FT Island Fan Fiction

Queen Of My Heart

©MikiHyo

.

.

Cast : Song Seunghyun, Han Chaehyun, Other Cast

Genre : Romance, Angst

Rated : T

.

.

Part 2

.

.

Author POV

Bagaimana keadaanmu Chae? Baik-baik saja kan?

Jaga kesehatanmu disana dan jangan banyak mengomel lagi~ kasihan pasien-pasienmu nanti, hhe

Apa disana sudah musim hujan? Disini hujannya deras sekali~ Aku sampai kedinginan

Kau baik-baik saja kan? Aku harap kau tidak sakit Chae

Selamat atas praktek pertamamu Chae! Kau yang difoto terlihat keren! Tapi aku tidak percaya itu kau, haha

Bercanda! Aku selalu mendukungmu Chae! Semangat~

Seung akhirnya bahasa Jepangku mulai lancar! Hha, lihat? Aku bisa membuktikannya padamu bahwa aku juga pintar~ sekarang tidak ada kesulitan lagi bagiku untuk berbicara dengan orang lain~

Setelah mengajariku bahasa Jepang, Kyuhyun sunbae juga mengajariku praktek. Aaah.. aku senang sekali ada yang membantuku disini~ Bagaimana kau disana Seung? Apa kau sudah bisa menang dari anak-anak lainnya? Hehehe

Seung~ Selamat Tahun Baru! Apa panti asuhan ramai? Apa kalian mengadakan pesta? Aku harap aku ada disana~ aku sangat merindukan kalian semua~ Aku iri dengan teman-temanku yang bisa pulang kerumahnya masing-masing T_T

Tapi tak apa, Kyuhyun Sunbae mengajakku untuk merayakan Tahun Baru bersamanya. Jadi kau tidak usah mengkhawatirkanku ne? aku baik-baik saja ^_^

Seunghyun hanya bisa tersenyum tipis didepan layar laptopnya. Jari-jarinya kelu tak tahu lagi harus membalas apa disetiap email yang Chaehyun kirim. Mungkin kalau nama lelaki itu tidak disebutnya terus-terusan, mereka bisa berbicara seperti biasanya. Namun Seunghyun merasa kaku dengan hubungannya bersama Chaehyun sekarang.

Dari setiap balasan email yang Chaehyun kirim, Seunghyun berpikir mungkin Kyuhyun dan Chaehyun sudah menjadi sepasang Kekasih.

Padahal setiap email yang dikirim Seunghyun, ia selalu menanyakan kondisi Chae dan menyemangati pekerjaannya. Namun setiap kali Chae membalasnya, ia tidak akan ada henti-hentinya membawa-bawa nama Kyuhyun.

"Seung? Kau belum tidur? Besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali"ucap Jonghun dengan suara berat karena terbangun dari tidurnya dan melihat Seunghyun yang masih berkutat dengan Laptopnya dimalam selarut ini.

"Ne, Hyung… aku akan segera tidur"sahut Seunghyun pelan dan Jonghun pun memejamkan matanya kembali.

Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Jangan merepotkan Kyuhyun Sunbae ne~ Aku tidak mau ia repot mengurusmu kalau kau sudah menangis~

Jari Seunghyun kembali terhenti, ia pun berpikir lagi untuk melanjutkan kata-katanya.

Baiklah, jaga dirimu. Selamat Tahun Baru Chae ^_^

Seunghyun pun memutuskan koneksi internetnya dan pergi menyusul Jonghun yang sudah tertidur lelap.

Beberapa tahun terlewat sudah, Seunghyun merasa ia sudah mendapat banyak pengalaman dimedan perang dengan menjadi asisten Jonghun. Dan tibalah masa wajib militer yang sudah dinantikannya, Seunghyun pun mengundurkan diri menjadi asisten Jonghun dan kembali ke Korea untuk menjalani wajib militernya.

.

.

"Hmm… ini aneh…"gumam Chaehyun sambil mengerutkan dahinya menatap layar Laptop.

"Kenapa emailku tidak dibalas? Dia malah mengirim email baru yang tidak ada hubungannya dengan email ku sebelumnya.."Chaehyun masih memainkan jari-jarinya diatas keyboard Laptop.

"Chaehyun?"suara seseorang membuat konsentrasinya pada Laptop teralih. Chaehyun pun menoleh kearah sumber suara.

"Sunbae.."raut wajahnya langsung berubah cerah saat melihat Kyuhyun tersenyum dan berjalan mendekatinya.

