5
Title : Second Chance
Author : Yukishima
Genre : drama, fluff, angst
Rating : T
Chapter : 2
Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin, slight Yewook
Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw
Warning : GS, mature content, Naughty Kyu, Jablay Sungmin *plaaak
Note Author : Ini remake dari fic lama gw dengan judul yang sama tapi fandom aja yang diubah dengan beberapa perubahan isi crita untuk menyesuaikan karakter. Berhubung tadinya fic straight jadi gw buat aja GS ^^
"Hae-ah...bogoshippo"
Gadis manis itu memandangi cincin bertahta berlian merah yang melingkar di jari manis kanannya. Cincin tanda ikrar sehidup semati mereka. Dua tahun lebih sudah dirinya menanti Donghae. Setiap hari berbagai macam pikiran bercampuk-aduk menjadi satu antara kerinduan, kecemburuan ketika terlintas di pikirannya bahwa Donghae mungkin bersama perempuan lain ketika jauh dari dirinya, serta kekecewaan karena Donghae tak juga kembali. Lee Donghae mendapat tawaran kontrak menjadi associate dari salah satu firma hukum swasta di Amerika dan ia menerimanya. Lagi-lagi Donghae bersikap egois mengambil keputusan sendiri tanpa meminta pendapatnya. Walaupun Donghae berkata tidak menjadi pengacara tetap di firma hukum tersebut, tetap saja tak bisa menghilangkan kekecewaan di hati Sungmin. Menunggu adalah sesuatu yang melelahkan.
Sungmin tersadar dari lamunan ketika ponselnya berbunyi.
"halo..," jawabnya dengan nada malas.
"Eonnie!," teriak suara seorang perempuan dari sana.
"Tidak perlu keras-keras aku sudah dengar. Ada apa?"
"Koq malas-malasan begitu sih.. Aku kan sepupumu, apa kamu tidak merindukanku?," candanya pada Sungmin.
"Sama sekali tidak," jawab Sungmin dengan ketus walaupun sebenarnya bercanda juga.
"Ugh~~ ketus amat. Aku kan hanya becanda," protes lawan bicaranya.
"Maaf, aku juga bercanda koq," kata Sungmin kemudian.
"Oh... Ehm..eonnie. Apa aku akan mengganggumu?"
"Tergantung apa dulu?"
"Aku mau minta tolong. Ehm...aku dan Yesung oppa akan pergi keluar kota selama 2 minggu, jadi aku mau menitipkan adiknya padamu...," katanya dengan nada ragu-ragu.
"Ya..Wookie-ah... kamu menitipkan bayi padaku sementara kalian berdua bersenang-senang eoh? Bagus sekali!," Sungmin berkata dengan nada kesal dibuat-buat.
"Dia bukan bayi ya... Ayolah...sekali ini saja. Kami kan mau berbulan madu. Masak harus mengajak adiknya?," Ryeowook atau biasa dipanggil Wookie memohon pada Sungmin.
"Bukannya adik Yesung oppa sudah besar? Dia pasti bisa mengurus dirinya sendiri. Lagipula Yoona kuliah di Jepang bukan?"
"Ini adiknya yang paling kecil, kelas 3 SMA.."
"Nah...sama aja kan sudah besar. Tunggu...jadi Yesung oppa masih punya adik lagi selain Yoona?", Sungmin keheranan karena selama ini yang ia tahu adik Yesung adalah Yoona.
"Iya...tahun ini dia mau ikut ujian di Universitas Seoul, makanya sekarang ikut kami. Karena dia harus belajar dan latihan ujian, makanya aku khawatir kalau tidak ada yang mengurusnya. Tolong ya...aku mohon... Lagipula dia anak yang sopan, baik dan penurut koq..," bujuk Ryeowook.
"Heeeh~~~ kita lihat saja nanti," Sungmin menghela nafas panjang.
"Terimakasih eonnie.. kamu memang sepupuku yang paling baik. Sebentar lagi kami ke rumahmu. Sampai jumpa..," Ryeowook langsung mengakhiri percakapannya sebelum Sungmin menjawab lagi.
"Apa...? Halo... halo.." sambungannya telah terputus.
