Kim Jaejoong yang ditunangkan dengan dua orang dengan kepribadian berbeda. Shim Changmin yang periang dan serampangan, dan Jung Yunho yang sedikit sadis namun memiliki sisi lain yang tak diketahui semua orang. Siapakah yang akan dipilih oleh Jaejoong? Changmin yang memeriahkan harinya, atau Yunho yang penuh dengan kejutan?
.
.
Terinspirasi dari karya Wataru Mizukami dengan judul yang sama
.
Let's Get Married!
.
.
Pair: YunJaeMin
.
Warning: YAOI/ BOY X BOY/ BL, typo (s), OOC
.
Happy Reading
.
Tak ada yang menarik dari perjodohan ini.
Kami tinggal bersama, bertengkar satu sama lain, saling cemburu, berusaha menarik perhatian Jae-hyung. Namun tak satu pun dari kami mengalami sebuah kemajuan. Kami stuck pada satu titik yang sama.
Dilihat dari seberapa intensifnya kami berinteraksi, aku memenangkan perjodohan ini. Karena memang Jae-hyung lebih sering bermain-main bersamaku daripada dengan Yunho-hyung. Akan tetapi dari perhatian yang dicurahkannya, tatapan matanya, aku sadar... aku kalah telak dari Yunho-hyung.
Aku tak mau itu terjadi. Bagaimanapun caranya, aku harus menang. Aku harus memenangkan hati Jae-hyung dan menikah dengannya, karena aku telah mengorbankan seluruh perasaanku. Karena semuanya telah kuberikan pada Jae-hyung.
Karena itu, jika hal ini terus berlanjut hingga setengah tahun ke depan, tak bisa kubayangkan bagaimana nasibku nantinya. Aku harus melakukan sesuatu, setidaknya untuk membuat Jae-hyung mencintaiku.
.
.
Minggu pagi.
Seharusnya mereka bertiga masih berguling-guling malas di atas tempat tidur. Yah, seharusnya...
"Jae-hyung, ayo kita berkencan!"
Suara tenor Changmin membuat Jaejoong terbangun dari mimpinya. Ia menatap Changmin dengan pandangan tak mengerti.
"Ayolah, Jae-hyung... segeralah mandi dan temui aku di bawah, arra?"
BLAM.
"Ada apa dengan anak itu?"
Jaejoong melirik sekilas ke arah jam weker. 05:00 KST.
"Apa... Changmin sudah gila?"
.
.
Changmin menatap takjub pada pemandangan yang ada di depannya. Jaejoong benar-benar menawan meskipun hanya memakai v-neck berwarna hijau tua dengan lengan ¾ serta celana skinny jeans warna putih yang pantas membalut kaki indahnya. Karena udara sedikit dingin, ia memakai blazer berwarna putih sebagai lapisan luarnya. Dan—tada! Sudah dapat dibayangkan betapa menawannya namja ini.
"Kau cantik sekali, hyung!" ucap Changmin refleks—membuat Jaejoong mendengus sebal.
"Ya! Aku ini namja, Changmin-ah!" ucap Jaejoong sedikit kesal. Ia bisa melihat seringai tipis terpatri pada wajah Changmin. Dasar evil.
"Kau terlalu cantik untuk seorang namja, hyung~"
"Jangan menggombaliku pagi-pagi buta begini Shim Changmin. Itu sangat tidak pantas."
Changmin tertawa menanggapi reaksi malu-malu hyungnya ini. Setelah cukup puas memandangi Jaejoong, Changmin menarik lengan Jaejoong dan membawanya masuk ke dalam mobil ferrari merah kebanggaannya.
"Ah, hari ini appa dan eomma(orang tua Jaejoong) berangkat ke Jepang, kan, hyung? Aku sudah meminta izin pada mereka untuk membawamu."
Jaejoong mengangguk-angguk mengerti, namun tak berapa lama ia mengerutkan dahinya,
"Yunho? Bagaimana dengannya?" tanya Jaejoong innocent. Benar juga, saat Jaejoong bersiap tadi kan Yunho masih tertidur pulas.
"Dia kan sudah besar, hyung, biarlah ia menjaga rumah sekali-kali." Jawab Changmin dengan santainya. Jaejoong kembali mengangguk meski ada perasaan tak enak pada Yunho.
.
.
"P-Paris?!"
Jaejoong membulatkan matanya—shock. Changmin tersenyum tipis tak memperdulikan Jaejoong yang sudah seperti mayat hidup. Mana mungkin ia tak terkejut saat mendapati kopernya ada di mobil Changmin, terlebih sudah terisi oleh pakaian-pakaian miliknya.
"Sudah kubilang, aku sudah meminta izin untuk membawamu, hyung."
"Kupikir kita hanya kencan biasa!"
"Memangnya yang begini tidak biasa ya, hyung?"
