Chapter 2.

"Apa yang terjadi dengan kakakku?"

"Kakakmu, hah, tiba-tiba tak sadarkan diri, detak jantungnya melemah, dokter menyuruhmu kesana sebelum terlambat."jawab Sakura sambil ngos-ngosan.

"Apa maksudmu terlambat hah?!"tiba-tiba Sasuke membentak Sakura.

"Sasuke kenapa kau—"

Tiba-tiba Sasuke berlari meninggalkan Sakura keruangan Itachi diinap. Sakura pun menyusul Sasuke sambil berlari.

"Sasuke, tunggu!"

DEG! Tiba-tiba Dada Sakura sakit. Sakura menghentikan larinya dan meremas baju dibagian dadanya sedang menahan kesakitan.

"Uhuk! Kenapa harus sekarang? Sial!"ucap Sakura sambil menahan sakit didadanya.

Sambil menahan sakit Sakura berjalan pelan keruangan Itachi untuk melihat Sasuke dan Itachi.

~Malaikat Tanpa Sayap~

Sasuke berlari menuju keruangan Itachi. Sampai orang-orang tak bersalah pun malah ditabraknya dan tidak meminta maaf.

Sasuke tiba didepan pintu ruangan Itachi. Dengan perasaan takut dan jantung berdebar-debar, Sasuke dengan pelan membuka pintu itu.

Pip….pip….pip…..pip.

Sasuke yang sedang membuka itu bisa mendengar suara dari pendeteksi detak jantung. Jarak dari pip ke pip selanjutnya benar-benar pelan. Terlihat dokter dan suster sedang menunduk disamping ranjang Itachi. Sasuke terkejut. Sasuke berlari kedepan dokter itu, dokter Shizune.

Sasuke melihatnya dengan pandangan tanda tanya. Dokter Shizune yang mengerti maksud Sasuke hanya bisa menggeleng. Yang artinya dia tidak bisa apa-apa lagi. Sasuke masih dengan pandangan itu melihat Itachi yang terbaring lemah. Sasuke mendekati ranjang Itachi menggenggam tangan kanan kekar Itachi yang masih hangat. Tiba-tiba Itachi sadar dan melihat Sasuke. Itachi tersenyum melihat Sasuke. Itachi berusaha membuka mulutnya dengan bermaksud ingin bicara pada Sasuke. Sasuke yang mengerti Itachi langsung mendekatkan telinganya ke mulut Itachi.

"Sa…..su..ke, aku, menya….yangi..mu." kata Itachi sambil tersenyum melihat Sasuke. Dan saat itu Sasuke juga melihat Itachi dengan pandangan ' ?'

Piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii p.

Suara pendeteksi jantung akhirnya mengeluarkan suara yang membuat orang muak.

Itachi akhirnya menutup mata untuk selamanya didepan Sasuke. Sasuke membelalakkan matanya tanda terkejut.

Suster akhirnya membuka alat yang menutup mulut Itachi yang berfungsi memberi oksigen dan akan menutup seluruh tubuhnya dengan kain selimut.

"Apa yang kau lakukan?! Jangan lakukan itu! Dia belum mati!" kata Sasuke sambil menampar tangan suster yang akan menutup wajah Itachi dengan selimut.

Dokter Shizune lalu mendekati Sasuke dan menahan tangan Sasuke di punggung Sasuke agar tidak meronta lagi. Suster akhirnya menutup wajah Itachi dengan selimut.

"Kenapa ditutup?! Dia belum mati! Huaaaargh!"teriak Sasuke.

Didepan pintu terlihat Sakura yang melihat Sasuke lewat jendela kaca yang ada dipintu dengan persaan iba, yang kelihatan rasa sakit didadanya sepertinya sudah menghilang.

~Malaikat Tanpa Sayap~

Sasuke sedang berada didepan makam Itachi yang berada dibawah pohon nan rindang.

"Aku minta oleh petugas rumah sakit untuk menguburmu disini agar lebih sejuk, kakak,"kata Sasuke kepada makam itu.

"Kenapa? Kenapa kau malah mati seperti itu? Apa karena aku terlambat mengantarmu kerumah sakit? Itu benar-benar tidak masuk akal!"teriak Sasuke pelan.

Flashback.

"Lepaskan!,"kata Sasuke sambil menarik tangannya yang dipegang Dokter Shizune.

"Apa maksudnya ini? Kenapa dia bisa seperti itu, hah?!"bentak Sasuke.

"Segera keruanganku, mayatnya akan diurus petugas rumah sakit."kata Dokter Shizune lalu pergi ke ruangannya.

Sasuke pun pergi keruangan Dokter Shizune.

Diruangan Shizune.

Sasuke dan Dokter Shizune pun duduk.

"Apa? Kenapa dia bisa seperti itu? Ini tidak masuk akal kan?"tanya Sasuke langsung.

"Itu memang masuk akal."jawab Shizune.

"Apa? Apa maksudmu?"

