FF KyuMin/ Responsibility / yaoi / Mpreg / Part 5
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : KyuMin
genre :
ratting : T
Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.
Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC
summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!
^^KyuMin Is Real^^
Kyuhyun poV
Setelah menemui Zhoumi ge di taman belakang sekolah, aku kembali kekelasku. Sebenarnya aku ingin bolos saja hari ini bersama Sungmin hyung, tapi pastinya Sungmin hyung tidak akan mau di ajak bolos. Ia bukanlah anak nakal sepertiku, terkadang aku berfikir bagaimana mungkin Sungmin hyung bisa jatuh cinta padaku yang seorang berandal? Tapi aku bersyukur ia tetap menerimaku apa adanya, hal itulah yg membuatku begitu mencintainya, ia memberikan apa yg orang lain tak bisa berikan padaku. Cinta yang tulus, itulah yg ia berikan padaku.
"Hei broo..sedang melamunkan kekasih manismu ya?" oh sial, penggangu datang. Ia merusak lamunan manisku (?) tentang Sungmin hyung.
"Aishh kalian bisa tidak sekali saja membiarkanku tenang?" tanyaku yang kesal karna di ganggu oleh kedatangan Changmin dan Kangin.
"haha atau kau sedang mengkhayalkan yg tidak – tidak? Tadi kau tersenyum aneh.." kata Kangin hyung seraya tersenyum jahil kepadaku, memuakan.
"Jangan samakan otak jeniusku dengan otak yadongmu Kangin hyung, aku tidak sedang mengkhayal." Jawabku ketus.
"Heii ingat, malam ini ada pesta menantimu Kyu." Changmin merangkul bahuku, dan aku merasa risih mencoba untuk melepaskan rangkulannya.
"Ahh aku malas, kalian saja yg berpesta. Aku tidak akan ikut." Jawabku sambil menyingkirkan tangan Changmin yg masih bertengger di bahuku.
"Ya! ada apa denganmu Kyu? kau menolak berpesta bersama kami?" Tanya Changmin dengan sedikit membentak.
"Aku sedang malas.." Jawabku singkat.
"Hei kau tega sekali Kyu, kami menyiapkan pesta ini untukmu. Tapi kau malah bilang takkan datang? Kau tidak menghargai kami sebagai sahabatmu." Ucap Kangin hyung yg di setujui oleh Changmin yg mangut – manggut.
Huft~ benar – benar melelahkan, aku berniat untuk berhenti dari kebiasaan buruku yg suka berpesta dan berbuat onar. Mereka sama sekali tak mengerti posisiku saat ini. Aku akan menjadi seorang ayah, seorang suami, aku akan memiliki tanggung jawab besar dan aku tidak mungkin tetap seperti ini.
"Ayolah Kyu, ini terakhir kalinya kita berpesta bersama." Changmin membujukku.
"Iya Kyu, setelah ini kami tidak akan memaksamu lagi." Kangin hyung ikut membujukku.
"Hah arraseo aku datang, tapi ingat jangan berlebihan." Akhirnya aku mengalah, dan aku berjanji ini untuk yang terakhir kalinya.
Kyuhyun poV end
Sungmin poV
Ini sudah hampir memasuki bulan ke-2 kehamilanku, sejauh ini aku masih mampu melewati ini semua dengan baik. Meski terkadang aku selalu khawatir kalau keluargaku atau pihak sekolah mengetahui keadaanku, yg tahu soal kehamilanku ini hanyalah aku,teman – temanku, Park sonsaengnim dan mungkin teman – teman tim basket Kyuhyun. Aku berharap semuanya tetap tenang seperti ini sampai nanti kelulusanku tiba.
"Sungmin hyung." Aku menoleh saat mendengar suara Kyuhyun memangilku, saat ini aku tengah berada di kantin bersama teman – temanku.
"Ne Kyu waeyo?" Tanyaku saat ia telah berada di sampingku.
"Mianhae hari ini aku tidak bisa mengantarmu harus latihan bersama tim basketku." Jawabnya.
"Gwencanha, aku bisa pulang bersama Wookie atau Donghae." Jawabku.
"Eh mianhae hyung, aku tidak bisa mengantarmu. A-aku ada acara sepulang sekolah nanti." Ucap Wookie yg duduk di depanku.
"Gwencanha Wookie, masih ada Donghae." Aku pun menatap Donghae yg terlihat cemberut.
