FF KyuMin/ Responsibility / yaoi / Mpreg / Part 8 END
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : KyuMin
genre :
ratting : T
Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.
Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC
summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!
^^KyuMin Is Real^^
Still Kyuhyun poV
Keesokan harinya, aku menjemput Sungmin hyung dahulu lalu kami berangkat kesekolah bersama. Aku sudah menyiapkan rencana untuk menghajar Zhoumi! Ia harus berlutut dan minta maaf di depan Sungmin hyung!
"Kyu, kenapa?" Sebuah belaian lembut di pipiku menyadarkanku, aku menoleh memandang Sungmin hyung yg duduk di sampingku.
"Anio, aku sedang memikirkan membuat perhitungan dengan Zhoumi." Jawabku sambil mengenggam tangannya.
"Sebaiknya kau jangan mencari ribut Kyu, tidak ada bukti yg menunjukan kalau Zhoumi adalah pelakunya kan." Sungmin hyung menatapku dengan pandangan khawatir.
"Aku yakin kalau itu dia, dia masih dendam terhadap kita. Dia merasa sakit hati karna kau lebih memilih aku." Ucapku sambil menatap kosong kedepan.
"Lebih baik kau mencari bukti dulu Kyu. kau bisa saja di anggap memfitnah karna menuduhnya sembarangan tanpa adanya bukti." Ujar Sungmin hyung, aku hanya diam dan tak menjawab. Mungkin memang benar apa kata Sungmin hyung, sebaiknya aku mencari buktinya dulu.
Kami pun tiba di sekolah, aku menurunkan Sungmin hyung terlebih dahulu lalu aku pergi untuk memarkirkan mobilku.
Setelah selesai aku segera menyusul Sungmin hyung kekelasnya.
"Sungmin hyung!." Aku memangil Sungmin hyung dari depan kelasnya.
"Mau apa lagi kau kesini?!" Tiba – tiba Ryeowook hyung berbicara dari arah belakang.
"M-meneui Sungmin hyung." Jawabku terbata, pasalnya Ryeowook hyung sedang menatap tajam ke arahku. Aigoo kenapa semua teman Sungmin hyung galak padaku?
"Gwencanha Wookie-ah, aku dan Kyuhyun sudah berbaikan. Kemarin ia sudah menjelaskan semuanya padaku." Untunglah Sungmin hyung datang menyelamatkanku.
"Begitukah? Baguslah, sebaiknya kau jga dengan baik Sungmin hyung atau aku dan yg lain akan mencabik – cabik tubuh kurusmu itu Cho Kyuhyun!" Ancamnya menyeramkan, Sungmin hyung hanya terkekeh geli melihatku yg ketakutan dengan ancaman Ryeowook hyung.
"Ada apa Kyu? kenapa kau tidak kekelasmu?" Tanya Sungmin hyung kemudian.
"Ani aku malas." Jawabku seenaknya."Lagi pula ini masih terlalu pagi, di kelas pun tak ada orang." Lanjutku lagi.
"Arraseo, bagaimana kalau kau mengantarku ke perpus sebentar untuk mengembalikan buku ini?" Tanya Sungmin hyung lagi.
"Baiklah, kajja." Tentu aku menerimanya dengan senang hati.
Kami berjalan beriringan menuju perpustakaan sekolah yang terletak bersebelahan dengan ruang informasi, biasanya kalau ada informasi penting pihak sekolah akan mengumumkannya melalui microphone yg ada di ruang tersebut.
"Hyung kau masuk sendiri saja ya, aku tunggu di luar." Ujarku setelah sampai di depan pintu perpus.
"Hmm..ne." ucapnya lalu masuk ke dalam perpus.
Aku menyandarkan tubuhku di tembok sambil menunggu Sungmin hyung, ini masih pukul 07.30 sementara bel masuk pukul 08.00. masih terlalu pagi makanya sekolah masih terlihat sepi.
Bosan menunggu iseng aku melangkahkan kakiku ke ruang sebelah, ruang informasi. Aku mengintip sedikit melalui kaca jendela, masih kosong dan terkunci.
"Kyu, sedang apa disitu?" Suara Sungmin hyung mengagetkanku.
