FF KyuMin/ Responsibility / yaoi / Mpreg / Part 3
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : KyuMin
genre :
ratting : T
Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.
Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC
summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!
Still Author poV
Tangan Kyuhyun terulur menyentuh perut Sungmin yang masih datar, otaknya berfikir keras.' Bagaimana mungkin ini terjadi?' Perlahan tangan Kyuhyun bergerak mengusap perut Sungmin, Kyuhyun mulai merasakan getaran aneh saat tangannya mengusap perut Sungmin.
"Kyu, apa kau mempercayaiku?" Tanya Sungmin membuyarkan lamunan Kyuhyun yang masih dengan setia mengusap perut Sungmin.
"Entahlah, aku terlalu bingung. Bagaimana mungkin ini terjadi hyung?" Jawab dan Tanya Kyuhyun seraya menarik tangannya yang mengusap perut Sungmin.
"A-aku juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi." Sungmin menunduk menyembunyikan wajah sedihnya.
Perlahan mulai terdengar isakan kecil dari Sungmin, Kyuhyun segera mengangkat wajah Sungmin dengan kedua tangannya sehingga wajah mereka saling bertatapan.
Mata foxy Sungmin yang memerah dan mengeluarkan air mata kesedihan seakan menyakiti Kyuhyun. Ia segera membawa Sungmin dalam dekapannya dan mulai menenangkan Sungmin.
"Sudah hyung jangan menangis, aku percaya kalau itu anakku. Hanya saja, aku masih terlalu bingung dengan semua ini." Kyuhyun mengusap kepala Sungmin dengan sayang, berharap Sungmin segera tenang.
"Hiks..hiks..a-aku takut hiks..aku mengira kau akan menyangkal anak ini hiks.." Ucap Sungmin di sela isakanya.
"Shhtt..tidak, aku tidak akan menyangkalnya. Tapi sebaiknya kita memeriksakanmu hyung. Aku khawatir dengan kondisimu." Kyuhyun mengajakk Sungmin agar memeriksakan dirinya. Kyuhyun harus benar – benar memastikan kalau Sungmin memang benar hamil.
"Andwaee..hiks..aku malu kyu, apa kata orang jika seorang namja hamil? Itu akan sangat memalukan hiks.." Sungmin menolak ajakan Kyuhyun untuk memeriksakan dirinya.
"Hyung tenang saja, kita akan menemui sepupuku yang seorang dokter. Dia bisa menjaga rahasia ini, hyung tak perlu khawatir." Kyuhyun membujuk Sungmin agar mau diperiksa.
Sungmin mengganguk tanda ia mau ,Kyuhyun tersenyum senang dan semakin mengeratkan pelukannya. Kyuhyun membutuhkan kepastian tentang ucapan Sungmin, bukan ia tak percaya. Hanya saja, ia ingin tahu mengapa hal ini bisa terjadi pada Sungmin.
"Besok libur, kita bisa pergi menemui sepupuku, sekarang lebih baik kita pulang. Hari sudah gelap." Kyuhyun menuntun Sungmin berdiri dan memapahnya sampai ke mobil.
"Hati – hati hyung.." Kyuhyun mendudukan Sungmin dengan hati – hati.
"Gomawo Kyu." Sungmin tersenyum manis pada Kyuhyun. Ia merasa sangat bahagia atas perhatian dan sikap Kyuhyun padanya.
"Pakai sabuk pengamanmu dulu." Dan Kyuhyun ikut memasangkan sabuk pengaman untuk Sungmin. Memastikan kalau Sungmin benar – benar nyaman.
"Gomawo Kyu, kau begitu perhatian padaku." Ucap Sungmin saat Kyuhyun telah masuk ke mobil dan duduk di jok pengemudi.
"Sama – sama hyung, aku hanya melaksanakan tanggung jawabku." Ucap Kyuhyun.
Mobil Kyuhyun pun melaju meninggalkan taman yang juga telah sepi. Sepanjang perjalanan mereka hanya tediam, sibuk dengan pikiran masing – masing.
Sampai akhirnya mereka tiba di depan rumah Sungmin, sama seperti sebelumnya Kyuhyun memperlakukan Sungmin begitu lembut. Membukakan pintu mobil untuk Sungmin lalu mengantarkannya sampai depan pintu gerbang rumah Sungmin.
