FF KyuMin/ Responsibility / yaoi / Mpreg / Part 4
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : KyuMin
genre :
ratting : T
Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.
Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC
summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!
^^KyuMin Is Real^^
Sungmin poV
Belakangan ini nafsu makanku menjadi bertambah besar, dalam waktu 2 minggu saja berat badanku naik hingga 10 KG. Aishh aku jadi terlihat gendut, hal ini sempat membuat Eomma heran,tapi untung lah ia tak curiga kalau aku hamil. Teman - temanku juga mengatakan kalau aku semakin terlihat chubby.
"Aahh aku lapar.." Keluhku, saat ini aku tengah mengikuti pelajaran Kim sonsaeng. Masih 1 jam lagi sampai bel istirahat berbunyi, tapi aku sudah lapar.
"Hyung kau lapar? Bukannya tadi sebelum masuk kau sudah memakan 2 bungkus roti strawberry?" Tanya Donghae yang sepertinya mendengar aku mengeluh.
"Tapi aku lapar lagi hae-ah, apa kau punya makanan kecil?" Tanyaku pada Donghae.
"A-ani.. Tanya saja Henry, biasanya dia suka menyembunyikan makanan di bawah mejanya." Jawab Donghae.
Aku pun segera berbalik menghadap bangku Henry yang berada di samping kiriku, ia tampak sedang sibuk memainkan HP-nya. Anak ini memang dasar, selalu saja mengabaikan guru. Sementara Wookie yang duduk di sampingnya sibuk menulis.
"Sstt..Henry-ah." Pangilku pelan takut terdengar oleh Kim sonsaeng yang sedang sibuk menulis di depan. Sementara henry masih asyik dengan HP-nya.
"Shhttt Henry!" Karna tak kunjung mendapat respon aku mencoba memangil Henry satu kali lagi dengan lebih keras, kali ini aku berhasil membuatnya mengalihkan pandangannya dari HP di genggamannya.
"Wae hyung?" Tanyanya.
"Apa kau punya makanan? Aku lapar." Jawabku dengan berbisik pelan.
"Hyung, ini masih jam pelajaran. Kau bisa di hukum jika ketahuan makan di kelas." Tegur Wookie yang sepertinya mendengar perbincanganku dengan Henry.
"Ayolah, aku lapar. Aku tak bisa menunggu hingga 1 jam lagi. Aegy dalam perutku nanti kelaparan." Ucapku memelas pada Wookie.
"Wookie hyung, kasihan Sungmin hyung dan aegy-nya mereka kelaparan." Henry ikut membujuk Wookie.
"Hahh baiklah, Henry berikan makanan itu pada Sungmin hyung." Akhirnya Wookie luluh juga.
"Ini hyung ambil." Henry menyerahkan kotak makan siang miliknya padaku dengan sembunyi – sembunyi. Untunglah Kim sonsaeng sedang sibuk menulis di depan.
Aku tersenyum senang begitu membuka kotak makan siang henry yang isinya terdapat 6 buah bakpau daging sebesar kepalan tangan anak kecil, tampak sangat lezat. Aku mengambilnya satu dan memasukannya sekaligus kedalam mulutku hingga mulutku penuh.
"Aigoo hyung! Pelan – pelan makannya."Donghae menegurku dengan suara yg cukup keras, mungkin ia terkejut melihat mulutku yang penuh dengan bakpau dan membuat pipiku semakin terlihat chubby.
"Lee Dongha! Lee Sungmin!" bentak Kim sonsaeng padaku dan Donghae. Kami berdua terkejut, aku hampir saja tersedak bakpau.
"Apa yang kalian lakukan?! Sedari tadi kalian ribut terus!"Kim Songsae berjalan menghampiri bangku kami. Aku buru – buru menyembunyikan kotak makan siang Henry di bawah bangku.
"J-jwesonghamnida Sonsaengnim." Ucap Donghae, aku tak bisa berkata – kata karna mulutku masih penuh dengan bakpau yang belum sepenuhnya dapat ku telan.
"Lee Sungmin! Jawab!" Bentak Kim sonsaengnim yang akhirnya membuatku tersedak karna kaget.