"Eh? A-ani, sudah selesai?" Jawab serta tanyaku.
"Sudah, kajja kita kembali." Jawabnya lalu segera menggandeng tanganku.
"E-eh hyung?" Aku sedikit terkejut dengan sikapnya yg tiba – tiba.
"Wae? Aku tak boleh menggandeng tanganmu?" Tanyanya dengan mata yang mengerjap imut.
"B-boleh kok." Jawabku salah tingkah.
Akhirnya kami kembali ke kelas masing – masing karna sebentar lagi bel akan berbunyi dan sekolah pun sudahmulai di padati oleh siswa dan siswi.
Kyuhyun poV
Author poV
Seseorang tengah berjalan mengendap – ngendap mendekati ruang infosmasi, di tangannya ia membawa sebuah Tape recorder di tangannya. Langkahnya terhenti dan ia segera bersembunyi ketika melihat Kyuhyun tengah berdiri di dekat ruang informasi.
"Sial! Untuk apa dia di situ?!" umpat orang itu dalam hati.
Ia merasa lega ketika Sungmin datang dan mengajak Kyuhyun pergi, orang itu menunggu sampai KyuMin benar – benar pergi meninggalkan daerah itu.
Setelah KyuMin telah hilang dari pandangan matanya, orang itu kembali berjalan perlahan menuju ruang informasi.
Entah dari mana orang misterius itu mendapat kunci ruang informasi, dengan mudahnya ia membuka kunci itu dan masuk ke dalam.
"Hmm..coba kita lihat." Gumam orang tersebut sambil mengotak – atik alat yg tersedia di ruangan tersebut.
Orang itu menyalakan alat pengeras suara dan mengechek apakah microphone itu aktif, setelah ia mengecheknya dan ternyata berfungsi ia segera memutar tape recorder yang di bawanya.
"hahaha sekarang semua orang tahu aib kalian." Orang itu tertawa nista dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut. Tak lupa ia mengunci kembali pintu ruangan itu.
Beberapa menit menjelang bel masuk berbunyi, seluruh siswa di kejutkan oleh suara rekaman pembicaraan 2 orang yang sepertinya namja. Mereka lebih di kejutkan lagi dengan isi pembicaraan 2 orang tersebut.
"Annyeong Sungmin.".
"A-apa yg kau lakukan disni?".
"Kyuhyun menyuruhku untuk menemanimu, ia khawatir denganmu."
"Ohh begitu."
Rekaman itu terhenti sejenak, semua siswa dan siswi yg mendengar pembicaraan itu langsung memperbincangkannya.
Sementara Sungmin di kelasnya tengah shock dan berkeringat dingin, semua teman – temannya kini mengerubunginya untuk melindunginya dari berbagai macam tatapan orang – orang yg kini tengah menatap Sungmin.
"Ku dengar kau hamil, selamat atas kehamilanmu. Itu merupakan sebuah anugerah dari tuhan."
DEG
Mata Sungmin membulat seketika, ia ingat kalau ini adalah pembicaraanya dengan Zhoumi, tapi suara Zhoumi di sini si edit sehingga terdengar seperti bukan suara Zhoumi.
Kini semua orang tengah menatap tajam ke arah Sungmin, meski terhalang teman – temannya tetap saja Sungmin dapat menyadari tatapan orang – orang terhadnya.
"D-dari mana kau tahu?"
"Kyuhyun yang bilang padaku, ia menceritakan semuanya padaku."
"oh ya? te-terima kasih."
"Kapan kalian akan menikah?"
"Entahlah, Kyuhyun sudah melamarkau. Tapi soal menikah kami belum memutuskannya. Sebentar lagi ujian nasional akan di lakukan, aku ingin focus dulu untuk menyelesaikan sekolahku."
"Aku mendoakan yang terbaik untuk kalian."
"Terima kasih."
Rekaman itu selesai dan semua orang mulai ramai memperbincangakannya, Sungmin terduduk lemas dengan peluh membasahi tubuhnya. Hancur sudah, semua orang tahu tentang dirinya dan Kyuhyun. Dan sekarang ia tak tahu apakah ia kuat menerima tatapan jijik dan cemoohan semua orang padanya.
