Title : Second Chance
Author : Yukishima
Genre : drama, fluff, angst
Rating : M
Chapter : 3
Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin
Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw
Warning : GS, mature content, naughty Kyu, Tante Jablay Sungmin *plaaak
Note Author : Ini remake dari fic lama gw dengan judul yang sama tapi fandom aja yang diubah dengan beberapa perubahan isi crita untuk menyesuaikan karakter. Berhubung tadinya fic straight jadi gw buat aja GS ^^
=0=
Menjelang pagi Sungmin terbangun ketika mendengar ketukan keras di pintu apartemennya. Ia segera membuka pintu dan mendapati Kyuhyun dalam keadaan mabuk berat.
"Kyuhyun...," Sungmin terkejut melihat penampilan Kyuhyun yang kacau.
"Noona..aku pulang," suara Kyuhyun terdengar serak.
Kyuhyun melangkah masuk dengan langkah sempoyongan. Bau alkohol tercium tajam dari mulutnya. Ketika hampir terjatuh, Sungmin segera menangkap tubuhnya dan membantunya menuju kamar. Perlahan Sungmin membaringkan Kyuhyun di ranjang dan melepaskan sepatu serta jaketnya. Ketika Sungmin bermaksud pergi, tiba-tiba Kyuhyun membuka mata dan menarik tubuh Sungmin hingga jatuh di atas tubuh kurusnya lalu mencium paksa Sungmin dengan memerangkap tubuh sintal gadis itu dalam pelukannya sehingga sulit untuk melepaskan diri. Sungmin berusaha memberontak, namun Kyuhyun menekan belakang kepalanya dan menggigit bibir bawahnya sehingga Sungmin mendesis kesakitan. Sementara Sungmin membuka mulutnya, Kyuhyun mengambil kesempatan itu untuk menyisipkan lidah dan menjelajah ke dalam mulutnya. Cukup lama Kyuhyun berhasil menikmati bibir indahnya dan menjelajahi gua hangat milik Sungmin yang telah lama tak tersentuh. Sungmin yang sempat mulai terbawa suasana akhirnya berhasil menguasai diri. Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, gadis itu akhirnya berhasil melepaskan diri dari Kyuhyun dan segera berlari menuju kamarnya, kemudian mengunci pintu rapat-rapat.
"Apa-apaan ini..?," gadis itu menyentuh bibirnya yang masih basah karena yang baru saja dicium Kyuhyun. Ada rasa perih pada bibir bagian bawah karena tadi Kyuhyun menggigitnya. Jantungnya berdebar dengan kencang. Ia merasakan sensasi yang berbeda dengan ciuman Donghae suaminya. Perasaan seperti saat pertamakali mendapatkan ciuman dari seorang laki-laki. Sesuatu yang sudah lama tak dilakukannya seperti terpanggil kembali memorinya.
"Tidak...aku bukan gadis remaja lagi. Aku juga sudah menikah.. Tidak pantas berpikiran seperti ini. Dia...usianya jauh dibawahku. Kyuhyun masih 17 tahun. Lagipula Kyuhyun pasti melakukannya karena sedang tidak sadar saja. Iya...dia sedang mabuk. Wookie, cepatlah pulang!," Sungmin menggigit sendiri bibirnya. Sebersit kecemasan terlintas di benaknya. Ia takut dengan sikap Kyuhyun tadi.
=0=
"Selamat pagi," sapa Kyuhyun pada Sungmin yang sedang duduk diatas sofa ruang tengah sambil berkutat dengan laptopnya. Masih tersisa kemabukan dalam diri remaja itu.
"Ini sudah jam 12 siang Kyu. Bagus sekali perilakumu itu! Pergi tanpa izinku, pulang di pagi buta dalam keadaan mabuk.. Dan tiba-tiba kau men...," Sungmin menghentikan perkataannya. Ia masih memandang ke layar laptop sambil membelai kucing Persianya. Wajahnya mendadak memerah ketika mengingat kejadian semalam.
"Aku kenapa noona? Kenapa berhenti?," tanya Kyuhyun yang kemudian duduk disamping Sungmin lalu meraih kucing Persia yang ada di pangkuan gadis itu.
"Ah..tidak apa-apa...," Sungmin semakin merasa gugup karena saat ini Kyuhyun ada didekatnya. Setelah berhasil menenangkan diri ia menoleh kearah Kyuhyun. "Kau...sama sekali tidak merasa bersalah dengan perilakumu itu?"