"Gomawo Kyu, aku benar – benar bahagia hari ini." Ucap Sungmin sambil tersenyum manis pada Kyuhyun.
"Cheonmaneyo hyung, istirahatlah dengan baik. Dan jangan lupakan rencana kita besok." Kyuhyun berpesan pada Sungmin dan mengingatkan rencana mereka besok akan menemui sepupu Kyuhyun yang seorang dokter.
"Arraseo, kau juga istirahatlah kyu. aku tahu kau pasti lelah dengan semua ini." Sungmin membelai wajah Kyuhyun dengan sayang. Betapa Sungmin mencintai namja di hadapannya ini hingga ia rela menanggung segala beban .
Kyuhyun menangkap tangan Sungmin yang tengah membelai wajahnya, lalu mencium punggung tangannya dan tersenyum lembut pada Sungmin. Seketika Sungmin merasa hatinya begitu hangat dan cerah bagai di lingkupi sebuah cahaya.
"Saranghae, aku akan mengusahakan yang terbaik untukk kita dan aegy kita." Ucap Kyuhyun.
"Nado saranghae kyu, aku percaya padamu." Sungmin langsung memeluk Kyuhyun, dan Kyuhyun pun balas memeluk Sungmin dengan keduanya takut untuk berpisah.
Sungmin kembali menangis di pelukan Kyuhyun. Sebelumnya, tak pernah terfikir oleh Sungmin akan jatuh cinta pada seorang namja seperti Kyuhyun, hingga akhirnya ia hamil seperti ini. Sungmin tahu ia telah salah dan berdosa, namun apa daya? Semuanya telah terlanjur menjadi seperti ini, dan yang dapat Sungmin lakukan saat ini adalah menajalani hidupnya yang telah kacau ini dengan sebaik mungkin.
"Sudah berhentilah menangis chagi, kau sudah 3x menangis hari ini. Nanti air matamu habis loh.." Kyuhyun mengusap air mata yang jatuh dari mata indah Sungmin. Sedikit menggoda Sungmin agar Sungmin tersenyum.
"Ne, kalau begitu aku masuk dulu. Sampai jumpa besok Kyu." Sungmin melepaskan pelukannya dan beranjak memasuki rumahnya.
Kyuhyun memperhatikan Sungmin samapi akhirnya sosok Sungmin menghilang di balik pintu besar sebuah rumah mewah. Kyuhyun menengok ke arah jendela kamar Sungmin, Sungmin tengah berdiri di sana dan melambaikan tangannya seraya tersenyum. Kyuhyun pun ikut tersenyum dan melambaikan tangannya, sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan rumah Sungmin.
Seperti yang Kyuhyun rencanakan kemarin, ia akan membawa Sungmin menemui sepupunya yang seorang dokter untuk memeriksakan keadaan Sungmin sekaligus Kyuhyun ingin mengetahui sebab kehamilan Sungmin.
"Kyu, aku takut." Rengek Sungmin, mereka sudah berada di rumah sakit tempat sepupu Kyuhyun bekerja dan saat ini mereka tengah menunggu giliran mereka di panggil.
"Tenanglah chagi, semua akan baik – baik saja. Percayalah padaku." Kyuhyun mengusap rambut Sungmin lembut untuk menenangkannya.
Akhirnya Sungmin kembali tenang, setelah kurang lebih 20 menit menunggu giliran mereka pun tiba. Suster memangil nama Kyuhyun dan setelah itu Kyuhyun dan Sungmin masuk bersama ke ruang pasien.
"Apa kabar hyung." Sapa Kyuhyun pada sepupunya.
"Baik Kyu, apa yang membuatmu menemuiku?" Tanya dokter tampan di hadapan Kyuhyun.
"Aku ingin kau memeriksa kekasihku." Ucap Kyuhyun mengatakan tujuannya mendatangi Siwon.
"Kekasih? Mana? Aku tak melihatmu membawa yeoja?" Tanya Siwon sambil celingukan (?).
"Aku tak bilang kalau kekasihku yeoja." Ucap Kyuhyun sedikit menyunggingkan seringainya,
Siwon terkejut mendengar ucapan Kyuhyun, matanya membulat dan mulutnya sedikit terbuka saking shocknya dengan perkataan Kyuhyun. *siwon oppa lebay ahh #Pletak*
"J-jadi namja manis ini kekasihmu?" Tanya Siwon sambil menunjuk Sungmin yang sedari tadi diam menundukan kepalanya.