"Sial! Siapa org yang memutar rekaman itu?!" ujar Donghae geram.
"Sungmin hyung, hyung tenanglah." Ryeowook berusaha menenangkan Sungmin yg terlihat shock.
"Ishh awas kalau aku menemukan orang yg telah berbuat jahat pada Minnie, akan ku kuliti dia hidup-hidup!" Ujar Heechul yg geram juga.
"Sebaiknya kita cari orang itu sekarang! Aku tak sabar ingin mengulitinya!" Timpal Henry.
BRAK
"Lee Sungmin!"
Semua orang terkejut saat pintu kelas terbuka dengan kasar, menampakkan sosok guru BP yang sepertinya tengah murka itu.
"Ke ruang kepala sekolah! SEKARANG!" Bentak guru itu sebelum meninggalkan kelas Sungmin.
Sementara itu di sisi Kyuhyun pun tak jauh berbeda, Kyuhyun shock mendengar rekaman permbicaraan Sungmin dengan seseorang yang tidak Kyuhyun kenali suaranya.
Semua sibuk menatap tajam dan jijik padanya, mencemoohnya dengann berbagai kata pedas.
"Cho Kyuhyun, kau di pangil ke ruang kepala sekolah." Ujar seorang siswa memberi tahu Kyuhyun.
Kyuhyun segera beranjak meninggalkan kelasnya, mengacuhkan segala tatapan dan cemoohan yg di tujukan padanya.
Ia langsung menuju ke ruang kepala sekolah, di mana telah ada Sungmin juga di sana dan Park Sonsaengnim.
"Duduk." Titah kepala sekolah. Kyuhyun patuh dan duduk di samping Sungmin, meraih tangannya dan mengenggamnya lembut.
"Kalian pasti tahu alasanku memangil kalian kemari?" Tanya kepala sekolah pada KyuMin.
"Ne kami tahu." Jawab Kyuhyun santai tanpa ada rasa khawatir ataupun takut sedikit pun.
"Apa rekaman itu benar? Lee Sungmin, kau hamil?" Tanya kepala sekolah lagi, mengintoregasi Sungmin.
"….." Sungmin diam tak berani menjawab, Kyuhyun yg merasa bahwa kekasihnya tengah ketakutan akhirnya mengambil alih.
"Rekaman itu benar!." Jawab Kyuhyun lantang.
Sungmin mendongakan wajahnya menatap Kyuhyun dengan mata membulat shock, ia tak menyangka Kyuhyun berani mengakuinya di depan kepala sekolah.
"Kalian! Kalian telah mencoreng nama baik sekolah! Dengan tidak hormat aku akan mengeluarkan kalian dari sekolah ini!" Ucap kepala sekolah dengan marah.
"Sabar tuan, kita masih bisa membicarakan jalan keluar yg terbaik tanpa perlu mengeluarkan mereka." Park sonsaengnim berusaha menenangkan kepala sekolah yg tengah marah.
"Tidak apa sonsaengnim, ini resiko yg harus kami tanggung. Aku tidak keberatan di keluarkan, asal setelah selesai mengikuti ujian sekolah dan ujian Negara." Ujar Kyuhyun.
Kepala sekolah sedikit berfikir, Kyuhyun merupakan salah satu murid jenius di sekolahnya. Ia sudah sering memenangkan olimpiade matematik dan sains, juga meraih juara dengan tim basketnya.
"Baik, kau bisa menyelesaikan sekolahmu. Tapi tidak untuk kekasihmu yg tengah hamil itu." Ujar kepala sekolah.
"Tapi tuan itu tidak adil, Sungmin juga berhak menyelesaikan sekolahnya. Ayolah tuan, tidak sampai 3 bulan mereka sudah lulus." Park sonsaengnim kembali membujuk kepala sekolah.
"Siswa yg tengah mengandung tidak di perbolehkan mengikuti ujian, itu sudah menjadi peraturan. Jadi hanya Kyuhyun yg bisa melanjutkan sekolah sampai ia lulus." Ucap Kepala sekolah final.