"memangnya apa salahku?," Kyuhyun balik bertanya dengan wajah polos yang membuat Sungmin menjadi kesal. Namun karena ia merasa bertanggungjawab atas Kyuhyun yang telah dititipkan padanya maka ia hanya bisa menghela nafas panjang.
"Seharusnya kau minta maaf karena sudah pergi tanpa izin dariku dan pulang menjelang pagi dalam keadaan mabuk. Dan satu lagi, seharusnya kamu berkata dengan sopan pada orang yang lebih tua darimu," Sungmin berkata dengan nada tegas.
"Oh, begitu ya? Maafkan aku noona.. Sekarang kau puas?" jawab Kyuhyun seenaknya.
"Lebih baik kau segera mandi dan sarapan. Tunggu..ini sudah siang, jadi sekalian saja makan siang!," perintah Sungmin.
"nanti saja. Aku masih malas." Kyuhyun menggosok matanya yang masih terasa mengantuk. "Hai cantik, siapa namamu?," Kyuhyun mengajak bicara kucing peliharaan Sungmin yang tentu saja ia hanya bisa mengeong saja.
"Namanya Tsuki. Sekarang cepatlah mandi!," Sungmin merebut kucingnya dari pelukan Kyuhyun.
"Kenapa memberinya nama Jepang?," tanya Kyuhyun keheranan.
"Terserah aku yang memberinya nama karena dia peliharaanku. Apa kau tidak dengar tadi aku menyuruhmu mandi?," mata bulat Sungmin melotot lebar.
"Masih malas noona. Tapi...mungkin lain kalau kau yang memandikanku," kata Kyuhyun sambil tersenyum menggoda.
"Kyuhyun!," Sungmin memandang tajam Kyuhyun.
"baiklah!," akhirnya Kyuhyun lalu berdiri dan menuju kamar mandi.
Setelah Kyuhyun masuk kamar mandi, Sungmin kemudian menuju dapur dan menyiapkan makan untuk adik ipar Ryeowook itu. Tak beberapa lama kemudian Kyuhyun sudah keluar dari kamar mandi dan menuju meja makan.
"Aku sudah membuatkanmu makanan. Tidak ada bahan lagi di kulkas jadi aku membuatkanmu ramyeon saja," Sungmin menunjuk semangkuk ramyeon yang masih mengepul panas di atas meja makan.
"kau pikir aku anak-anak, lalu memberiku minuman susu?," Kyuhyun menatap malas pada segelas susu yang diletakkan di dekat ramyeon-nya.
"Diam dan makanlah lalu minum juga susunya! Kau ini masih kecil tapi bersikap sok dewasa," Sungmin berkata ketus lalu duduk lagi di sofa ruang tengah melanjutkan kesibukan pada laptop miliknya.
"Galak sekali..," kata Kyuhyun sambil mengunyah makanan.
Sungmin tidak menjawab. Ia tahu kalau terlalu ditanggapi, maka Kyuhyun akan semakin menjadi-jadi.
"Sudah kuminum. Kau puas?," kata Kyuhyun setelah selesai makan.
"baguslah," jawab Sungmin tanpa menoleh.
"Kelihatannya sibuk sekali," Kyuhyun mengintip laptop Sungmin dari belakang punggung gadis itu.
"Hei..itu tidak sopan!," Sungmin langsung menutup layar laptopnya.
"Pelit sekali," Kyuhyun masih berusaha melihat layar laptop sementara Sungmin bersikukuh tidak mau memperlihatkan.
"Belajarlah saja di kamar daripada menggangguku!," Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun.
"Ini hari Minggu. Santailah sedikit noona. Hmmm..aku jadi penasaran. Jangan-jangan kau melihat gambar porno disitu, makanya kau malu kalau aku melihat," ledek Kyuhyun.
"Bersikaplah sopan pada orang yang lebih tua darimu!," Sungmin tersinggung dengan perkataan Kyuhyun.
"Tidak ada yang salah kalau kau melihatnya. Itu hal yang normal. Setiap orang pasti butuh penyaluran. Apalagi tubuhmu sudah lama tidak disentuh suamimu," Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin hingga gadis itu beringsut ke belakang.