Sungmin memandangi ponselnya dengan kesal. Walaupun begitu tetap saja ia tak bisa menolak sepupunya yang selalu merepotkan. Bagaimanapun Sungmin lebih tua darinya dan ia sangat menyayangi Ryeowook yang sudah dianggapnya sebagai adik kandung sendiri itu.
Tak lama kemudian bel apartemennya berbunyi. Sungmin sudah tahu siapa yang datang. Iapun segera membukakan pintu. Disana telah berdiri sepupunya Ryeowook, Yesung dan seorang remaja laki-laki yang tingginya tak jauh berbeda dengan Yesung, tapi Sungmin tidak begitu memperhatikan wajahnya.
"Eonnie!," Ryeowook tersenyum manis lalu memeluk Sungmin.
"Hmm..," Sungmin balas tersenyum sambil memeluk erat tubuh Ryeowook yang lebih mungil darinya.
"Minnie-ah. Apa kabarmu?," sapa Yesung dengan ramah.
"Aku baik-baik saja oppa," jawab Sungmin lembut. "masuklah," Sungmin mempersilakan mereka bertiga masuk.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam dan segera duduk di sofa ruang tamu yang ditunjuk Sungmin.
"Eonnie, ini adiknya Yesung oppa yang tadi kuceritakan. Namanya Kyuhyun," Ryeowook memperkenalkan remaja laki-laki yang ada disampingnya pada Sungmin.
"Apa kabar Noona.. Namaku Kyuhyun. Senang bertemu denganmu," Kyuhyun menghormat dengan sopan sambil tersenyum.
Sungmin memandang lekat pada sosok Kyuhyun. Tubuhnya kurus namun cukup tinggi dengan rambut sedikit ikal berwarna cokelat pendek tapi tersisir rapi membingkai wajah manisnya yang berkulit pucat, bibir tebalnya berwarna yang merah, hidungnya yang mancung, serta pandangan mata yang nampak polos dari sepasang orbs berwarna cokelat dibalik kacamata tanpa bingkai yang dikenakannya. Anak yang manis. Terlalu manis untuk seorang laki-laki. Begitu yang dipikirkan oleh Sungmin. Ia merasa tidak keberatan jika Kyuhyun tinggal dirumahnya karena Kyuhyun juga bersikap sopan padanya.
"Oh..ya... ehm.. Aku Sungmin sepupunya Ryeowook," Sungmin pun tersenyum manis pada Kyuhyun.
"Minnie-ah, maaf jika kami merepotkanmu beberapa hari ini. Jika ada apa-apa kamu bisa menelepon kami," kata Yesung yang merasa tidak enak karena akan merepotkan sepupu istrinya itu.
"Ah..tidak apa-apa. Lagipula kebetulan Donghae juga belum kembali, jadi dia bisa menemaniku," ujar Sungmin tulus.
"Terimakasih, Min," Yesung tersenyum lega.
"baiklah.. kami permisi sekarang karena pesawat akan take-off 2 jam lagi," Ryeowook beranjak dari sofa diikuti Yesung. "Kyu, kami pergi dulu," kata Ryeowook sambil memeluk Kyuhyun.
"Hmm..hati-hati Noona," Kyuhyun mengangguk pelan.
"Kyu..bersikaplah baik pada Sungmin noona," Yesung menepuk kepala adiknya pelan.
"Kalian sebenarnya akan kemana?," tanya Sungmin pada kedua pasangan pengantin baru itu.
"hehehehe..kami mau ke Eropa," Ryeowook tertawa kecil.
"Itu bukan ke luar kota tapi ke luar negeri dong!," Sungmin memutar bola matanya kesal.
"Seperti itulah...hehehehe" kekeh Ryeowook tanpa merasa bersalah.
"baiklah.. Selamat bersenang-senang," Sungmin mengantar mereka berdua ke pintu.
"Kami pergi dulu...," ucap Ryeowook dan Yesung hampir bersamaan yang dibalas dengan lambaian tangan oleh sepupu cantik mereka.
Sungmin menghela nafas setelah menutup pintu.
"Aku tunjukkan kamarmu..," Sungmin mengajak Kyuhyun ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Sungmin. "Kamu boleh memakai kamar ini."
Kyuhyun pun memasuki kamar tersebut sambil membawa kopernya kemudian duduk di tepi ranjang.