"Seng yang mengenai kakinya itu sudah berkarat, dan kumannya sudah masuk kedalam darah, jadi—"

Tiba-tiba Sasuke menarik kerah baju Dokter Shizune.

"Jadi… kau tidak mengetahuinya? Kenapa? Padahal kau seorang dokter, apa maksud ucapanmu, hah?"tanya Sasuke dengan nada suara, aura dan pandangan seperti ingin membunuh.

"Maaf, aku tidak menyadari hal itu. Sebelumnya dia baik-baik saja, lalu dia merasa kesakitan, saat kami periksa, darahnya sudah tercemar dan akan masuk ke jantung. Kami seharusnya melakukan operasi tapi keadaannya sudah hampir..…."

Dokter Shizune tidak bisa melanjutkan perkataannya. Sasuke yang melihat dengan tatapan tak percaya akhirnya melepaskan kerah baju Dokter Shizune dan Dokter Shizune merapikan kerahnya itu.

Flashback end.

"Kenapa kau mati secepat ini? Dan cara matimu tidak masuk akal. Hanya karena seng kecil saja kau seperti ini. Bila aku bertemu denganmu, aku akan memarahimu, kakak."sambung Sasuke.

"Kalau bertemu lagi denganmu…."kata Sasuke dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Kalau begitu sekarang saja."ucap seseorang dibelakang yang suaranya sudah familiar di telinga Sasuke.

Sasuke melihat kebelakang dan melihat orang itu, Sasuke terkejut, dan dia adalah….

"Kakak?"

"Ya, aku harus berjumpa denganmu dulu, kurasa kau tak akan percaya apa yang terjadi."jawab Itachi, orang yang yang menyapa Sasuke tadi.

Sasuke membalikkan badannya dan saling berhadapan dengan Itachi. Sasuke tersenyum tak percaya seperti sedang diberi kejutan.

"Jadi, kakak belum—"

"Aku akan pergi,Sasuke,"

Sasuke langsung menunduk sedih mendengar ucapan Itachi.

"Kau bilang ingin memarahiku, sekarang saja, sebelum terlambat."

Sasuke memukul Itachi ternyata tangan Sasuke menembus badan Itachi begitu saja. Sasuke hanya bisa merasakan seperti memukul awan. (Gimana rasanya ya?)

Dan Sasuke akhirnya menangis diam. Lalu Itachi memeluk Sasuke. Itachi tahu bahwa Sasuke tidak bisa merasakan tubuhnya dipeluk tapi kasih sayang dan kehangatan seorang kakak terasa di hati Sasuke.

"Bagaimana caranya aku meninggalkan bayi ini?,"kata Itachi.

Sasuke masih menangis.

"Tapi, bayi ini sudah besar, sudah mandiri dan dewasa, dan dia adalah adikku."

Lalu Itachi melepas pelukannya dari Sasuke.

"Aku akan menunggumu, tapi jangan menyusul terlalu cepat, kau harus menceritakan kisahmu setelah ini padaku nanti,"kata Itachi.

"Sasuke, ada yang ingin kau katakan padaku? Kalau kau kesini lagi, aku tidak akan berada disini lagi."sambung Itachi.

Sasuke menatap tak percaya.

Tuk! Itachi menyentuh dahi Sasuke.

"Aku menyayangimu, Sasuke."kata Itachi lalu melepas jarinya dari dahi Sasuke.

"Semangat ya Sasuke, Fighting!"kata Itachi sambil memperlihatkan jempolnya didekat wajahnya.

"Kakak, kalau mau pergi, pergi saja!"seru Sasuke sambil menunduk memejamkan mata.

Tentu saja Itachi sontak kaget. Itachi tersenyum. Lalu memegang bahu Sasuke.

"Berhentilah pura-pura tangguh."ucap Itachi.

"Apa maksudmu?"kata Sasuke mendongak melihat wajah Itachi.

"Aku tahu kau yang sekarang ditimpuk rasa sedih yang mendalam, keluarkan saja ekspresimu yang sebenarnya. Kukira kau belum puas menangis tadi.

Sasuke menunduk. Sasuke mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sampai bergemetar. Seluruh tubuhnya juga bergetar.

Itachi tersenyum melihatnya.

"Farewell, brother."kata Itachi.

Sasuke kaget mendengarnya. Tiba-tiba angin berhembus kencang. Saking kencangnya Sasuke menutup wajahnya dengan kedua lengannya agar tidak mengenai mata, Sasuke juga memejamkan matanya.

WHUSS! Shhh.

Angin berhenti, saat Sasuke membuka mata, Sasuke tidak melihat Itachi lagi. Sasuke memperlihatkan pandangan sedihnya. Tiba-tiba ada sehelai bulu putih yang tidak terlalu besar terbang kearah dahi Sasuke.

Tuk! Saat bulu itu menyentuh dahi Sasuke, Sasuke merasakan seperti disentuh jari Itachi.

"Aku menyayangimu, Sasuke."