"Ne." jawab Kyuhyun datar.
"Ehmm..baiklah, apa yang ingin di periksa?" Tanya Siwon kembali mencoba bersikap cool.
"Aku ingin hyung memastikan, apa benar ia hamil. Dan jelaskan bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi." Ucap Kyuhyun yang sukses membuat Siwon kembali shock.
"Kau bercanda Kyu? Namja tidak mungkin bisa hamil." Siwon sangat tidak mempercayai ucapan Kyuhyun.
"Sudahlah hyung tak usah banyak bicara, tinggal memeriksanya apa susahnya?" Kyuhyun terlihat sudah tidak sbar ingin mengetahui kebenaran ucapan Sungmin yang mengatakan kalau ia hamil.
"Baiklah, baiklah.. Suruh kekasihmu berbaring di ranjang pasien. Aku akan memeriksanya." Siwon akhirnya bersedia memeriksa Sungmin.
"Chagi, tenang ne.. Siwon hyung akan memeriksamu." Kyuhyun menggengam tangan Sungmin sambil memandangnya lembut.
"N-ne kyu.." Walau Sungmin agak gugup tapi ia juga bersedia untuk di periksa."
Sungmin telah berbaring di ranjang pasien, Siwon menutup tirainya dan memulai memeriksa Sungmin. Kyuhyun menunggu dengan perasaan campur aduk, antara senang dan takut.
Dan setelah beberapa saat Sungmin di periksa, akhirnya pemeriksaan itu selesai. Siwon duduk kembalu di kursinya dengan wajah yang sulit di baca, dan itu membuat Kyuhyun khawatir.
Author poV end
Kyuhyun poV
Aku menunggu Siwon hyung yang sedang memeriksa Minnie hyung, aku merasakan berbagai macam perasaan berkecamuk dalam diriku. Senang, takut dan khawatir.
Untungnya setelah beberapa saat menunggu Siwon hyung selesai memeriksa Minnie hyung, tapi ekspressi wajahnya sulit di baca.
"B-bagaimana hyung?" tanyaku takut – takut.
"Sungguh tidak bisa di percaya, kekasihmu benar – benar hamil. Usia kandungannya sudah hampir menginjak 1 bulan." Ucap Siwon hyung yang membuatku shock.
"T-tapi bagaimana mungkin?" Tanyaku masih kurang percaya.
"Kekasihmu memiliki rahim , namja yang memiliki rahim di sebut Intersex, namja seperti ini sangat jarang. Perbandingannya antara 1 berbanding 1000, kekasihmu adalah satu dari 1000 itu. Dan rahimnya berkembang dengan cukup baik, sehingga saat kau membuahinya terciptalah embrio." *Mian kalau penjelasannya ngaco*
Aku mencerna tiap kata dari penjelasan Siwon hyung, aku tak menyangka kalau ini sungguhlah nyata. Sungmin hyung memiliki rahim dan bisa hamil, awalnya aku mengira kalau itu hanya omong kosong. Tapi setelah mendapat penjelasan ilmiah dari Siwon hyung aku benar – benar percaya.
"Chagi, kemarilah." Aku berdiri dari kursiku dan menuntun Minnie hyung untuk kembali duduk sampingku.
"Cukhaeyo, embrio dalam tubuh kekasihmu tumbuh dengan baik, meski agak lemah. Kalian harus menjaganya dengan baik" Ucap Siwon sambil tersenyum.
"Gamsahamnida." Ucap Minnie hyung.
"Mianhae chagi." Aku langsung memeluk Minnie hyung, aku merasa bersalah karna sempat meragukan ucapannya.
"Untuk apa kyu?" Tanya Minnie hyung.
"Mianhae aku kemarin sempat meragukanmu. Makanya aku mengajakmu kemari untuk membuktikan ucapanmu. Sekarang aku benar – benar percaya padamu." Jawabku sambil menatap Minnie hyung.
"Gwencanha, yang penting kau sekarang kau percaya dan kau bertanggung jawab." Ucap Minnie hyung tersenyum manis.
"Tentu chagi." Aku pun balas tersenyum dan mengusap kepalanya.