Jaejoong menatap tidak percaya pada Changmin yang dengan santainya menarik lengannya mengurus keberangkatannya. Hei, sejak kapan Changmin mendapatkan passport Jaejoong? Dan entah sejak kapan pula mereka sudah berada di dalam pesawat, bersiap untuk take off.
"Jangan membenciku nde, hyung?"
"Eh? Mwo?"
"Anniya..."
.
.
'Aku bersama Jae-hyung, untuk tiga hari ke depan uruslah dirimu sendiri. Dan mungkin juga hari-hari selanjutnya. Au revoir~'
Gigi Yunho gemeretak menahan amarah yang telah sampai di ubun-ubun saat membaca sms dari Changmin tersebut. Mungkin Jaejoong kelewat polos dan tak mencurigai Changmin sedikit pun. Tapi, Yunho tidak! Ia jelas tahu apa yang sedang direncanakan Changmin. Dan hal itu tak akan dibiarkan begitu saja olehnya!
"Eh tapi... mereka pergi kemana?"
Yunho mengamati kembali sms yang dikirimkan Changmin. Au revoir? Bukankah itu berarti 'sampai jumpa' dalam bahasa Perancis? Rupanya Changmin sengaja memberikannya clue.
"Aku yakin mereka ke Perancis... tapi di mana? Atau jangan-jangan Changmin mengirimkan clue yang salah untuk mengirimku ke Perancis sendirian?!"
Yunho ngeri membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Wajar saja, Changmin adalah seorang yang evil, Yunho sangat tahu hal itu.
Yunho berpikir sebentar, lalu segera mengemasi barang-barangnya. Apapun yang akan terjadi nanti tidak penting, ia harus mengikuti instingnya dan menyelamatkan Jaejoong sebelum terlambat.
.
.
To Be Continued
Mr. Kim side
Minggu pagi seharusnya menjadi hari yang santai bagiku, seorang direktur dari Perusahaan Kim. Toh nanti sore aku akan sibuk lagi mengurus keberangkatanku ke Jepang. Akan tetapi, entah bagaimana saat diriku tengah terlelap, seseorang membangunkanku. Ia membangunkanku sesopan mungkin, hingga aku jadi tidak tega. Apa ia istriku?
Tep.
Kutekan saklar yang membuat lampu utama pada kamarku menyala. Ah, namja itu, Shim Changmin, salah satu dari calon menantuku. Salah satu? Yah, karena memang ada dua, kekeke. Tak lama kemudian, istriku ikut terbangun.
"Changmin-ah, ada apa?" ucapku seramah mungkin. Sebenarnya aku bukan orang yang dingin, hanya saja caraku dalam mendidik Jaejoong membuatku terlihat seperti orang yang dingin.
"Appa, eomma jika tidak keberatan—"
Aku menunggu ia menyelesaikan kata-katanya. Kulirik jam dinding yang ada di belakang Changmin, karena aku memang menghadap ke arahnya. 04:45. Dan Changmin sudah rapi. Apa yang direncanakan anak ini?
"—bolehkah aku membawa Jae-hyung jalan-jalan? Tiga hari saja."
Aku menoleh pada istriku. Tunggu, aku belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh Changmin!
"Maksudmu apa, Changmin-ah? Eomma tidak mengerti..."
Untung istriku yang lembut itu mengerti sinyal-sinyal yang kuberikan, sehingga Changmin tidak salah paham pada kami. Yah, kau tahu? Mungkin nada bicaraku akan meninggi jika aku yang berbicara. Tentu saja, itu refleks.
"Maksudku... aku berniat membawa Jae-hyung jalan-jalan ke Paris selama tiga hari... tentu saja tanpa Yunho-hyung. Apa kalian mengizinkan?"
Changmin terlihat sedikit ragu saat mengatakannya. Aku yakin anak ini sedang merencanakan sesuatu, entah pada Yunho ataupun Jaejoong. Hmm, pertarungan telah dimulai, nde?
"Apa Jaejoong sudah menyetujuinya, Changmin-ah?" ucap istriku hati-hati—takut menyinggung perasaan Changmin.
"Ia belum tahu tentang hal ini. Alasan kenapa aku tidak memberitahunya adalah supaya Yunho-hyung juga tidak mengetahuinya."
Aku mengangguk-angguk mengerti. Kuakui, nyali Changmin tidak bisa dibilang kecil. Maka tanpa menunggu persetujuan dari istriku, aku segera beranjak menuju lemari besar tempat penyimpanan pakaian dan sejumlah dokumen berharga. Dengan hati-hati aku membuka laci kecil yang ada di dalam lemari tersebut, dan mengambil sebuah benda untuk kemudian kuberikan pada Changmin.
"Ini—passport Jaejoong. Selamat bersenang-senang." Ucapku sambil tersenyum.
Terlihat jelas perubahan pada raut wajah Changmin yang pada awalnya terlihat khawatir, kini jadi begitu sumringah. Tak henti-hentinya ia berterimakasih dan menyalami tanganku dan istriku. Sungguh masa muda yang menyenangkan.