"Uhuk..Uhukk…" Aku langsung terbatuk dan memuntahkan bakpau yang masih ada di mulutku. Tanganku berusaha menggapai Donghae untuk meminta bantuan.
"Ambil air! Cepat ambilkan air!" teriak Donghae panic melihatku terbatuk – batuk.
"Uhuk..uhukk…hoekk.." kali ini aku mulai merasa mual dan pusing lagi.
"Ini hyung! Cepat minum air!" Aku segera menyambar botol minuman yang di sodorkan Henry padaku.
Nafasku terengah – engah, kepalaku pusing dan perutku mual. Seketika aku terkulai lemas di bangkuku, semua murid di kelas mengelilingiku membuatku semakin merasa pusing.
"Lee Donghae bawa dia ke UKS." Terdengar suara Kim sonsaeng yang memerintahkan Donghae membawaku ke UKS.
"B-baik sonsaengnim, kajja hyung." Donghae memapahku keluar dari kelas dan membawaku ke UKS.
Di perjalanan menuju rang UKS, tak hentinya Donghae mengomel memarahiku Aku tak begitu jelas mendengar ucapannya karna saat ini kepalaku benar – benar pusing. Sesampainya di UKS Donghae membaringkanku di ranjang dan seteleh itu ia pergi meninggalkanku sendiri di ruangan yang penuh bau obat ini.
Sungmin poV end
Author poV
Sementara itu Kyuhyun dan teman – temannya tengah berkumpul di lapangan basket, mereka memutuskan untuk membolos pelajaran ketiga dan mengobrol di lapangan basket.
Para namja yang berjumlah, 5 orang itu tampak asyik mengobrol.
"Wow kau hebat Kyu, kau berhasil menghamili Sungmin hahaha…" Tawa Changmin sambil menepuk – nepuk bahu Kyu.
"Lalu, apa dia meminta pertanggung jawaban darimu?" Tanya Kangin yang juga salah atu anggota dari tim basket itu.
"Iya, dia meminta pertanggung jawabanku." Jawab Kyuhyun santai.
"Apa kau akan bertanggung Jawab?" kali ini pertanyaan terlontar dari mulut Minho.
"Tentu, aku sebagai seorang lelaki pasti akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Aku tak mau di anggap pengecut." Jawab Kyuhyun dengan lantang.
"Kau banyak berubah semenjak menjalin hubungan dengannya Kui Xian." Zhoumi tersenyum sinis mendengar jawaban Kyuhyun.
"Tentu Mimi ge, aku mencintainya." Balas Kyuhyun sambil menatap Zhoumi dengan dingin.
"Hei sudah kalian jangang seperti itu." Kangin menengahi perang tatapan dingin Kyuhyun dan Zhoumi. Keduanya pun membuang muka ke arah berlawanan.
Mungkin tidak banyak yg tahu mengenai masalah Zhoumi dan Kyuhyun. Dulu mereka sempat bersaing untuk mendapatkan Sungmin, dan tentu saja Kyuhyun yang keluar sebagai juaranya dan mendapatkan Sungmin. Sejak kejadian itu, hubungan Kyuhyun dan Zhoumi bisa di katakana memburuk. Zhoumi sangat tidak terima atas keputusan Sungmin yang lebih memilih Kyuhyun di banding dirinya.
"Tak ku sangka ternyata Kyuhyun hyung akan lebih dulu menikah." Ucap Minho.
"Kalau begitu kita harus membuat pesta!" teriak Changmin dengan semangat.
"Ya! Apa di otakmu itu hanya ada pesta dan makanan saja eoh?" Tanya Kyuhyun pada Changmin.
"Apa kau berniat membuat pesta pernikahan untuk Kyuhyun dan Sungmin?" Tanya Kangin.
"Tentu saja bukan!" Jwab Changmin.
Ke-4 namja itu hanya melongo melihat Changmin yang tersenyum penuh arti kepada mereka. Partner Kejahatan Kyuhyun yang satu ini pasti tengah merencanakan sesuatu.
Tanpa ke-5 nya sadari, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka.