"Ehemm..cukhahae, semoga kalian bahagia." Aku sampai melupakan Siwon hyung yang sedari tadi memperhatikan. Wajah Minnie hyung langsung memerah dan ia menunduk malu.
"Hehe mian hyung, oh ya bisakah hyung merahasiakan ini dari keluargaku?" Tanyaku.
"Baiklah, aku takkan memberitahu Cho ahjumma kalau anaknya ini telah menghamili seorang namja." Aishh menyebalkan, Siwon hyung malah mengejekku.
"Ya sudahlah, aku pergi dulu. Gomawo hyung." Aku pun pamit untuk pulang bersama Minnie hyung.
"Sekali lagi gamsahamnida." Ucap Minnie hyung berterima kasih pada Siwon hyung sambil sedikit membungkukan badanya yang di balas oleh senyuman Siwon hyung.
Aku menggandeng tangan Minnie hyung keluar dari rumah sakit sampai ke parkiran, membukakan pintu mobil untuknya, memasangkan sabuk pengaman untuknya, lalu setelah itu aku mulai melajukan mobilku menuju rumahnya, aku rasa Minnie hyung pasti lelah saat ini.
Kyuhyun poV end
Sungmin poV
Setelah Kyuhyun mengantarku pulang aku langsung masuk ke dalam kamarku dan segera menghubungi sahabat – sahabatku. Aku yakin mereka pasti akan sangat senang mendengar kabar dariku, akhirnya Kyuhyun benar – benar percaya padaku. Aku benar – benar merasa lega.
"Yeoboseyo, Donghae-ah!" teriakku bersemangat untuk segera menceritakan kabar gembira ini.
"ish hyung tidak usah berteriak sepert itu? Ada apa? Sepertinya kau senang sekali eoh?"
"Aku punya kabar gembira, aku yakin kau dan yang lainnya akan senang mendengar berita ini"
"Memang berita apa hyung?"
"Eumm aku inginya sih bercerita sekarang, tapi aku mengantuk. Aku ceritakan besok saja di sekolah ya hae, sekalian bersama yang lain. Annyeong!"
"YA! Hyu—"
KLIK
Hihi aku tersenyum puas setelah berhasil membuat Donghae penasaran, biar saja ia penasaran sampai besok, habisnya aku mengantuk. Ahh lebih baik sekarang aku tidur, masih ada waktu 4 jam lagi sebelum makan malam di mulai. Setelah itu aku akan menelpon Wookie,Henry dan Chullie hyung.
Sungmin poV end
Author poV
Sementara itu Donghae yang saat ini tengah berada di rumah kekasihnya, Eunhyuk. Tampak merengut kesal, merasa di permainkan oleh Sungmin. Eunhyuk sedari tadi hanya memperhatikan Donghae.
"Hae kau kenapa?" Tanya Eunhyuk.
"Ishh Sungmin hyung membuatku penasaran saja, sejak ia hamil sikapnya semakin aneh." Gerutu Donghae.
"Hae, ceritakan padaku ada apa?" Tanya Eunhyuk lagi.
"Tadi Sungmin hyung menelponku, katanya ia ingin memberi tahu kabar gembira padaku. Tapi ia malah memutuskan sambungan telponnya dan mengatakan kalau ia akan menceritakannya besok di sekolah. Ishh menyebalkan, membuat orang pensaran saja." Cerocos Donghae mengungkapkan kekesalannya pada Eunhyuk.
"Hahahahaha..kebiasaanmu tidak pernah bisa bersabar dan selalu ingin tahu urursan orang lain hahaha." Eunhyuk malah mentertawai Donghae.
"Ishh kau sama menyebalkannya dengan Sungmin hyung! Kenapa semua orang perlahan – lahan menjadi Evil seperti Kyuhyun dan Chulie hyung?!" Donghae menjambak rambutnya frustasi.
"Wajar saja jika Sungmin hyung jadi Evil, bukankah ia sedang mengandung anak Kyuhyun? Pasti sifat anaknya nanti tidak akan jauh berbeda dari Kyuhyun hahaha.." Eunhyuk semakin keras tertawa, mengabaikan Donghae yang entah mengapa jadi terdiam.
"Tapi aku berharap kalau keponakanku itu mewarisi sifat eommanya yang ramah,lembut dan baik hati. Tidak seperti appanya yang penggila game,evil,prevert,jahil,usil,tukang buat onar dan menyebalkan." Gumam Donghae.