"Kenapa? Sepertinya kau gusar sekali dengan Laptopmu"tanya Kyuhyun yang sekarang sudah duduk disamping Chaehyun.

"Aah.. tidak, aku hanya bingung dengan isi email Seunghyun"jawab Chaehyun yang kembali mengalihkan pandangan matanya kearah Laptop.

"He? Memang apa isinya?"tanya Kyuhyun lagi. Chae pun memperlihatkan email-email baru yang dikirim Seunghyun.

Sekarang aku sudah bisa melawan dengan baik, maksudku aku tidak pernah lagi kalah dengan anak-anak lain. Jadi kau jangan menganggapku laki-laki lemah lagi, otte? ^_^

Chae, keadaanmu baik-baik saja kan? Tentu kau harus baik, jangan membuatku khawatir disini~

Oh iya, jangan merepotkan Kyuhyun sunbae juga!

Chae… mungkin kau akan tertawa kalau membaca emailku yang satu ini

Aku hanya ingin bilang kalau aku sangat merindukanmu.. Ya, aku rindu bercanda dan bertengkar lagi denganmu~ bahkan aku rindu omelanmu~ haha

Kau pasti sudah lebih baik dalam praktek menyuntik kan? Lain kali aku mau kau jadikan bahan praktek, karena aku sudah percaya padamu ^_^

Jaga dirimu Chae…

"Isi email yang aneh kan? Aku selalu membalasnya tapi ia malah mengirim email baru yang tidak ada hubungannya dengan emailku yang sebelumnya.."gerutu Chaehyun.

"Kau sudah coba menghubunginya?"tanya Kyuhyun.

"Sudah. Tapi tak ada jawaban sama sekali.."jelas Chaehyun sambil menghela nafas pelan.

"Entah kenapa… aku merasa ini seperti email perpisahan… apa Seunghyun pergi kesuatu tempat?"

Pertanyaan Kyuhyun barusan membuat Chaehyun terkejut. Otaknya sedang mencerna maksud kata-kata Kyuhyun yang tidak pernah terpikirkan olehnya sebelum ini.

"P-perpisahan? Maksud sunbae apa? Seung tidak pernah menceritakan apa-apa kepadaku…"ujar Chae.

"Oh, apa aku yang salah? Hha, hanya perasaanku saja sih.. Oh iya, bukankah umur Seunghyun sekarang sudah menginjak 20 tahun?"Kyuhyun kembali bertanya.

"Ng? itu benar.. kenapa Sunbae malah menanyakan usia Seunghyun?"bingung Chaehyun.

"Bukankah itu sudah waktunya untuk mengikuti wajib militer?"

Lagi-lagi pertanyaan Kyuhyun menciptakan keganjalan dihati Chaehyun. Ia lupa soal wajib militer dinegaranya, memang benar apa yang Kyuhyun katakan. Chaehyun tidak pernah memikirkan hal itu karena ia sudah terlanjur membenci embel-embel Militer.

"Haha.. kalau dia sedang melaksanakan wajib militer, bagaimana bisa ia mengirim email padaku lagi Sunbae.. Lagipula, laki-laki yang suka senyum-senyum sendiri seperti itu apa bisa menjalani hidup yang keras.. hihi"Chae terkekeh pelan menanggapi ucapan Kyuhyun.

"Tapi Seunghyun tidak melanjutkan sekolahnya kan? Kalau begitu tidak ada alasan untuk menunda wajib militernya.."

Chaehyun kembali terdiam mendengar kata-kata Kyuhyun. Entah kenapa hatinya mulai dipenuhi perasaan cemas.

"Tenang saja… hanya dua tahun kok. Kau juga dua tahun lagi akan lulus dan bisa kembali ke Korea, kau bisa bertemu Seunghyun"Kyuhyun yang menyadari raut wajah Chae pun langsung mengusap-usap rambutnya pelan dan menghiburnya.

"Sunbae…"

"Iya sudah, aku duluan ya. Sebentar lagi mata kuliahku dimulai. Kalau Seunghyun membalas email lagi, aku titip salam padanya. Annyeong"dan Kyuhyun pun beranjak meninggalkan Chaehyun yang masih termenung dikursinya.

Seung wajib militer? Apa itu benar?

Pikiran Chae pun mulai gusar.

Dia tidak pernah mengatakan apapun tentang hal itu, bagaimana bisa dia sudah menjalani wajib militernya?