"Ehem.. Donghae hyung, tolong jaga Minnie hyung ne.." Ucap Kyuhyun, Donghae hanya melirik sekilas pada Kyu lalu mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya. Dari dulu Donghae memang tidak menyukai Kyuhyun dengan alasan kalau Kyuhyun bukanlah orang baik.
"Sudah Kyu tidak usah khawatir, aku akan baik – baik saja." Aku tersenyum padanya.
"Arraseo chagi." Ucapnya lalu mengecup keningku dan melangkah pergi.
Aku yang mendapat perlakuan seperti itu dari Kyuhyun di depan teman – temanku, sontak saja membuat wajahku memerah karna malu.
"Aigoo manisnya.." Henry meledekku sementara Wookie cekikikan sendiri.
"Ishh bilang saja kalau kalian sirik." Ucapku kesal karna di ledek Henry dan di tertawakan Wookie.
"Aku kekelas duluan.." Donghae tiba – tiba berdiri dari bangkunya dan melangkah pergi meninggalkan aku ,Wookie dan Henry yang termangu melihat Donghae.
Semenjak istirahat sampai sekarang pulang sekolah Donghae mendiamkanku, aku sudah mencoba mengajaknya bicara tapi ia tetap mengacuhkanku. Aku jadi bingung dengan sikap Donghae akhir – akhir ini yang selalu tampak tidak suka jika melihatku dan Kyuhyun.
"Hae sebenarnya kau kenapa? Kenapa terus mendiamkanku begini?" tanyaku untuk yg ke-3 kalinya semenjak Donghae mendiamkanku istirahat tadi.
"Tidak apa, hyung tunggu disini. Aku mau mengambil motorku dulu." Donghae menjawab dengan dingin dan setelah itu ia pergi ke parkiran sekolah untuk mengambil motornya.
"Loh hyung kenapa sendiri? Donghae hyung mana?" Tanya Wookie yang kebetulan lewat.
"Donghae sedang mengambil motornya. Eh kau tidak bawa mobil Wookie?" aku heran melihat Wookie berjalan kaki dan tidak membaw mobilnya.
"A-aku di jemput hyung." Jawab Wookie gugup.
"Di jemput siapa?" tanyaku penasaran, wajah Wookie langsung memerah saat aku menanyakan siapa yg akan menjemputnya.
"Aku di je—"
"Wookie! Ayo naik..!"
Belum sempat Wookie menjawab pertanyaanku, tiba – tiba ada orang yang memangil Wookie dari dalam mobil sport merah yang entah sejak kapan kini berada di depan kami.
Kaca mobil itu terbuka menampakan seorang namja tampan dengan kaca mata hitam yg duduk di dalam mobil sport merah tersebut.
"Yesung hyung sebentar! Sungmin hyung, aku duluan ne.." pamit Wookie padaku.
"Ne, hati – hati Wookie." Ucapku sambil tersenyum penuh arti pda Wookie.
Aku mengerti kenapa tadi saat di kantin Wookie bilang tidak bisa mengatarku karna ada acara sepulang sekolah nanti. Sepertinya Wookie akan berkencan dengan namja pengendara mobil sport merah yang menjemputnya tadi.
"Ayo hyung naik." Terlalu asyik melamun sampai suara Donghae menyadarkanku. Donghae sudah siap mengantarku pulang dengan motor ninja birunya.
"Ne.." Aku pun segera naik ke motornya dan berpegangan erat pada Donghae. Karna aku takut, Donghae terkadang suka ngebut.
Sungmin poV end
Author poV
Donghae melajukan motornya dengan kecepatan sedang, di belakangnya Sungmin memeluk Donghae dengan erat. Sungmin memang agak takut jika di bonceng naik motor oleh Donghae, sementara Donghae tersenyum senang karna di peluk Sungmin.
"Hyung, sudah sampai.." Donghae menghentikan motornya tepat di depan rumah Sungmin. Sungmin yang sedari tadi memeluk erat Donghae akhirnya melepaskan pelukannya.
"G-gomawo hae." Sungmin berterima kasih pada Donghae.
"Cheonmaneyo, sudah hyung masuk. Aku pergi dulu, annyeong." Donghae bersiap melajukan motornya lagi.
"Tunggu hae!" Ucap Sungmin, Donghae mematikan mesin motornya dan membuka helmnya.
"Ada apa lagi hyung?" Tanya Donghae.
