Author :Sii Hyun KyuMin Shipper

Pairing : KyuMin

genre :

ratting : T

Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.

Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC

summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!

^^KyuMin Is Real^^

Author poV

Keesokan harinya, Kyuhyun menjemput Sungmin untuk pergi menemui Siwon. Hari ini terasa sedikit berbeda bagi Kyuhyun, sedari tadi ia meninggalkan rumahnya ia merasa jika mobilnya di ikuti, tapi tiap ia menoleh ia tak menemukan apapun. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk tidak memperdulikanya, mungkin saja itu hanya perasaannya yg memang belakangan ini selalu tidak enak.

"Mianhae Kyu kau menunggu lama, eomma menyuruhku membantunya sebentar." Sungmin masuk ke dalam mobil Kyuhyun dengan tiba – tiba. Membuat Kyuhyun agak terkejut.

"Gwencanha, kau siap hyung? Kemarin aku sudah menghubungi Siwon hyung dan memberi tahunya kita akan datang." Tanya Kyuhyun sambil membantu Sungmin memasang sabuk pengamannya.

"Ne aku siap, aku agak khawatir pada aegy kita. Aku sudah 2x sakit dan berakhir di ruang UKS sekolah." Jawab Sungmin sambil menatap Kyuhyun.

"Baiklah.." Kyuhyun mengusap kepala Sungmin sebelum menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Sungmin dan menuju ke rumah sakit tempat Siwon bekerja.

Di sepanjang perjalanan Sungmin berceloteh ria, sementara Kyuhyun hanya mendengarkan sambil tersenyum. Saat sudah hampir sampai di dekat rumah sakit Kyuhyun menengok ke arah kaca sepion dan melihat mobil sedan putih yg tampak tak asing baginya. Kyuhyun terus memperhatikan mobil itu dan mengacuhkan Sungmin.

"Nanti aku ingin kamar aegy kita pink kalau yeoja, dan hijau kalau namja. Bagaimana Kyu?" Tanya Sungmin sambil menengok ke arah Kyuhyun.

"Ah yaa tersrah hyung saja." Jawab Kyuhyun asal, matanya masih memperhatikan mobil sedan putih itu.

"Kyyu! Kau tidak mendengarkanku?!" Sungmin merengut kesal saat tahu kalau Kyuhyun tak mendengarkannya.

"Aishh mianhae hyung, sebentar lagi kita sampai. Hyung jangan sampai memasang wajah cemberut depan Siwon hyung." Kyuhyun terpaksa mengalihkan pandangannya sementara ke Sungmin yg tengah cemberut.

"Kau menyebalkan!" Sungmin semakin merengut, Kyuhyun memilih untuk mengacuhkan Sungmin sebentar untuk melihat mobil sedan yg sedari tadi seperti mengikutinya.

"Aishh mobill itu hilang!" Kyuhyun memukul stirnya membuat Sungmin terkejut.

"Sebenarnya kau memperhaikan apa sih kyu? dari tadi kau tidak mendengarkanku dan terus melirik spionmu?" Tanya Sungmin lembut.

"Ada mobil sedan putih yg mengikuti kita tadi, tapi sudahlah mobil itu juga sudah hilang." Jawab Kyuhyun berusaha tenang,

Sungmin terdiam, mereka telah memasuki kawasan rumah sakit. Dan kini Kyuhyun telah memparkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit yg saat itu tampak masih lenggang karna memang masih pagi.

"Ayo turun hyung." Ucap Kyuhyun sambil membukakan pintu mobil untuk tersenyum dan keluar dari mobil, mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah sakit.

Mobil sedan yg tadi Kyuhyun cari itu pun telah terparkir di tempat yg tidak begitu jauh dari mobil Kyuhyun. Sang pengendara mobil misterius itu memandang Kyuhyun dan Sungmin dari dalam mobilnya.

Author poV end

Kyuhyun poV

Kami sudah berada di ruangan Siwon hyung, Sungmin hyung sendiri sedang di periksa oleh Siwon hyung dan aku menunggu mereka selesai. Aku begitu khawtir, Sungmin hyung sudah 2x sakit dan di rawat di UKS aku takut terjadi sesuatu pada aegy kami.

SRET

Tirai pembatas terbuka, Siwon hyung sepertinya sudah selesai memeriksa Sungmin hyung. Dan makin bertambah guguplah aku.