Tapi… Seung memang tidak pernah mengatakan hal apapun… Entah kenapa aku merasa hubungan kami sudah kaku sekarang…

Seung seperti menutup dirinya. Dia tidak pernah menceritakan apapun padaku, bahkan aku tidak tahu bagaimana kehidupannya sekarang. Aku tidak tahu apakah dia melanjutkan sekolah atau bekerja. Dia tidak pernah bicara apapun… Selama kami kontak melalui email, Ia hanya akan bertanya tentang keadaanku dan kehidupanku disini. Ia tidak pernah lagi membicarakan dirinya kepadaku.

Seung… sebenarnya ada apa denganmu? Kau tidak apa-apa kan?

.

.

Tak terasa waktu kembali terganti. Chaehyun pun akhirnya lulus dari Perguruan Tinggi, namun harapannya untuk kembali ke Korea harus pupus karena ia diharuskan untuk menjalani profesinya sebagai Perawat selama satu tahun di Jepang.

Chaehyun pun tak bisa menolak karena ini adalah pekerjaannya yang pertama. Ia merasa beruntung karena ia sudah bisa langsung mendapat pekerjaan tetap di Japanese Red Cross Society setelah lulus dari sekolahnya. Ia sudah berjanji kepada Seunghyun untuk pulang dalam empat tahun, namun karena pekerjaanya ia pun harus menunda satu tahun kepulangannya ke Korea.

.

.

Chaehyun POV

Akhirnya satu tahun terlewat dan sekarang aku sudah bisa mengambil cuti untuk kembali ke Korea. Aku benar-benar merindukan semuanya, terutama Seunghyun..

Sejak email terakhirnya itu, ia tidak pernah lagi membalas emailku. Bahkan kami benar-benar kehilangan kontak. Apa benar ia sedang menjalani wajib militernya?

Tapi kalau aku pulang sekarang bukankah aku bisa bertemu dengannya? Dia sudah menyelesaikan wajib militernya kan?

"Onnie?!"seru Chaeyoung saat membukakan pintu. Ia pun segera memelukku dan mengajakku masuk kedalam rumah.

"Onnie.. kenapa tidak bilang kalau pulang sekarang? Biar bisa aku jemput"ucap Chaeyoung yang masih menggelayut dilengan kananku.

"Sengaja Onnie ingin memberimu kejutan Youngie-ah. Mana Sehyun?"

"Aku disini Noona. Selamat datang kembali, aku benar-benar merindukanmu"sahut Sehyun yang juga ikut memelukku.

"Kau semakin tinggi saja Sehyun. Lima tahun kutinggal, ternyata para dongsaengku sudah berubah seperti ini"senyumku sambil menatap mereka berdua. Chaeyoung dan Sehyun pun membalas senyumku.

"Oh iya… dimana Seunghyun?"

Senyum bahagia diwajah Chaeyoung dan Sehyun pun langsung memudar begitu mendengar pertanyaanku.

"Kenapa? Apa ada yang salah?"tanyaku heran.

"Noona… sebenarnya… Seunghyun Hyung… dia menjadi tenaga sukarela yang dikirim untuk membantu perang di luar negeri"

DEG.

Apa yang barusan dikatakan Sehyun? Perang? Apa maksudnya?

"Apa maksudmu Sehyun? Bukankah dia sudah selesai menjalani wajib militernya? Lagipula kenapa ia ingin menjadi tenaga sukarela perang?"

"Hyung sengaja mengajukan diri sebagai tenaga sukarela setelah ia selesai menjalani wajib militernya Noona. Itu karena.. Militer adalah impiannya…"

Ucapan Sehyun kembali menyayat hatiku. Aku tidak bisa mempercayai apa yang kudengar.

"Hyung tidak menceritakan hal ini padamu karena ia takut kau membencinya Noona. Ia takut kau menolak impiannya seperti kau menolak Appamu. Sebenarnya aku pun diminta untuk merahasiakan hal ini dari siapapun.. tapi kurasa kau harus mengetahuinya..."

"Tidak.. ini tidak mungkin. Seung selalu menceritakan semuanya kepadaku! Dia masih mengirimiku email diawal tahun, bagaimana bisa ia pergi tanpa berkata apa-apa padaku…"aku tidak mau mempercayai kata-kata Sehyun.

"Aku yang mengirimkan semua itu padamu Noona! Seunghyun Hyung memintaku untuk mengirimkan email-email itu sebelum ia pergi.."

"M-Mwo….?"

"Noona… Seunghyun Hyung… dia mencintaimu…"

DEG.

"A-apa kau bilang?"

"Seunghyun Hyung mencintaimu sejak dulu…"

Tubuhku langsung lemas seketika. Air mata pun entah sejak kapan sudah mengalir dan membasahi pipiku. Pikiranku kalut, kenyataan ini terlalu memaksaku untuk mempercayainya.