"Yah semoga saja sifat anak mereka kelak tak meniru terlalu banyak sifat Kyuhyun, kan kasian Sungmin hyung jika harus mengurusi 2 Evil sekaligus." Eunhyuk cekikikan sendiri, sementara Donghae hanya diam sambil menopang dagu, entah memikirkan apa.
Keesokan harinya, Sungmin sudah di kelilingi oleh 4 sahabatnya yang sudah tidak sabar ingin mendengar kabar gembira dari Sungmin.
"Sekarang cepat ceritakan pada kami, apa sebenarnya kabar gembira yang kau ingin katakan Lee Sungmin?" Tanya Heechul dengan nada dingin.
"Hyung kau berhutang cerita padaku! Ayo cepat ceritakan!" Donghae mendesak Sungmin yang sedari tadi hanya diam dan tersenyum menanggapi ocehan para sahabatnya.
"Hyung sudah membuatku sangat amat penasaran! Sekarang cepat ceritakan!" Ryeowook ikut mendesak Sungmin.
"Ayolah hyung, jangan buat kami semakin penasaran." Kali ini Henry yang berbicara.
"Aishh baiklah – baiklah, akan ku ceritakan." Sungmin yang pusing karna sedari tadi mendengar ocehan para sahabatnya.
Semua langsung diam dan memperhatikan Sungmin yang siap melontarkan kata – katanya. Wajah penasaran dari Donghae,Ryewook dan Henry membuat Sungmin ingin tertawa, namun ia tahan karna mendapat tatapan tajam dari Heechul.
"Kyuhyun melamarku." Ucap Sungmin singkat.
"MWO?!" 4 namja yang ada di hadapan Sungmin memekik bersamaan.
"Hanya itu?!" Tanya Heechul yang tampak geram.
"Kyaaa Cukhahae hyung!" Ryeowook terlihat senang dengan apa yang baru saja Sungmin ucapkan.
"Kau menelponku malam – malam hanya untuk kabar seperti ini hyung?" Tanya Henry yang memasang wajah datar.
"Lalu apa sekarang Kyuhyun sudah tahu tentang kehamilanmu hyung?" Tanya Donghae.
Heechul,Henry dan Ryeowook kembali terdiam dan menatap Sungmin. Lagi – lagi Sungmin di tatap oleh tatapan penasaran dari para sahabatnya.
"Ne, dia sudah tahu. Walau ia sempat meragukan perkataanku, untungnya ia percaya dan ia akan bertanggung jawab." Jawab Sungmin dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.
"Syukurlah jika ia mau tanggung jawab." Ryeowook mendesah lega.
"Sudah seharusnya seperti itu, bocah itu tentu harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada Sungmin." Heechul tersenyum kecil.
"Huh tapi ia sempat ragu, itu artinya sebelumnya ia tak percaya pada perkataan Sungmin hyung." Henry merengut tak suka.
"Lalu bagaimana caramu meyakinkan Kyuhyun?" Tanya Donghae, terlihat sekali di sini Donghae jauh lebih pintar dari yang lainnya. XD
"Kyuhyun membawaku bertemu dengan sepupunya yang seorang dokter, ia meminta sepupunya untuk memeriksaku." Jawab Sungmin.
"Lalu apa yang di katakan dokter itu?" Tanya Ryeowook yang tampak semakin penasaran.
"Yah ia menjelaskan kondisiku dan sebab bagaiaman aku bisa hamil." Jawab Sungmin lagi.
"Apa sebab yang membuatmu hamil hyung? Padahal kau kan namja." Tanya Henry.
"Aku tak mendengar percakapn mereka begitu jelas, jadi aku kurang tahu." Jawab Sungmin.
Jawaban Sungmin membuat ke-4 temannya penasara dengan alasan Sungmin bisa hamil. Mereka juga ingin tahu alsannya, karna mereka pun menjalin hubungan dengan namja. Mungkin saja mereka semua juga atau uke mereka bisa hamil seperti Sungmin?
Author poV end
TBC
Hehehe mian part ini pendek and gaje banget..
Author lagi sibuk ujian, jadi gak sempet bikin cerita yg lebih panjang dan lebih masuk akal.
Gomawo buat yang udah bersedia membaca dan memberikan komen untuk FF ini ^^