Author poV end
Donghae poV
"Aishh dimana bocah itu?! Tak tahukah dia kalau Sungmin hyung pingsan lagi dan di bawa ke UKS? Calon Appa macam apa dia?!"
Aku mengumpat tak jelas sambil berjalan mencari sosok Kyuhyun, anak itu sama sekali tak ada tanggung jawabnya. Selama 2 minggu ini aku dan teman – temanku yang selalu menemani Sungmin hyung, sementara dia entah berada di mana, benar – benar tak tahu diri bocah itu.
"Nah itu dia."
Akhirnya aku menemukan Kyuhyun tengah berkumpul di lapang basket bersama timnya sepertinya mereka membolos mengingat ini masih jam pelajaran. Dasar para pembuat onar, seenaknya saja meninggalkan kelas.
"Kalau begitu, kita harus membuat pesta!" ucap salah satu dari teman Kyuhyun yang kalau tidak salah bernama Changmin.
Tadinya aku berniat menghampiri Kyuhyun dan memberitahukan tentang kondisi Sungmin, tapi ku urungkan begitu mendengar ucapan teman Kyuhyun. Aku putuskan untuk bersembunyi dan menguping pembicaraan mereka.
"Ya! Apa di otakmu itu hanya ada pesta dan makanan saja eoh?"
"Apa kau berniat membuat pesta pernikahan untuk Kyuhyun dan Sungmin?"
"Tentu saja bukan!"
Aku terus memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka, sepertinya mereka berencana membuat sebuah pesta, tapi aku tak tahu pesta apa yang mereka maksudkan.
"Lalu pesta apa?" Tanya salah seorang namja itu, yang aku ketahui bernama Siwon.
"Kemari, akan ku bisikan pada kalian." Changmin member isyarat pada mereka untuk lebih mendekat, dan mengucapkan sesuatu dengan sangat aku tidak dapat mendengar ucapannya!
"Mwo?! Aku tidak mau!?" Pekik Kyuhyun, wajahnya terlihat kaget.
"Wae? Tak ada salahnya menikmati terakhir kalinya kebebasanmu Kyu." Jawab Changmin dengan santai.
"Aku rasa tak buruk juga." Timpal Kangin.
"Aku ikut." Jawab Zhoumi.
"Aku juga ikut!" Minho ikut berkata.
"Semua sudah setuju, bagaimana Kyu? kau ikut?" Tanya Changmin lagi.
"Aishh arraseo, tapi jangan terlalu berlebihan." Jawab Kyuhyun.
Dan mereka tampak ber high five ria, sebenarnya pesta apa yang tengah mereka rencanakan? Bisa – bisanya Kyuhyun berpesta dan bukannya mengurusi Sungmin.
"Lebih baik aku kembali ke kelas dari pada mengurusi anak – anak tukang foya – foya itu" Aku pun memutuskan untuk kembali saja ke kelas dari pada mendengarkan obrolan bodoh para namja itu.
Donghae poV end
Kyuhyun poV
Ku rasa tak ada salahnya mengikuti ide Changmin untuk membuat pesta, bersenang – senang untuk terakhir kalinya sebelum nantinya aku akan melepaskan masa lajangku dan sibuk mengurus keluargaku bersama Sungmin hyung.
"Baiklah, malam minggu di tempatku." Ucap Changmin.
"Deal.." Kami semu sepakat untuk membuat pesta itu di rumah Changmin.
"Pastikan kau mengundang yeoja cantik." Ucap Kangin, aku hanya mendelik mendengar ucapannya. Selalu saja yeoja yg ada di pikirannya.
"Bukankah sudah ku bilang jangan berlebihan?" tanyaku.
"Hei ayolah hyung, tidak asyik jika tidak ada yeoja." Minho menepuk bahuku, aku menatapnya tajam dan ia pun melepaskan tangannya yg bertengger di bahuku.
"Pesta lajang takkan seru tanpa ada yeoja." Zhoumi gege ikut menimpali.
"Hanya beberapa yeoja Kyu, kau tenang saja. Semua akan baik – baik saja asalkan Sungmin hyung tidak mengetahui hal ini." Changmin merangkulku dan berbisik padaku.