"O-Onnie… sebaiknya kau kekamar dan istirahat sekarang.."Chaeyoung membujuk dan menuntunku kearah Kamar. Namun baru setengah jalan tiba-tiba kurasakan kakiku tidak kuat lagi melangkah.

"Onnie?!"dan setelahnya aku hanya bisa mendengar suara Chaeyoung samar-samar berteriak memanggil namaku.

.

.

Bagaimana bisa aku tidak mengetahui itu semua? Seung.. dia punya impian besar yang dipendamnya sejak dulu..

Aku benar-benar tidak menyadarinya. Kalau begitu… aku terlalu egois. Secara tak langsung kata-kataku sudah menghancurkan impiannya.

Selama ini aku selalu mencurahkan kepedihanku terhadap Appa kepada Seunghyun. Aku terus-terusan bilang benci kepada sesuatu yang sudah menjadi impiannya tanpa memikirkan perasaannya.

Chaehyun kenapa kau benar-benar bodoh?! Itu artinya selama ini kau sudah menyakiti Seunghyun!

Kenapa aku bisa berbuat seperti itu? Menyakiti orang yang kucintai sejak dulu…

"Seung…"air mata kembali mengalir membasahi pipiku. Aku tidak menyangka kepulanganku ke Korea akan jadi seperti ini. Terlalu menyakitkan kalau aku harus mempercayainya.

Aku pun mencintaimu sejak dulu Seung… namun aku takut kau tidak bisa membalas perasaanku dan hubungan kita merenggang. Aku tidak mau kalau harus berpisah denganmu…

Tapi… kalau tahu akan begini jadinya… aku benar-benar menyesal…

Sekarang aku tahu kalau kau punya perasaan yang sama. Tapi kenapa baru sekarang aku mengetahuinya?!

"Seung… kau ada dimana? Kenapa kau meninggalkanku, apa kau lupa janjimu?"tanyaku pada udara kosong. Aku tak bisa menghentikan isak tangisku.

"Apa kau tidak merindukanku? Tega sekali kau pergi tanpa bicara apa-apa.. Seung, aku minta maaf.. aku mencintaimu, aku ingin bertemu denganmu…"kutenggelamkan kembali wajahku diatas lutut yang kutekuk dan menangis sejadinya disana.

.

.

Seunghyun tidak pernah kembali seberapapun lamanya aku menunggu. Bahkan saat aku sudah kembali ke Jepang, tetap saja tidak ada kabar darinya. Apa aku harus putus asa sekarang? Apa orang yang kucintai memang tidak akan kembali?

"Tenaga sukarela untuk perang?"obrolan teman-temanku membuyarkan lamunanku. Aku pun melirik kearah mereka saat aku mendengar kata Perang.

"Akan diminta beberapa orang perawat baru untuk menjadi tenaga sukarela ke Kongo. Mereka dibutuhkan untuk membantu para Dokter dan perawat senior disana"

Kongo? Bukankah itu adalah Negara yang sedang dilanda perang? Perawat baru akan dikirim kesana?

"Maaf.. bagaimana caranya kalau aku ingin ikut pergi ke Kongo?"dan mereka pun langsung menatapku tak percaya.

Yah, ini memang keputusan yang gila. Mungkin banyak orang yang menolak mentah-mentah tawaran itu, mengingat seberapa bahayanya nyawa yang ikut dipertaruhkan di kawasan Perang. Tapi hatiku bicara lain… entah kenapa aku merasa aku bisa bertemu Seunghyun, walaupun aku tidak tahu apa Seunghyun ada disana.

Sekalipun tidak bertemu Seunghyun, tidak apa.. aku hanya ingin melihat dunia yang Seunghyun lihat karena aku tidak mau menyesal lagi. Mungkin dengan melihatnya.. aku bisa mengerti perasaanya selama ini…

.

.

"Perawat Han! Tolong bantu disebelah sini!"aku pun langsung bergerak cepat saat seniorku memanggil.

"Aaaaaahhhhhhhh…"teriakan pilu terdengar dari tiap sudut tempat perawatan korban perang ini. Semuanya ada disini, tak memandang dia orang tua, dewasa, atau anak kecil.. semuanya membutuhkan pertolongan kami disini.

"Perawat Han segera siapkan set lengkap untuk operasi besar!"

Baik Dokter maupun perawat, semuanya memeggang pasien. Kami benar-benar sibuk disini, kondisi selalu darurat dan sewaktu-waktu bisa berubah. Bagaimana bisa manusia hidup dalam keadaan mencekam seperti ini?