Wajah Sasuke menampakkan ekspresi datar. Tiba-tiba hujan turun dengan deras. Badan Sasuke basah kuyup. Walaupun pohon itu menghalangi, tetapi Sasuke tetap basah,kecuali batu nisan Itachi. Saat Sasuke melihat keatas, tiba-tiba setetes air hujan jatuh ke mata Sasuke, Sasuke sontak kaget dan matanya terasa perih, dia jatuh bersimpuh di tanah sambil menangis.

"Kakak…, hiks, hiks."

~Malaikat Tanpa Sayap~

Di taman, Sasuke sedang duduk di bangku taman itu sendirian, diantara pohon-pohon bambu yang menjulang tinggi.

Lalu Sakura lewat di depan Sasuke. Sakura lalu duduk disamping Sasuke. Sakura memperlihatkan pandangan iba kepada Sasuke, tapi Sasuke tidak melihatnya.

"Aku baru tahu, rasa kehilangan itu seperti ini,"kata Sasuke sambil memegang dadanya dengan telapak tangannya.

"Dia benar, aku memang tidak bisa tangguh seperti kebanyakan orang. Karena hanya dia yang mengisi hidupku setelah kematian orang tua-ku waktu aku kecil. Mungkin ini adalah rasa sakit kedua yang kurasakan seumur hidupku. Entah bagaimana aku harus menghadapi semua ini."

Sasuke mulai menitikkan air matanya.

"Kenapa Tuhan tidak mengambil-ku saja? Kenapa harus kakak-ku? Kenapa? Hiks."Sasuke akhirnya yang iba akan Sasuke akhirnya memeluknya dari samping.

~Malaikat Tanpa Sayap~

Keesokkan harinya. Sasuke pergi kerumah sakit. Mau apa? Tentu saja membayar biaya operasi, pengobatan, dan perawatan inap Itachi. Sasuke pergi ke kasir.

"Ada yang bisa saya bantu?"kata pegawai kasir itu.

"Tentu, pembayaran untuk pasien yang bernama Uchiha Itachi."jawab Sasuke.

"Baik, tunggu sebentar."kata kasir itu. Lalu dia mencari sesuatu di tempatnya.

Dia mengambil secarik kertas lalu memberikannya kepada Sasuke.

"Ini nota pembayarannya."

Sasuke melihat tulisan-tulisan disana. Terlihat tulisan yang hampir menutupi setengah dari kertas itu. Yang bertuliskan 'LUNAS'.

Sasuke kaget dan tak percaya. Siapa yang sudah membayarnya? Pikir Sasuke. Dengan rasa penasaran, Sasuke pun bertanya.

"Maaf, siapa yang sudah membayar ini semua?"

"Aku."

Terdengar suara dari belakang tubuh Sasuke. Tentu saja suaranya sudah familiar di telinga Sasuke. Dan dia adalah…

"Sakura?"

"Ya."kata Sakura sambil tersenyum.

"Temui aku di taman pohon bambu kemarin sekarang."kata Sasuke dengan wajah yang kelihatan kesal.

Lalu Sasuke berbalik meninggalkan Sakura menuju ke luar rumah sakit. Tentu saja ke taman pohon bambu tempat mereka bertemu sebelumnya. Sakura yang bingung akhirnya mengikuti Sasuke dari belakang.

Di taman.

"Sakura, kenapa kau melakukan hal itu?"tanya Sasuke.

"Kenapa? Kukira aku bisa membantumu."jawab Sakura tak bersalah.

"Dan kukira aku tidak perlu bantuanmu."jawab Sasuke sedikit tegas.

"Kenapa? Kau tidak mau aku membantumu?"

"Untuk apa kau membantuku? Apa karena kau merasa kasihan padaku? Apa karena kau pikir aku tidak mampu?, aku bisa membayarnya sendiri dan aku tidak perlu bantuanmu Sakura!,"bentak Sasuke sambil menunjuk-nunjuk Sakura.

"Dan ini! Ini uang untuk biaya pengobatan yang seharusnya aku bayar, ini ambil! Aku bisa membayarnya sendiri!"kata Sasuke sambil memberikan amplop coklat berisi uang.

Sakura terkejut, dia mendorong amplop itu dengan telapak tangannya sambil menggeleng yang artinya dia menolaknya.

DEGG! Tiba-tiba dada Sakura sakit lagi, Sakura sesak nafas, dia meremas baju dibagian dadanya karena kesakitan, tubuh Sakura oleng kedepan tepat didepan Sasuke. Sasuke terkejut dan menangkap tubuh Sakura yang jatuh. Beruntung rumah sakit dekat dari taman, Sasuke akhirnya membawanya ke rumah sakit. Sasuke menggendong Sakura yang masih sesak nafas itu. Tapi tiba-tiba mobil mendarat di depannya *lo?.

"Berhenti!"kata orang yang berada didalam.

Dia adalah…

"Kau…kan….."

Siapa yang ada di dalam mobil? Apa yang akan terjadi pada Sakura? Siapakah Malaikat Tanpa Sayap yang sebenarnya?

Mohon jangan diam, para readers yang saya hormati.

Mind to review? I hope it.