"J-jadi bagaimana? Apa dia baik – baik saja?" tanyaku. Siwon hyung memandangku lalu…

PLETAK

"Aww sakit hyung! Kenapa memukulku?!" tanpa di duga aku malah mendapat jitakan gratis dari Siwon hyung.

"Bodoh, seharusnya kau jga baik – baik calon 'isterimu' itu. Kandungannya sangat rentan, apalagi dia sudah 2x mengalami guncangan. Untunglah tidak terjadi apa – apa pada kandungannya." Aku mendengarkan penjelasan Siwon hyung sambil mengusap – usap kepalaku yg tadi mendapat jitakan dari Siwon hyung.

"Kyunnie, kau kenapa?" Sungmin hyung datang dan duduk di sampingku.

"Aku di pukul Siwon hyung." Aduku pada Sungmin hyung, Sungmin hyung menatap Siwon hyung dengan tatapan bertanya.

"Hanya memberi pelajaran pada bocah ini, dengar Sungmin-sshi. Kandunganmu itu rentan sekali, kau harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai terguncang lagi, itu akan membahayakan janin dalam kandunganmu." Siwon hyung memberikan penjelasan pada Sungmin hyung.

"Arraseo, aku akan lebih berhati – hati dengan kandunganku. Gamsahamnida Siwon-sshi." Ucap Sungmin hyung berterima kasih pada Siwon hyung.

"Ah iya, kapan kalian menikah?" Tanya Siwon hyung.

Sungmin hyung langsung menundukan wajahnya yg memerah seketika saat mendengar pertanyaan Siwon hyung. Aku menatap tajam pada Siwon hyung yg dengan ceplas – ceplos menanyakan hal itu pada kami.

"Secepatnya setelah kami lulus, kami akan menikah." Jawabku, Sungmin hyung langsung menatapku.

"Lalu bagaimana dengan orang tua kalian? Apa mereka sudah tahu tentang hubungan kalian?" Tanya Siwon hyung lagi.

"Ani, aku masih bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan ini pada keluarga kami." Jawabku tertunduk sedih.

"Hmm.. aku mengerti ini memang sulit. Tapi sudahlah jangan terlalu di pikirkan, fokuslah dulu pada sekolah kalian." Siwon hyung tersenyum.

"Gomawo hyung." Aku balas tersenyum bersama Sungmin hyung.

Setelah sedikit berbincang dengan Siwon hyung, aku dan Sungmin hyung pun memutuskan untuk pamit pulang. Sebelumnya Siwon hyung berpesan padaku dan Sungmin hyung,dan ia juga member resep vitamin untuk kandungan Sungmin hyung agar lebih kuat.

"Kyuu setelah ini kita ke taman hiburan nee~" Sungmin hyung meminta dengan manja.

"Baiklah." Jawabku sambil tersenyum.

"Yeayy gomawo Kyu, saranghae."

CHU~

Aku terkejut saat Sungmin hyung mengecup bibirku sekilas, kami memang sudah sering melakukan ini bahkan lebih. Tapi kali ini berbeda, Sungmin hyung menciumku di tempat umum! Di apotek tempat kami menebus obat, untunglah tidak ada yg menyadari. Jika tidak sudah pasti kami di tatap oleh tatapan aneh dan menjijikan dari seluruh pengunjung apotek ini.

Sesampainya di taman hiburan, Sungmin hyung langsung menariku kesana – kemari untuk mencoba semua wahana yg ada di sana. Aku heran, apa ia tidak merasa lelah? Ini sudah lebih dari 3 jam kami bermain.

"Kyu ayo kita naik Roller Coaster itu!" Sungmin hyung menunjuk wahana roller coaster dengan semangat.

"Hyung kita istirahat dulu ne, aku lelah." Ucapku yg sudah sangat kelelahan dan kelaparan.

"Ahh aku mau naik itu dulu! Pokoknya mau naik itu!" Sungmin hyung merajuk sambil menghentakkan kakinya ke tanah seperti anak kecil.

"Hah..arraseo, kajja kita naik." Dan aku pun terpaksa mengalah.

"Heheh gomawo Kyu, saranghae.." Ia berbisik di telingaku dan mengecup pipiku, aku hanya tersenyum kepadanya.