Hatiku ikut merasa pilu setiap kali melihat korban yang berjatuhan. Bahkan anak-anak kecil yang seharusnya masih bermanja dengan orang tuanya, namun disini mereka harus bisa bertahan hidup sendiri. Mungkin sekarang mereka masih bersama orang tuanya, namun tidak ada yang tahu bagaimana nasib setelah ini. Banyak sekali anak-anak yang sudah menyandang status yatim piatu disini.

Ini semua mengingatkanku dengan memory masa kecil dimana aku juga hidup bersama anak-anak yatim piatu. Dan karena itulah aku bisa bertemu Seunghyun.

Rasa bersalah pun ikut meliputi perasaanku saat kulihat juga perjuangan prajurit-prajurit Militer yang berusaha melindungi kami semua. Kini aku tahu bagaimana pekerjaan Appa. Appa pun pernah ikut dikirim ke Negara yang sedang dilanda perang seperti ini.

Namun saat itu aku sama sekali tidak memperdulikannya. Sekarang aku benar-benar menyesal karena tidak bisa mengerti pekerjaan Appa. Padahal Appa mempertaruhkan nyawanya seperti ini tapi aku selalu membencinya. Aku yakin Umma pun pasti kecewa dengan sikapku. Untung saja Appa masih bisa hidup sampai sekarang.

Aku benar-benar gadis yang bodoh. Selalu menyakiti orang-orang yang aku sayangi. Seung… bagaimana keadaanmu sekarang? Kau baik-baik saja kan? Aku harap kau selamat dimanapun kau berada…

.

.

Seunghyun POV

Chae… bagaimana keadaanmu sekarang? Maafkan aku yang pergi meninggalkanmu tanpa bicara apa-apa dan sudah melanggar janjiku. Aku hanya tidak mau kau benci Chae, bagiku itu lebih menyakitkan daripada harus merasakan peluru senjata yang menghunus tubuhku.

Sekarang aku sudah hidup bersama mimpiku Chae. Laki-laki yang dulu selalu kalah berkelahi kini sudah menjadi seorang prajurit yang siap melindungi korban-korban perang.

"Jungshin-ah, apa itu pacarmu?"tanyaku antusias saat Jungshin memperlihatkan foto seseorang kepadaku. Jungshin adalah teman dekat yang sudah kukenal sejak wajib militer.

"Dia cantik kan? Tentu saja pacarku~ Sebelum menjalankan tugas, aku selalu melihat foto ini dan membuatku tenang"senyum Jungshin.

"Ehm.. rasanya bahagia sekali ya kalau punya seseorang yang disayangi"senyumku pada Jungshin.

"Ya~ bukankah kau juga punya? Apa kau sudah melupakan Chaehyun? Gadis yang selalu kau ceritakan padaku sampai aku bosan mendengarnya, hha"Jungshin terkekeh membalas kata-kataku.

"Ng.. setidaknya gadis itu sudah menjadi Kekasihmu. Sedangkan aku dan Chae… aku juga tidak yakin dia masih mengingatku, sudah lama sekali kita tidak melakukan kontak"senyumku pahit.

"Heuh, dasar payah! Masa kau tidak mau menyatakan perasaanmu? Kalau begitu, bagaimana kalau kita Kencan Ganda jika sudah kembali ke Korea nanti. Aku akan membantumu untuk menyatakan perasaanmu pada Chaehyun"ucap Jungshin dengan penuh semangat.

"Benarkah? Haha, terima kasih atas niat baikmu. Aku akan menantikan hari itu…"

.

.

Namun nyawa benar-benar dipermainkan dimedan ini, bahkan harapan untuk pulang dalam keadaan selamat sudah terkubur dalam-dalam tanpa perlu diingat lagi.

"Jungshin! Jungshin, buka matamu!"aku tak kuasa menahan tangis saat melihat sosok naas Jungshin yang terkena ranjau jebakan. Setengah tubuhnya hancur dan penuh dengan luka bakar.

"S-Seung..ah…."

"Bertahanlah.. sebentar lagi bantuan datang. Aku mohon bertahanlah…"aku terus berharap kepada Jungshin.

"Ukkkhh.."namun kelihatannya Jungshin tidak kuasa lagi menahan sakitnya.