Meski agak tidak setuju aku terpaksa mengangguk mengiyakan, biar bagaimanapun itu akan menjadi pesta terakhirku bersama mereka. Sedikit membuat mereka senang mungkin takkan apa-apa.
"Semua sudah beres, kutunggu kalian di rumahku malam minggu jam 9." Ucap Changmin.
Setelah bel istirahat berbunyi aku bergegas menuju kelas Sungmin hyung, aku berniat mengajaknya makan siang bersama di kantin sekolah.
Setibanya di depan kelas Sungmin hyung, aku mencari sosoknya. Namun aku tak melihatnya, padahal teman – temannya yg lain ada, kemana Sungmin hyung?
"Annyeong,Donghae hyung.. dimana Sungmin hyung?" Tanyaku sopan pada Donghae hyung.
"Untuk apa kau menanyakannya pada Donghae? Kau kan kekasihnya, masa kau tidak mengetahui keberadaan kekasihmu sendiri." Heechul hyung langsung datang menyerobot. Aku berusaha mengabaikan Heechul hyung dan menanti jawaban Donghae hyung.
"Sungmin hyung tidak ada di sini." Jawab Donghae hyung dingin dan segera melangkah pergi.
"Hei hyung! Lalu di mana dia?" Tanyaku lagi mengejar Donghae hyung.
"Kau kan kekasihnya, seharusnya kau tahu dia kemana." Donghae hyung malah berkata layaknya Heechul hyung tadi, menyebalkan.
"Aishh..Wookie hyung, kau tahu di mana Sungmin hyung?" merasa takkan mendapat jawaban dari Donghae hyung yang tampaknya sedang kesal, akhirnya aku mencoba bertanya pada Ryeowook hyung.
"Di UKS." Jawabnya yang sukses membuatku terkejut. Apa yg terjadi dengan Sungmin hyung sampai – sampai dia ada di UKS?
"Gomawo hyung, aku akan kesana." Aku pun mengucapkan terima kasih dan segera beranjak menuju UKS.
Sesampainya di ruang UKS aku terkejut melihat Sungmin hyung tengah meringis sambil memegangi perutnya, aku segera masuk dan menghampirinya. Aku benar – benar khawatir padanya, terlebih ia sedang mengandung.
"Hyung! Hyung gwencanha?" tanyaku panik.
"Emmhh..kyu,perutku sakit." Ucapnya sambil memegangi perutnya.
"Kita kerumah sakit." Aku bersiap untuk menggendongnya.
"J-jangan kyu.." Tapi ia menolak.
"Tapi hyung, aku khawatir terjadi sesuatu pada aegy kita." Aku menatapnya dengan sangat khawatir.
"Gwencanha, temani saja aku disini." Sungmin hyung meraih tanganku dan meletakann tanganku di atas perutnya. Aku mengerti ia ingin aku mengusap perutnya agar sakitnya berkurang.
15 menit aku terus mengusap perutnya hingga akhirnya Sungmin hyung tenang, ia sudah tak merasa kesakitan lagi
"Kyu." pangilnya menoleh menatapku.
"Ne chagi, waeyo? Ada yg kau inginkan?" tanyaku sambil tersenyum menatapnya.
"Eumm aku lapar, aku ingin makan steak sapi kyu.." Pintanya manja.
"Arraseo, pulang sekolah nanti kita akan beli steak." Ucapku membelai rambutnya dengan sayang.
Aku memutuskan untuk kembali kekelasku saat bel tanda masuk berbunyi, sebenarnya tidak tega juga bila harus meninggalkan Sungmin hyung sendiri. Tapi aku tidak mungkin melewatkan mata pelajaran matematika ini.
Kyuhyun poV end
Author poV
Setelah Kyuhyun pergi Sungmin kembali mencoba untuk tidur sambil menunggu waktu pulang tiba, kehadiran Kyuhyun selalu membuatnya tenang.
Tapi baru saja Sungmin hendak memejamkan matanya, terdengar susara pintu terbuka membuat Sungmin mengurungkan nitanya untuk tidur.
CEKLEK
"Zhoumi.." Ucap Sungmin pelan, saat sosok bertubuh jangkung memasuki ruang UKS.
"Annyeong Sungmin." Zhoumi tersenyum simpul pada Sungmin.