"Eumm bisakah kau menemaniku di rumah sampai Sungjin pulang? Orang tuaku sedang ke rumah halmonim dan tidak ada orang di rumah, aku takut sendirian." Jawab Sungmin dengan agak malu – malu.
"Tentu hyung." Sungmin tersenyum senang dan segera menarik Donghae masuk ke dalam rumahnya.
"Tunggu sebentar hae, aku mau ganti baju dan menyiapkan minum." Ujar Sungmin ketika mereka telah masuk ke dalam rumah Sungmin.
Donghae duduk di sofa ruang tamu Sungmin lalu mengeluarkan HPnya, mengetik beberapa pesan untuk kekasihnya Eunhyuk. Setelah itu kembali memasukan HPnya ke saku jaketnya.
Tidak lama kemudian Sungmin datang dengan baju yg telah berganti dan membawa 2 gelas minuman untuknya dan Donghae.
"Aigoo hyung tidak perlu repot – repot, kau kan sedang hamil." Donghae langsung beranjak membantu Sungmin membawakan minuman dan meletakkannya di atas meja.
"Kau terdengar seperti Kyuhyun yang sedang mengomeliku." Sungmin mengerucutkan bibirnya sebal.
"Bukan mengomeli, tapi menasehati." Donghae meralat ucapan Sungmin.
"Yah apapun itu aku tak suka jika di perlakukan seolah aku ini seorang yeoja yg tengah hamil besar." Sungmin semakin merengut saat Donghae meralat kata – kata yg di ucapakannya tadi.
"Hahaha tapi kau memang sedang hamil kan hyung?" Donghae tertawa menanggapi ucapan Sungmin.
"Syukurlah kau sudah tidak mendiamkanku lagi, kau itu jahat sekali sih mendiamkanku sepanjang peljaran ke-2 sampai pulang sekolah." Awalnya Sungmin tersenyum melihat Donghae tertawa, tapi tak lama ia kembali mengerucutkan bibirnya.
"Mianhae, aku hanya sedang kesal hyung." Ucap Donghae menjelaskan penyebab ia mendiamkan Sungmin.
"Akhir – akhir ini kau selalu bersikap seperti itu, terlebih saat Kyuhyun sedang bersamaku." Sungmin memandang Donghae yg terdiam begitu mendengar ucapannya.
" Bukankah hyung tahu kalau dari dulu aku tidak menyukai Kyuhyun?" Tanya Donghae balik dan di balas anggukan oleh Sungmin.
"Tapi apa penyebabmu tidak menyukai Kyuhyun? Ia sudah berubah menjadi lebih dewasa sekarang, ia sudah mau bertanggung jawab atas apa yg di perbuatnya padaku." Tanya Sungmin pada Donghae.
"Ada hal lain yg tidak hyung ketahui tentangnya, apa hyung tahu kelakuannya selama ini di belakangmu?" Donghae sedari tadi belum menjawab pertanyaan Sungmin, ia malah terus balik bertanya pada Sungmin.
"Kyuhyun selalu jujur padaku selama ini, meski terkadang kejujuran yg di katakannya menyakitkan tapi aku selalu menghargai usahanya untuk berkata jujur padaku. Apapun yg ia lakukan di belakangku aku tetap mempercayainya." Jawab Sungmin dengan tegas, Donghae menatap Sungmin dengan tatapan datar. Sulit melawan kekeras kepalaan Sungmin.
"Sudahlah hyung akan tahu nanti." Ujar Donghae malas berdebat dengan Sungmin. Mereka pun terdiam sibuk dengan pikirannya masing – masing.
Sementara itu di tempat lain, Kyuhyun memarkirkan mobilnya di halaman rumah Changmin yang luas.
di sana sudah berjajar mobil lain milik Changmin,Kangin,Minho dan Zhoumi. Kyuhyun memandang tak suka pada mobil Zhoumi.
Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus tempat mereka biasa mengadakan pesta di rumah Changmin. Di dalam ruangan itu sudah ada Kangin yg tengah sibuk bermesraan dengan 2 orang yeoja, Changmin yg di suapi oleh yeoja, Minho yg berdansa dengan yeoja dan Zhoumi yg tengah minum di temani 2 orang yeoja juga.
"Maaf aku terlambat." Ucap Kyuhyun yg langsung menghentikan kegiatan para sahabatnya dan kini memandangi Kyuhyun.
"Haha Akhirnya kau datang kyu.." Changmin bangun dan menyambut Kyuhyun.