"Ya.. kita belum pulang ke Korea.. kau belum menepati janjimu untuk membantuku menyatakan perasaanku pada Chae.. Ya, Jungshin-ah.."harapanku pun semakin tipis. Terlebih lagi saat kulihat Jungshin sudah menutup matanya dengan damai seolah tak merasakan sakit sedikit pun. Dan akhirnya ia meninggalkanku untuk selama-lamanya.

Inilah yang harus kuhadapi. Tak bisa kupungkiri, bisa saja aku bernasib sama dengan Jungshin. Jungshin.. tega sekali kau meninggalkan kekasihmu di Korea…

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanya kalau tahu kau telah tiada sekarang.

Chae…

Apakah Chae juga akan bersedih kalau aku bernasib sama seperti Jungshin? Apa Chae masih mengingatku sampai sekarang? Apa Chae masih memikirkanku?

Kematian Jungshin hari ini membuat pikiranku kalut. Malam ini pun aku memutuskan untuk mencari udara segar setelah seharian mencium bau amis darah dan bubuk-bubuk mesiu yang bercampur jadi satu.

"Tempat ini…"tanpa sadar langkahku yang gontai telah membawaku kesini. Tempat yang pernah menjadi balai pengungsian beberapa tahun yang lalu saat aku masih menjadi asisten Jonghun Hyung. Tempat dimana aku mengenal Kiara, gadis kecil Kongo yang juga menyukai Chae.

Bahkan gadis kecil tak bersalah seperti Kiara harus menerima pahit hidupnya. Aku tidak tahu dimana dan bagaimana nasibnya sekarang. Waktu itu terjadi penyerangan mendadak dan Kiara hilang dari pandanganku.

Hidup manusia… memang tidak ada harganya ditempat seperti ini.

.

.

Author POV

Chaehyun pun melangkahkan kakinya tanpa sadar kesuatu tempat. Pikirannya kalut dan tatapan matanya kosong. Masalah yang sedang dihadapinya dirasa begitu membebani hidupnya.

Ia pun kembali teringat dengan Seunghyun, disaat sedih seperti ini Seunghyun pasti akan menghibur dan membuatnya tertawa. Hanya kepada Seung jugalah Chae bisa mencurahkan kesedihannya.

"Seandainya kau ada disini Seung…"gumam Chae yang masih melangkahkan kaki tanpa arah ditengah-tengah kawasan bekas huni yang hampir semua bangunannya rata dengan tanah akibat perang. Hembusan angin tengah malam yang menusuk seolah tak berpengaruh apapun terhadapnya.

BRUGH.

"Aaah…"tak sengaja Chae tersandung oleh puing-puing bangunan tua yang sudah hancur.

"Kau… tidak apa-apa?"Jantung Chae bergejolak hebat saat mendengar suara seseorang didekatnya. Suara yang sangat familiar di indra pendengarnya, suara yang sangat ia rindukan selama bertahun-tahun, suara dari seseorang yang selalu ada dipikirannya.

Dengan cepat Chae pun mengangkat wajahnya dan menatap orang itu yang saat ini sudah berdiri dihadapannya. Matanya membulat sempurna begitu juga orang yang ada dihadapannya saat mata mereka bertemu pandang.

"C-Chae…."

"Seung…."

Seunghyun dan Chaehyun saling menatap tak percaya satu sama lain.

Apa dia Chaehyun? Orang yang sangat kurindukan selama ini..

Bagaimana bisa ia ada disini? Tuhan.. jangan permainkan aku lagi, aku akan marah kalau ini hanyalah mimpi.. –batin Seunghyun-

Seung? Dia Seunghyun kan? Seung yang selama ini kurindukan..

Benarkah dia ada dihadapanku sekarang? Ini bukan mimpi kan.. aku mohon.. jangan sampai ini hanyalah fatamorgana yang menyiksa batinku.. –batin Chae-

Seunghyun pun memajukan tubuhnya untuk mendekati Chaehyun. Tangannya perlahan-lahan mulai menyentuh wajah gadis yang sangat ia rindukan itu. Seketika air mata Chae pun langsung jatuh begitu merasakan sentuhan hangat Seunghyun dipipinya. Air mata itu jatuh dan membasahi tangan Seunghyun.

"Seung…"

"Benarkah… ini bukan mimpi… Chae…"

Chaehyun pun mengangkat kedua tangannya dan memeggang tangan kanan Seunghyun yang masih menyentuh pipinya. Air matanya pun mengalir semakin deras, begitu juga Seunghyun yang tak kuasa menahan bendungan air matanya.

"Benar-benar Seung kan… Seungie-ah…"tangis Chae yang terus merasakan kehangatan sentuhan Seunghyun.