"Imajinasi yang terlalu tinggi untuk anak seusiamu. Sayang sekali, aku tidak suka hal-hal rendah seperti itu"
"Hahahaha...benarkah? Kau terlalu polos noona. Jangan-jangan kau masih perawan ketika menikah dengan suamimu...ehm...siapa namanya? Donghae?," Sungmin tertawa mengejek.
Plaaakk..
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Kyuhyun hingga meninggalkan bekas kemerahan.
"Masuk ke kamarmu!," perintah Sungmin berkata dengan nada tinggi.
"Ck..Sama sekali tidak menarik," kata Kyuhyun sambil mengusap pipinya yang terasa panas.
"Ya..Kim Kyuhyun!," teriak Sungmin.
"Kau terlalu serius dan tidak bisa bercanda. Makanya suamimu pergi," Kyuhyun kemudian beranjak menuju kamar.
"Dengar! Donghae tidak seperti itu. Dia pria yang baik. Lagipula Donghae pergi ke Amerika untuk belajar bukan untuk bersenang-senang. Sebaiknya diam saja jika tidak tahu apa-apa. Kau ini hanya anak kemarin sore yang belum mempunyai banyak pengalaman hidup. Yang perlu kau lakukan sekarang hanyalah belajar dan mendengarkan nasihat kakakmu!"
"haaah...baiklah, noona," kata Kyuhyun sambil menutup pintu.
"Huft...anak itu, benar-benar membuatku pusing," Sungmin menghembuskan nafas sambil memejamkan mata.
=0=
"Aku pergi," Kyuhyun berpamitan pada Sungmin.
"Tunggu..," Sungmin menahan keberangkatan Kyuhyun. "Ini..," tak lama kemudian gadis itu menyerahkan kotak makanan pada Kyuhyun.
"Apa ini?," dahi Kyuhyun berkerut.
"Bekal sekolahmu," jawab Sungmin.
"Apa? Aku bukan anak SD lagi noona," protes Kyuhyun.
"Memangnya hanya anak SD yang boleh membawa bekal makanan? Sudahlah, bawa saja. Lagian nanti kamu ikut les sepulang sekolah. Pulangmu pasti malam. Kau bisa menghemat uang jajan kalau bawa bekal sendiri."
"Kenapa kau jadi mirip Wookie noona?," Kyuhyun nampak gusar.
"Karena Ryeowook sudah menitipkanmu jadi..."
"Aku jadi tanggungjawabmu...," Kyuhyun memotong perkataan Sungmin.
"Bagus kalau sudah paham," Sungmin tersenyum penuh kemenangan. "Dan ini, kunci cadangan apartemen kalau aku tidak ada di rumah," ia menyerahkan kunci cadangan pada Kyuhyun.
"Haaah... Annyeong noona," Kyuhyun pun melangkah pergi.
"Hati-hati di jalan..," seru Sungmin pada Kyuhyun.
=0=
Sepulang sekolah Kyuhyun merasa malas untuk mengikuti les persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Bahkan tanpa mengikuti les pun Kyuhyun yakin akan bisa masuk universitas mana pun dengan mudah karena kemampuan otaknya yang diatas rata-rata. Selama ini ia terpaksa ikut karena desakan kakaknya Yesung. Jika pulang ke apartemen Sungmin, pasti si pemilik rumah belum pulang dari kerja. Dia juga sedang tidak mood pergi ke game center seperti biasanya.
"Kyuhyunnie...," suara cempreng itu sukses membuatnya menoleh. Disampingnya telah berdiri remaja laki-laki seumuran dengannya dengan tinggi badan yang melebihi tinggi Kyuhyun.
"Kau membuatku terkejut Shim Changmin," Kyuhyun memutar bola mata kesal.
"Ck...itu salahmu sendiri yang melamun di siang bolong begini," canda Changmin sambil merangkul bahu Kyuhyun.
"Ini sudah hampir sore Changminnie," protes Kyuhyun.
"Iya..mau siang mau sore terserah kamu deh," Changmin memasang wajah sumringah.
"kenapa kau kelihatan gembira sekali?," pandangan mata Kyuhyun menyelidik.
"Apa aku tidak boleh gembira?," Changmin memasang wajah memelas namun gagal.
"Jangan berwajah seperti itu. Aku jadi mual melihatnya," Kyuhyun menatap 'jijik' Changmin.
"kau ini kejam sekali pada sahabatmu sendiri..," Changmin mengerucutkan bibirnya.