Kami mengantri cukup lama untuk bisa menaiki wahana Roller Coaster ini, dan saat giliran kami hampir tiba, aku merasa ragu untuk menaiki wahana ini. Setelah melihat beberapa kali orang – orang yg turun dari Roller Coaster ini muntah.

"H-hyung, k-kau yakin mau naik ini?" tanyaku takut – takut.

"Tentu!" jawabnya semangat.

"T-tapi hyung, apa tidak akan berpengaruh pada aegy kita? Bukankah orang hamil,jantungan dan asma di larang menaiki wahana ini?" tanyaku, berharap Sungmin hyung mengurungkan niatnya yg ingin menaiki wahana ini.

"Tidak, justru aegy kita yg ingin naik ini." Jawbnya sambil tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya.

"T-tapi hyung.."

"Kau takut?" Belum sempat aku bicara Sungmin hyung sudah memotong perkataanku terlebih dahulu.

"B-bukan begitu, a-aku hanya khawatir pada kandunganmu. Itu saja." Jawabku mencoba mengelak dari tuduhan Sungmin hyung yg 100% benar.

"Bilang saja kalau kau takut hahaha.." aishh aku malah di ledek oleh Sungmin hyung.

"Aku tidak takut! Aku hanya sedikit gugup dan gerogi." Ucapku masih mencoba mengelak.

"Sudahlah kalau kau takut turun saja, aku bisa naik wahana ini sendiri." Ucapnya yg sukses membuatku shock! Mana mungkin aku meninggalkan kekasihku yg tengah hamil muda naik wahana Roller coaster ini sendirian?!

"Ani, aku akan menemanimu." Ucapku tegas. Sungmin hyung hanya tersenyum senang dan merangkulku.

Matilah aku, aku benar – benar takut ketinggian. Di tambah aku memiliki penyakit asma, aishh kenapa Sungmin hyung ngidam naik roller coaster sih?!

"Kajja Kyu giliran kita!" Sungmin hyung langsung menyeretku saat giliran main kami tiba.

"Tuhan, kuatkan aku!" Aku memjamkan mata dan berdoa dalam hati.

TEEETT

"KYAAAAAA!"

Kyuhyun poV end

Sungmin poV

"Hoekk..hoekk.."

"Sudah? Apa kau baikan sekarang?"

Aku sedang berada di toilet begitu selesai menaiki wahana Roller Coaster, Kyuhyun langsung berlari menuju toilet. Karna aku khawatir aku pun menyusulnya, saat aku lihat ia tengah muntah – muntah di wastafel toilet.

"Emmhh..nehh.." jawabnya lemah, aku jadi tak tega melihat Kyuhyun seperti ini.

"Kajja kita istirahat." Aku membantunya berjalan keluar dari toilet menuju food court karna Kyuhyun terlihat sangat lemas.

Sesampainya di food court aku langsung mendudukan Kyuhyun yg lemas, wajahnya kini pucat dan tubuhnya dingin. Aku memesa sup ayam dan jus jeruk untuk Kyuhyun, sementara aku sendiri memesan Burger dan Cola. Tak berapa lama pesanan kami pun tiba.

"Kyu, kau pucat sekali. Makan dulu ne.." aku meraih sendok dan menyuapi Kyuhyun dengan sup ayam.

"Apa sudah baikan?" tanyaku setelah Kyuhyun menghabiskan makanan dan minumannya. Wajahnya sudah tak pucat dan tubuhnya sudah tidak dingin lagi.

"Ne,,sudah sekarang hyung yg makan." Jwabnya, aku tersenyum lega.

"Harusnya kau bilang kalau tidak kuat naik roller coaster." Ucapku sambil memakan burger yg tadi kupesan.

"Aku kan tadi sudah berusaha memperingatkanmu hyung, tapi kau tetap keukeuh ingin naik." Jawabnya sambil merengut.

"Hehehe mianhae, setelah ini kita naik bianglala ya Kyu."

"Ini sudah sore, kita pulang saja."

"Hanya 1 permainan lagi Kyu, ayolah chagi~." Aku mengeluarkan jurus bunny eyesku yg sudah pasti tidak dapat ditolak olehnya.

"Hah arraseo, tapi setelah itu kita pulang. Ingat kalau besok ada Ujian Sekolah dan kau harus belajar." Aku hanya mengangguk mendengarkan ocehannya.