Tanpa basa-basi lagi, Seunghyun pun segera mendekap erat tubuh Chae. Begitu pula Chaehyun yang ikut membalas pelukan Seunghyun.

"Seung… aku benar-benar merindukanmu…"tangis Chae dalam dekapan Seunghyun.

"Nado Chae, Jeongmal Bogoshipoyo…"balas Seunghyun yang juga tak bisa menahan isaknya.

Mereka pun berpelukan lama tanpa bergerak sedikitpun. Seakan tak mau lagi melepaskan tubuh satu sama lain.

"C-Chae.. bagaimana bisa kau ada disini?"tanya Seunghyun dengan suara parau.

"Aku pikir aku akan bertemu denganmu kalau aku kesini… ternyata Tuhan mendengar doaku… Seunghyun…"

Seunghyun pun kembali mempererat dekapannya. Ia cium wangi tubuh Chae yang menurutnya tidak berubah sama sekali. Hanya penampilannya yang berubah.

Rambut pendeknya sekarang sudah memanjang hingga ia bisa menyentuhnya dengan mudah. Ia pun menyadari baju apa yang dikenakan oleh Chaehyun, itu adalah baju seorang perawat. Profesi yang sudah menjadi impian Chae sejak lama.

….

"Seung.. kenapa kau mengingkari janjimu? Kau seenaknya saja meninggalkanku…"

"Chae… aku tahu kau pasti akan membenciku kalau kau tahu impianku…"

"Tidak Seung. Aku tidak akan membencimu.. Maafkan aku, selama ini aku selalu menyakitimu dengan kata-kataku…"

"Chae…"

"Aku tidak akan membenci Appa lagi… aku juga tidak akan membenci impianmu, Karena itu maafkan aku Seung…"

"Untuk apa minta maaf? Kau tidak punya salah apapun Chae…"Seunghyun kembali mendekap tubuh Chaehyun.

"Seung… aku… aku mencintaimu…"

"Bukankah… kau bersama dengan Kyuhyun sunbae…?"

"Tidak. Aku hanya menganggap Kyuhyun sunbae seperti Kakakku sendiri, yang aku cintai hanyalah kau Seung.. aku menyukaimu sejak dulu…"

"Chae… aku benar-benar bahagia sekarang… Nado Saranghae…"

"Seungh….mmmpth…"

Bibir mereka pun bertautan dengan mesranya. Deep Kiss yang dibuat oleh Seunghyun membuat Chae merasakan sensasi darinya. Seperti tak ada waktu lagi untuk bertemu, malam itu pun mereka habiskan bersama.

~So lets take tonight, and never let go
While we dance we kiss, like there's no tomorrow,
As the stars sparkle down, like a diamond ring,
I'll treasure this moment, till we meet again

But no matter how far, away you may be ,
I'll just close my eyes, and your in my dreams,
And there you will be, until we will meet~

.

.

Chaehyun POV

"Chae! Cepat bangun Chae!"

Perlahan aku pun membuka mataku, memicingkannya sebentar untuk menyesuaikan penerimaan cahaya matahari yang menembus retinaku.

"Chae cepat bangun! Kita harus pergi dari sini!"

"Sayu?"bingungku saat kulihat teman dekatku yang sama-sama perawat, Sayumi berada dihadapanku dengan tatapan cemas.

"Bagaimana bisa kau tertidur disini? Ayo kita segera pergi"desak Sayu lagi.

Aku pun teringat akan pertemuanku dengan Seunghyun semalam. Segera saja aku memeriksa sekelilingku dan segala arah, namun orang yang kucari tidak ada disana.

"Sayu… mana Seung…?"

"Siapa Chae? Apa kau belum sadar?"

"S-Seunghyun… laki-laki yang bersamaku semalam…"

"Apa kau menggiggau Chae? Kau sendiri sejak tadi… sudahlah cepat! Kita harus segera pergi!"Sayu kembali menarik tanganku.

"T-tapi Seung…"

"Akan ada serangan mendadak Chae, kita harus mencari tempat yang lebih aman!"

DEG.

Serangan mendadak? Apa artinya itu? L-lalu bagaimana dengan Seung?

Sayu pun sudah menyeretku paksa untuk meninggalkan tempat ini. Bisa kurasakan suasana lebih mencekam hari ini, apa benar-benar akan terjadi serangan?

Lalu yang semalam… apa aku bermimpi?

.

.

Seunghyun POV

Lagi-lagi serangan mendadak. Kami pun sudah mengatur formasi dan mempersiapkan para pasukan semaksimal mungkin.