"Tidak usah, aku juga malas kalau harus bersekolah di sini. Tidak lulus pun aku masih bisa mendapat kerja di perusahaan appaku. Gamsahamnida Park sonsaengnim, aku dan Sungmin akan mengundurkan diri saja dari sekolah ini." Ujar Kyuhyun dengan santai.
"Kau serius Kyu?" Tanya Sungmin.
"Tentu saja." Jawab Kyuhyun yakin.
"Baiklah itu keputusan kalian, kami akan buat surat pernyataan pengunduran diri kalian." Ucap park sonsaengnim.
Author poV end
Kyuhyun poV
Sebelumnya, aku menyuruh Sungmin hyung untuk menunggu saja di mobilku, sementara Aku pergi menuju kelas Sungmin hyung, meminta izin untuk mengambil tasnya. Semua pandangan siswa dan siswi termasuk teman – teman Sungmin hyung mengarah padaku, namun tak ku perdulikan. Segera saja aku pergi setelah mengambil tas Sungmin hyung dan berterima kasih pada guru pengawas.
Selanjutnya aku pergi menuju kelasku sendiri untuk mengambil tasku dan yahh membuat perhitungan dengan Zhoumi. Ku lihat ia terus saja menunduk berpura – pura mengerjakan soal dan tak memperdulikan kehadiranku.
"Ku tunggu di gudang belakang sekolah selesai ujian." Ujarku berbisik di telinganya.
Ia sedikit melirikku dengan ekor matanya, ia terlihat marah. Setelah selesai aku pun segera pergi meninggalkan kelasku dan menyusul Sungmin hyung yang menunggu di mobilku.
"Mianhae membuatmu menunggu." Ujarku sambil masuk ke dalam mobil.
"Gwencanha." Jawabnya sambil tersenyum dan menyerahkan kunci mobilku.
Aku menjalankan mobilku dan meninggalkan kawasan sekolah, aku mengantar Sungmin hyung pulang ke rumahnya.
"Kyu kenapa kau membawaku pulang?" Tanya Sungmin hyung.
"Lho memang hyung mau kemana?" Tanyaku balik.
"A-aku takut Kyu, b-bagaimana jika a-appa marah lagi karna aku di keluarkan dari sekolah?" Jawabnya sambil terbata.
"Gwencanha, biar aku yg jelaskan pada orang tuamu." Ujarku sambil mengusap rambutnya lembut.
Kami pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah Sungmin hyung, di rumah itu hanya ada seorang karna Sungjin namdongsaengnya Sungmin hyung sedang sekolah dan sepertinya sedang bekerja.
"Annyeong u-umma, a-aku pulang." Ucap Sungmin hyun pelan.
"Sungminnie? Kenapa sudah pulang? Eh,kau bawa teman?" Tanya dari dapur.
"U-umma i-ni Kyuhyun." Sungmin hyung memperkenalkanku pada
"A-annyeong ahjumma, Cho Kyuhyun imnida. A-aku namjachingu putramu." Aku pun memperkenalkan diriku pada yeoja yg sebentar lagi akan jadi mertuaku.
tampak terdiam, mungkin agak terkejut. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum sambil menjabat tanganku.
"Kau tampan, aku bersyukur kau mau bertanggung jawab." Ujar tersenyum lembut.
Setelah itu mempersilahkanku duduk dan menyuguhkanku minuman dan makanan ringan, sungguh sangat ramah. Aku pun menjelaskan tentang keadaan kami yang telah di keluarkan dari sekolah. Awalnya tampak sedih dan kecewa, tapi ia tetap menerima.
"Gwencanha, umma mengerti. Ini sudah konsekuensi dari perbuatan kalian." Ucapnya bijak.
"Ne u-umma, hiks..mianhae." Sungmin hyung tampak terharu lalu memeluk ummanya. Aku yg melihat moment ibu dan anak ini ikut terharu.
"Tenang saja ahjumma, aku berjanji akan menebus kesalahanku dengan membahagiakan Sungmin hyung dan aegy kami." Ucapku, dan Sungmin hyung pun tersenyum ke arahku.