Kyuhyun menuruti keinginanku, kami menaiki bianglala. Pamandangan dari atas sini sungguh indah, aku bisa melihat keadaan kota seoul di sore hari dengan jelas dari sini.

Aku menyandarkan kepalaku di bahu Kyuhyun, sementara Kyuhyun mengusap dengan sayang rambutku, aku sungguh menikmati moment romantis ini.

"Kyu, gomawo untuk hari ini. Aku sungguh sangat bahagia." Ucapku sambil mendongak menatap Kyuhyun yg kini tersenyum lembut padaku.

"Cheonmaneyo chagi." Ujarnya lalu mengecup keningku pelan.

"Aku berharap kita akan selalu seperti ini, bahagia membina keluarga kecil kita."

"Tentu kita akan selalu seperti ini, bersabarlah sampai aku benar – benar bisa mewujudkan impianmu itu."

"Ne, aku akan bersabar menunggu hal itu."

Kami pun kembali terdiam menikmati pemandangan sore hari dari atas bianglala ini. Setelah puas bermain, Kyuhyun mengantarku pulang ke rumah.

Keesokan paginya aku berangkat di antar oleh bersama dengan Sungjin karna Kyuhyun mendadak ada urusan dan tidak bisa mengantarku. Ia berjanji kalau sepulang sekolah nanti ia akan mengajakku jalan – jalan lagi sebagai permintaan maafnya.

"Minnie!" Panggil Chulie hyung berlari ke arahku bersama Wookie dan Henry.

"Ada apa hyung? Kenapa kalian lari – lari begitu?" Tanyaku heran.

"T-tidak ada, s-sebaiknya kita cepat ke kelas Minnie hyung!" Jawab Wookie gugup, seperti ada yg di sembunyikan.

"Mana Donghae? Kenapa dia tidak bersama kalian?" Tanyaku lagi.

"Donghae hyung belum datang, nanti dia menyusul kita ke kelas." jawab Henry.

Mereka bertiga langsung menarikku menuju kelas, ada yg aneh dengan mereka hari ini. Tidak biasanya mereka seperti ini, dan lagi kenapa jalan menuju kelas harus memutari lapangan sepak bola?

"Tunggu dulu." Ucapku menghentikan langkahku.

"Aishh cepat Minnie-ah! Sebentar lagi bel akan berbunyi, ini adalah hari pertama ujian sekolah!" Ucap Chulie hyung tampak kesal.

"Kenapa kita harus mengambil jalan memutar? Kalian tak membunyikan sesuatu dariku?" Tanyaku sambil menatap 3 orang sahabat yg ada di depanku.

"T-tidak ada Minnie hyung, k-kita lewat sini karna kalau lewat sana.. eumm lewat sana banyak orang, nanti kau tersenggol dan jatuh." Jawab Wookie dengan sangat gugup dan semakin membuatku curiga.

"Sudahlah aku mau lewat sana saja." Ucapku dan berbalik arah.

"Eh? Hyung jangan!" Wookie dan Henry berteriak memangilku namun tak ku per dulikan. Alasan mereka terlalu aneh dan tak masuk akal.

Sungmin poV end

Author poV

Sungmin berjalan santai menuju kelasnya, ia melihat banyak siswa dan siswa berlarian menuju ke Mading sekolah. Hal itu membuat Sungmin penasaran dan ikut menghampiri Mading sekolah, mungkin ada berita menarik, pikir Sungmin.

"Wah bukankah itu Kyuhyun? Ishh dia ternyata memang playboy." Ucap seseorang siswa, Sungmin yang mendengar nama kekasihnya di sebut semakin penasaran.

"Siapa yeoja itu? Sepertinya mainan baru Kyuhyun." Timpal siswa lain.

"Permisi, permisi..aku mau lihat!" Sungmin mendesak maju untuk melihat Mading sekolah dan..

DEG

Matanya membulat kaget melihat apa yg tertempel di Mading sekolah, itu adalah foto Kyuhyun yg sedang mencium yeoja. Hati Sungmin panas dan dadanya terasa nyeri, ia sudah memberi kepercayaan pada Kyuhyun tapi apa yg ia dapat? Sebuah pengkhianatan dari Kyuhyun? Sungmin sudah tak sanggup lagi menahanya.

"Minggir! Semua minggir!" teriak seseorang, Sungmin tak memperdulikan teriakan itu. Ia masih terpaku di depan Mading.