"Apartemenmu terlalu besar. Kau pasti kesepian tinggal disini sendirian," Kyuhyun berbicara sambil memandang sekeliling ruangan itu.
"Tidak juga...," kilah Sungmin walaupun sebenarnya dalam hati membenarkan perkataan Kyuhyun.
"jangan bohong. Aku dengar suamimu ke Amerika 2 tahun ini. Perempuan yang sudah menikah sepertimu pasti butuh teman dan kehangatan. Seharusnya sekali-sekali noona mengajak laki-laki kesini untuk menemanimu. Toh suamimu tidak akan tahu" wajah manis Kyuhyun mengeluarkan seringai setan yang membuat Sungmin merasa tidak enak menatapnya.
"Apa maksudmu berkata seperti itu pada perempuan yang sudah menikah? Apa kakakmu tidak mengajari sopan santun?," Sungmin membelalakkan mata mendengar perkataan remaja laki-laki yang baru saja dititipkan padanya itu.
"Tentu saja Wookie noona dan Yesung hyung selalu mengajari hingga aku bosan mendengarnya. Lagipula apa salahnya kan? Mungkin saja di Amerika suamimu juga bersenang-senang dengan perempuan lain. Siapa yang tahu dia setia atau tidak padamu. Sementara disini kau menantikannya sendirian dan kesepian, tanpa seorangpun yang memberi kehangatan," Kyuhyun menatap tajam Sungmin.
"K-kau... Donghae tidak mungkin begitu!," Sungmin mulai tersulut emosi.
"Begitu ya?," mata Kyuhyun menampakkan rasa tidak percaya. Ia kemudian berjalan ke pintu dan bermaksud menutupnya.
"hei...kita belum selesai bicara!," Sungmin menahan pintu kamar itu.
"Aku mau ganti pakaian. Apa noona mau membantu mengganti pakaianku?," kyuhyun mulai melepas kancing kemejanya satu-persatu sambil tersenyum sedusif pada Sungmin.
"A-apa... kamu..," mau tidak mau akhirnya Sungmin menutup pintu kamar itu.
Sungmin sangat kesal dengan sikap kurangajar Kyuhyun. Ia tak mengira bahwa Kyuhyun yang tampak sopan, manis, dan polos bisa bersikap liar seperti tadi.
"Wookie... Yesung oppa... Kalian benar-benar tertipu..," Sungmin mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.
Tak lama kemudian pintu kamar Kyuhyun terbuka. Sungmin memandangi penampilan Kyuhyun yang kini berbeda dengan sebelumnya. Rambut ikalnya yang tadi tersisir rapi sekarang terlihat sedikit berantakan. Kacamata yang tadi bertengger di hidung mancungnya telah menghilang. Remaja bernama Kyuhyun itu kini mengenakan kaos ketat warna putih dibalut dengan jaket kulit warna hitam serta celana jeans ketat membungkus sepasang kaki jenjangnya, tak lupa dengan kalung panjang melingkari lehernya.
"Kamu mau kemana?," Tanya Sungmin keheranan melihat penampilan Kyuhyun.
"Bersenang-senang. Ini kan malam minggu," Jawab Kyuhyun santai sambil menuju pintu keluar.
"kamu tidak boleh keluar! Ryeowook dan Yesung oppa sudah menitipkanmu padaku. Selama tinggal disini kamu menjadi tanggungjawabku. Jadi kamu harus menuruti peraturan yang kubuat untukmu!," kata Sungmin dengan tegas sambil menahan Kyuhyun untuk pergi.
"Membosankan sekali. Sebaiknya noona ikut aku bersenang-senang supaya tidak cepat tua," Kyuhyun kembali menyeringai.
"Tidak! Kamu tidak boleh keluar!," Sungmin berusaha menahan amarahnya.
"Aku pergi dulu noona," Kyuhyun tak menghiraukan perkataan Sungmin dan menghilang dibalik pintu.
"Ya... Kyuhyun-ah!," teriak Sungmin. "Ish...bocah ini...," Sungmin semakin bertambah kesal karena sikap tak sopan Kyuhyun. Ia memijit keningnya yang mulai terasa pusing.
TBC