"A-apa yg kau lakukan disni?" Tanya Sungmin agak ketakutan.
"Kyuhyun menyuruhku untuk menemanimu, ia khawatir denganmu." Jawab Zhoumi berbohong. Kyuhyun tak pernah menyuruhnya seperti itu.
"Ohh begitu." Sungmin sedikit bernafas lega mendengar Kyuhyun yg menyuruh Zhoumi datang untuk menjaganya.
Sesaat mereka terdiam, Sungmin kembali mencoba untuk tidur. sementara Zhoumi terus memandangi Sungmin dengan tatapan yg sulit di artikan. Sebuah seringaian tercipta dari sudut bibir Zhoumi.
"Ku dengar kau hamil, selamat atas kehamilanmu. Itu merupakan sebuah anugerah dari tuhan." Zhoumi mengajak bicara Sungmin, membuat Sungmin lagi – lagi mengurungkan niatnya untuk tidur.
"D-dari mana kau tahu?" Tanya Sungmin seraya mengubah posisinya menjadi duduk menatap zhoumi.
"Kyuhyun yang bilang padaku, ia menceritakan semuanya padaku." Jawab Zhoumi.
"Oh ye te-terima kasih." Ucap Sungmin.
"Kapan kalian akan menikah?" Tanya Zhoumi.
"Entahlah, Kyuhyun sudah melamarkau. Tapi soal menikah kami belum memutuskannya. Sebentar lagi ujian nasional akan di lakukan, aku ingin focus dulu untuk menyelesaikan sekolahku." Jawab Sungmin, ada perasaan sedih yg dapat di rasakan ;lewat nada bicara Sungmin.
"Aku mendoakan yang terbaik untuk kalian." Ucap Zhoumi berpura – pura tulus.
"Terima kasih." Sungmin tersenyum tulus pada Zhoumi.
"Sudah kau tidur saja, bukankah dari tadi kau ingin tidur? Aku akan menungguimu disini." Suruh Zhoumi.
Tak banyak bicara Sungmin segera merebahkan tubuhnya lagi, sedari tadi ia memang mengantuk tapi karna Zhoumi terus mengajaknya bicara maka niat tidurnya tertunda.
Sementara Sungmin telah terlelap, Zhoumi diam – diam keluar dari ruangan itu. Ia Nampak memainkan sebuah tape recorder di tangannya seraya tersenyum penuh kemenangan.
"Aku tak rela melihat Cho Kyuhyun bahagia bersama Lee Sungmin. akan ku buat kalian menderita. Kalian harus membayar sakit hati yang ku rasakan."
Ucap Zhoumi, tangannya menggengam erat tape recorder itu. Matanya memancarkan kemarahan dan ucapannya mengambarkan betapa ia terluka. Zhoumi masih belum rela Kyuhyun bersama Sungmin.
Sungmin terbangun dari tidurnya saat merasakan ada seseorang yg memangil namanya. Sungmin segera membuka matanya dan menemukan sosok Kyuhyun yg tengah beridir di hadapannya sambil menggendong tas miliknya dan milik Sungmin sendiri.
"Kajja hyung, bukankah kau ingin makan steak?" Tanya Kyuhyun.
"Sungmin beranjak duduk, lalu mengucek – ucek matanya. Nampaknya kesadarannya belum seutuhnya kembali.
"Hemm kajja." Sungmin pun bangkit dan berjalan di bantu oleh Kyuhyun yg merangkulnya.
"Aku tahu restoran steak yang enak, kita kesana ya hyung." Kyuhyun tampak bersemangat menemani Sungmin.
Sedari tadi Sungmin hanya diam, ia teringat pada Zhoumi yang sebelumnya menemanimnya mengobrol di UKS.
"Kyu, apa tadi kau menyuruh Zhoumi menemaniku di UKS?" Tanya Sungmin akhirnya, rasa penasarannya sudah tak mampu ia tahan.
"Zhoumi ge? Tidak, memangnya kenapa?" Jawab Kyuhyun lalu bertanya balik pada Sungmin.
"T-tadi dia datang ke UKS menemuiku, dia bilang kau yg menyuruhnya untuk menemaniku di sana." Jawab Sungmin.