BLAM.
"Chagi, apa kau yakin?" ucap istriku padaku yang kini kembali terlentang di tempat tidur. Aku menoleh sebentar padanya.
"Apa yang kau takutkan? Mereka sudah dewasa."
"Ya! Changmin masih enam belas tahun!"
Aku mengernyitkan alis—apa yang dimaksud oleh istriku?
"Apa maksudmu?"
Ia tersenyum jahil sambil meregangkan kedua tangannya,
"Yah kau tahu? Jika sepasang kekasih pergi berdua saja ke luar negeri... kau pikir mereka hanya akan jalan-jalan saja?"
Aku membulatkan mataku begitu mengerti maksud dari istriku. Aku baru akan beranjak menyusul Changmin sebelum selintas ide gila melewati pikiranku.
"Tunggu. Jika Changmin sudah seagresif itu meskipun mereka belum menikah, berarti aku bisa dengan mudah mendapatkan cucu."
Istriku sweatdrop mendengarnya. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum beranjak keluar kamar, mungkin membantu Changmin menyiapkan pakaian milik Jaejoong. Sementara aku? Selama beberapa jam aku hanya membayangkan kemungkinan-kemungkinan manis yang akan aku dapatkan nanti. Kekeke, good luck Changmin!
Review's replied
YuyaLoveSungmin: gomawo buat semangatnyaaaa~~ serius author terharu banget T^T *hug tight* ini author udah update lagi xD selamat menikmati yaa^^ & gomawo sudah review :)
NaraYuuki: kkkk untung aja UAS udah selesai, jadi bisa sering-sering update yeay ^^ ne, umma dilawan xD enggak mauuuu maunya sama Changminnie aja T^T Yuuki-ssi belum ketinggalan kok xD gomawo sudah review :)
Jung Jae YJ: iya Yunho emang jual mahal banget xD padahal dalam hati mau mau aja sama Jae xD kkkk~ ne udah update ^^ gomawo sudah review :)
NicKyun: annyeong Nickyun-ssi^^ kkkk ne mereka emang pandai kalau sudah menyangkut Jae(?) xD ini sudah lanjut ^^ gomawo sudah review :)
Ochaviosa: threesome? Entah mengapa author juga kepengen begitu xD *plak* tapi kasihan juga kalau cinta mereka terbagi2 gitu(?) kkkk gomawo sudah review :)
Sungdong137: sudah dilanjut ^^ gomawo sudah review :)
Oko yunjae: kalau mereka nikah bertiga... author mau nyempil diantara mereka, ikut nikah sama Changminnie(?) *plak* wah bukan chingu, author ga bisa nulis mpreg... gomawo sudah review :)
Trilililililili: *mati kecekik* kkkk udah dilanjut ^^ gomawo sudah review :)
Nanadd: gomawo Nanadd-ssi ^^ gomawo sudah review :)
Yunjae: ne mereka rival ^^ kkkk author juga berharap gitu(?) gomawo sudah review :)
Shin Je Soek: kkkk ne masih SMA, unnie udah kuliah ya? :D kkk chap selanjutnya cuma segini, mian (/.\) *ngacir ke pelukan Changmin* *ditampol* gomawo sudah review :)
Aku suka ff: kkkk jadi threesome ya chingu xD haha gomawo sudah review :)
Forte orange: kkkk Changmin cemburu sama kedekatan YunJae xD kalau Changmin diangkat jadi anak YunJae, udah dapat dipastikan Yunho tiap hari marah2 karena keevilannya dong xD kkkk gomawo sudah review :)
Kimmie Yunjae: oh ne ne arasseo :D kkkk sebenernya author cuma baca beberapa chap doang tapi idenya menarik sih jadi author pakai xD kkkk gomawo sudah review :)
Lee Jinwu: *liatin jejak* kkkk xD ne gomawo ^^ gomawo sudah review :)
Henrylau: omona Henry Lau review ff author xD *plak* mian ne habis kalau panjang panjang author capek ngetiknya(?) *plak* kalau panjang panjang takutnya muter muter & idenya banyak yg ilang ;A; aaa kita sama Henry-ssi~~ ne acc author: faniasm ^^ gomawo sudah review :)
Doki doki: kkkk ne, Yun susah amat ya mikirnya xD *plak* *ditampol* wkwkwk author juga maunya mereka real *plak* kkk gomawo sudah review :)
Aaaa bagi reader lama author, jeongmal gamsahamnida masih mau menyempatkan diri membaca ff abal ini dan bagi author yang baru, author ucapkan selamat datang(?) selamat menikmati ff yang membosankan ini T^T
Author terharu sama semangat yang kalian berikan ;A; author akan bekerja keras(?) untuk membalasnya *maksudnya update lebih cepet* xD
Review kalian = semangat author buat ngelanjutin ff
So, mind to review? ^^
Sign,
Shikshin97