Ku lihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku, sudah pukul 10.00, ujian pasti sudah selesai. Aku harus bergegas kembali ke sekolah menemui Zhoumi dan menyelesaikan masalah kami.
"Emm.. hyung, aku pamit pulang dulu ne?" pamitku pada Sungmin hyung.
"Eh kau mau pulang Kyu?" Tanya Sungmin hyung.
"I-iya, appa menelpon dan menyuruhku pulang." Jawabku berbohong.
"Hmm arraseo." Ia pun mengangguk.
"Annyeong hyung, aku pulang dulu." Aku mengecup keningnya sebelum beranjak pergi meninggalkan rumah Sungmin hyung dan kembali ke sekolah, tepatnya untuk menemui Zhoumi di gudang belakang sekolah.
Sesampainya di sana, aku sudah melihat Zhoumi tengah menungguku. Rupanya ia cukup berani dan tidak sepengecut yang aku pikirkan.
"Untuk apa menyuruhku kemari?" Tanyanya dingin.
"Hanya untuk memberi pelajaran padamu." Jawabku sambil menyeringai.
"Apa maksudmu?" Tanyanya berpura – pura bodoh!
"CIh,jangan berpura – pura seolah kau tidak tahu apapun! Kau yang menyebabkan kekacauan dalam hidupku bukan?!" Bentakku geram.
"Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat, atas dasar apa kau menuduhku sebagai penyebab kekacauan hidupmu? Kau sama sekali tak memiliki bukti! Jadi jaga ucapanmu sebelum aku menuntutmu dan menjebloskanmu ke penjara atas tuduhan pencemaran nama baik!" Ia membalas bentakkanku sambil mendorong bahuku.
"Kau ingin menuntutku?! Silahkan saja! Sebelum kau menjebloskanku ke penjara, aku sudah mengirimmu ke neraka!"
BRUGGHH
Satu tinjuan ku layangkan ke arahnya, Zhoumi jatuh tersungkur ke tanah. Ia menatap marah padaku sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah, lalu ia bangkit dan bersiap menghajarku.
BAK BIK BUK (?)
Perkelahian pun tak dapat di hindari, aku terus menghajarnya dan ia pun balas menghajarku. Tak ku perdulikan tubuhku yang ngilu akibat hantamannya yang ternyata cukup keras, hingga..
BRUGGHH
"Akkhhh.."
Aku meninju perutnya dan ia pun terpental ke belakang, badannya terkulai di tanah dan ia meringis memegangi perutnya.
"Cuihh! Jangan coba – coba kau melporkanku. Jika kau berani, video pesta narkobamu bersama teman – temanmu akan ku serahkan pada polisi dan mengatakan kalau kau salah satu pengguna dan pengedar narkoba tingkat internasional."
Setelah urusanku dan Zhoumi selesai, aku pun pergi meninggalkan tubuhnya yang terkapar tak berdaya di tanah. Ancamanku sudah pasti akan membuatnya menjauhiku dan takkan berani lagi mengusik hidupku.
Kyuhyun poV end
Author poV
Seminggu setelah kejadian itu, Kyuhyun mendapat kabar jika Zhoumi berhenti sekolah dan kembali ke Negara asalnya, China. Hal itu membuat Kyuhyun tenang, takkan ada lagi yang mengusik hidupnya bersama Sungmin.
Dan mereka pun memutuskan untuk segera menggelar upacara pernikahan, hari yg telah lama mereka impikan kini telah berada di depan mata.
"Huft~" Sungmin menghembuskan nafasnya dengan berat, ia terlihat manis dengan menggunakan tuxedo putih dan dasi kupu – kupu berwarna pink.
"Tenanglah hyung, kau sangat manis hari ini." Wookie dan teman – temannya yg lain tertawa melihat betapa gugupnya Sungmin.
"Hahaha kau kan sudah sering di garap bocah evil itu? Kenapa harus gugup begitu?" Tawa Heechul membuat Sungmin kesal.
"Aku gugup bukan soal itu!"Sungmin mempoutkan bibirnya lucu.
"Aigoo hyung kau imut sekali! Kenapa tidak menikah denganku saja?" Celetuk Henry.