"Sungmin hyung." Pangil orang itu lembut, namun Sungmin masih belum bergeming.

"Minnie hyung." Pangil orang itu lagi sambil memeluk Sungmin dari belakang.

"LEPAS!" Sungmin berteriak seraya melepas pelukan orang tersebut.

Sungmin berbalik dan menemukan sosok Donghae dan teman – temannya yang lain, Sungmin langsung menghambur ke pelukan Donghae dan menangis dengan keras. Satu persatu siswa yang tadinya mengerubungi Mading mulai beranjak pergi meninggalkan Sungmin dan teman – temannya.

"Hiks..hiks.." isak Sungmin dalam pelukan Donghae.

"Shhtt hyung sudah jangan menangis." Wookie berusaha menenangkan Sungmin.

"Sudah kubilang kalau Kyuhyun bukanlah orang baik, pada akhirnya ia tetap menyakitimu kan hyung?" Donghae membelai dengan sayang punggung Sungmin.

"Hae-ah, bawa Minnie ke kelas." Suruh Heechul, Donghae pun membawa Sungmin kekelas mereka.

Di tempat lain Kyuhyun tengah memacu mobilnya dengan cepat, tadi malam ummanya di jepang menelpon Kyuhyun memberitahu kalau ia akan kembali ke korea bersama appa Kyuhyun dan Kyuhyun di minta menjemput mereka di bandara. Maka dari itu Kyuhyun tak bisa mengantar Sungmin kesekolah.

"Perasaanku tak enak, semoga tak terjadi apa – apa." Ucap Kyuhyun.

Setelah ngebut di jalanan, akhirnya Kyuhyun sampai di sekolah tepat 2 menit sebelum bel sekolah berbunyi. Dengan tergesa – gesa ia berjalan menuju kelas Sungmin, ia sungguh tak tenang dan pikirannya selalu saja memikirkan Sungmin.

"Sungmin hyung!" Pangil Kyuhyun begitu sampai di depan pintu kelas Sungmin.

Semua orang yg ada di kelas itu menatap Kyuhyun, begitu pun Sungmin. Tapi ia langsung membuang muka dan tak mau menatap Kyuhyun.

"Untuk apa kau kemari?! Pergi sana!" Usir Heechul.

"Aku ingin bertemu dengan Sungmin hyung, ada apa dengannya?" Jawab serta Tanya Kyuhyun.

"Lupakan! Sekarang pergilah!" Kali ini Henry yg mengusir Kyuhyun.

"Sebenarnya ada apa? Aku hanya ingin bertemu sebentar dengan Sungmin hyung." Tanya Kyuhyun lagi yg masih belum mengerti apa yg telah terjadi.

Sungmin berdiri dari bangkunya, diikuti Donghae di belakangnya. Heechul dan Henry menyingkir dan memberi ruang untuk Sungmin.

Sungmin memandang tajam ke arah Kyuhyun, matanya sudah memerah karna menangis.

"Cho Kyuhyun, kita akhiri sampai disni saja. Aku tak ingin menjadi penghalang kebebasanmu, aku tahu kau terbebani olehku maka dari itu aku melepaskanmu, pergilah." Ucap Sungmin dingin yan langsung membuat Kyuhyun shock!

"H-hyung, apa maksud ucapanmu?" Tanya Kyuhyun panik, ketakutannya akan kehilangan Sungmin benar – benar terjadi.

"Selamat tinggal Kyu." Dan Sungmin hanya mengucapkan ucapan selamat tinggal dan segera kembali ke bangkunya.

"Pergilah, dan jangan temui Sungmin hyung lagi!" Ucap Donghae dengan tajam menatap Kyuhyun.

Bel sekolah berbunyi, Kyuhyun dengan lemas berjalan kekelasnya. Teman – temannya mendiamkannya, tanpa Kyuhyun sadari Zhoumi tengah tersenyum penuh kemenangan di bangkunya sambil menatap remeh Kyuhyun.

"Sekarang kau rasakan bagaimana rasa sakitnya Cho Kyuhyun? Tapi ini belum apa – apa, tunggu kejutan lain menunggumu." Batin Zhoumi berkata.

TBC

Makin ngaco aja ya? Heheh mian klo emang makin ngebosenin dan gak nyambung, sebenarnya author udah kurang semangat nerusin FF ini.