"Sekali memasang wajah sok imutmu itu, kukubur kau hidup-hidup!," ucap Kyuhyun dengan kejamnya.
"Iya...iya... Hei, apa kamu mau les setelah ini?," tanya Changmin.
"Hmm..sepertinya aku sedang merasa malas," jawab Kyuhyun.
"Apa kau akan langsung pulang ke apartemen Bunny Ming noona-mu itu?," goda Changmin sambil mengedipkan sebelah mata.
"Sepertinya dia baru pulang dari kerja nanti malam."
"Bagaimana jika kau ikut denganku bersenang-senang?," tawar Changmin pada sahabatnya.
"Apa akan ada gadis cantik?," Kyuhyun menatap intens Changmin.
"Bukan hanya cantik, tapi begini...," Changmin menggerakkan kedua tangannya membentuk siluet tubuh gitar Spanyol.
'Hmm..," Kyuhyun mengusap dagunya tanda berpikir. "baiklah, aku ikut denganmu," akhirnya Kyuhyun menyetujui ajakan Changmin.
=o=
Sore itu Sungmin pulang dari kerja. Dilihatnya Kyuhyun belum pulang dari sekolah karena suasana apartemen masih sepi. Mungkin Kyuhyun masih di tempat les, begitu pikirnya. Tapi hingga larut malam Kyuhyun belum juga pulang. Sungmin mengkhawatirkannya karena bagaimanapun Kyuhyun adalah tanggungjawabnya saat ini. Apalagi ketika menghubungi ponsel Kyuhyun selalu gagal karena tidak aktif. Ia teringat malam sebelumnya ketika Kyuhyun pulang menjelang pagi dalam keadaan mabuk. Sungmin merasa heran, bagaimana bisa Kyuhyun menunjukkan kepribadian yang berbeda di depan Ryeowook dan Yesung serta saat didepannya. Kenapa Kyuhyun bisa bersikap sebagai 'anak baik-baik' ketika bersama Ryeowook dan Yesung, tetapi berubah menjadi liar ketika berada diluar rumah? Kyuhyun menggunakan wajah polosnya untuk menipu semua orang yang ia inginkan. Begitu yang dipikirkan oleh Sungmin saat ini. Bocah itu benar-benar iblis. Akhirnya Sungmin tertidur di sofa ketika menunggu Kyuhyun.
Bruuk..
Sungmin terbangun ketika mendengar suara seperti seseorang terjatuh. Ia membuka mata dan turun dari sofa. Dilihatnya Kyuhyun terbaring di lantai. Sungmin segera mendekatinya. Ia terkejut ketika mendapati Kyuhyun dalam keadaan mabuk lagi. Di kerah bajunya terlihat bekas noda lipstik, tapi Sungmin tak mempedulikan hal tersebut. Ia hanya merasa tak suka dengan yang dilakukan Kyuhyun karena lagi-lagi ia pulang menjelang pagi dalam keadaan mabuk.
"Kyuhyun, kau mabuk lagi!," Sungmin membantunya berdiri dan memapah Kyuhyun menuju kamar.
"Noona.. k-kau...cerewet sekali. Nanti..kau cepat keriput..kalau marah terus...hahahahaha," Kyuhyun mulai meracau.
Sungmin tidak menjawab. Ia melepas sepatu dan blazer Kyuhyun. Kemudian Sungmin menuju kamar mandi dan membawa sebaskom kecil air hangat ke kamar Kyuhyun. Dengan hati-hati ia membasuh wajah dan tangan Kyuhyun memakai handuk kecil. Setelah selesai, ia membawa baskom dan handuk ke belakang. Sungmin kemudian ke kamar Kyuhyun lagi dan menyelimuti tubuhnya.
"Noona, jangan pergi... ," tiba-tiba Kyuhyun membuka mata lalu menarik tangan Sungmin ketika hendak beranjak pergi hingga tubuh gadis itu jatuh diatas tubuh Kyuhyun.
"K-kyuhyun.. Lepaskan aku!," Sungmin berusaha berdiri namun Kyuhyun tetap menahannya.
"Temani aku tidur malam ini...," gumam Kyuhyun lagi. Ia memeluk tubuh gadis itu dengan erat lalu jatuh tertidur.
"Kyu...," ucapnya pelan. Namun akhirnya Sungmin mengalah. Tak lama kemudian iapun tertidur di pelukan Kyuhyun.
TBC