PLETAK
"Diam kau mochi!." Donghae menjitak kepala Henry. Sedari tadi Donghae hanya terdiam.
"Ishh sudahlah, kalian hanya membuatku bertambah gugup." Ucap Sungmin.
CEKLEK
"Sungmin,sudah saatnya." Pintu ruangan rias Sungmin terbuka, muncullah ummanya dan memberi tahu kalau ini sudah saatnya.
"Ne umma." Jawab Sungmin. "Ayo." Sungmin memberi isyarat agar teman – temannya mengikutinya menuju acara upacara pernikahan yg di adakan di kediaman keluarga Cho.
Sungmin berjalan di damping sang appa, sang appa mengantarkan Sungmin sampai di depan altar dan menyerahkan tangan putranya kepada Kyuhyun.
Kyuhyun menyambut tangan Sungmin dengan senang, Sungmin tersenyum amat manis pada Kyuhyun yg dib alas senyuman tak kalah manis dari Kyuhyun.
"Baiklah upacara pemberkataan ini akan segera di mulai, jika ada yang keberatan dengan pernikahan ini katakana sekarang atau tidak sama sekali". Ucap pendeta yang memnjadi penghulu mereka.
"Tidak ada? Baiklah kita mulai upacara ini, Kyuhyun-sshi ulangi setelah saya." Tanya pendeta sebelum akhirnya upacara pemberkatan mereka di mulai.
"Aku Cho Kyuhyun, bersedia menerima Lee Sungmin sebagai pendamping hidupku dalam keadaan apapun." Sebelumnya pendeta itu telah menyuruh Kyuhyun untuk mengulang kata yg di ucapkannya, dan Kyuhyun melakukan itu.
"Sekarang giliran anda Lee Sungmin, ulangi setelah saya." Pendeta itu menatap Sungmin.
"Aku Lee Sungmin, bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai pendamping hidupku dalam keadaan apapun." Sungmin pun mengikuti kata – kata yg di ucapkan pendeta itu.
"Baiklah dengan ini, saya nyatakan kalian sebagai sepasang suami – 'isteri'. Silahkan pasang cincin dan boleh mencium pasangan masing – masing.
Kyuhyun membawa jari – jari lentik Sungmin dan menyematkan sebuah cincin emas putih di jari manisnya, begitu pun dengan Sungmin yg melingkarkan cincin serupa pada jari manis Kyuhyun.
Mereka saling berpandangan, lalu semakin mendekatkan wajah hingga akhirnya bibir mereka bertemu dalam sebuah ciuman lembut dan penuh cinta.
PROK PROK PROK
Semua tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar Sungmin dan Kyuhyun beserta teman – teman Kyuhyun bertepuk tangan dengan meriah menyambut pasangan pengantin baru itu.
"Hae-ah, sudah jangan cemberut begitu. Ini pernikahan Sungmin hyung." Eunhyuk kekasih Donghae yang merupakan saudara sepupu Sungmin menyengol kekasihnya yang tampak merengut.
"Aishh aku masih tidak rela kalau Sungmin hyung harus menikah dengan bocah evil itu Hyukkie! Nanti keponakanku nakal – nakal!." Ucap Donghae memandang ke arah kekasihnya.
"Biar saja, Kyuhyun kan pilihan Sungmin hyung. Kalau nanti anak mereka nakal juga itu derita mereka, memang kau mau ikut mengurus anak mereka nanti?" Tanya Hyukkie.
"A-ani, aku lebih senang mengurus anak kita nanti." Jawab Donghae sengaja menggoda Hyukkie yang wajahnya sudah memerah.
Dengan demikian berakhirlah kisah ini, Kyuhyun dan Sungmin akhirnya bersatu dan menemukan kebahagiaan mereka. Dari semua kejadian ini, Kyuhyun jadi banyak belajar mengenai betapa pentingnya sebuah pertanggung jawaban. Ia jadi lebih berhati – hati dalam bertindak dan selalu bertanggung jawab atas segala kewajibannya pada keluarganya.
THE END
Mianhae klo endingnya gaje^^V
Gomawo buat semua yg udah RNR FF ini :)