"Kukira kau takkan datang." Ucap Kangin yg tengah merangkul yeoja di sisi kanan dan kirinya.
"Aku masih menghargai kalian sebagai sahabat, makanya aku datang." Ucap Kyuhyun datar.
"Baguslah hyung datang, Changmin hyung menyiapkan yg special untukmu." Minho yang masih asyik berdansa dengan yeoja di pelukanya ikut berkata.
"Apa maksud Minho?" Tanya Kyuhyun. Changmin hanya tersenyum penuh arti pada Kyuhyun.
"Seohyun, kemari." Pangil Changmin.
Seorang yeoja yg tadi tengah ikut duduk menemani Zhoumi berjalan menghampiri Kyuhyun dan Changmin. Yoeja itu mengenakan dress mini berwarna pink yg membalut tubuh langsingnya. Yeoja itu tersenyum menggoda ke arah Kyuhyun.
"Bagaimana menurutmu Kyu? bukankah dia manis? Tak kalah manis dari kekasihmu." Tanya Changmin pada Kyuhyun.
"Apa maksudmu Shim Changmin, siapa yeoja ini?" Tanya Kyuhyun dengan nada tak suka. Sebenarnya ia mengerti betul apa yg Changmin maksudkan, hanya saja ia ingin menunjukan rasa tidak sukanya.
"Ayolah, ini pesta untukmu Kyu.. pesta untuk melepas masa lajangmu." Ucap Kangin sambil tersenyum penuh arti pada Kyuhyun.
"Bukankah sudah kukatakan untuk tidak berlebihan? Lagi pula aku sudah tidak tertarik pada yeoja." Jawab Kyuhyun dingin dan langsung membuat semua orang di ruangan itu shock.
"Sudahlah terserah padamu saja, Seo temani Kyuhyun." Changmin beranjak dari sofa tempat Kyuhyun duduk dan di gantikan oleh Seohyun.
"Cih, Aku pulang saja." Kyuhyun yg merasa risih dengan segera bangkit dari duduknya dan bersiap meninggalkan empat yg menurutnya memuakan itu tapi…
SRETT
Seohyun langsung menarik tangan Kyuhyun hingga Kyuhyun limbung dan akhirnya terjatuh dengan menindih Seohyun yg masih duduk di sofa. Dengan cepat Seohyun langsung mencium Kyuhyun tepat di bibir, sementara Kyuhyun yg sadar langsung menajuhkan dirinya dari yeoja itu.
"APA YG KAU LAKUKAN BODOH!" teriak Kyuhyun marah.
"…." semua orang yg ada di ruangan itu terkejut dan terdiam melihat Kyuhyun yg marah.
Kyuhyun memandang satu – persatu orang di ruangan itu dengan tatapan mata yg tajam dan seolah siap membunuh mereka kapan saja.
"CIHH." Kyuhyun meludah kelantai dan mengusap bibirnya dengan kasar lalu pergi meninggalkan tempat nista tersebut.
Di sudut ruangan Zhoumi tampak tersenyum penuh kemenangan. Dengan sekali teguk Zhoumi menghabiskan minumannya dan menghampiri Seohyun.
"Kerja bagus." Zhoumi mengusap kepala Seohyun lalu beranjak meninggalkan tempat itu.
Author poV end
Kyuhyun poV
Sial! Mereka mempermainkanku! Yeoja sialan! Aishhh benar – benar membuatku marah, kalau saja dia bukan yeoja akan ku tampar sampai mati yeoja itu! Berani sekali dia menciumku dengan bibir kotornya itu! Haishh!
Aku terus mengumpat seraya menjalankan mobilku menuju ke rumah Minnie hyung, aku benar – benar marah! Seharusnya aku tidak pernah datang ke pesta bodoh itu! Dan sekarang aku khawatir pada Minnie hyung, gara – gara pesta bodoh itu aku tidak bisa mengantarnya pulang. Karna aku khawatir makanya aku memutuskan untuk menemuinya di rumahnya.
"Donghae hyung?" tanyaku pada diri sendiri saat melihat seorang namja mengendarai motor ninja berwarna biru keluar dari halaman rumah Sungmin hyung.
Setibanya di depan rumah Sungmin hyung aku melihatnya baru saja berbalik hendak masuk ke dalam rumahnya.
"Minnie hyung!" pangilku begitu turun dari mobil dan langsung menghampirinya.
"Kyu.."Ia agak terkejut dengan kedatanganku. " kenapa kau kesini?" Tanyanya lagi.