Chae… kau sudah sadar kan? Kau sudah pergi dari tempat ini kan? Cepatlah pergi karena keadaan sangat darurat..

_Flash Back_

Aku terbangun lebih awal. Dan segera kupastikan bahwa yang semalam bukanlah mimpi, aku bertemu Chae. Dan kini ia masih tertidur pulas disampingku.

Aku pun tersenyum menatap wajah manis itu. Kau semakin cantik Chae.. aku benar-benar mencintaimu.

Namun rasa bahagiaku memudar seketika saat aku menyadari ada yang aneh dengan suasana sepi dipagi ini. Aku sudah belajar untuk mengenali kondisi-kondisi tertentu ditengah medan perang.

"Apa mungkin… serangan mendadak lagi…"

Aku pun bersiap untuk membangunkan Chae agar ia bisa pergi dari tempat berbahaya ini. Namun niatku terhenti saat kulihat seseorang berlari cepat mendekat kearah kami, kuperhatikan baju yang ia kenakan. Sama seperti Chae, dia pasti temannya Chae.

Aku pun segera bangkit dan meninggalkan Chae sebelum temannya itu menemukan kami. Aku yakin Chae akan segera dibawa pergi oleh temannya.

Begitu juga aku… ada tugas yang harus aku kerjakan sekarang. Aku pun berlari cepat untuk kembali ke markas perkumpulan.

_Flash Back End_

Chae.. maafkan aku. Lagi-lagi aku meninggalkanmu tanpa bicara apa-apa..

Aku tidak mau kau terluka Chae.. Kalau kau tetap disini dan bersamaku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku tidak siap kalau harus kehilanganmu Chae..

Biarkan aku jalani impianku sekarang Chae. Aku bukan lagi anak lemah yang selalu kalah berkelahi, aku sudah jadi lebih kuat sekarang. Kau percaya padaku kan?

Ne, aku percaya. Bagaimanapun juga kau kan laki-laki, kau pasti bisa lebih kuat

Benar. Karena kata-katamulah aku yakin untuk bisa menjadi lebih kuat. Aku akan melebihi kegagahan Appamu, aku akan jadi laki-laki yang lebih kuat dan tidak akan kalah lagi.

Agar aku bisa melindungi korban-korban perang ini, agar aku bisa melindungi orang-orang yang membutuhkan perlindungan, agar aku bisa melindungi gadis kecil seperti Kiara, dan agar aku…

Bisa melindungimu Chae…

"Sial! Jumlah mereka tidak seperti yang diperkirakan!"

"Seunghyun jangan kesana!"

"…?"

DUAAARRRR.

.

.

Chaehyun POV

S-suara apa itu? Apa itu bom?

Bagaimana dengan nasib prajurit yang ada disana?

"Chae cepat!"Sayu masih setia menggenggam tanganku erat dan mengajakku untuk berlari lebih cepat.

"T-Tapi… Seung…"rasanya air mataku akan tumpah lagi kalau aku tetap menoleh kearah belakang. Tak jauh dari tempat yang kukunjungi semalam, asap hitam sudah mengepul dikawasan itu. Bahkan api yang berkobar masih bisa terlihat jelas dimataku.

"Seung…."

"Chae ayo lebih cepat lagi!"

Air mataku pun tumpah. Entah kenapa suara ledakan tadi serasa menghancurkan hatiku. Perasaanku tidak enak. Aku yakin semalam bukanlah mimpi, aku benar-benar bertemu Seunghyun.

Seung… kau ada disana kan? Aku mohon… kau harus selamat…

.

.

Chae… apa kau mendengarku? Pergilah.. selamatkan hidupmu..

Aku sudah tidak bisa memeggang janji lagi, sekali lagi maafkan aku..

Semoga kau selamat dan kembali kekehidupan damaimu..

Senang sekali rasanya, aku sempat melihatmu dengan kostum perawatmu itu..

Benar-benar cocok Chae…

Aku semakin mencintaimu.. Perlu kau ketahui.. dimanapun aku berada sekarang, aku akan selalu mengingatmu karena kau lah 'Ratu Hatiku'

Chae… Saranghaeyo…

~I'll always look back as I walk away
Memories will last for eternity
And all of our tears will be lost in the rain
As I found my way back to your arms again
But until that day, you know you are
The Queen of my heart~

.

.

The End

.

A/N : Gaanntuuuunngggg! XD *dirajam Readers*. Thanks A Lot For My Dear Readers!

.

Ejinki : Jeongmal Gomawo udah ngikutin cerita ini *bow*, Special Thanks buat kamu, hehe