"Aku tidak menyuruhnya seperti itu, ahh sudahlah biar nanti ku tanyakan langsung pada orangnya. Ingat kau sedang hamil, dan orang hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran." Ucap Kyuhyun menasehati Sungmin layaknya seorang suami.
"Kau berbicara seakan kau sudah menjadi suamiku Kyu." Sungmin tersenyum mendengar perkataan Kyuhyun yg begitu perhatian padanya.
"Aku kan memang akan segera menjadi suamimu." Kyuhyun tersenyum dan membelai pipi Sungmin dengan sayang.
"Sudah ayo cepat jalankan mobilnya, aku sudah lapar." Suruh Sungmin pada Kyuhyun.
Kyuhyun pun segera menyalakan mobilnya dan melaju pergi meninggalkan sekolah menuju ke restoran steak.
Selama di perjalanan mereka tak terlalu banyak bicara, Kyuhyun masih memikirkan perkataan Sungmin tentang Zhoumi. Kyuhyun merasa Zhoumi tengah merencanakan sesuatu.
Keesokan harinya, setibanya Kyuhyun di sekolah ia langsung mencari Zhoumi. Ia harus bertanya pada Zhoumi apa tujuannya menemui Sungmin kemarin.
Kyuhyun menemukan Zhoumi tengah duduk di taman belakang sekolah sedang menikmati suasana musim semi yg baru saja tiba sambil mendengarkan lagu.
"Gege, aku ingin bicara denganmu." Ucap Kyuhyun yg beridiri tepat di hadapan Zhoumi.
Zhoumi melepas headphone-nya dan mendongak menatap Kyuhyun. Seulas senyum sinis terukir di bibir Zhoumi.
"Bicara saja." Ucap Zhoumi.
"Apa maksudmu mendatangi Sungmin hyung di UKS kemarin? Apa yg kau lakukan dengannya?" Tanya Kyuhyun dengan emosi yg berusaha ditahannya.
"Tidak ada, hanya mengobrol sejenak. Mengucapkan selamat atas kehamilannya." Jawab Zhoumi santai, dan hal itu membuat Kyuhyun semakin kesal.
"Kenapa kau berbohong padanya, mengatakan kalau aku yg menyuruhmu menemaninya di UKS?" Tanya Kyuhyun lagi.
"Jika tidak begitu ia akan ketakutan dan tak mau berbicara padaku." Jawab Zhoumi masih dengan santainya.
"Sebenarnya apa yg sedang kau rencanakan? Kau masih belum terima dengan keputusannya memilihku?" Kyuhyun berkata seraya tersenyum sinis, raut wajah Zhoumi yang tadinya tenang kini berubah menjadi dingin.
"Apa kau menuduhku Kui Xian? Aku tak merencanakan apapun." Jawab dan Tanya Zhoumi dengan nada dingin.
"Sudahlah mengaku saja, kau masih sakit hati karna Sungmin hyung lebih memilihku ketimbang dirimu. Iya kan?" Kyuhyun menyeringai, Zhoumi mengepalkan tangannya menahan emosi.
Zhoumi berdiri dan bersiap untuk melangkah meninggalkan tempat itu, ia berusaha mengabaikan emosinya pada Kyuhyun.
SRET!
Kyuhyun menahan langkah Zhoumi saat hendak melewatinya, Kyuhyun menatap Zhoumi tajam dan mencengkram dengan kuat lengan Zhoumi.
"Ingat satu hal gege, apapun yang kau lakukan. kau takkan bisa memisahkanku dan Sungmin hyung!"
Kyuhyun berucap dingin dan menusuk,sebelum akhirnya ia melepaskan cengkraman tangannya pada Zhoumi dan meninggalkan tempat itu.
"Kita lihat saja nanti Kui Xian."
Zhoumi ucap menyeringai saat Kyuhyun telah pergi meninggalkannya sendirian di taman belakang sekolah yang sepi.
Author poV end
TBC
Akhirnya part 4 selesai! Mungkin sekitar 2 atau 3 part lagi FF ini bakalan tamat, gomawo buat yg udah RCL^^