"Aku mengkhawatirkanmu, makanya aku kemari untuk memastikan keadaanmu." Jawabku sambil membelai sayang wajah manisnya, emosiku langsung reda begitu melihat wajah manisnya.
"Ayo masuk." Minnie hyung menggiringku (?) masuk ke dalam rumahnya.
"Tadi ada tamu disni?" tanyaku begitu melihat ada gelas di meja ruang tamu.
"Oh tadi Donghae disini untuk menemaniku, dia baru saja pulang saat kau datang." Jawab Sungmin hyung sambil membereskan gelas – gelas itu.
Aku mengikutinya ke dapur, ia sedang mencuci beberapa piring dan gelas kotor. Aku berjalan mendekat dan mendekap tubuhnya dari belakang.
"Kyu" Panggilnya.
"Shht diamlah, biarlah seperti ini selama 5 menit." Ucapku. Kami pun terdiam, aku semakin mengeratkan pelukanku di pinggangnya.
5 menit berlalu aku melepaskan pelukanku di pinggangnya, Sungmin hyung berbalik dan menangkup wajahku. Membuat mataku bertatapan langsung dengan mata foxy miliknya.
"Katakan ada apa Kyu? tak biasanya kau bersikap begini." Tanyanya lembut seraya membelai wajahku.
"Mianhae,,Sungmin hyung." Kata maaf tiba – tiba saja meluncur dari bibirku.
"Untuk apa? Aku tidak merasa kau memiliki salah padaku." Sekali lagi ucapannya yg begitu lembut membuatku tersentuh. Dengan sayang ia masih membelai wajahku.
GREP
Tak kuasa aku pun memeluk tubuhnya erat, perasaanku mengatakan kalau akan terjadi sesautu pada kami. Aku berharap perasaanku salah, aku berharap itu hanya perasaanku saja yg saat ini tengah ketakutan kehilangan orang yg amat ku cintai akibat kebodohanku sendiri.
"Kyu, katakan ada apa?" Sungmin hyung membelai lembut punggungku, mencoba untuk menenangkanku.
"Mianhae,,mianhae untuk semua kesalahanku padamu. Aku tahu kalau aku telah banyak menyakitimu selama ini. Tapi aku mohon padamu apapun yg terjadi tetaplah percaya padaku dan jangan pernah tinggalkan aku, saranghae Sungmin hyung. Jeongmal saranghaeo Lee Sungmin."
Sungmin hyung mendorong pelan dadaku membuat pelukan kami melonggar, ia kembali menangkup wajahku dan menghapus air mata yg tanpa ku sadaari menetes begitu saja.
"Aku selalu percaya padamu Kyu, dan aku takkan meninggalkanmu." Ucapnya seraya tersenyum manis padaku, membuat debaran di jantungku.
Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajah Sungmin hyung, ia mengerti dan menutup matanya. Dan dengan sempurna bibirku mendarat di atas bibir lembut dan manis milik Sungmin hyung.
Aku menciumnya dengan lembut tanpa nafsu, hanya ingin menyalurkan perasaan cintaku padanya. Lewat ciuman ini aku mendapat kekuatan, lewat ciuman ini aku mendapat keyakinan.
Sekaligus menghapuskan perasaan buruk yg akhir – akhir ini menghantuiku.
"Kyu.." pangilnya setelah kami meleps ciuman.
"Hmm.." jawabku sambil mengusap dengan sayang rambut Sungmin hyung.
"Besok kita chek up ya, aku ingin tahu kondisi uri aegy." Pintanya manja.
" kita temui Siwon hyung." Jawabku sambil tersenyum.
"Gomawo Kyu." ia mengeratkan pelukannya padaku.
"Ne,, aku pulang dulu. Sudah hampir malam, besok aku jemput seperti biasa." Aku pun berpamitan untuk pulang.
"Hati – hati di jalan Kyu." Sungmin hyung mengantarku sampai depan pintu gerbang halamannya.
Aku pun tersenyum padanya, dan ia membalas senyumanku sambil melambaikan tangannya. Benar – benar manis. Aku beruntung memilikinya, dan aku akan melakukan apapun untuk menjaganya dan bayi yg ada di kandungannya. Saranghae Lee Sungmin.
TBC
Hore part 5 selesai^^
Mianhae kalau ceritanya makin ngaco, part depan udah mulai masuk konflik dan sedikit lagi FF ini tamat dehh..^^
