangkuku.

Donghae poV end

Sungmin poV

Atas usul dari Donghae dan sekalian aku menemani Henry mengakui perbuatannya pada Park sonsaengnim, akhirnya aku pun maju kedepan. Henry berkonsultasi duluan, sementara aku menangis saat Park sonsaengnim menasehatinya.

"M-mianhae sonsaengnim hiks..hiks..huee.."

"Sudahlah Henry, yang penting kau sudah sadar dan berjanji takkan menlakukannya lagi ne?" Henry mengangguk dan beranjak menuju bngkunya kembali, kini giliran aku yang berkonsultasi dengan Park sonsaengnim.

"Nah sekarang apa masalahmu Lee Sungmin?" Tanya Park sonsaengnim lembut.

"A-aku..aku telah melakukan sebuah dosa besar sonsaengnim. Dan aku tengah menerima hukuman Tuhan atas perbutanku, a-aku tak yakin Tuhan dapat mengampuniku.." Ucapku lirih.

"Memang apa yang telah kau lakukan Sungmin-ah?"

"A-aku..aku …" Aku tak sanggup mengatakannya, ini terlalu memalukan.

"Katakanlah, tenang saja. Aku berjanji takkan mengatakan ini pada siapapun Sungmin-ah."

"Aku..aku mencintai seorang namja. Dan kami telash melebihi batas hubungan yang seharusnya tak boleh kami langgar.".

"Hmm..sejak awal aku memang merasa janggal dengan kedekatan kalian, ternyata dugaanku benar. Hubungan kalian lebih dari pada sahabat atau pun kakak adik."

"S-sonsaengnim sudah tahu sejak awal bukan, mengapa tak mencegahku dari awal?"

"Itu bukan kuasaku Sungmin-ah, kau dan anak itu yang merasakannya. Dan aku tak berhak mencampuri urusan kalian."

"Lalu apa yang harus kulakukan sonsaengnim?"

"Kau bertanya padaku? Hmm..baiklah, tinggalkan dia, jalani hidupmu dengan normal."

Aku tercekat begitu mendengar ucapan Park sonsaengnim, k-kenapa ia malah menyuruhku meninggalkan Kyuhyun? Aku tak berharap mendengar itu darinya, aku berharap mendapat dukungan darinya.

"Mungkin kau tak terima dengan nasehatku, kalau begitu itu terserah padamu. Aku hanya menjawab pertanyaanmu, namun keputusan tetap ada di tanganmu."

Aku terdiam, mana mungkin dalam keadaan seperti ini aku meninggalkan Kyuhyun. Aku butuh pertanggung jawaban darinya.

"Jangan sampai kau mnyesal Sungmin-ah, masa depanmu dan masa depan seseorang di pertaruhkan saat ini." Aku menatap Park sonsaengnim, ia telah mengetahuinya.

"Arraseo sonsaengnim, gamsahamnida." Jawabku.

Sebelum aku beranjak Park sonsaengnim mengusap kepalaku seraya tersenyum, seolah menguatkanku. Aku balas tersenyum simpul lalu segera kembali ke bangkuku. Donghae, Hecchul hyung,Wookie dan henry tengah menatapku dengan tatapan oenasaran mereka.

"Apa yang kau katakana pda park sonsaengnim?" Chulie hyung orang prtma yang bertanya padaku.

"Hanya membuat pengakuan dosa." Jawabku.

"Lalu apa yang hyung membicarakan hal itu?" Tanya Wookie.

"Tidak, tapi Park sonsaengnim sudah tahu." Jawabku.

"Jika Park sonsaengnim tahu, apakah hyung akan di keluarkan dari sekolah?" Tanya Henry.

"Entahlah." Jawabku murung.

"Kurasa tidak, bukankah Park sonsaengnim bilang kalau ia takkan mengadukan ini ke pihak sekolah.:" Ujar Donghae.

Semoga saja benar, aku masih berharap bisa di beri kesempatan setidaknya sampai menghadapi ujian kelulusan nanti. Setidaknya aku keluar dengan membawa izajah SMA.

Sungmin poV end

Author poV

Sepulang sekolah, Kyuhyun mengajak Sungmin berkencan. Bukan kencan yang special, Kyuhyun hanya mengajak Sungmin ke taman dan makan ice cream, selanjutnya mereka hanya duduk berdua di bawah pohon sambil memandang awan yang kini telah berwarna oranye karna hari telah menjelang sore.

"Awannya indah ya kyu.." Sungmin membuka pembicaraan.

"Ne.." Jawab Kyuhyun.

Hening kembali, keduanya tampak sangat menikmati waktu kebersamaan mereka. Sejenak, Sungmin dapat melupakan bebannya dan menikmati sugguhan sunset yang indah. Senyumannya kembali terkembang, Kyuhyun senang melihat bunny-nya kembali ceria.

"Hyung.."

"Ne kyu.."

"Tetaplah bersamaku hyung, aku benar – benar mencintaimu dan serius padamu."

Sungmin menatap Kyuhyun, dan Kyuhyun pun balas menatap Sungmin dengan tatapn mata yang lembut. Terdapat ketulusan saat Kyuhyun menucapkan kata – katanya barusan, dan juga sebuah keseriusan dalam tatapn mata lembutnya.

"Ne kyunnie.." Sungmin terseyum lalu menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Aku harap kau mau bersabar Minnie, saat ini aku masih belum bisa menjanjikan apapun padamu. Tapi aku akan berusaha, aku hanya ingin kau tahu kalau aku benar – benar serius denganmu. Jadi jangan pernah kau berpaling dariku ne?"

Kyuhyun mengusap dengan sayang wajah manis Sungmin, sementara Sungmin sendiri hanya bisa tersenyum dan matanya kembali berkaca-kaca, ia sungguh tak menyangka kalau Kyuhyun benar – benar serius dengannya. Dan sepertinya saat ini waktu yang tepat bagi Sungmin memberitahu Kyuhyun, ia tak perlu ragu atau takut lagi mengatakannya.

"Kyu~"

"Hmm..ada apa chagi?"

"Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu."

"Ne, katakanlah. Aku akan mendengarkanmu."

"Tapi kau janji harus percaya padaku."

"Ne aku berjanji, memang apa yang ingin kau katakana?"

"A-aku, aku..Aku hamil anakmu Kyu."

DEG

Kyuhyun membulatkan matanya tak percaya, telinganya tak salah mendengar bukan? Sungmin bilang kalau ia hamil dan itu anaknya. Ok, Kyuhyun ingat kalau ia dan Sungmin sering 'melakukannya'. Tapi ia tak pernah berfikir jika Sungmin akan hamil, karna Sungmin adalah seorang namja. Lalu apakah yang di katakan Sungmin itu benar? Atau hanya sebuah lelucon, rasanya tak lucu jika Sungmin bercanda di saat romantis seperti ini. Dan lagi Sungmin tak mungkin bercanda yang keterlaluan seperti ini. Jadi semua ini benar?

TBC